Phone Sex

[Chapter 2]

Disc: Masashi Kishimoto

Pair: Uchiha Sasuke x Uzumaki Naruto

Warn(s): AU, OOC, PWP, Typo(s), gak sesuai EYD, minim deskripsi, dan segala kekurangan lainnya.

Enjoy

.

.

.

.

Naruto terdiam cukup lama. Otaknya secara lambat memproses kata-kata pemuda raven yang sedang tersenyum nakal di seberang sana. Sesaat otaknya memutar memori pada sensasi nikmat saat keduanya bergumul panas di dalam lift macet kemarin malam, itu adalah hal paling memalukan seumur hidupnya.

Salah menaiki lift sehingga naik ke bangunan yang salah dan satu lift dengan pemuda tampan tak dikenal kemudian melakukan this and that dengannya, dalam keadaan gelap gulita dan sialnya bukannya melawan atau menghajar, si pirang malah menikmati dan meminta lebih. Fuck that.

Tapi Naruto tak menyangka pemuda yang melakukan sex dengannya kemarin itu memiliki proporsi tubuh yang memukau dan membuatnya mengerang iri, yang ia ingat otot-otot tubuh si pemuda yang disentuhnya kemarin tanpa penerangan itu begitu padat dan seksi di tiap bagiannya, belum lagi benda panjang yang hangat, berurat dan lumayan besar berkedut-kedut di tangan dan mulutnya sebelum kemudian mengobrak-abrik anusnya.

Naruto menelan ludah, sesuatu di bawah sana mulai bereaksi berlebihan. Netranya kemudian memandang pemuda di seberang sana dengan wajah memelas sambil menggigit bibir bawahnya, "Permainan seperti apa, Sasuke?"

Si objek yang diketahui bernama Sasuke lewat perkenalan singkat dan pertukaran nomor sepihak kemarin, menatap jail ke arahnya. Keningnya naik turun dengan bibir tak lepas dari seringaian nakal saat tangan kanannya menepuk-nepuk pelan daerah selangkangnya yang masih tertutup handuk, "Memanjakan yang di sini mungkin."

Naruto yang melihatnya mulai bergetar. Kejadian memalukan yang terjadi di lift mulai berputar-putar bagai kaset rusak diingatannya, hingga tanpa sadar Naruto kembali berjalan ke arah pagar dan mencengkram kuat besi itu menyalurkan keingintahuannya. Suaranya mulai terasa berat akibat pengaruh nafsu.

"Bagaimana melakukannya?" Naruto dipenuhi rasa penasaran luar biasa. Bagaimana memanjakan punya Sasuke kalau dia saja berada di seberang sana? Melompat kearah sana tak mungkin 'kan? Atau jangan-jangan dia bermaksud menyuruhnya naik-turun lift ke apartemen Sasuke. Sebelum mencapainya Naruto pasti sudah bosan duluan. Naruto kembali memutar otak tapi ujung-ujungnya buntu juga.

"Phone sex mungkin." Suara di smartphonenya berbisik menggoda membuat Naruto mengerang di tengah kebingungan.

"Uh… Aku tak tau kalau kau suka bercinta dengan ponsel, Teme." Naruto menjawab ragu ketika otaknya tak bisa mencerna maksud si raven.

"Idiot. Itu yang akan terjadi padamu setelah kita melakukan ini."

Sasuke mendesis sebelum membawa kakinya masuk ke dalam apartemen, tepatnya ke arah lemari kecil di samping kasur king sizenya.

Naruto yang awalnya panik karena mengira Sasuke tersinggung dengan kata-katanya barusan kembali bernafas lega ketika si raven kembali keluar sambil membawa satu kardus berwarna hitam dan kain panjang sewarna yang familiar.

Sasuke lalu melempar kardus itu ke arahnya yang dengan sigap ditangkapnya sebelum membentur pintu kaca dibelakangnya. Sesaat iris birunya menelusuri kardus berbentuk persegi panjang yang hampir sebesar telapaknya itu.

"Pegang itu, kau akan membutuhkannya." Sasuke memperhatikan ketika pemuda di seberangnya menyernyit bingung.

"Apa ini?"

"Kau akan tau nanti."

Naruto menilik setiap bagian kardus mencurigakan itu. Dipenuhi bahasa yang dikenalinya sebagai bahasa negeri ginseng yang sayangnya tak dia mengerti. Namun, ketika ia hendak membuka dan mengintip isinya suara Sasuke kembali menginterupsi.

"Lupakan benda itu, lalu ambil ini."

Naruto refleks melepaskan kardus tadi di meja balkon lalu dengan cepat membawa tubuhnya ke depan menangkap benda kedua yang tadi dibawa Sasuke sebelum jatuh ke bawah sana.

"Dan untuk apa dasi ini?"

"Menutup matamu tentu saja."

"Heh…?" Naruto kembali dilanda kebingungan dan kini intensitasnya semakin tinggi. Apa lagi ini?

.

.

.

.

TBC

Ehehe maap w potong lagi, sebenarnya cuma mau bikin twoshoot, tapi karena sesuatu dan lain hal jadilah aq potong jdi 3 ehehehe… /slap yah pkoknya chap depan finalnya ehehe mungkin bakal panjang, tapi gak panjang panjang amat sih ^^a

Special thanks to Gunchan CacuNalu Polepel, Ukkychan, Ineedtohateyou, Neko Twins Kagamine, URuRuBaek, Kagaari, Rukia Misaki, Dhiya chan, Onix sky, xxx, Remah181, Arum Junnie, Melmichaelis, SNS, UchikazeRei, Miszshanty05.

Akira, Imel Jewels, Licchi, Yun Ran Livianda, Sayaku shiina 'shi-chan, Talitha balqism, OchiCassijump, Versetta, Arisu Amano, Gwen, Onyxsapphiretomatjeruk, Minae minae, Ku blueblack31, dan Momo-chan.

Maap kalo ada salah penulisan nama, maklum saya bukan manusia biasa eh, hanya manusia biasa maksudnya… Ehehe, #bows

At least,

Review?