Hening~
saat ini, Naruto hanya duduk diam di singgasana tempat ia tersadar, ia bahkan baru sadar kalau tempat ini adalah istana/kastil.
"apa... yang harus kulakukan?"
bingung? tentu saja, apa ia harus menetap atau kembali ke dunianya-itu pun kalau ada caranya.
lagi pula... tak ada yang berubah meskipun ia kembali ia akan tetap sendiri, yang menunggunya di sana hanyalah paman kakashi, hehehe... paman kakashi, dia pasti panik melihat seorang CEO dari perusahaan Namikaze corp sekaligus tuan mudanya tak ada lagi di dunia itu.
'maafkan aku paman Kakashi karena selalu merepotkan mu' Naruto sebenarnya sangat sedih untuk meninggalkan paman tersayang nya seorang diri.
tapi mau bagaimana lagi, sekarang ia di sini dan tak tau harus bagaimana.
"oke... tenang, aku harus menerima semua ini"
Naruto kemudian melihat seluruh sisi ruangan ini, sangat berdebu dan usang, mungkin sudah lama tak di tinggali.
"harus ku bersihkan"
tapi tunggu, membersihkan seluruh ruangan di kastil ini pasti membutuhkan waktu, 'ah aku tau' Naruto pun mendapat ide.
ia kemudian berdiri, menutup matanya dan berkonsentrasi.
"Reality Changer : Aktif"
sring~
matanya terbuka perlahan, manik birunya berubah menjadi merah terang.
'baiklah setelah ini kata-kata yang aku ucapkan akan mengubah kenyataan'
"tempat ini bersih sekali ya~"
cling!
tepat setelah Naruto mengucapkannya, seluruh ruangan menjadi bersih sampai berkilau bahkan di setiap sudut dan celah terkecilnya.
'y-yah ini sudah lebih dari cukup' batin Naruto dengan perasaan kagum sekaligus heran.
"Reality Changer : Non-Aktif"
manik matanya kembali menjadi biru, setelah itu Naruto melangkahkan kakinya keluar dari ruang singgasana, ia berkeliling beberapa menit dan berhenti pada sebuah kamar, kamar yang luas dan bagus-sangat bagus lebih tepatnya.
bruk!
ia pun merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk ukuran king size itu dalam posisi tengkurap.
"ah~ nikmatnya~"
'tidak masalah kan kalau aku tidur di kamar ini, jika di lihat-lihat kamar ini adalah kamar yang paling besar dan mewah di antara kamar yang lainnya, yah dulu mungkin ini kamarnya sultan'
Naruto mengubah posisinya menjadi terlentang kemudian bersedekap dada, wajahnya terlihat sedang berfikir, "biasanya... kalau ada orang yang bereinkarnasi ke dunia lain pasti ujung-ujungnya menjadi pahlawan, berpetualang, masuk ke guild, ketemu heroine, mendapat teman seperjuangan dan mengalahkan raja iblis, itu sih menurut novel yang ku baca"
beberapa saat kemudian Naruto menutup matanya dan tertidur.
•skip•
ke esokan harinya
Naruto mengerjapkan kelopak matanya ketika cahaya matahari mulai menyinari kamarnya lewat jendela tirainya yang sudah terbuka.
tunggu! tirainya terbuka?
Naruto langsung bangun dalam posisi duduk dengan mata yang terbuka lebar, ia terlihat waspada.
'si-siapa yang membuka tirainya? maling? tidak mungkin lah, ini sebuah kastil loh dan juga bukannya itu di kunci dari dalam' batinnya memikirkan kemungkinan yang terjadi.
swush~
krryuuuukkkk...
"ugh~"
tiba-tiba saja ia mencium aroma makanan yang sangat lezat, Naruto baru ingat kalau ia belum makan dari kemarin dan itu membuatnya sangat lapar.
Naruto kemudian bangun dan melangkah menuju dapur, pasti ada seseorang di sana, ia bisa merasakan aura yang lumayan kuat dari tempat itu, rasanya agak familiar.
tap
tap
tap
beberapa saat kemudian Naruto pun sampai di depan pintu dapur, pintu yang lumayan besar.
hm~ hm~
'su-suara cewek? tapi siapa? bukanya aku kemarin sendirian di sini?' Naruto membatin bertanya pada dirinya sendiri saat mendengar suara merdu dari dalam dapur.
'huh~ tenang Naruto- tenang~, aku harus mengeceknya, kalau berbahaya aku harus mengeluarkan jurus yang kemarin'
Naruto kemudian mulai mendorong pintu besar itu dan masuk ke dalam.
•sedangkan di dalam dapur•
"hm~ hm~"
se orang gadis berambut biru ke hijauan twintail dengan pakaian Idol yang di tutupi apron putih tengah memasak sesuatu sambil bersenandung ria menggunakan suara merdunya.
kriet~
"hm?"
gadis itu pun membalikan badanya Ketika mendengar suara pintu terbuka, dan melihat seseorang yang sudah di tunggu nya.
"ah! yang mulia, selamat pagi~" ucap gadis itu seraya membungkuk.
•di sisi lain•
'yang mulia? aku?' batin Naruto saat melihat gadis manis di depannya membungkuk dan mengucapkan salam dengan hormat kepadanya.
"etto... bisa kau tegakkan badan mu?"tanya Naruto.
"ha'i"gadis itu pun menjawab dan langsung menegakkan tubuhnya.
"kau..." Naruto berucap menggantung.
si gadis pun diam menunggu orang di depannya menyelesaikan kalimatnya.
"...siapa?"sambung Naruto dengan poker face.
gubrak!
gadis itu pun terjengkang kebelakang mendengar ucapan orang di depannya, kemudian kembali berdiri dengan anggun.
"ukh~ saya kira apa, saya tidak tau anda pura-pura lupa atau memang tidak ingat, tapi... biar saya perkenalkan diri saya"ucap gadis itu setelah terbangun dari acara terjengkang nya.
gadis itu kemudian melepas apron putih yang di kenakan nya dan menaruh nya di atas meja.
setelahnya ia kembali berdiri di depan Naruto, membungkukkan sedikit badannya, kemudian mengangkat rok pendeknya sedikit ke atas dan menyilangkan kaki kirinya di belakang kaki kanannya.
"perkenalkan, nama saya Hatsune Miku, makhluk dari ras manusia yang anda ciptakan dua tahun yang lalu sebagai pelayan anda"ucap gadis itu yang bernama Hatsune Miku memperkenalkan dirinya.
'Hatsune Miku? hm... ah! dia NPC yang aku ciptakan dua tahun yang lalu saat ada event penaklukan dungeon yang di jaga oleh empat dewa mata angin, salah satu syaratnya adalah berkelompok minimal dua orang tapi waktu itu aku tak punya teman main dan selalu menjadi solo player, makanya aku menciptakan dia, ugh~ aku masih ingat uang-uang ku yang begitu banyak dan berharga mengalir begitu saja ke pihak development'
"ahahaha... Miku ternyata, maaf aku tadi sedikit lupa"ucap Naruto sambil tertawa ringan.
"tidak apa-apa yang mulia, keberadaan saya tidak terlalu penting, tapi... saya akan sangat bahagia jika anda berkenan untuk selalu mengingat saya"Miku menjawab perkataan tuanya selagi menegakkan tubuhnya kembali.
"baiklah~, oh ya kau sedang memasak yah?"tanya Naruto.
"ha'i, saya memasak ramen special kesukaan anda"jawab Miku.
"uoohh... kalau bagitu, ayo kita sarapan"
"ha'i"
•di ruang makan•
slurrpp
Naruto saat ini tengah memakan ramennya dengan lahap seperti orang yang tak makan selama beberapa hari, dan habis dengan cepat.
"ehm... Miku, kau tidak makan?"tanya Naruto yang melihat Miku cuma berdiri di samping belakang kursinya.
"saya sudah makan beberapa roti tadi di dapur"jawab Miku.
"roti? oh ya ngomong-ngomong dari mana kau mendapatkan semua bahan-bahan ini?"Naruto bertanya lagi.
"di tempat penyimpanan makanan, saya sudah mengeceknya, kondisi makanannya masih bagus dan layak untuk di makan"
"oh begitu... hehe, maaf dari tadi bertanya terus"
"tidak apa-apa yang mulia, menjawab pertanyaan anda adalah sebuah kehormatan bagi saya"
"Miku, boleh aku lihat status mu?"
"tentu saja, silahkan"
"etto... mana?"
"saya adalah kepunyaan anda, jadi anda bisa membukanya sesuka hati anda"
"oh~ begitu yah"
"Miku's status : open"
ding
Name : Hatsune Miku (The King's Servant)
Level : 700 (ultimate player)
Race : Human
class : Servant
HP : 78556473 (regen : 4657/sec)
MP : 99675866 (regen : 4558/sec)
SP : 69978556 (regen : 4266/sec)
Attack : 698679885
Defense : 795564781
Agility : 466754633
Intelegent : 785477642
Skill :
Flora (lvl max)
Fauna (lvl max)
Dominasi (lvl max)
Manipulasi Angin (lvl max)
Manipulasi Suara (lvl max)
Manipulasi Gravitasi (lvl max)
Segel (lvl max)
Aksara Semesta (lvl max)
"wow~ kau hebat sekali ya, Miku"puji Naruto sambil melihat Miku yang ada di sebelahnya setelah melihat statusnya Miku yang lumayan kuat meski masih jauh di bawahnya.
Miku yang mendengar pujian dari tuannya pun bersemu merah karena merasa sangat senang dan sangat bahagia.
"ha'i, terimakasih banyak, yang mulia"ucap miku dengan senyum manisnya.
'ugh~ aarrgghhh~~~~ cewek ini manis banget, aku bisa diabetes'batin Naruto lebay.
Naruto kemudian berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruang makan.
Miku yang melihat itu hanya tersenyum, meskipun cuma sekilas ia tadi melihat tuannya tengah tersenyum dan sedikit bushing, Miku kemudian membersihkan meja makan dan pergi ke tempat Naruto berada.
•ruang singgasana•
Naruto kembali duduk di kursi yang menjadi simbol kebesaran seorang raja, bersama Miku yang berdiri di sisi kirinya.
"Miku?"
"ha'i, yang mulia"
Naruto tersenyum tipis, yah sudah diputuskan, ia tidak akan berdiam dan duduk di sini saja, ia bisa mati kebosanan nanti.
"ayo kita berpetualang, Hatsune Miku"ucap Naruto dengan lantang.
"ha'i, yang mulia tapi... nanti siapa yang akan menjaga kastil ini yang mulia?"jawab Miku sekaligus bertanya.
"tenang saja, aku akan menempatkan ke empat dewa mata angin di sini untuk menjaga kastil"Naruto pun menjawab.
"anda yakin yang mulia? maksud saya, mereka kan..."
"tidak apa-apa, mereka sudah aku jinakkan sepenuhnya, mereka sangat patuh dan sangat menghormati ku"
"wah~ seperti Yang diharapkan dari yang mulia, anda sangat luar biasa"ucap Miku terkagum-kagum akan kehebatan tuanya yang bisa menjinakkan ke empat dewa mata angin yang terkenal angkuh dan menganggap semuanya rendah.
"ahahahaha~ itu juga berkat dirimu yang membantu ku mengalahkan mereka saat itu"ucap Naruto yang rendah hati sambil tertawa pelan, "baiklah, ayo kita panggil mereka"
"ha'i"
•di halaman depan kastil•
di depan halaman kastil yang besar dan luas itu, Naruto saat ini tengah bersiap untuk memanggil ke empat penjaga itu, Miku berdiri agak jauh.
"atas namaku, Naruto, sebagai tuan, aku memanggil kalian wahai penjaga ku"
tap
Naruto menepukan ke dua tangannya, setelahnya mumcul lingkaran sihir berwarna ungu terang di bawahnya dengan lambang bintang empat arah, sudut pada bintang itu mengeluarkan lingkaran lagi yang menampilkan lambang yang berbeda-beda, Phoenix - Naga - Harimau - kura-kura berkepala ular berjumlah dua.
ke empat lingkaran itu pun mulai bercahaya dan kemudian meledak menjadi kepulan asap yang amat tebal.
"kita... di panggil?""ini lebih cepat dari perkiraan ku""dan yang bisa memanggil kita berempat sekaligus adalah...""Naruto-sama"setelah kepulan asap tebal itu menghilang, ter lihat empat makhluk besar yang berdiri gagah mengelilingi Naruto.
"lama tidak bertemu ya Suzaku, Seiryuu, Byako dan Genbu"ucap Naruto.
ke empat makhluk yang suara itu pun menoleh kearah sumbernya dan menemukan seseorang yang mereka kenali sebagai raja mereka.
""""senang bisa bertemu dengan anda, Yang Mulia""""ucap ke empatnya bersamaan sambil menundukkan kepala mereka kepada Naruto yang hanya tersenyum tipis.
"saa... mari mulai petualangannya"
Be
Someone
In
Another
World
Bersambung ~
um... hai~ , aku masih author baru, maaf yah kalo ceritanya jelek, aku cuma nulis seadanya, udah gitu pake Hp lagi T_T, mungkin banyak typonya, jadi mohon di maklumi.
btw, kalau boleh aku minta saran dong, ini enaknya Naruto ngeharem apa gak ya, dan juga ini ceritanya mau berlanjut ke petualangan atau akademi? aku bingung milih jalan cerita yang bagus buat di baca para reader atau author yang lain.
oke, sekian dan terimakasih~
