Trouble maker vs
Cast:
Lee Eunhyuk
Lee Donghae
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Kim Kangin
Leeteuk/ park Jungsoo
Kim Heechul
Tan Hangeng
Synopsis:
Cerita cinta di asrama khusus namja. Si troble maker, Hae dan si Mr. Perfect, Hyuk. Sama-sama terkenal di lingkungan sekolah. bagaimana kisahnya saat dua sifat bertolak belakang ini di pertemukan, setelah dua tahun hanya tahu tanpa bertemu secara langsung? Apakah mereka berdua tahan dengan sifat masing-masing?
Rate T, romantic, friendship, sedikit humor (maybe)
Warning: abal, AU, GJ, amburadul, aneh, BL/yaoi, OOC, EYD berterbaran, dsb
.
.
.
Nb:
Maaf sebelumnya, kalau menurut kalian ini seperti bbf atau meteor garden, atau hana yori dango atau apalah itu yang sejenisnya… tapi sungguh ini ndak bercerita seperti itu kok? Kalau memang menurut kalian cerita seperti ini sudah basi, saya hanya bisa bilang maaf karena saya tidak bermaksud seperti itu, maaf? tapi terserah kalian yang membaca? saya Cuma bisa pundung kalau begitu… saya lihat review untuk chap 2 ini kalau memang tidak bagus ya saya hapus saja, maaf sebelumnya….
Saya hanya ingin menularkan virus haehyuk saya, ndak lebih kok? T.T
Happy reading~~~
Chapter 2
Eunhyuk terus mengerucutkan bibir sambil menata barang-barangnya. Dia sangat kesal terbukti dari cara jalannya yang terus menghentak-hentak.
"heh berisik! Pelankan jalanmu, bodoh!" seru seseorang dari lantai bawah. Eunhyuk semakin kesal melihatnya.
#Eunhyuk pov
Ya tuhan, aku ingin berteriak! Apa lagi kesialan yang eungkau berikan hari ini padaku? Huwaaa kenapa aku harus satu kamar dengan orang menyebalkan seantreo jagat raya itu? Kenapa aku harus bertemu lagi dengan manusia sok berkuasa itu? Dan kenapa dia mengambil tempat tidurku? Kenapa, kenapa?
Dasar namja menyebalkan, tidak punya hati! namja berwajah ikan cucut! Argh…..! dengan seenaknya dia mengusirku keatas, dan membuang tasku dengan tidak berkeprimanusiaan. Sebal, sebal, sebal….! Lebih baik aku tidur digudang kalau begini.
Lee Donghae, trouble maker yang berhati iblis. Aku sekamar dengannya? Apa aku akan dapat meneruskan hidupku? Apa jangan-jangan nasibku akan sama seperti kisah-kisah kekerasan didalam novel? Mati dengan tidak sewajarnya? Lagipula kemana otak jeniusku ini? Kenapa tidak berfungsi disaat seperti ini? Kenapa aku tidak bisa mencari ide yang dapat membuatku keluar dari sini?
'clik' lampu padam, membuatku terperanjat kaget, aku melihat kebawah dan menemukan Donghae biang keladi dari masalah ini sedang berjalan kekasurnya.
"kenapa kau matikan lampunya? Aku belum selesai beres-beres" Donghae hanya melirikku lalu menyelimuti badannya. "aish… yaa! Kau dengar tidak sih aku bicara?"
"berisik! Tidurlah bodoh, atau kau mau tidur diluar?" katanya dengan wajah dingin. Omo… kenapa aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ya tuhan, sebenarnya rencana apa sih yang engkau berikan padaku?
Dengan hanya bisa berdoa dan pasrah, aku berjalan ketempat tidur dan mulai memejamkan mata. Dalam hati aku masih berharap bahwa ini semua hanyalah mimpi.
…haehyuk…
Aku terbangun saat sinar matahari menembus gorden kamar. Dengan enggan aku duduk ditepi ranjang sambil mengusap mata. Aku melirik kebawah. Huh… ternyata si trouble maker masih tidur! wajar sih, dari tampangnya saja menunjukkan seberapa malasnya dia. Lihat bahkan ruangan bawah tampak berantakan dengan semua baju dan barang-barangnya yang dibiarkan berserakan. Apa ini yang diidolakan para siswa? Benar-benar tidak berguna!
Aku langsung mengambil handuk dan melangkah dengan perlahan kekamar mandi. Aku lakukan ini hanya karena tidak mau berurusan dengan si pembuat masalah pagi-pagi seperti ini.
Beberapa menit kemudian, aku sudah siap. Dengan seragam dan tasku. Hanya tinggal memakai sepatu di luar. Aku menuruni tangga, melihat seorang manusia yang masih tertidur di tempatnya. Ini anak niat sekolah atau tidak sih? Sudah hampir jam 7, dia masih tidur nyenyak ditempatnya. Apa sehari-hari dia memang selalu seperti itu? Dikelas pasti dia sering telat? Huuh bukan urusanku, toh siapa dia? Dia hanya perusak hidupku yang tenang. Aku meliriknya sekilas dan berjalan pergi.
Aku berdiri di depan kelas XII A 1. Kelas baruku yang tidak ada Sungmin, Heechul dan Leeteuk. Pasti aku akan kesepian disini? ingat! Merekalah satu-satunya temanku. Semua siswa disini menganggapku membosankan dan kutu buku. Tidak mungkin ada yang mau bergaul denganku. Aku berjalan masuk, tuh kan semuanya langsung diam. Karena takut aku hanya berjalan tanpa memandang sekitar. Untunglah, bangku pojok paling belakang belum ada penghuninya. Lebih baik aku cepat kesana sebelum ada yang menempati.
"waaa sepertinya kelas kita akan menjadi kelas teladan tahun ini?"
"kok bisa?"
"tentu saja! Lihatlah, si mr. perfect kebanggaan sekolah ada disini"
"huh dia itu hanya anak culun! Apa yang kau harapkan darinya?"
"bisa kita manfaatkan untuk jadi pesuruh, hahaha" aku hanya bisa diam mendengar hal itu. Selalu saja, apa karena kacamataku ini aku dibilang culun? Atau hanya karena aku suka berada diperpustakaan dan tidak pernah telat masuk kelas? Atau karena aku tidak pernah tahu gossip dan berita terpopuler anak remaja? Apa karena aku tidak bisa mengikuti gaya mereka. Seharusnya mereka tahu dan sadar bahwa setiap orang pasti tidak sama. Dan tidak selalu berada dalam keluarga yang serba kecukupan.
Aku juga mau mengubah penampilanku, jika aku ingin aku juga bisa pergi ke club seperti mereka dan menghabiskan uang orang tua. Tapi aku sadar, aku bukan dari keluarga mampu. Bagaimana orang tuaku nanti jika aku mengikuti gaya teman-temanku? Mereka sudah bekerja keras demi aku, dan aku anak tertua yang sangat diharapkan.
Aku menoleh saat mendengar ribut-ribut di bangku sampingku.
"huwaaa~ apa tuhan sedang baik pada kita? Lihatlah itu Hangeng sunbe"
"nde itu Hangeng! Seperti mimpi kita satu kelas dengan salah satu pangeran sekolah"
"katanya Hangeng gege itu yang paling baik, aku mau meminta tanda tanganya sepulang sekolah"
"aduh! Pulang sekolah kelamaan, waktu istirahat saja" aku menatap satu namja yang duduk di barisan nomor 3 tidak jauh dari bangkuku. Namja itu sedang membaca buku tanpa memperdulikan bisikan di sekitarnya. Sudahlah, lebih baik aku juga ikut membaca buku. Daripada mengikuti namja-namja labil ini. Huuh sangat tidak berguna!
Aku menoleh saat merasakan tepukan dipundakku. Aku mendapati Leeteuk tengah tersenyum menampakkan lesung pipitnya yang cantik.
"Eeteuk?"
"hehehe ternyata kita satu kelas Hyukkie? Ah~syukurlah" Leeteuk menaruh tasnya disampingku dan duduk dibangkunya. Aku juga sangat bersyukur, masih ada Leeteuk disini. "oh iya bagaimana dengan roommatemu yang baru Hyukkie?" aku terdiam dan kembali mengingat si namja menyebalkan yang dengan gampangnya membuatku kesal.
"kau sendiri?"
"aku sekamar dengan namja baik dan suka sekali memasak! Tadi pagi saja dia membuatkanku roti panggang dan telur mata sapi yang sangat enak, namanya Kim Ryeowook"
"sepertinya kau senang sekali?" tanyaku dengan sedikit nada kecemburuan. Bagaimanapun juga Leeteuk sudah menjadi roommateku selama 2 tahun. Leeteuk yang tahu segera merangkulku.
"Hyukkie tidak ada yang bisa mengalahkan kesenanganku saat sekamar denganmu? Kau yang cerewet, bawel, suka menyuruh orang belajar, cengeng dan penakut! Siapa yang bisa melupakan itu?"
"Eeteuk, jangan keras-keras nanti kalau ada yang dengar aku bisa malu?"
"hehehe ya biar ada yang dengar, supaya mereka tahu bahwa sahabatku ini tidak seperti yang mereka kira" Leeteuk menggosok rambutku, membuatku mengerucutkan bibir kesal. "oh iya, kau belum jawab! Siapa roommatemu dan seperti apa dia?"
"dia… dia adalah…." Aku menggigit bibir bawah. Aku tidak tahu apa yang akan dikatakan Leeteuk setelah tahu kesialan yang aku dapatkan.
"siapa?"
"d-dia… dia…" belum sempat aku berbicara, pintu kelas terbuka dengan tidak elitnya. Semua memandang ke sana termasuk aku dan Leeteuk. Mataku membulat seketika. Tuhan~ jangan kau berikan kesialan lagi padaku? Jangan biarkan iblis yang merusak kehidupanku dikamar asrama, muncul juga di kelas. Aku mohon tuhan~~~
Oh tidak sepertinya doaku tidak dikabulkan! Aku melihat Donghae berjalan dan duduk di sebelah Hangeng. Mereka tampak berbicara santai tanpa memerdulikan kehebohan fans-fans mereka. Donghae meletakkan tasnya di selorokan meja dan menatap sekeliling. jadi benar dia akan satu kelas denganku? Denganku? Tuhan~ bolehkah aku menangis dan berteriak sekarang?
Mata Donghae menemukanku. Seperti magnet yang membawaku juga ikut menatapnya. Sepertinya dia tampak sangat kesal, apa karena aku pergi tanpa membangunkannya? Tapi salahnya sendiri yang terlalu nyenyak. Huwaaa tuhan bagaimana ini? Apa ini firasatku saja atau akan ada hal buruk setelah ini. Dia menyeringai dan kembali mengobrol dengan Hangeng. Aku menelan ludah takut, merasakan keringat yang tiba-tiba membanjiri tubuhku.
"Hyukkie kenapa?"
"ah tidak, tidak apa-apa" setelah itu aku hanya diam, sambil menatap kedepan karena guru sudah datang.
#Eunhyuk pov end
_skip time_
Bel tanda istirah berbunyi. Para siswa pergi dari kelas. Begitupun Eunhyuk dan Leeteuk yang pergi mencari Heechul dan Sungmin yang katanya juga satu kelas. Eunhyuk berjalan dibelakang Leeteuk sambil menunduk, dia menoleh saat mendengar suara deheman yang datang dari seorang namja tampan. Namja yang dari tadi duduk melipat tangan sambil terus menatapnya. Eunhyuk yang langsung takut memilih berjalan mendahulu Leeteuk, membuat Leeteuk berlari mengejarnya. Namja tampan yang tidak lain adalah Donghae itu sedikit mengangkat bibirnya melihat kelakuan Eunhyuk.
"kau mengenalnya?" tanya Hangeng setelah lama terdiam melihat tingkah Eunhyuk dan Donghae. Donghae mengangguk tanpa mengalihkan tatapannya dari pintu. "oh~ hanya penglihatanku saja atau seorang Lee Donghae sedang tertarik saat ini?"
"dia berbeda, dan sangat unik! Sepertinya aku tidak akan bosan bermain dengannya" kedua orang itu mengalihkan tatapan saat mendapati dua namja yang masuk dari pintu belakang duduk dihadapan mereka.
"kalian tahu, aku memergoki Kyuhyun tidak melihat pspnya tadi" kata Kangin sambil mendekatkan wajahnya diantara Donghae dan Hangeng. Kyuhyun yang sedang bermain psp berdecak kesal.
"hah benarkah? Cho Kyuhyun tidak melihat psp? Ini berita heboh" kata Hangeng sambil menatap Kyuhyun tidak percaya.
"tentu saja heboh! Kyuhyun kan tidak akan membiarkan permainannya game over! Tapi tadi hanya karena satu namja dia melakukan hal itu"
"ck, yaa! Berhentilah berbicara raccoon! Atau kau mau psp ini menyumpal mulut embermu?!"
"hahaha sabar Kyuhyun! Memang kenyataannya seperti itu kan?"
"ck, bukan urusan kalian"
"wah wah~ sepertinya dua teman kita mengalami nasib yang sama Kangin"
"sama? Donghae juga"
"iya, si trouble maker ini tersenyum hanya karena satu namja"
"wow? Apakah dunia ini akan hancur sebentar lagi"
"berisik, diamlah!" seru Donghae dan Kyuhyun bersamaan.
Di tempat lain. Kantin dengan bangku dekat jendela. Tampak empat namja cantik sedang duduk menikmati makanan sambil mengobrol.
"seperti apa roommatemu bebek?" tanya namja yang suka sekali menganti nama orang, Kim Heechul.
"dia baik dan sangat manis! Juga pandai masak dan ramah, namanya kim Ryeowook"
"wow sepertinya kau sangat beruntung!"
"hehehe tentu saja! Jadi aku tidak perlu repot-repot memasak"
"kalau kau Minie?"
"aku satu kamar dengan asisten ketua osis, Kim Kibum" kata Sungmin sambil menyeruput strawberry shakenya. "dia pendiam dan tidak suka diganggu jika sedang melakukan suatu hal"
"tidak enak dong!" celutuk Leeteuk, membuat Heechul dan Eunhyuk mengangguk.
"memang, tapi kalian jangan salah! sebenarnya dia baik… hanya mungkin terlalu tertutup"
"yah~ tapi masih enak bersamaku kan?" sindir Heechul yang sukses membuat Sungmin menggaruk belakang kepala sambil mengangguk.
"kalau hyung sendiri, siapa roommatemu?"
"roommateku? Salah satu F4 yang sekelas dengan Hyuk dan Teuki"
"oh jangan bilang kau bersama dengan Donghae?"
"siapa Donghae?" tanya Sungmin sambil memiringkan kepala.
"haduh? Itu loh Minie, ketua F4! Si trouble maker~ kutukan dewa kalau sampai satu kamar denganya" kata Leeteuk yang sukses membuat Eunhyuk menunduk sambil mengingit bibir bawahnya.
"bukan! Mana mau aku dengan namja berwajah mirip ikan itu! Roomateku adalah Tan Hangeng"
"mwo?" ketiga namja itu membulatkan mata.
"kau sekamar dengan namja yang katanya berhati malaikat itu?" tanya Leeteuk.
"aku pernah dengar banyak siswa menyebut Hangeng itu pangeran dari china" kata Sungmin menambahi.
"ini sungguhan Heechul?" tanya Eunhyuk tidak percaya. Beruntungnya Heechul dapat sekamar dengan orang yang dia benci, oh atau dibalik menjadi suka? kata Eunhyuk dalam hati.
"Eum… kabar itu benar sih? Dia memang baik, tapi aku tidak suka! dia terlalu mengalah dan suka mencari muka! Huuuh"
"benarkah kau tidak suka?" tanya Eunhyuk yang sukses mendapat hadiah deathglare dari si primadona.
"jangan cari gara-gara padaku monyet! Atau makan siang hari ini aku tidak mentraktirmu"
"hehehe just kidding" kata Eunhyuk sambil tersenyum lima jari.
"nah roommatemu sendiri siapa?"
"iya, Hyukkie belum menjawab pertanyaanku tentang hal ini tadi"
"oh, eum… i-itu…" Eunhyuk menggigit bibir bawahnya. Bingung memilih menjawab jujur atau bohong. Tapi kalau mereka sampai tahu, dia bisa jamin Heechul akan mengatai dan mentertawakannya sampai sakit perut, Leeteuk akan mendoakan dan menyumpahkannya, kalau Sungmin, entahlah! Temannya yang satu ini sedikit tidak nyambung jika menyangkut masalah f4 karena dia tukang tidur sehingga tidak tahu apa-apa.
'Teeeettt! Sekarang pukul satu siang, silahkan memasuki kelas' bunyi bel itu menjadi hadiah yang indah bagi Eunhyuk. Dia langsung menatap teman-temannya sambil tersenyum tanpa dosa.
"sudah bel masuk! Ayo cepat keburu terlambat" Eunhyuk segera melesat pergi, Leeteuk berlari mengejarnya. Sungmin melihat Heechul yang dari tadi diam ditempatnya.
"ada apa hyung?"
"sepertinya si monyet sedang merahasiakan sesuatu" kata Heechul sambil menyeringai setan.
…haehyuk…
Dikelas XII A 3, para siswa sedang mendengarkan guru didepan kelas. Hanya dua orang yang tidak mendengarkan sang guru yang terkenal killer itu. Yang pertama namja imut bersurai blonde yang sedang tertidur dengan tangan kiri sebagai bantal, namja yang satu lagi sedang bermain psp tanpa rasa takut. Namja yang sedang duduk sendirian sebut saja Kyuhyun karena Kangin, teman sebangkunya yang lebih memilih bolos itu, sekarang menggunakan kesempatan kesendiriannya untuk melirik si namja imut yang tengah tertidur dengan bibir m tipisnya yang bergerak-gerak. Entah ada angin dari mana, Kyuhyun yang terkenal namja cool dan sang gamer sejati yang tidak pernah peduli pada orang lain itu tersenyum. Untung saja semua siswa sedang focus pada papan tulis kalau tidak bisa dijamin akan ada pingsan bersama dikelas itu.
Sang guru yang mengetahui salah satu muridnya sedang asik tertidur langsung memanggilnya.
"LEE SUNGMIN!" teriak sang guru, Kyuhyun melirik guru itu dan kembali menatap sang namja imut yang berusaha dibangunkan oleh teman sebangkunya yang sangat cantik, Kim Heechul.
"nde songsaenim?" Sungmin berdiri sambil mengusap bibirnya. Membuat seisi kelas tertawa hanya Kyuhyun yang tetap menatap namja bersurai blonde itu dalam diam.
"setiap pelajaran saya kamu selalu tertidur? apa kamu sudah merasa pintar? Nah ini kerjakan soal dipapan tulis sekarang"
"mwo? sa-saya tidak mengerti, mianhamnidha songsaenim"
"sebagai hukumannya, bersihkan toilet dilantai atas sekalian gudangnya! Dan kerjakan tugas halaman 13,17,18 semua tanpa terkecuali besok dikumpulkan"
"n-nde songsaenim" Sungmin menghembuskan napas berat dan berjalan keluar kelas. Heechul menggeleng melihat kelakuan Sungmin yang memang selalu dihukum Karena kasus yang sama. Sang guru kembali menerangkan. Entah kenapa, Kyuhyun meletakkan pspnya didalam tas dan berjalan pergi meninggalkan kelas tanpa memperdulikan sang guru yang terus memanggilnya.
Di tempat lain, tepatnya kelas XII A 1. Sedang ada pelajaran bahasa inggris. Pelajaran yang sangat Eunhyuk benci. Namja manis ini terus menggembungkan pipinya karena bosan. Tidak ada yang tahu kelakuan Eunhyuk ini, hanya Donghae yang sejak tadi menatapnya secara diam-diam.
"DONGHAE! LEE DONGHAE!" teriak sang songsaenim. Hangeng menyenggol bahu si namja tampan. Membuatnya menatap sang guru sambil berdecak kesal. "bagaimana anda bisa menerima pelajaran yang saya berikan jika tidak anda dengarkan? Sekarang kerjakan soal di papan tulis ini, ayo kerjakan" terdengar bisik-bisik dari beberapa siswa. Donghae yang terkenal selalu menolak itu entah setan dari mana berjalan ke depan kelas. Dengan gampannya namja tampan ini menulis jawaban dari pertanyaan sang guru, membuat semua siswa termasuk guru itu diam. Eunhyuk pun menatap Donghae dengan pandangan tidak percaya. Donghae membalik badannya, dan menatap sang guru.
"you know, it's so easy" setelah mengatakan itu Donghae berjalan kembali kebangkunya, sebelum itu dia menyeringai sambil melirik Eunhyuk yang langsung menunduk.
…haehyuk…
Bel pulang sekolah berbunyi. Di lantai atas, tampak Sungmin yang tertidur dengan kepala terjatuh kesamping. Sepertinya si namja imut ini kecapekan setelah membersihkan toilet dan gudang yang tidak bisa dibilang sempit itu. Tidak lama kemudian dari luar masuk namja tinggi berkulit pucat. Namja yang dari tadi memperhatikan Sungmin itu berjalan mendekat dan melihat wajah imut Sungmin saat tertidur.
"kau sungguh menarik" kata namja pemilik surai ikal berwarna coklat itu. Dia berdecak dan menggaruk dahinya. "apa yang aku katakan? Ada apa denganmu Cho Kyuhyun?" namja yang ternyata adalah Kyuhyun itu kaget saat mendapati mata milik si namja imut terbuka. Mata bulat itu mengerjap dan menatap Kyuhyun yang memang ada didepannya sekarang.
"mianhamnidha" kata Sungmin sambil membungkukkan badan. "kenapa anda berada didepan saya?" tanyanya dengan kepala miring, membuat kadar keimutnya bertambah.
"oh ti-tidak! A-aku hanya… hanya ingin ketoilet dan melihatmu tertidur disini" kata Kyuhyun yang tiba-tiba menjadi kikuk.
"benarkah? Oh mian, apa saya menganggu anda? kebiasaan buruk saya tidak bisa hilang, mianhae"
"kalau kau ingin tidur seharusnya cari tempat yang enak! Apa lehermu tidak sakit jika seperti itu?"
"hehehe sudah biasa, jadi tidak sakit" kata Sungmin sambil tersenyum menggaruk belakang kepala. Dia melihat kejendela, mengetahui langit yang sudah berubah warna membuatnya membulatkan mata. "omo sudah jam berapa ini?"
"jam 5 sore" jawab Kyuhyun sambil menunjukkan jam digital yang terpasang dipergelangan tanganya. Sungmin langsung mengambil tasnya dan berjalan keluar, sebelum itu dia membungkuk pada Kyuhyun.
"mianhamnida, dan gomawo sudah membangunkan saya" Sungmin berlari meninggalkan Kyuhyun yang terpaku ditempatnya. Namja tinggi ini tersenyum sambil melipat tangan didepan dada.
"bahkan dia namja yang sangat sopan"
Di tempat lain, kamar asrama nomor 3033, Donghae baru keluar dari kamar mandi. Dia melirik keatas, yang masih kosong. Namja berdada bidang itu mengerutkan alis sambil bertanya dalam hati kemana perginya si namja berkacamata kuda itu. Donghae sedang memilih baju yang akan dikenakannya, tiba-tiba dia mendengar suara pintu diketuk. Dengan malas si namja membuka pintu itu dan menemukan satpam yang menyodorkan sebuah kotak.
"dari keluarga tuan Lee Eunhyuk, mianhamnida mengganggu? Permisi" satpam itu langsung berjalan pergi menyisahkan Donghae yang terdiam ditempatnya. Setelah itu namja tampan ini berdecak kesal.
"aish satpam sialan! Dia kira aku apa, main taruh barang sembarangan! Tidak pernah tahu rasanya dipecat apa? owh… sepertinya dia satpam baru! Awas saja" Donghae masuk sambil membanting pintunya menggunakan kaki. Dia membuang kotak itu lalu duduk ditempat tidurnya. Donghae asik bermain dengan handphone hitamnya sebelum terdengar bisikan yang membuatnya melirik kotak itu. Dia kembali menyibukkan diri, tapi selalu saja rasa penasaran mengalahkan segalanya. Donghae kembali menatap kotak berbungkus kertas kuning bergambar pisang itu.
"apa isi kotak itu? Mencurigakan? Oh siapa tahu si mr. perfect sebenarnya hanya namja yadong yang suka mengoleksi blue film! Atau dia teroris yang sedang membuat rencana meledakkan sekolah ini" kata Donghae pelan sambil berjalan mendekati kotak. "untuk pengamanan aku harus membukanya! Tidak ada salahnya kan? ini untuk keselamatan orang banyak" ucap Donghae sambil tersenyum tanpa dosa. Dia membuka kardus itu, menemukan sekotak penuh susu strawberry, diluarnya bertuliskan…
'ini untuk monyet kecil dan termanis, eomma ^^' Donghae mengerutkan alis membaca pesan itu. Setelahnya dia menemukan krim kaki dan sabun 'cucilah kakimu sebelum tidur! eomma mendapat uang arisan jadi kau tidak usah khawatir? Krim itu juga digunakan, nde? Jangan sampai masalah bau kaki itu muncul lagi T.T' Donghae tidak bisa menghentikan tawanya saat membaca pesan itu. Dia sampai membutuhkan beberapa menit untuk berhenti. Setelahnya dia melihat setandan pisang yang juga ada memo diatasnya.
'ini hasil pisang yang kau tanam! Appa ambil untuk dijual dan sisanya appa berikan untukmu! Kau anak yang sangat membanggakan' Donghae tersenyum membaca pesan pendek itu. Dia menemukan kalung salib dengan memo bergambar dan tulisan sedikit berantakan.
'ini untuk hyung! dari celengan Taemin sendiri lo? jangan jadi penakut lagi nde? Taemin tidak suka melihat hyung menangis, sudah besar tapi tetap saja cenggeng, memalukan! Taemin sayang hyung, bogosipeso ^^' Donghae kembali tertawa melihat ini. Setelahnya dia menemukan barang terakhir seperti sebuah buku album kecil. Dengan rasa ingin tahu tinggi Donghae membuka album itu. Melihat Eunhyuk berfoto bersama keluarganya. Terakhir, foto yang membuat mata Donghae terbelalak. Foto masa kecil Eunhyuk sedang menggunakan baju tradisional korea. Tapi baju itu, entah sengaja atau tidak Eunhyuk mengenakan milik perempuan dengan rambut kuncir dua dan tempelan merah bulat di kedua pipinya. Namja itu sedang tersenyum menunjukkan gummy smilenya. Terlihat sangat manis dan imut, membuat Donghae sepersekian detik tersenyum lembut. Yang membuatnya tertawa terbahak-bahak adalah pesan yang tertulis di bawah foto.
'si myeolchi, alias monyet penyuka pisang dan susu strawberry, si cenggeng yang sok tegar! Penakut yang suka berteriak dan menangis! Suka kebersihan tapi jorok! Kamu namja atau yeoja? Kyaaa kyeopta, cepat pulang dan berpose seperti itu lagi ya monyetku, eomma, appa dan Taeminnie sangat merindukanmu' Donghae terus tertawa sambil memegangi perutnya, dia sampai tidak menyadari seorang namja masuk kekamar. Namja itu langsung membulatkan mata melihat Donghae duduk di depan sebuah kardus yang sangat dihapalkanya.
"APA YANG KAU LAKUKAN?!" teriak Eunhyuk yang membuat Donghae menatapnya sambil mencoba mengentikan tawa. "MWO? YAA, INI KAN BARANG-BARANGKU?"
"siapa yang bilang ini barang orang gila"
"aish, kenapa kau membukanya?"
"aku hanya penasaran pada isinya, lagipula kotak itu mencurigakan! Aku tidak mau sampai benda-benda berbahaya masuk kekamar"
"kau…"geram Eunhyuk yang mendapat tatapan polos dari Donghae.
"wae? Apa aku salah? Kau berani menyalahkanku, eum~ monyet kecil" Donghae menyeringai sambil memperlihatkan foto masa kecil Eunhyuk. Membuat namja manis ini membulatkan mata.
"foto itu?"
"eum… foto si mr. perfect! Apa ya tanggapan orang-orang jika tahu bahwa siswa teladan disekolah bisa berpose seperti ini"
"yaa! Kembalikan foto itu!" teriak Eunhyuk, Donghae menggeleng sebagai balasan. "berikan foto itu aku bilang" Eunhyuk mencoba mengambil foto itu dari Donghae. Donghae dengan gesit terus mengelak membuat si namja manis bertambah kesal. Mereka terus memperebutkan foto itu sampai akhirnya kaki Donghae terpeleset oleh salah satu bajunya yang berserakan dilantai. Eunhyuk yang ada didepanya juga ikut terjatuh.
Donghae membuka mata dan menemukan Eunhyuk berada diatasnya dengan wajah yang hampir bersentuhan. Kacamata si namja manis jatuh entah kemana, membuat Donghae dapat melihat bulu mata lentik itu dengan jelas. Eunhyuk membuka mata, dan refleks mata mereka bertemu selama beberapa detik. Menyelami keindahan masing-masing membuat hati mereka berdesir aneh.
Donghae yang lebih dulu tersadar, dia meniup wajah Eunhyuk membuat si namja manis berdiri. Eunhyuk langsung mengambil kacamatanya lalu menatap Donghae yang tengah berdiri sambil menggoyang-goyangkan foto itu.
"Aku mohon kembalikan fotonya"
"kau kira aku sebodoh itu? Semua tidak ada yang gratis"
"apa yang kau mau? Uang?"
"heh aku bahkan bisa membeli pulau beserta penduduknya dengan uang yang aku punya! jadi buat apa aku minta uang dari namja miskin sepertimu" jawab Donghae santai membuat Eunhyuk berdecak kesal. Tapi mengingat harga dirinya ada ditangan Donghae dia buru-buru meredakan emosinya.
"lalu apa?"
"eum… bagaimana kalau kau menjadi budakku sampai acara kelulusan"
"MWO?"
"kau harus menuruti semua yang aku suruh! Setiap pagi kau harus membangunkanku, menyiapkan keperluan sekolah dan memasak! Kebersihan kamar ini kau juga yang harus menanggungnya! Karena aku tidak suka ada petugas pembersih yang masuk kesini" kata Donghae santai, tidak memperdulikan wajah cengo Eunhyuk. "apapun urusanmu, kau harus mendulukanku! Aku akan memberikan keringanan saat ujian saja, aku baik bukan?"
"kau gila! Aku tidak mau"
"ya kalau kau tidak mau, siap-siap menjadi lebih terkenal disekolah ini! Atau diseluruh Seoul! Murid teladan di SM high school ternyata pernah berpakaian perempuan dan memiliki wajah imut, suka makan pisang serta susu strawberry" Donghae menyeringai melihat wajah bimbang Eunhyuk. Sebenarnya dia tidak peduli dengan cap mr. perfectnya yang akan hilang toh dia tidak menyukainya. Tapi bagaimana tanggapan semua guru dan murid jika tahu hal ini. Dia akan dipermalukan dan mungkin, dia tidak akan menemukan kelas tiga yang tenang jika hal ini sampai terjadi.
Eunhyuk kembali menatap Donghae lalu mengangguk ragu. "apa yang kau lakukan?" tanya Donghae dengan satu alis terangkat.
"jelas-jelas aku mengangguk. Masih kau tanyakan!"
"benarkah? Aku tidak melihatnya seperti itu! Aku belum mendengar kau berkata setuju"
"aish… aku setuju" geram Eunhyuk.
"apa?" Donghae berlagak sok tuli membuat Eunhyuk sangat kesal. Tapi untungnya si namja manis masih bisa mengontrol emosi.
"aku setuju! Aku akan menjadi budakmu sampai acara kelulusan tuan muda Lee Donghae! puas!?"
"deal kalau begitu"
"jadi sekarang kembalikan fotoku"
"hah? Are you kidding me somethink? Aku bukan orang idiot yang akan dengan mudah kau bodohi! Foto ini akan aku bawa sampai acara kelulusan" Donghae menaruh foto itu disaku celananya lalu berjalan pergi. Menyisahkan Eunhyuk yang terdiam ditempatnya. "oh aku lupa! Kau mulai berkerja besok, jadi jangan mengecewakan, kalau tidak? Kau akan tahu sendiri apa akibatnya, myeolchi~"
.
.TBC
.
Saia pundung beberapa hari karena melihat coment ff saia padahal Cuma satu coment yang sedikit ndak enak tapi emang dasarnya saia si penggalau jadi malah berkepanjangan.
Mianhae sebelumnya, seperti yang sudah saia tulis diatas kalau tidak berkenan ya saia hapus saja ff ini, tapi kalau masih ada yang berkenan saia sangat mengucapkan terimakasih
Saia berdoa semoga review untuk ff ini bagus seperti 17 review lain yang buat saia tidak bisa tidur karena terus tersenyum gj hehehe
Gomawo untuk: reiasia95, dekdes, Hein-Zhouhee1015, miss chocoffee, ranigaem1, eunhaejr, novapolariself, luviana riati 5, brigitta bukan brigittiw, abilhikmah, ratu kyuhae, ururubaek, ahra, cho jisun, jiae-haehyuk, isroie106, reezuu608 gomawo ^^
Balas-balas review:
Reiasia95: iya ini uda dilanjut, gomawo semangatnya ya?
Dekdes: kyaaa beneran seru? Gomawo reviewnya
Hein-Zhouhee1015: sebenarnya dari lubuk hati saia yang paling dalam, saia khem… saia khem juga pengen liat si eomma bugil #hadeh apa'an coba? Gomawo reviewnya
Miss chocoffee: hahaha kayak perang dunia kedua chingu, hahaha ^^ ini uda dilanjut, gomawo reviewnya
Ranigaem1: hahaha waaa bagus ta chingu? Kyaaa gomawo reviewnya
Eunhaejr: iya ini uda dilanjut, saia bakalan bikin yang tampah buat penasaran muehehehe gomawo reviewnya
Novapolariself: hahaha nde saia akan berusaha bikin tambah seru chingu ^^ Hae itu walaupun kejam tapi tetep ganteng jadi ndak masalah, hehehe gomawo reviewnya
Luviana riati5: iya ini uda dilanjut gomawo reviewnya
Brigitta bukan brigittiw: ini uda dilanjut, waaaa ya begitulah chingu! Yang satu pengen jadiin satunya budak, yang satu pengen lepas dari jeratan? Hadeh sama-sama pusing, gomawo reviewnya chingu
Abilhikmah: gomawo reviewnya
Ratu kyuhae: hehehe seru? Beneran, gomawo chingu? Nde itu uda dibuka dikit bagian kyuminnya? Uda dilanjut lo? Gomawo reviewnya
Ururubaek: nde ^^ ini uda dilanjut gomawo reviewnya
Guest: maaf chingu saia Cuma ngambil nama F4nya saja… saia ndak ngambil cerita bbf atau meteor garden atau apalah itu? Mungkin kalau chingu merasa ini kembar dengan meteor garden atau bbf itu mungkin kesalahan saia, dan kalau chingu merasa ini ff basi saia benar-benar minta maaf, dan mungkin saia memang belum ahli membuat ff seperti halnya author yang lain… maaf membuat chingu kecewa
Ahra: ini uda dilanjut chingu, hihi hae beruntung banget dah uda pernah liat hyuk bugil hehehe gomawo reviewnya ya?
Cho jisun: annyeong chingu… waaa benarkah keren? Iya ini uda dilanjut lo chingu~ hahaha nde, chingu uda mau review dan suruh saia lanjut itu sudah beharga banget, gomawo reviewnya nde?
Jiae-haehyuk: hihihi kalau urusan jatuh cinta masih lama chingu~ belum juga teman-temannya hehehe, gomawo reviewnya ya? ini uda dilanjut
Isroie106: ini uda dilanjut chingu… dan jreng-jreng nasib hyukma harus mau jadi pesuruh haepa hadeh…. Gomawo reviewnya
Reezuu608: hahaha itu hadiah perkenalan chingu wkwkwkw, gomawo reviewnya nde? Ini uda dilanjut lo?
.
.akhir kata see you next chap
