Cute Princess Chap. 2

Title : Cute Princess

Author : Putri ChanBaek26

Casts :

- Byun Baekhyun - Park Chanyeol

- Luhan - Sehun

- Kai - Others

Pairing : ChanBaek

Genre : Romance, School Life.

Warning! : SHOUNEN-AI! YAOI! BOY X BOY, BOYS LOVE, & TYPO(s)

Warning! : YAOI! BOY X BOY, BOYS LOVE, & TYPO(s)

Note : FF ini murni dari otak gaje saya, kalau ada persamaan dengan FF lain mungkin hanya suatu kebetulan belaka. Tapi jangan pernah coba – coba untuk meniru/Plagiat FF saya! FF ini udah pernah saya post di salah satu FP EXO Fanfiction sekitar tahun 2013-2014. Jadi ini asli punya saya. Sekian :D

Note : FF ini terinspirasi dari komik PRINCESS PRINCESS. Tapi overall ceritanya gak sama. Author cuma ngambil soal Princess nya aja.

Summary : Baekhyun yang telah duduk dikelas 3 Senior High School mendaftarkan diri sebagai Princess disekolahnya yang notabene adalah sekolah khusus laki – laki. Lalu bagaimana hubungannya dengan Park Chanyeol sang kapten basket sekaligus teman sekamarnya?

Happy Reading! ^^

Namja mungil itu mengangguk pelan, lalu bibirnya melengkung keatas membentuk sebuah senyuman.

"Tidak! Bukan begitu, terlihat seperti dipaksakan. Ayo yang tulus!"

Baekhyun menarik bibirnya keatas, senyum kembali mengembang diwajahnya.

"Bukan begitu! Bisa – bisa orang lain mengira kau ingin buang air besar! Tunjukkan eyesmile mu! Ayo!"

Chap. 2

Baekhyun menghela napas panjang, padahal ia sudah berusaha tersenyum setulus mungkin. Tapi tetap saja dimata Luhan itu salah.

"Ayo lakukan lagi!" Perintah Luhan, matanya menatap namja mungil itu dengan tajam.

Lagi, lagi dan lagi, hingga Baekhyun berani jamin kalau pipinya sudah membengkak dan memerah.

Akhirnya Luhan tersenyum simpul ketika melihat senyum namja mungil tersebut untuk yang kesekian kalinya, ia terlihat sangat puas.

"Bagus! Pertahankan terus senyumanmu itu" Ucap Luhan sambil mengacungkan jempolnya.

Baekhyun hanya mendengus kesal sembari memegangi pipinya.

'Senyum saja bisa sesakit ini' Lirih batinnya kesal.

"Baiklah, sekarang pakai high heels ini. Kau harus mampu memakai high heels layaknya seorang gadis." Kata Luhan sambil menyerahkan high heels berwarna hitam.

Dengan sedikit kesal, Baekhyun pun menerimanya. Lalu memakainya dengan gerakan lambat.

"Oke, sekarang berjalanlah."

"Ba-baik."

Baekhyun pun melangkahkan kakinya dengan sedikit gemetar, satu langkah, dua langkah, tiga langkah, hingga akhirnya..

Bruk!

"Aww! Sakit!"

-oOo-

Baekhyun mengelus pinggangnya yang hingga kini masih terasa sakit akibat terjatuh saat memakai high heels tadi, ia sempat tidak bisa berdiri tadi.

"Arrgh sakit." Rintihnya.

Chanyeol yang baru keluar dari kamar mandi menatap bingung kearah Baekhyun, apalagi saat melihat posisi namja itu yang dalam keadaan telungkup sambil mengelus pinggangnya.

"Kau kenapa Baekhyun~ah?" Tanya Chanyeol sembari mendekat. Ia duduk disisi ranjang namja mungil itu.

"Pinggangku sakit. Tidak sengaja terjatuh saat belajar memakai high heels." Adu Baekhyun dengan bibir terpout.

Chanyeol tertawa pelan, namun tangannya bergerak menuju pinggang ramping namja itu.

"Biar ku urut." Tawar Chanyeol, namun namja mungil itu cepat menolak. Bahkan ia menatap curiga kearah Chanyeol.

"Kau kenapa? Kau pikir aku tertarik padamu? Haha! Tentu saja tidak! Dadamu kan rata." Ejek Chanyeol sambil tertawa.

"Kecuali kalau kau memakai dada palsu sambil memakai kostum Princess." Lanjutnya disertai senyum mesum.

"Hah! Dasar! Ya sudah urut saja!" Ujar Baekhyun kembali ke posisinya semula.

Chanyeol tersenyum, ia menapakkan tangannya dipinggang namja mungil itu. Memijat pelan, namun secara perlahan ia menarik baju namja itu keatas, hingga pinggang mulusnya terpampang sempurna.

Ia pun tersenyum, sembari memijat sekalian mengelus tubuh mulus itu tanpa disadari sang pemilik tubuh.

-oOo-

Tepat pada pukul 23.00, Chanyeol terbangun dari tidurnya. Ia kucek matanya sebentar, lalu menguap karena rasa kantuk yang masih menyerangnya. Tapi tekadnya sudah kuat, ia ingin mencuri ciuman dari namja mungil itu tiap malam secara diam – diam. Ia tau ini terdengar sangat gila, jatuh cinta pada pandangan pertama lalu mencium secara diam – diam, itu benar – benar bukan Park Chanyeol. Tapi apa boleh buat, Chanyeol sendiri tampak menikmati kebiasaan barunya.

Maka malam ini ia pun melaksanakan niatnya itu, dengan perlahan ia menuju ranjang namja mungil itu. Meraba wajah polos itu sebentar, lalu matanya turun ke bibir yang sebentar lagi ia rasakan. Ia pun memajukan wajahnya hingga kedua bibir itu menyatu. Kali ini ia membuka matanya, meneliti wajah cantik namja itu dari jarak yang sangat dekat. Indah. Itulah yang ia dapat katakan, wajah itu memang sangat indah dengan jarak dekat sekalipun.

Chanyeol memperdalam ciuman mereka, ia gigit pelan bibir tipis itu. Hingga lenguhan namja mungil itu membuatnya berhenti.

Dengan gerakan cepat ia menyudahi ciuman mereka, ia sangat takut kalau sampai ketahuan. Ia langsung naik keranjangnya, berusaha seperti tidak terjadi apa - apa.

Kali ini namja mungil itu sedikit tersadar, namun kesadarannya hanya sekitar 30%.

"Umm.. Kau pencuri ciuman ya? Mmm" Gumamnya pelan, lalu jatuh tertidur.

-oOo-

Baekhyun menatap Chanyeol dari arah bangkunya, tangannya mengelus - ngelus dagunya seperti orang yang sedang berpikir.

Ia memang berpikir, berpikir tentang kebiasaan Chanyeol ketika tidur. Meskipun kesadarannya tidak sempurna, namun ia tau kalau Chanyeol setiap malam selalu mencuri ciumannya. Ia tidak masalah soal itu, karena ia tau Chanyeol tidak sadar saat melakukan hal tersebut.

Sebenarnya ia ingin mengatakan soal kebiasaan itu pada Chanyeol, tapi ia takut kalau sampai namja itu tersinggung. Apalagi mereka normal, jadi Baekhyun merasa itu sangat tabu untuk dibicarakan, bisa - bisa mereka menjaga jarak karena hal itu. Tentu Baekhyun tidak mau, jadi ia memilih diam saja.

'Apa ku tanyakan saja pada Luhan? Mereka kan dulu sekamar' Ucap Baekhyun dalam hati.

-oOo-

Peluh tampak mengalir membasahi tubuh Baekhyun, sedari tadi ia hanya berlatih, berlatih, dan berlatih saja. Ia berani jamin kemampuannya memakai high heels meningkat lima puluh persen. Ia yakin akan hal itu, dan ia cukup bangga.

"Bagus, kau sudah melakukan yang terbaik" Kata Luhan sembari menepuk pundak namja mungil itu.

"Ya, terima kasih. Oh ya, Luhan~ah. Aku ingin bertanya. Bolehkah?"

Luhan mengerutkan dahinya, lalu ia mengangguk pelan.

"Saat kau sekamar dengan Chanyeol, apakah Chanyeol punya kebiasaan aneh saat tidur dulu?"

"Tidak ada. Memangnya kenapa?" Luhan balik bertanya.

"T-tidak ada. Aku hanya ingin bertanya saja" Jawab Baekhyun kikuk.

Luhan hanya diam, namun wajahnya menatap kearah namja mungil itu curiga.

-oOo-

Setelah tepat seminggu dilatih oleh Luhan, Baekhyun pun berhasil menjadi seorang Princess. Buktinya sekarang ia berdiri didepan aula sekolah, memakai kostum perempuan yang menampilkan paha mulusnya. Dengan sekitar ratusan pemuda yang bersorak - sorak dihadapannya.

Ia sangat gugup, kalau tidak karena Luhan yang berada disampingnya, pasti ia sudah pingsan.

"Princess baru kita bernama Byun Baekhyun." Kata Luhan menggunakan microphone. Ia tampak berwibawa, berbeda saat mengenakan kostum.

Baekhyun tersenyum hingga mata sipitnya membentuk eyesmile, ia berani jamin para namja itu sudah jatuh hati melihat senyuman mautnya. Apalagi saat ia melambaikan tangannya, banyak namja yang sudah jatuh pingsan.

"Wowwwww!" Teriak para namja itu secara berlebihan.

Dikursi paling belakang terlihat namja bermata bulat sedang menatap tidak percaya.

"Kau memang namja yang cantik Baekhyun~ah, tapi aku tidak menyangka kau bisa secantik itu" Gumam namja itu. Setelah ditelisik lebih jauh ternyata namja itu bernama Kyungsoo.

Dikursi paling tengah terlihat dua namja berkulit kontras sedang berteriak heboh, mereka tidak menyangka sahabat yang selalu mereka bully menjadi seorang Princess.

"Baekhyun~ah! Aku Sehun! Sahabat tampan mu! Look at me!" Teriak Sehun bangga. Namun sayang Baekhyun malah tebar pesona pada namja yang berada dihadapannya, Sehun dapat melihat namja - namja yang duduk didepan banyak yang jatuh pingsan.

"Pendek! Kurcaci! Marmut! Haha! Kau sangat cantik!" Seru Kai yang entah kenapa Baekhyun mampu mendengar suarnya, ia pun langsung melemparkan deathglare.

Dikursi paling depan terlihat Chanyeol tersenyum puas, ia sangat senang namja yang ia cintai menjadi orang yang dielu - elukan seperti itu. Meskipun sebenarnya ia cemburu saat mendengar teriakan - teriakan penuh cinta oleh ratusan namja yang ditujukan pada namja mungil itu. Ia cemburu, apalagi saat melihat paha mulus itu. Ia berani jamin para namja melihat paha itu dengan pandangan nafsu.

"Sejak awal ia memang pantas menjadi Princess" Ucap namja yang berada disamping Chanyeol.

Chanyeol mengangguk membenarkan.

"Ya, makanya aku menyuruh Luhan agar menjadikan namja itu sebagai Princess, Kris"

Namja yang ternyata bernama Kris itu mengangguk, dibibirnya tersungging sebuah seringai.

"Mohon bantuannya semua" Ucap Baekhyun dari depan. Sorak - sorakan kembali terdengar, mengakhiri debut Princess baru mereka.

-oOo-

"Luhan~ah! Aku tidak kuat! Kau tidak lihat mereka tadi? Mereka sangat brutal!" Ucap Baekhyun frustasi. Ia mengacak – acak rambut pendeknya.

Luhan terlihat tidak peduli, ia malah hendak bergegas pergi.

"Sekarang tugasku sudah selesai. Aku tidak punya hak lagi untuk mengurusmu. Dan juga, kupikir kau tidak seharusnya mudah menyerah seperti itu. Kau namja kan? Seharusnya kau berani menghadapi mereka. Kalau tidak berani silahkan cari pengawal pribadimu." Tutur Luhan panjang lebar. Ia segera keluar dari ruangan itu, meninggalkan Baekhyun yang masih terlihat frustasi.

Namun tiba - tiba sebuah kepala menyembul dari balik pintu.

"Baca peraturan seorang Princess, point kelima tertulis selama kau menjadi Princess mereka bebas menyentuhmu. Kecuali menyentuh bagian pribadimu. Dah!" Luhan pun benar - benar pergi. Kini hanya tinggal Baekhyun yang membelalakkan matanya, ia sangat menyesal tidak membaca peraturan itu.

-oOo-

Bel tanda pelajaran telah usai pun berdering, murid - murid langsung berhamburan keluar. Ada beberapa yang masih memasukkan buku ke dalam tas, ada yang masih bersantai, dan bahkan ada yang terlihat bingung Baekhyun masih bingung melihat jadwalnya yang penuh dari hari senin sampai sabtu, ia tidak punya istirahat sama sekali kecuali pada malam hari.

"Astaga! Jadwalku sangat padat! Seperti artis saja." Keluh Baekhyun.

Sehun dan Kai yang sebenarnya hendak pulang mendadak berbalik arah saat melihat sahabat cantik mereka.

"Cantik! Pulang bersama kami saja ya?" Tawar Sehun, ia sudah merangkul tubuh pendek itu.

"Ya, kau akan aman bersama kami. Pendek!" Ucap Kai. Baekhyun hanya mendengus kesal, tapi ia tidak menolak tawaran dari kedua namja itu.

"Kalian berdua mau jadi bodyguardku tidak?" Tanya Baekhyun.

Kontan saja Sehun langsung mengangguk.

"Mau! Tentu saja mau, iya kan Kai?"

"Aku sih mau saja, asal ada bayarannya. Aku bisa mencium pipimu." Kata Kai mesum.

"Oh ya, terserah kau saja. Setelah itu aku akan melaporkanmu ke polisi dengan tuduhan gay mesum kelas kakap." Ucap Baekhyun yang langsung disambut tawa oleh Sehun.

Kai mendengus kesal, jitakan langsung ia daratkan ke kepala Sehun.

"Aku masih normal pendek! Buktinya aku nafsu ketika kau menjadi Princess, dengan dada palsu dan paha mulusmu itu."

Ganti Baekhyun yang mendadak kesal, ia mendelik tajam kearah Kai.

"Sama saja idiot! Aku kan namja!"

"Berbeda! Dasar pendek cantik!"

"Aish! Hitam pesek!"

-oOo-

Dress berwarna pink dengan rumbai - rumbai dibagian bawahnya menjadi pilihan Baekhyun saat ini, menurutnya tidak ada yang lebih baik dari kostum ini. Meskipun sebenarnya tetap saja paha mulusnya kelihatan, tapi itu tidak apa - apa dibandingkan dada ratanya yang dilihat orang lain.

Ia mulai memakai dressnya, memakai wig berwarna kemerahan bergelombang, sepatu boots berwarna hitam menutupi hingga keatas lututnya, memakai aksesoris dikepala entah apa namanya, sedikit sentuhan lipstick dibibir tipisnya dan terakhir eyeliner. Ia tidak memakai makeup karena tidak pandai. Lagi pula ia tidak mau wajahnya berjerawat karena benda sialan itu.

"Oke, baiklah! Byun Baekhyun fighting!" Teriaknya menyemangati diri sendiri.

-oOo-

"Waaa! Cantiknya!"

"Kiyeowo!"

"Imut sekali!"

"Sexy!"

Baekhyun hanya tersenyum mendengar komentar - komentar para namja itu ketika melihatnya terjun ke lapangan, ia juga tidak memperdulikan tatapan buas dari para namja itu.

Baginya saat itu adalah agar tugasnya segera selesai, ia dapat pulang keasrama dan tidur.

"Semuanya! Berusahalah! Fighting!" Teriak Baekhyun dengan suara sengaja di imut - imutkan. Wajahnya juga ia buat agar semakin imut.

"Waaaa! Gomawo Princess!" Teriak para namja itu bersamaan, mereka tampak menjadi lebih semangat. Dari mata mereka saja tampak bentuk love – love seperti di komik – komik yang sebenarnya membuat Baekhyun ingin muntah.

Chanyeol baru saja selesai mengganti baju seragamnya dengan baju basket, sehingga ketika ia keluar menuju lapangan ia menjadi bingung melihat teman - temannya bersiul - siul kecil, dan beberapa bersorak.

Ternyata setelah ia perhatikan ada Princess disana, berdiri disudut lapangan lengkap dengan kostum Princess dan payung berwarna pinknya. Chanyeol pun tersenyum kecil, apalagi saat melihat tingkah malu - malu kucing yang Chanyeol berani jamin hanyalah sebuah kepura - puraan.

Ia pun berjalan mendekat.

"Wah! Ada Princess! Mana sambutannya untuk kapten basket?" Ucap Chanyeol yang seketika membuat Baekhyun bingung dan kesal.

"Maksudmu?" Tanya Baekhyun, bibirnya tampak mempout, mata sipitnya sengaja ia kerjap - kerjapkan.

"Aigoo imutnya!" Pekik seorang namja, hingga ia tidak fokus bermain basket.

Disebelahnya seorang namja terpaku memandang Baekhyun, sedangkan disebelahnya lagi seorang namja sudah pingsan. Bahkan ada yang mimisan.

"Aku kapten basket Princess sayang, jadi kuharap kau memberi rasa hormat padaku dalam bentuk sebuah sambutan." Jelas Chanyeol sambil melipat tangan didada.

Tanda O pun muncul dibibir tipis Baekhyun, tanda bahwa ia mengerti.

"Lalu kau mau kusambut seperti apa?" Tanya Baekhyun lagi. Baekhyun sempat melirik dari ekor matanya bahwa ada seorang namja yang mencium telapak tangannya sendiri sambil memandang kearahnya.

'Oh! Menjijikkan!' Bulu kuduk namja mungil itu pun meremang.

"Umm.. Seperti ini mungkin."

Cup~

Baekhyun membulatkan matanya saat dirasa pipinya menjadi basah karena sebuah benda kenyal dan lembut menempel disana.

"Uggh.. Kau!" Geram Baekhyun ketika namja itu melepaskan ciumannya.

"Not bad." Ujar Chanyeol sambil tersenyum puas.

Namun sebagian namja itu malah berlari dan menyerangnya karena tidak terima Princess mereka disentuh oleh namja itu.

"Menyebalkan kau Park Chanyeol!"

"Mencuri kesempatan dalam kesempitan!"

"Awas kau Chanyeol!"

"Arggh! Sakit! Kalian gila!" Rintih Chanyeol ketika para namja itu mencubit, menggelitiki, dan bahkan mencabuti bulu kakinya.

"Haha! Rasakan!" Teriak Baekhyun keras, namun tidak mengurangi kewibaannya sebagai Princess.

-oOo-

"Aigoo~ Aku sangat lelah" Ucap Baekhyun sambil menyandarkan tubuhnya kebantal, ditangannya sudah terdapat sebuah komik yang akan ia baca.

"Kau tidak mengerjakan PR?" Tanya Chanyeol yang tiba - tiba masuk ke dalam kamar.

Ia tampak mengunyah makanan yang Baekhyun sendiri tidak tau apa itu.

"Tidak. Lagipula nilaiku pasti A. Dan juga tinggal ku kedipkan saja mataku, Hwang saem pasti langsung luluh kelantai"

Chanyeol tertawa dengan keras, sampai - sampai ia merasakan sakit dibagian perutnya.

"Haha! Astaga! Kau percaya diri sekali"

"Tentu saja percaya diri! Kau tidak melihat ekspresi Hwang saem saat melihat paha mulusku tadi kan? Bibir tebalnya saja sampai menganga sempurna, aku yakin kepala Kai bisa masuk ke dalamnya" Tutur Baekhyun bangga.

Mendengar penuturan Baekhyun tersebut, membuat Chanyeol terdiam. Tersirat kekhawatiran diwajahnya.

"Bodoh! Seharusnya kau takut! Bagaimana kalau dia berbuat cabul padamu eoh?"

"Aku tidak takut! Kecil - kecil begini aku jago hapkido. Awas saja ia macam - macam padaku."

Hembusan napas lega pun terdengar dari bibir Chanyeol, ia sangat khawatir kalau sampai ada orang yang tidak bertanggung jawab berbuat tindakan mesum pada namja mungil itu.

"Ya sudah. Aku mau belajar" Ucap Chanyeol sambil duduk dikursi belajarnya.

"Belajar saja sana! Tidak usah permisi, memangnya aku pacarmu?" Omel Baekhyun, jemari lentiknya membuka lembaran pertama komik yang akan ia baca.

Chanyeol tersenyum tipis.

'Nanti Byun Baekhyun. Kau pasti jadi milikku.' Batinnya terdengar sangat yakin.

-oOo-

Baekhyun menghembuskan napasnya kasar ketika dua orang namja menyerbu kearahnya saat ia baru saja masuk ke dalam kelas, ia sudah tau siapa itu.

"Minggir - minggir Princess mau lewat" Ujar Kai sambil mengusir orang yang berada dihadapannya.

Sedangkan Sehun memeluk pinggangnya posesif, membimbing ia berjalan seolah - olah ia adalah orang yang buta, sakit, bahkan lumpuh.

'Ini konyol' Batin Baekhyun sembari menatap malas.

"Silahkan duduk Princess." Kata Kai mempersilahkan. Sehun sendiri mengacak - acak rambutnya.

"Sudahlah. Pergi sana! Hush! Hush!" Usir Baekhyun sadis.

Kai dan Sehun hanya menggerutu kesal.

"Untung saja ia cantik. Kalau tidak sudah ku gigit." Gumam Kai pelan.

"Dia sangat cantik. Apakah aku normal?" Sehun bergumam sambil terpekur menatap tembok.

"Hwang saem datang! Hwang saem datang!" Teriak seorang namja bermata panda sambil berburu masuk kekelas. Kontan saja semuanya merapikan baju dan duduk mereka.

"Selamat pagi saem!" Sapa semuanya.

Hwang saem hanya mengangguk - anggukkan kepalanya.

"Selamat pagi! Sepertinya kalian sangat ceria. Yah, mungkin karena cuacanya yang cerah, dan putih mulus seperti paha Princess kita." Kata Hwang saem yang langsung mendapat sambutan berupa siul - siulan menggoda.

Baekhyun memelototkan matanya, ia tidak menyangka Hwang saem akan berkata cabul didepan murid - muridnya.

Chanyeol menatap Hwang saem tajam, tangannya terkepal seolah hendak meninju wajah gembul jelek itu.

"Memang paha Princess harus mulus, tidak seperti paha saya. Haha." Hwang saem semakin ngelantur.

Tapi dasarnya namja, tentulah topik yang seperti itu yang mereka sukai. Bahkan ada yang meneteskan liurnya ketika melihat kearah Baekhyun.

"Saem! Bisakah kita lanjutkan pelajaran? Aku tidak mau waktuku terbuang sia - sia mendengar lelucon aneh itu." Kata Chanyeol keras. Wajahnya tampak memerah menahan amarah.

Hwang saem langsung tersadar, ia sedikit berdehem sambil membetulkan letak jasnya.

"Baiklah. Kita ada PR bukan? Kumpulkan sekarang! Yang belum siap maju ke depan!" Perintah saem tegas.

Sebelum maju ke depan Chanyeol sempat melirik kearah Baekhyun sebentar, lalu ia berjalan santai mengumpulkan tugasnya.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya, bagaimana pun ia sedikit takut kalau sampai Hwang saem menghukumnya karena ia tidak mengerjakan tugas.

Ia pun berdiri, tangannya memilin - milin ujung blazernya. Keringat dingin mulai mengucur dari pelipisnya.

"Ada apa Byun Baekhyun?" Tanya Hwang saem ketika Baekhyun sampai didepan kelas, matanya menatap dengan pandangan menelanjangi mungil itu.

"I-itu saem a-aku—"

"Kami mau ke toilet! Iyakan Baekhyun~ah?" Kata Chanyeol yang tiba - tiba berdiri disamping Baekhyun. Tangan besarnya menggenggam tangan mungil itu dengan erat.

"Ta-tapi.. A-aku—"

"Permisi saem! Tugas kami berdua sudah dikumpul." Chanyeol langsung menarik tangan namja mungil keluar. Meninggalkan Hwang saem yang terlihat kesal.

"Jangan bermesraan disekolah!" Teriak Hwang saem yang langsung membuat namja - namja dikelas terbakar cemburu.

-oOo-

"Yak! Kenapa kau membawa ku kesini eoh?" Tanya Baekhyun sembari melepaskan pegangan tangan mereka.

"Tidak apa - apa. Aku hanya bosan melihat wajah mesumnya itu." Jawab Chanyeol yang langsung duduk di atas rumput.

"Aish! Kau ini! Oh ya, kenapa tadi kau katakan pada Hwang saem bahwa tugas kita—"

"Aku sudah mengerjakan tugasmu tadi malam, jadi tenang saja. Dan tutup bibirmu, atau ku cium." Potong Chanyeol disertai ancaman.

Baekhyun hanya mengerucutkan bibirnya karena kesal.

"Chanyeol~ah, aku ingin bertanya. Kenapa kau menciumku waktu itu?"

Chanyeol terbatuk, cukup terkejut mendengar pertanyaan dari namja mungil itu.

"K-kapan? Aku tidak ingat." Elak Chanyeol. Sebenarnya ia cukup takut namja mungil itu membahas tentang ciuman yang tiap malam ia curi.

"Aish! Kau ini! Ya sudahlah, aku hanya heran saja karena kau suka menggangguku. Kau pikir aku gay eoh? Dasar!"

"Haha! Pabo! Itu sudah biasa dilakukan kaum namja pada temannya. Ciuman, pelukan, rangkulan, pegangan tangan, bagiku itu sudah biasa." Kata Chanyeol bersikap santai.

"Begitukah?"

"Iya! Sini ku peluk!" Chanyeol langsung menarik Baekhyun ke dalam pelukannya.

"Kalau aku memakai seragam sih boleh saja. Asal jangan memelukku ketika memakai kostum Princess!"

"Kalau kau memakai kostum Princess lain ceritanya, mungkin aku akan memperkosamu!"

"Apa? Tidak!"

"Hahaha."

-oOo-

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan mengagetkan kedua orang namja, Chanyeol dan Baekhyun yang saat itu sedang berada didalam kamar. Chanyeol yang sedang fokus bermain game menatap kearah Baekhyun, mengisyaratkan agar namja mungil itu membuka pintu. Dengan malas - malasan Baekhyun pun berjalan menuju pintu. Ia heran siapa yang berani – beraninya merusak waktu istirahatnya.

"Huh! Siapa sih malam - malam begini? Mengganggu saja." Omel Baekhyun. Jemari lentiknya langsung meraih kenop pintu.

"Princess!" Seru Sehun yang tiba - tiba menghambur masuk ke dalam kamar ChanBaek.

"Ada apa?" Tanya Baekhyun bingung.

Kai yang berada didepan pintu hanya tersenyum mencurigakan, matanya melirik ke kiri dan kanan.

"Kalian ini kenapa hah?" Tanya Baekhyun lagi karena pertanyaannya tak kunjung dijawab.

"Ayo ikut kami." Ucap Sehun sambil menarik lengan namja mungil itu.

"Kalian ingin menculikku ya?" Baekhyun menatap penuh selidik.

"Tidak Princess! Ikut saja!"

Greb!

Sehun melihat kearah sebuah tangan yang menggenggam tangan Baekhyun.

"Aku boleh ikut tidak?" Tanya orang itu yang ternyata Chanyeol.

Sehun menatap kearah Kai, seolah meminta persetujuan.

"Baiklah - baiklah! Tapi jangan ribut." Kata Kai sambil berjalan mendahului.

Chanyeol tersenyum lebar kearah Baekhyun, membuat namja mungil itu mau tidak mau ikut tersenyum.

-oOo-

Chanyeol mendudukkan tubuhnya dan Baekhyun disebuah sofa berwarna merah, pandangannya menelusuri ruangan itu. Ia sedikit heran kenapa mereka bisa masuk keruangan kepala sekolah.

"Kenapa kita disini?" Tanya Chanyeol sambil menatap kedua namja yang duduk dibawah itu.

"Sedikit bersenang – senang. Yah seperti menonton film." Jawab Kai disertai senyum mesum, Sehun pun sama.

Kai langsung menghidupkan televisi yang berada diruangan itu, lalu muncul lah gambar – gambar gadis berpakaian seronok.

"Shit!" Umpat Chanyeol. Ia langsung meraih namja mungil yang berada disampingnya kedalam pangkuannya. Mata namja mungil itu ia tutup dengan kedua tangannya.

"Kenapa ditutup? Aku mau melihat." Rengek Baekhyun.

"Anak kecil tidak boleh menonton film seperti itu!"

"Aku sudah besar tau! Buktinya aku suka yeoja berdada besar!"

"Tetap tidak boleh! Ayo pergi." Chanyeol langsung menarik tangan namja mungil itu.

"Tidak mau Chanyeol~ah!"

"Yah! Kau tidak seru Chanyeol! Padahal setelah ini kami akan memperkosa Princess!" Kata Sehun terlalu jujur.

Jelas saja Chanyeol langsung melotot.

"Ku bunuh kau!" Maki Chanyeol hendak menerjang Sehun.

"Haha. Bercanda! Piece!"

-oOo-

Baekhyun dan Chanyeol terlihat berjalan bersisian dikoridor asrama yang sangat gelap, biasanya lampu akan padam pada pukul 21.00. Dan sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 21.49.

"Kenapa Kai bisa masuk ke dalam ruangan kepala sekolah?" Tanya Chanyeol memecah keheningan.

Baekhyun menatap kearah Chanyeol, meskipun gelap namun ia masih mampu melihat wajah tampan itu.

"Kau tidak tau ya? Kai kan anak kepala sekolah." Jawab Baekhyun yang langsung disambut oh panjang dari Chanyeol.

"Oh ya Baekhyun~ah, kau tinggal dimana?"

"Di Seoul, kau sendiri?"

Chanyeol tersenyum dalam gelap, ia senang mengetahui bahwa namja mungil itu satu kota dengannya.

"Sama. Emm, apa kau mengenal Choi Hye Seok?"

Namja mungil itu menghentikan langkahnya, lalu menatap Chanyeol tidak percaya.

"Aku tidak menyangka Hye Seok setenar itu, bahkan disini pun ada saja yang mengenalnya. Wah!" Ucap Baekhyun terkagum - kagum.

Chanyeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal, padahal sebenarnya ia hanya iseng bertanya pada namja mungil itu. Tidak tahunya ia malah mengenal yeoja tersebut.

"Bagaimana kau mengenalnya?"

"Seharusnya aku yang bertanya begitu, Hye seok itu sangat terkenal di Seoul. Lagipula ia tetanggaku."

Mata Chanyeol tampak melotot mendengar perkataan namja mungil itu.

"Benarkah? Lalu, apa kau mengenal suaminya?"

Baekhyun menggeleng pelan, namun sedetik kemudian ia menggerakkan telunjuknya ke udara. Mengingat sesuatu hal.

"Aku pernah melihat suaminya. Hanya saja tidak jelas, karena aku melihatnya dari beranda kamarku yang berada di lantai atas." Jelas Baekhyun masih tampak berpikir.

"Waktu itu ia menggendong bayinya yang sangat imut itu. Ah! Seandainya suatu hari aku punya baby se-imut itu." Lanjut namja mungil itu sambil tersenyum. Ia memikirkan bagaimana dirinya kelak ketika mempunyai baby.

"Kau ingin punya baby? Ayo kita buat." Kata Chanyeol sambil merangkul tubuh mungil itu.

"Yak! Bodoh! Mana bisa! Kau pikir aku yeoja hah?"

"Haha.. Memangnya bukan ya? Princess!"

"Yak! Jahat! Aku namja! Dadaku saja rata!"

"Banyak kok yeoja berdada rata, contohnya kau!"

"Aish! Chanyeol idiot!"

"Hahaha!"

Chanyeol hanya tertawa keras, memandang wajah cantik itu dengan penuh kekaguman.
Apalagi saat namja itu menggembungkan pipinya, ah! Benar - benar menggemaskan.

Siapakah Choi Hye Seok sesungguhnya? Dan kenapa Chanyeol bisa mengenalnya?

TBC

Ini emang terinspirasi dari komik PRINCESS PRINCESS, udah aku tuliskan kok di Note. Tapi ceritanya beda kan? Soalnya aku emang ngambil tentang PRINCESS nya aja.

Terus maaf gak bisa balas komen satu – satu, tapi aku senang kok kalau ada yang ngoment, pasti aku baca. J

Terus diatas udah aku sebutkan kalau FF ini pernah dipublish di salah satu FP EXO Fanfiction di facebook. Jadi ini emang bukan FF baru, Cuma beberapa ada yang aku edit kembali. Pengen masukin koleksi FF aku aja diakun ini, soalnya waktu di publish di FB bukan akun pribadiku.

Oh ya, di FF ini memang ada beberapa cast-nya yang aku ganti nama pemainnya. Demi kenyamanan bersama aja sih sebenarnya.