Hallo Readers… inilah saatnya MBS mengudara lagi. Silahkan siapkan obat Kalpanax untuk jaga-jaga kalau nanti jamuran setelah selesai baca fanfic ini. Aku sudah siapin dual oh.
Dan terimakasih pada reader yang sudah mau mereview, aku senang baca review-review kalian. Yaaa… walau yang review dikit, hahaha sudah kuduga fanfic ini gak diterima dimasyarakat #pundung#
Baiklah ini dia… yang mungkin gak readers tunggu-tunggu (?)
Disclaimer: bapak Naruto sedunia, Mr Masashi Kisimoto
Pairing: SasuSaku Forever More
Genre: humor romance (horror sikit josss…)
Rate: T loh
Warning: ooc. Sepertinya banyak typo. Salah gaul. Dan Alay level Internasional.
My Boyfriend is a Spirit
Chapter 2
Capcus
.
.
.
.
.
"jadi aku hantunya?" hantu itu menundukan kepalanya dan disekelilingnya dipenuhi oleh aura-aura defresi, stress, galau, asam urat, sariawan, diare (eh kebawa esmosi)
"Aku baru mendengar ada hantu amnesia. Lalu untuk apa kamu mengikutiku?" kata Sakura sambil bangun setelah di chapter sebelumnya jatuh berceceran (?)
"karena kamu satu-satunya orang yang tidak mengabaikanku. Makanya aku mengikutimu. Siapa tahu kamu bisa menolongku." Kata hantu itu yang telah menyudahi acara defresinya.
"baiklah aku kan sudah menolongmu menemukan jati dirimu yang sebenarnya, sekarang lebih baik kamu segera pergi kan?"
"tapi aku tidak tahu harus pergi kemana. Bagaimana kalau aku tinggal disini sementara sampai ingatanku pulih." Kata hantu itu sambil memamerkan senyuman manisnya. Bahkan terlalu manis.
"kamu tidak bisa tinggal disini! Aku tidak mau ada hantu dirumahku." Kata Sakura.
"memang apa yang salah dengan hantu?" Tanya hantu itu kelewat polos.
"ya karena aku sangat terganggu dengan sosok mereka yang menyeramkan." Sejenak Sakura terdiam melihat sosok hantu amnesia itu yang terlihat berbeda dari hantu pada umumnya. Yang diliatin malah berfose ala foto model buku Yasin.
"tapi walaupun sosok kamu tidak menyeramkan seperti hantu-hantu yang lain, kamu tetap tidak boleh tinggal disini titik." Kata Sakura
Hantu itu malah terus memohon pada Sakura, semakin Sakura larang semakin hantu itu memohon. Dari jurus puppy eyes sampai jurus tokek eyes, itu semua tidak ada yang berhasil untuk membujuk Sakura. Namun setelah menimbang, menganalisis, memprediksi, menyapu, mencuci dan mengepel (?) Sakura memperbolehkan hantu itu tinggal.
"kamu boleh tinggal disini hanya dua malam saja. Setelah itu kamu tidak boleh datang lagi kesini. mengerti?" hantu itu tersenyum sambil mengangguk paham.
"arigatou Sakura! Selama aku disini aku janji tidak akan menyusahkanmu ^_^" kata hantu itu yang dimana lagi-lagi ia memamerkan senyuman manisnya yang membuat batin Sakura kejang-kejang melihatnya.
-keesokan harinya-
…Minggu, pukul 07:00…
Sakura VOP
Ketika terbangun aku sangat terkejut melihat kamarku yang tadinya seperti penangkaran komodo tiba-tiba berubah menjadi rapi dan bersih, namun tidak wangi, karena yang wangi hanya aku. (et dah -_-) selain itu aku sangat senang hantu itu tidak ada disini lagi. sepertinya dia sudah pergi. Dan aku akui dia itu secuil hantu (namanya juga hantu, masa 'seorang') yang sopan karena sebelum dia pergi dia sempat membalas budi dengan membersihkan kamarku. Aku pun ketawa jumpalitan (?)
Aku beranjak bangun dari kasur, mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi sambil menyanyi riang gembira. Namun kegembiraan itu langsung hancur setelah aku masuk ke kamar mandi, dan di sana ada si HANTU AMNESIA.
"ohayo Sakura! Kamar mandi mu kotor jadi aku bersihkan ^_^"
Gilingan… rasanya aku ingin bunuh diri di pohon toge =_=
-beberapa saat kemudian-
…Dapur…
Ku ambil sebuah catatan kecil yang tertempel di kulkas, lalu ku baca isinya. Catatan itu dari Kak Temari yang isinya 'Ra, aku sedang jogging. Kalau mau sarapan, ada indomie di lemari. Jangan makan sendal jepit lagi kaya kemarin, itu jatah ku' (keluarga somplak nih kayanya, pada doyan makan sendal jepit -_-)
"Kakakmu pergi ya?" tiba-tiba si hantu amnesia sudah ada dibelakangku dan sukses membuatku kaget.
"kamu tuh hobi banget ya ngagetin orang. Jantungku hampir saja copot." Omel ku ala ibu tiri yang memarahi anak tirinya yang tidak mau dikasih makan sepatu goreng.
Hantu itu memamerkan wajah bersalahnya yang malah terlihat imut menurutku. Ah rasanya aku meleleh melihat wajah itu. Namun karena gengsi ku lebih banyak dari uang jajan si Author, aku tidak menunjukannya.
"kamu mau sarapan ya? Bagaimana kalau aku buatkan kamu nasi goreng?"
"memangnya kamu bisa?" kata ku meremehkan
"yes. I can." (napa jadi hantu bule?)
Hantu itu mulai memasak dan aku sedikit membantunya dengan berdoa di meja makan (itu sih gak bantu -_-). Dia terlihat ahli dalam memasak. Aku rasa dia terlihat keren saat ia memotong-motong sayuran, menggoreng, kayang, salto, nungging (ini lagi masak ato apa sih? -_-). Eh tunggu, aku bilang dia keren? Ada apa denganku? Pasti aku sudah gila, dia kan hantu.
-beberapa saat kemudian-
"selamat menikmati!" kata hantu itu sambil meletakan sepiring nasi goreng ke meja makan.
"apa ini aman dimakan?" kata ku ragu-ragu walau perut ini sudah dugeman.
"tentu saja aman. Sudah teruji IPB dan ITB."
"(-_-)" Sakura.
Kucicipi sedikit nasi goreng itu dan rasanya SANGAT ENAK. Gila, hantu ini jago sekali memasak.
"aku tahu sekarang. Ketika kamu hidup, kamu pasti seorang Chef. Apa kamu mengingat sesuatu ketika kamu masak tadi?"
"tidak. Aku tidak ingat apapun." Kata hantu itu.
"berarti bukan ya? Tapi kukira kamu Chef karena masakan kamu sangat enak"
"benarkah? Kalau kamu suka, aku bisa membuatkanmu setiap hari ^_^"
"kamu pikir aku bodoh? Memangnya aku mengizinkanmu tinggal disini selamanya?"
"yah… gagal"
-kemudian-
…ruang TV…
Hari ini aku ingin bersantai sambil menonton infotainment tentang actor terkenal, Kakashi Hatake yang baru saja pulang umroh. Namun ketika sedang asik nonton, si hantu amnesia itu tiba-tiba muncul lagi entah dari mana datangnya. Ingin rasanya ku kepang rambut pantat ayamnya itu.
"heh hantu amnesia, sudah ku bilang jangan muncul tiba-tiba! Itu membuatku kaget." Omel ku.
"gomen, Sakura. aku hanya ingin meminta pendapatmu sebentar."
"yasudah. Pendapat tentang apa?" kataku galak.
"aku ingin mempunyai nama. Aku gak mau dipanggil dengan sebutan hantu amnesia. Jadi menurutmu nama apa yang bagus? Nominasinya ada Yamada, Chinen Yuuri, Yabu, Siwon, atau Morgan?" (napa nama personel boyband semua?-_-)
"gak tau ah. Kamu pilih aja sendiri!" kataku tidak perduli sambil mengalihkan pandanganku ke Tv.
"aku bingung memilihnya. Nama-nama itu bagus semua. Jadi aku memintamu untuk memilihnya."
"gak mau!" kataku masih tidak perduli dan asik nonton.
Hantu itu malah terus memintaku sambil merengek-rengek kaya anak TK yang tidak dikasih minum tolak angin dewasa (?) dan rengekan itu sukses membuatku naik vital.
"OKE OKE AKU PILIHIN. SEMUA NAMA ITU TIDAK ADA YANG BAGUS UNTUKMU. Nama yang bagus untukmu itu 'TEME' tahu?" kataku meledak-ledak kaya gunung merapi meletus lagi.
"Teme?" kata hantu itu yang terlihat sedikit sedih. Pasti aku sudah sangat keterlaluan mengatakan itu padanya.
"maaf ya nama itu pasti…" belum ku selesaikan kata-kataku, hantu itu langsung memotongnya dan kejutan besar tiba-tiba muncul
"NAMA YANG BAGUS. AKU SUKA :D."
"(=_=)" Sakura.
Dasar hantu yang aneh, amnesia, hidup lagi, eh udah mati yah.
"kamu kok cepet banget move on sih? Memangnya kamu tidak mau tahu tentang dirimu dan keberadaan keluargamu?" tanyaku
"sekeras apapun aku mengingatnya aku tetap tidak bisa mengingat apapun. Aku rasa ini sudah jadi takdirku menjadi hantu. Jadi aku akan buka lembar hidup, eh mati yang baru. (gegara udah mati sih ya -_-)"
"jadi kamu sudah menyerah?"
"hn"
Aku menjadi sedikit kasihan padanya. Tapi aku tetap tidak akan pernah mau membantu hantu.
Dan setelah itu si Teme terus menggangguku seperti tiba-tiba ia muncul dari dalem kulkas dan minta izin mau ngecat daun, muncul dari atap setelah selesai membetulkan genteng rumah yang bocor, muncul dari dalem lemari dan nanya-nanya hal yang gak penting benget seperti 'kamu kalau tidur merem atau melek? Kamu makan siangnya kapan, pagi atau malem? Si Author itu manusia apa gorilla? Kenapa Morgan keluar dari Smash?'
Itu semua sangat menggangguku dan sukses membuat bulu ketekku tumbuh lebat. Saat itu aku berharap ada tim pemburu hantu yang mendobrak pintu rumahku dengan gaya keren mereka dan mengusir si Teme dari muka bumi ini.
-keesokan harinya-
… pukul 06:30…
Author VOP
Sakura dan Temari sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Mobil beserta supir yang biasa mengantar mereka sudah siap di depan rumah.
"ini sakti gak?" Tanya Sakura sambil memeriksa sebuah gelang pemberian dari supirnya, Mang Tobi. Gelang itu katanya bisa mengusir hantu, dan Mang Tobi ini adalah satu-satunya orang yang percaya pada Sakura tentang kemampuan Sakura yang bisa melihat hantu. Ini karena di desa tempat tinggalnya, Desa Pondok Akatsuki masih banyak cerita-cerita mistik yang begitu kental seperti cerita Sadako, Kuchisake Onna, Nagato, Kisame, Zetsu (NaKiZe: emangnya kita demit? #Kroyok Author#)
Jadi untuk membantu Sakura mengusir hantu-hantu disekelilingnya, si Tobi ini sering sekali memberinya jimat-jimat keramat namun tidak terlalu sakti bahkan gak penting sama sekali.
"pastinya Sakti dong. Gelang ini sudah lulus uji coba, seperti tes Psikotes, UN, SNMPTN, bahkan ujian masuk kebidanan (ini jimat ato apa sih?)" kata Tobi sambil ngupil
"o gitu. Tapi ini kan bawang putih." Kata Sakura lalu ikutan ngupil. (ih pada jorok ya emang. #ngupil#)
"iya sih. Tapi jimat ini BBB loh (Bukan Bawang Biasa) nyarinya aja susah. (apaan? Di dapur emak Author juga banyak =_=)"
Walau sedikit percaya dan banyak tidak percayanya Sakura tetap menyimpan jimat itu untuk jaga-jaga siapa tahu kali ini jimatnya manjur walau kemungkinannya hanya 0 bangding 1000 (ini sih bakal gagal -_-)
kemudian Sakura pun masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan Tobi, namun ia begitu terkejut melihat hantu amnesia itu muncul lagi dan sudah duduk cantik di dalam mobil.
"kamu lagi, Teme? kenapa kamu belum pergi juga? ini kan sudah dua malam, dan seharusnya kamu sudah pergi." Kata Sakura sambil nunjuk-nunjuk hantu itu.
"aku baru saja mau pergi kok. Aku akan mencari tempat tinggal di sekolahmu, karena kamu bilang disana banyak hantunya. Jadi aku akan pergi ke sana bersamamu ^_^" kata hantu itu sambil tersenyum riang gembira.
Sakura langsung tepok jidat luasnya.
"oke. Tapi inget! Setelah kamu tinggal disana, jangan pernah menggangguku! Mengerti!" kata Sakura ketus sambil duduk di kursi mobil di sebelah hantu itu. hantu itu hanya mengangguk paham.
Lalu Sakura ingat dengan jimat dari Tobi tadi. Diambilah jimat itu dari saku bajunya. 'aku akan mengusirnya dengan gelang ini. Mwahahahaha' kata batin Sakura.
"TEME… ENYAH LAH KAU!" kata Sakura sambil menunjukan gelang itu bak Kamen Rider yang akan melawan musuh jahatnya. Namun tidak terjadi apa-apa. Hantu itu tidak pergi sama sekali.
"sudah kuduga ini juga tidak berhasil. Yasudah lah ku simpan saja. Lumayan buat kado ulangtahunnya si Author"
Tobi kontinu (TBC)
.
.
.
.
.
Ini mana Romance SasuSaku nya ya?
Gomen Minna romance nya belum muncul nih dan sepertinya chapter depan juga belum muncul deh. Tapi aku usahain ada dikit. Mwahahaha…
