Mekakushi Gakuen

Desclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

Minjem Chara Fandom Sebelah

Vocaloid , KagePro, Death Note © Saya lupa punya siapa, yang penting bukan punya saya. Dan saya tekankan lagi! Mereka bukan punya saya

Genre

Primer : Mystery Humor
Sekunder : Friendship, Horor, Supernatural
Tersier : Romance, Drama

OOC(mungkin,) Typo(Karena saya maes edit XD) ,Bahasa Tidak Baku. DKK

Rate T

Summary : Mekakushi Gakuen yang merupakan sekolah aneh dimana tidak ada satupun dari murid angkatan sekolah itu yang diluluskan dengan alasan yang kurang jelas. Tapi tahun ini ada sebuah rumor menarik, dimana barang siapa yang berhasil memecahkan misteri sekolah ini maka akan mendapatkan sebuah kotak yang sangat sangat menarik. Apakah itu? silahkan baca...

Chapter 1

( Test Yang Merepotkan )

Sudah 1 minggu berlalu sejak pendaftaran pertama dimulai beserta test ujian masuknya dimulai. Kini, 150 siswa yang lolos sedang menunggu kepanasan di aula sekolah akibat sang Kepala Sekolah yang dari tadi tidak menampak-kan batang hidungnya . Dia bilang ada urusan, jadi pidatonya di undur dulu...

"Arrrrghh, dah berapa jam nih? Kok lama banget ya?" Keluh seseorang dari mereka. Bukan hanya dia saja yang mengeluh, hampir semua siswa yang ada di situ, berserta para OSIS dan Guru lainnya udah sewot kayak mau tauran gara gara di suruh nunggu hampir 2 jam lebih, ditambah gak di sedia tempat duduk lagi, akhirnya mereka duduk di tanah, di tambah lagi panas yang sangat menyengat. Tak berapa lama nonggolah sang kepala sekolah yang mereka tunggu-tunggu.

Sang kepala sekolah melihat anak didik barunya, yang udah seperti gelandangan di tinggal orang tuanya.

" Hmm, maaf saya telat. Tadi saya harus pulang kerumah karena ada urusan lalu ketiduran." Ucapnya tanpa dosa gak liat Siswa-Siswinya udah natap tajem ke arahnya.

"Terserah pak, mulai aja pidatonya. Tapi jangan kelamaan." Kepala sekolah itu mengangguk mendengar ucapan siswanya yang berani tadi, lalu memulai pidatonya.

"Oke, sebelumnya. OHAYOU Minaaa~~~~~"..."

"Ohayou.."

"Oke, perkenalkan! Saya kepala sekolah di Mekakushi Gakuen. Saya ucapkan selamat kepada kalian yang berhasil masuk ke sekolah ini. Tapi jangan senang dulu!. Walaupun saat ini kalian sudah lolos tapi itu bukan berarti kalian bisa langsung menjadi siswa di sekolah ini..." ucapnya membuat para siswa-siswi di depannya kebingungan

"Saya akan menjelaskan kebingungan kalian. Pertama coba cek apa yang ada di saku baju sekolah kalian." Ucapnya lagi, maka segerah para murid melihat ke kantong baju mereka dan menemukan sesuatu seperti ID card yang tercantun ID mereka masing-masing.

"Loh sejak kapan ini ada ya? " Tanya seorang siswa terhadap teman di sampingnya yang juga kebingungan kenapa benda ini tiba tiba nongol di kantongnya.

"Entahlah. Tiba tiba ada sendiri. " Jawab orang yang di tanya oleh teman di sampingnya, yang di ketahui bernama Sasuke Uchiha dan yang tanya tadi Uzumaki Naruto.

"Kok sama ama kejadian di Anime yang kutonton ya?" Sasuke noleh ke sampingnya ngeliat seorang pria yang tadi ngomong sendiri, yang lagi ngebalik-balik ID cardnya berulang kali. Merasa di perhatikan, orang itu menoleh ke arah Sasuke.

"Kenapa?"

"E-eh.. enggak ada apa apa kok." Bales sasuke, orang tadi hanya ber 'oh' ria.

"Kalian pasti bingung. Kenapa? Kenapa benda itu tiba-tiba ada di kantong kalian." Ucap sang kepala sekolah yang membuat berbagai pasangan mata teralihkan ke arahnya

"Kenapa?" tanya semua siswa kompak. Orang yang di samping sasuke tadi mulai masang tampang serius.

"Tuh kan sama lagi!." Ucapnya heboh sendiri bikin Sasuke yang di sampingnya ngerasa ada yang gak beres dengan anak ini

"Sama apanya?" tanya Sasuke membuat orang itu menoleh ke arah Sasuke

"Hmmm, lupakan.. lupakan." Sasuke masih bingung, tapi dia memutuskan untuk melupakannya lalu menoleh ke arah Naruto yang juga masih memperhatikan Kepala Sekolah

"Oke, saya akan menjelaskan kepada kalian. Kenapa benda itu ada di kalian? Jawabnya?

Gak penting. Pokoknya ID Card itulah yang penting. Sebagai murid baru saya akan menguji kepintaran kalian lagi. Saya akan memberikan tugas kepada kalian yang akan menentukan kalian memang pantas di sekolah ini atau tidak. Sekaligus menentukan kelas mana yang akan kalian tempati." Ucap kepala sekolah itu yang membuat semua siswa malah tambah bingung dan mulai ricuh mau protes

'Tugas? Buset dah, masa ada tugas lagi?' keluh Naruto keberatan. Dia pikir setelah mengikuti Ujian Masuk yang susahnya minta ampun itu dia akan langsung lolos dan menjadi siswa di sekolah ini.

"Tenang... Tenang. Tugasnya gak sulit kok.." Ucap Kepala Sekolah yang menyadari aura aura suram dari siswa siswa barunya, tapi gagal. Mereka masih ricuh

"TENANG WOY!"

.

.

.

"Bagus, saya lanjutkan" ucapnya setelah berhasil menenangkan murid muridnya yan ricuh tadi.

"Kalian liat ID CARD kalian? Itu adalah barang yang harus kalian jaga! Jika hilang kalian akan tau akibatnya nanti! Juga..., soal tugas yang saya beritahukan tadi. Tugasnya adalah kalian harus mencatat nama siswa siswi yang ada di sini dalam waktu 5 menit dalam selembar kertas. Semakin banyak nama yang kalian dapatkan semakin tinggi kesempatan kalian mendapatkan Kelas A yang merupakan Kelas terbaik di sekolah ini" Mendengar hal ini siswa-siswi tambah ricuh menanyakan siapa nama orang yang ada di sampingnya. Kelas A? Katanya kelas elit dan terbagus di antara kelas lainnya. Padahal mereka sendiri belum liat kelasnya gimana, tapi langsung rebutan mau memasuki kelas itu

"Oy namau kamu siapa?."

"Ah? aku? Sebelum tanya, bilang dulu dong nama kamu siapa!."

"Oy nama kamu siapa."

"Oy, Bagi nama! Nama! Cepetan Woy!."

"Lu minta apa maksa?"

"Bodo, buruan kasih"

"Nomor HP juga oy!"

Kepala sekolah hanya Sweatdrop melihat muridnya ribut sendiri padahal dia belum selesai ngomongnya. Para guru berserta OSIS yang dari tadi bengong aja, mencoba menenangkan situasi tapi gak berhasil. Karena gak berhasil kepala sekolah membiarkan saja dan langsung memulai waktu 5 menitnya

"Mampus!. Oi Teme. Buruan cari nama orang orangnya." Ucap Naruto ikutan heboh dan mencari mencari orang lain untuk di tulis setelah menulis namanya. Di ikuti Sasuke yang noleh kiri kanan untk nyari mangsanya dan bertemulah dia dengan orang yang sempet ngomong ama dia tadi.

"Dasar test aneh. Kok nyari nama orang sih? Merepotkan."

'Ni orang prasaan ngomong sendiri terus dari tadi.' Batin Sasuke geleng geleng lalu menghampirinya untuk minta namanya meningalkan Naruto yang berusaha mencari mangsanya sendiri

"Oy, Bro." Sapa Sasuke sok deket

"Hah? Apa? Mau minta nama?"

"Yup. Boleh kan?."

"Hmmm, boleh lah. Namaku Mienz Scheel. Panggil aja Mikhel. Ini nama palsu doang. " ucapnya santai

"Oh, kamu dari luar negeri ya?" tanya sasuke setelah mendengar nama orang tersebut yang tidak seperti orang Jepang.

"Yup, aku lahir di Rusia tapi dah di Jepang dari usia 3 tahun" Jelas Mikhel sambil mengusap rambutnya yang hampir mirip dengan sasuke. Tapi rambutnya warna Hitam kemerahan

"Oh gitu. Aku Uchiha Sasuke. Panggil aja Sasuke." Mikhel hanya diem gak peduli lalu menulis nama Sasuke, begitupun sebaliknya. Gak lema kemudia datanglah seseorang menghampiri mereka

"Permisi... Boleh minta Namanya gak?" yang dateng adalah cewek dengan rambutnya yang di kucir dua itu tersenyum manis ke arah Mikhel Dan Sasuke. Sebenarnya mereka berdua ragu untuk memberi nama mereka kepada orang di depan mereka. Tapi karena gak enak, mereka pun memberi tau nama mereka begitu saja

"Wahh, makasih ya. Watashi wa Hatsune Miku. Yoroshiku nee~." Ucapnya sambil membungkuk

"E-eh, iya" ucap Mereka berdua gugup karena cewek di depannya terlalu formal. Setelah itu perempuan itu bangkit dan pergi meninggalkan mereka berdua yang melamun melihat perempuan tadi pergi

"Waktu Habis!" Triak Kepala Sekolah yang membuat Sasuke dan Mikhel kembali kedunia nyata dan kaget

"Hah?" Ucap Sasuke kaget lalu buru buru nyar Naruto buat Copas Nama Nama yang mungkin tuh anak dapet, ninggalin Mikhel yang juga buru buru nyari orang buat di COPAS nama namanya. Bukannya berhenti. Para siswa malah makin heboh dan makin ribut

"Buruan woy... Waktu dah habis nih"

"Nama... Nama kamu siapa? Cepetan!"

"CEPAT KUMPULKAN! JIKA DALAM WAKTU 10 DETIK TIDAK MENGUMPUL AKAN LANGSUNG DI DISKUALIFIKASI!" dan para siswa berbondong bondong menuju sang kepala sekolah untuk mengumpulkan tugas mereka yang aneh itu

.

.

.

.

.

Setelah mengumpulkan tugas tersebut dan sedang di nilai oleh sang kepala sekolah beserta para guru dan OSIS supaya cepat selesainya, mereka hanya duduk di tanah sambil bengong gak tau mau ngapain karena mereka tidak di perbolehkan meninggalkan aula sekolah. Setelah hampir 1 jam datanglah segrombolan siswa dengan jaket yang berlambang khusus, menyatakan kalau mereka adalah OSIS . sekarang giliran OSIS lah yang mengambil peran

"Mohon perhatiannya." Ucap sang ketua OSIS membuat para siswa yang lagi bersantai santai sambil duduk di tanah karena gak ada kursi, mengalihkan perhatian mereka

"Perkenalkan saya Tsubomi Kido . Saya menjabat sebagai Ketua OSIS di sekolah ini dan di belakang saya adalah anggota OSIS lainnya. Saya menggantikan posisi kepala Sekolah karena beliau sudah pulang dan guru guru lain sedang mengatur pendataan siswa." ucap seorang wanita yang menggunakan Jaket dan menutup kepalanya agar tidak pecah gara gara kepanasan. Para siswa yang mendengar itu hanya mencibir kepala sekolah mereka yang ternyata udah pulang lagi. Sangat tidak konsisten

"Soal kelulusan. Kalian LULUS semua." Ucapnnya yang membuat para siswa yang tadinya lulus bersorak gembira

"HOREEEEEEE. Ternyata bener. Aku lulus." Ucap Naruto terharu. Gak sia sia perjungannya berdesakan dengan murid lain dan akhirnya dia lulus. Sasuke di sampingnya menghela nafas, dia terpaksa nyari Naruto juga dengan kecepatan ekstrim. Karena dia tidak bertemu Naruto, dia berteriak seperti orang kesetanan manggil manggil Naruto. Dan juga Mikhel yang duduk di samping Sasuke ikutan lulus. Entah darimana dia dapat nama nama siswa lain yang penting dia lulus

"Sebenarnya Kalian isi atau engak tuh kertas kalian udah lulus kok." Ucap Kido, sang ketua OSIS yang buat para siswa tadi bersorak gembira malah cengo di tempat

"HAAAH...?!"

"Eh, jangan ngamuk dulu . Saya belum selesai bicara." Ucap Kido cepet-cepet sebelum dia di lempar sepatu ama junior-juniornya

"Sebenarnya itu hanya test untk menentukan kalian masuk kelas mana. Lagi pula kan udah dibilang kalau ini test kecerdasan. Tapi ternyata gak nyampe setengah orang yang sadar ama maksud test ini." Kido megang kepalanya sambil geleng-galeng. Lalu noleh kebelakangnya, tepatnya para anggtotanya

"Oy, Kano. Ambilin kertas yang ada di meja si kepsek tadi gih. Cepet!"

"O-oke!" orang yang di pangil Kano langsung ngebirit ke kantor guru, lalu kembali 5 detik kemudian

'cepet amat.' Batin yang lainnya

"Oke, akan ku jelasin maksud test tadi." Ucap Kido, Siswa baru pun mengnganguk

"Tugasnnya memang mencari nama siswa lain, tapi bukan hanya itu saja tugasnya! Tugas kalian adalah Mencari Identitas orang lain tanpa membocarkan Identits kalian. 1 point akan di berikan kepada kalian yang berhasil mendapatkan 1 ID siswa. -1 point jika ID kalian di ketahui orang lain. Begitulah penilaiannya. Dan jika nilai kalian besar dan masuk 30 besar maka kalian akan masuk kelas A tapi jika sebaliknya maka akan masuk kelas F!"

.

.

.

.

"E-EEHHHHHH?"

Semua siswa memiliki pemikiran yang sama.

1. Hampir 90% siswa nilainya pasti minus semua, kecuali mereka mengetahui semua ID siswa tidak peduli siapapun yang tau ID mereka, walaupun itu mustahil karena ada beberapa siswa yang mengerti maksud test ini dan mendapatkan nama siswa lain tanpa IDnya diketahui satu orangpun.

2. yang diem gak ngelakuin apapun pasti masuk kelas A.

3. Yang hanya nyontek dapet kelas A.

4. Yang dapet ID banyak pasti ID nya sendiri lebih banyak di ketahui orang lain, karena ada beberapa yang nyontek dan tidak mengatakan IDnya

5...

"KAMI TIDAK TERIMA SEMUA INI!." Teriak hampir semua siswa di sana, Termasuk Naruto yang suaranya paling kenceng. Sasuke? Dia dah kabur takut di lindes Naruto yang dilanda emosi. Jangan pernah macem macem ama Naruto kalau dia lagi Emosi.

"Hadehhh, pantesan testnya aneh. Ternyata gini toh." Ucap Mikhel cuek. Toh sebenernya dia cuman nulis nama Sasuke Dan 1 orang lagi. Dan identitadnya hanya Sasuke dan orang yang namanya juga dia tulis tadi. Artinya dia mendaptkan 0 poin dan dia termasuk AMAN.

"Protesnya ke Kepsek aja, jangan denganku." Ucap kido sewot karena merasa dialah yang kena cacian. Sementara sang kepsek hanya ketawa gaje melihat murid barunya yang terlihat emosi akibat ulahnya itu

"Yare~yare sepertinya ini akan menarik. Tidak sia sia aku menyebarkan rumor ini. Khukhukhu..." Ucapnya tertawa Gaje lalu menghilang entah kemana.

.

.

.

TBC

Hallo, Minna saya update chap 1 nya^^. Gimana? Garingkah? Sebenarnya saya punya niat ganti genre tapi nanti ajalah gantinya. Liat aja kedepan memang harus di rubah atau tidak. Btw mohon saran dan kritiknya ya, dengan cara Rivieeew