"Aku ini sebenarnya teman masa kecilnya Akashi-kun," ucapmu.

"Apa? Yang benar saja?" tanya Kuroko memastikan. Kamu mengangguk.

"Yo (nama)! Kuroko!" sapa Kagami pada kalian lalu duduk di mejanya. "Ngobrol apaan sih?"

"It's not your business, Kagami-kun," ucapmu lalu melanjutkan membaca buku.

"Hoi! Jahatnyaa!" sahut Kagami.

"Kagami-kun tidak belajar?" tanya Kuroko.

"Emangnya kenapa?" tanya Kagami balik.

"Hari ini ulangan harian," jawabmu. Kagami menatap ke arahmu tak percaya. "Bener kok. Tanya Kuroko-kun aja,"

Kagami beralih ke Kuroko. "(nama)-san bener kok," ucap Kuroko enteng.

Kagami mengambil nafas, lalu…

"AKU BELOM BELAJAR SAMA SEKALI! F*CK!"


.

.

My Daily Lives at My New School with Them

By AiKi Aeru

Rate : K+++ ke T+

Disclaimer : Kuroko no Basuke itu hanya milik Fujimaki Tadatoshi-sensei seorang.

Warning : Absurd, OOC, Typos, dll. yang bisa saja terjadi di fic ini.

Couple : … x Reader

.

.


"Ah, tadi aku lihat ada Akashi. Kenapa ya?" tanya Kagami.

"Kenapa tak tanya sendiri pada orangnya?" tanyamu.

"Enggak ah, takut. Soalnya—"

"Kagami-kun takut kena gunting lagi," Oh Kuroko… Sejak kapan kau bisa nyerocos omongan orang?

"Oh…" ujarmu ber'oh' ria.

"KUROKOCCHI!" Kenapa settingnya malah ke Kaijou?

"Kise-kun," Kuroko berdiri. Ternyata settingnya gak salah, masih di Seirin.

"KAU NIAT SEKOLAH GAK SIH?!" Kuroko teriak! Yep, teriak.

'SUMVEH TERKEWER-KEWER! KUROKOCCHI TERIAK!' batin Kise tercengang. Kau biasa saja, tapi darah menetes perlahan dari hidungmu.

"Eh? Kau Kise Ryouta ya? Salah satu dari Kiseki no Sedai!" tanyamu pada Kise. Kise yang sadar, langsung mengangguk.

"Kise Ryouta-ssu" ucapnya sambil menawarkan jabat tangan.

"(nama lengkap). Yoroshiku, Kise-kun," ujarmu membalasnya.

"Boleh ku panggil (nama)cchi?" tanya Kise. Kamu mengangguk.

"KISE!"

"Ka-Kasamatsu-senpai! Huweee! JANGAN TARIK AKU!" Kamu sweatdrop dengan kelakuan absurd Kise dan orang yang kata Kise bernama 'Kasamatsu'.

"Maaf, Kuroko. Entah kenapa kami salah naik angkot," ucap Kasamatsu pada Kuroko.

"Daijoubu sih. Tapi kenapa tadi Akashi juga mampir kesini?" tanyamu pelan. Kise dan Kasamatsu melotot horror.

"A-Akashicchi? Yang bener (nama)cchi?!" tanya Kise. Kamu mengangguk.

"GROOOOOK… GROOOOK…"

"Ada kebo lagi bobo ya?" tanyamu pada Kuroko. Kuroko mengangkat bahu.

"Heh? Aku ada dimana?" tanya pemuda dekil berambut biru gelap yang tiba-tiba muncul. Kise dan Kasamatsu yang sweatdrop, langsung lari ke stasiun terdekat agar tidak menganggu suasana. Kan, sekolah mereka bukan di Tokyo soalnya.

"Di Seirin, Ahomine Dakian," jawabmu.

"Kau ini siapa? Beraninya mengataiku 'Ahomine' dan 'Dakian'. Mentang-mentang kulitmu putih dong!" Nah, tadi Akashi OOC. Sekarang giliran Aomine, itupun kalau sudah berhubungan dengan warna kulitnya.

"Aomine-kun. Namanya (nama lengkap)," jelas Kuroko.

"AHO!" panggilmu.

"Eh? Ngajak berantem?" tanya Aomine kesal.

"Ayo! Siapa juga takut?!" jawabmu sambil menyeringai.

'(nama)-chan rupanya bisa menyeringai lebih hebat dari Akashi!' ternyata, dari tadi Riko mengintip. Entah dia ketularan Kuroko atau apa, malah kagak disadari.

Setelah kau adu tinju dengan Aomine…

Aomine tepar dengan super duper tidak elit.

'Absurd sekali kalau seorang Ahomine tepar oleh seorang gadis…' batin Kagami.

"Dai-Chan!"

"Eh? Momo-san?"

"(nama)-chan!?"

'Ini perasaanku, atau seluruh Kisedai kenal ama (nama), ya?' batin Kagami lagi.

Skip saja adegan Momoi menyeret Aomine ke Touou…

"Hari ini kita tes ya!"

"Tes apa Pak?" tanya Kagami.

"Matematika!" Kamu dan Kuroko bersorak gembira. Kagami hanya tepok jidat.

'KENAPA AKU MALAH BELAJAR BIOLOGI SEEEEH!' teriak Kagami dalam hati.

Istirahat

"Kagami-kun, kenapa lemas?" tanyamu pada Kagami yang pucat pasi.

"Salah baca buku…" jawabnya lesu.

"Ke kantin gimana?" ajak Kuroko. Kau dan Kagami mengangguk.

"Pesan apa?" sapa Ibu Kantin ramah.

"20 bungkus roti daging," ujar Kagami.

"Oke, totalnya 2.000 Yen," ucapnya.

"Bu, kami juga mau mesen…" ucapmu. Ibu Kantin langsung mengalihkan pandangannya dari Kagami dan cengo melihatmu dan Kuroko. "Sejak kapan kalian disitu?"

"Dari tadi. Ngomong-ngomong, 2 roti vanilla dan 2 milkshake vanilla," jawabmu.

"Digabung?" kamu mengangguk.

"Totalnya 2700 Yen," kamu menyerahkan duitnya dan mencari meja.

Tiba-tiba, seorang guru (yang kamu ketahui itu adalah guru matematika yang tadi) membuka pintu kantin.

"Saya mencari (nama lengkap) dan Kuroko Tetsuya!" kamu dan Kuroko berdiri dan menuju guru tersebut.

"Loh? Mana orangnya?" tanya guru tersebut kebingungan.

"Dari tadi kami disini, Pak," ujar Kuroko. Bapak tersebut hampir kena serangan jantung.

"Kalian ke kantor bapak sekarang!" kamu dan Kuroko saling berpandangan, lalu mengangguk.

Kantor guru

"Ada apa Pak?" tanyamu.

"Selamat, kau dan Tetsuya mendapat nilai 100!" jawab Pak Guru. Anggap saja namanya Pak Seichi (OC kale ya?).

"Sou desu ka? Sankyuu, Seichi-sensei^," ucap Kuroko datar.

"Sekarang, kalian boleh keluar," kamu dan Kuroko pun keluar.

Lorong ke kantin

"(nama)-san," ujar Kuroko.

Kamu menoleh, "Ada apa?"

"Apa saat di Australia, kau bergabung dengan klub basket wanita?" tanya Kuroko.

"Ya, begitulah. Tapi, entah kenapa malah deket sama cowok, bukannya cewek. Malahan, Riko-senpai adalah temen cewek pertamaku di SMA ini," jawabmu.

"Oh. Terus kau mengenal Kiseki no Sedai darimana?" tanyanya lagi.

"Akashi adalah teman masa kecilku, lebih tepatnya tetangga. Kan sudah kubilang. Sedangkan Momoi itu sahabat penaku. Aku kenal semua Kisedai karena Momoi pernah mengirim foto teman-temannya. Sedangkan kau, saat aku melihat fotomu, kau kawaii banget, sumpah. Entah kenapa malah doki-doki melulu ngebayangin jalan bersama denganmu," jelasmu.

"(nama)-san, bisa tidak ganti genre?" ucapan Kuroko itu, lebih dari nge-JLEB.

"O-Oke!" ucapmu dan menyusul Kuroko.

"Kuroko, (nama), tadi kenapa dipanggil?" tanya Kagami.

"Kau juga tahu sendiri nantinya," ujarmu.

"Tadi, ada insiden di kantin," ucap Kagami.

Alismu dan Kuroko terangkat satu, "Insiden apa?"

"Hyuuga-senpai nembak Riko-senpai. Diterima, dah, gitu doang," jawab Kagami.

Kuroko jatuh ke lantai. "Akhirnya… OTP-ku bersatu!" kau dan Kagami cengo mendengar Kuroko yang dari tadi OOC mulu.

Kamu nyengir kuda (Jean : Hei! Itu trademark-ku! | Author : ngapain Jean kesini? Salah fandom, ya? | Jean : *ngacir*). Kagami pingsan dengan mulut penuh roti (karena penuh busa sudah terlalu main setrum).

Pulang sekolah

Kamu masih mengitari mading. Bimbang, mau masuk klub apa nggak.

"(nama)-san," sapa Kuroko yang ada disampingmu.

"Hn? Ada apa?" tanyamu.

"Mau melihatku main basket?" tanya Kagami. Kuroko langsung mengambil golok.

"Ku-Kuroko!" sahut Kagami panik.

"Dengar Kagami-kun, tadi itu harusnya kalimatku," ucap Kuroko datar namun dengan aura yang sangat menyeramkan.

'YA AMPUN! KUROKO OOC LAGI!' batin Kagami.

"Kuroko-kun, aku bersedia, (dalam hati : aku bersedia menjadi pacarmu)" ucapmu. Kuroko normal lagi dan langsung menyeret Kagami seenak perut.


Day 3

Jam 5 kurang 10 menit, tetapi kau sudah ada di sekolah. Menurutmu, kalau belajar pagi-pagi, kamu cepet pinternya.

"(N-Nama)-san," kamu menoleh dan menemukan Kuroko disebelahmu.

"Doumo, Kuroko-kun," ucapmu sambil tersenyum dan kembali membaca bukumu.

"Ada pengumuman," ujar Kuroko.

"Pengumuman apa?" tanyamu.

"Pairnya udah ketahuan," jawaban Kuroko sukses membuatmu gila mendadak.

"Eh? Kuroko, (nama)?" tanya Kagami yang baru datang dan duduk di bangkunya.

"Ohayou, Kagami-kun!" ucapmu.

"Kuro-chin, minjem duit donk…" keheningan melanda kalian seketika. Bukumu terasa gelap. Jangan-jangan ada Titan.

"Murasakibara-kun, sekolahmu kan di Akita, kenapa malah nyasar ke Tokyo?" tanya Kuroko datar sedatar teflon.

"Soal itu tanya Muro-chin." Kagami langsung terjun bebas dari jendela kelas. Yah, dia mau bertemu Himuro.

"Ano, Mura-kun," ucapmu menarik bajunya. Murasakibara menoleh.

"Are? Apa kau (nama)-chin yang pernah Momoi ceritakan dulu?" tanyanya.

"Titan ungu yang unyu, namaku (nama lengkap), yoroshiku! Masa' sih Momo-san menceritakanku padamu?" ujarmu sambil menawarkan jabat tangan.

Murasakibara membalas tanganmu dengan malas, "Ya, Murasakibara Atsushi. Ternyata kita sama-sama suka anime itu," Kuroko dan kau mematung. Murasakibara diam-diam Otaku.

"Ayo, Atsushi. Tokyo-Akita kan lama, mari bergegas," ujar Himuro yang nongol dengan Kagami di depan pintu kelas.

"Are? Tapi kan …"

"APA?!"

"Tapi untungnya aku gak kepilih,"


Chapter 2 finished! Gaje banget ya? Tambah absurd ya?

^ = Masa' sih? Terima kasih, Pak Seichi.

Kuroko : Tsunderella mungkin munculnya chapter depan kali, ya?

Akashi : Aku ingin lihat bagaimana Author menistakan (baca : meng-OOC-kan) Shintarou.

Author : Gomen, tapi Midorima tak akan muncul chapter depan~!

Midorima : Kapan aku menerima gaji, nanodayo? Kenapa Akashi, Kise, Aomine, Murasakibara dan Momoi muncul duluan? Apa maksud Author baka ini, aku muncul dengan Bakao? OTP-mu apaan, Thor?

Author : OTP-ku bukan MidoTaka atau TakaMido, tapi AoKise.

Kise : Hidoi ssu! Kenapa AiKicchi suka aku dengan si hitam?

Aomine : siapa juga yang mau ama lu?

Momoi dan Murasakibara : Ada baiknya kita balas review dulu…

Author : Double M! Arigatou… jadi, untuk Kurotori Rei-san, terima kasih banyak sudah review fic tergaje dalam abad ini! Sekarang, giliran si kuda (a.k.a. Jean) yang numpang nama :v . Makasih banyak yang foll + fave!

Kagami : Sekian! Nigou? Kata penutup?

Nigou : Whoof! –translate : Kriksar dibutuhkan!-

Himuro : *pundung* kenapa namaku hanya disebutin? Kemunculanku diakhir, lagi! *tambah pundung.