.oOo.

CHARGING

(Part 2)

.oOo.

Cast

Kang Dongho (Trainee from Pledis Ent.)

Lee Daehwi (Trainee from Brand New Music Ent.)

And another many support characters that may appears unintentionally.

.oOo.

Produce 101 season 2 © Mnet

Cerita ini murni imajinasi saya. Apabila memiliki kesamaan konsep, alur cerita, masalah, bahkan dialog, saya jamin itu 100% ketidaksengajaan karena (mohon maaf) saya tidak pernah membaca FF dengan alur cerita seperti ini. Maaf juga kalau konsep ceritanya sangat umum dan klise.

.oOo.

Cerita sebelumnya

"H-hyung..," panggilku hati-hati.

Dongho hyung menaruh tanganku di pinggangnya, dan satu tangannya menangkup wajahku, disaat tangan satunya di punggungku.

Wajahnya mendekat ke arahku. Hyung memiringkan wajahnya sehingga hidung kami tidak lagi bersentuhan.

Dekat sekali. Bibir kami hampir bersentuhan saat..

BRAK!

Secara mendadak pintu ruangan itu terbuka.

Aku tergagap.

"Hyung! Ini…."

.oOo.

"Hyung! Ini…"

Pria yang barusan masuk itu langsung diam kelika melihat posisi kami. Aku yang terkaget hanya bisa membuka mataku lebih lebar menunjukkan keterkejutanku karena tanganku masih berada di pinggang Dongho hyung.

Oh iya, Dongho hyung apa kabar?

Baik-baik saja #plak

Dongho hyung melihat siapa yang masuk kedalam ruangan ini.

"Daniel. Ada apa?"

Ya, yang masuk barusan adalah Daniel. Trainee dari MMO yang saat ini berada di kelas B. Trainee yang tinggi besar seperti Dongho hyung (tapi masih manly Dongho hyung! Suer!), tapi aura yang dikeluarkannya adalah aura ingin menyubiti dan memeluk tubuh gempalnya. Kalau Dongho hyung kan aura cowok macho nya sudah tersebar sejak hari pertama kami bertemu.

Daehwi POV done

"Ah, m-maaf. Aku ngganggu kalian ya? Em..," Daniel gelagapan karena bingung harus bagaimana merespon adegan uhuy-uhuy didepannya ini.

Tadi dia melihat topi milik Dongho terjatuh di tangga. Saat ia bertanya ke semua trainee di kelas D, katanya Dongho sedang di ruang pojok. Latihan privat dnegan Daehwi. Ya sudah, dia membuka satu persatu ruangan yang termasuk "ruangan pojok"itu.

Tak disangka, tak diduga. Daniel dapat asupan /itumah elu -_-;/

Tak disangka, tak diduga. Daniel melihat adegan langka dimana trainee yang paling horor sedang memeluk trainee yang disebut-sebut muda dan multi talenta tapi centil itu.

Dongho melepas pelukan Daehwi di tubuhnya. Ia mendekati trainee kelahiran 1996 akhir itu.

"Apa urusanmu?" tanya Dongho mengancam.

Daniel semakin kecut. Meskipun ia lebih tinggi, tapi tetap saja pandangan dan mimik wajah hyungnya itu sangat mengintimidasi jiwa raganya. Ah, mimpi buruk nih malam ini, begitu pikirnya.

"Hyung, jangan kasar begitu. Kasihan Daniel," ujar Daehwi membela Daniel. Dongho semakin emosi.

"Daniel hyung ada urusan apa mencari Dongho hyung?" tanya Daehwi mewakili Dongho. Daehwi merangkul lengan kanan Dongho yang di sambut ekspresi kaget.

"Em, ini aku hanya ingin mengembalikan topi milik Dongho hyung. Tadi aku menemukannya di tangga." Daniel mengangkat topi yang sedari tadi dibawanya.

"Kalau urusanmu hanya itu, kembalilah lagi ke ruanganmu."

Dongho belum charging full. Dia masih labil dan masih butuh asupan dari Daehwi.

"Yaudah hyung, nanti kita bertemu lagi di makan malam. Oke?" Ujar Daehwi sambil mendorong Daniel agar segera keluar dari ruangan.

Saat akan menutup ruangan berpintu hijau itu, Daniel menahans edikit dan membisikkan sesuatu ke trainee Brand New Music itu.

"Kau nggak di bully Dongho hyung kan?"

"Mana mungkin hyung. Sudahlah segera bersiap ke ruang rekaman," ujar Daehwi.

"Dongho hyung juga bukannya rekaman juga sekarang?"

"Iya. Dan latihannya masih kurang banyak. Aku akan berusaha melatihnya lebih keras," ujar Daehwi.

Daniel mengangguk. Ia meninggalkan Daehwi meskipun pikirannya sedikit tidak tenang.

Apa yang mereka lakukan disana?

Kalau tidak dipaksa, berarti keduanya saling menerima?

Apa hubungan mereka?

Daehwi yang diperhatikan oleh Daniel terkikik geli saat masuk ke ruangan pojok.

"Senang ya didatangi pria itu?" ucap Dongho sarkas.

"Senang apanya?"

"Itu. Kamu sampai ketawa cekikikan setelah dia datang. Kalau sama aku, mana ada. Senyum saja susah."

"Hyung. Aku kan…,"

"Aku mau latihan. Ayo ajari aku,"

Daehwi menghela nafas.

Apa benar pria memiliki lebih dari sekali masa puber? Atau hyungnya itu murni hanya sedang badmood saja?

.oOo.

Tidak banyak yang bisa Daehwi ajarkan dalam waktu sesempit itu. Belum lagi dengan kejadian kedatangan Daniel ke ruangan tadi semakin memperkeruh kondisi diantara mereka berdua.

Di sela-sela latihan, mereka mengambil nafas dan air minum untuk mengisi kembali cairan tubuh yang sudah keluar. Daehwi melihat hyungnya itu sudah berliatih cukup baik. Setidaknya ia tak perlu turun peringkat, begitu pikirnya. Tapi, mengapa Dongho sangat peduli pada Daehwi? Memangnya...

"Aku ini apanya Dongho hyung?" pikir Daehwi.

"Kau itu CHARGERku," jawab Dongho.

Daehwi bingung. Bagaimana Dongho bisa tahu apa yang ia pikirkan?

"Kenapa?" Dongho bertanya.

"Tidak hyung. Bagaimana hyung tau pertanyaanku? Padahal aku baru memikirkannya," ujarnya polos.

"Kau mengatakannya. Bukan memikirkannya."

Pria berusia 17 tahun itu baru sadar, ia punya masalah soal mengucapkan apa yang dalam pikirannya.

Dongho yang melihat kelakuan dongsaeng yang selisish usia hampir 5 tahun itu semakin merasa gemas. Ia ingin melanjutkan kegiatan fast chargingnya, tapi sepertinya Daehwi lebih tertarik untuk mengajarinya koreo. Yang mengakibatkan semangatnya mulai loyo lagi karena semakin menyadari bahwa koreonya sangat rumit.

"Hyung! Jangan menyerah!" ujar Daehwi didepan wajah Dongho yang mulai menunduk pasrah.

Ia tersenyum kecil.

"Terima kasih," ujar Dongho, lalu mengecup pelan bibir plump milik komposer tim Brand New Music Ent. itu.

Setelahnya, Dongho keluar dari ruangan dan meninggalkan Daehwi yang melongo bingung.

Mimpi ada aku semalam bisa dicium oleh Dongho hyung? Begitu pikirnya.

.oOo.

Pengumuman penempatan kelas baru. Seluruh trainee masuk ke ruangan kelas masing-masing. Kecuali kelas A yang berada di lantai 3, Dongho yang berada di kelas D ada di lantai 2.

Daehwi sangat jelas melihat wajah Daniel yang menunjukkan kebahagiaannya bisa naik ke kelas A. Apalagi saat Daniel mengabsen anggota kelas A pertama, dan ia menemukan Daehwi, Daniel langsung memminta tepuk tangan. Jelas disambbut kering oleh kelas A pertama yang sedang khawatir mengenai kelas mereka yang baru.

Daniel duduk di sebelah Woojin.

"Hyung, selamat!" ucap Woojin.

"Tadi kan di kelas sudah?" tanya Daniel.

"Lagi. Kan aura kelas A beda."

Lalu mereka terkikik bersama.

Membuat penghuni kelas A pertama semakin merasa terasingkan keakraban bapak-anak itu.

Pengumuman bagi anggota kelas A sudah dilakukan dan berakhir tidak ada member kelas A pertama yang keluar sehingga total kelas A menjadi lebih banyak daripada saat penempatan kelas pertama.

Saat syuting penempatan kelas baru sudah selesai, Daehwi langsung keluar ruangan.

"Daehwi, mau kemana?" tanya Youngmin.

"Ke kelas lain," jawabnya dan langsung ngacir sepersekian detik setelahnya.

Daniel yang tahu pasti ingin menemui Dongho, namun masih penasaran dengan hubungan keduanya. Lalu pria berbadan 180 cm itu mengikuti Daehwi.

.oOo.

Dia asrama PD101, Daehwi barusan mandi dan akan menuju kantin untuk makan bersama dengan kru dari sutradara, penulis, kameraman hingga sound man. Semua menunjukkan keakraban karena berhari hari berkutat dengan orang yang sama meskipun tetap ada pengelompokan. Bagaimanapun tetap pasti ada yang kurang cocok antara satu trainee dengan trainee lain.

Seperti ia dan Dongho. Mereka duduk saling membelakangi padahal beberapa jam yang lalu bibir mereka bersentuhan.

Makan malam selesai. Dan dilanjutkan dengan latihan di ruang utama. Semua hadir, semua terlibat. Latihan bisa berlangsung lama maupun sebentar. Tergantung seberapa lama kalian ingin berlatih. Santai saja. Ada kamera terpasang 24 jam di dalam ruang latihan. Jadi Om kameraman tidak perlu 24 jam mengikuti mereka.

Setelah mandi lagi pasca lathan malam, Daehwi diberitahu Jinyoung bahwa ia dipanggil lagi oleh Dongho.

"Daehwi, dipanggil Dongho hyung tuh."

"Yang bener?"

"Iya. Tu dah nunggu di depan kamar."

Daehwi membuka pintu dan benar saja ada sosok besar berwajah keras sedang berdiri menutupi pintu masuk kamar Daehwi.

"Ada apa hyung? Butuh 'itu'?" Tawar Daehwi.

Dongho diam.

Dongho menarik tangan Daehwi menuju ruangan bawah tangga.

Dan seketika, Dongho memeluk Daehwi yang masih belum mencerna semuanya.

"H-hyung?" Daehwi sudah mulai terbiasa dnegan sernagan mendadak Dongho.

Dongho mendekatkan bibirnya ke telinga Daehwi kemudian dengansuara seksinya berkata..

"Terima kasih sudah menjadi Chargerku."

Daehwi merinding mendengar suara rendah nan seksi dari vokalis satu itu.

Tapi, mengapa hati Daehwi tidak tenang?

=Ep 1 End=