A/N: Terima kasih udah memberikan review dan komentar buat fic saya yang gaje dan masih banyak kesalahan-kesalahan ini… :') *terharu*

Chap 1 banyak kata-kata yang hilang dan salah, pengen sih saya edit, tapi gak tau caranya… *nangis2* Biarsaja jadi bukti saya masih belajar bikin fic agar lebih lebih baik ke depannya. *bows*

Balasan review

Vii no Kitsune

Perlahan akan ketahuan kok mana karakter yang antagonis. Hehehe… terima kasih…

Avykuro

Terima kasih… :') akan saya perbaiki lagi..terima kasih…

Shiho Nakahara

Naka… XD hng… ini canon bukan ya? *bingung* mungkin semi canon deh kayaknya *timpuked* terima kasih…

e

iya, ini saya update, terima kasih…

NaruDobe Listachan

Salam kenal juga, ini saya update, terima kasih…

CCloveRuki

Itu benar! XD ini saya update, terima kasih…

Yumi chan

Saya juga lagi tergila-gila dengan pair ini, sampai2 bikin fic ini, ^^a ini saya update, terima kasih…

RinKagamine02

Hehehe, judul fic ini emang dari lagunya Len X3, abisnya bingung mau kasih judul apaan, *plak* saya sering kok main ke fandom vocaloid, sering ngereview juga, tapi pake akun lain yg khusus saya pake bwt ngereview n berkelana. *jderr* terima kasih…

Ashahi Kagari-kun

Setelah saya baca lagi emang ngeganjal. Maaf… *nunduk2* ada yang ketinggalan itu, pengen saya edit, tapi gak tau caranya TwT, cara ngapdet fic aja saya bingung setengah mati… TwT

Terima kasih…

AkemyYamato

Sasukenya out character ya? O.O

Maaf! Padahal saya dah usahain supaya gak OOC, baiklah akan saya usahakan sifatnya gak OOC banget. *di chidori* terima kasih…

Mohon bimbingannya minna…

Douzo~

.

Chapter 2

Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

Masashi kishimoto-sensei, pinjem chara Narutonya ya *bows*

Pairing: SasuFemNaru

Genre: Romance and Friendship

Rated: T

Warning: AU, Typo(s), OOC, gaje, Newbie, SasuFemNaru

Summary: Naruto Uzumaki, anak cewek yang periang, manis, dan imut. Meskipun kyuubi tersegel dalam dirinya, orang-orang di konoha menyukainya, hidup yang menyenangkan, tapi karena kyuubi sekarang dia di incar…

Pair: SasuFemNaru, and many more, my first fic, Newbie, DLDR, but… mind to RnR?

.

.

Bringing The Rain © Kiriya Diciannove

.

.

"Hei Teme, memangnya kelas tadi panas ya?" tanya Naruto memecah keheningan.

"Ya."

"Masa sih?"

"Hn."

"Cari angin kemana, Teme?"

"Atap."

"Aduuuh, kamu itu kenapa sih Teme? Kata-katamu singkat banget dari tadi?!" Naruto menggembungkan pipinya tanda kesal.

"Gak apa-apa."

"Kyaaa, ada Sasuke-kun!"

"Eh, dimana?! Dimana?!"

"Itu di sana!"

'Wah gawat!' pikir Sasuke dan Naruto bersamaan.

"Gyaaa…" Naruto langsung menepi dan merapat ke dinding tembok sekolah, menghindar dari ancaman terinjak-injak.

Poof!

'Eh, bunshin! Sasuke-Teme kabur lagi ternyata. Main tinggal aja!' omel Naruto sambil menyingkir dari keramaian fangirls yang sibuk mencari Sasuke.

Di atap…

"kau terlambat Dobe."

"Kau yang main tinggalin aku dasar Teme!" omel Naruto.

"Hn."

"Eeh, lihat Teme! Mendung! Jangan-jangan sebentar lagi hujan!"

"Kau berlebihan Dobe!"

"Hehehe, gomen. Eh Teme, kau suka tempat ini ya? Soalnya kau sering ke sini," tanya Naruto sambil menatap lawan bicaranya.

"Hn."

Naruto mengalihkan pandangan ke arah lapangan yang cukup ramai, "Tempat ini menyenangkan ya Teme, orangnya baik-baik. Aku senang berada di sini!" ucap Naruto ceria.

"Hn."

"Tempat yang bisa menerima orang sepertiku…"

"Apa yang kau bicarakan Dobe?" Sasuke menepuk kepala Naruto dan kemudian mengacak-acak rambut pirang di sampingnya. Cewek yang lebih pendek darinya itu.

"Iiih, apaan sih Teme! Kau membuat rambutku jadi berantakan tahu!" protes Naruto menatap tajam si Raven itu sambil berusaha merapikan rambutnya yang mencuat dan acak-acakkan.

Sasuke balas menatapnya dingin, "Jangan berkata seperti tadi, Dobe."

Air muka Naruto berubah menjadi muram, "Maaf, aku hanya teringat sesuatu..."

Hening…

"Eh, kau mau snack kripik ini Teme? Rasanyanya enak juga loh, tadi dikasih Chouji."

"….." Sasuke diam sambil menatap Naruto yang memakan keripik kentang itu, rambut pirangnya melambai kesana kemari tertiup angin. Sasuke menyentuh lembut rambut panjang Naruto. Membuat Naruto heran.

"Kenapa Teme?"

"Tidak apa-apa," sahut Sasuke menarik tangannya dan memasukkannya kesaku celananya. "Rambutmu bagus Dobe," sambungnya.

"Ekh!"

"Kenapa?" Sasuke menautkan kedua alisnya.

"Kau memujiku Teme?! Tumben!"

"Bukan kau, aku memuji rambutmu," ucap Sasuke sekenanya.

"Huh!" Naruto sewot. "Bukannya sama saja!"

-Time skip-

Perjalanan pulang…

Arah pulang Sasuke dan Naruto sama, meskipun di pertigaan jalan mereka berpisah. Tapi jarak rumah mereka sebenarnya tidak begitu jauh. Hari inipun mereka pulang bersama, tentunya setelah menghindar (baca: kabur) dari para fangirls-nya Sasuke.

Seperti biasa, Naruto membicarakan banyak hal yang selalu ditanggapi singkat oleh Sasuke. Selalu seperti itu.

"Wah Teme, lihat itu poster Yukie Fujikaze-Hime! Artis terkenal itu! Wah, dia cantik sekali ya... aku tidak sabar menunggu film terbarunya!" ucap Naruto semangat.

"Hn."

"Apalagi aktingnya sebagai Princess Fuun benar-benar keren. Hwooo~ kau juga suka Teme?"

"Hn."

Sesampainya di pertigaan jalan, mereka berpisah. Sasuke belok kearah kiri, Naruto berbelok kearah kanan.

"Jaa ne~ Teme, sampai jumpa besok!" ucap Naruto melambaikan tangannya.

Sasuke hanya menoleh tanpa mengatakan apapun.

Cklek!

Sasuke membuka pintu rumahnya, sepi dan gelap. Dia menyalakan lampu dan mengedarkan pandangan ke segala arah. Tidak ada siapapun, semua perabotan dan benda-benda masih berada di tempatnya, persis seperti yang dia tinggalkan pagi tadi.

"Cih, apa yang kau harapkan Sasuke?" gumamnya sambil menyandarkan dirinya di sofa dan meletakkan lengan kanannya di dahi. Hal seperti ini selalu dia lewati setiap hari. Sejak peristiwa pembantaian klan Uchiha oleh kakaknya sendiri, Uchiha Itachi.

[Bringing the Rain]

"Tadaima!" teriak Naruto sesampainya di rumahnya. Lampu rumah itu telah menyala, seseorang menyambutnya dengan omelan.

"Okaeri Naru nee-chan! Kenapa baru pulang. Aku hampir mati kelaparan tahu!" ucap Konohamaru sambil melipat kedua tangannya, dia adalah keponakan Naruto.

"Gomen ne Konohamaru. Ya sudah, aku masak sekarang. Tapi kau harus membantuku ya!" ujar Naruto langsung menuju dapur dan memakai celemek berwarna coklat.

"Kenapa aku harus membantu? Aku kan bukan anak perempuan!" protes Konohamaru.

"Mau cepat makan kan? Ya bantuin dong! Kalau gak mau begitu kamu gak usah makan, beli aja sana!" ucap Naruto pura-pura marah.

"Huh! Iya iya, ku bantu. Apa yang harus kukerjakan?"

"Cuci sayuran dan ikannya, biar aku yang memotong-motongnya nanti," Perintah Naruto sambil mengeluarkan bahan-bahannya.

Tidak lama kemudian…

"Yak, makanannya sudah siap tuan muda!" goda Naruto.

"Akhirnya… ku pikir aku akan mati kelaparan," ucap Konohamaru yang duduk dan menelungkupkan kepalanya di meja makan.

"Ah, kau berlebihan Konohamaru," ucap Naruto sambil mengibaskan tangannya, kemudian duduk menghadap makanannya.

"Itadakimasu…!" ucap Konohamaru sambil memulai makannya.

"Bagaimana rasanya?" tanya Naruto dengan mata berbinar-binar.

"Lumayan, masih bisa dimakan," jawab konohamaru.

"Iih dasar, kau ya-"

"Bohong kok, rasanya enak. Makanya aku lebih suka masakan Naru nee-chan daripada harus memesan makanan diluar."

"….."

Naruto terhenyak, lalu menopang dagunya dengan kedua tangannya di meja. Dia memandang Konohamaru yang sedang makan dengan semangatnya, tanpa dia sadari sebuah senyum kecil menghiasi wajahnya yang imut itu.

"Ada apa?" tanya Konohamaru yang merasa risih dipandangi oleh Naruto.

"Gak apa-apa kok. Hanya merasa senang kok," jawab Naruto dengan cengiran khasnya.

Konohamaru memandang Naruto dengan bingung, lalu melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda itu.

Keesokan harinya…

"Aku berangkat!" ucap Konohamaru menuju ke sekolahnya.

"Eh, kau yakin tidak mau kubuatkan bento?" tanya Naruto.

"Gak usah, hari ini aku cepat pulang kok," jawab anak laki-laki berumur 11 tahun itu. 'Nanti malah bento-ku diminta-minta oleh teman-temanku.' Konohamaru membatin.

"Yah, kalau begitu hati-hati ya!" ujar Naruto.

"Konohamaru, ayo berangkat bareng!" terdengar teriakan dari luar rumah.

"Ya!" Konohamaru membuka pintu, di sana sudah ada Moegi dan Udon yang menunggunya.

"Ah, Ohayou Naru nee-chan!" ucap Moegi sambil membungkuk.

"Eh, Ohayou Moegi-chan, Udon," balas Naruto.

Udon hanya mengangguk.

"Kami berangkat!" ucap Konohamaru.

"Ya, kalian semua hati-hati yaa…"

"Ya…" sahut mereka bertiga sambil melambaikan tangan mereka.

"Aku juga harus berangkat sekolah," gumam Naruto.

.

[Bringing the Rain]

.

Sasuke sudah sampai di sekolah dari tadi pagi, mulai dari kelas sepi sampai menjadi ribut dan kacau seperti seperti sekarang. Jam masuk masih lama, sasuke memutuskan untuk pergi ke tempat biasa dia bersantai alias atap. Mumpung koridor sekolah masih sepi, dia berjalan dengan aura dingin dan kalem seperti biasanya. Beberapa cewek histeria sambil berbisik-bisik melihatnya. Orang yang diomongin sih tetap cuek bebek dan stay cool.

'Pemandangan damai seperti biasanya,' pikir sasuke, dia dapat melihat anak-anak yang mulai berdatangan kesekolah dari atas atap itu. Salah satunya dia melihat Naruto dan beberapa temannya datang bersama sambil mengobrol. Ada shikamaru dengan wajah malasnya, Lee yang bersemangat, Sai, Chouji, Shino, Kiba dan Akamaru. Sasuke memasang wajah stoic-nya melihat pemandangan itu.

Sasuke larut dalam pikirannya sendiri.

"Ah, sudah kuduga kamu disini Teme!"Naruto datang menghampirinya.

"….."

"Hm, tempat ini memang keren Teme. Kita juga bisa melihat teman-teman berdatangan ya!" ucap Naruto sambil memegang pagar pembatas atap itu sambil berjingkit.

"Ya," ucap Sasuke, 'Dan aku juga bisa melihatmu dari sini…'

"Tapi aku bingung, padahal tempat ini bagus, kenapa jarang ada murid lain yang kesini? Kau pasangi ranjau atau segel ya!" Tebak Naruto dengan asal.

"Yang benar saja," ucap Sasuke.

"Hahaha, iya juga ya! Kalau kau pasangi ranjau, aku pasti kena, aku kan payah!" ujar Naruto sambil memukul kepalanya pelan dan memeletkan lidahnya."Jadi kenapa dong?!"

"Entahlah."

Sunyi sesaat…

Naruto menumpu dagunya di pagar pembatas atap itu dengan muka muram, "Hei Teme, gadis tipemu seperti apa?"

Sasuke yang tadinya memandang halaman sekolah memalingkan mukanya kearah Naruto dengan wajah stoic-nya yang setia, "Kenapa tanya hal yang begitu lagi?"

Naruto menghela napas, "Tadi…"

[Flashback]

"Wah, itu pasti hebat!" ucap Naruto yang berjalan bersama Shikamaru, Lee, Sai, chouji, Shino, Kiba dan Akamaru.

"Tentu saja!" jawab Lee.

"Merepotkan," sahut Shikamaru.

"Hei Naruto-san, bisa kita bicara sebentar?" ucap beberapa anak cewek yang menghampiri mereka .

"E—eh… bisa, tentu saja. Ada apa ya?" Tanya Naruto sambil tersenyum bingung.

"Kita bicara ditempat lain saja ya!"

"Boleh," sahut Naruto seraya tersenyum manis. "Teman-teman, kalian duluan ada urusan sebentar!"

Di taman sekolah…

"Nah, apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Naruto.

"Emm, sebenarnya… kami mau tanya… begini, kamu kan sudah lama berteman dengan Sasuke-kun, kamu tidak pacaran dengannya kan?"

"Eeeh, nggak kok!" seru Naruto sambil membuat gesture tidak dengan kedua tangannya.

"Syukurlah… kira-kira cewek tipe Sasuke-kun yang seperti apa ya?"

"Ekh?! Aaa, itu…" Naruto menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

[End flaskback]

"Lalu kau jawab apa Dobe?" tanya Sasuke sedikit penasaran, jangan-jangan Naruto malah mengatakan hal yang tidak-tidak. Kadang kan Naruto suka jahil. Mencurigakan.

"Yah, karena kemarin kau bilang rambutku bagus… ku bilang saja kau menyukai tipe cewek yang berambut panjang," sahut Naruto."Ne~ Teme itu benar gak?"

Sasuke menghela napas lega, "Terserah kau saja Dobe."

"Owh, syukurlah. Teme ayo kita ke kelas," ucap Naruto sambil menarik tangan Sasuke.

"Aku bisa jalan sendiri Dobe."

[Bringing the Rain]

Di kelas, Kurenai-sensei sedang menjelaskan pelajaran tentang genjutsu, para murid mendengarkan dengan seksama, termasuk Naruto, yaah meskipun dia tidak begitu pandai menggunakan genjutsu. Apalagi jika dibandingkan dengan Sasuke. Jauh banget.

"Sebelumnya, sensei ingin bertanya apa ada yang tahu apa itu genjutsu. Nah, Sakura bisa kau katakan apa itu genjutsu?" tanya Kurenai-sensei.

"Baik sensei, genjutsu adalah teknik yang menggunakan chakra pada sistem saraf lawan untuk menciptakan ilusi," jawab Sakura.

"Bagus," ucap Kurenai-sensei. "Jadi…"

'waaah, sakura-chan hebat. Cantik dan pintar, bahkan banyak cowok yang menaksirnya. Hinata-chan cantik, lemah-lembut, benar-benar yamatonadeshiko, apalagi Ino cantik dan errr- seksi, Tenten meskipun tomboy dia keren… aku sendiri… apa yang bisa kubanggakan?'

Haaah, Naruto bermuram durja. 'Aku pasti bukan cewek tipe Sasuke… lagipula kami kan rival!'

Jam istirahat sudah berbunyi lima menit lalu. Sakura dan Ino menghampiri Naruto yang masih melamun.

"Naru-chan, ayo kita ke kantin bareng," ajak sakura.

"Ah, iya. Ayo!" ucap Naruto "Eh, Hinata-chan dan Tenten tidak ikut?"

"Ah, aku gak ikut. Aku sudah bikin bekal," sahut Tenten sambil menenteng kotak bekalnya.

"I—iya, aku juga," jawab Hinata yang memegang dua bekal makanan.

'Dua? Satunya untuk siapa?' batin Naruto.

"Ayo cepat ke kantin Naru-chan, nanti kehabisan pudding!" ucap Ino yang sangat bersemangat untuk mendapatkan makanan favoritnya.

"Ah, iya!"

Sesampainya di kantin, mereka bertiga mengobrol di meja mereka sambil menunggu pesanan.

"Hai Sakura-chan!" sapa seorang anak cowok yang lewat.

"Hai juga," sahut Sakura sambil tersenyum.

"Hai Ino-chan!" sapa beberapa anak cowok yang juga lewat.

"Hai juga," balas Ino dengan kedipan mata yang membuat para cowok itu terpesona, bahkan sampai ada yang pingsan.

"Waaah, kalian punya banyak penggemar ya," ucap Narutosweatdrop. Baru di kasih kedipan mata aja pingsan, gimana kalau pegang tangan atau cium pipi? Mati kali ya.

"Apa yang kau katakan Naru-chan, kau kan juga punya banyak penggemar," sahut Sakura.

"Masa sih? "Naruto memiringkan kepalanya.

"Tentu saja! Kau aja yang gak nyadar Naru-chan. Kau itu imut bangeeet…" ucap Ino sambil mencubit pipi Naruto.

"Hwaaa, hentikan itu! Sakit tau!" teriak Naruto. Tapi tentu saja tidak bisa mengalahkan ributnya kantin yang dipenuhi orang-orang yang lapar.

"Maaf, maaf. Gemas sih!" ucap Ino tanpa rasa bersalah sambil melepaskan cubitannya.

Setelah menunggu cukup lama, mulai dari perut keroncongan sampai ngerock, makanan mereka akhirnya diantarkan ke meja mereka.

"Mungkin aku sekali-kali bikin bekal saja, ngantri dan nunggu makanannya diantar lama banget!" gerutu Naruto sambil meminum jus jeruk favoritnya itu.

"Ne~ Naru-chan,apa benar tipe cewek Sasuke-kun itu yang berambut panjang?" tanya Sakura yang juga sedang meminum jus yang berwarna merah. Gak, bukan darah, itu hanya jus strawberry.

"Uhuk…" Naruto tersedak.

"Kau tidak apa-apa Naru-chan?"tanya Ino sambil menepuk punggung Naruto.

"Aku tidak apa-apa. Se—sepertinya begitu Sakura-chan," sahut Naruto grogi.

"Wah, kau dapat dari mana info (Baca: gossip) itu Sakura?" tanya Ino bersemangat.

"Dari kelas sebelah, tapi entah siapa orang pertama yang mengatakannya dan menyebarkannya…" jawab Sakura.

Naruto hanya diam sambil meminum jus jeruknya lagi. 'Jangan sampai mereka tahu aku yang menyebarkannya!' batin Naruto cemas.

"Ah, mungkin aja seorang stalker!" ucap Ino."Etto… kalau begitu aku sudah masuk kriteria cewek tipe Sasuke-kun doong…" ucap Ino sambil mengelus-elus rambut pirangnya yang panjang itu.

'Aku bukan stalker!' teriak Naruto dalam hati. 'Ya ampun, sepertinya aku telah membuat kesalahan besar, seharusnya aku tidak usah menjawab pertanyaan para cewek itu!' Batin Naruto menyesal.

"Naru-chan, kau sedang melamunkan apa sih?" tanya Ino.

"Ah, aku tidak melamun kok! Kata siapa aku melamun? Aku mendengarkan kalian kok. Sungguh!" sahut Naruto memasang wajah serius.

"Ok, calm down Naru-chan. Kau ada masalah ya?" Sakura mengernyitkan alisnya.

Naruto menarik napasnya perlahan dan menghembuskannya, "Eh, iya, itu… aku hanya bingung memikirkan menu untuk makan malam di rumahku kok!" jawab Naruto grogi.

[Bringing the Rain]

Naruto berjalan dengan gontai sendirian di lorong sekolah menuju toilet. Dia membasuh mukanya dengan air di wastafel dan menatap cermin, 'Haaah, benarkah aku ini manis dan imut?' Batin Naruto sambil menepuk pipinya. Tiba-tiba terdengar pembicaraan cewek-cewek yang juga berada di toilet itu.

"kira-kira, segini termasuk rambut panjang gak? Apa udah termasuk kriteria Sasuke-kun ya?"

"Ah, untung aja rambutku panjang, dan selalu kurawat di salon. Aku pasti masuk Kriteria Sasuke-kun!"

"Huh,asal kalian tahu, rambutku udah di creambath dan rebonding loh~"

"Aku meni pedi kemaren."

Naruto sweatdrop, 'Haah, peduli amat!' pikir Naruto seraya keluar dari toilet.

Brukk!

Naruto tidak sengaja menabrak seseorang gara-gara pikirannya yang melayang kemana-mana itu.

"Ah, maafkan aku!" Naruto menunduk sambil minta maaf.

"Tumben kau minta maaf padaku, Dobe."

"E—eh Teme?!" tunjuk Naruto dengan ekspresi horror.

"Apa?" Sasuke mengernyitkan alisnya karena melihat ekspresi Naruto yang menatapnya seakan-akan dia adalah hantu. Padahal menurutnya dia masih ganteng seperti biasanya.

"Eh… gak, bu—bukan apa-apa.A—apa kau mau permen?" Tawar Naruto mengeluarkan beberapa jenis permen yang dia beli di kantin tadi.

"Ada rasa tomat tidak?"

'Sejak kapan ada permen rasa tomat?' Naruto sweatdrop, "Sepertinya gak ada, pilih rasa yang lain aja kenapa?!"

Sasuke mengambil salahsatu permen itu tanpa berkata apapun.

Naruto memilih diam, mereka berjalan beriringan di koridor sekolah a.k.a akademi yang mulai sepi itu.

"Hei Sasuke."

"Hn?"

"Menurutmu aku ini bagaimana?"

"Bagaimana apanya?" Sasuke balik bertanya.

"Aku ini cantik tidak?" tanya Naruto dengan watados sambil memandang Sasuke.

"…..!" Hampir saja Sasuke keselek permen mint gara-gara mendengar pertanyaan Naruto. Gak lucu kan seorang Uchiha mati keselek permen di fic ini.

"Sasuke?"

"Hm…" sasuke diam sambil memandang Naruto. "Gak juga," jawab Sasuke.

"Iya juga ya, mana mungkin aku ini cantik, hehe…" Naruto tersenyum, 'Kau tidak mungkin menyukai ya, Sasuke?' batinnya. Sayang Sasuke tidak bisa baca pikiran.

"Kau itu manis Dobe!" ucap sasuke seraya menatap wajah Naruto.

Naruto tertegun, kemudian menampilkan cengiran khasnya, "Sudah banyak yang mengatakan itu padaku… Teme… hmmm, itu… artinya kau tidak suka padaku ya, Teme?"

"A—apa maksudmu?" Sasuke membelalakan matanya.

"Iya kan… soalnya kau kan tidak suka pada yang manis-manis!" Sahut Naruto.

Gubrak!

'Nih anak, bikin aku mikir yang aneh-aneh aja!' batin Sasuke sambil ber-facepalm.

"Aku suka padamu kok." ucap Sasuke berhenti berjalan sambil memandang Naruto. Kata-kata itu keluar begitu saja dari sang Uchiha itu.

Mereka berdua terdiam sambil berpandangan. Shapphire dan onyx

.

.

TBC

.

A/N: Menurut databook, pudding adalah salahsatu makanan favorit Ino.

pengen apdet minggu kemaren, tapi bingung cara ngapdetnya, maaf ya. sepertinya saya akan update akhir pekan, kalo gak sabtu, hari minggu, pengen nyoba apdet teratur 2 atau 3 minggu sekali. Itu pun kalo ada yang mau baca fic ini…

Mind to Review?