Naruto : The Legend of Ninja
By New Akatsuki
.
Disclaimer : Massasi Kishimoto
.
Warn : typo, abal-abal, gaje, OOC, and many more
.
.
.
Enjoy it
.
Didepan sebuah rumah tua yang sepertinya sudah lama tidak ditempati dan dirawat, berdiri seorang anak laki-laki. Dia kemudianmelangkahkan kakinya memasuki rumah tersebut, setelah pintu rumah tersebut ia buka, dia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang ada dalam rumah tersebut. Dia kemudian melangkahka kakinya kedalam rumah sampai dia berhenti didepan sebuah dinding yang terdapat sebuah foto yang cukup besar, foto seorang pria dan wanita. Pria memiliki rambut berwarna kuning cerah dan mata berwarna biru laut sedangkan sang wanita memiliki rambut berwarna merah dan mata berwarna violet.
"tou-san,_kaa-san " ucapnya saat dia memandang foto tersebut. Ya, Dia adalah Naruto, setelah pertemuan dengan adiknya, meraka kembali berpisah untuk sementara karna adiknya harus berangkat ke akademi ninja untuk belajar walaupun dengan sedikit kesabaran karna adiknya tidak mau pergi ke akademi. Kemudian dia pergi bersama Hokage untuk membicarakan sesuatu yang penting yaitu tentang identitasnya sebagai keterunan Namikaze. Jadi sekarang dia merahasiakan identitasnya, sekarang namanya menjadi Uzumaki Naruto. Setelah itu dia meminta Hokage untuk menunjukkan jalan kerumah kedua orang tuanya. Saat ditanya, dia hanya menjawab bahwa ada peninggalan dari orangtua dia untuk dirinya dan adiknya. Jadi sekarang dia disini, didepan foto kedua dia memindah foto tersebut dari dinding, didinding bekas foto itu terdapat tulisan aneh yang sangat susah tuk dibaca, ya itu adalah sebuah fuin. Kemudian dia menggigit jari jempol sehingga jari tersebut berdarah kemudian dia meoleskan darah tersebut kepada fuin itu. Fuin tersebut mulai bercaya kemudian dengan ajaid dinding itu terbelah membentuk persegi yang didalamnya berisi sebuah gulungan. Dia mengambil gulungan tersebut dan memandangnya sesaat, kemudian dia berbalik dan berjalan menuju pintu keluar.
.
.
.
TLN
.
" jadi ini tempat tinggalmu Yui-chan" kata seorang anak laki-laki berambut pirang aka Naruto kepada anak perumpuan disebelahnya aka Yui, yang kemudian dibalas dengan anggukan oleh Yui. Setelah pulang dari akademi, Yui pergi kekantor Hokage untuk bertemu dengan nii-sannya tapi sebelum dia sampai kekantor dia sudah bertemu dengan nii-san dijalan. Dan sekarang mereka sedang berada didepan pintu sebuah apartement yang sedikit tua. Di sebelah apartement itu juga terdapat apartement lainnya akan tetapi apatermen tersebut kosong dan tidak terawat. Ini membuat tempat ini terasa angat sepi.
"ya, maaf kalau tempatku jelek nii-san" kata perempuan yang berada disebelah Naruto aka Yui.
"tidak, bagiku ini cukup " balas Naruto dengat lembut sambil tersenyum kepada Yui.
Yui berjalan mendekati pintu dan mengambil kunci disakunya kemudian pintu terbuka. Aparteman milik Yui ini sangat sederhana, hanya ada beberapa ruangan yaitu ruang tamu yang digabung dengan dapur, dua kamar tidur yang teletak di samping kanan dapur dan kamar mandiyang terletak disamping kiri dapur. Didpur terdapat meja makan dengan empat buah kursi. Mereka berduapun masuk kedalam, setelah masuk Naruto duduk dikursi sedangkan Yui mengmbil botol berisi air dudalam kulkas yang berada didapur kemudian dia meminum air tersebut.
"nii-san mau " kata Yui kepada Naruto sambil mengankat botol yang dia pegang.
"tidak, terima kasih " balas Naruto. Setelah minum , Yui menyimpan botol air tersebut dan berjalan mendekati Naruto kemudian dia duduk dikursi yang berhadapan langsung dengan kursi yang diduduki oleh Naruto. Mereka hanya dipisahka oleh meja makan. Ada beberapa keheningan sampai Yui memulai pembicaraan.
"nii-san boleh aku bertanya "kata Yui denagan penuh harap. Setelah melihat anggukan dari kakaknya, diapun melanjutkan kata-katanya.
" selama ini nii-san dimana " kata yui melanjutkan kata-katanya, disitu ada rasa sedih yang dia rasakan karna dia merasa ditinggal sendirian didesa yang warganya menganggap dia seorang monster. Naruto yang merasakan kesedihan dari adiknya tersebut menjadi bersalah karna terlalu lama dia meninggalkan adiknya.
"selama ini aku berada disebuah desa di Mizu no Kuni, setelah aku mengetahui kalau aku punya saudara di Konoha, aku pergi menuju Konoha" jawab Naruto panjang Naruto tersebut membuat rasa bahagia pada diri Yui karna Narutodatang ke Konoha hanya untuk dirinya. Tapi masih ada beberapa pertanyaan yang ingin dia katakana.
"lalu apakah nii-san tinggal senderi juga" kata Yui
" aku tinggal bersama keluarga Akagami, semenjak aku kecil aku dirawat oleh keluarga itu. Tapi mereka meninggal 5 tahun yang lalu" jawab Naruto, ada perasan sedih ketika dia menceritakan tentang keluarga yang telah merawat saat dia kecil, dia sudah menganggap mereka sebagai orang tua kedua dan keluarga tersebut juga menganggap ia sebagai anak mereka.
"kenapa nii-san bias dirawat oleh mereka, kenapa bukan kedua orang tua kita" Tanya Yui lagi, ada rasa kecewa kepada kedua orangtuanya karna mendengar cerita dari nii-san,
"katanya tou-san memiliki banyak musuh, jadi tou-san menitipkanku kepada keluarga Akagami"jawas Naruto.
"lalu apa nii-san pernah melihat tou-san dam kaa-san" Tanya Yui (lag) penuh harap sebab dia ingin tau bagaimana wajah kedua orangtuanya
"aku belum pernah milihat tou-san dan kaa-san secara langsung tapi aku pernah melihat foto mereka, " jawab Naruto
"bagaimana rupa mereka " Tanya Yui antusias.
"kalau untuk kaa-san kamu bisa melihatnya dicermin" kata Naruto yang dibalas dengan pandangan bingung oleh Yui " coba lihat dirimu dicermin, begitulah wajah kaa-san " sambung Naruto
" benarkah " setelah tau maksud dari Naruto, hanya itu yang dapat dia katakana. Dan anggukan dari Naruto membuatnya semakin yakin bahwa dia sangat mirip dengan kaa-sannya. "kalau tou-san" sambungnya
"kalau kaa-san sangat mirip dengan mu, tou-san juga sangat mirip denganku" kata Naruto
"benarkah" hanya kata itu yang dapat dia ucapkan dia memandangi nii-sannya dengan seksama. Nii-san yang memiliki rambut spike denagan warna kuning cerah, mata berwarna biru yang indah, itu semua membuat dia yakin kalau tou-san adalah lelaki yang tampan.
"sudah larut malam sebaiknya kau tidur" lamunannya terhenti ketika mendengar ucapan nii-san, dia baru sadar bahwa hari memang sudah larut dan sudah waktunya dia untuk tidur.
" nii-san benar, tapi nii-san tidur dimana,ruangan satunya belum dibersihkan " ucapnya dengan sedikit khawatir
"itu tidak jadi masalah, lebih baik kau cepat tidur sana" balas Naruto sambil tersenyum lembut kepada Yui. Walaupun masih khawatir, tapi dia tetap menuruti ucapan nii-sannya.
.
TLN
.
.
Ditempat yang hanya cukup untuk satu orang kini sedang terbaring seorang perempuan. Dia tidur dengan sangat nyenyak, beberapa saat kumudian dia membuka matanya yang memiliki warna violet yang sangat indah. Dia kemudian bangun dan keluar dari kamarnya karna dia ingin melihat orang yang dia sayangi walau hanya sehari meraka bertemu, tapi saat dia keluar dari kamarnya, dia tidak melihat siapun disana. Kemudian dia mencoba mencari orang itu kekamar sebelah, tapi disana juga tidak ada siapapun
"nii-san" dia mencoba memanggilnya tapi tidak ada balasan yang dia dengar.
"nii-san" dia kembali memanggil dan kali ini lebih keras , dia juga pergi kekamar mandi untuk memeriksanya tapi disana juga tidak ada siapapun. Dia mulai merasa cemas, dan juga takut. Dia takut kalau kejadian kemaren hanya sebuah mimpi, kejadian bahwa dia memiliki seorang kakak hanyalah sebuah mimpi.
"nii-san " panggilnya lagi tapi kali ini suara sangat pelan kedua matanya mulai berair. Dia benar-benar takut, dia tidak ingin hidup sendiri lagi dia, sudah cukup penderitaannya, dia tidak ingin menderita dalam kesendiriannya
"tadaima" pintu apartementnya terbuka dan menunjukan seorang anak laki-laki dengan membawa dua buah bungkusan dimasing-masing suara orang yang dicarinya diapun berlari kearah pintu dan saat melihat orang tersebut dia langsung memeluknya sampai-sampai bungkusan yang dibawa laki-laki tersebut jatuh. Tidak ada ucapan yang keluar dari mulutnya, dia hanya memeluk nii-sannya dengan erat. Kemudia terdengar isakan kecil dari mulutnya, bahkan Naruto dapat merasakan kalau bajunya basah.
"nii-san_ aku takut nii-san meninggalkanku,_ aku takut kalau kejadian kemaren hanya mimpi " ucapnya disela isakannya. Mendengar itu Naruto hanya tersenyum kemudian dia mengusap rambut adiknya dengan lembut.
"tadaima" kata Naruto mengulangi ucapannya
"Okaeri" setelah melepas pelukannya Yui membalas ucapan dari Naruto "nii-san dari mana " tanyanya
"nii-san dari pasar, bahan makanan yang ada dikulkas sudah kosong jadi aku berbelanja" jawab Naruto. " bukankah kau harus berangkat ke akademi, sebaik kau cepat mandi. Nii-san akan memasakkan mekanan untukmu" sambung Naruto
" nii-san bias memasak " Tanya Yui
" kau meremehkanku " balas Naruto sambil tersenyum. Kemudian dia mengambil bungkusan yang jatuh tadi dan berjalan kedapur. Sedangkan Yui, mendengar kata-kata nii-san diapun berjalan kekamar mandi.
.
.
TLN
.
Sekarang mereka sedang makan makaanan yang dibuat oleh Naruto, Yui makan dengan lahap dan sedikit tergesa-gesa sedangkan Naruto dia makan dengan perlahan.
"ternyata makanan buatan nii-san sangat enak " kata Yui di sela makannya " dulu saat seperti ini aku hanya makan ramen instan saja" sambung Yui
"apa kamu tidak bisa memasak " Tanya Naruto yang kemudian dibalas dengan cengiran yang disertai wajah yang memerah oleh Yui. Naruto hanya dapat menghela nafasnya.
.
.
"jadi ada urusan apa sampai saya dipanggil kemari Hokage-sama " ucap seorang anak laki-laki aka Naruto kepada lelaki tua yang berada didepannya saat ini. Setelah selesai makan tadi, dia kemudian membereskan kamar yang akan dia tempati sedangkan Yui suadah berangkat keakademi, setelah selesai dia didatangi oleh seorang anbu yang menyuruhnya untuk dating kekantor Hokage dan sekarang dia disina didepan orang yang dipanggil Hokage
"apa kau ingin menjadi ninja Naruto" Tanya Hokage dengan lembut kepada Naruto
"tentu saja " jawab Naruto dengan mantap " aku ingin melindungi orang yang kusayangi " sambung Naruto. Mendengar itu Hokage hanya tersenyum kepadanya
" aku akan mendaftarkan keakademi untuk manjadi ninja apa kau mau " kata Hokage yang dibalas oleh anggukan mantap dari Naruto
" boleh saya meminta sesuatu " Tanya Naruto setelah melihat anggukan dari Hokage, dia punmelanjutkan perkataannya " tolong tempatkan saya ditempat yang sama dengan Yui" sambungnya
" baiklah" balas Hokage "besok kau bisa langsung pergi keakademi untuk belajar" sambungnya
"kalau tidak ada hal yang lain lagi saya mohon undur diri Hokage-sama" kata Naruto. Kemidaian dia pun keluar dari kantor Hokage.
.
.
.
Sekarang Naruto sedang berada dijalan desa Konoha, dia menuju ketempat akademi ninja untuk menjemput adiknya karna sebentar lagi pelajaran diakademi ninja akan selesai. Setelah sampai, dia menunggu adiknya didepan gerbang akademi, beberapa saat kemudian dia melihat adiknya keluar dari salah satu ruangan disana.
"nii-san " teriak Yui dengan semangat saat melihat Naruto didepan gerbang. Diapun berlari menghampiri sang kakak dan ingin memeluknya
'tuk' sebelum memeluk nii-sannya dia berhenti karna kedua jari tangan yaitu jari tengah dan jari telenjuk nii-san menempel didahinya dan menahan pergerakannya. Kemudian Naruto mendorong tangannya sehingga Yui mundur beberapa langkah kebelakang.
"apa yang nii-san lakukan " Tanya Yui. Naruto hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawabannya. Itu membuat wajah Yui cemberut. Naruto kemudian melihat disekitarnya, dia melihat banyak murid yang memandang mereka tapi dia hanya menghiraukan mereka
"mau jalan-jalan " kata Naruto kepada Yui, yang dibalas dengan anggukan semangat dari Yui. Hilang sudah wajah cemberutnya tadi digantikan dengan wajah gembira. Kemudian dia menarik tangan kakaknya menuju tempat kesukaannya
.
.
.TLN
.
" paman tolong tambah ramennya " tiriak Yui kepada paman Teuchi sang pemilik kedai ramen. Dia duduk disebuah kursi, didepannya ada mangkuk ramen yang sudah kosong dan disebelah mangkuk tersebut ada mangkuk lain yang sudah kosong juga. Disebelah Yui duduk Naruto yang sedang memakan ramen dengan pelan.
" kau sangat suka ramen ya?.." Tanya Naruto yang dibalas dengan anggukan semangat oleh Yui. Kemudian pesanan yang ketiga Yui datang, Yuipun memakannya dengan lahap bahkan hanya dia hanya membetuhkan beberapa menit untuk menghabiskan ramen tersebut. Melihat itu, Naruto hanya tersenyum kemudian dia menghabiskan sisa ramennya. Setelah mereka selesai ramen dan membayarnya mereka pun pergi melanjutkan jalan-jalan mereka, disepanjang perjalanan Naruto merasakan bahwa semua warga desa memandang mereka, lebih tepatnya kepada Yui dengan dingin, dia tau apa yang menyebabkan adiknya mendapatkan pandangan seperti itu. Ketika dia melihat wajah adiknya, dia merasa marah kepada warga desa sebab wajah adiknya itu menunjukan sebuah kesidihan yang mendalam. Dia tidak mau melihat adiknya seperti itu, dia ingin melihat wajah adiknya yang penuh keceriaan. oleh karna itu dia menggenggam tangan adiknya mencoba memberika perlindungan buat adiknya.
.
.
Langit cerah dengan warna biru kini digantikan dengan langit yang berwarna orange kemerah-merahan menunjukan bahwa hari sudah mulai sore. Disebuah bukit desa Konoha, bukit yang dibawahnya terdapat sebuah patung wajah para Hokage. Diatas bukit tersebut ada dua orang yang sedang berdiri memandang matahari yang sebentar lagi akan tenggelam mereka adalah Naruto dan Yui.
" apa kau tidak apa-apa " Tanya Naruto kepada Yui. Saat dia melihat tatapan bingung dari sang adik, dia melanjutkan perkataannya" tentanng sikap para warga" sambungnya
"aku tidak apa-apa "jawab Yui tapi ekspresi wajahnya berkata lain. Tiba-tiba Naruto memeluk Yui dengan pelan dan penuh kehangatan
" jangan berbehong pada nii-sanmu sendiri " kata Naruto. Kemudian terjadi keheningan untuk beberapa saat setelah itu terdengar sebuah isakan kecil dari mulut Yui "keluarkanlah " sambung Naruto
" kenapa_kenapa mereka sangat membenciku nii-san " pecah sudah tangisan Yui dia tidak dapat menahan lagi rasa sakit yang dia rasakan selama ini " apa salahku nii-san" sambungnya.
" kau tidak salah Yuin mereka hanya tidak tau" kata Naruto mencoba menenangkan Yui
" tapi kenapa mereka seperti itu nii-san" jawab Yui masih dengan tangisannya "aku tidak mau merasakan ini lagi nii-san" sambungnya
"kau tidak akan merasakannya lagi….." kata Naruto dengan mantap "karna aku akan selalu disampingmu, aku Uzumaki Naruto akan selalu melindungimu itulah janji seumur hidupku"
.
.
.
.
Bersambung…
Yo… saya datang lagi, sesuai dengan permintaan, saya sudah memperpanjang wordsnya dan juga untuk senpai yang mengkoreksi cerita saya yang sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih itu sangat bermanfaat.
Saya ingatkan sekali lagi bahwa saya ini newbie jadi sangat butuh saran untuk melanjutkan cerita ini. Jadi saya mohon riviewnya.
untuk pertanyaan kalian tentang pairnya saya punya saran naruxhina atau naruxoc dan fanfic ini bukan inces
dan yang terakhir Naruto memang merahasiakan ortunya kepada Yui
