STORY BY YURIKO REI


DISCLAIMER : PAK DHE OM REI ALIAS OM MK (Rei ngaku2 nih)

WARNING : TYPO(s) BERTEBARAN, EYD (males ngedit), PENULISAN AMBURADUL, GARING, GAJE, DLL

.

DON'T LIKE DON'T READ

YANG TIDAK SUKA, SILAHKAN TEKAN TOMBOL BACK :D

.

.

HAPPY READING ^^

(UNTUK YANG PERNAH BACA FIC INI DI GRUP, JANGAN KHAWATIR, KARENA ALUR DAN SEKENARIO AKAN REI UBAH MULAI DARI CHAP INI ^^)


Mobil sedan putih itu berhenti di sebuah pekarangan rumah besar nan mewah. Dengan malas, Naruto turun dari mobilnya, diikuti Hinata yang dengan semangat mengikuti jejak Naruto untuk turun dari mobil yang tergolong mewah itu.

"kyaaa! Calon menantu ku akhirnya datang juga" Mikoto yang tadinya sedang membersihkan meja langsung meninggalkan pekerjaannya dan berlari memeluk Hinata.

"Mama! Apa kabar?" tanya Hinata sambil kelabakan mencari sela untuknya bernafas.

Kushina menguraikan pelukannya, namun tangannya masih berpegang pada pundak Hinata "tentu saja mama baik"

Naruto dengan tampang malasnya berjalan menaiki anak tangga satu persatu. Bermaksud pergi memasuki kamarnya, sungguh ia sangat pening hari ini gara-gara kena omel dari kepala sekolah yang tak lain neneknya sendiri, belum lagi bertumpuk tugas yang Asuma sensei berikan karena lupa mengerjakan PR. Jika begini, ia bisa semakin kurus karenanya.

Hinata yang mengetahui Naruto menaiki lantai atas, segera melepaskan diri dari Kushina dan langsung ikut berlari mengikuti jejak Naruto.

Pemuda berkulit tan itu membalikkan badannya saat mendengar derap langkah kaki yang terdengar menaiki tangga. "hm? Mau kemana kamu?"

"ikut enchan" ucap Hinata polos.

Naruto menyeringai jahil "aku mau ganti baju. Kamu mau ikut hm? Sekalian kita ganti bareng?"

"tidak tidak, lanjutkan lanjutkan" Hinata mengibas-ngibaskan kedua tangannya, menyuruh Naruto untuk melanjutkan perjalanannya ke kamar tercinta. Ia segera berbalik dan menuruni anak tangga itu dengan cepat.

….HYUUGA AMATIRAN…..

story by Yuriko Rei

"Baka Aniki! Dimana kau?" Sasuke berteriak jengkel, wajahnya memerah. Sungguh ia benar-benar marah kepada kakak jahannam nya itu.

Terlihat Itachi berjalan keluar dari arah dapur sambil membawa sebuah jus tomat segar, ia mendengus kesal merutuki kelakuan adiknya yang seenak jidatnya berteriak-teriak seperti Tarsan kesasar di padang rumput(?)

Emang ini hutan apa? Main teriak-teriak nggak jelas aja! Batin Itachi dongkol.

"ada apa?!"

"kamu kan yang nyaranin kaa-san agar aku tinggal di rumah Hikari-baasan selama kalian pergi ke Sydney?!" tanya Sasuke sarkratis.

Itachi menanggapi pertanyaan sekaligus bentakan Sasuke dengan santai. Bukannya langsung menjawab ia malah meraih segelas jus tomat segar yang sempat ia taruh di atas meja, dan lantas hal tersebut sukses membuat Sasuke naik darah akan kelakuan Nii-san bodoh nya itu.

BRAAAK

BYUUR

"arrrghh! Apa yang kau lakukan?!" Sasuke membersihkan bajunya yang basah karena kesengajaan Itachi yang menumpahkan minumannya di baju milik Sasuke.

Itachi kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda, yaitu minum jus kesukaan adiknya "kau mengagetkan ku otoutou. Belajarlah untuk bersikap sopan"

"masa bodo!" ujar Sasuke lalu berlalu pergi meninggalkan sang kakak yang sedang asyik menyeringai lebar, namun seringai itu langsung luntur dalam sekejap dan digatikan makian kasar saat sang adik dengan tiba-tiba membalikkan badannya dan mengambil jus dari tangan Itachi dengan gesit.

"BAKA OTOUTOU!"

…..HYUUGA AMATIRAN….

story by Yuriko Rei

Dan disinilah Sasuke akhirnya. Duduk hikmat dengan raut wajah kesal luar biasa.

'dasar keluarga sinting! Oke maksudku Itachi dan kedua orang tua ku yang aneh ini. Karena aku masih waras' batin Sasuke kesal, apa-apaan dengan orang tuanya ini? Meninggalkan anak setampan ia untuk tinggal dirumah orang yang tidak ia kenal, oke-oke sebenarnya ia sudah kenal Hiashi-jisan beserta keluarganya yang memang sahabat dekat Tou-sannya malahan sudah lama.

Tapikan ia juga anak mereka. Itachi saja boleh ikut kenapa dia tidak? ya ampun! Mereka suka sekali menelantarkannya.

Oh tunggu! Dan apa maksud mereka memberikan alasan kepada Hiashi-jisan kalau ia diungsikan atau lebih tepatnya tinggal disini dengan alasan kalau mereka tidak ingin meninggalkan ia sendiri karena takut akan pergaulan bebas? Demi Jashin dewa dari ajaran sesat HIDAN! Ia sudah besar, ia bisa mengurus diri sendiri yeah kecuali memasak. Hei! Itu lumrahkan? Diakan laki-laki. Lagi pula mereka hanya pergi beberapa minggu, hal itu tidak akan membuat Sasuke menjadi gelandangan yang meminta-minta uang atau makanan dijalanan. Paling ia hanya menghancurkan beberapa bagian rumah untuk berpesta ria merayakan kepergian keluarga tercintanya.

"bagaimana Hiashi-san?" tanya Fugaku.

'jangan mau, jangan mau, jangan mau. Bilang tidak bisa, tidak bisa, tidak bisa' do'a yang selalu di panjatkan Sasuke dalam hati agar sang kepala Hyuuga itu menolak permintaan Fugaku dimana jam-jam terakhirnya pergi meninggalkan Tokyo, bukan untuk selama-lamanya, hanya beberapa minggu saja. Maksimal tiga minggu lebih sedikit kok.

"baiklah, serahkan Sasuke kepada kami. Kalian tidak perlu khuwatir" ujar Hiashi pada akhirnya.

BLAAR

Bagaikan tersambar petir dengan listrik jutaan volt, jantungnya seakan berhenti berdetak memompa darah dalam tubuhnya. Oke-oke, ini terlalu dramatisir. ia hanya terkejut mendengar ucapan dari ayah Hyuuga Hinata itu.

'damn! Sialan kau Jashin! Kau tidak mengabulkan do'aku hah?!' maki Sasuke dalam hati. Mana mungkin dewa Jashin mau mendengarkan do'anya, itu hanya ajaran sesat dari teman anikinya yang sesat yang mengajarkan ajaran sesat kepada Sasuke agar mengikuti ajaran sesatnya dan menjadikan Sasuke sesat karena ajaran sesatnya sehinnga pada akhirnya membut Sasuke ikut sesat karenanya-abaikan itu-.

"arigatou gozaimasu Hiashi-kun dan Hikari-chan! Maaf, Kami selalu merepotkan kalian" wanita paruh baya itu membungkukkan sedikit badannya, sebagai ucapan terimakasih kepada keluarga Hyuuga itu yang dengan senang hati membantu keluarganya.

"ah, tidak masalah, kita kan sudah seperti saudara"

"lagi pulakan, supaya Sasuke-kun bisa lebih mengakrabkan diri dengan Hinata" lanjut Hikari.

Sasuke terbelalak, mata onyx nya membulat sempurna 'wuuaat? Apa-apaan yang mereka bicarakan itu? mengakrabkan diri uh? Jangan terlalu berharap'

Itachi tersenyum setan melihat ekspresi dedek tercintanya itu, dalam hati ia bersorak meriah. Mungkin setelah ini, ia akan menggelar sebuah party bersama teman-teman geng nistanya yang tak lain bernama akatsuki.

"jadi, kapan Sasuke mulai tinggal?"

…HYUUGA AMATIRAN…..

story by Yuriko Rei

Mentari mulai terbit dari ufuk timur, cahaya terangnya mulai menyusup di balik celah-celah ruangan untuk membangunkan manusia-manusia yang masih terlelap tidur.

Dengan perlahan, Hinata mulai membuka kelopak matanya, mengerjab-ngerjabkannya, berusaha menyesuaikan terangnya cahaya yang memantul ke mata pucatnya.

Ia pun bangkit dari tidurnya, mendudukkan dirinya diatas kasur yang penuh akan kehangatan itu. segera ia menyibakkan selimutnya, berjalan menuju kamar mandi yang berada di ujung ruangan besar itu.

.

.

Setelah menjalani rutinitas paginya, iapun beranjak menuruni satu persatu anak tangga yang akan membawanya ke sebuah ruangan luas tanpa sekat, Ruang makan.

"kaa-chan! Tou—" kalimatnya terpotong, mata pearlnya terbelalak lebar.

Mari kita tengok ke arah yang membuat Gadis Hyuuga itu terbelalak.

Seorang pemuda berambut raven sedang menyeringai ke arahnya, sungguh seringai yang menurut Hinata sangat menyebalkan. Pancaran matanya seakan memberi isyarat akan kemenangan atas sebuah permainan. Tubuh jangkungnya berdiri tegap disamping sebuah meja berukuran besar, menggeser sebuah kursi, iapun mendudukkan dirinya dengan bibir yang masih menampakkan seringai lebar itu. sungguh hal itu membuatnya terlihat seperti seorang idiot dari keluarga Uchiha.

"k-kenapa k-kau b-bisa d-disini?!" Hinata menatap pemuda itu horor.

Seperti di film drama, Hikari tiba-tiba keluar sambil membawa sebuah nampan berisikan susu, teh, dan kopi dari arah dapur "oh Hinata, tumben kau bangun pagi"

"kaa-san! Apa yang pantat ayam itu lakukan dirumah ini?" Sasuke mengeluarkan sebuah death glare andalannya yang ditujukan kepada Hinata, bisa-bisanya gadis itu memanggilnya 'pantat ayam' di depan orang tua gadis amatiran itu.

"jika yang kau maksud Sasuke, mulai hari ini dia akan tinggal disini selama beberapa minggu"

"a-apa? B-berapa m-minggu?" ia menoleh ke arah Sasuke, memandanginya dengan tatapan tak percaya. Sementara Sasuke, ia malah menatap Hinata seolah mengejek gadis itu.

"ini kan bukan penginapan!"

"jangan banyak protes Hinata, cepat duduk dan habiskan sarapanmu"

Dan lagi-lagi Sasuke benar-benar menyebalkan dengan sebuah seringai yang terpampang jelas di wajah menjijikkan nya.

….HYUUGA AMATIRAN….

story by Yuriko Rei

Pelajaran Kimia

"baiklah semuanya! Kita akan memulai praktikum! Sensei harap, kalian hati-hati dan memerhatikan instruksi sensei dengan baik" ujar sang sensei itu setelah menjelasakan hal-hal yang bersangkutan tentang praktikum hari ini.

"ha'I sensei"

Semua muridpun mulai mendengarkan instruksi sang sensei, panjang lebar sensei itu menerangkan , mulai dari tata tertib lab, prosedur keselamatan, langkah-langkah praktikum, dan lain sebagainya.

Lama sang guru menerangkan, hingga membuat Hinata jengah juga. Iapun menguap bosan, matanya melirik-lirik kesana-kemari, mencoba mencari sesuatu berwujud apapun itu yang dapat menyembuhkannya dari kebosanan yang sangat menyiksa ini.

"dengarkan Hyuuga!" sang Uchiha Bungsu yang ternyata dari tadi memerhatikan gerak-gerik Hinata, menegurnya pelan membuat Hinata berjengit kaget dan menolehkan pandangannya pada Sasuke.

"jangan lihat aku! Lihat sensei yang menerangkan!" lanjutnya lagi, lama-lama ia risih juga saat Hinata memandangnya tanpa berkedip. Teman-baca rival- sekelas sekaligus satu kelompok bahkan sekarang menjadi satu atap.

What? Satu atap?

Apa kata para fans nya nanti jika mendengar dirinya tinggal satu atap dengan cewek yang terkenal anehnya-dalam arti berbeda- minta ampun, sebelas dua belas sama temen abangnya yang udah gede masih aja suka banget pake topeng lollipop dengan ke-autisannya diatas rata-rata. Oke Sasuke akui, Hinata lebih mendingan dari pada temen kakaknya yang satu itu.

Praktikumpu dimulai. Para murid mulai menyiapkan property dan material yang nanti akan mereka gunakan.

Hinata dengan tumbennya ikut membantu Sasuke menyiapkan property seperti pipet, tabung reaksi, alcohol, dan beberapa cairan warna warni.

Kelompok sasuke maupun yang lain memulai tugasnya masing-masing, Sasuke dibantu rekan-rekannya (minus Hinata karena ia asik sendiri mengamati gelembung-gelembung yang pecah di dalam sebuah tabung reaksi sambil sesekali bertepuk tangan gaje mirip anak kecil) membuat campuran dari beberapa jenis cairan sehingga menghasilkan warna hijau dan biru toska –entahlah, author kagak tahu kok bisa warnanya jadi gitu-

Setelah selesai membuat kedua cairan tersebut, Sasuke mengambil sebuah tabung reaksi dan pipet, mengambil sedikit dari kedua cairan tersebut menggunakan pipet kemudian menuangkannya pada sebuah tabung reaksi dengan perlahan. Campuran cairan tersebutpun berubah menjadi warna biru cerah-bukan toska-.

"Akhirnya jadi juga" gumamnya pelan. Para rekan-rekannya pun bersorak sorai melihat praktikumnya berhasil dan tinggal membuat laporan, presentasi, dan akhirnya selesai, sungguh keberuntungan bagi murid-murid jika satu kelompok dengan Sasuke karena tugas mereka akan cepat selesai jika mereka bisa satu kelompok dengan Uchiha Bungsu itu. saat bukan pelajaran, mereka(laki-laki) memang membenci Sasuke karena ketampanannya yang membuat para siswi terpikat oleh pesonanya, tapi masalah pelajaran, okelah kareana Sasuke itu orang yang Jenius sekaligus rajin mengerjakan tugas walalupun dalam pelajaran ia sering semaunya sendiri-yeah walaupun terkenal dingin-.

Teman-teman Sasuke mulai berdiskusi untuk menyusun laporan, mengamati tabung reaksi tersebut dengan teliti, mengeluarkan hal-hal logis yang dapat mereka simpulkan dari praktikum tersebut dan menuangkannya diatas sebuah tumpukan kertas.

Tanpa mereka sadari, Hinata dengan seenaknya sendiri mengambil cairan yang sudah tidak digunakan tersebut, mengamati kedua cairan berbeda warna itu. matanya menangkap sebuah objek saat ia menolehkan pandangannya pada sudut lain.

Sebuah cairan berwarna merah

'merah campur biru sama dengan ungu. Dan ungu merupakan warna kesukaan Hinata' pikir Hinata sambil tersenyum senang akan betapa jeniusnya pemikiran dari otak cerdasnya.

Segera ia mengambil cairan tersebut. Mencampurkannya ke dalam sebuah beker berukuran sedang yang berisi campuran dari kedua warna-hijau dan biru toska-.

Saat ia hampir mencampurkan cairan merah tersebut, Sasuke tiba-tiba saja berteriak kencang kearahnya.

"apa yang kau lakukan?! Hentikan itu!"

Tes

BRUUUK

BOOOMM

Terlambat

Hinata sudah terlanjur mencampurkan cairan itu, bagaikan sebuah bom, cairan itu meledak dalam hitungan detik.

Beruntungnya Hinata baik-baik saja, karena Sasuke langsung berlari menerjang Hinata, bermaksud menolong Hinata dari ledakan cairan keras tersebut.

Ia meringis perih, punggungnya terbentuk oleh kerasnya lantai keramik. Namun dalam sekejap ringisan itu tergantikan oleh matanya yang terbelalak , mendapati pemuda yang ia anggap menyebalkan itu meringis kesakitan dengan posisi memeluknya erat sambil menindihnya.

"S-Sasuke" dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, akhirnya ia memanggil nama pemuda itu.

Pandangan gadis itu teralihkan oleh lengan kanan Sasuke yang tertutup tangan besar Sasuke sebelah kiri. Samar-samar ia dapat melihat luka bakar di lengan kanan pemuda Uchiha itu.

"Sasuke-kun!" terdengar suara Sakura berlari dari arah belakang tubuh mereka. Meneriakkan nama Sasuke dengan nada penuh akan ke khawatiran.

'g-gomen'

TBC


gomen Rei up nya laaaamaaa banget. arigatou minna yang udah fav, foll, review, silent reader.. pokoknya semuanya^^

untuk yang agak kesal karena Sasuke pacaran sama Sakura, jangan khawatir, karena itu tak akan berlangsung lama!

OKE! SEKARANG WAKTUNYA BALAS REVIEW

ss : gomen kalo kata-katanya kasar, Rei buat nya hanya untuk hiburan semata. harap di maklumi

Virgo24 : arigatou :D

Epam : ini udah lanjut. arigatou

sasuhinalove: ini sudah lanjut. walau sasu ama saku, tapi endingnya Sasuhina.

akhir kata Rei ucapkan Sayonara! :D

R

N

R

?