DARK UZUMAKI NARUTO : REVENGE

Author : dark namikaze vengeance 6661

.

Rated : T (mungkin T semi M untuk adegan kekerasannya)

.

Pair : ?

.

Disclaimer : Naruto (Masashi Kishimoto) & DxD (Ichie Ishibumi)

.

Warning : banyak typo, OOC,dll.

.

Genre : Adventure, fantasy

.

Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada para pembaca atas respon yang kalian semua berikan.

Terima kasih juga untuk yang memberikan saran dan kritiknya, saya berharap fanfic ini dapat membuat para pembaca puas.

Oh iya apakah chapter ini terlalu panjang? Tanpa saya sadari, chapter ini malah menjadi 5K+, hampir menyentuh angka 6K (Teks asli, sebelum menambahkan sesi Tanya jawab). saya sempat berpikir untuk memotongnya, tetapi karena waktu yang mepet jadi saya mengurungkan niat. Apabila ini terlalu panjang, mungkin chapter 3 akan saya kurangi menjadi hanya 4k saja. :v

Dan saya mohon maaf untuk pertanyaan yang tidak saya jawab :(

Saya menerim saran dan kritik yang membangun dengan lapang dada.

Terakhir, saya minta do'a nya dari kalian semua, tolong do'akan saya semoga saya lulus dengan nilai yang memuaskan.

Selamat membaca Chapter 2 nya!

.

.

.

.

CHAPTER 2

.

.

.

.

"Lama-lama aku bosan mendengar ocehanmu itu! Oh iya, kenapa kau tidak mati saja? Mungkin kau bisa bertemu dengan pacarmu di Neraka."

Malaikat jatuh menatap Naruto dengan tatapan jijik, Seolah Naruto adalah mahluk yang begitu menjijikan di matanya. Kumpulan cahaya mulai terkumpul dilengan kirinya, perlahan cahaya itu membentuk sebuah tombak.

JRASHH

"Guhaa."

Naruto memuntahkan darah dari mulutnya. Raut wajah Malaikat jatuh nampak puas, Ia begitu puas melihat ekspresi wajah Naruto yang begitu kesakitan.

"Kau hanya seorang manusia. Bahkan Iblispun akan lenyap, apabila terkena tombak cahaya itu."

Naruto hanya meringis kesakitan, Ia tidak menghiraukan penjelasan dari malaikat jatuh tersebut.

"Tetapi, aku tengah berbaik hati. Dan akan ku biarkan kau mati dekat pacarmu."

Malaikat jatuh itu melemparkan tubuh Naruto yang penuh luka. Seakan - akan tubuh Naruto begitu ringan baginya.

BRUKK

Naruto mendarat tidak jauh dari tubuh .Itulah yang Naruto rasakan saat ini. Ia mengabaikan rasa sakit ditubuhnya, dan berusaha mendekati tubuh Hinata dengan cara merangkak. Karena, Ia tidak punya cukup tenaga untuk berdiri. Malaikat jatuh di dekatnya menatap tidak peduli, lalu pergi ke tempat kawanan malaikat jatuh lainnya yang masih bertarung dengan kawanan iblis di langit.

Naruto akhirnya berada tepat disamping tubuh Hinata. Ia menatap luka diperut Hinata, Luka yang sama persis dengan luka diperutnya. Luka yang disebabkan oleh tombak cahaya dari malaikat jatuh. Dengan kedua tangannya yang gemetar menahan sakit, Ia menggenggam tangan kanan Hinata.

"Tanganmu begitu dingin, Hinata."

Dingin. Ya hanya perasaan dingin yang dirasakan Naruto saat menggenggam tangan Hinata. Tidak ada rasa hangat yang sebelumnya selalu Naruto rasakan.

"Maafkan aku Hinata, sepertinya aku tidak bisa membalaskan dendam mu. Aku terlalu lemah untuk melakukan hal itu. Maafkan aku."

Naruto tidak bisa menahannya, air mata yang sedari tadi Ia tahan akhirnya keluar. Perlahan Kedua matanya mulai menutup, diikuti dengan kesadarannya yang mulai menghilang.

'membosankan.'

.

.

.

.

.

Naruto perlahan membuka matanya. Putih. hal pertama yang Naruto lihat hanyalah warna putih. Ia mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, tetapi tidak dapat melihat apapun. Hanya warna putih sejauh mata memandang, tidak ada objek apapun selain dirinya yang berada disini.

"Dimana aku?"

TRAK TRAK

Naruto baru menyadari, kalau Ia tengah duduk disebuah kursi dengan lengan serta kakinya yang terikat oleh sesuatu yang bentuknya seperti tali berwarna hitam.

Awalnya Naruto memberontak, Ia berusaha untuk melepaskan kedua kaki dan tangannya yang terikat. Tetapi, akhirnya menyerah setelah cukup lama mencoba.

"Kenapa aku begitu lemah?"

Naruto menundukan kepala, rambut pirang menutupi wajahnya. Telapak tangan Naruto tekepal kuat. Ia mengigit bibirnya menahan rasa kesal, hingga bibirnya mengeluarkan darah.

"Sialan! Kenapa aku harus selemah ini?!"

Naruto benar – benar sangat kesal terhadap dirinya sendiri. Ia teringat saat Hinata berdiri didepannya, untuk melindungi dirinya dari serangan malaikat jatuh.

"Apa yang terjadi?"

Naruto terkejut. Ia mendengar sebuah suara yang entah dari mana asalnya. matanya melihat ke sekelilingnya, mencari pemilik suara tersebut.

"Ibu? Apakah itu kau, Ibu?"

Naruto terus mengedarkan pandangannya, tetapi tetap tidak bisa menemukan siapa-siapa.

"Tubuhmu penuh luka, dan orang yang kau sayangi tewas tepat didepan matamu? Itu lucu."

"Siapa kau?!"

Amarah Naruto terpancing. Ia memasang raut wajah marah saat lawan bicaranya, berbicara dengan nada mengejek kepadanya. Di sekujur tubuh Naruto memang terdapat luka, yang Ia dapatkan saat bertarung melawan malaikat jatuh tadi.

"Katakan siapa dirimu?! Kau pasti bukan Ibuku!"

TRAK TRAK

Naruto kembali berusaha melepaskan ikatan yang mengikat kaki dan tangannya. Amarahnya sudah tidak dapat Ia tahan. Ia yakin bahwa Suara Ibunya, tidak seperti suara yang Ia dengar saat ini.

"Ibu? Aku bukan Ibumu."

Naruto kembali terdiam. Ia berpikir bahwa sia – sia saja untuk coba lepas dari tali yang mengikat tangan dan kakinya.

"Katakan padaku, apa aku sudah mati?"

"Itu tidak penting, bukan? Katakan padaku Naruto, Ibumu orangnya seperti apa? Kau mengira bahwa aku ibumu tadi."

Hening. Naruto terdiam cukup lama, saat Ia mendengar pertanyaan tersebut.

"Aku tidak tahu siapa ibu kandungku yang sebenarnya. Tetapi, aku dirawat oleh seorang wanita yang sudah kuanggap seperti seorang ibu. Benar – benar orang yang hebat. Ibu pergi bekerja, dan melakukan seluruh pekerjaan rumah. Membesarkanku dengan kasih sayang, walaupun aku bukan anaknya. Tidak pernah marah, atau membentakku ketika aku melakukan kesalahan. Serta bersikap ramah pada semua orang. 'Lebih baik terluka daripada melukai orang lain.' Kata – kata itu yang tidak pernah aku lupakan dari Ibu. Ia orang yang sangat mengagumkan dan baik."

"Hmm pantas saja kau sampai seperti ini."

"Apa maksudmu?"

Naruto sedikit tidak percaya kalau lawan bicaranya, Akan memberikan jawaban seperti itu.

"Lebih baik terluka daripada melukai oranglain, apa selama ini kau benar-benar hidup dengan mempercayai hal itu?"

"Itulah yang ia ajarkan padaku, jadi aku-"

"-Kau mematuhi apa yang ia katakan padamu, apa – apaan itu? membosankan! Apa hanya ibumu orang yang kau sayangi?"

"Setelah kematian ibuku, aku merasa sangat kesepian. Tetapi, Hinata datang disaat aku benar – benar kesepian. Dia bagaikan malaikat dan sama baiknya seperti ibuku. Hinata adalah perempuan yang paling ingin kujaga dengan nyawaku sendiri. Dia selalu menghiburku dengan tingkah konyolnya, dengan alasan agar diriku selalu tersenyum."

"Ingin Kau jaga? Tapi kau kehilangan dia juga, Kan? Dan semua itu, salahmu!"

"B-bukan aku-tidak..ini ..ini salahku?"

"Kenapa kau baru menyadarinya sekarang? Salah siapa semuanya berakhir seperti ini? kebetulan? kecelakaan? takdir?"

Naruto menatap lurus kedepan. Ia terdiam bisu, seakan semua yang dikatakan lawan bicaranya memang benar dan tidak bisa dibantah olehnya.

"Kau ingin menyalahkan takdir? Tidak ada yang namanya takdir. Seluruh kerugian di dunia ini berasal dari ketidakberdayaan seseorang. Semua itu berawal dari dirimu. Andai saja kau kuat, ibumu dan perempuan itu pasti masih hidup sekarang."

Naruto menutup kedua matanya, Ia benar – benar tidak ingin mendengar semua perkataan dari lawan bicaranya.

"Diam…kumohon diam! Berhentilah bicara!"

Keluar air mata dari kedua mata Naruto. Semua kenangan tentang Ibunya dan Hinata mulai bermunculan dikepalanya.

"Andai saja kau kuat dan memiliki keberanian saat itu…"

Tiba - tiba Naruto berpindah tempat. Pandangan matanya menjelajahi seluruh sudut ruangan.

"I-ini di dalam rumahku."

Naruto tersenyum tipis, melihat rumah dahulunya yang penuh kenangan bersama ibunya. Tetapi, senyum di wajahnya menghilang seketika. Di depan matanya, ada beruang dengan pisau yang menancap dipunggungnya, tengah bersiap menyerang Ibunya.

TRAK TRAK TRAK

Naruto memberontak sekuat tenaga, Ia berniat menyelamatkan Ibunya yang hendak diserang oleh beruang liar tersebut.

"IBU! H-hentikan..kumohon! tolong Hentikan! HENTIKAN! HENTIKAN!"

JRASH

Cipratan darah Ibunya mengenai wajah Naruto. Naruto menatap dengan pandangan tidak percaya. Di depan matanya sendiri, Ia melihat Ibunya terbunuh dengan bekas cakaran besar.

"Ibu…Ibu…Ibu…maafkan aku, Ibu. Maaf. Maaf. Maaf. A-aku kembali gagal menyelamatkanmu."

"Kemudian yang baru saja terjadi…."

Ditengah keterkejutan dan rasa syoknya, Naruto kembali berpindah tempat. Naruto mengingat betul berada dimana Ia sekarang. Ya Taman dimana Ia dan Hinata berkencan.

Ia bisa melihat dirinya sendiri yang tengah berdiri dengan pandangan terkejut. Pandangan matanya terpaku keatas, dimana para Malaikat jatuh dan Iblis tengah bertarung.

Naruto mengalihkan pandangannya pada Hinata yang sedang berlari kearah dirinya, mencoba menyelamatkan dirinya yang akan terkena tombak cahaya.

"Hinata….jangan berlari kearahku! HINATA! HINATA!"

JLEB

Lagi, cipratan darah dari orang yang Naruto sayangi mengenai wajahnya. Lagi dan lagi, Naruto hanya menjadi saksi bisu melihat kedua orang paling berharga baginya terbunuh didepan matanya.

"ARGHHHHHHHHHHHH! Tolong hentikan! Hentikan semua ini, Kumohon!"

Naruto kembali ke tempat awal. Dalam tangisnya, Ia memohon untuk menghentikan semuanya. Raut wajah Naruto penuh dengan penyesalan. Melihat dua kejadian tersebut, membuat jiwanya terguncang hebat.

"Kau lihat? Itu semua salahmu. Kenapa kau menangis?"

"Diam!"

"Kenapa kau sedih?"

"Diam!"

"Bukankah kau memilih untuk dilukai daripada melukai orang lain, kan?"

"DIAM! BERHENTILAH BICARA! Ibu…Hinata…Aku benci sendirian. Aku benar – benar membencinya."

"Masihkah kau ingin menjadi orang yang dilukai, Naruto?"

"Tidak! AKU TIDAK INGIN SEPERTI ITU! SIAPAPUN MEREKA YANG MEREBUT SESUATU YANG BERHARGA DARIKU, TIDAK AKAN PERNAH KU AMPUNI! MESKI BERARTI AKU HARUS MEMBUNUHNYA!"

"Apa kau punya kekuatan semacam itu?"

.

Naruto membuka kedua matanya.

'apa aku sudah mati? Rasanya aku seperti bermimpi buruk barusan.' batinnya.

Naruto membuang pikiran tersebut, saat Ia merasakan sakit yang luar biasa diperutnya. Ia mengingatnya. Luka akibat terkena tombak cahaya dari malaikat jatuh.

"Haha nampaknya benar, bahwa di dunia ini tidak hanya dihuni oleh manusia. seperti yang selalu kau bilang, Hinata."

Ia tertawa dengan lemah. Naruto mengingat disaat Hinata selalu beragumen, bahwa di dunia ini tidak hanya dihuni oleh manusia.

"Lucu sekali, apanya yang balas dendam? Bahkan, aku tak bisa menyentuh salah satu dari mereka. Aku ingin sekali membunuh mereka, agar mereka tahu rasa sakit yang kurasakan. Tetapi, aku benar-benar lemah."

Naruto tidak bisa membantahnya. Ia mengakui bahwa, ia benar – benar lemah.

'Benar-benar memuakkan!'

DEG DEG DEG

Suara detak jantung Naruto berdetak dengan keras.

"ARGHHHHHHHHHHHHHHH!"

Naruto berteriak penuh kesakitan. Tubuhnya benar – benar sakit. Teriakkan Naruto nampaknya terdengar oleh Iblis dan Malaikat jatuh. Mereka menghentikan aksi saling serang, dan menatap kearah Naruto dengan raut wajah penasaran.

"Ada apa dengan manusia itu?"

Naruto merasakan rasa sakit yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya. Melebihi rasa sakit saat terkena tombak cahaya milik malaikat jatuh.

"Bukankah kau tadi sudah membunuhnya?'

Aura hitam perlahan keluar dari tubuh Naruto. Kedua tangannya terkepal kuat, dan ia menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit. Tetapi, luka – luka yang ada di tubuhnya dengan perlahan sembuh. Termasuk luka dari tombak cahaya yang berada diperutnya.

'Panas! Tubuhku panas sekali!' batinnya.

Malaikat jatuh dan Iblis memperhatikan tubuh Naruto dengan seksama dari langit.

"Samar-samar, aku melihat ada yang keluar dari dalam tubuh manusia itu."

"Aura hitam yang keluar dari tubuh manusia itu menyembuhkan lukanya."

"Apa manusia itu mempunyai Sacred Gear di dalam tubuhnya?"

"Sepertinya bukan."

"ARGHHHHHHHHH!"

Iblis dan Malaikat jatuh dibuat bingung, mereka tidak mengerti sedikitpun tentang situasi yang tengah terjadi pada Naruto. Setelah luka – luka ditubuh Naruto sembuh akibat aura hitam yang keluar dari tubuhnya. Keluar darah dari kedua mata Naruto.

Naruto memegangi kedua matanya yang terasa amat sakit. Sakit dan panas. Itulah yang Naruto rasakan. Tubuhnya yang diselimuti aura hitam, benar – benar membuatnya sakit. Dan sekujur tubuhnya begitu panas, seakan tubuhnya tengah terbakar.

KRAKK

Terdengar suara retakan tanah ditempat Naruto berdiri. Aura hitam yang sedari tadi menutupi tubuh Naruto, dalam sekejap kembali masuk ke dalam tubuhnya.

Hening. Tidak terdengar lagi suara teriakan penuh kesakitan Naruto. Malaikat jatuh dan Iblis, terlihat masih bingung dengan apa yang mereka lihat barusan.

BRUK

Tubuh Naruto terduduk di atas tanah, Rambut pirang menutupi sebagian wajahnya.

"Aku yang akan memeriksanya. Kalian urus saja para kelelawar itu!"

Para malaikat jatuh dan Iblis kembali memasang wajah serius, mereka tengah bersiap untuk melanjutkan pertarungan yang tertunda tadi. Mereka tidak ingin ambil pusing terhadap kejadian yang baru saja terjadi.

TAP

Seorang malaikat jatuh dengan 2 sayap dipunggungnya, tengah berdiri dihadapan Naruto.

GREBB

Dengan raut wajah jengkel, malaikat jatuh itu menjambak rambut pirang Naruto dengan tangan kirinya. Nampaknya, malaikat jatuh itu tidak suka saat Naruto mengganggu pertarungannya melawan para Iblis. Ia memperhatikan dengan pandangan jijik, Saat melihat wajah Naruto yang hampir tertutupi oleh bekas darah dan kedua matanya yang tertutup.

"Kau membuatku jengkel!"

Dari telapak tangan kanannya, kumpulan cahaya mulai terkumpul dan membentuk sebuah tombak.

JLEB

Dari jarak yang sangat dekat, malaikat jatuh itu menusukan tombak pada bagian perut Naruto. Sebuah senyum tipis terukir dari wajah malaikat jatuh itu. Ia Nampak puas setelah menyalurkan rasa kesalnya pada Naruto.

WUSH

Malaikat jatuh terlihat sedikit terkejut dan mundur beberapa langkah, saat Naruto yang secara tiba – tiba membuka kedua matanya.

'Ada apa denganku? Kenapa aku begitu terkejut?' batinnya.

Naruto melihat sekilas luka diperutnya, dan langsung berdiri. Malaikat jatuh didepannya menatap serius Naruto, yang saat ini tengah tersenyum lebar kearahnya. Bukan senyum yang penuh akan kehangatan, melainkan Senyum yang mengerikan.

"Hahaha serangan yang bagus sekali, Tuan malaikat jatuh. Lihat, bahkan sampai menembus perutku. Ah Ini begitu sakit, sakit sekali!"

Malaikat jatuh yang berada di depan Naruto, hanya tersenyum sinis. Dan menggelengkan kepalanya, saat mendengar tawa Naruto yang tiba – tiba.

"Nampaknya kau sudah gila, manusia. Tidak ada manusia yang tertawa disaat tubuhnya mendapat luka seperti itu. Ya tidak mengherankan kalau kejiwaanmu terguncang, setelah melihat kekasihmu mati di depan matamu."

Naruto menghentikan tawanya, ia menatap dengan pandangan tidak suka kearah Malaikat jatuh didepannya.

"Sudah cukup sampai disini main-mainya. teman-temanku nampaknya sedang bersenang-senang."

Malaikat jatuh melirik sekilas kearah teman – temannya yang berada di langit. Sedangkan di langit, para malaikat jatuh nampaknya berhasil menyudutkan para iblis.

"Main - main?"

"Ya, hanya main – main. Apa kau mengira bahwa aku akan serius melawan mahluk rendahan sepertimu?"

Naruto mendengar suara bising. Dari telapak tangan kanan malaikat jatuh, kumpulan cahaya mulai terkumpul.

ZWUSH

Malaikat jatuh menatap ke sekelilingnya saat Naruto menghilang dari pandangannya secara tiba – tiba. Tidak lama setelah itu, Naruto muncul tepat dihadapannya. Naruto mengepalkan tangan kanannya, dan aura hitam langsung menyelimuti tinjunya itu

DHUAGHHHHH

"Guha."

Karena keterkejutannya, malaikat jatuh tidak sempat untuk mengelak atau menghindari serangan Naruto barusan. Terdapat suara patahan dari dalam tubuhnya, saat tinju Naruto dengan telak mengenainya. Kumpulan cahaya ditangan kanannya pun menghilang seketika. Ia tidak pernah mengira, sungguh sangat tidak mengira bahwa Naruto akan menyerangnya seperti ini.

Malaikat jatuh itu langsung bersiap untuk terbang, tetapi-

DHUAGHHHHH

Lagi. Naruto menghantamkan tinjunya pada malaikatuh tersebut. Tubuh malaikat jatuh langsung terlempar ke udara.

Malaikat jatuh mengepakkan kedua sayap miliknya, untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Lalu, Ia menyeka darah yang keluar dari mulutnya.

Kedua kaki Naruto diselimuti oleh aura hitam, ia mengambil kuda – kuda untuk melompat. Sedangkan di langit, malaikat jatuh tengah bersiap membuat tombak cahaya.

KRAK

Disaat Naruto melompat, retakan tanahpun muncul. Malaikat jatuh tersenyum tipis melihat Naruto melompat kearahnya.

ZWUSH

Kembali Malaikat jatuh dibuat kesal. Naruto sudah tidak ada dari pandangan matanya, Disaat Ia hendak menyerang dengan tombak cahaya.

Senyum simpul menghiasi wajah malaikat jatuh, Ia merasakan keberadaan Naruto dibelakang tubuhnya.

DHUAGHHHH BUM

Tubuh makaikat jatuh terhempas ke bawah dan menghantam tanah dengan kuat. Ia terkapar di tengah – tengah kawah yang baru saja terbentuk.

TAP

"Ughh."

Naruto mendarat di atas punggung malaikat jatuh tersebut. Malaikat jatuh itu Nampak kesakitan, menahan berat badan Naruto.

"Ada apa, Tuan malaikat jatuh? Oh aku tahu, aku tahu. Apa kau terhina kalau aku berdiri di atas punggungmu?"

Bukan hanya terhina oleh tindakan Naruto, tetapi tubuhnya benar – benar sakit dan sangat sulit untuk digerakan. Raut wajah malaikat jatuh Nampak sangat kesal. Dari ujung matanya, ia melihat Naruto tengah tersenyum.

"Senyummu. Di dunia manusia, mereka yang memiliki senyum sepertimu disebut seorang psikopat!"

"Haha nampaknya kau tahu cukup banyak tentang dunia manusia, Tuan."

Tidak seperti reaksi yang malaikat jatuh itu bayangkan, Ia membayangkan kalau Naruto akan marah. Tetapi, Naruto hanya tertawa mendengarnya.

"Luka diperutmu…."

Naruto menatap kearah perutnya, dan tidak ada bekas luka sedikitpun disana.

"Luka apa yang kau maksud, Tuan malaikat jatuh?"

Malaikat jatuh tersebut sangat yakin bahwa tombak cahaya pernah melukai perut Naruto.

"Bagaimana bisa?"

Naruto tidak menghiraukannya, ia malah memandangi kedua sayap milik malaikat jatuh.

"Tuan, kedua sayapmu begitu menjijikan untuk dilihat. Bahkan aku serasa ingin muntah. Karena aku tengah berbaik hati, aku akan membantumu untuk menghilangkannya. Bolehkah aku mencabutnya?"

Naruto memegang kedua sayap milik malaikat jatuh, Kedua tangan dan kakinya kembali diselimuti aura hitam. Malaikat jatuh mencoba memberontak, Ia mencoba menggerakan tubuhnya.

"Hentikan! Kau sudah gila! Kau boleh membunuhku dengan cara apapun, tetapi jangan dengan mencabut sayapku."

Raut wajah malaikat jatuh Nampak sangat ketakutan. Tetapi, senyuman diwajah Naruto malah semakin lebar hingga kedua matanya menyipit.

"Sayapmu begitu hitam, Tuan. Itu menandakan bahwa sayapmu benar – benar kotor dan menjijikan."

Naruto menginjak kepala malaikat jatuh dengan kaki kanannya agar tidak banyak bicara. Malaikat jatuh tersebut berusaha memberontak, tetapi hasilnya sia – sia.

"1…2….3."

JRASHH

"ARGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH."

Darah menyembur keluar diiringi suara jeritan, disaat Naruto berhasil mencabut kedua sayap dari punggung malaikat jatuh.

"Lihatlah, kedua sayapmu ini benar – benar menjijikan!"

Naruto meletakan kedua sayap yang berada ditangannya, di samping tubuh malaikat jatuh.

"Tuan, Tuan malaikat jatuh. Kau tidak ingin melihat kedua sayapmu?"

Naruto menginjak – injak tubuh malaikat jatuh, tetapi tidak ada respon sama sekali.

Di langit, para malaikat jatuh menatap dengan tatapan membunuh kearah Naruto. Mereka begitu marah melihat Naruto berdiri di atas tubuh temannya.

Para iblis menatap kawanan malaikat jatuh yang tengah mengeluarkan hawa membunuh yang begitu kuat. Hawa membunuh yang bukan ditujukan kepada mereka, melainkan kepada manusia di bawah mereka.

"Dia sudah membuhnya."

"Sialan! Akan ku hancurkan kepalanya dengan tombak cahayaku!"

Ekspresi marah terlihat jelas dari para malaikat jatuh, karena temannya di bunuh dengan cara yang tidak lazim. Mereka dapat melihat dua sayap tergeletak disamping tubuh temannya, Kedua sayap yang seharusnya melekat dipunggung para malaikat jatuh.

Naruto mengacuhkan tatapan membunuh dari para malaikat jatuh, Ia malah memandangi telapak tangannya yang penuh darah akibat terkena cipratan darah milik malaikat jatuh tadi.

"Tanganku menjadi kotor seperti ini."

SLUP

Naruto menjilat darah ditelapak tangan kanannya. Ia menatap para malaikat jatuh yang berada dilangit dengan senyum diwajahnya.

"Ah rasanya menjijikan, sama menjijikannya seperti kalian!"

.

.

.

Issei POV

"Jangan pernah mendekati gereja lagi."

Aku ditegur oleh Buchou di ruang klub. Ekspresi Buchou tampak lebih serius dari biasanya. Aku hanya menghela nafas, karena aku tahu ini pasti terjadi setelah aku mengantar Asia ke gereja.

"Bagi kita para Iblis gereja adalah wilayah musuh. Karena kamu telah melakukan hal baik dengan mengantar Suster-Gereja itu ke gereja, mereka tidak menyerangmu. Tapi Malaikat selalu waspada dan Menyerangmu dengan tombak cahaya."

"T-tapi Buchou aku tak bisa membiarkan seorang gadis yang tengah kesusahan. Dia tersesat disini dan bahkan ia tak bisa bahasa jepang dengan lancar."

Ekspresi buchou nampak makin serius setelah aku mengatakan hal barusan.

"Kamu telah menghindari kematian sebagai manusia dengan dibangkitkan kembali sebagai Iblis. Tetapi Iblis yang dibasmi akan benar-benar musnah. Mereka kembali ke ketiadaan. Sekarang kamu tahu seberapa serius hal ini?"

Buchou menggelengkan kepalanya setelah melihat wajah bingungku.

"Maafkan aku, aku terlalu emosi. Pokoknya, mulai sekarang hati-hatilah. Dan jangan berurusan dengan suster gereja itu lagi."

"Hmm ya."

Percakapanku dengan Buchou berakhir sampai disitu.

"Oh, apakah Anda sudah selesai memarahinya?"

Akeno-san berdiri di belakangku dan Dia tersenyum seperti biasa.

"Akeno apakah sesuatu terjadi?"

Ekspresi Akeno-san berubah setelah Buchou menanyakan hal itu.

"Kita menerima perintah berburu dari Bangsawan Besar."

Nampaknya aku akan melihat pemusnahan iblis liar lagi. Tapi dipikiranku saat ini, perkataan buchou terus berulang-ulang dikepalaku. Nampaknya kemarin itu pertemuan pertama dan untuk terakhir kalinya.

.

Aku pergi ke gedung yang tidak terpakai yang terletak di bagian luar kota bersama dengan Buchou, Akeno-san, Kiba dan Koneko-chan. Setiap malam, seekor Iblis yang Terasingkan memikat manusia ke bangunan ini dan memakan mereka. Karena itu turun permintaan dari Iblis kelas atas untuk memburu mereka.

Ada banyak rumput tinggi mengelilingiku dan aku bisa melihat bangunan yang tidak terpakai itu jauh dari sini.

"Bau darah."

Aku menutupi hidungku. Situasi menjadi hening. Aku bisa merasakan kehadiran musuh di dekatku, dan hawa membunuhnya yang kuat. Kakiku gemetar. Aku benar-benar takut. Sedangkan didepanku, Buchou dengan sikap tenang meletakkan tangannya di pinggul.

"Issei, karena kau masih belum bisa menggunakan sacred gear mu, jadi kau diam dibelakang!"

Aku hanya mengangguk lemah mendengar perintah buchou, dan berdiri dipaling belakang. Bagaimanapun juga, saat ini aku belum bisa menggunakan sacred gearku.

"Aku bisa mencium bau sesuatu yang menjijikkan. Tapi aku juga bisa mencium sesuatu yang lezat. Sepertinya manis? Atau masam?"

Terdengar sebuah suara, aku melihat ke sekelilingku tetapi tidak menemukan siapa – siapa.

" Vaizor si Ex-Iblis. Kami di sini untuk memusnahkanmu."

"HAHAHAHAHAHAHA!"

Gelak tawa terdengar sangat keras. Dari gelapnya bayang-bayang, Sesuatu muncul. muncul makhluk aneh dengan bentuk yang tidak alami memiliki tubuh bagian atas wanita dan bagian bawah mahluk rakasa. Dia memegang sesuatu yang kelihatan seperti sebuah tombak di kedua tangan-nya.

"Karena Meninggalkan sisi tuanmu, dan mengamuk sesuka hati, kamu benar benar pantas mati. Dalam nama bangsawan Gremory, dengan senang kami akan memusnahkanmu!"

ISSEI POV END

.

.

.

.

TAP

Naruto turun dari punggung malaikat jatuh, Dan berjalan menjauh dari sana.

ZWUSH SRETT

Naruto berhasil menghindari tombak cahaya yang menuju dirinya. Tombak cahaya itu hanya menancap di tanah, lalu menghilang.

"Kau kira aku akan membiarkanmu kabur, Pirang!"

Di langit, para malaikat jatuh sudah bersiap menyerang Naruto. Sedangkan para iblis tidak membuat gerakan apapun, dan hanya diam menyaksikan.

"Kenapa kau begitu marah? Aku hanya berjalan menjauh dari tubuh t-e-m-a-n mu itu."

Malaikat jatuh terlihat muak melihat senyum diwajah Naruto. Mereka kembali melemparkan tombak – tombak cahaya kearah Naruto.

"Jangan ganggu mereka, kita biarkan saja! Aku ingin melihat apa yang bisa dilakukan manusia pirang itu."

Para iblis yang hendak menghadang para malaikat jatuh, mengurungkan niatnya seketika.

ZWUSH SRET SRET

Naruto menghindari serangan beruntun para malaikat jatuh, dan sesekali menghindar dengan gerakan akrobatik. Tidak semua tombak cahaya berhasil Naruto hindari dengan sempurna. Beberapa diantaranya menggores tubuhnya, dan membuat pakaiannya compang camping.

"Hahaha kalian Semangat sekali, Tuan – tuan."

Naruto tertawa saat beberapa tombak cahaya berhasil menggores tubuhnya.

"Kau lengah, pirang!"

JLEBB

Dari belakang, tubuh Naruto tertusuk oleh tombak cahaya. Naruto melirik kebelakang tubuhnya, Ia bisa melihat sang malaikat jatuh tengah tersenyum kearahnya.

"Seberharga itukah teman malaikat jatuhmu, sehingga kau semarah ini?"

Senyum malaikat jatuh langsung sirna, diikuti raut wajahnya yang nampak marah mendengar pertanyaan Naruto.

"Tentu saja! Ini semua salahmu, pirang!"

Naruto melihat tombak cahaya yang menusuk tubuhnya menghilang, dan meninggalkan lubang diperutnya.

"Bagaimana denganku?"

"Hah?"

Dengan sekali gerakan, Naruto membalikan badannya.

DHUAGHHHH

Dengan gerakan cepat, Naruto menghantamkan tinju pada perut malaikat jatuh dihadapannya.

DHUAGHHH

Naruto lalu menendang tubuh malaikat jatuh dan membuat tubuhnya terhempas kebelakang. tidak jauh darinya, Malaikat jatuh tersebut terkapar di atas tanah.

Suara bising mulai terdengar Naruto. Pandangan matanya tertuju pada Malaikat jatuh yang tengah berusaha untuk bangun, sembari membuat tombak cahaya dilengan kirinya.

"Jangan anggap remeh kam-"

KREKK

Naruto muncul dihadapan malaikat jatuh itu sambil menginjak telapak tangan kirinya. Kumpulan cahaya yang baru saja akan membentuk tombak, hilang seketika.

"Ughhhh."

Kaki kanan Naruto kembali diselimuti aura hitam, sedangkan kaki kirinya semakin kuat menginjak tangan kiri malaikat jatuh.

DHUAGHHH BRUKKK

Naruto menendang kembali tubuh malaikat jatuh tersebut, dan membuat tubuhnya kembali terlempar. Tubuh malaikat jatuh tergeletak diatas tanah, raut wajahnya menunjukan bahwa Ia tengah kesakitan.

"Sialan! Sakit sekali. Tubuhku serasa mati rasa."

Malaikat jatuh terkejut, melihat Naruto sudah berada di samping tubuhnya.

KREKK

Naruto mencekik leher malaikat jatuh yang tengah kesakitan tersebut dan mengangkatnya ke udara.

"Maafkan aku, Tuan. Apa aku terlalu bersikap lembut padamu?"

Tubuh malaikat jatuh gemetar, Ia benar – benar takut melihat senyuman di wajah Naruto. Ia kembali teringat bagaimana temannya dibunuh secara tidak lazim oleh manusia dihadapannya itu.

"Jangan berbicara tentang rasanya kehilangan seseorang yang berharga dan rasa sakit didepanku! Kau berbicara seolah kau merasakan keduanya!"

Naruto berbicara dengan suara rendah, senyum diwajahnya hilang dan Ia menatap dengan tatapan dingin yang membuat tubuh Malaikat jatuh semakin gemetar.

Terdengar suara seperti benda yang hendak patah, saat Naruto semakin kuat mencekik leher malaikat jatuh tersebut.

TRAK

Terdengar suara patahan disaat Naruto berhasil mematahkan leher malaikat jatuh.

JRASH JRASH

Naruto menggunakan tubuh malaikat yang berada dicengkramannya, Untuk menahan kedua tombak cahaya yang ditujukan kepadanya. Tombak cahaya tersebut menancap pada tubuh malaikat jatuh didepannya, dan menghilang. Ia lalu melemparkan tubuh malaikat jatuh dengan sembarang.

"PIRANG!"

Malaikat jatuh yang berada dilangit berteriak penuh amarah pada Naruto dan hanya dibalas dengan sebuah senyuman oleh Naruto.

Ia lalu melirik kearah para Iblis yang sedari tadi hanya menyaksikan dan tidak ikut menyerangnya.

'2 malaikat jatuh dan 3 Iblis.' Batinnya.

.

.

.

.

Kembali ke tempat Issei dan yang lainnya.

"Dasar perempuan licin! Aku akan merobek-robek tubuhmu dan mewarnainya dengan warna merah seperti rambutmu!"

Vaizor si ex-iblis berteriak kesal, tapi Rias hanya tertawa kecil.

"Vaizor berbicara dengan bergaya. Yuuto!"

Kiba menganggukan kepalanya mendengar perintah dari Rias.

"Siap!"

Kiba yang berada di dekat Issei, berlari ke depan begitu Rias memerintahnya. Rakasa itu menggunakan tombaknya untuk menyerang Kiba, tetapi Kiba dengan kecepatannya dapat menghindari serangan-serangan yang dilancarkan Vaizor.

Kiba tiba-tiba menghentikan gerakannya, Ia mencabut pedang dari sarungnya. Dan kembali menghilang.

"ARGHHHHHHH!"

Vaizor berteriak kesakitan saat kedua lengannya terpotong dari tubuhnya. Darah menyembur keluar dari lukanya. Rias lalu melirik kearah Koneko, koneko yang mengerti langsung bergerak kearah Vaizor.

Vaizor merasa sangat marah saat melihat Koneko tengah menuju kearahnya.

"Akan kuinjak tubuh kecilmu itu hingga remuk, itu harga yang pas karena teman sialanmu itu telah memotong kedua lenganku!"

BRAK

Vaizor mencoba menginjak Koneko dengan sekuat tenaga, tanah disekitarnya mengalami keretakan. Tetapi Vaizor merasa bahwa kakinya tengah ditahan oleh seseorang.

"KONEKO-CHAN!"

Issei berteriak saat melihat Vaizor dengan sekuat tenaga menginjak Koneko. Issei yang baru saja akan ketempat Koneko, dihalangi oleh Rias.

Perlahan tubuh Vaizor mulai terangkat oleh Koneko, Vaizor nampaknya memasang wajah terkejut.

"H-hey jangan bercanda, bagaimana bisa tubuh kerdilmu itu mengangat tubuhku!"

Koneko melemparkan tubuh Vaizor keatas, lalu Iapun ikut melompat ke atas.

DHUAGHHH BRUKK

Koneko menghantamkan tinjunya, dan membuat tubuh Vaizor terhempas ke tanah dengan kuat.

"Akeno!"

"Baik Buchou!"

Issei menatap takut Akeno, Saat Akeno berjalan menuju Vaizor yang terkapar di atas tanah sambil tertawa.

'Akeno-san sudah berada dalam mode S atau sadisnya.' Batinnya.

"Oh, sepertinya Kamu masih memiliki beberapa energi yang tersisa dalam dirimu. Lalu bagaimana dengan ini?"

Akeno mengakat tangannya ke atas. Suara gemuruh terdengar dilangit.

JLEGAR

Tiba-tiba langit tampak bercahaya, dan petir menyambar kearah Vaizor.

"Arghhhhhhh!"

Petir tersebut dengan telak mengenai Vaizor. Seluruh tubuhnya terbakar dan asap mengepul keluar dari tubuhnya.

"Ara, sepertinya Kamu masih bersemangat. Kalau begitu kamu masih bisa menerimanya lagi."

JLEGAR.

Lagi-lagi petir kembali menyambar Vaizor.

"Arghhhhhh!"

Akeno tersenyum dan begitu menikmatinya saat menyambarkan petir kearah Vaizor.

"Fufufufufufu. Berapa banyak petir yang dapat kamu terima, Nyonya Rakasa? Kamu masih belum boleh mati. Karena yang akan menamatkanmu adalah tuanku!"

Issei Nampak berkeringat dingin saat Akeno tertawa dengan sangat keras, sembari menyerang Vaizor tanpa jeda.

'Aku masih belum terbiasa dengan mode S nya Akeno-san.' batin Issei.

Selama beberapa menit serangan petir Akeno terus berlanjut pada Vaizor. Setelah Akeno mulai tenang, Rias menganggukan kepalanya pada Akeno. Ia lalu mendekati Vaizor yang sudah terkapar diatas tanah.

Rias kemudian menaruh tangannya pada Vaizor.

"Ada pesan terakhir, Vaizor?"

"Bunuh….saja…..aku."

Vaizor Nampak sangat kesakitan, ia berbicara dengan suara lemah pada Rias.

"Begitu? Kalau begitu musnahlah!"

BOOM

Sebuah bola sihir hitam raksasa melesat keluar dari telapak tangan Rias. Ukurannya cukup besar untuk membungkus seluruh tubuh Vaizor. Bola sihir lalu menelan tubuh Vaizor. Ketika bola sihir itu menghilang, tubuh Vaizor sudah tidak ada. Rias menghela napas setelah memastikan kalau Vaizor telah musnah.

.

.

.

.

.

Di tempat Naruto

"Apa kau pengguna Sacred gear?"

Naruto memasang wajah bingung, saat ditanya tentang sesuatu yang ia tidak ketahui.

"Sacred Gear?"

Malaikat jatuh menatap Naruto dengan penuh curiga, tetapi Ia hanya mendapati ekspresi bingung darinya.

"Jangan berbohong, pirang sialan! Bagaimana luka – luka mu bisa sembuh dengan sendirinya?"

Para malaikat jatuh itu menatap tubuh Naruto. Tidak ada luka disekujur tubuhnya walaupun mereka sudah melancarkan serangan yang mampu membunuh 1 orang manusia.

DEG

Tiba – tiba, Tubuh Naruto sedikit hilang keseimbangannya.

'Ada apa ini? Sebagian tubuhku mati rasa.' Batinnya.

Salah satu iblis menciptakan lingkaran sihir didepan tubuhnya, dari lingkaran sihir keluar api yang menuju Naruto. Naruto berusaha menggerakan tubuhnya, walaupun terasa begitu berat.

BLARR

"Ughhh."

Api barusan berhasil mengenai Naruto, Di sebagian tubuhnya terdapat luka bakar. Sebuah senyuman muncul diwajah Iblis, disaat serangan pertamanya berhasil mengenai Naruto.

"Hmm jangan besar kepala, Iblis. Luka seperti itu tidak akan memberi dampak apapun padanya!"

Iblis tidak menanggapi perkataan malaikat jatuh, mereka terus memperhatikan Naruto. Lebih tepatnya luka yang terdapat pada tubuh Naruto.

Tidak seperti sebelumnya, luka yang di derita Naruto tidak menunjukan tanda – tanda menghilang atau menyembuhkan sendiri.

Naruto berdiri sambil memegangi tangan kirinya. Seluruh tangan kirinya mengalami luka bakar akibat terkena serangan dari Iblis.

'Aku harus pergi dari sini.' Batinnya.

Naruto berjalan sempoyongan. Ia berniat untuk kabur bagaimanapun caranya. Walaupun tubuhnya benar – benar mati rasa dan terasa berat untuk digerakkan saat ini.

Malaikat jatuh melihat Naruto yang berniat kabur. Ia lalu membuat tombak cahaya dari tangan kanannya.

"Mau kemana kau, Pirang?!"

Naruto mempercepat langkah kakinya, disaat Ia melihat malaikat jatuh akan melemparkan tombak cahaya kearahnya.

'Ini gawat!' batinnya.

JRASHH BRUKK

"Arghhh."

Naruto merintih kesakitan begitu tombak cahaya menembus pahanya. Ia memegangi lukanya yang terus mengeluarkan darah.

"HAHAHAHAHA DIMANA SENYUM MEMUAKKAN DIWAJAHMU ITU, PIRANG?"

Terdengar gelak tawa yang sangat keras dari malaikat jatuh. Naruto menghiraukannya, yang ia pikirkan saat ini adalah keluar dari sini hidup – hidup.

Dengan menahan rasa sakit dari luka yang dialaminya, Naruto akhirnya mampu berdiri. Ia menyeret kedua kakinya yang masih gemetar untuk menjauh dari sana.

"Jangan biarkan dia kabur! Aku tertarik dengan tubuhnya."

Para Iblis kembali bersiap untuk melancarkan serangan saat melihat Naruto yang kembali bergerak.

"Jangan ikut campur, Iblis! Akan kuhabisi dia dengan tanganku."

Tetapi, kedua malaikat jatuh Nampak tidak suka saat Iblis akan ikut campur dalam urusan mereka. Bagi mereka Naruto adalah musuhnya, dan Iblis tidak berhak untuk ikut campur.

"Tubuhnya benar – benar menarik. Aku akan membawanya! Bagaimana kalau kita bertaruh? Siapa yang dapat membuat manusia itu sekarat dialah pemenangnya!"

"Tsk, Kalian para Iblis selalu saja mencapuri urusan kami. Baiklah, kita mulai!"

Ketiga iblis menciptakan lingkaran sihir di depan tubuh mereka, dari lingkaran sihir mereka keluar api, petir dan es. Semuanya dengan cepat menuju kearah Naruto.

BOOM

Naruto terpental cukup jauh setelah terkena serangan barusan. Ia terkapar diatas tanah,dan asap mengepul keluar dari tubuhnya. Hampir semua tubuhnya terdapat luka bakar.

JLEBB JLEBB

"ARGHHHHHHHHHHHH!"

Teriakan Naruto dapat didengar oleh kedua malaikat jatuh, mereka tersenyum penuh kemenangan. Disaat tubuhnya yang masih merasakan sakit akibat serangan dari para iblis, dua tombak cahaya milik malaikat jatuh menembus paha kanan dan perutnya.

"Sepertinya serangan barusan sudah hampir membunuhnya. Jadi iblis, ini kemenganku."

"Jangan ikut campur, Iblis. Akan kuhancurkan kepalanya. Setelah manusia itu selesai, kalian berikutnya!"

Tubuh Naruto benar – benar penuh luka. Meskipun begitu, ia masih berusaha untuk berdiri.

BRUKK

Naruto terduduk diatas tanah, tubuhnya sudah tidak mampu untuk berdiri.

"Ucapkan selamat tinggal, pirang!"

Suara bising dapat terdengar oleh Naruto. Ya suara dimana malaikat jatuh mulai membuat tombak cahaya.

Naruto hanya menatap dengan tatapan kosong pada malaikat jatuh.

DEG DEG DEG

"ARGHHHHHHHHHHHH!"

Lagi, Naruto berteriak penuh kesakitan seperti sebelumnya. Tubuhnya kembali memanas, terlebih dibagian punggungnya.

'Panas sekali. Sialan! Punggungku benar – benar seperti tengah terbakar.' Batinnya.

"Sekarang apa lagi?!"

Salah satu malaikat jatuh dibuat kesal saat mendengar Naruto kembali berteriak seperti sebelumnya.

"Lukanya mulai menghilang."

Para iblis kembali menciptakan lingkaran sihir. Diikuti malaikat jatuh yang membuat tombak cahaya. Disaat mereka melihat luka di tubuh Naruto dengan perlahan mulai sembuh. Walaupun tidak secepat sebelumnya.

Mereka bersiap menyerang secara bersamaan kearah Naruto.

"ARGHHHHHHHHHH!"

DHUARRRRRRRRR

Secara tiba – tiba tubuh para malaikat jatuh dan Iblis terhempas dengan kuat ke tanah. Tubuh mereka terbujur kaku, seolah - olah tengah ditekan oleh sesuatu.

Para iblis dan malaikat jatuh berusaha menggerakan tubuh mereka, tetapi tubuh mereka terasa sangat berat untuk digerakan.

"Manusia itu mampu mengendalikan g-gravitasi?"

Tidak jauh dari mereka, Naruto terus menerus berteriak kesakitan.

"ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!"

Ekspresi wajah dari para malaikat dan iblis menunjukan keterkejutan. Bagaimana tidak, diatas tubuh mereka muncul lingkaran sihir berwarna hitam berukuran sangat besar. Lingkaran sihir yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Mereka mencoba memberontak, tetapi tubuh mereka bahkan tak bergerak sedikitpun akibat gravitasi.

TAP

Pandangan mata mereka tertuju pada seseorang. seseorang berambut pirang yang berdiri dengan pakaian compang camping dan bercak darah di sekujur tubuhnya.

"Siapa kau sebenarnya?"

Naruto menghiraukan pertanyaan yang diajukan padanya. Ia lalu membuka matanya, dan memperlihatkan mata biru tua-nya. Terdapat sebuah lingkaran 'O' berwarna biru muda di pupil mata Naruto.

"Musnahlah!"

Lingkaran sihir yang berada dilangit seketika melepaskan kekuatan sihir yang begitu besar berwarna hitam kearah para malaikat dan iblis dibawahnya.

DHUAARRRRRRRRRRRRRRRRR

Suara ledakan besar menggema di udara. Penghalang berwarna jingga yang mengelilingi daerah sekitarpun menghilang.

.

.

.

"Semuanya sudah berakhir. Kerja bagus, semuanya."

Rias mengalihkan perhatiannya pada Issei yang nampak sedikit murung.

'Aku bahkan tak melakukan apapun, selama ada pertarungan atau pemusnahan ex-iblis pastinya aku hanya akan menontong dibelakang. Sial! Sialan!kenapa aku begitu lemah!' batin Issei.

Pluk

"Jangan terlalu dipikirkan, Issei!"

Rias menepuk kepala Issei sambil tersenyum.

"Tapi Buchou-"

"-Kau pasti akan menjadi kuat kalau kau berlatih dengan sungguh-sungguh. Jadi semangatlah! Kau pasti punya mimpi untuk diwujudkan, bukan?"

Sebuah senyuman seketika terukir diwajah Issei mendengar perkataan Rias barusan.

'Ya, aku akan berlatih dan menjadi kuat untuk mewujudkan mimpiku menjadi iblis kelas tinggi serta membuat haremku sendiri.' Batinnya.

DEG

Senyuman di wajah Rias sirna seketika, dan ia memasang raut wajah serius. Para anggota yang lain memandang heran kearah Rias.

'Apa ini? Hawa membunuh yang sangat kuat.' Batinnya.

"Ada apa, Buchou?"

Issei menatap Rias dengan tatapan bingung, karena tiba – tiba majikannya memasang wajah yang begitu serius.

"Aku merasakan hawa membunuh yang sangat kuat."

Rias menatap para bawahannya, lalu Akeno menghampiri Rias.

"Aku yang akan pergi memeriksanya, Buchou."

"Akeno."

Rias menatap Akeno, Akenopun menganggukan kepalanya.

"Kau hanya harus memeriksanya saja, Akeno! Jangan terlibat dalam pertarungan! Semuanya, kita kembali ke ruang klub!"

"Baik, Buchou."

Setelah itu Muncul lingkaran sihir khas keluarga Gremory, Rias dan yang lainnyapun langsung pergi.

"Ara, sepertinya tempatnya tidak jauh dari sini."

.

.

.

.

Naruto menatap kawah besar didepannya. Tubuh malaikat jatuh dan iblis tadi lenyap tanpa sisa. Cukup jauh dari tempatnya berdiri, Beberapa mayat iblis dan malaikat jatuh berserakan diatas tanah.

Ia melihat ke sekelilingnya, dan pandangan matanya terhenti pada tubuh perempuan yang terbaring diatas tanah dengan luka diperutnya. Perempuan yang begitu berharga baginya.

TES TES TES

Kedua matanya kembali normal, Ia lalu menatap langit yang nampak mendung. Dan tiba – tiba hujanpun turun begitu derasnya. Naruto memejamkan kedua matanya, merasakan setiap tetes hujan yang mengenai wajahnya.

Selang beberapa menit, Naruto membuka kedua matanya. Dan berjalan kearah tubuh Hinata.

DEG BRUK

Tubuh Naruto ambruk seketika dan Ia terduduk disamping tubuh Hinata.

"Aku berhasil, Hinata. Aku berhasil membunuh mereka."

Naruto menggenggam tangan kanan Hinata, menggunakan kedua tangannya. Ia tempelkan telapak tangan Hinata dipipinya.

"Apa kau akan tetap mencintaiku, walaupun sekarang aku menjadi seorang pembunuh? Lihatlah Hinata, Kedua tanganku berlumuran darah."

Naruto menatap wajah Hinata dengan tatapan sedih.

"Apa kau tahu apa yang aku rasakan saat ini, Hinata? Hatiku benar – benar hancur. Hinata. Bangunlah! Tolong bangun dan jawab pertanyaanku! Bangunlah! Aku ingin melihat senyum diwajahmu, Hinata. Kumohon Hinata!"

Naruto terlihat seperti orang bodoh. Di tengah guyuran hujan, Ia menggerak – gerakkan tubuh Hinata berharap bahwa Hinata akan bangun dan mengatakan ini semua hanyalah lelucon.

"Bangunlah Hinata. Jangan tinggalkan aku. Hinata. takut, Hinata. Aku tidak suka sendirian, aku membencinya."

Di malam yang mencekam dan derasnya hujan, Naruto menangis sambil memegang tangan Hinata.

TAP TAP TAP

Naruto menatap ke sekelilingnya, disaat Ia mendengar suara derap langkah yang mendekatinya. Ia bisa melihat seseorang tengah berjalan menghampirinya.

Tetapi, Naruto tidak bisa melihat wajah orang tersebut.

JLEGARR

"Kau…."

.

.

.

.

TBC

Bagaimana dengan chapter keduanya? Saya mohon maaf apabila mengecewakan

Haha sorry baru di publish jam segini, ada beberapa keperluan yang tidak bisa author tinggalkan. Jadi ya baru di publish sekarang deh. :D

arvn :

author-san mau tanya apa naruto sama hinata bakal direingkarnasi jadi iblis atau naruto punya kekuatan lain? Untuk Hinata, dia tidak bakal dihidupkan kembali. Kekuatan Naruto? Itu masih rahasia hehe :p

Eizan811 :

gyaaa..kok baru chap pembukaan naruhina lgsung mati thor...apa ntar mereka di bangkitkan lg thor..? tidak, author tidak berencana untuk membangkitkannya kembali. :(

kekuatan naru apa..SG/ada makhluk supranatural di dlm tubuhnya..? haha mohon maaf, itu masih saya rahasiakan :)

jems :

Kenapa ga lanjutin fanfic yg lama..?,,lanjutin sampe boruto Shippuden lah.. Haha saya minta maaf kawan, awalnya juga saya tidak berencana untuk menulis fanfic lagi. :D tetapi, karena saya teringat pernah membuat janji membuat fic dxd, jadi saya menulis lagi. Itung2 menanti kelulusan saya dari SMK :p

Ashuraindra64 :

hahhh membosankan pasti ujung2nya Jadi iblis. Lw bukan parage pelacur pasti parage Papan:v

dan pairnya Hinata? Mohon maaf saya juga tidak ingin membuat fanfic ini menjadi fanfic yang mainstream :v soal pair? Biar seperti fanfic pertama saya, itu akan tetap menjadi sebuah rahasia sampai pada waktunya. :D

Si Mesum Bangsat :

Hahaha... Ternyata masih hidup toh? Tentu saja kau harus tepati janjimu,hei bung,aku sudah menunggu hampir 2 tahun untuk perilisan Fic ini... Jadi jangan kecewakan kami, omong-omong siapa yang sudah menghidupkan mu dengan Edo Tensei? Hahaha... seperti biasa cara menyapa yang kasar :D ah saya hanya sedang bosan, dan mencoba menghilangkan bosan dengan menulis fanfic :P dan hasilnya, kau tahu lah.

azmi :

kerennn gan... btw tu ntar si hinata di hidupkan lg apa kaga ya, oh iya seharus ny ada perkenalan dulu gan, baik itu nama, umur atau pun penampilan... y mungkin ada si teks tp blm rinci. Hehehe… soal Hinata sudah saya jawab. Hahaha pengenalan yah, saya sungguh lupa. Saya akan usahakan di chapter 3 bung. :p

abuseJavier :

Author Bikin Naruto punya rinnegan lagi, itu doujutsu emang paling hebat. Satu pertanyaan, kok Naruto disini berbeda dari Naruto "DARK UZUMAKI NARUTO?". inikan judulnya DARK UZUMAKI NARUTO : REVENGE, otomatis sama dong dengan konsepnya yg awal?. Mohon penjelasannya. Saya berencana untuk tidak menggunakan kekuatan yang ada di manga/anime Naruto.. karena saya pernah baca di beberapa fanfic ada yang menggunakannya :D dan saya bisa katakan, ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan fanfic pertama saya. Saya menggunakan nama Dark Uzumaki Naruto, karena Naruto di sini bakal berbeda dengan Naruto yang ada di Anime/manga atau bisa dibilang OOC. Dan untuk kata revenge, itu berarti balas dendam. Ah maaf – maaf, apa penjelasan saya dapat dimengerti? :P

kikizz :

wess author balik lagi.. ini cerita baru dari seri yg lalu .. apa kelanjutanya?.. saran romance jadi naruhina aja .. ga usah ditambahin yg lain .. apalagi harem.. semangat thor.. ini seri baru dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan fanfic pertama saya :P soal pair? Saya udah menjawabnya :D dan saya berterima kasih atas sarannya, bro.

femix :

Hinata-chan mati, trus naruto jga :'( apa naruto dibangkitkan menjadi iblis oleh rias/sona author-san? Akan terjawab nanti kawan, bersabarlah hehe :D

Raka eSKa :

ngomong2 yang mati waktu mimpi itu hinata ya...? iya. Orang yang mati dalam mimpi Naruto itu Hinata. :)

Mhd487 :

Apa naruto masuk khaos bridge atau gini aja kk naruto jadi bidak rias dan setelah menyelamatkan rias dari pertunangan naruto berhianat dan pergi bersama vali , supaya semuanya sedih . Maaf saya lancang lanjut kk… terima kasih atas sarannya, saran yang sangat luar biasa, brother :D

ranraihan03 :

apa naruto hanya manusia biasa disini?! Yap bisa dikatakan manusia
gyaa... Gak ridho klo hinata benar2 mati... ah saya benar-benar minta maaf, di fanfic kali ini Hinata benar-benar mati :(
btw, biasanya klo fic kyk gini, narunya nanti kuat krna d reinkarnasi jadi iblis atau dia membangkitkan secret card (bnr gak tulisannya?). Apa fic ini jg kyk gini? Ah sepertinya tidak, itu sudah mainstream. Bisa2 saya di bully kalau membuat fanfic yang seperti itu :D lebih baik mengikuti sampai cerita ini berakhir, agar benar – benar tahu seperti apa alur cerita dari fanfic ini. :D

Hamdy517 :

senpai buat crossover one piece aja...yg haigschool dxd terlalu mainstream... Hahaha crossover One piece ya :D tapi brother, saya tidak tahu alur ceritanya dan saya juga tidak mengikuti manga/animenya. :D kalau saya membuatnya, saya tidak yakin kapan membuatnya. Karena akan butuh waktu lama membaca manga one piece Dengan jumlah chapter dari manganya sekarang :D

sagianto :

Apakah ini arc k2 kelanjutan dari dark uzumaki naruto sebelumnya?apa kurama dan mata rinnegan ,internal mengkoyou sharingan naruto masih ada?keren nih jika naruto mw hancurin semua mitologi di dunia dxd karena dendamnya pada dunia. ,lw bisa sebagian energi kehidupan great red dapat naruto rebut ,saat naruto memakan bagian dalam tubuh great red(seperti kinkaku ginkaku waktu melawan kyubi). .next author ditunggu chapter selanjutnya,muga naruto membuat jasad hinata tetap utuh,jadi lw dibangkitkan dengan rinneggan/evil piece bisa. .aku mendukung pair naruhina,lw harem gak masalah asal ada hinatanya. . pertama saya minta maaf, fanfic ini tidak ada sangkut pautnya dengan fanfic pertama saya. Benar – benar cerita baru. Kedua, saya juga minta maaf. Seperti saya tidak berencana untuk membangkitkan Hinata kembali. :(

Alma Restu440 :

Type your review here. Kayak-nya naruto bakalan bangkitin lekuatanya ya? Mungkin hanya kekuatan yang lepas kendali :D

uchihasenjuuzumakinaruto :

Naruto hilang kekuatannya atau hidup yang baru? Akan terjawab kawan :D

Apa kekuatan naruto ? dan buat naruto jadi godlike… terima kasih sarannya bro, dan saya minta maaf untuk kekuatan Naruto sekarang ini masih rahasia hehe :D

Kania333 :

Kk apa naruto akan mati ? Dan apakah hiasi ( maaf kalau salah ) tahu hinata mati ? Tidak, Naruto masih hidup. Untuk hiashi, saya akan menjelaskannya mungkin di chapter 3. :)

Reygatcgplayer :

Oh ya.. , kalau bisa Naruto kuat jangan Secara Instan.. , jangan tiba-tiba punya kekuatan Hebat.. , jarang sekali Author yang membuat cerita yang di ceritakan bagaimana sang Character utama menjadi kuat. Terima kasih atas sambutannya kawan. Dan terima kasih atas sarannya, tentu saja semua itu butuh proses :D jadi keinget saitama dari One Punch Man :D

Raka336 chapter 1 . Apr 16

Naru punya power apa nanti...? untuk pertanyaannya saya udah menjawab di komenan di atas bro :P

The KidSNo OppAi :

Vak apa d sini naruto renkarnasi atau perpindahan dimensi dari dunia dxd? Haha sepertinya tidak ada renkarnasi :D

I Just Readers :

Hmm, aku berharap alurnya tdk sperti crita yg lalu ato crita yg sudah ada. Ohh ya! Ada kalimat yg bkin bingung klo gk salah begini "Tadi tombak cahaya, sekarang lingkaran sihir" itu kan seperti dia sudah tau/prnah liat lingkaran sihir, tapi gk pp sih. Nan aku harap Naruto tdk langsung OP klo bisa latihan"nya di tunjukin, dan klo pairing jgn di pikirin dulu, pikir aja cara menunjukan character si Dark Naruto. Oh aku punya ide Soal senjata, Tau Kipas Bashoshen?, klo tau buat aja itu senjatanya. Klo kau memilih bashoshen sebaiknya buat kekuatan kipasnya bertambah kuat seiring Naruto tambah kuat. Cara nemuinnya buat yg lucu sperti nemu di tong sampah, karna kelihatan usam jadi di buang sma pemilik sbelumnya, lalu Naruto nemuin ini karna kipas angin/ac di rumahnya rusak jdi di ambil karna masih klihatan bagus. Untuk charakternya ku harap masih ada gokilnya tpi jngan terlalu banyak, buat refreshing biar gk jenuh bacanya. Sekian Trima Kasih…. Satu kata dari saya, fantastic :D saran dari anda begitu luar biasa. Saya mohon maaf untuk perkataan yang anda maksud, itu kesalahan saya. Saya kurang teliti. Saat anda mengatakan si pemilik senjata membuangnya, saya jadi teringat Meliodas dari anime Nanatsu No Taizai (Dia menjual sentaca sucinya dan uangnya digunakan untuk membuat bar). Sedikit rasa humor ya, baiklah kawan dan terima kasih.

abuseKurai No Hikari :

btw boleh minta nama fb? nama fb saya Oliver Uchida :)

Guest-Sama :

abis UN thor? kita seumuran dong! Yap umurku sekarang 18 tahun :D

taufiqqurrahman172 :

Bagus lanjut thor buat fic yg bagus seperti fic pertama author tapi kalau boleh saran

1 apa naru punya sacret gear : Rahasia :P

2 kalau punya saya boleh saran gak sg naru tipe naga kegelapan terus kekuatanya bisa meniru sg lain.. saran yang bagus, terima kasih bro :D

abuseVali07 :

Saya hadir untuk mereview FF anda '-')

Oke langsung saja, saya mau bertanya?

1. Naruto itu rasnya apa? Hahaha Manusia? :D

2. Beberapa ucapan chara DxD itu ada di LN Jilid pertama? LN? LN itu singkatan Light Novel?

3. Naruto mati dengan mudah? '-') haha saya mohon maaf

4. Apakah alurnya mengikuti Canon? Mungkin berbeda, kita lihat saja sampai akhir :D

5. Pembalasan terhadap Malaikat Jatuh? Yap pembalasan terhadap malaikat jatuh, saya pernah terpikir untuk membuat Naruto membenci tuhan dengan alasan ia tidak suka dengan system dunia yang diterapkannya, tapi nampaknya tidak mungkin dan tidak logis :D

Dkadarkness :

Yo bro! hahaha lama gk nongol lu? btw nice fic man, gimana kbarnya skrg bro? haha hallo bro :D yap bisa dikatakan baik bro :D bagaimana denganmu?

.

Terima kasih sudah membaca dan tunggu chapter selanjutnya!