Drama

.

Gintama milik Hideaki Sorachi-sama

Warning's: TYPO'S, OOC, dll

.

Hijikata mengacak-acak rambutnya yang baru saja di keramas dengan handuk kering. Beberapa tetes air jatuh ke lantai dan meninggalkan jejak basah. Ia menoleh. Mungkin ini waktunya memanggil Yamazaki dan memintanya membersihkan lantai.

Ia lalu lewat di depan kamar Kondou. Sudah tiga hari atasannya berdiam diri di dalam dan hanya keluar jika waktu makan atau ingin BAB. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana baunya si gorilla ketika ia akhirnya menyelesaikan semedinya bersama dengan naskah drama yang ia tulis sendiri. Yah, lebih baik tidak diganggu. Ia bisa mendengar suara head bang yang disusul dengan teriakan stress milik Kondou. Dan Hijikata ingat, terakhir kali saat ia masuk ke dalam kamar Kondou, Kondou sangat marah padanya dan melampiaskan rasa kesal dengan berteriak di muka Hijikata selama kurang lebih 15 menit sebelum akhirnya membanting pintu kamarnya.

Hijikata menggeleng. Cukup. Ia sudah cukup merinding bahkan sebelum menginginkan untuk berada lebih lama di depan kamar si Gorilla. Jangan sampai Kondou-san melihat sekedar shillouetenya dan berteriak kembali, menuduh bahwa Hijikata senang sekali mengganggunya. Ia mengambil langkah pertama menuju luar ruangan.

" TOSHIIIIII!"

Sial.

.

.

.

Hijikata menggendong tubuh Sougo yang sedang berakting sebagai orang mati. Mereka berdua sudah terlalu lelah untuk mengulang scene itu, sehingga keduanya sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama sekitar tiga puluh menit agar bisa memenuhi keinginan Kondou-san. Semua berjalan cukup lancar, hingga Kondou-san menghentikan drama mereka. Break time baru akan berakhir 30 menit lagi, jadi mereka bisa mengisi perut dengan makanan sembari menunggu hingga Kondou-san meminta mereka melanjutkan ke scene yang berikutnya.

Hijikata melihat ke makanan katering yang disediakan dengan tatapan hampa. Sudah 7 hari mereka terpaksa menahan lapar daripada memakan masakan Otae yang tidak jelas melewati proses apa sehingga menjadi sebuah, seekor makhluk hitam yang sudah melewati level arang. Bukannya Hijikata seorang pemilih dalam makanan, tetapi ia sudah mengetes makanan itu dengan Yamazaki dan bisa kalian tebak, itulah alasanku tidak memasukkan peran Yamazaki di sini. Terima kasih berkat Gintoki. Kondou-san seperti tidak akan melewatkan kesempatan modus dengan membuang uang untuk makanan yang sekarang mengedipkan matanya dengan horror.

Melihat makanan itu saja sudah cukup untuk membuat Hijikata hamil.

Hijikata menutup mulutnya. Ia menahan muntahan dari dalam mulutnya untuk tidak keluar. Mungkin Hijikata harus menyempatkan diri untuk mampir ke farmasi dan membeli alat tes kehamilan.

Tangan Hijikata merogoh kantong Shinsenguminya. Persetan dengan aktor yang lain, ia masih punya cadangan mayonaise yang selalu ia refill setiap beberapa jam. Ia lebih memilih makan makanan bergizi itu dan meneruskan akting mereka hingga Kondou-san puas.

" Are? Apa benda putih ini? Are~ mirip seperti cat warna~"

Sougo tiba-tiba berbicara di belakang Hijikata sambil menuangkan saus berwarna sedikit kuning dan krem itu ke atas masakan Otae. Ia tersenyum sadis.

" Are~ bukankah ini MAYONAISE~?"

Hijikata menoleh dengan horornya. Ia lalu hampir menjerit ketika melihat seluruh isi botol mayonaise kesayangannya dituang ke atas masakan Otae. Air mata darah mulai mengalir di atas pipinya dan menetes perlahan. Itu adalah salah satu penyiksaan tersadis dalam hidupnya.

Sekarang pilihannya hanya ada dua.

Ia harus merelakan mayonaisenya pergi, atau hidup dalam penyiksaan bersama mayonaisenya.

Drama tragedy ini memaksa mereka untuk berpisah, tetapi, tetapi...

Ia tidak akan menyerah terhadap takdirnya.

.

.

.

Kondou mengerutkan keningnya. Ia sedikit kebingungan. Setahunya, di naskah yang ia tulis, Hijikata akan menguburkan jasad Sougo dan melanjutkan peperangannya seorang diri.

Ia tidak tahu apakah ia salah menulis nama Hijikata dengan nama Sougo.

.

END

.

Terima kasih untuk yang sudah bersedi membaca fanfic laknat ini :D maaf aku pergi ke fandom lain untuk beberapa minggu T.T.

Tolong tinggalkan review, kritik dan sarannya! Ku tunggu loh!.