Main Couple: Daniel x Jihoon
Note: Story inspired from Wanna One MV: Beautiful, dibuat karna terenyuh dengan perjuangan Jihoon yang runtuh karna Woojin jatoh keserimpet kaki sendiri.
Profil Cast:
◎ Kang Daniel (21): pemuda tampan yang bekerja paruh waktu dimana-mana.
Mimpi → memiliki motor maskulin berwarna biru yang terpampang di etalase toko di daerah tempat tinggalnya.
◎ Park Jihoon (18): pemuda tampan sekaligus imut, sering menyebabkan kekacauan yang beralasan.
Mimpi → menjadi juara kompetisi tinju
Jalan raya kota Seoul mulai sepi di kala bulan bersinar. Hanya ada beberapa roda yang membelah dinginnya malam, salah satunya benda beroda dua. Bersama dengan pemuda yang memiliki bahu lebar yang mengendalikannya, benda itu menguasi rimba malam dengan pesonanya. Melaju cepat layaknya seorang pria penuh kharisma.
Di suatu persimpangan, mesin itu berhenti, membawa suara hantaman, teriakan, dan bahkan patahan entah kayu atau tulang belulang menerobos helm hitam sang pemuda, membuatnya dengan cepat menampilkan wajah khawatir pada dunia.
Pikirannya gelap menangkap sosok matahari hidupnya tengah bersimpu pada lututnya tak berdaya, diam menerima benturan-benturan yang dilayangkan padanya. Tak butuh 2 detik sang pendatang menyingkirkan setiap makhluk yang menodai mataharinya. Tak peduli jika ada kehidupan yang pergi asal bukan kehidupan sang matahari.
"Jihoon-ah," pendatang itu menghampiri satu-satunya pemuda yang tersadar meski darah menghiasi wajah tampan dambaan sejuta remaja.
Pemuda yang diajak bicara itu, Jihoon, tak bergeming. Tubuhnya gemetar menyaksikan kekacauan di sekitarnya. Melihat itu, sang pendatang mendekapnya erat namun lembut. Menuntun Jihoon berdiri dan pergi.
Mesin beroda dua maskulin itu kini tak lagi terlihat gagah membelah malam. Ia justru terlihat sendu dengan Jihoon yang bersembunyi di balik tubuh tegap sang pengendara. Satu desibel pun tidak terdengar dari pemuda itu, meski air mata mulai lepas dari mata kosongnya. Perlahan ia menyerah. Menyerah menjadi kuat dan memilih menyandarkan dirinya pada sosok di depannya dan memeluk erat tubuh itu. Dia yang di depan hanya bisa memandang resah lengan yang melingkar di pinggangnya.
"Niel hyung..." panggil Jihoon ragu.
Satu-satunya sosok di ruangan itu yang mungkin Jihoon maksudkan hanyalah tubuh proposional di dalam ring tinju. Sosok itu menoleh, menatap Jihoon dengan nafas terengah.
"Kau sudah selesai cek-up hm?" tanya Daniel yang sudah mendekat pada Jihoon, melepaskan segala sesatu yang menyelimuti tangannya.
"Kau menggantikanku di kompetisi?"
"Hehe begitulah... aku mungkin tidak semahir dirimu, tapi aku akan berjuang dan membawakanmu piala," tawa Daniel ringan.
"Tapi hyung, kompetisi itu kan..."
"Diam dan biarkan aku melakukannya untukmu."
"Tidak. Aku tidak mau kau membahayakan dirimu hanya untuk piala bodoh itu."
"Kalau piala itu bodoh, kau tidak akan bekerja keras selama 5 tahun Park Jihoon."
Daniel memang benar. Piala itu tidak bodoh, piala itu sangat mengagumkan, terutama untuk Jihoon. Piala yang hanya dimiliki oleh mereka yang para petinju dengan kekuatan lebih itulah yang membuat Jihoon terjun ke dalam dunia olah raga ini. Namun untuk sekarang, bagi Jihoon piala itu hanya hal bodoh jika membahayakan orang terdekatnya.
"Hyung, kau terlalu banyak berkorban untukku," lirih Jihoon.
Mengaku berbuat onar lalu menerima hukuman tiap kali Jihoon mengacau di panti asuhan, berpura-pura berkelakuan buruk tiap kali calon orang tua asuh datang agar tidak meninggalkan panti sebelum Jihoon, bekerja siang malam dari minimarket hingga pengantar makanan untuk membiayai latihan tinju Jihoon, nyaris membunuh orang untuk menyelamatkan Jihoon, menjual kembali motor yang selalu Daniel idamkan untuk biaya berlatih menggantikan Jihoon. Bukan kah itu terlalu banyak? Namun tiap kali Jihoon buka suara, mengomentari pengorbanan itu, Daniel selalu mengatakan hal yang sama.
"Aku sudah mengatakannya bukan? Aku akan melindungimu, senyummu, dan mimpimu. Bahkan jika nyawaku taruhannya."
Fin
Rurulala, HamzziHwanggu hadir dengan ide yang entah bagaimana pop up di bawah guyuran shower.
Jadi di MV Beautiful itu, tiba-tiba author malah mikirin NielHoon side. Mungkin karna semua orang ngomonginnya OngNiel kali ya. Lalu author kembali berpikir.
Sebenarnya... salah siapa Niel sampe harus gantiin Jihoon? Salah Jihoon karna tangannya patah ato karna nonjok preman? Kan Jihoon ngelindungin temen-temennya dan premannya duluan yang ngebully Jisung. Salah Jisung yang nabrak preman? Kan ga sengaja.
Lalu munculah scene berikutnya. WOOJIN JATOH KESANDUNG KAKI SENDIRI PAS MEREKA LAGI KABUR DI GANG. Dan dari sinilah... author yang notabene fans Woojin lalu berpikir abstrak dan ngomong sama laptop "Jin, elu kenapa jatoh sih? Kalo lu ga jatoh kan kalian ga kekejar. Mana elu cuma ngerikuk doang kaya ulet bulu pas jatoh. Kan jadinya si Jihoon harus berantem dan Daniel harus gantiin dia, dan sekarat dia dipertandingan."
Maafkan pemikiran author yang abstrak. Gegara kebanyakan nntn Hyunmin sama Kim Seungri, otak author jadi ikutan abstrak kayak mereka.
Anyway, review juseyo~
Gomawoyong.
ps:
Membalas review:
1. Tunggu ya NielHwangnya. HamzziHwanggu pengen bikin mereka banget-banget tapi belom dapet inspirasinya. Huhu
2. chapter 1 memang ngambil scene wanna one go, ditunggu aja ya 2Parknya. Author masih nyari konsep buat cerita mereka.
