Yoyoi, chapter 2 update juga hwohoho… *dilempar telur* yak, balas review dulu aaah...!!

Ritsukika Sakuishi : Hehe ok, fic ini pasti kuselesaikan kok..!! *pose nice ala Guy dan Lee* hehe thanks ya dah review..!!

Syllie Charm : Hahaha, lu sih gak usah dikerenin, emang dasarnya udah ancur kok :p *dilempar bakiak* Sayangnya gue gak bisa update cepet nih bu, lu ndiri kan tahu keadaan Flashdisk gua gimana..?? *pundung di pojokan* hehe thanks ya dah review..!!

Chiwe-SasuSaku : *ikut ngelus rambut Temari -ditendang* CD apa yaa?? Yang pasti CD yang bisa buat Sasuke marah sampai CDnya disegel Sasuke XDD hehe thanks ya dah review..!!

MayukaRui : Sasuke mesum…!!? Wah, setuju banget..!! *dicincang kusanagi* makasih udah suka Fic aneh ini hehe ^^ thanks ya dah review..!!

Kakkoii-chan : Yang pasti CD nyebelin yang bisa bikin Shikamaru takut atau benci sex ajaa.. *ya tahu, maksudnya apa isinya dodol..!? -dibanting* hehe nggak ah, Sasuke lebih sexy iyeeey...!! *mulut dibekep perban abis itu dilempar ke samudra pasifik* hehe Shikamaru sexy juga kok, sayangnya jarang dilihatin XP *Omes mode : ON* thanks ya dah review..!!

Awan Hitam : Kakaaak...!! *meluk abis itu cipika cipiki -ditendang* Hehe doujin KakaSaku-nya mengerikan banget kak, kayaknya tanpa kakak suruh jangan lihat lagi, aku juga gak bakalan lihat deh *masa'? -dipojokkan* sumpah kak, aku bacanya sampai merinding di depan komputer hehe ^^ thanks ya dah review..!!

Fariacchi : Wah gomen, habis aku bikinnya malam-malam jadi pas terakhir aku dah ngantuk banget makanya aku cepetin hehe... *ngeles –dilempar nanas* hoho maaf A/N-nya menggangu ya? Habis kayak gak rela gitu deh cuma ngomong Shikamaru aja yang badannya sexy *dibantai kipas Temari* ok, aku nggak ngulangi lagi, thanks untuk saran dan reviewnya ya..!! ^^

Chiaki Megumi : Nggak apa, aku malah seneng kok udah diingetin ^^ asalkan flamenya masuk akal, bakal aku baca hehe.. Hmm, jadi itu maksudnya Yaoi? Hehe maaf deh, habis aku kan baru. Thanks ya dah review..!!

Uzumaki Uru : Hahaha, iya iya Naruto juga sexy dan keren kok, tapi males aja ngomongnya *dibantai* tapi emang bener, pas pertama tahu anime Naruto, aku langsung suka Naruto yang pas belajar bikin Rasen Shuriken di air terjun, tahu kan? Bodynya six pack..!! WOW *omes mode : ON* haha thanks ya dah review..!!

Fuh, sepertinya waktu masuk ceritaaa…



Disclaimer : Always Masashi Kishimoto..

Pairing : ShikaTema, SasuSaku

Warning : OOC, AU, Lemon

I HATE XXX !!



"Hei Temari-san, jalannya jangan lama-lama dong," gerutu Naruto. Dia heran melihat sikap istri temannya yang tadi semangat sekali jadi super lemes seperti itu.

"Haaah, Naruto apa bener isi CD yang tadi kamu bilang?" keluh Temari, Naruto memutar bola matanya.

"Huh dasar, kalau nggak percaya sama aku kenapa minta tolong sama aku?" balas Naruto sama kesalnya. Temari cengengesan dengan wajah tanpa dosa yang mungkin dipaksakan.

"Eh ini dia, wah rumah si Teme jadi lebih besar ya," gumam Naruto di depan sebuah rumah megah.

Temari tampak takjub melihat rumah besar dan megah di depannya. Padahal seingatnya Sasuke dan Sakura baru menikah sekitar 5 bulan yang lalu. Memang, di antara teman-teman lainnya yang seangkatan suaminya itu, Sasuke dan Sakura yang pertama menikah. Naruto mendekati pagar rumah itu sambil cengengesan, awalnya hanya ketukan biasa tapi lama-lama...

DHUG ! DHUG ! "TEME..!! TEME..!!" teriak Naruto membuat Temari spontan menutup kedua telinganya.

Di dalam rumah SasuSaku..

"Nggh, siapa sih? Ganggu aja," gumam Sasuke kesal, sambil bangkit dari tubuh istrinya itu.

"Suara itu, Naruto kan?" tanya Sakura berusaha bangkit dan mendorong tubuh Sasuke untuk mundur.

"Oh si Dobe, kirain siapa. Udah biarin aja, kita lanjutin lagi," sahut Sasuke lalu kembali membaringkan tubuh istrinya dan mencium leher jenjang Sakura lalu melumat kedua buah dada milik wanita itu.

"Aaah, Sasu-"

"TEME..!! TEME..!!" teriak Naruto makin keras.

"Cih..!" decih Sasuke kesal merasa terganggu. Sakura tertawa melihatnya…

"Hahaha, udah kita sambut saja Naruto, lagipula sudah lama kan kita nggak kumpul bareng?" tanya Sakura dengan senyum polos. Sasuke memutar bola matanya lalu berdiri dan mengambil bajunya.

"Pokoknya setelah urusanku sama Dobe sudah selesai, kita lanjutin lagi, jangan kabur ya," perintah Sasuke. Sakura tertawa kecil melihatnya lalu memakai kaos merah marunnya.

CKLEK !!

"Teme..!! Ahahaha, akhirnya kau membuka pintu," cengir Naruto dengan wajah tanpa dosa.

"Hn, dobe. Ngapain tumben kesini?" ujar Sasuke tak sabar, lalu melirik ke belakang Naruto. Di sana Temari tersenyum.

"Temari-neechan?" tanya Sakura di belakang Sasuke.

"Wah, Sakura lama tidak bertemu...!!" teriak Temari senang.

"Haha iya betul, ayo masuk Temari-neechan, Naruto...!!" ujar Sakura sambil menarik tangan keduanya. Sasuke sudah pasrah menunggu berapa lama lagi dia harus menunggu 'kepuasannya'.

Sakura dan Temari terus-terusan bergosip, bahkan sepertinya Temari lupa tujuan awalnya dia kemari begitu juga Naruto. Sampai akhirnya Sasuke mulai bosan dan menanyai Temari dan Naruto...

"Jadi... bagaimana kalau langsung saja dengan tujuan utama kalian ke sini?" gumam Sasuke sambil menopang dagunya. Temari memukul kepalanya, merasa bodoh karena lupa tujuan penting untuk hidupnya.

"Ehehe, gomen Sasuke. Err sebenarnya ada yang ingin kutanyakan..." Temari melirik Naruto dengan tatapan 'gimana-ngomongnya-nih?', sedangkan Naruto hanya mengangkat bahu.

"Hn? Tanya apa?"

"Itu... anu..." Temari bingung harus bicara apa, setidaknya sampai Naruto menyahut.

"Itu lho Teme, CD 'keren' itu lho. Kenangan lu sama Sakura," cengir Naruto. Sasuke dan Sakura membelalakkan matanya, tapi Sakura wajahnya sudah memerah duluan.

"Me.. Memangnya kau masih menyimpannya, Sasuke?" tanya Sakura gugup pada Sasuke. Tapi pertanyaan itu tidak digubris, Sasuke malah menanyai Temari.

"Kenapa kamu pingin banget tuh CD?" tanya Sasuke sambil mengangkat sebelah alisnya ke Temari.

"Eeeng itu... Naruto bilang gara-gara nonton CD itu, Shikamaru jadi benci sex. Padahal aku dan dia disuruh bikin cucu sama okaasan, makanya aku ingin tahu seberapa parah sih, kali aja setelah nonton mungkin aku bisa mengatasi ketakutan Shikamaru," jelas Temari panjang lebar.

"....Kau yakin dengan menonton CD itu, kau bisa membuat Shikamaru tidak benci sex lagi?" tanya Sasuke. Temari mengangguk pelan.

"Jadi... masih ada gak Teme?" tanya Naruto. Sasuke diam tidak menjawab dan masuk kamarnya. Sakura yang biasanya berisik juga entah kenapa jadi terdiam, wajahnya sudah semerah tomat sekarang.

"Nih," Sasuke keluar dari kamar dan memberikan Temari sebuah CD berwarna putih. Temari mengamati CD itu, tidak ada keganjalan.

"Hoi, kalau mau nonton CD itu jangan di depan Sakura. Ntar kalau dia jadi ganas, aku yang susah," gumam Sasuke menunjuk ke CD itu dan berbalik. Sakura menatapnya dengan kesal dan menggembungkan pipinya.

"Apa sih..!? Perasaan dari dulu, dia yang lebih ganas, bweee...!!" sindir Sakura sambil menjulurkan lidahnya ke arah Sasuke. Samar-samar terdengar suara tertawa kecil, sepetinya Sasuke.

"Jadi gimana? Kau mau menonton sekarang, Temari-san?" tanya Naruto. Temari menelan ludah, lalu mengangguk..

"Kalian boleh nonton di kamar itu, aku dan Sasuke di luar saja," gumam Sakura sambil tersenyum. Temari membalas senyumnya dan mengangguk, lalu menarik tangan Naruto.

-

-

-

Di dalam ruang nonton...

"Hoi Naruto, gimana nih? Aku malah deg-degan lagi, masalahnya aku nggak pernah nonton yang beginian," tanya Temari. Naruto memutar bola matanya dan merebut CD yang dipegang Temari, lalu memasukkannya ke CD player.

"Sudah tenang saja, ini juga demi tugasmu kan?" tanya Naruto. Temari terdiam dan menatap layar lebar. Loading CD itu cukup lama, membuat suasana hening di antara keduanya. Hingga akhirnya Temari angkat bicara.

"Err, Naruto?"

"Ng?"

"Sebenarnya bagaimana caranya sih kamu bisa mendapat CD itu?" tanya Temari. Naruto tertawa mendengarnya.

"Hahaha, biasalah keisengan masa muda," jawab Naruto, berlagak seperti bapak-bapak. Temari mengangkat sebelah alisnya lalu tertawa kecil.

"Jadi... kau tahu kan? Sasuke dan Sakura yang menikah paling pertama di angkatan kami. Tentu saja untuk para penggemar hentai seperti aku, Kiba, Sai, Suigetsu, dan lainnya, ini adalah kesempatan yang bagus..!!" gumam Naruto sambil menerawang ke langit-langit ruangan.

"Kesempatan yang bagus?" tanya Temari meyakinkan, Naruto mengangguk kencang.

"Kami iseng menyimpan handycam kecil di kamar Sasuke dan Sakura hehe," cengir Naruto dengan wajah tanpa dosa. Temari membelalakkan matanya.

"HAAAAA...!?" teriak Temari. Naruto menempelkan ujung jarinya di bibirnya, tanda menyuruh Temari untuk diam.

"Ssst...!! Ini masih ada kelanjutannya. Setelah itu, kami menunggu selama 2 jam tidak ada hasil. Baru saja kami akan menyerah, datang Sasuke dan Sakura, lalu... Seperti ituuu...!!" teriak Naruto tiba-tiba sambil menunjuk ke arah TV, Temari spontan memutar arah tubuhnya mengahadap TV.

Terlihat di layar lebar itu, Sasuke dan Sakura yang tampaknya baru masuk ke dalam kamar. Mereka seperti membicarakan sesuatu membuat Sakura tertawa. Lalu tiba-tiba saja Sasuke mendekati Sakura dan memegang wajah istrinya itu dan menciumi bibirnya. Yang terlihat dari layar itu, sekilas mereka hanya tampak ciuman biasa. Tapi ketika Temari dan Naruto menajamkan penglihatannya, ternyata bibir kedua insan itu terutama Sasuke, saling melumat dengan ganas.

Temari sudah mulai gemetar melihatnya, apalagi sekarang terlihat Sasuke mulai menggigit tengkuk leher Sakura. Karena tidak ada suaranya, Temari tidak begitu mengerti tapi terlihat jelas Sakura seperti mengerang kesakitan. Lalu tangan Sasuke yang tadi melingkar di leher Sakura sudah berpindah ke dada bulat istrinya itu dan meremasnya. Sasuke merebahkan Sakura di atas kasur dan menindihnya. Perlahan setelah itu, tangan Sakura yang tadi menahan dada Sasuke mulai terlihat tenaganya mengendur dan menjatuhkan kedua tangannya di atas kasur, tanda pasrah siap dimiliki seutuhnya oleh suaminya itu.

Sasuke membuka resleting jaket merah yang dikenakan Sakura, lalu membuka satu persatu kancing kemeja putih yang dipakainya. Sekarang Sasuke dan Sakura masih telanjang dada dan memakai celana masing-masing. Sasuke berkali-kali menaik turunkan dada bidangnya dengan dada Sakura, ingin merasakan gesekan lembut yang diberikan istrinya. Puas dengan dada, sekarang bibir yang beraksi. Sasuke melumat kedua buah dada istrinya dengan nafsu yang meluap-luap, di layar terlihat Sakura sepertinya mendesah sangat keras apalagi kalau melihat gerakan Sasuke.

Puas dengan dada, Sasuke menurunkan celana istrinya dan celananya sendiri. Sekarang mereka sudah telanjang seutuhnya, awalnya jari-jari Sasuke yang melesat masuk ke dalam lorong kewanitaan milik istrinya itu. Di layar terlihat Sakura menggerakkan kakinya ke sana kemari seperti meronta tidak berdaya. Setelah itu Sasuke berbalik, sehingga posisi sekarang Sasuke menghadap lorong betina dan Sakura menghadap 'sang jantan' yang tergantung tepat di depan wajahnya.

Sasuke menggerakkan 'sang jantan' di depan wajah Sakura membuat perempuan itu mengulumnya. Sedangkan Sauke memasukkan lidahnya ke dalam lorong betina dan bergerak lincah di dalamnya. Beberapa menit kemudian, Sasuke dan Sakura menghentikan kegiatannya karena sepertinya keduanya sudah mengejang. Sasuke berbalik lagi menghadap wajah Sakura dan melumat bibir mungilnya, sedangkan tangan Sakura sedang asyik meremas 'sang jantan'.

Temari sepertinya mulai tidak kuat menontonnya, sesekali dia menutup matanya. Dia melirik ke Naruto yang sedang bengong, asyik melihat kegiatan 2 insan itu. Temari menggelengkan kepalanya dan dia terkesiap kaget melihat apa yang sekarang dilakukan Sasuke dan Sakura. Memang tidak jelas seperti apa, tapi yang pasti Sakura seperti berteriak kencang kesakitan dan Sasuke tiba-tiba jatuh terbaring di samping istrinya itu dengan terengah-engah.

"Kau tidak lihat ya?" tanya Naruto tiba-tiba saat Temari sedang serius melihat apa yang terjadi.

"Eh? Li.. Lihat bagian mana?" Temari tanya balik. Naruto menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tentu saja klimaks dari sex, yaitu memasukkan 'sang jantan' ke dalam 'lorong betina'," cengir Naruto sampai memperlihatkan deretan gigi putihnya. Temari langsung mematikan TV yang dia tonton, membuat Naruto kecewa.

"Lhoooo..?? Kok dimatiin?" keluh Naruto kecewa.

"Kita sudah cukup menonton sampai situ. Nah, apa benar Shikamaru yang pemalas itu menonton seperti ini?" tanya Temari seperti menginterogasi kepada Naruto.

"Ya, tapi setelah dipaksa sih hehe," cengir Naruto. Temari memberinya tatapan death glare.

"Siapa yang maksa? Dan kenapa?" tanya Temari.

"Nggg, ya semua pecinta hentai mantan kelas XII-B habis kita penasaran pingin ngerjain ketua kelas yaitu si Shikamaru hehe," jawab Naruto santai, Temari menghela nafas panjang.

"Lalu Naruto, apa kamu masih ingat? Kira-kira di bagian mana Shikamaru tidak mau melihat?" tanya Temari lagi. Naruto tampak berpikir.

"Err, kalau nggak salah pas Sakura mengulum 'sang jantan' Sasuke, Shikamaru langsung memegang 'punya'nya dan tiba-tiba lari ke luar ruangan," jawab Naruto sambil tertawa sendiri. "Haah, sayangnya CD ini ketahuan Teme sih, coba kalau nggak, bisa jadi kenangan kebersamaan kami, para pecinta hentai," keluh Naruto.

"Enak saja," gumam Sasuke tiba-tiba sudah berada di ruang nonton.

"Untuk kenangan juga, tetap saja aku nggak mau kalau aku dan Sakura yang jadi modelnya. Nah, udah selesai kan?" tanya Sasuke lalu mengambil CD itu dari dalam CD player dan menyimpannya lagi.

"Begitu ya, te.. terima kasih ya Sasuke. Mungkin sekarang aku bisa mengatasi ketakutan Shikamaru," gumam Temari, yang dibalas Sasuke dengan ber'hn' ria.

Bilang begitu juga, sebenarnya Temari sedang cemas sekarang. Sejujurnya dia juga belum mengerti cara sex, dan baru mengerti tadi saat Naruto menjelaskan padanya. Sekarang dia mengerti ketakutan Shikamaru pada sex. Tapi dia sih masih mending kan cowok, lha Temari? Mana dari tadi dia nonton yang dilihatnya Sakura terus yang teriak.

"Duh Temari, jangan ampe malah kamu yang takut sex..!!" batin Temari dalam hati.

"Ya sudah, Sasuke, Sakura terima kasih ya. Aku mau pulang," gumam Temari setelah sampai di depan pintu. Sakura membalasnya dengan senyum dan melambaikan tangan. Setelah Temari dan Naruto pergi...

"Eh Sasuke,"

"Hn?"

"Kenapa kamu masih nyimpen CD itu? Bukannya kamu marah banget ya, pas tahu ada CD itu di Naruto dkk? Kupikir kau membuangnya," tanya Sakura dengan polosnya. Sasuke menyunggingkan senyum kecil melihatnya.

"Huh dasar, ini lumayan buat persiapan saja," gumam Sasuke.

"Persiapan apaan?" tanya Sakura.

"Kalau-kalau kamu nggak mau melakukan 'itu' lagi, aku tinggal menontonkan ini padamu supaya mau lagi," jawab Sasuke dengan senyum mesum khas miliknya dan mendekati Sakura.

"Ngomong-ngomong, ayo lanjutin yang tadi," gumam Sasuke tiba-tiba.

"Ha!? Tung- KYAAA, Sasuke..!?" Sakura tidak sempat melarikan diri. Pintu kamarnya dikunci dan Sasuke menelanjanginya dengan cepat tanpa sehelai kain pun yang tertinggal. Setelah itu Sasuke melumat buah dada istrinya dan menggerakkan jarinya di 'lorong betina' Sakura. Seketika juga, gerakan Sakura terkunci tidak berdaya dan akhirnya dia direbahkan di tempat tidur oleh Sasuke.

Di rumah ShikaTema...

"Aku pulaaaang...." keluh Temari dari pintu depan. Shikamaru melihatnya dengan tatapan heran.

"Kenapa? Berangkat tadi semangat kok, sekarang jadi lemes begitu sih?" tanya Shikamaru. Temari menatapnya sebal.

"Nggak apa-apa kok. HUAAACIIH..!!" bersin Temari tiba-tiba.

"Yah kenapa lagi sekarang? Sakit?" tanya Shikamaru lalu bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Temari.

"Err, mungkin," jawab Temari pelan. Saat dia mengadah, Shikamaru sudah berada tepat di depan wajahnya. Sedang menempelkan keningnya.

"Hmm, gak panas kok," gumam Shikamaru. Tiba-tiba Temari agak mendorongnya.

"Kamu kenapa sih Temari? Aneh deh," tanya Shikamaru heran, Temari menggeleng kepalanya. Wajahnya sudah sangat merah.

"HUWAAAA....!! KENAPA JADI AKU YANG TAKUT SEX...!!?"

To Be Continued



Fuh, akhirnya selesai juga. Hehe, oh ya chap depan adalah final chap lhoooo...!! Jangan lupa baca yaaa…!! *siapa yang mau..!? –dilempar sandal*

Ok, ada pertanyaan lagi? Revieeeew pleeease…???