-Di chapter sebelumnya-
Kagamine Len, Kagami Rin, Hatsune Miku, Utatane Piko, dan Kaito Shion telah menginjak bangku SMA, disaat pembagian kelas usai, ada seseorang misterius yang memandang dingin kepada Len, siapakah lelaki itu? Mau apakah dia dengan Len?
Chapter 2: The boy who loved Rin before me?
DISCLAIMER: Nothing here belong to me except the storyline, the Vocaloids and UTAUloids are belong to right owner
WARNED: Typos, a gaje love story, and others
NORMAL POV
3 February 2015 07:30 AM
'Kriiinggg... Kriiiingg...', bel yang menandakan pelajaran sekolah telah dimulai, para murid-murid bergegas memasuki ruang kelas masing-masing, termasuk Len, Rin dan teman-temannya
Seorang lelaki yang terus memata-matai Len ikut memasuki kelas yang sama dengan Len, XII E
LEN POV
'Perasaan gua kok nggak enak ya?', batin gua dengan perasaan gelisah, sejak mendekati Rin, perasaan gua sudah merasa ada yang aneh, apalagi setelah mengetahui ada yang melihat gua dengan perasaan kesal, apa yang terjadi sebenarnya?
Gua dikelas duduk bersama dengan wanita berambut merah dengan kondisi terikat, dia tersenyum ke arah gua, ya mau gak mau gua harus ngebalas senyumannya
"Ohayou, namaku CUL, kudengar namamu Kagamine Len ya?", sapa wanita bernama CUL itu, namanya memang aneh, tetapi suaranya bagus juga, memang tak boleh memandang orang dari namanya (?)
"I... Iya... Ohayou gozaimasu CUL-chan...", balas gua sedikit gugup, baru pertama kali disapa wanita dengan formal
"Haha, kamu lucu juga, oh ya, Kagami Rin-chan itu pacarmu?", seru CUL dengan suara yang sedikit keras sampai membuat gua hampir membekep mulutnya
"I...Iya... shhh... Jangan keres-keres!", ujar gua gugup sambil menaikan jari telunjuk
"Iya gomen... Btw, kalian memang cocok kok...", seru CUL sambil tersenyum
"Makasih...", gua blushing seketika
? POV
Kulihat lelaki itu asik berbincang-bincang dengan wanita berambut merah itu,... Apa dia akan mendekati wanita itu dan melupakan Rin? Kalau begitu, aku akan terus bersemangat untuk berdoa semoga dia putus dengan Rin, disaat Rin habis putus, pasti keadaan hatinya berantakan, akan kugunakan kesempatan itu untuk mendekatinya... Tetapi bila lelaki itu masih tetap menyukai Rin... Harus kugunakan rencana 'itu'
LEN POV
Ok, perasaan gua mendadak aneh kembali, apakah yang terjadi sebenarnya, kami-sama, nani ga okoru ka oshite kudasai...
-Pelajaran dimulai-
Guru langsung datang, wanita cantik yang memiliki tinggi 160 CM, dengan berambut biru cerah, dia langsung menyadarkan kelas yang hening
"Ohayou gozaimasu, watashi no gakusei! Watashi no namae wa Ring Suzune, kalian boleh memanggil saya dengan nama Suzune-sensei, karena kalau Ring-sensei kan, gak asik... Haha", seru guru cantik itu memperkenalkan diri dengan sedikit jokes, ya, kupikir dia guru yang baik...
"Ok, saya sebagai wali kelas akan memperkenalkan identitas saya dengan jelas, saya disini mengajar sebagai guru Fisika dan Matematika, umur saya 17 tahun, saya memang masih muda, tetapi tolong jangan bawa masalah umur disini, haha... Dan tinggi saya 160 centimeter, saya telah memiliki seorang pasangan bernama Hibiki Lui-san... Soshite, saya mendengar disini ada saudara kandung dari Lui-san... Dare desuka?"
Keadaan hening seketika, gua sedikit nyengir ke arah Piko yang langsung shocked, dengan niat iseng gua teriak sedikit lantang
"UTATANE PIKO, SENSEII!"
Piko langsung terkesiap, Suzune-sensei langsung melihat kearah Piko yang menunjukkan ekspresi kaget
"Piko-chan desu? Kimi wa kirei na shoujo watashi wa mitekita... Nah Piko -chan ayo...", seru Suzune-sensei dengan nada lovely, Piko langsung terdiam
Gua, Miku, Rin, dan Kaito langsung pooka feisu melihat cara berbicara Suzune-sensei yang mengira bahwa Piko adalah wanita
"Su... Sumimasen desu Suzune-sensei, shikasi boku wa shounen desu... boku wa otokonoko desu... boku wa shoujo janai desu ne...", seru Piko dengan ekspresi dingin yang menunjukkan jelas bahwa dia adalah lelaki, tetapi kenapa semua ucapannya diakhiri dengan 'desu'?
"Oh... Oh... Sokka... Gomen ne Piko-kun, tapi jika kamu ingin dianggap sebagai lelaki, setidaknya kamu harus bersikap lebih gentle dan tata cara berbicaramu harus diubah, kuakui suaramu memang seperti cowok, oke sudah, kita sudah menghabisi banyak waktu disini", ucap Suzune-sensei meminta maaf dengan Piko, tetapi masih dengan nada lovely
"Ha'i!"
Gua cuma terdiam...
-Waktu istirahat dimulai-
08.50 AM
STILL LEN POV
Gua bersama Rin-chan, Miku, Kaito, dan Piko bersama berjalan menuju kantin
Perasaan gua kembali merasa ada yang aneh, tetapi sebisa mungkin gua menghindari perasaan itu dan memesan makanan dikantin, karena gak ada banana parfait, gua memesan bubur pisang dan sup pisang, plus paket minuman pisang segar
08.55 AM
Saat semua pesanan datang, gua dan yang lain langsung makan lahap, Rin-chan makan disamping gua, kehangatannya terasa... Aw (?) (Author: FYI, Author disini jomblo, jadi saat nulis bagian kayak gininya, Author kerasa males...)
"Oh ya, dimana Gakupo dan Yuuma? Kenapa tak terlihat?", tanya gua memecah keadaan hening
"Lu belum denger Len? Mereka berdua kan pindah kota, Gakupo ke Kanto, dan Yuuma ke Hokkaido", jelas Piko sambil memakan eskrim berbentuk kabel (Author: Masa mau Author tulis 'makan kabel'?, dan FYI again, Len dkk itu tinggal di Tokyo)
"Hah? Kenapa?", tanya gua sambil terkejut
"Ah kudet super lu, Gakupo pindah kota karena ingin bersekolah di Nasu's Restaurant School, dimana tempat ngajarin mengolah terong menjadi makanan yang enak berbasis terong (?), kalau Yuuma pindah karena kakaknya ada urusan penting yang memungkinkan menyuruh Yuuma untuk ikut bersama, gitu...", seru Miku sambil mengunyah-ngunyah negi-nya
'Dilihat segi manapun, teman gua yang paling waras cuma Yuuma saja...', batin gua sambil menyeruput jus pisang segar yang masih tersisa
Rin melihatku sedikit, lalu berbisik
"Len-kun, kamu nggak ada hubungan ama wanita berambut merah itu kan?..."
"Wanita berambut merah? Oh... Maksudmu CUL? Iya tidak... Tenang saja, aku selamanya kan untukmu, kamu nggak usah kuatir, dia juga bilang kalau kita cocok", balas gua dengan Rin, tentu saja sambil berbisik
"Oh, baiklah...", balas Rin, namun dengan perasaan sedikit sedih, Rin kenapa ya?
Jujur, saat gua memasuki SMA ini, kok perasaan dan hubungan gua dengan Rin serasa lebih gimana gitu, serasa dibuat serius, padahal waktu masih di SMA, hubungan kami biasa saja dan terlihat berjalan lancar... Apa karena di SMP semua orang membenci Rin? Mungkin ini adalah dimana hormon cinta kami (?) makin membentuk, apa Rin telah merasakan sesuatu yang bernama cemburu? Ah sudahlah...
'DEG'
Detak jantung gua berbunyi keras seketika, perlahan gua melihat ke arah belakang, seseorang lelaki pendek melihat kearah gua dengan tatapan tajam, lelaki dengan mata kanan tertutup, dari raut mukanya dia berkata
'Temui aku di halaman belakang sekolah setelah jam sekolah usai'
Apa ini tantangan? Diriku tak mengerti, ada apa ini?
? POV
Diriku semakin membenci dirinya apalagi melihat Rin-chan-ku berbisik dengan dirinya, ini tak bisa dimaafkan, akan ku'bujuk' lelaki itu untuk menyerahkan Rin-chan-ku! Terpaksa harus kulakukan rencana 'itu' meski bertentangan dengan peraturan sekolah!
LEN POV
Oke, bermacam masalah hadir saat ini, tantangan untuk bertemu lelaki aneh itu setelah usai sekolah? Tak masalah... Apapun yang akan lu lakukan, gua takkan mundur!
"Len...", seru Rin membuyar lamunan gua
"Ah... Iya?"
"Itu... Jus pisangnya tumpah...", serunya sambil menunjuk ke tumpahan jus gua yang tepat di baju seragam gua
"OH MAI GOD!", seru gua panik lalu mengambil beberapa lembar tisu
Meski ga bener-bener kering tetapi gak apalah, s**t that boy, lu maunya apaan sih?
"Oh ya, Len, tadi kulihat kamu sedikit terjekut lalu melihat kebelakang,... Kamu kenapa?", tanya Rin dengan perasaan kuatir, gua cuma membalas dengan senyuman
"Len, to be honest, lu waktu awal masuk SMA ini udah aneh, lu kenapa?", seru Kaito yang sepertinya telah usai memakan eskrimnya
"Nggak apa-apa kok..."
"Ayolah Len, lu kok jadi tertutup gini?", seru Miku yang sepertinya ingin mengetahui sebab akibat gua kenapa bertindak 'aneh'
"Enggak apa kok... Nggak ada apa-apa..."
Teman-teman gua mendesah, sepertinya menyerah untuk bertanya kepada gua, yah, gua juga ga bisa ngasih tau ke kalian... Bisa-bisa kalian malah mengeroyok lelaki sialan itu, gua ingin menyelesaikan ini dengan tangan gua sendiri
-Waktu istirahat berakhir-
09:20 AM
'KRIING... KRIING...', bunyi bel yang terlalu keras dan memekikkan telinga itu menandakan bahwa waktu istirahat usai, kami buru-buru membayar makanan kami, lalu kembali ke kelas
Begitu memasuki kelas, gua kaget, bahwa lelaki aneh itu masuk kekelas yang sama, dan dia duduk bersama wanita berambut panjang putih, dan parahnya lagi, dia duduk bersebelahan dengan bangku gua, dengan nyengir, ia memberi (baca: melempar) kertas putih yang telah diremas hingga menjadi bulatan itu ke meja dimana gua duduk
Tanpa aba-aba dari dia, gua langsung membuka kertas itu... Isinya
The dearest Kagamine Len
Kutantang kau kehalaman belakang sekolah pada saat jam sekolah usai
Dan ingat, jangan pernah mengajak temanmu dan pacarmu bersama denganmu!
Bila kau berani mengundangnya... Aku akan membunuh mereka
Kalau kau berani melapor ke pihak sekolah, hidupmu takkan aman
Kau harus datang sendiri!
Bila kau menolak ajakanku, Rin-chan-mu akan kuambil
Dan, kau harus datang dengan tangan kosong!
Aku akan berbicara denganmu secara jelas, tenang saja, aku takkan membunuhmu
selama kau mau mengikuti persyaratanku
Inilah saatnya kau membuktikan bila kau adalah lelaki, bukan manusia shota
Hah? Surat tantangan ini bisa dibilang sebagai surat ancaman, apa mau lelaki ini?
Gua meremas kertas itu lalu melempar balik ke arahnya sambil berkata pelan sambil senyum sinis
"Kuterima tantanganmu!"
Lelaki tanpa nama itu tersenyum sinis juga, tanpa memperdulikan senyumannya, gua langsung memfokuskan diri ke pelajaran karena seorang guru telah datang
Tanpa kusadari, Rin, Miku, Piko, dan Kaito melihat kami...
-Waktu sekolah usai-
13.30 PM
"Len, pulang bareng yuk! Udah lama nggak pulang bareng sejak perpisahan di SMP!", ajak Rin dan yang lainnya sambil tersenyum
"Ah, maaf, gua nggak bisa, gua masih ada urusan disekolah... Kalian pulang aja dulu", seruku sambil tersenyum sedikit merasa bersalah
Rin dan yang lain mengangguk, lalu pergi, gua yang masih berdiri didepan kelas, setelah menon-aktifkan handphone, gua langsung melesat ke halaman belakang sekolah
-Di halaman belakang sekolah-
Gua berjalan pelan
"Sudah datang, Kagamine Len-san?", seru lelaki itu di balik pohon besar, dia perlahan berdiri dan menolehkan badannya, beberapa burung merpati disekitarnya langsung berterbangan
'DEG...DEG...', perasaan gua kembali tidak enak, gua memegang dada kanan gua sambil mundur sedikit
"Sebelum... kau berbicara, siapa namamu?", tanya gua, masih memegang dada kanan gua yang terasa sakit
"Oliver", serunya simpel, menadahkan tangan kanannya, gua lihat ia memegang sebuah benda tajam
"Kau tahu apa ini? Len-san?", tanya lelaki yang bernama Oliver itu dengan tatapan sinis dan benci
"...Pi...Pisau dapur...? Mau apa kau dengan benda itu?... Ka... Kau berjanji takkan membunuhku... Bukan?"
Dada gua semakin sakit, keringat turun, melihat seseorang yang tak gua kenal membawa pisau dapur dengan perasaan benci, gua langsung gemetar
"Yare yare... Aku belum melakukan apapun dengan pisau ini, kau sudah takut duluan? Mungkin julukan shota itu memang cocok untukmu... Apa perlu kutambahkan dengan julukan 'cengeng'? Hahahahaha! Sepertinya ini akan menarik!", tawa Oliver sinis, gua langsung naik darah
Gua berlari menghadang Oliver, tetapi gerakannya terlalu cepat, dia berhasil menangkap tangan kanan gua lalu melemparnya sampai tubuhku menabrak sebuah pohon besar
"Ouch...!", rintih gua memegang kepala gua yang kesakitan
Oliver mendekati gua, gua merasa takut, dia menusukkan pisau dapur itu kedekat pipi gua, otomatis pipi gua bergores dan mengeluarkan sedikit darah segar
"Ku... kuulang... Mau apa kau?...", seru gua dengan degup jantung yang cepat dan perasaan takut yang luar biasa, tak terbayang bila gua mati disini, bagaimanakah reaksi Rin dan Lenka-nee-chan dan teman-temanku bila gua mati? Gua ingin melawan, tetapi rasa sakit dipipi gua membuat gua lumpuh seketika
"Yare yare... Kowai ka? Dirimu memang sangat lemah ya?... Ya... Aku memang takkan membunuhmu, tetapi... bukan berarti aku tak bisa 'menindasmu'! Sekarang...", Oliver menghentikan perkataannya
Perasaan gua kaget mendengar dia akan menindas diri gua... Kami-sama... Tasukete kudasai...
"S... Sekarang apa?..."
"Berikan Rin-chan padaku!"
"Hah?... Apa?"
"BERIKAN RIN-CHAN-MU PADAKU!", teriaknya dan...
SLEB!
-Be continued at next chapter-
Len: LU PSIKOPAT AUTHOR!
Author: Gomenna... Gahahaha... Seru juga buat adegan kayak gini, dada author terasa berdebar kencang... HAHAHAHHAHA
Kaito: Dimana letak humornya?
Author: Nggak tau :D, author lagi berusaha buat adegan kayak gini, cinta segitiga? Keren juga :D
Miku: -_- , kasian gua liat Len, gimana kabarnya ya di chapter 3?
Len: ...
Piko: Adegan terakhirnya... Bloody...
Author: Hahaha, kaga bloody amat kali :)
Len: Nah, apakah makna tersirat dari kata 'SLEB!' itu? Temukan di chapter berikutnya dan terus ikuti updates dari Len's Love Story II... Jaa nee!
