Tittle : Mine

Disclaimer: BangtanBoys milik Bighit dan orang tua mereka. Jalan cerita terinspirasi dari beberapa cerita yang lain, tidak berniat memplagiat, hanya terinspirasi.

Couple: [YoonMin] [HopeMin]

chapter 3


"Aku selesai" Jimin mengangkat piringnya lalu berjalan perlahan ke wastafel. Pandangan. Hoseok mengekori tubuh munggil itu sebelum ia menghilang di balik dinding.

"Kurasa ada yang aneh dengan Jimin-hyung,." Ujar Jungkook sembari melirik Hoseok.

"Aku selesai." Hoseok bangkit dari duduknya lalu berjalan ke wastafel. Ia mengucap umpatan pada Yoongi tanpa suara.

.

Pintu studio dorm dibuka dengan kasar. Hal ini mengejutkan Yoongi yang ada di dalam. Hoseok berjalan mendekati Yoongi yang berpura-pura tidak mendengar kedatangan Hoseok.

"Apa yang kau lakukan pada Jimin?"

Yoongi mendengus, "Kenapa memangnya?"

"Kau beratanya padaku?! Dia kekasihmu Hyung!" Pekik Hoseok dengan wajah memerah, menahan emosi.

Hoseok menarik kerah Yoongi lalu mendorong nya kasar ke dinding, hingga menghasilkan bunyi benturan yang cukup keras. Pria pucat itu tersenyum sinis merasakan nyeri di punggungnya.

Yoongi mendecih, "Apa pedulimu huh?" Ia menghentikan kalimatnya untuk sekedar melempar senyuman miringnya, "Oh aku tahu, kau berharap Jimin jatuh kepelukanmu 'kan? Atau..."

Yoongi berbisik pelan di telinga Hoseok.

"...'kembali' jatuh dalam pelukanmu?"

.

Jimin terdiam di hadapan mesin cuci yang tengah memutar balik pakaiannya. Pria mungil itu menerawang, hingga tak sadar kalau ada seseorang dibelakangnya.

"Jiminnie~"

Jimin tersentak, tubuhnya terdorong ke belakang sehingga punggung telanjangnya menyentuh dada seorang.

"AHH!"

Namja di belakang itu terkekeh melihat reaksi Jimin yang terkejut akan kehadirannya. Tangannya ia lingkarkan pada pinggang ramping Jimin, membawanya lebih dekat.

"Hyung kau mengagetkanku!" pekik Jimin sembari memukul manja lengan Hoseok.

"Hahahaha, mianhae-yo.." kekeh Hoseok lalu mengendus leher Jimin setelahnya, menghirup aroma memabukan Jimin. Membuat lelaki mungil dalam pelukannya mengeliat geli.

Jimin terkekeh." Hyung geli, ada apa sih hyung? Mau bantu Jimin mencuci baju?"

"Bukan," ucap Hoseok yang kini beralih mengecupi leher Jimin.

"Lalu..?"

Memilih mengakhiri kegiatannya menikmati leher Jimin, Hoseok menopang dagunya di bahu Jimin. "Apa Yoongi-hyung marah padamu?" Tanya Hoseok tanpa basa basi.

Tubuh Jimin menegang. "N-ne, tapi Yoongi Hyung tidak salah, ia pantas marah karena aku yang salah," ucap Jimin terbata, takut kalau saja Hoseok akan melakukan sesuatu pada Yoongi.

"Apa yang membuat Yoongi Hyung marah padamu?"

"A-aku mencabut plug komputernya saat dia sedang menulis lirik, dokumen liriknya belum tersimpan." Jimin menunduk dengan pandangan sedihnya.

Hoseok terdiam. Ia mencengkram bahu Jimin, membalikan tubuh mungil tersebut hingga pandangan mereka bertemu. Hoseok merapatkan tubuhnya, menatap Jimin dengan pandangan yang tidak bisa dijelaskan.

"H-hyung, k-kau kenapa?" Jimin mengeliat tak nyaman dalam posisinya.

"Apa kau benar-benar mencintai Min Yoongi?"

"Aku mencintai Yoongi Hyung.. lepaskan aku Hyung!"

"..."

"Hyung, kumohon mmhh..."

Jimin bungkam saat bibir Hoseok menekan bibirnya.

"Jadilah milikku, Park," lirih Hoseok setelah melepaskan ciumannya.

Jimin terkesiap, ia pun memberontak, mendorong kuat dada Hoseok agar menjauh. Hoseok tak bergerak sedikitpun, ia hanya mendecih lalu membawa tangannya untuk menjambak surai merah Jimin. Jimin meringis kesakitan seraya mengenggam tangan Hoseok agar lelaki itu berhenti menyakitinya.

"Sakit ahh... HYUNG!" Jimin memekik.

"Ku bilang, jadi milikku!" Hoseok menguatkan tarikannya pada surai Jimin.

"Kumohon Hyung ahh Aku mencintai Yoon arghhtt..."

kilatan kemarahan terlihat jelas dimata Jung Hoseok. Dengan kuat, Hoseok menghentak kepala Jimin sehingga mengenai mesin cuci dibelakang Jimin.

"Hyungggg... ada apa hikss denganmu.." Air mata Jimin lolos. Rasa sakit di kepalanya, ngilu di hatinya bercampur.

Hoseok menghempaskan tubuh mungil Jimin kelantai. Jimin dibuat meringis saat punggungnya bertemu lantai marmer dingin itu. rasa pening yang menyerangnya membuat tubuhnya lemas. Ia semakin tak berdaya saat Hoseok menindihnya.

Hoseok menunduk. Mencium bibir Jimin kasar, mengabaikan Jimin yang memberontak. Membuat tanda di leher Jimin serta menghisap nipple Jimin.

Hoseok mengangkat kepalanya ketika dia merasa Jimin berhenti memberontak. dilihatnya pandangan kosong Jimin, memandang dinding di kananya. Hoseok tersenyum miris seraya mengusap pipi tembam si manis itu.

"Kenapa? Kenapa kau begini hyung?" lirihnya.

Hoseok bungkam. Dia kembali menunduk, menekan nipple Jimin dengan bibirnya sebelum meraupnya. Menggigit nya keras sehingga menghasilkan rintihan dari bibir Jimin.

Lidahnya bergerak perlahan. Merambat ke atas lalu menambahkan tanda kepemilikan di sekitar leher si mungil. Menjilat dagu Jimin yang basah kerana peluh dan air liur. Kemudian, pria pendominasi itu menjilat pipi Jimin. Rasa asin dari air mata Jimin adalah yang terbaik baginya saat ini.

Hoseok mencengkam dagu Jimin, memalingkan wajah si manis agar berhadapan dengan wajahnya. Kosong. Jimin mempertahankan tatapan kosongnya.

"Kembalilah padaku Park!" Hoseok mengencangkan cengkamannya pada dagu Jimin.

Jimin memejamkan matanya. Takut. Sakit. Air mata mengalir lagi.

"Kau mencintainya disaat kau masih bersamaku, kukira dia akan memperlakukanmu lebih baik dariku, tapi apa? Dia menyakitimu Jimin! Memarahimu, berbuat kasar padamu, kau kira aku tidak tahu?! Dia tidak baik untukmu Jimin, bisakah kau lupakan dia?"

Jimin masih terdiam.

"Ku mohon. Mungkin aku juga kasar tetapi aku benar-benar mencintaimu. Ku mohon Park, kembalilah kepadaku..."

"hyung.. lepaskann..."

"Tidak mau!"

"HOSEOK HYUNG ! KU BILANG LEPASKAN AKU !" Jimin mulai memberontak lagi seblum satu tamparan mendarat dipipinya. Pandangan Jimin mulai gelap. Jimin pingsan.

"JUNG HOSEOK ! APA YANG KAU LAKUKANN?!"


tbc..

Wohoooo I am back hahahahahahahahaha

Nah, untuk chap 2, aku mau mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Author JiminGotYesJam yang sudi membantu ku. Huhuhuhuhuhu. Membetulkan penggunaan kata ku dan sebagainya.

Hah, Sejujurnya, aku udah gak punya ide. Ff ini terhasil dengan sendirinya. Maksudku, aku tidak berniat membuat kelanjutan pada awalnya tapi yah gitu lah... hahahahahahaha Aku mulai gak waras...

Balesan Review :

cluekey6800

Hmmm, aku lebih suka sad ending ketimbang happy ending hahahahahahaha

iyaaa, Yoongi seme sejati #ketawa

goloknya mau diapain*polos

Jung Nara520

Lagi males mau bikin panjang-panjang #dicakar

Mbee

Yoongi galak tapi masih ganteng kn ...

Guest

Nih, udah dilanjuttt. Nama neng siapa *suara serak sexy #dicakarlagi

Senashin0817

Yah, kukira mau tegur apa .. Ni , udah lanjut nih...

kumiko Ve

Bhahahahahaha impian kamu gak kesampaian.. Tae udah bahagia ama kookie.. Bhak

sersanjung

Melas minta maaf? hmm bukan gaya Yoongi nih ..

ChiminChim

Dari dibuang mending kasih ke aku aja... Yoongi emang kasar...huhuhu

Guest

Namanya siapa neng

KimTaeChim95

Nih kelanjutannya

Soyu567

Yoongi hatinya hilang.. tercicir di lari di run era hahahahahaha

jchimchimo

UDAH!

dhani95

Yoongi jahat banget ya kan..

Chaniie97

Jimin uke lohhhhh wahahahahahaha Kacian Jiminnie, ditampar hahaha

ChimSza95

Yoongi gak bisa kontrol emosi hahahahaha

AzaleARMY957

Iya, dua-dua kepala batu... Keras. Thanks yahh

Kaizen Katsumoto

Yeahhh, ini yoomin lohhhh.. hurt kali ini dapet kah?

nahhhhh, hahahahaha thanks to all of you. Kali ini, kalian ngerti gak alur nya dimana?

Ayo tebak, hubungan Jimin dan Hoseok dimasa lalu.. Terus, siapa coba yang memergoki Hoseok?

Ku tnggu review nya...