Baekhyun memainkan ponselnya sembari menunggu bus dihalte dekat sekolahnya. Seharusnya dia pulang bersama Luhan hari ini, tapi berhubung ibunya menyuruhnya untuk menghadiri acara keluarga Kim, jadilah dia pulang dengan bus kota ini.

"Aishh.. kapan busnya datang?" gumam Baekhyun kesal.

Bukan kesal sepertinya, bosan itu lebih tepat. Kira-kira dia sudah disini selama 25 menit tapi tidak ada satupun bus yang lewat.

Kelewat bosan, Baekhyun pun mengetikan nomor di layar ponselnya, bermaksud untuk menelfon Taehyung, kakak lelakinya. Mungkin saja kan, lelaki itu mau menjemput adik satu-satunya yang masih terdampar dihalte bus.

Tali sebelum sempat dia memencet tombol dial dilayar ponsel, sebuah mobil sport merah berhenti tepat di depan halte. Baekhyun bingung.

Apa mungkin mobil itu berhenti untuk menjemput orang lain? Tapi dihalte itu hanya ada Baekhyun. Lantas, apa Taehyug baru membeli mobil sports? Ah tidak-tidak, Taehyung tidak suka dengan mobil seperti itu.

Lalu siapa sih, si pemilik mobil itu? Lebih tepatnya, mau apa mobil itu berhenti didepan halte bus.

Saat kaca mobil itu terbuka, rasanya Baekhyun ingin melempar sang empunya mobil dengan sepatu. Bukan karena si empunya mobil adalah orang jahat, tapi karna baru saja ada bus yang ingin melewati Halte, tapi tidak jadi karna ada mobil disana.

Euh.. Rasanya Baekhyun ingin mengangkat dan melempar orang itu ke dasar jurang. Dengan emosi yang meletup-letup, baekhyun berdiri dari tempatnya dan berjalan kearah mobil merah itu.

"Ya, kenapa kau berhenti didepan halte?! Supir taxi online, eoh?!" cibir Baekhyun dengan wajah menantang.

Si empunya mobil hanya mengulum senyum, menahan tawanya. "Tidak, aku hanya harus mengantar seseorang untuk pulang."

"Kau buta? disini tidak ada orang lagi selain aku. Jadi, pindahkan mobilmu dan suruh orang itu menghampirimu saja!" bentar Baekhyun lagi dengan wajah yang merah karna amarah.

"Jika tidak ada orang lain disini, lalu kau pikir aku akan menjemput siapa?"

Baekhyun terdiam, berusaha mengartikan perkataan orang itu yang terdengar sangat sulit baginya.

"Ya Kim Baekhyun, cepat naik kedalam mobilku. Tidak akan ada bus yang lewat lagi setelah ini." katanya.

Lamunan Baekhyun langsung buyar begitu mendengar ucapan orang itu. "Mwo? apa kau baru saja merayuku, Park Chanyeol?"

Chanyeol pun tertawa kecil lalu kembali menatap Baekhyun, "Anggap saja begitu. Supaya kau segera masuk kedalam mobilku."

"Cih, tidak akan!"

"Benarkah? Lalu kau mau disini menunggu bus sampai besok pagi?"

"YA! Jangan membual!"

"Siapa yang membual? Bus terakhir tadi sudah lewat bukan?"

Baekhyun bungkam dan mulai memikirkan ucapan Chanyeol. Lelaki itu ada benarnya, bus terakhir sudah lewat. Tapi semua itu karna mobil Chanyeol yang berhenti di depan halte. Ish!

"Itu karena kau, bodoh!" omel Baekhyun lagi. Dia kembali tersulut emosi mengingat mobil merah bodoh yang ada didepannya sekarang.

Chanyeol lagi-lagi harus menahan tawanya karna melihat wajah kesal Baekhyun. Karna tidak sabaran, Chanyeol turun dari mobilnya dan menghampiri Baekhyun yang sedang kesal sambil melipat kedua tangannya didepan dada.

"Apa susahnya sih masuk kedalam mobil? Aku hanya akan memberimu tumpangan gratis. Anggap saja ini tanda pertemanan kita!" kata Chanyeol.

"Kalau aku tidak mau?" Baekhyun kembali menantang. Baiklah, masih tersisa rencana kedua.

Chanyeol pun menghela nafasnya, membuat seolah-olah dia menyerah untuk mengajak Baekhyun pulang bersamanya. "Yasudah, aku menyerah. Selamat bermalam di dalam halt--"

"Baik-baik, aku ikut!" kata Baekhyun final.

Gadis itu pun segera menarik pintu mobil Chanyeol dan masuk kedalamnya. Sementara Chanyeol? Jangan tanya apa yang dilakukan lelaki itu selain tertawa terbahak-bahak.

'Kau belum berubah, Baek.' bantinnya sebelum akhirnya dia kembali masuk kedalam mobil.

~*Blu.. Blu.. Blu*~

"Terimakasih." ucap Baekhyun pelan sembari melepar seatbelt dari tubuhnya. Hm, mereka baru saja sampai dikediaman keluarga Kim.

"Jangan sungkan meminta tumpangan jika kau tidak bisa mendapatkan bus lagi." goda Chanyeol dengan senyum tipis.

Baekhyun yang melihat itu langsung mendecih, "In your dream, Park Chanyeol!"

Seketika juga tawa Chanyeol pecah, bersamaan dengan terbukanya pintu mobil Chanyeol yang dilakukan oleh Baekhyun.

"Aku duluan." Kata Baekhyun. Dia turun dari dalam mobil dan membanting keras pintu mobil itu.

Chanyeol membuka kaca mobilnya dan berteriak pada Baekhyun yang sedang membuka gerbang rumahnya, "Sampai bertemu besok, Baby!"

"IDIOT!" Teriak Baekhyun dan langsung berlari kedalam rumahnya.

Chanyeol kembali tertawa melihat hal itu, Ternyata gadisnya tidak berubah sejak dulu. Tidak sama sekali. Dan Chanyeol sangat senang karna itu.

"Aku merindukanmu, baek."

Dan mobil merah itu kembali melesat pergi dari kediaman keluarga Kim.

Baekhyun membuka pintu rumahnya dengan perasaan sedikit kesal. Tapi tidak menutupi fakta jika jantungnya sedikit berdebar ketika mendengar kata 'Baby' dari mulut Chanyeol tadi.

"Oh, kau sudah pulang?"

Kyungsoo tersenyum senang begitu melihat anak perempuannya masuk kedalam rumah sembari memainkan poni rambutnya. Baekhyun yang mendengar suara ibunya hanya mengangguk lalu duduk disamping Kyungsoo.

"Kita akan berangkat jam berapa kerumah bibi Yixing?" tanya Baekhyun. Dia mengambil potongan apel yang sebelumya sudah dikupas oleh Kyungsoo.

"Sebentar lagi, kita harus menunggu Appa dan Taehyung." jawab Kyungsoo.

Baekhyun lagi-lagi mengangguk, dia banhkit berdiri dan memakai tasnya lagi. Dia bilang akan ke kamar sebentar untuk membersihkan diri dan bersiap.

Singkat cerita, Baekhyun sudah selesai mandi dan memakai bajunya. Tidak terlalu formal, hanya kaus hitam dan celana jeans selutut. Lagi pula, sampai disana ia pasti hanya disuruh untuk menjaga Yoongi, anak kedua Yixing.

"Baek, sudah siap?" Taehyung mengetuk pintu kamar adiknya terlebih dahulu sebelum masuk.

"Sebentar lagi, oppa." jawab Baekhyun yang sedang menguncir rambutnya.

"Ya! kenapa kau memakai pakaian seperti itu?!" omel Taehyung ketika melihat tubuh mungil sang adik.

"Wae? disana aku pasti hanya menjaga Yoongi." jawab Baekhyun acuh.

Dia pun berjalan cepat ke arah lemari pakaian Baekhyun untuk mencari pakaian lain. "Pakai ini!" katanya.

Baekhyun melirik sekilas baju yang ada ditangan Taehyung. Dia menggeleng. Menolak mentah-mentah. "Tidak!"

"Ya Kim Baekhyun! Acara ini sangat formal, jangan membuat nama Appa tercoreng karna pakaian yang kau pakai!" Taehyung meletakkan baju itu diatas tempat tidur. "Pakai ini, atau semua celana jeans mu aku bakar!"

"OPPA!"

"Cepat pakai!"

Baekhyun pu mengeram karna sangat kesal pada kaka laki-lakinya itu. Lagi pula, benar jika dia tidak akan mengikuti acara, karna semalaman ini dia akan berada dikamar bocah berumur 6 tahun.

Dengan malas Baekhyun mengambil baju pilihan Taehyung dan masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaian. Tidak mungkin dia mengganti pakaian didepan Taehyung yang sepertinya enggan untuk keluar dari kamar ini.

Setelah 5 menit, Baekhyun keluar dan Taehyung tersenyum. Adiknya itu tampak manis dengan gaun hitam selutut dengan lengan pendek. Sementara Baekhyun sudah memandang Taehyung dengan sangat kesal.

"Rapikan rambutmu, sebentar lagi kita akan berangkat."

Taehyung menarik kunciran rambut Baekhyun dan membiarkan rambut panjang itu tergerai indah menutupi pundak Baekhyun. Lelaki itu keluar dari kamar Baekhyun sembari cekikikan.

Karna ya, dia sempat mendapat amukan sang adik karna menarik kuncirannya dengan paksa.

"Aku bersumpah akan membunuh bajingan itu jika dia bukan kakakku!" gerutu Baekhyun dengan menatap pintu kamarnya tajam.

~*Blu.. Blu.. Blu*~

Suasana perjalanan menjadi sangat hening karna tidak ada yang membuka percakapan didalam mobil. Hanya suara halus mesin mobil yang seolah menjadi radio bagi mereka.

Baekhyun duduk dibangku belakang bersama Kyungsoo, sementara Jongin menyetir mobil bersama Taehyung disampingnya.

"Ck, jangan terus memainkan ponselmu!" tegur Kyungsoo yang secara tiba-tiba merebut paksa ponsel Baekhyun.

Mambuat anak gadisnya itu mencibik kesal dan mempoutkan bibirnya, "Eomma!" rengeknya.

"Tidak!" kata Kyungsoo tegas.

"Ah Eomma, kembalikan ponselku, ku mohon.."

"Ti.. dak!"

Lantas Baekhyun langsung menghentak kakinya dan melipat tangannya didepan dada. Dia membuang mukanya ke arah jendela dengan wajah dongkol karena perbuatan sang ibu.

"Kyung, kembalikan ponsel putrimu." Jongin berusaha melerai. Sementara Taehyung hanya terkekeh.

"Tidak akan sampai kita kembali kerumah nanti malam." kata Kyungsoo.

"Mwo?! EOMMA..!"

"YA! KAU BERANI BERTERIAK PADA IBUMU?!"

Baekhyun langsung bungkam dan memajukan bibirnya. "Aku pasti sangat bosan nanti."

"Tidak akan, kau pasti sangat senang disana!"

"Apa jaminannya?"

"Lihat saja nanti."

Jongin yang melihat perdebatan ibu dan anak tersebut hanya mampu tersenyum lebar sambil terus menyetir mobilnya. Kedua wanita itu memang susah sekali untuk akur belakangan ini.

"Ah iya, Eomma, bukannkah anak pertama bibi Yixing sudah pulang kekorea?" Taehyung menoleh, menatap Ibunya dengan penuh tanya.

"Iya, 1 minggu yang lalu." jawab Kyungsoo.

Baekhyun langsung berfikir keras untuk mengingat siapa orang yang sedang dibicarakan oleh kakak dan ibunya. Shh.. sudah sangat lama, Baekhyun--

"Oppa! Maksudmu Yeolie? Yeolie kembali ke korea?!" teriak Baehyun tiba-tiba.

Satu mobil sampai kaget dibuatnya, dan itu juga alasa mengapa Taehyung lansung melempar adiknya dengan kotak tissue.

"Kau ingin kita mati, Eoh?!" bentak Taehyung dengan telinga yang tertutup oleh telapak tangan.

"Baekkie, berhenti berteriak tiba-tiba sayang. kita sedang dijalan." Kata Jongin menasehati Baekhyun.

"Mianhe appa." ucap Baekhyun. "Jadi, Yeolie benar-benar sudah kembali."

Kyungsoo berdeham mengiyakan, "Karena itu Eomma mengajakmu kerumah bibi Yixing."

"Jinja Eomma?" tanya Baekhyun, Kyungsoo mengangguk. "Gomawo Eomma, saranghae!"

"Cih, bilang cinta jika ada maunya saja!"

Baekhyun meringis lalu memeluk Ibunya erat, "Hehe.. gomawo Eomma."

#tbc