"Shireo… Sungie mau disini… Shireo.." bantah Yesung. Kibum tetap kekeh menarik Yesung agar mengikutinya pergi dari sini.
"Biarkanlah dia disini nyonya…" ucap Siwon lembut.
"Siapa kau? Beraninya kau menasehatiku… Apa kita pernah saling mengenal tuan?" Tanya Kibum dengan tatapan membunuhnya. Matanya memerah sesaat menatap obsidian mata Siwon. Siwon hanya mampu terdiam akan tingkah kesetanan Kibum. Ia hanya mampu pasrah menatap Kibum menyeret Yesung dihadapannya.
Berpuluh pasang mata menatap mereka satu sama lain. Siwon tak mengubris akan bisikan kecil dan juga berbagai puluhan pasang mata yang memandangnya remeh. "Daddy hiks…hiks.. kenapa Snowwhite ahjumma seperti itu? Hiks..hiks… ahjumma..hiks.." tangis Kyuhyun. Siwon hanya mengusap surai kecoklatan anaknya dengan lembut. Pandangannya beralih menatap pintu utama tempat ini, dengan tatapan sendu. Hatinya sakit dengan perilaku Kibum barusan. Begitu dalamkah rasa benci yang tertanam dihatinya?
"Mianhe Bummie…"gumam Siwon kecil. Ia menggendong putra kecilnya, dan berlalu pergi meninggalkan berpuluh-puluh pasang mata yang masih membicarakannya.
'Ada apa ini? Apa hubungan Tuan dan juga Kibum noona?' batin Hankyung.
Mommy For Daddy!
.
Pair : Choi Kyuhyun (6 tahun)
Choi Siwon (27 tahun)
Kim Kibum (27 tahun)
Kim Jong woon Yesung (8 tahun)
Others
Disclaimer : Super junior adalah milik keluarga mereka. Dan akan selalu berharap Cho Kyuhyun menjadi suami saya dan juga ayah dari anak-anak saya nantii. #dilempar sandal para sparkyu
Warning : Typo (s), geje, gag sesuai EYD, seenak udel doang, gag boleh dibaca oleh readers pasif yang gag mau review # maksa buanget….
Setibanya dirumah, Yesung berlari kesudut rumah dekat perapian api diruang keluarga. Namja kecil itu ketakutan. Terlihat jelas dari raut wajahnya yang stoic. Ia meringkuk dalam dekapan kedua lututnya yang ditekuk rapat. Badannya yang tampak gelisah, tergambar jelas dari getaran-getaran kecil yang dihasilkan dari pundaknya. Hal sepele memang. Takut akan reaksi sang eomma yang dipuncak kemurkaannya. Tapi, tidak dengan namja kecil satu ini. Hidupnya slalu indah.. indah akan kenyataan yang ia ciptakan sendiri didunia mimpinya, harus menghadapi kepahitan saat tiba didunia mimpinya dalam kehidupan nyata orang lain.
"Sungie.." ucap Kibum lembut. Ia berjalan pelan menghampiri Yesung yang masih meringkuk disudut ruang tersebut. Tangannya terjulur, hendak menggapai buah hatinya dan memeluk dalam dekapan hangatnya. Yesung mengangkat kepalanya, dan menatap dalam manik mata Kibum yang terlihat kelam. Ia menggigit bibir bawahnya lama. Onyx matanya yang tampak nanar, memastikan namja kecil tersebut hendak melepaskan tangisannya.
Kibum meraih Yesung cepat dalam dekapannya. Dibelainya pelan surai hitam pekat buah hatinya, menyalurkan rasa sayang yang slama ini slalu tersalurkan padanya. Dikecupnya lembut surai hitam Yesung sembari berkata, " Mianhe eomma Sungie.. Eomma hanya bercanda tadi."
Yesung membalas pelukan Kibum. Bocah tersebut hanya tersenyum kecil sembari memejamkan matanya. Entah siapapun yang tau dimana kesadaran Yesung saat ini, tapi bocah tersebut tampak menikmati pelukan dari eomma yang memang telah melahirkannya didunia ini.
"Sungie.. sayang eomma" tuturnya pelan. Ia tersenyum polos. Sebuah senyum damai yang tampak teduh memandangnya. Sebuah senyum ketulusan dari namja kecil yang masih suci dan luput dari dosa-dosa duniawi yang hina ini. " Sa..rang..he.. Eomma.." ujarnya mengeja.
Perlahan, Kibum menangis dalam diam. Matanya tampak memerah, mencerminkan rasa sakit disudut bentuk kecil yang paling dalam. Yeoja tersebut, mempererat pelukannya terhadap Yesung. Sebuah pelukan posesif, seakan tak ingin melepaskan bocah tersebut dari sisinya.
"Sakit.. Sungie sakit" lirih Yesung. Kibum merosot jatuh. Bersimpuh dalam tumpuan lututnya dihadapan Yesung. Ia menunduk, walau isakan tangis masih menghiasi suara lembutnya.
"Eomma..uljima..Mianhe" ucap Yesung. Bocah tersebut berjongkok, mengatupkan kedua tangannya ke kedua pipi mulusnya Kibum. Diciumnya lembut kedua kelopak mata Kibum. Suatu hal biasa yang slama ini Yesung rasakan, bila ia menangis dan eommanyalah yang melakukannya.
Kibum kembali bersikap posesif. Didekapnya kembali Yesung dalam pelukannya. Bocah tersebut hanya pasrah, dan mengikuti semua apa yang ingin dilakukan eommanya. Walaupun sedikit rasa sakit menderanya.
"Sekuat hati, eomma melepaskan appamu dari kehidupan kita.. tapi, Wae? Kini ia muncul lagi dalam kehidupan kita? Eomma takut..eomma tak ingin merusak kebahagian appamu aegya. Mianhe.." gumam Kibum. Yesung melepaskan pelukan Kibum dengan sedikit memaksa. Ia tersenyum polos memandang raut kesedihan yang masih tersisa diwajah anggun Kibum. "Eomma.. Mianhe" tutur Yesung, menirukan gaya suara Kibum. Yesung tersenyum lebar, saat didapatnya Kibum membalas senyumannya walau hanya sebuah senyum paksa yang terukir. Bocah tersebut beranjak berdiri, lalu mengayunkan kakinya menuju kamar idamannya. Kibum masih diam. Terpojok akan kegalauan yang dibuatnya sendiri. Dijambaknya keras, surai hitam miliknya dengan kesal..menyalurkan rasa kecewa dan juga perih yang ia rasakan. Hatinya menjerit histeris, dengan apa yang ia rasakan. Luka yg sudah mulai membaik, harus terkoyak kembali oleh sebuah sembilu yang tanpa sengaja menyapa. "Hiks..hiks.. kau jahat Wonnie. Kenapa kau harus kembali kedalam kehidupanku dan juga Sungie? Hiks..hiks.. "
"Melihatmu kembali, membuka lagi luka lama yang dulunya bisa kututupi hiks..hiks.." lirih Kibum.
.
Mommy For Daddy!
.
Malam semakin larut. Keheningan bahkan kesunyian kerap menjadi teman bermain dihari kelabu tersebut. Sikapnya yang arogan, seringkali membuat insan yang enggan menyapanya meringkuk dalam masa ketakutan. Rumah. Hanya tempat tersebut yang bisa melindungi para insan itu dalam jerat malam yang memang tampak kelam tersebut. Begitupun dengan namja satu ini. Ia melangkah gontai menuju mansionnya, dengan seorang bocah kecil dalam gendongannya. Walau langkahnya yang terkesan elegant, tapi tidakkah bila dicermati lebih lanjut.. tampak kegoyahan ditiap langkahnya?
"Mianhamnida tuan.. apa perlu bila saya saja yang menggendong tuan muda hingga kekamar?" tawar seorang namja. Namja berbadan atletis tersebut menghentikan langkahnya. Sekilas memandang pegawainya, mengharapkan kesungguhan yang memang tercetak di manik mata namja tersebut.
"Tuan sudah tampak kelelahan.. ijinkan saya agar membawa tuan muda hingga kekamarnya, tuan" tutur namja tersebut.
"Gomawo Hankyung-sshi" jawabnya. Namja atletis tersebut yang notabennya Siwon, melepaskan gendongan Kyuhyun darinya dan beralih pada Hankyung. Ditatapnya lekat raut wajah Kyuhyun dalam gendongan Hankyung. Sedih dan juga kecewa, tercetak jelas di wajahnya yang tirus. Dan jangan dilupakan, bila jejak-jejak bulir airmata yang masih membekas dipipinya.. tampak mengering, menyelimuti pipinya yang memang masih mulus.
Dibelainya lembut surai coklat Kyuhyun dengan sayang. Sedikit senyum terlukis dari bibir merah Siwon. Sebuah senyuman yang sangat kontras dari senyuman yang bisa ia umbar. Sebuah senyum yang terkesan dipaksa, dengan sedikit rasa sedih bercampur jadi satu dibalik tarikan bibirnya. "Mianhe Kyu…" Gumam Siwon. Perlahan, Hankyung membawa Kyuhyun masuk kedalam mansion milik tuannya. Langkahnya sesaat terhenti, setelah didapatinya Siwon tak mengekori langkahnya. Dibaliknya badannya, menatap Siwon yang terpaku ditempatnya berdiri tadi. "Tuan.. udara diluar sangat dingin. Bila anda berlama-lama disini, saya yakin dengan mudah anda akan terserang flu. Mianhamnida kalau saya begitu lancang." Kata Hankyung, sembari menundukkan wajahnya hormat.
Siwon beralih menatap Hankyung yang masih menunduk hormat padanya. " Anni.. kau bawa masuk saja Kyuhyun. Aku hanya ingin menikmati malam ini sebentar." Jawab Siwon. Hankyung paham akan sikap Siwon yang seakan berubah formal, atau lebih tepatnya dingin.. yang tidak seperti sikapnya yang biasa. Hankyung hormat mengundurkan diri membawa Kyuhyun masuk kedalam. Siwon hanya membalas salam Hankyung dengan senyum kecil yang ia punya.
Saat didapatinya kini dirinya tengah sendiri, ia berjalan menuju bangku panjang ditengah perkarangan rumahnya yang memang ditata mempunyai ruang yang lumayan luas. Walau udara malam yang kerap menggodanya, ia tak luput terganggu akan hal tersebut. Siwon hanya diam, larut akan fikirannya yang mungkin telah kusut dan mencoba untuk meluruskannya. "Kenapa Tuhan memberikanku jalan yang rumit? Aku sudah melupakannya, tapi kenapa kini Tuhan mengingatkanku padanya? Apakah ini memang sudah menjadi takdirku? Bila benar, bukankah ia sudah hidup bahagia kini? Dan bila ku ingin kembali padanya, apakah ia bisa menerimaku?" tutur Siwon bergelung dalam argumennya. Tatapannya seakan kosong memandang lurus jauh kedepan. Bodoh. Sekilas, ia tampak seperti orang bodoh saat ini.
"Mianhe.. mianhe…" gumam Siwon. Ia mengusap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangannya. Deru angin malam yang kian menarik perhatiannya, hanya berhembus manja memainkan surai hitam namja ini.
"Bukankah disini terlalu dingin Wonnie..?" sapa seseorang.
"Eomma?"kaget Siwon. "Kapan eomma tiba?" tanyanya tersebut hanya tersenyum lembut membelai surai anaknya. Ia beralih duduk disamping Siwon dan menautkan sebuah mantel bulu tebal kepunggung anaknya tercinta. Siwon hanya tersenyum akan perlakuan ibunya yang sungguh perhatian padanya. Dipeluknya sekilas sang eomma yang masih menatap bingung akan tingkah spontan Siwon yang kekanakan ini.
"Hm,wae chagi? Kenapa kau disini? Eomma menunggumu didalam, mengharapkan penyambutan istimewa dari anak eomma dan juga cucu eomma.. dan kau malah duduk merenung disini sendiri…" keluh Nyonya Choi. Choi Jaejoong, ibu dari Choi Siwon dan juga istri dari mendiang Choi Junho..ayah kandung dari Siwon.
"Anni eomma.. aku hanya lelah dengan pekerjaanku."jawab Siwon berbohong. Jaejoong hanya diam. Menatap balik iris anaknya. Terdapat ketidakjujuran di obsidian anaknya. Jaejoong meraih kedua tangan Siwon dan mengenggamnya erat. Siwon terkesiap dan menatap manik mata bulan sabit milik sang eomma. Ia tersenyum hambar menatap ketulusan dari manik mata tersebut.
"Tadi eomma melihat Kyuhyun dalam dekapan Hankyung sshi tengah terlelap. Dan sepertinya cucu eomma itu habis menangis? Ada apa Wonnie.. ceritakan pada eomma chagi. Apa yang membuatmu seperti ini?" tanya Jaejoong bersungguh.
"Kyuhyun bertemu dengan seorang namja kecil dan yeoja dipertokoan tadi. Anak itu tampak bahagia bersama mereka. Tapi, yeoja dan bocah kecil itu pergi dengan amarahnya ketika melihatku,dan itu yang membuatnya sedih." Jelas Siwon. Jaejoong menyimak pernyataan Siwon dengan sungguh-sungguh. Tampak dari anggutan kepalanya yang mengerti akan alur cerita Siwon.
"Kau mengenal mereka chagi?" tanya Jaejoong. Siwon mengangguk pelan. Raut wajah kesedihan tampak membingkai wajah tampannya. "Ne eomma.. yeoja itu Kibum..Kim Kibum" jawab Siwon. Wajah Jaejoong seketika menengang mendengar nama Kibum terucap indah dari mulut Siwon. Dilepasnya genggaman tangannya dari Siwon kasar.
"Ki..Kibum?" tanya Jaejoong gugup. Siwon beralih duduknya, menghadap sang Eomma. "Bu..bukankah dia berada di Jepang? Ke..kenapa dia ada disini?"
"Eomma.." lirih Siwon. "Andwe.. kau tidak boleh menjalin hubungan lagi dengannya Wonnie. Tadi kau bilang dia bersama bocah? Berarti, sekarang dia sudah mempunyai keluarga Wonnie..lupakan yeoja itu" kata Jaejoong tegas.
"Dulu aku meninggalkannya.. aku pendosa eomma. Izinkan aku untuk menebus semua dosaku eomma.." tutur Siwon irih. Matanya yang bernanar, menampakkan sejumlah luka yang harus tertahan dari lubuh hatinya. Jaejoong mengalihkan pandangannya dari Siwon. Ia mengigit bibir bawahnya dalam, lalu beranjak dari kursi tempatnya dan juga Siwon barusan. Siwon hanya terdiam. Matanya perih, dan tanpa sadar bulir bening itu memupuki pipinya yang mulus. "Bodoh.." rutuknya pada dirinya sendiri.
.
Mommy For Daddy!
.
Seorang bocah berjalan gontai dari kamarnya menuju dapur. Langkah-langkah kecil yang ia tapaki, terkadang harus terhalang oleh segelintir benda mati yang memang sudah terpajang indah disekitarnya. Matanya yang setengah terbuka, menandakan kesadarannya yang belum utuh seutuhnya. Dan tampak jelas sekali bila ia masih mengantuk.
Brshhh..
Ia berhenti sebentar. Menajamkan pendengarannya dan juga penciumannya. Sebuah aroma sedap yang menusuk indera penciumannya kini. Aroma khas makanan yang berasal dari dapur mansion tersebut. "Siapa yang memasak dini hari ini?" tanyanya. Heii, tidakkah kau liat seberkas cahaya yang menerobos masuk kedalam rumahmu? Dan kau bilang masih dini hari? Bukalah dulu nak matamu itu…
Sesaat, kakinya melaju kearah dapurnya. Walau rasa kantuk masih mendera matanya, ia tetap melangkah gontai dengan uapan kecil dari bibir mungilnya. "Kyunnie sudah bangun nde?" ucap seseorang. Bocah yang dipanggil Kyuhyun tersebut, membuka matanya sekejap. Ia hanya mengerjap-ngerjapkan kedua bola mataya dengan sebuah senyuman kecil yang membingkai indah wajah mungilnya.
"Halmeoni.."teriaknya riang. Ia berlari berhambur memeluk kaki Jaejoong yang tengah memasak. Senyuman polosnya yang mengumbar ditiap sudut bibir mungilnya, ia lontarkan pada Jaejoong. Jaejoong menatap Kyuhyun yang berada dibawahnya tengah tersenyum manja padanya. Dikecilkannya ukuran apinya, lalu berjongkok mensejajarkan posisi badannya terhadap cucunya.
"Halmeoni.. Kyu rindu.. Kapan Halmoeni sampai?" tanya Kyuhyun. Jaejoong hanya tersenyum hangat menanggapi penuturan Kyuhyun. "Tadi malam.. tapi cucu halmeoni yang paling tampan sedunia ini, sudah terlelap dikamarnya.. Halmeoni kan sedih, Kyu tidak menyambut halmeoni" jawab Jaejoong. Raut wajahnya seakan sedih dengan penuturannya sendiri. Kyuhyun hanya menatap sendu nenek yang paling ia sayangi didunia ini. Dipeluknya erat tubuh tua Jaejoong dengan sayang. "Mianhe Halmeoni.. kemarin Kyu lelah. Jadi tidak menyambut kedatangan Halmeoni…" tutur Kyuhyun sok dewasa.
"Arra..arra.. Halmeoni mengerti chagi. Nah, sekarang Kyunnie cepat mandi nde? Nanti Kyunnie akan terlambat sekolah..dan Halmeoni akan menyiapkan makanan untuk Kyunnie, Kajja kajja!" kata Jaejoong. Kyuhyun melepaskan pelukannya dari Jaejoong, lalu menepuk keningnya sendiri. "Aigoo..Kyu lupa Halmeoni.. untung halmeoni mengingatkan Kyu.." tuturnya manis. Ia berlari kecil menuju kamarnya. Jaejoong hanya mampu tersenyum, sembari menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah cucu kesayangannya.
.
.
Kyuhyun mengunyah sarapannya dengan lahap. Tiap suapan-suapan kecil yang Jaejoong berikan, selalu ia terima dalam mulutnya. Sesekali, Kyuhyun tersenyum lebar memandang Jaejoong yang duduk disampingnya. Kyuhyun memang rindu akan perlakuan seperti ini. Mengingat, ia memang sudah menjadi piatu dari kecil. Hanya Jaejoong yang slalu menemani dan juga memberinya sebuah kata hangat dari orang yang bernama ibu.
"Shireo.. singkirkan sayuran itu halmeoni.. Kyu tak suka" tuturnya. Kyuhyun menjauhkan kepalanya dari sendok yang disodorkan oleh Jaejoong. Ia mengatup mulutnya rapat dengan kedua tangannya.
"Sayuran bagus untuk kesehatan chagi.. ayo Aaa" ucap Jaejoong. Kyuhyun menggeleng cepat. Ia turun dari duduknya dan berlari menuju Siwon yang tengah membaca koran disamping kirinya, tempat dimana kursi kepala keluarga berada. "Daddy.." rengeknya. Kyuhyun memeluk pinggang Siwon erat. Siwon terperanjak kaget akan perlakuan anaknya. Dilipatnya Koran yang ia baca, dan meletakkannya diatas meja sembarang. Diangkatnya Kyuhyun dalam pangkuannya, dan dielusnya pelan surai coklat milik Kyunyun. Kyuhyun menenggelamkan kepalanya dileher Siwon. Dieratkannya lingkaran tangannya dileher Siwon sehingga tampak namja tampan tersebut yang kesulitan untuk bernafas.
"Ne daddy tahu.. Kyu tak akan memakan makanan yang menjijikkan itu. Jadi, jangan menangis ne.." tutur Siwon. Kyuhyun melepaskan cengkramannya dan beralih menatap Siwon. " Aku tidak menangis daddy…" rajuk Kyuhyun. Siwon hanya tersenyum menampilkan kedua lesung pipinya.
"Ne. Dan sekarang, ayo kita berangkat. Kyu tak inginkan bila nanti Kyu dimarahi oleh seongsangnim? Kajja" ajak Siwon. Kyuhyun turun dari pangkuan Siwon dan berlari menuju pintu utama mansion tersebut tanpa berpamit terlebih dahulu kepada Jaejoong.
"Wonnie." Panggil Jaejoong. Siwon beralih menatap Jaejoong yang sedari tadi ia dan juga putranya acuhkan. " Eomma lihat, hubunganmu terlalu dekat dengan Kyunnie ne?". Siwon mengangguk pelan.
"Apa kau bisa mengimbangi antara pekerjaanmu dan juga Kyunnie chagi?"
"Tidakkah kau berfikir untuk mencarikannya seorang ibu? Eomma rasa, ia membutuhkan itu?" tanya Jaejoong.
"Bila eomma berniat mencarikanku seorang istri.. aku menolak. Aku bisa mencari wanitaku sendiri, yang menurutku dan juga Kyuhyun cocok untuk kami berdua." Jawab Siwon dingin. Ia beranjak dari kursinya mengikuti langkah Kyuhyun tadi, dan meninggalkan Jaejoong sendiri dimeja makan. Jaejoong hanya mendesah pasrah akan perlakuan putranya. Dibereskannya semua sisa makanan dan juga piring kotor yang masih terhias indah dimeja mekan mansion mewah ini.
.
Mommy For Daddy!
.
Senandung riang menghiasi mobil mewah Siwon yang melaju santai dijalanan. Celoteh riang juga terus terucap dari bibir mungilnya Kyuhyun, bahkan sesekali tawa yang ia buat membuat suasana perjalanan yang terbilang tidak cukup dekat itu menjadi indah. Siwon sesekali tertawa kecil melihat pola tingkah putranya yang masih dikatagori polos ini. Sebuah senyum hangat yang slalu ia paparkan disaat bersama Kyuhyun. "Dadd.. Kyu ingin bertemu snowhite ahjumma dan juga Sungie hyung… tapi Kyu bingung harus menemui mereka dimana." Tutur Kyuhyun. Ia mendesah kecil memaparkan raut kesedihan dibalik wajahnya.
"Sejak Kyu bertemu Snowhite ahjumma, Kyu ngerasa ada ceremestri dengannya.." tuturnya lagi. Siwon mengernyit bingung akan pengolahan kata anaknya. "ceremestri?" tanya Siwon bingung.
"Iya.. Joongki hyung bilang gitu. Kalau kita ngerasa cocok dengan orang lain, berarti diantara kita undah ada ceremestri itu.." jawabnya. Sontak Siwon tertawa lebar akan penuturan Kyuhyun. Kyuhyun hanya merebahkan kepalanya kekiri dengan raut wajahnya yang tampak bingung. 'Apa ada yang salah?' batin Kyuhyun.
"Mungkin maksud tuan muda chemeistry ne?" tanya Donghae yang tengah menyetir. Diliriknya Kyuhyun dari spion mobilnya. Sebuah senyum hangat mengembang dibibirnya. Kyuhyun membalas tatapan Donghae, walau rasa bingung masih mendera fikirannya.
"Emang Kyu salah?" tanyanya polos. Matanya mengerjap polos memandang Siwon yang masih tertawa dan juga Donghae yang masih mengembangkan senyumannya. Siwon meraih Kyuhyun dan memeluknya hangat. Dikecupnya pelan surai hitam anaknya dengan sayangnya. "Anni.. Kyu tidak salah." Ucap Siwon.
"Aku tak bisa dibohongi daddy…" jawab Kyuhyun dingin.
Siwon terkesiap akan penuturan Kyuhyun. Dielusnya pelan surai coklat Kyuhyun perlahan. Seketika, suasana yang tercipta begitu hangat harus berubah haluan menjadi hening dan juga rasa canggung satu sama lain. Kyuhyun hanya terdiam dalam rangkulan ayah, walau tatapannya kini beralih pada pemandangan yang tersuguh dari jendela mobil disampingnya. Begitupun dengan Siwon.
"Kita sudah sampai tuan." Ujar Donghae memecah keheningan diantara mereka. Begitu pintu dibukakan, Kyuhyun hanya melengos pergi tanpa berpamit terlebih dahulu dengan Siwon.
"Kyu…" tegur Siwon. Kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia membalikkan badannya, walau dengan wajah yang tertunduk. Siwon mendekati Kyuhyun yang masih berdiri mematung didepan gerbang sekolah. Ia berjongkok demi mensejajarkan tinggi badannya dengan Kyuhyun.
"Wae? Kyu marah pada daddy?" tanya Siwon lembut. Diusapnya pipi mulus putranya sembari tersenyum joker andalannya. Perlahan, Kyuhyun beralih menatap Siwon. Tatapan sendu mendekati kesedihan dibalik obsidiannya. Ia memeluk Siwon cepat. " Ne. aku marah dengan daddy. Aku marah, karna daddy terus memanjakanku.. aku bisa mengatur kehidupanku dan juga memperbaiki kesalahnku, tanpa harus daddy bantu. Kyu sudah besar daddy…" tutur Kyuhyun.
"Arra.. daddy minta maaf bila begitu. Daddy tidak tahu bila Kyunie tak suka akan itu. Maafkan daddy ne.." kata Siwon. Kyuhyun mengangguk pelan dalam pelukannya. Siwon kembali tersenyum. Ia sungguh bahagia bila Kyuhyun mampu berbagi semua keganjalan dihatinya saat ini.
"Annyeong Hashimnika.. wah, Kyuhyun kenapa?" sapa seseorang. Kyuhyun melepaskan pelukannya dari Siwon dan beralih menatap asal sumber suara yang bertanya padanya. Begitupun dengan Siwon. Ia lansung berdiri dan meyambut salam hangat tersebut dengan sedikit membungkuk. "Hm, mianhamnida. Hanya memberikan sedikit semangat padanya.." jawab Siwon.
"Chullie seongsanim.. apa bel sudah berbunyi?" tanya Kyuhyun. Yeoja yang dipanggil Kyuhyun barusan, menggelengkan kepalanya masih dengan senyum manisnya yang melekat diwajahnya. Kyuhyun memutar bola matanya malas. Ia sungguh muak akan sikap manis yang slalu dilontarkan para yeoja bila Siwon berada didekatnya. Dan setelah itu? Bila sang daddy tak lagi disampingnya? Mereka slalu bersikap acuh tak acuh padanya, atau masih bersikap manis padanya.. dan dikehidupan nyatanya? Mereka adalah maklhuk yang mempunyai perangai dan tabiat buruk.
Kyuhyun tak menanggapi semua wejangan dari Culli aka Kim Heechul. Matanya yang memutar bosan, menandakan bila ia tak suka akan nasihat yang diberikan gurunya tercinta. Walau Heechul adalah wali kelas dari seseorang Choi Kyuhyun, sedikit tidaknya rasa tak suka akan topeng yang melekat pada dirinya yang menjijikkan menurut bocah tersebut.
[Flashback]
Sebelum tahu bila Kyuhyun dalah anak dari Choi Siwon :
"Seongsanim.. aku tidak mengerti yang ini.." rengek Kyuhyun. Heechul mendekat lalu mengajarinya ulang. Merasa slalu diperhatikan oleh Heechul, Kyuhyun slalu bersikap manja terhadap Heechul dengan harapan bahwa seongsanim tercintanya akan masuk dalam daftar calon ibu barunya… Tapi, memang benar batas kesabaran manusia slalu ada batasnya.
"Seongsanim… aku tidak mengerjakan tugasku" tutur Kyuhyun polos. Heechul menatapnya dengan tatapan dingin. Ia mendekati Kyuhyun walau tatapan mematikan itu masih melekat diwajah cantiknya. "Kyuhyun… sudah berapa kali seongsanim katakan. Bila aku memberimu tugas, harus kau kerjakan. Kau sugguh anak yang susah diatur orang tuamu tidak mengajarkan itu dirumah Kyu?" katanya datar dengan tatapan mematikannya
Deggg..
Kyuhyun terkesiap akan penuturan Heechul. Tak selayaknya bila seorang guru melakukan hal demikian. Kyuhyun hanya tertunduk lesu. Heechul terus mwnghujamnya dengan kata-kata pedasnya yang berdampak bocah berusia 6 tahun tersebut, menjadi sedih dan juga kecewa. Tapi semua berubah sejak Siwon mulai aktif mengantarkannya kesekolah…
"Kau tak mengerjakan tugasmu Kyu? Ya sudah.. tak apa-apa. Lain kali harus dikerjakan ya…"
"Gwechana Kyu? Bagian mana yang terluka? Ayo kita ke ruang kesehatan…"
Sikapnya berubah drastic 100%persen. Seketika, Heechul berubah menjadi sosok wanita yang keibuan dan juga penyabar. Dan penyebabnya adalah Siwon yang kaya raya dan juga tampan.
[flashback end]
Heechul berjongkok dihadapan Kyuhyun, dan membelai surai coklatnya. Siwon hanya tersenyum akan perlakuan Heechul yang menurutnya penuh kasih sayang tersebut. Dan Kyuhyun? Hanya mendengus kesal dalam hatinya. Ia berjalan menjauhi Heechul perlahan. Matanya terus berputar bosan. Kyuhyun terbelalak kaget saat tatapannya tertuju pada sosok diujung jalan. Seorang yeoja yang slama ini ia cari. Seorang yeoja yang telah merebut hati mungilnya akan kasih sayang yang tulus yang terpancar dari tutur katanya. Dan seorang yeoja yang slalu hadir dikala mimipi indahnya hampir ditiap malam.
"Snow ahjumma.." gumam Kyuhyun.
"Ne. Kyuhyu bilang apa?" tanya Heechul. Kyuhyun tak menggubris pertanyaan yang dilontarkan oleh Heechul. Ia malah beralih menatap Siwon. Ditariknya pelan jas coklat Siwon pelan. Siwon melirik Kyuhyun yang masih setia menarik jasnya. Tetapi, bocah tersebut tak juga membalas tatapan Siwon.
"Ada apa Kyu?" tanya Siwon, sembari mensejajarkan posisinya dengan putranya.
"Snow ahjumma…" panggil Kyuhyun. Ia belari mengejar sosok yang menurutnya dikenalnya. Siwon hanya terkesiap ditempatnya. Melihat gerak kecil Kyuhyun. Matanya cukup terbelalak akan sosok yang mungkin dikejar oleh anaknya.
"Kyu…" panggil Siwon. Kyuhyun berhenti, lalu menatap Siwon seakan mengatakan 'itu snow ahjumma daddy…'. Kyuhyun terhenti tepat dipertengahan jalan. Bola mata Siwon semakin melebar menatap putranya horror, saat didapatinya sebuah mobil sedan yang berlaju kencang menghampiri putranya yang masih saja terpaku menatapnya sendu.
"OMMOOO"
"KYUHYUN!"
Dan apa yang terjadi? Benda yang terbuat dari baja dingin tersebut, berhasil mengenai kulit hangat bocah yang masih belum sadar akan kejadian yang menimpanya. Tubuh mungil itu terlempar mengenai pembatas jalan. Cairan merah yang seketika merembes dari pucuk kepalanya, terus teresap dalam balutan putih seragam yang dikenakannya. Ia tak sadarkan diri. Larut akan mimpi indah yang mendatanginya secara tiba-tiba.
.
.
.
.
TBC
Akhirnya… chap ini kelar uga Amooree buat. Amoree mohon maaf bila di chap ini pengolahan kata yang amoree gunakan terlalu acak-acakan. Habisnya… Amoree sempat nyuri-nyuri waktu buat ngetiik di tengah jadwal Ujian Semester yang semakin mengekang Amoree.
Dan T.H.A.N.K.S buat para reader yang udah welcome ama ff ini…
Thx buanget buat :
Bryan Andrew Chow, lianpangestu, LyaxueSibum, bang3424, CheftyClouds, paradisaea Rubra, Jmhyewon, Aiza, kiky, Siwonnie, kiky, keke, tety sinaga, bumhanyuk, anin arlunerz, lovelybummie, , Seo Shin Young, Pusycat3
Review n review ne
Gomapta!
