Peringatan: This fanfiction contains YAOI-ness in some chapters. The rest may have slight slash or just shonen-ai like this one (????). Jika anda anti shonen-ai, dianjurkan untuk tidak membaca chapter ini. Not all chapters contained boys-love scenes. Some were clear from it. And the rest may contain girls-love scenes.
This chapter was rated T.
Setting: Alternate Universe. Kejadiannya sama dengan di cerita utama Death Note, cuma saya tambahin macam-macam yang mustahil ada di versi aslinya, misal: keberadaan fandom death note di fanfiction . net
Setting waktu utama: masa di dalam 4 tahun kosong setelah kematian L sebelum kemunculan SPK.
Disclaimer: Death Note dan semua tokohnya bukan milik saya.
Chapter 2
Amane Misa adalah seorang model.
Wajah yang cantik dan imut menjadi bekal utamanya. Tubuhnya yang proporsional merupakan kekuatan besar untuk bertahan di dunia modeling. Apalagi senyumannya. Semua fansnya tahu tak ada satupun yang dapat mengalahkan senyum manis Misa Misa.
Amane Misa adalah seorang aktris.
Kemampuan aktingnya sudah teruji berkali-kali, dan hasilnya sama sekali tak mengecewakan. Misa tahu kapan harus berbohong dan berakting demi jiwanya, demi Raito-nya.
Amane Misa adalah seorang Kira.
Dengan Death Note pemberian Rem, Misa menjadi Kira kedua. Tak terkira besarnya terima kasih yang ingin ia utarakan pada Rem dan Jealous karena berkat mereka, Misa bisa bertemu Raito; Misa bisa menjadi mata Raito; Misa bisa menjadi pacar Raito. Raito adalah hidupnya, segalanya. Misa akan melakukan dan mengorbankan apa pun untuk Raito, sang dewa dunia baru yang dicintainya sepenuh hati dan jiwa.
Amane Misa adalah seorang fanficcer.
Tak banyak yang tahu soal ini. Dan diluar dugaan banyak orang, Misa cukup bagus dalam membuat fanfic. Misa pernah mengatakan soal ini pada Nori-chan dan Sayaka-chan, tetapi Misa tak pernah mengatakan pen name-nya pada siapapun, bahkan pada Raito. Karena bila Raito sampai mengetahuinya, nyawa Misa yang telah ditebus dengan kedua nyawa Jealous dan Rem dapat habis terpotong tiba-tiba.
-
Di internet, rumor Kira kedua adalah Amane Misa memang banyak tak dipercaya orang yang sehat rohaninya. Tetapi karena satu dan lain hal, penyebaran rumor itu semakin mengganas hingga sebagian besar orang mulai mempercayainya. Keberadaan buku yang bisa membunuh masih tak diakui masyarakat dunia maya dan hanya dianggap sebagai khayalan semata. Namun, ketika muncul novel elektrik karangan Anonim berjudul Death Note, dimana novel elektrik tersebut menceritakan pertempuran jarak dekat antara L dan Kira, fanfiction-fanfiction fandom Death Note mulai bermunculan. Semua orang menganggap cerita itu fiksi, novel fantasi kriminal yang menegangkan, yang diakhiri dengan kematian detektif terhebat dalam satu abad terakhir–L.
Karena L sendiri tak menanggapi novel elektrik tersebut, para pembaca Death Note menganggap bahwa novel elektrik tersebut murni fiksi dan tak menarik perhatian L. Tentu karena tak ada satupun yang mempercayai kematian L di novel Death Note, yang terjadi sungguhan di dunia nyata.
Light, pemeran utama novel Death Note, memiliki latar belakang yang mirip dengan Yagami Raito, putra Yagami Soichiro. Dan karena Yagami Raito tak memberi tanggapan apa pun, para pembaca menganggap tokoh Light terinspirasi dari Yagami Raito, atau pengarang novel tersebut mempunyai ketidak-sukaan terselubung terhadap lelaki itu secara ia menjadikan tokoh Light seorang megalomania licik bertopeng siswa teladan.
Tetapi Misa mengetahui kebenarannya. Misa tahu L telah dibunuh Raito. Nama gadis itu juga tertulis di novel Death Note sebagai Kira kedua.
Tak ada yang tahu siapa sebenarnya pengarang Death Note. Beberapa penghuni dunia maya mendebatkan nama-nama yang mungkin adalah nama pengarang novel elektrik paling populer di dunia maya tersebut. Misa tak pernah memusingkan hal itu, entah karena malas berpikir atau karena tak sadar bahwa ada orang lain yang mengetahui kejadian sebenarnya antara L dan Kira. Misa pikir pengarang Death Note adalah Raito. Karena itulah gadis itu diam saja dan tak menyinggung apapun yang berkaitan dengan novel elektrik itu–bila Raito ingin Misa tahu, Raito pasti sudah memberitahu gadis itu.
Jemari kedua tangan Misa menari lincah di atas keyboard laptop. Sambil bernyanyi kecil, Misa mengetik cerita barunya. Ia belum menentukan judulnya. Ia bahkan tak yakin akan menunjukkan cerita itu pada orang lain untuk dibaca.
/-(--)-\
Ketika Misa menatap wajah sempurna kekasih Misa untuk entah keberapa kalinya hari ini, Misa ingin berteriak lantang. Lagi. Namun, saat membayangkan wajah lelah lelaki itu harus bekerja keras lagi untuk menyuruh Misa diam, Misa membatalkan niat Misa itu.
Light. Betapa Misa mencintaimu. Misa mau dan akan mengorbankan apapun untukmu. Misa bersumpah.
Jauh di dasar hati, sebenarnya Misa tahu. Di hati Light, tak ada Mi….
Tidak, Misa tak akan mengatakan maupun memikirkannya. Mengakui hal itu sama saja dengan menyatakan kekalahan Misa. Misa adalah gadis yang kuat! Misa tak akan pernah menyerah!
\-(--)-/
Misa menatap layar laptopnya dan mulai membaca lagi fanfic barunya. Setelah membaca ulang kurang lebih tiga kali, ia menggumam,"Jelek sekali," dan menghapus semuanya untuk membuat yang baru.
Kali ini Misa telah menentukan judulnya–terima kasih banyak pada ia yang kita kenal sebagai inspirasi.
/-(--)-\
Karena Misa Mencintai Light
Hari sudah mulai gelap, matahari telah turun untuk tidur. Walau begitu, Misa sama sekali tak merasa lelah menanti.
Ya, Misa masih menanti Light. Misa masih menunggu Light pulang. Walau yang akan Misa temui nanti hanyalah wajah lelah Light, Misa tak akan pernah berhenti menanti. Lagipula, Misa tahu bahwa Light selalu pulang malam pada setiap tanggal yang sama setiap tahunnya sejak dua tahun yang lalu.
Misa menoleh ke arah kalender dan menatap angka yang menyatakan hari ini.
5 November, hari ini hari peringatan kematian Ryuzaki-san.
Pagi tadi, Misa, Light dan anggota kepolisian Jepang yang mengejar Kira pergi ke makam Ryuzaki-san. Makam yang terpencil dan sederhana, yang dirancang dan dibuat oleh Light sebagai L berikutnya. Misa telah membunuh Ryuzaki –L– melalui tangan dan pena Rem. Misa tidak menyangkalnya.
L adalah musuh Kira, Misa tidak menyesal telah menjadi penyebab kematian L.
Tetapi Ryuzaki-san adalah teman Misa. Ryuzaki-san telah menjadi teman Misa dan Light sesaat sebelum rencana pencarian-cara-Higuchi-membunuh-sebagai-Kira berlangsung. Dengan membunuh L, otomatis Misa telah menghianati teman Misa. Misa membunuh teman Misa.
Rasa sakit di hati Misa bertambah parah ketika mengingat kejadian tahun lalu.
Setiap 5 November, setelah kunjungan ke makam L selesai di puncak siang, Light selalu pergi menyendiri entah ke mana. Light memang tidak meminta agar tak ada yang mengikutinya, tetapi tak ada satupun yang mengikuti ke mana Light pergi. Dua tahun lalu Misa tak mengikuti Light karena ayah Light meminta Misa membiarkan Light pergi sendiri.
Misa masih ingat malam ketika Light pulang dengan wajah lelah dan kusut dua tahun lalu. Light bahkan ambruk setelah menutup pintu apartemen kami. Misa juga masih ingat betapa paniknya Misa waktu itu.
Tahun setelahnya –yaitu tahun lalu– Light kembali pergi seorang diri entah ke mana. Tetapi Misa mengikuti Light secara diam-diam. Misa harus tahu alasan mengapa Light sampai begitu lelahnya ketika pulang tahun sebelumnya. Sewaktu Light berjalan memasuki hutan, Misa sempat terhenti karena waktu itu Misa memakai sepatu hak runcing. Tetapi karena Light semakin menjauh dari pandangan, Misa tetap berjalan dengan sangat berhati-hati mengikutinya.
Setelah entah berapa lama Misa berjalan, akhirnya Misa melihat Light berhenti.
Dan di hadapan Light adalah… sebuah nisan dari marmer putih bersih dimana tergurat sebaris nama yang membangkitkan kenangan.
L. Lawliet
Misa pernah melihat nama itu sebelumnya. Misa akhirnya ingat.
Itu nama asli Ryuzaki-san.
"Lama tak berjumpa, Ryuzaki," ucap Light membuat Misa kaget. Misa dapat melihat senyum mengembang di wajah sempurna Light. Senyum penuh kebanggaan, arogansi, kebahagiaan yang tak terkira–euforia. Misa berusaha mendekat lagi tanpa diketahui Light. Misa ingin mendengar apa yang akan Light katakan.
Tetapi bila makam di hadapan Light adalah makam Ryuzaki-san, makam siapa yang Misa kunjungi tadi pagi?
"Rasanya aneh sekali," ucap Light, membuyarkan lamunan Misa lagi. "Padahal kau musuhku, tetapi aku merasakan perasaan yang aneh ini."
Misa membeku. Senyum di wajah sempurna Light telah lenyap sepenuhnya, tergantikan sesuatu yang belum pernah Misa lihat dari Light sebelumnya. Light tak pernah menunjukkan kelemahannya pada siapapun. Light tak pernah jujur mengungkapkan isi hatinya pada siapapun. Misa selalu mempercayai hal itu.
Light menangis.
Tak tahan berada di sana lebih lama, Misa berlari pergi sejauh-jauhnya. Misa tak peduli pada jeritan-jeritan protes ranting yang bersahutan ketika Misa melangkah menghancurkan mereka. Misa tak peduli walau air mata yang hangat mulai membasahi pipi Misa. Misa tak peduli walau hati Misa tersiksa jutaan sayatan yang tak nampak. Yang Misa inginkan hanyalah segera pergi sejauh-jauhnya, sejauh-jauhnya.
Light….
Krieeet, terdengar suara pintu dibuka. Misa menoleh ke arah pintu dan menemukan kekasih Misa baru tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, wajah Light kusut dan tampak sangat lelah. Apakah Light begitu sedihnya karena kehilangan Ryuzaki-san?
Tanpa terasa, air mata Misa kembali menetes. Misa mendekap Light yang nyaris terkapar di lantai erat-erat. Misa menyayangi Light. Misa mencintai Light. Misa tak akan mengampuni semua wanita yang berkencan dengan Light. Misa akan memberikan apapun untuk Light. Semua itu karena Misa benar-benar mencintai Light. Misa selalu mendoakan keselamatan Light, untuk kebahagiaan Light.
Tetapi Misa telah menjadi penyebab meninggalnya orang yang disayangi Light.
Maafkan Misa, Light. Seandainya Misa tahu dari dulu. Seandainya Misa menyadari perasaan Light yang sebenarnya. Misa akan melakukan apa pun agar Ryuzaki-san tetap hidup. Karena Ryuzaki-san adalah kebahagiaan Light. Karena Ryuzaki-san adalah orang yang paling disayangi Light, bahkan melebihi Misa.
Misa tak mau mengakuinya, tetapi itulah kenyataan yang dihadapkan pada Misa. Misa telah berusaha menerimanya. Itu semua karena Misa… benar-benar mencintai Light.
Misa mendekap Light semakin erat. Misa harap, dengan tindakan kecil yang tak berarti ini, Light bisa kembali bersemangat. Misa mulai menangis lebih keras, berbanding lurus dengan sakitnya hati Misa.
Misa menatap Light. Pandangan Misa memburam karena air mata Misa sendiri. Pendengaran Misa terhalangi isak tangis Misa sendiri. Walau begitu, dengan sangat jelas Misa mendengar perkataan terakhir Light sebelum Light menyerah pada rasa lelah dan terbuai alam mimpi.
Mendengarnya, Misa tersedu-sedan dan mulai berjalan tersaruk-saruk menopang Light, membawa Light ke kamar tidur.
Satu kata yang tak akan Misa lupakan seumur hidup Misa. Satu nama yang tak akan Misa lupakan seumur hidup Misa.
"Lawliet."
\-(--)-/
Misa menekan tombol upload dan menunggu halaman lain muncul. Gadis itu mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi lalu tersenyum dan menarik keduanya secepat yang ia bisa.
"Yosh! Fanfic barunya selesaaaai! Kali ini juga Misa berhasil membuat slight LightL!! Yaaay!!"
/-(--)-\
FanFiction . Net - unleash your imagination ………………………………………………………………………………………. I'm the star of stars : logout .
Document Saved
Document upload has completed. The saved document will be listed below.
\-(--)-/
Catatan:
Fanfic yang tercantum dalam cerita ini hanyalah fiksi (ya, iyalah! Namanya juga fanfic!). Kesamaan nama, judul, plot, ataupun summary, hanyalah kebetulan semata.
Menulis fanfic dalam fanfic itu melelahkan… -digebuki Sakura karena yang membuat fanficnya I'm the star of stars adalah dia- Mencocokkan bagian fanfic dengan dunia nyatanya yang memusingkan. Misa dan Light di fanficnya I'm the star of stars mungkin terkesan sangat OOC, tapi saya (dengan bodohnya) memaklumi hal tersebut. Yang mengarangnya, kan, Misa. Suka-suka Misa, dong. -digebuki massa tanpa sempat beralasan lagi- Tapi Misa di fanfic ini memang sudah sangat OOC, sih….
Menurut saya, seandainya ada novel atau komik Death Note di dunia Death Note itu sendiri dan tersebarnya di internet, kurasa Raito nggak –maksud saya, tidak– akan membiarkan anggota kepolisian tahu. Kalau ada yang tahu pun, bisa dia sangkal sebagai kerjaan orang iseng dengan imajinasi berlebihan dan sensi padanya, kan?
Misa menganggap sebagian besar e-novel Death Note itu fiksi karena mustahil Raito-nya bermaksud memanfaatkan Misa lalu membunuh Misa karena Misa tahu tentang Death Note dan bla bla bla bla. Karena fiksi, Misa merasa bebas-bebas saja membuat fanfic walau ada namanya di sana; bahkan YAOI atau shonen-ai LightL seperti kebanyakan fangirl Death Note di luar sana (siapa tahu Anda juga?). Atau mungkin karena dia memang bodoh ya? -dihajar fansnya Misa- Mohon maafkan ke-OOC-an yang ekstrem dari tokoh-tokoh ini….
Tokoh di novel elektrik Death Note bernama Light, sementara penghuni asli dunianya bernama Raito. Sekadar pembedaan kecil. Dan novel elektrik itu ceritanya cuma sampai kematiannya L; Near dan Mello tidak muncul di novel itu. Novelnya sendiri muncul di internet setengah tahun setelah kematian L yang diketahui sedikit sekali orang.
Near dan Mello muncul di sekuelnya, yaitu Death Note: L's successors yang belum tamat. (Penulisnya nunggu kejadian di dunia nyatanya terjadi, baru ditulis trus dipost ke internet.)
Inilah mengapa author menjadikan fanfic ini fanfic AU. Biar gampang ngatur cerita sesukanya. -dibakar rame rame-
Saran dan kritik sangat diterima. Terima kasih banyak sekali karena telah membaca cerita tidak jelas ini.
