Aku hanya berusaha untuk tetap hidup karena aku tidak bisa mati / taekook , BTS

.

.

Turn the Page

a taekook fanfic

Note :

BxB , AU

Typo everywhere(?), I'M AMATEUR , alur kecepatan (maybe)

DLDR

! E!

JIKA ANDA TIDAK SUKA DENGAN CERITA INI

TOLONG JANGAN MEMAKSAKAN DIRI

DAN AKHIRNYA MALAH MENINGGALKAN KOMENTAR PEDAS

(SAYA TERIMA MASUKKAN, TAPI TOLONG KEMASLAH DENGAN BAIK)

Happy reading~

.

.

.

"Every single day is a repetition of ctrl+c , ctrl+v – tommorrow"

.

.

.

Sebenarnya apa yang kau cari didalam hidup ini? Uang? Harta? Apa itu semua membawa kebahagiaan? Atau mungkin teman? Bullshit. Tak ada yang benar-benar menganggapnya berarti disekolah, selain pandangan tentang kim taehyung yang selalu naik mobil lamborgini merah kesekolah untuk dimintai tumpangan ketika pulang sekolah, kim taehyung dengan otak cemerlang yang bisa dimintai contekkan saat ulangan dan diandalkan saat kerja kelompok, atau mungkin kim taehyung yang bisa dipaksa masuk kedalam team basket saat pertandingan dadakan karena skill bermainnya yang jauh dari kata amatir meskipun tubuhnya tidak terlalu atletis, dan semuanya akan berakhir sama –ditinggalkan setelah orang-orang yang mengaku temannya itu mendapatkan apa yang mereka inginkan darinya lalu tak pernah kembali sebelum menginginkan sesuatu lagi darinya, begitulah siklus pertemanan brengsek yang terus berputar dalam kehidupan sekolahnya.

Kembali lagi, apa yang sebenarnya dicari oleh pemuda besurai kecokelatan yang akan merayakan umurnya yang ketujuh belas –dua hari lagi itu, dalam hidupnya? Mungkin belum ada? Haruskah taehyung menertawakan pemikiran bodoh yang ratusan kali singgah ke otaknya itu? Bagaimana jika memang tidak ada sama sekali? Jadi untuk apa gunanya taehyung hidup saat ia bahkan tak tahu mengapa ia harus tetap hidup selain menjadi beban bagi paman jeon yang juga punya jungkook untuk diurus seorang diri saat ia punya perusahaan besar yang harus dijalankan dan ditambah dirinya. Taehyung bahkan merasa ia hanyalah sebuah beban berat bagi dirinya sendiri.

'eomma .. appa .. bagaimana rasanya mati? Apa aku benar-benar tak perlu mengkhawatirkan apapun lagi saat aku sudah mati? Benarkah disana terasa damai? Aku mengerti, aku hanya perlu membiarkan mataku tertutup tanpa perlu terbuka lagi, membiarkan tubuhku diam tanpa perlu bergerak lagi,dan membiarkan hidungku untuk tidak bernapas lagi bukan? Dan setelah itu semuanya ... akan .. berakhir damai'

"Hyung" teriakan keras jungkook membahana didalam kamar mandi ketika mendapati seluruh tubuh hyungnya yang terendam didalam bak mandi dengan air yang bercucuran keluar jatuh dilantai karena bak mandi yang penuh tak mampu menampung debit air yang terus mengalir dari kran ditambah tubuh taehyung yang berada didalamnya. Tanpa berpikir takut jatuh terpeleset dilantai kamar mandi yang licin jungkook segera menghampiri taehyung dan berusaha mengeluarkannya dari bak mandi. Tubuh berbalut kaus putih polos dan celana hitam selutut itu terlihat pucat bahkan bibirnya pun terlihat berwarna keunguan 'sial, berapa lama sibodoh ini berendam?' sesegera mungkin, jungkook melakukan pertolongan pertama pada tubuh taehyung yang tak bergerak. Memompa dadanya beberapa kali dan memberikan napas buatan –gender bukanlah hal yang penting saat ini dibandingkan keselamatan taehyung pikir jungkook hingga air mulai keluar dari bibir pucat taehyung beberapa kali membuatnya terbatuk dan tepat saat pernapasannya perlahan kembali normal sebuah tinju melayang tepat disudut bibir kanannya yang masih pucat disusul dua lainnya dirahang sebelah kiri kembali membuat taehyung jatuh dilantai kamar mandi yang dingin sedangkan jungkook sang pelaku menatapnya penuh amarah yang ditahannya sedari tadi

"apa otak cerdasmu selalu kau buang ketong sampah saat akan melakukan hal bodoh?"

"brengsek apa yang kau lakukan?" taehyung meringis pelan akibat perih dibibir kanannya yang terluka

"seharusnya tanyakan itu pada dirimu sendiri kim taehyung" jungkook melangkah keluar dari kamar mandi , lalu kembali lagi dipintu kamar mandi taehyung

"apa perlu kubantu mandikan untuk memastikan kau tak akan melakukan hal bodoh lagi?"

"aku tidak butuh bantuanmu" tepat setelah itu jungkook keluar –benar benar keluar dari kamar mandi, dari kamar taehyung

.

.

.

Jungkook yang telah berganti pakaian sedang duduk diruang tengah yang bersebrangan dengan dapur ditemani secangkir cokelat hangat kesukaannya ketika taehyung berjalan kedapur dengan penampilan yang jauh lebih baik dari tadi, ia hanya melirik pemuda yang jauh lebih tua 1 tahun darinya sekilas sebelum perhatiannya sepenuhnya terpusat pada suara gelas jatuh dari tempat taehyung berdiri tadi'apa lagi yang dilakukannya kali ini?' awalnya jungkook mengabaikan taehyung yang belum berdiri dengan pikiran 'mungkin ia sedang memungut gelas yang pecah' karena posisi taehyung terhalang oleh meja besar tempatnya mengambil gelas.

Dan jungkook bukanlah orang yang tidak bisa membayangkan hal apa saja yang bisa terjadi pada hyungnya itu, tidak butuh hingga satu menit bagi jungkook untuk menghampiri taehyung dan menemukan pemuda itu terbaring tak sadarkan diri disamping pecahan gelas –posisi yang berbahaya mengingat pecahan gelas itu bisa saja mengenai taehyung' ketika jungkook berusaha memapahnya, saat itu darah mengalir dari pelipis kiri taehyung dengan sebuah pecahan gelas menancap disana.

.

.

.

"semalam, kau memang sengaja melakukannya kan?"

Pagi itu bau obat-obatan yang menusuk indera penciumannya serta pertanyaan jungkook adalah hal pertama yang menyambut taehyung di salah satu ruangan rumah sakit ternama seoul.

"aku akan pulang. sekarang"

"lalu pergi kesekolah dengan bangganya untuk menunjukkan bahwa seorang kim taehyung melubangi kepalanya sendiri dengan pecahan gelas? Silahkan, tak akan ada yang menahanmu. Dan aku tak akan bertanggung jawab jika kau pingsan ditengah jalan mengingat demam tinggimu belum reda dari semalam" dan usaha taehyung melepaskan infus dari pergelangan tangannya terhenti mengingat ucapan jungkook yang ada benarnya itu.

"4" taehyung mengangkat alis kirinya mendengar gumaman jungkook yang sedang duduk disofa depan ranjang pasien yang ditempatinya

"itu yang ke-4. Kau sengaja kan?"

"ini mungkin terdengar seperti sebuah kebohongan bagimu, hanya saja aku benar-benar tak merencanakan apapun. Aku hanya merasa seolah tubuhku menenggelamkan dirinya sendiri, aku .. merasa seolah menemukan kedamaian didalamnya"

"apa yang kau maksud kedamaian itu adalah kematian yang tepat berada disampingmu semalam jika saja aku tidak ingin mengecek apa kau sudah tidur dan malah mendengar suara keran dan air dari dalam kamar mandi? Great hyung kau baru saja membuat lelucon menyenangkan dipagi ini"

"jadi apa kau akan memberitahukannya?" dan taehyung tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya

"dan membiarkanmu dianti sosialkan seperti saat itu? Aku masih punya hati hyung .." jungkook merasa dadanya sedikit perih atau mungkin .. hatinya ?

'kenapa kau masih belum bisa mempercayaiku?'

.

.

.

TBC

.

.

.

Huahh saya nggak nyangka ada yng ngerespon fanfic iniTT nomu nomu gamsahamnida *ciumtangansatu-satu . kemaren saya mikir klo reviewnya bisa nyampe paling bnyak tiga saya akan berusaha ngelanjutin ceritanya dan wuahhh nyampe ternyataTT ini aja saya udah bersyukur banget.. terimakasihterimakasihterimakasih banyakbanyakbanyak yeoreobun~

Sedikit penjelasan buat chap ini, ini si tae ama kookie bayangin yg skarang ya warna rambutnya tae cokelat trus kookie item. Okay sekiann..

Ini balasan untuk review kemaren yah :*

Suni Mozaa : tenang ching, saya jga sukanya tae yg diatas kok :v yupps! Ini baru cerita pengantar. Apa BxB sma BL itu beda? Saya nulisnya dinote BxB (BoyxBoy) so, haruskah dganti? *maapkan saya yg minim pengetahuan ini TT .. terimakasih telah sudi membaca cerita ini TT, terlebih buat reviewnya

CaratARMYmonbebe : jinjjayo? Gomawoyo chingu saya nggak nyangka bkal ada yg suka TT *sujudsyukur. Wah dibunuh apa bunuh diri yah? Mungkin nanti misterinya bkal terpecahkan klo chingu berkenan mengikuti cerita ini terus (?) .. benarkah? Awalnya saya mikir yg baca mungkin bkal ilfeel klo kookienya saya gituin. Terimakasih reviewnya ching juga kemurahan hatinya telah membaca cerita ini

SparkyuELF137 : Hyungnya Tae dibawa kabur ama fandom lain *upss ini rahasia ya chingu jgn dibocorin XD nanti bkal terungkap kok mungkin saat udah mau masuk chapter2 terakhir? #aminamin tentang hyungnya bkal saya sentil sedikit-sedikit dlu , untuk kdepannya cerita bkal fokus sama si Tae.. thankyou udh mau baca cerita ini juga buat reviewnya.. gamsahamnida