Konbanwa minna watashi wa Azhuichan desu, yoroshiku onegaisimasu! Ini fic pertama saya, jadi masih banyak sekali kekurangannya (chapter 1). Saya minta maaf ^_^ . Mohon bagi para senpai yang sudah berpengalaman di dunia fanfiction, tolong sarannya ya ^_^ . Saya terima apapun kritik, saran, maupun Flame kalian. Arigato minna...

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Love is hurt © Azhuichan

Warning : typo, gaje, OOC, alur maju mundur (flashback)

Enjoy...! ^_^

Chapter 2

Sudah berbulan-bulan setelah kejadian itu. Kini Sakura tidak bisa berfikiran jernih lagi. Semakin Sakura menghindar, Sasuke akan selalu mendekatinya. Sakura bingung, kenapa Sasuke pintar sekali menyembunyikan perbuatannya dari kekasihnya- Ino. Semuanya semu. Sakura sangat bingung dengan perasaannya. Pernah terjadi suatu kejadian ketika Sakura sedang ngobrol dengan salah salah satu teman laki-laki sekelasnya –Sasori. Sasori termasuk salah satu murid tertampan di KIHS. Tak hanya tampan, dia juga ramah, pintar, dan kaya. Tetapi tiba-tiba Sasuke datang mengusiknya, lalu menyeretnya ke gedung belakang sekolah.

Flashback...

Hari ini hari selasa. Dimana murid-murid kelas X-6 (unggulan) akan mengadakan ulangan Kimia di jam pelajaran pertama.

Ting... ting... ting ... bell tanda pelajaran di mulai. Dan masuklah Kurenai-sensei kedalam kelas tersebut.

"selamat pagi anak-anak. Sesuai yang sudah saya beritahukan kemarin. Hari ini akan diadakan ulangan Fisika", kata Kurenai-sensei

"iya sensei", sahut murid-murid serempak

"sebelumnya, saya ingin memberitahukan. Nanti di jam ke 3 dan 4 kosong. Karna semua guru akan mengadakan rapat", kata Kurenai-sensei

"ye... yee.. Horeee...!", seru murid-murid

Ulangan diadakan dengan sistem bergiliran. Maksudnya, 10 anak melakukan ulangan 45 menit pertama, dan 10 anak lagi di 45 menit berikutnya. Jadi sebagian anak yang tidak ikut di putaran pertama menunggu di luar kelas. Pada putaran pertama di urutkan dari nomer absen 11-20. Karna Sakura berada di nomer absen 14. Jadi Sakura ikut ulangan putaran pertama.

45 menit kemudian...

Setelah selesai ulangan, Sakura keluar kelas. Dan kemudian masuk lagi 10 murid (no. Absen 1-10) yang akan mengikuti ujian di putaran ke dua.

Saat ini Sakura berjalan menuju ujung gedung dekat pagar yang di depannya ada beberapa pot bunga. Lalu Sakura duduk bersila sambil memejamkan matanya. Sangat tenang sekali suasananya. Di dukung dengaan cahaya sinar matahari pagi yang tidak terlalu panas. Satu kata 'Sejuk'. Sangat pas untuk menenangkan diri sehabis ulangan.

Tap.. tap.. tap..

Bunyi suara langkah kaki seseorang dari belakang Sakura. Tak lama kemudian muncullah si pemilik suara langkah kaki itu. Ternyata Sasori yang menghampiri Sakura. Kemudian Sasori duduk di sebelah kirinya Sakura.

"hey.. Sakura-chan.. sedang apa?", tanya Sasori sambil menatap Sakura yang sedang menutup matanya

"oh.. sedang menikmati hidup Sasori-kun", sahut Sakura. Tanpa melihatpun Sakura sudah hafal pemilik suara itu. Karna hubungan pertemanannya dengan Sasori juga lumayan dekat.

"menikmati hidup?", heran Sasori

"iya... ingin sekali melepaskan semua beban pikiran yang selama ini aku tanggung", kata Sakura. Kan selama ini Sakura hidup susah sejak orang tuanya meninggal 2 tahun yang lalu. Setiap pulang sekolah (jam 2 siang) Sakura bekerja sampai jam 8 malam untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Terus sampai rumah, ia belajar dan mengerjakan semua tugas-tugas dari sekolah.

"ow... kalau kamu perlu bantuan, datanglah padaku", kata Sasori

"ech? Maksudnya?", tanya Sakura untuk memastikan pernyataan Sasori

"iya... datanglah padaku jika kamu perlu-",

"SAKURA.. .. ..!", seru seseorang dari belakang Sasori dan Sakura. Akhirnya mereka menoleh ke belakang. Ternyata yang memotong pembicaraan Sasori tadi adalah si Uchiha Sasuke. Kemudian Sasuke mendekat ke arah mereka. Lebih tepatnya Sakura. Secara tiba-tiba, si Uchiha bungsu itu menarik lengan kanan Sakura secara kasar.

"Awww... ada apa Sasuke?", tanya Sakura. Cengkraman lengan tangan Sasuke membuat Sakura merintih kesakitan. Dan Sakura melupakan suffix –kun di balakang nama Sasuke. Dan itu membuat Sasuke sedikit marah. Apalagi sekarang Sakura sedang berduaan dengan si rambut merah itu.

"Ikutlah denganku!", kata Sasuke menaikkan nada bicaranya

"ada apa Uchiha-san? Kenapa kau tiba-tiba menarik lengan Sakura secara kasar?", kata Sasori sambil menatap cengkraman yang ada di lengan Sakura. Sasori kasihan melihat Sakura. Sasori mencoba melepaskan cengkraman Sasuke di tangan Sakura, tetapi di tepis secara kasar oleh Sasuke.

"Cepat ikutlah denganku!", kata tak sabaran Sasuke

"baa... baikk.. maafkan aku Sasori-kun", setelah berbicara dengan Sasuke. Sakura lalu meminta maaf kepada Sasori.

Tak lama kemudian Sasuke menyeret Sakura menuju gedung belakang sekolah. Setelah sampai di sana. Sasuke melepaskan cengkramannya. Mata tajamnya memandang intens Sakura dari atas sampai bawah. Terlihat dari sorot matanya kalau Sasuke sedang marah. Hal itu membuat risih Sakura. Akhirnya Sakura memulai pertanyaannya.

"ada apa Sasuke-kun?"

"aku tidak suka kau dekat dengan si merah itu"

"siapa maksudmu Sasuke-kun?"

"Sasori"

"kenapa?"

"pokokny aku tidak suka kau dekat-dekat dengannya!"

Mau tak mau hal itu membuat wajah Sakura bersemu merah mendengarkan pengakuan dari Sasuke. Kan sejak awal Sakura juga suka Sasuke. Tapi karna Sasuke sudah memiliki kekasih, dan mereka berdua (Sasuke&Ino) sekarang juga sudah menjadi teman akrabnya. Jadi Sakura menepis rasa itu. Oh iya lupa...! ada satu hal yang terlupakan oleh Sakura. Sasuke itu pacar temannya bahkan mungkin sekarang sudah menjadi 'sahabat'. Teman macam apa dia?

"kenapa Sasuke-kun?"

"tidak ada apa-apa"

"lalu semuanya ada urusan apa denganmu?"

"Hn.."

"apa urusanmu? Kau juga bukan siapa-siapaku! Apa pedulimu?"

"..."

"kau bersikap seolah-olah kekasihku? Padahal kau 'kekasih temanku' sendiri. Kau memperlakukanku seenaknya, mengaturku, bahkan overprotectif terhadapku. Lalu bagaimana dengan perasaanku?"

"..."

"sebaiknya aku pergi Sakuke-kun, aku tak ingin banyak orang melihat kedekatan kita. Aku juga tak ingin terjadi gosip yang tak mengenakkan di antara kita. Maafkan perkataanku tadi jika terlalu kasar untukmu"

"..."

Karna merasa pembicaraan Sakura terlalu banyak dan di kiranya cukup. Kemudian Sakura beranjak dari tempat itu. Tetapi tiba-tiba Sasuke menarik Sakura kedalam pelukannya. Sasuke memeluk erat tubuh Sakura. Seperti takut akan kehilangannya. Dengan gerakan cepat Sasuke menempelkan bibirnya ke permukaan bibir Sakura. Sasuke hanya sekedar menempelkan bibir saja. Tanpa melumat, maupun memasukkan lidahnya kedalam mulut Sakura. Entah kenapa hal itu membuat detak jantung Sakura berdetak lebih cepat dari biasanya. Ada perasaan yang dalam di hati Sakura. Ia ingin menikmati lebih. Tapi Sakura tidak bisa.

"Maafkan aku Sasuke-kun", kata Sakura sambil melepaskan perlahan kedua tangan Sasuke yang memeluk tubuhnya. Kemudian Sakura beranjak dari tempat tersebut.

Flashback off...

Saat ini sakura tengah memikirkan beberapa kejadian yang di alaminya di dalam kamar. Kamar bernuansa pink. Tidak terlalu besar dan kecil. Kamarnya bersih dan rapi. Terdapat jendela penghubung untuk melihat keadaan luar sana. Jadi ketika senja datang, dia dapat menikmatinya langsung di dalam kamar. Jadi, Tak perlu repot-repot keluar rumah.

Sakura saat ini sedang di landa kebingungan. Dia sedang berguling-guling di kasur- Echhh? :O . Dia sedang memastikan perasaannya kepada laki-laki berambut raven tersebut.

"Kau tidak boleh punya perasaan seperti itu! Apa kau tidak lihat mereka itu pasangan yang serasi? Dan Sasuke selalu berperilaku mesra terhadap Ino di depan matamu sendiri!", gumam Sakura pada dirinya sendiri.

Flashback on..

"Sasuke-kun, nanti pulang sekolah kita ke bioskop yuk?", ajak Ino pada kekasihnya- Sasuke

"ya Cinta...", balas Sasuke sambil memeluk mesra Ino

Flashback off...

"tuhkan... dia itu emang mesra sekali pada kekasihnya. Belum lagi kejadian di kelas waktu itu", pikir Sakura lagi

Flashback on...

"Sasuke-kun, terima kasih kalungnya. Aku suka banget dengan kalung berlian pemberianmu. Apalagi ada ukiran nama kita – 'SasuIno", kata Ino sambil memeluk Sasuke

"apapun untukmu Honey...", Kata Sasuke

Tak lama kemudian mereka berciuman. Padahal mereka masih di dalam kelas.! Banyak siswi cewek yang bersemu merah melihatnya. Tapi ada juga yang biasa saja. Sedangkan yang cowok kebanyakan iri langsung keluar mencari pacar mereka masing-masing. Mungkin minta jatah –ckckckck... :P

Flashback off...

Wajah Sakura sekarang bersemu merah mengingat kejadian itu –SasuIno. Tanpa sadar Sakura sudah menyentuh bibirnya sendiri. Dia bahkan mengingat betapa lembutnya ciuman Sasuke yang di berikan padanya tempo bulan lalu. Bibir sexy nan tipis milik Uchiha itu sangat menggoda imannya.

"Arrghhh... Sakura... apa yang kau pikirkan... kenapa aku jadi mesum begini.. cepat tidur sana...!", gumamnya pada dirinya sendiri.

Tak lama kemudian Sakura mematikan lampu tidurnya. Karna besok Sakura harus sekolah. Dan masih banyak lagi kegiatan yang akan di lakukannya besok.

-Love is Hurt –

"Sakura, tolong ambilkan bola basket yang ada di gudang olah raga ya", kata Guy-sensei (guru OR)

"baik sensei", jawab Sakura

Kemudian Sakura mengambilkan bola basket di gudang. Hari ini adalah piket Sakura. Jadi jangan heran kenapa Sakura yang mengambilkan bolanya. Semua sudah di bagi rata tugas piketnya. Sakura dapat bagian pengambilan bola.

Semua murid X-6 tampak bersemangat dengan pelajaran olah raga, karna itu juga termasuk kebutuhan kesehatan mereka. Lapangan bola basket laki-laki dan perempuan di pisah. Tetapi tetap bersebelahan. Agar mereka bebas bermain.

Saat ini Sakura sedang duduk di pinggir lapangan bola basket. Dia tampak kelelahan, karna habis bermain basket. Terlihat peluh keringat yang menetes dari dahinya. Tak lama kemudian terdengar suara teriakan seseorang.

"Awas... Sakuuraaa... BOLLL_!", teriak salah seorang siswi memperingati Sakura. Tetapi sudah tak dapat lagi di dengar oleh Sakura. Karna tiba-tiba bola meluncur dari samping menghantam kepala Sakura.

'Dukkk...' Dan kejadian selanjutnya kalian tau sendirikan? – pingsan.

Banyak murid yang mengerubungi Sakura. Disana juga ada Hinata, Ino, Sasuke, dan Sasori. Terlihat raut kekawatiran di wajah mereka.

"bagaimana ini Sasuke-kun?", tanya Ino kepada kekasihnya. Sedangkan yang di tanya hanya diam saja. Dan terlihat Hinata sedang memangku kepala Sakura.

"sebaiknya kita segera bawa Sakura-chan ke UKS", kata Sasori. Detik berikutnya Sasori terlihat akan mengangkat tubuh Sakura. Tetapi tiba-tiba tangannya di tahan oleh Sasuke.

"biar aku saja!", tak lama kemudian Sasuke menggendong Sakura dengan gaya bridal style menuju UKS. Di belakangan di ikuti oleh Ino dan Hinata. Saat ini Sasori hanya diam terpaku, tanpa ada rasa ingin menyusul mereka.

Setelah sampai di UKS ternyata penjaganya tidak ada. Karna sedang ada rapat di Kota. Dengan sangat cekatan Hinata mengambil air bascom, serta handuk kecil. Sedangkan Ino merapikan tempat tidur. Kemudian Sasuke membaringkannya di atas tempat tidur. Lalu selanjutnya Ino menyelimuti tubuh Sakura sampai sebatas dada. Kemudian Hinata mencelupkan handuk tersebut kedalam air yang ada di bascom lalu memerasnya, setelah itu meletakkan handuk tersebut di atas kening Sakura.

30 menit kemudian...

Terlihat ada gerakan jari tangan Sakura. Itu pertanda bahwa Sakura Sadar dari pingsannya.

"Ah.. Sakura-chan kau sudah sadar?", tanya Hinata memastikan

"Air... haus", -toeng perepatan siku di dahi Hinata. Yang ditanya apa? Jawabnya apa?

"ini minumlah...", kata Hinata sambil menyodorkan segelas air putih. Kemudian Sakura meneguk ¼ air gelas tersebut.

"ini sekalian minum obatnya Sakura-chan", kata Ino sambil menyodorkan obat yang tadi di berikan Sasuke. Entah itu obat dari mana? Yang pasti dia percaya sama Sasuke.

Kemudian Sakura meminum obat itu. Lalu meminum airnya sampai habis.

"tidurlah Sakura-chan", kata Hinata

"baik Hinata-chan.. dan terima kasih semuanya", tak lama kemudian Sakura tertidur nyenyak

"sebentar lagi pelajaran akan dimulai sebaiknya kita kembali ke kelas, biarkan Sakura tidur nyenyak", kata Sasuke

"baik", jawab Hinata dan Ino

Mereka akhirnya kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya.

-Love is hurt-

Ting... ting... bel pulang sekolah berbunyi.

Saat ini terlihat 3 anak sedang merundingkan sesuatu di parkiran dekat mobil Lamborgini milik Sasuke. Mereka adalah Ino, Hinata, dan Sasuke.

"ano... maaf, aku ada urusan mendadak. Jadi tidak bisa mengantarkan Sakura-chan pulang bersama kalian. Bagaimana ini Sasuke-kun?", kata Ino

"emm, . sebenarnya... sebenernya aku juga Ino-chan. Baa-chan menyuruhku untuk pulang lebih awal. Karna keluarga kami mau menengok nenek-? di Tokyo", kata Hinata sambil menundukkan wajahnya.

"biar aku saja", kata Sasuke

"hah?", Hinata langsung mendongakkan kepalanya

"apa tidak apa-apa Sasuke-kun?", tanya Ino

"ya.. biar aku saja. Kalian pulanglah", kata Sasuke

"ne... Arigato Sasuke-kun. Aku pulang dulu", kata Ino sambil memeluk Sasuke, kemudian melangkah pergi dari tempat itu

"Hn", balas Sasuke

"Arigato Sasuke-san. Tolong jaga Sakura-chan baik-baik... Jya neeee...", pamit Hinata

Setelah mereka berdua pergi dari tempat tersebut. Terlihat sedikit seringai Sasuke di sudut bibirnya tanpa ada seorang pun yang menyadarinya. Rencana apakah yang sudah dipikirkkan dan di susun matang oleh si Uchiha bungsu tersebut. Yang pasti ini mengenai tentang keadaan Sakura yang 'terancam' kedepannya...

tbc

.

.

.

.

Akhirnya chapter 2 dah selesai... gimana reader? Jelek?

Saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang udah menyempatkan diri untuk membaca fic ini. Baik Silent reader maupun yang udah baca dan review. Saran kalian sangat membantuku. Maaf jika banyak sekali kekurangan dalam chapter 1. Maklum masih author baru. Dan saya malas mengedit ulang cerita, karna saya sedang sakit #ug jadi curcol...? Sebenernya saya masih bingung cara update / publish cerita ke Fanfiction ini. Saya kira yang bagian depan yang Disclaimer itu udah otomatis dari Fanfictionnya, ternyata kita harus edit sendiri. Jujur saya gak tau apa-apa dan bingung tentang publish- mempublish dan edit yang bagus. Sebenernya biasanya saya jadi silent reader. Makanya sekarang saya mencoba untuk membuat cerita sendiri. Saya tidak berharap banyak, yang penting fanfic saya bisa di terima para reader saja saya sudah senang. Di sini saya hanya ingin mengapresiasikan karya saya. Insya Allah saya usahain update tiap minggu. Terima kasih... ^_^

Balasan Review :

Luca Marvell : hahaha iya... maaf keliru di bagian perkenalannya. Sebenernya gak terlalu bisa bahasa Jepang. Bahasanya formal? Maaf, itu karna bahasa saya sehari-hari terbiasa menggunakan Saya-Anda, jadi terbawa di fic. Iya... ini udah aku ubah.. semoga suka. Terima kasih sarannya, bagiku itu bukan flame. Tapi saran membangun. Arigato... :D ^_^

Kumada Chiyu : gak tau saya kalo si Sasuke itu palyboy apa gak? Ini saya kasih bocoran. Sebenernya itu cerita di kutip dari kisah seseorang. Tapi bagian lime/lemonnya saya karang 100%. Cuma kisahnya saja, tapi juga banyak yang saya karang. Hehehe... Ikutin aja ceritanya ya ^_^

Jeremy Liaz Toner : hahaha gomen... ini udah saya kasih. Iya... iya.. ini udah update kok _

: iya.. gomen... bahasanya emang banyak yang nglantur.. sekali lagi maaf jika bahasanya terlalu formal. Kebawa sama kebiasaan sehari-hari. Ini udah aku perbaiki di chapter 2. Gpp, bagiku itu bukan flame. Ini udah update :D

Sasa Cherry : ohayo juga... terima kasih pujiannya. Maaf juga jika bahasanya campur aduk dan terlalu formal. Ini udah saya edit. Wow? Kenapa main castnya hanya Sakura? Kenapa ya... karna di sini saya hanya menceritakan kisah cintanya Sakura. Sebenernya Hinata dan Ino hanya tambahan atau pelengkap saja. Kalau Sasuke itu sebagai peran antagonis sama cowok yang satunya lagi yang akan muncul di chapter selanjutnya nanti *itu saya kasih bocoran dikit. Makanya di sini saya gak kasih cast Sasusaku, tapi Cuma Sakura saja. Maaf gak sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Terima kasih sarannya, bagiku itu bukan flame. ... :D ^_^

Terima kasih semuanya, terima kasih yang udah baca apalagi review. Jangan lupa ikutin chapter selanjutnya ya... ^_^