Pervert Senior
Author : Ivey Jung
Cast : Baekhyun, Lay, Chanyeol, Kris, Suho and other
Rate : M
Summary : APA?! Ospek di sekolah ternama ini memakan waktu 1minggu? Yang benar saja?! Bagaimana kah kisah si mungil Baekhyun dan temannya melewati nasib buruk bersama senior-senior mesumnya? CHECK THIS OUT!
Warning : YAOI, Bdsm, NC17++, ga suka klik [x]
.
.
.:Happy Reading:.
.
.
'Bagi murid-murid baru dimohon untuk berbaris sesuai barisan antar kelas.'
Suara dari mikrofon sekolah terdengar jelas oleh dua sejoli Baek-Lay ini. Mereka segera berbaris bersampingan dengan masih diiringi dengan senggolan-senggolan canda dari keduanya.
"Ehemm." Deheman yang cukup keras itu membuat kegiatan Baekhyun dan Lay terhenti. Mereka menengok ke belakang dan mendapati dua orang senior dengan nametag 'panitia osis' sedang menatap mereka dengan tatapan super dingin.
Tatapan sedingin es itu mampu membuat dua sejoli ini membatu dan segera berdiri tegap tanpa suara. Salah seorang senior bersurai coklat dengan rambut sedikit ikal itu berjalan dan dengan sengaja tangannya menyentuh bokong milik Baekhyun dengan sedikit remasan.
Tindakan itu membuat Baekhyun terkaget-kaget dan melotot. Senior osis yang satunya juga mengikuti langkah kaki teman coklatnya dengan kekehan kecil. Sebelum pria pirang itu melewati Baekhyun dia sempat berbicara pelan "Bersiap-siaplah, toge."
Toge? Apa yang dimaksud toge itu adalah Baekhyun? Kalau bukan Baekhyun lalu siapa lagi? Tak mungkin orang lain, jelas-jelas si pirang menatap dengan 'smirk' di wajah tampannya. Kini Muka Wajah Baekhyun mulai mengeluarkan peluh akibat rasa sedikit panik dan juga terik matahari pagi yang cukup panas, membuat wajah Baekhyun memerah seperti kepiting rebus yang baru diangkat dari panci.
Lay yang merasa aneh dengan gerak tubuh Baekhyun hanya menyentuh pundaknya dan membuat Baekhyun sedikit terkejut dan menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran anehnya.
"Kamu sakit?" Lay bertanya dengan nada sedikit khawatir sambil menyentuh pipi chubby Baekhyun.
Baekhyun menggeleng dan tersenyum kecil kepada Lay, bermaksud ingin menenangkan sahabatnya ini. Sepertinya ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya karna sempat merasa beruntung dapat bersekolah di sekolah ini. Seniornya ternyata . . .
.
.
.
Sepanjang upacara Baekhyun hanya terdiam dengan tatapan kosong sambil menatap ke punggung orang yang nanti akan menjadi teman sekelasnya itu. Dan Lay terus saja menengok ke arah Baekhyun karna dia merasa ada sesuatu yang tidak baik. Tumben sekali Baekhyun diam tanpa suara seperti ini. 'Sungguh aneh' batin Lay
"Ya, cukup sampai disini apel untuk pembukan kegiatan MOS kita. Silahkan masuk ke dalam raung kelas masing-masing. Kalian bisa melihat denah sekolah jika tidak tau letak tempatnya. Dan juga kalian akan dimentori oleh 2 kakak osis untuk setiap kelasnya. Saya Kim Joonmyun sebagai ketua osis mewakili semua anggota osis dan juga para kakak kelas kalian juga para guru serta staff sekolah untuk mengucapkan 'Selamat Datang kdi Sekolah kita tercinta'."
Setelah ketua osis berwajah malaikat itu selesai bicara terdengarlah tepuk tangan yang memenuhi lapangan megah ini. Lay hanya berteriak sambil bertepuk tangan dengan bersemangat saat ketua osis itu memberikan senyumannya pada seluruh murid baru.
"Baekhyun, ketua osis itu. Aku mengincarnya aaaa!" Baekhyun menatap Lay yang sedang histeris dengan senyuman lucunya. Dia menyenggol Lay dan keduanya tertawa bersama.
Tawa Baekhyun terhenti saat ekor matanya menangkap anggota osis yang tadi meremas bokongnya sedang tersenyum licik kepadanya. Kaki Baekhyun terasa lemas saat itu juga tetapi dia mencoba untuk menutupinya agar Lay tidak khawatir (lagi) terhadapnya.
.
.
.
Semua murid baru bejalan dengan tertib untuk memasuki kelas mereka masing-masing tak terkecuali dua orang pria manis ini. Mereka saling bergandeng sambil terus berceloteh lawakan lucu dan membuat mereka tertawa seperti biasanya.
Baekhyun dan Lay sudah memasuki kelas dan melihat kelas sudah penuh dengan murid-murid kelas Bahasa yang lain. Ya, hanya ada 2 kursi kosong dipojok sana. Dan faktanya Baekhyun sangat tidak menyukai duduk di belakang apalagi dipojok karna itu akan membuatnya terkena incaran guru-guru.
Lay menghela nafas berat dan menataap Baekhyun dengan pandangan murung. Baekhyun mencoba tersenyum manis dan merangkul Lay.
"Gwenchana, kita jadi bisa tidur dan membicarakan ketua osismu itu kan?"
Kata-kata Baekhyun cukup menenangkan hati Lay. Terbukti dengan wajah Lay yang kini sudah ceria, apalagi setelah mendengar ucapan terakhir dari mulut Baekhyun.
"Hehehe, Kajja kita duduk."
Lay menarik tangan Baekhyun dan mereka duduk di bangku masing-masing. Baekhyun di dekat dinding sedangkan Lay di sampingnya.
Kelas seketika terasa berisik dan ramai pasalnya seluruh murid mulai berbicara atau lebih tepatnya berkenalan satu sama lain. Baekhyun hanya menyenderkan kepalanya ke pundak Lay sambil menatap bosan meja kosongnya.
"Hey hey ada osis ada osis!"
Sumua murid segera terdiam saat ada dua orang senior memasuki kelas mereka. Wajah kedua senior itu bisa dikatakan tampan, sangat tampan dan juga tingginya yang WOW[?]
Disaat murid-murid tengah mengagumi kedua sosok di depan, tidak dengan namja mungil dekat dinding yang terlihat terkaget-kaget dan sedikit takut saat melihat sosok di depan kelasnya itu.
"Annyeong, perkenalkan saya Park Chanyeol. Panggil saja Chanyeol, kelas XII IPA II."
"Saya Wu Yi Fan, panggil saja Kris sekelas dengan Chanyeol. Salam kenal, kami adalah mentor yang akan membimbing kalian selama kegiatan MOS berlangsung."
Baekhyun meremas paha Lay yang membuat Lay merasakan sakit dikulit mulusnya saat kuku Baekhyun sedikit menekan pahanya.
"Yak! Waeyo?" Lay bertanya dengan nada pelan dan terbingung-bingung sedangkan Baekhyun hanya menatap Lay dengan tatapan panik.
"Ku mohon Lay, katakan kalau ini semua mimpi."
"HAH?!"
.
.
.
Flashback [Other Side]
"Jadi Kai dan Sehun di kelas X Bahasa II, Lalu Chen dan Kris di kelas X IPA I, Chanyeol dan aku di kelas X IPA II. Lalu—"
"Junmyun hyung bisakah aku dan Kris memegang kelas X Bahasa I?"
"Memangnya kenapa, Chan?"
"Ada salah satu murid di sana yang bertetangga denganku. Eomma nya menyuruhku memperhatikannya saat di sekolah. Ya, biasalah hyung remaja sekarang terkadang suka macam-macam, membuat orang tuanya cemas saja."
"Hmm, arraseo, chan-ah."
Setelah perkataan itu selesai senyuman evil terpampang di sudut bibir Chanyeol. Dia tersenyum dan mengabaikan omongan Junmyun yang sama sekali tidak masuk ke telinganya. Mulutnya berbicara tanpa suara, "Kena kau, Toge."
Flashback Off
.
.
.
Semua murid kelas Bahasa I kini sedang bermain games 'spidol berjalan'. Jadi seseorang memutarkan lagu sambil menggilirkan spidol itu ke teman samping meja mereka dan jika lagu itu terhenti maka yang memegang spidol itu akan diberi pertanyaan oleh para mentor. Tapi kali ini yang memegang spidol juga berhak memberikan pertanyaan kepada sang mentor. Adil bukan?
"Oke di mulai dari ujung depan sini." Kris mengangkat sebuah spidol ditangannya sambil menatap semua murid.
Chanyeol mulai mem-play musik dari handphone nya dan saat itu juga para murid menggilir spidol dari tangan mereka dengan heboh saling berteriak gaje.
Jari Chanyeol menyentuh layar handphone dan lagu itupun terhenti. Semua murid menengok kepada pria kecil bermata belo itu dengan tatapan 'mati kau.'
"Sebutkan nama dan asal sekolahmu." Kris berbicara kepada si mata bulat itu dengan senyuman kecil.
"Namaku Do Kyungsoo, asal sekolah di Stars XO Junior High School." Pria bernama Kyungsoo itu berbicara dengan suara sedikit bergetar karna grogi atau mungkin takut.
"Oh jadi kalian satu sekolah ya?" Chanyeol berdiri sambil menunjuk Lay, Baekhyun serta Kyungsoo.
Lay dan Kyungsoo mengangguk tetapi tidak dengan Baekhyun, dia malah menatap Chanyeol dan Chanyeol hanya mengangkat alisnya bingung.
"Wae?" Pertanyaan singkat Chanyeol membuat Baekhyun terlonjak kaget dan jadi salah tingkah.
"A-aniyo ani ani. Mianhae." Dia menundukan kepalanya sambil menggigit bibir tipisnya.
Chanyeol tersenyum sinis dan mengalihkan pandangannya kepada Kris yang masih setia menunggu Chanyeol selesai bicara.
Kris menghampiri Kyungsoo dan duduk di meja Kyungsoo.
"Jadi, ummm apa ada anggota OSIS yang memikat perhatianmu? Kalau ada siapa dan kalau tidak ada... harus ada."
Mendengar pertanyaan Kris, Kyungsoo gelagapan dan dia menatap sekeliling temannya meminta pertolongan. Tapi yang dia dapat hanya tatapan minta maaf dari teman-temannya.
Kyungsoo menghela nafas dan terlihat berfikir sejenak.
"A-ah. Pria tinggi, bibir tebal, kulit hitam tidak terlalu sih. Dan yang mukanya... kayak om om pedofil gitu, aku lupa namanya."
Jawaban Kyungsoo mendapat respon yang sangat baik. Bisa dilihat semua murid sudah saling menutup mulut serta ada yang memelototkan matanya hingga bola matanya hampir mental keluar ada juga yang meminta kresek untuk muntah #oke ini berlebihan#
Kris mengangguk dan tersenyum melihat wajah Kyungsso yang memerah semerah tomat yang sudah kematangan. Kris terkekeh dan mulai berjalan ke depan kelas.
"Jadi apa pertanyaanmu untukku, Kyungsoo?" Kyungsoo yang tadinya terdiam sambil menahan semburat merah di pipinya kini malah bersemangat ingin melontarkan sebuah pertanyaan yang menurutnya cukup maut.
"Apakah ada pria, yang menarik perhatian sunbae atau bahkan sunbae incar di kelas ini? Harus ada."
Pertanyaan Kyungsoo yang terlihat mengkopi pertanyaan Kris membuat para murid tertawa terbahak-bahak. Kyungsoo ternyata cukup pintar.
Tangan kris terangkat keatas dan saat itu juga semua murid terdiam. Chanyeol yang ada di samping Kris mulai tersenyum geli saat melihat Kris yang tampaknya mulai grogi juga. Mata Kris menatap Chanyeol dan dia memelototi sahabatnya saat sadar jika dirinya sedang ditertawakan Chanyeol.
Pandangan Kris kembali tertuju pada Kyungsoo dan mulutnya mulai terbuka.
"Ada. Dia ada di absen terakhir-terakhir gitu. Tebak saja." Jawaban Kris sukses membuat orang-orang yang berabsen 20 kebawah histeris berfikir kalau itu adalah dirinya. Ya, kecuali pria manis berlesung pipi ini. Dia malah tersenyum seperti orang bodoh. Dia pasti tidak peka juga dengan 'kode' dari Kris. Bisa saja orang itu dia bukan? Ya, bisa saja.
1 paket pertanyaan sudah terjawab dan kini permainan itu mulai dilanjutkan kembali. Chanyeol melanjutkan lagu dari handphone nya dan Kyungsoo mulai memberikan spidol itu ke teman sampingnya. Mata Chanyeol menatap tajam spidol itu berada, tangannya mulai gatal ingin mem-pause lagu di handphone. Dan saat spidol itu melewati Lay dan kini dipegang oleh Baekhyun, Chanyeol segera memhentikan lagunya. Semua orang reflek berteriak kencang saat melihat spidol itu dipegang oleh Baekhyun.
Baekhyun menatap tidak percaya benda yang sedang ia pegang. Dia malah menawarkan Lay untuk memegang spidolnya dan Lay hanya menghindari sentuhan spidol dari Baekhyun.
Chanyeol tersenyum puas dan dia kini mulai berdehem dan sukses menarik perhatian para murid yang tadi sedang memperhatikan Baekhyun.
"Ayo dong pertanyaan yang privasi."
"Yang seru dong pertanyaannya biar greget."
"Iya iya, yang frontal aja. Hahaha."
Chanyeol hanya tersenyum kecil mendengar permintaan adik-adik kelasnya. Keterbalikan dengan Baekhyun, kini dia hanya menaruh kepalanya diatas meja sambil terus meremas baju seragam Lay.
"So, ummm siapa namamu?"
Pertanyaan basa-basi dari Chanyeol. Tentu saja sebelum dia memasuki kelas ini dia sudah memeriksa data-data siswa baru lebih tepatnya –membaca data Byun Baekhyun—. Dipikir dari logika saja sudah bisa tertebak. Dari mana dia tau kalau Kyungsoo dan Baekhyun satu sekolah bukan? Tapi sayangnya kelas ini memang kurang peka, atau mingkin saja loadingnya lama.
Kembali kepada Baekhyun. Kini dia terlihat gugup dan juga takut saat Chanyeol berbicara langsung kepadanya. Dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Dipikirnya sudah cukup menenangkan hati, dia mulai angkat bicara.
"Byun Baekhyun."
"Ah, oke Baekhyun. Jadi aku punya satu pertanyaan untukmu—"
"—Umm apakah kamu pernah beronani? Terakhir kapan? Dan di mana? Tidak boleh bohong."
Semua murid tercengang mendengar pertanyaan Chanyeol. Apalagi Baekhyun, dia terlihat shock berat sampai dia sulit untuk mengedipkan matanya untuk sekedar membuat matanya tak perih karena melolot seperti itu. Untungnya sekolah ini adalah sekolah khusus pria jadi wajar saja kalau mereka berbicara seperti ini.
Bibir Baekhyun terasa kelu untuk mengeluarkan kata-kata. Lay yang di sampingnya hanya memandang Baekhyun dan meremas tangan Baekhyun. Berharap dia bisa menransfer kekuatan untuk sahabatnya ini.
Dengan perasaan gugup Baekhyun mulai berbicara.
"Kemarin, di. . . balkon kamarku."
Semua murid tertawa mendengar jawaban Baekhyun. Baekhyun menggepalkan tangannya. Dia sungguh kesal dengan kakak osisnya ini. Sungguh Chanyeol masuk ke dalam list orang yang sangat-sangat Baekhyun benci. Bahkan Chanyeol akan mendapat peringkat pertama untuk itu.
"Jadi Sunbae—"
Tanpa banyak komando Baekhyun melanjutkan bicara dan membuat semua murid mengalihkan pandangannya. Baekhyun tersenyum licik dan menatap Chanyeol tajam.
"Sebesar apa penismu? Berasa senti lebih berapa mili, humm?"
Kris tertawa paling kencang saat mendengar pertanyaan adik kelasnya itu. Dia bisa melihat wajah Chanyeol yang tiba-tiba kaku. Kini gantian, Kris lah yang menertawakan sahabatnya.
Baekhyun tersenyum puas saat melihat reaksi Chanyeol yang membuat dirinya bangga. Chanyeol tersadar dan berdiri menatap adik-adik kelasnya. Dia mulai bersikap seperti biasa walaupun sangat terlihat jelas kalau dia masih telihat grogi juga.
Chanyeol menggambil penggaris dari meja seorang murid di depannya dan memperhatikannya dengan seksama.
"Ku rasa bisa sepanjang ini kalau sedang tegang. Diameternya cukup besar. Tentu saja penisku lebih besar dari milikmu, Byun. Dan kalau kamu ingin tau lebih detailnya, aku bisa menunjukan nya padamu nanti." Chanyeol mengelus penis nya dari luar sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Baekhyun. Tindakahnnya itu membuat para murid lainnya semakin histeris meliat seniornya melakukan hal itu di depan mereka.
"Sial. Mati aku."
Baekhyun memukul kepalanya sendiri, menyesal akan pertanyaannya tadi.
.
.
.
Kegiatan mentor-ing berlangsung dengan sukses di kelas X Bahasa I. Bel sekolah telah dibunyikan dan semua murid berjalan keluar dari kelas masing-masing untuk pulang ke rumah.
"Annyeong sunbae."
"Sampai jumpa, sunbae-nim."
"See you tumorrow, Chan-sunbae, Kris-sunbae."
"Gumawo untuk materi hari ini, senior."
Murid-murid di kelas Baekhyun sudah mulai keluar dari ruang kelas. Dan tak lupa memberikan ucapan salam serta ucapan terima kasih untuk kedua mentor itu.
Baekhyun masih terlihat kesal, terbukti dari caranya memasuki buku-bukunya ke dalam ranselnya. Lay yang disampingnya sudah menggendong tasnya dan terlihat gerakan tubuhnya yang mencurigakan.
Baekhyun yang melihatnya hanya menatap tanpa ekspesi sedangkan Lay hanya terkekeh tidak jelas.
"Emm Byun, aku kebelet pipis. Tunggu aku arraseo? Aku hanya sebentar. BYE BAEKHYUN SUNGGUH INI SUDAH DI UJUNG!"
Baekhyun hanya menatap tidak percaya temannya yang kini tengah berlari cepat berpapasan dengan Kris, salah satu mentor nya yang juga sudah keluar dari kelas. Dan Baekhyun? Dia hanya ditinggal sendirian oleh sahabatnya itu.
Oh, tidak! Dia tidak sendirian. Seorang mentor masih berada di dalam kelas Baekhyun. Dan Baekhyun tidak menyadari manusia besar yang tengah menatapnya lapar.
Baekhyun hanya mendumel tidak jelas sambil terus memasuki alat-alat tulisnya ke dalam ransel. Wajahnya masih terlihat kusut karena dia mengalami kejadian-kejadian tidak mengenakan hari ini, di sekolah 'impiannya'.
"Bodoh. Mentor bodoh yang membuatku malu, dia juga yang meremas bokongku. Malah tampangnya seperti orang idiot, sok-sok keren padahal gembel."
"EHEMMMM!"
Dengan tatapan kesal Baekhyun membalikan badannya. Baru saja Baekhyun ingin memaki orang yang ada di depannya tetapi kini dia malah membulatkan matanya. Siapa lagi orang yang bisa membuat Baekhyun terkaget-kaget seperti itu kecuali makhluk mesum yang sedang dia caci-maki sedari tadi.
Bagaikan di film-film lokal, Baekhyun dan Chanyeol saling bertatapan. Bukan, bukan tatapan saling mengagumi. Tatapan ini berbeda dari cerita-cerita di tv itu. Tatapan itu tatapan yang . . .
"Jadi siapa orang idiot itu? Bodoh? Gembel?" Pertanyaan singkat Chanyeol cukup membuat Baekhyun merinding ketakutan.
Matanya terus menatap ke arah pintu. Berharap pria manis berlesung itu berlari menghampirinya dan menyeretnya pulang ke rumah dengan selamat.
Ini sudah lewat 5 menit dan Lay belum juga kembali. Membuat Baekhyun semakin ketakutan saat melihat Chanyeol mendekatinya dengan senyuman aneh.
Baekhyun melangkah mundur sementara Chanyeol melangkah maju. Baekhyun menarik tasnya dan berjalan cepat melewati Chanyeol. Tidak semudah itu, Chanyeol justru menarik Tas yang ada di tangan Baekhyun dan memeluk Baekhyun dari belakang.
Tangan nakal milik Chanyeol mengelus perut rata Baekhyun dari luar seragam. Baekhyun berusaha melepaskan diri cengkraman erat Chanyeol.
"Aku ingin memperlihatkan ukuran penisku kepadamu."
"Sunbae! A-apa yang kauuu mmnnhhh."
Perkataan Baekhyun terpotong saat bibir Chanyeol menempel serta memberikan kissmark pada leher jenjangnya. Sadar akan desahannya itu, Baekhyun menggigit bibirnya cukup kencang untuk menahan desahannya.
Tapi seberapa keras usahanya desahan itu tetap saja keluar dari bibir mungilnya. Chanyeol tersenyum mesum saat melihat raut wajah memerah Baekhyun.
"Menikmatinya humm?"
"Ngghhhh b-brengshhekkk aaahhhhh."
.
.
.
"Ahhhhh, leganya."
Lay tersenyum saat merasakan sesuatu yang ditahan-tahan itu sudah keluar dari dirinya[?] Lay merapihkan sedikit pakaiannya dan juga penampilannya sebelum keluar dari toilet. Dia membuka knop pintu dan sangat terkejut saat melihat seseorang di depannya.
"O-oh Kris sunbae, hehe. Ku kira siapa."
Lay memberikan mentornya senyuman manis dan dibalas dengan tatapan dingin dari seseorang di hadapannya ini.
"Permisi, aku ingin keluar." Kris mengangkat alisnya sambil menatap remeh Lay.
Lay sedikit ngeri melihat tatapan Kris kepadanya. Lay menunduk dan sedikit mendorong pelan tubuh Kris agar dia bisa keluar dari salah satu bilik kecil dalam toilet ini. Tindakan Lay malah membuat Kris semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh Lay.
Panik, kini Lay terlihat panik melihat tingkah aneh seniornya. Lay terlihat takut saat Kris memojokan dirinya ke tembok dan mencoba menciumnya dengan kasar.
Lay mengalihkan pandangannya dan berhasil menghindari bibir Kris yang siap melahap bibir ranumnya.
Kris mengangkat dagu Lay dan melumat kasar bibir cherry milih hobaenya. Lay hanya membelakan matanya, dia meringis kesakitan saat bibirnya dilumat kasar dan semakin kasar tiap detiknya.
"Sunb—mmpphhh aahhh mmnnckk."
Mata Lay menatap mata Kris yang tertutup rapat menikmati lumatannya sendiri pada bibir Lay.
Sudah lebih dari 5 menit Kris melumat bibir itu. Layaknya manusia biasanya, mereka butuh oksigen dan Kris melepaskan tautan bibir mereka. Lay menatap Kris dengan pandangan takut tapi otaknya terus berjalan berpikir bagaimana caranya agar bisa keluar dari singa lapar di depannya ini.
Tindakan yang tidak terduga, ternyata Lay meremas kencang penis Kris dari luar celana dan membuat sang pemilik mengerang kesakitan. Tanpa membuang kesempatan emas Lay keluar dari bilik kecil itu.
Tidak, Kris tidak sebodoh itu. Kini Kris menggunakan kaki panjangnya untuk menyelengkat Lay dan itu berhasil. Lay terjatuh dan Kris membalikan badan Lay hingga mata mereka bertatapan.
Dengan perlahan Kris mendekatkan wajahnya ke wajah Lay dan meniup leher sensitive Lay.
"Ngghhhhhh."
'Kriieettt'
Pintu toilet terbuka, dua orang pria memasuki toilet dengan raut wajah kagetnya. Lay tersenyum melihat ada malaikat yang menyelamatkan nasib buruknya.
Mereka berempat saling terdiam di tempat. Selang beberapa detik seorang pria berkulit putih pucat itu mengeluarkan suara.
"Jadi, dia hobae yang hyung maksud?"
"Sungguh, dia manis. Sebesar apa penis nya, hyung? Kebetulan aku tidak pernah merasakan sex berempat orang. Kurasa ini menyenangkan."
Mereka berdua bukan malaikat. Lay salah, sangat salah. Mereka berdua sama saja seperti senior yang sedang menindihnya ini.
"Ayo hyung, kita mulai saja."
"ANNDDWAAEEE!"
.
.
.
"Aaahhh brengseekkhh nnghhh."
Tubuh mungil Baekhyun naik turun tidak nyaman saat benda mirip penis dari karet itu keluar-masuk di holenya. Chanyeol memaksa Baekhyun menggenjot tubuhnya sendiri dengan dildo yang sudah di tempelkan di kursi. Chanyeol hanya memperhatikan Baekhyun yang tengah menggeliat antara nikmat dan juga sakit.
"Terus, Byun. Kurang dalam."
"Mmmnnhhh aahhh s-shhiitt."
Pria di depan Baekhyun berdiri dan menekan bahu Baekhyun cukup kencang sehingga membuat dildo panjang dan besar itu masuk sempurna ke dalam hole Baekhyun. Erangan sakit Baekhyun sangat terdengar jelas di telinga Chanyeol dan dia menyukai erangan itu.
Untung saja sekolah sudah benar-benar sepi dan menyisakan satpam yang bertugas menjaga di pos depan lantai satu. Sedangkan Baekhyun berada di lantai 3, sehingga mustahil jika erangan Baekhyun terdengar sampai ke bawah sana.
Dengan perlahan namun pasti, tangan besar Chanyeol membelai penis kecil Baekhyun yang sudah tegak sempurna, membuat Baekhyun semakin menggila dibuatnya.
Dengan gerakan cepat Chanyeol mengocok penis Baekhyun lalu melahapnya dan saat itu juga Baekhyun semakin cepat menaik-turunkan tubuhnya minikmati hangat di penisnya dan juga sentuhan di holenya. Tidak hanya mengemut penis Baekhyun, Chanyeol juga meremas pelan penis Baekhyun yang membuat penis kecil itu berkedut-kedut.
"Aaahhhh, a—aku mmnnhhh."
"Nnnhhhh Keluarkan saja sayang."
"A-awwhh mmnnhh aahhhhh."
Chanyeol mengeluarkan penis Baekhyun dari mulutnya dan tersenyum puas melihat sperma kental Baekhyun di telapak tangannya. Dia menatap Baekhyun yang bersandar kursi sambil terus mengatur nafasnya yang terengah-engah.
Baekhyun sedikit menaikan punggungnya sehingga membuat dildo itu terlepas dari dalam tubuhnya. Chanyeol bangkit dari duduknya, Tangan Chanyeol menarik lembut pinggang Baekhyun dan dia menciumi punggung mulus Baekhyun.
"Akan ku berikan kesempatan untukmu merasakan penis asli, bukan mainan lagi."
"Tapi sunb—aahhhhhh."
Ucapan Baekhyun terpotong saat penis besar Chanyeol memaksa masuk ke dalam tubuh Baekhyun.
Baekhyun meringis menahan perih. Penis Chanyeol 2 kali lebih besar dari pada penis mainan yang tadi sempat bersinggah di tubuh Baekhyun.
Tangan Chanyeol meletakan tangan Baekhyun ke sisi meja. Dia membungkukan sedikit tubuh Baekhyun dan mulai menggenjot penis nya perlahan.
"Ouuhhh so tigghttt hummnnhh."
"So—aahhhh s-sialan kau."
"Lubangmu terlalu kecil untuk penis besarku. Ini terlalu sempiitttt."
Chanyeol mulai mempercepat tusukan penisnya pada Baekhyun tanpa memperdulikan umpatan kebencian dari pria mungil itu.
Tangannya menampar cukup keras bongkahan bokong Baekhyun yang malah membuat Baekhyun mendesah kesetanan, dan tanpa sadar Baekhyun ikut memaju-mundurkan pinggangnya agar penis Chanyeol semakin dalam memasukinya.
Penis Baekhyun yang menganggur Chanyeol kocok cepat seiring dengan tusukannya pada hole Baekhyun yang terus menjepit penisnya.
"Teruushhh, y-yaa di sanahhhh."
"Ouushhh mmnhhh di sini?"
"Yeeahhhh m-morreee."
"Biittchhhh kau sexy, Byunn."
"Ssssh Chan, lepaskan! A-aku tak tahaannn."
Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya. Ibu jari Chanyeol masih setia menutup lubang kencing Baekhyun sehingga membuat Baekhyun tidak bisa mengeluarkan spermanya.
Baekhyun menggeleng sambil menggigit bibirnya saat merasakan rasa nyeri di penisnya.
"Lepas bodoohhh!"
"Tunggu—nngghhh sebentar, Byun. Aku belum selesaii mmnnhhh. Ouuhh yeahhh mnnhh."
"Akkkhhhh BYYUUNN/CHHANN."
Erangan panjang menggema di ruangan ini.
Baekhyun dan Chanyeol terengah-engah setelah kegiatan panas mereka.
Chanyeol mengeluarkan penisnya dari hole Baekhyun sehingga membuat spermanya mengalir keluar dari hole hobaenya. Sperma Baekhyun mengotori perut dan dadanya sendiri.
Tangan Chanyeol mengambil seragamnya yang berserakan dan segera memakainya.
Dia merapikan menampilannya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruang kelas. Sebelum Chanyeol menjauh, dia menoleh menatap Baekhyun sambil tersenyum puas.
"Terima kasih untuk hari ini, Byun. Sungguh, kau sangat hebat."
Setelah mengatakan itu Baekhyun bisa mendengar langkah kaki Chanyeol menjauh.
"Hiikkss, Bajingan sialan."
.:TBC:.
Balesan Review :3
exindira : Somay somay kali :3 xD hehehe some-somenya chapter selanjutnya deh .-.v catu catu dulu
Kim Eun Seob : Wah sepertinya KrisBaek ga akan berjaya di sini. ChanBaek shipper ga rela Baekhyun terbagi katanya xDD
chika love baby baekhyun : Ini nc nya Baekhyun-Chanyeol sudah jadi, tapi hancur huhuhu (/0\)
Mela querer chanBaekYeol : Tenang, Baekhyun milik Chanyeol .-.
taotaoie: Icing next chap ya cayang xD
DahsyatNyaff, 1004baekie, LennyLay, miira, 13613, Guest, jongindo, hyemi kim, NyekNyek : Sudah di lanjut yaps :3
Nenehcabill : mesum mesum tetep ganteng muehehe xD Iya udah dilanjut ini. Wah ini udah dipanjangin sepanjang anu Chanyeol #ditabok
petiteboy0506 : ChanBaek ga kebagian threesome nih, dunia milik mereka berdua saja x'D
neli amelia : Yah ketebak ya si pirang dan si coklat. Iya, dia itu barbie ituloh yang ditivi kalo liburan[?] xD
farfaridah16 : Ampuni saya, sepertinya ini tidak hot aw aw saya tidak ahli xD
thepaendeo : Iya kamu benar wahahaha. Nanti pada nongol satu persatu. Semuanya kebagian .-.
Majey Jannah 97 : Eightsome? Aduh aku ngakak bayangin Baekhyun di perkosa sebegitu banyak orang haha xD
vitCB9 : Oke, ini tidak ada KrisBaek. Aman[?]
awesomepearlescent : KrisLay baru nongol sebentar di sini. Next chap ada KrisLay NC. Stay tune teyuss *-*/\
BabyBuby : Yang pemerkosaan next chap ya. Ini amsih permulaan tidak boleh terburu-buru[?]
Natsuko Kazumi : Iya ini sudah di update maap kalo tidak kilat xD
Minhyo Park aka sweetbanababy : Seniornya sudah ketauan di sini sayang *-*/\
otomeharu22 : Iya tentang MOS. Tapi MOS nya pencabulan #kabur
MinieZhang : Ayo siapa hayo :3 xD ini sudah lanjuutt
Nhaaa : /kedip-kedip/[?] ini sudah dilanjut :3
Lili : Waaa tadi aku juga mau masukin ChanBaeKai tapi ga jadi ._.v
chanbaekyu : si toge itu si cabe[?] sudah dilanjuttt
we are the b : BDSM PARAH? OKE BISA DIATUR CINTAHH HAHAHA /ketawa nista/[?]
YOONA : siapa hayo yang diomongin. Jangan jangan aku #plak
shin il kwang : iya semoga tidak kena huhuhu :'
jonaris : SuLay? Bisa diatur :3
Guest : Kalo manggil cabe kan ga enak xD
Gabisalogin : Wadoh aku ga tau deh kalo ini hot atau ga. Kalo kurang hot tambahin bon cabe sajahhh \(*-*)/
Parklili : Baekhyun emang lebai dari kecil #ditabok #dikeroyok
exoo12 : Bisa diatur cinta (9*_*)9
Baeklinerbyun : Dia kan Bacon. Jadi perlu dicicipi enak atau ga #eh xD
nur991fah : ChanBaek cukup berdua xD
amandarizky03 : Kray hot *-* semoga ga gagal hot deh ya xD doain aja
Sorry sepertinya kelamaan update .-. Tadinya mau bikin Lay sama Baekhyun threesome masing-masing ._. tapi ChanBaek shipper pada demo, ga bolehin Baekhyun terbagi. Ciyee xD Hahaha ya sudah yang kebagia some-some Lay saja. Dengan siapapun itu rahasia. Pokoknya mengejutkan[?]
Oh toge ya? Hahaha xD Yang aku maksud toge itu Baekhyun. Ko bisa aku panggil toge? .-. Soalnya kalo liat fanart Baekhyun selalu ada pohon di kepalanya dan aku kalo nyebut itu pohon toge terus xD haahahaha sejarah toge nih xD
Sekian dari saya, maaf kalo tidak hot, kependekan, typo(s), keterlambatan update, cerita yang aneh dsb :3 semakin banyak review semakin semangat sayang menulis ff nya yeahhhh.
REVIEW PLEASE :3
