1 bulan kemudian

Rutinitas Sungmin tiap harinya adalah bangun pagi, membersihkan rumah, mandi, sarapan, pergi bekerja di toko ice cream milik teman SMP nya dari jam 9 sampai jam 7 malam setelah itu ia akan menemani Ibunya yang dirawat di rumah sakit sampai pukul 10 lalu pulang kerumah kemudian tidur.

Seperti sekarang, gadis itu tengah berjalan menyusuri jalan kecil menuju rumahnya dia sudah dari rumah sakit, Sungmin tersenyum mengingat perkataan Dokter bahwa sebentar lagi Ibunya bisa pulang kerumah.

Jika sudah sendirian seperti ini, Sungmin selalu teringat Kyuhyun. Apa kabarnya pemuda itu? Ini sudah 1 bulan lebih sejak ia meninggalkan pria itu tanpa pamitan.

Bagaimana reaksi Kyuhyun ketika tidak mendapati dirinya di apartemen?

Apa pria itu marah?

Apa pria itu masih mengingatnya?

Sungmin menghembuskan nafasnya kasar. Ia merindukan pemuda itu. Sebenarnya beberapa kali Sungmin sudah berniat menghubungi Kyuhyun dan menanyakan kabarnya tapi Sungmin terlalu takut akan reaksi pemuda itu.

Sungmin menghembuskan nafasnya sekali lagi lalu mendongak. Langkahnya terhenti dan ia termenung. Di hadapan nya kini, di depan pintu rumahnya tengah berdiri seorang pria yang tengah ia pikirkan.

Itu Kyuhyun.

.

.

ARRAYEO

Disclameir :

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

Cast : KYUMIN and Friends ^^

Rate M

Genre : romance, drama

Warning: GS, Typo(s), OOC

TWO SHOOT

Request dari Ikha Jo Joyers (FB)

.

.

Enjoy

Sungmin tidak bisa mengungkapkan bagaimana perasaan nya sekarang. Hingga membuatnya diam mematung. Sampai Kyuhyun telah berada di hadapannya, gadis itu masih tetap diam.

"Gadis nakal" gumamnya. Kyuhyun memeluk Sungmin. Ia terlihat lega dan senang sekaligus. Akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan gadis yang selama 1 bulan ini sangat ia rindukan.

"Kyu?"

"Ya. Ini aku" Kyuhyun melepas pelukannya. Ia terkekeh melihat Sungmin masih melongo menatapnya.

"B-bagaimana bi-"

"Bagaimana bisa aku berada disini?"

Sungmin tidak menjawab. Namun hanya menganggukan kepalanya. "Aku akan menceritakannya tapi sebelum itu, bisakah kau memasak untukku? Aku sangat lapar" rengek Kyuhyun.

Sungmin mengerjapkan matanya. Detik berikutnya, gadis itu tersenyum senang. Ya ini nyata, Kyuhyun ada disini, dihadapannya.

"Kau akan mendapatkannya Mr Cho"

oOo

"Kau sudah mendapatkan makanan dan aku yakin perutmu sudah penuh sekarang" Sungmin duduk bersila menghadap Kyuhyun.

Pria itu tersenyum lalu bergumam terima kasih. Kyuhyun menelusuri rumah yang Sungmin tinggali. Rumah ini kecil, 2 kamar, ruang tamu dan dapur dalam satu ruangan dan kamar mandi. Dalam hati Kyuhyun prihatin dengan keadaan gadis itu.

"Maaf. Rumah ini membuatmu tidak nyaman ya?" kata Sungmin.

Kyuhyun menggeleng. "Tidak. Sudah berapa lama kau dan ibumu tinggal disini?"

"Sejak 3 tahun yang lalu. Bagi kami, rumah ini termasuk besar. Kami bahkan pernah tinggal di sebuah garasi" Sungmin cemberut pada Kyuhyun. "Jangan mengasihaniku" sambungnya.

Kyuhyun mendengus. "Tidak" jawabnya tegas.

Pria itu mengubah posisinya hingga ia pun berhadapan dengan Sungmin. Ia menggengam tangan gadis itu. "Kau gadis hebat. Kau berhasil bertahan dengan keadaan seperti itu"

Sungmin mencoba tersenyum lebar walau hatinya berdebar karena Kyuhyun menggengam tangannya. "Terima kasih. Aku memang gadis hebat" mereka saling melempar senyum.

"Siap bercerita?" kata Sungmin.

Kyuhyun terkekeh. "Aku merasa dejavu"

Sungmin terkikik. Dulu, Kyuhyun bertanya padanya dan menyuruhnya untuk bercerita sekarang terbalik.

"Baiklah aku mulai" kata Kyuhyun. "Aku sudah bercerai dengan Sungjin"

Rahang Sungmin jatuh. Merasa terkejut dengan pernyataan itu. "Cerai? Kenapa?"

Kyuhyun menatap Sungmin datar. "Aku sudah bilang kan jika aku dan adikmu menikah karena di jodohkan? Dan kami juga tidak saling mencintai"

Sungmin tampak berpikir. "Benarkah? Aku rasa aku lupa" Sungmin tersenyum lima jari. Kyuhyun hanya menampilkan ekpresi sepeti ini (-_-).

"Heheh, aku bercanda. Lanjutkan ceritanya. Lalu bagaimana orang tua kalian?"

"Mereka baik-baik saja. Mereka mengerti, walaupun mereka tidak lagi berbesan hubungan mereka akan tetep terjaga, begitu katanya"

Sungmin mendesah lega. "Syukurlah jika semuanya baik-baik saja. Lalu Sungjin bagaimana?"

"Dia juga baik. Dia tinggal dengan kekasihnya"

"Benarkah?" Sungmin juga merindukan adik kembarnya itu.

Kyuhyun yang mengerti akan raut wajah Sungmin yang terlihat sedih. Ia harus mengalihkan membicaraan ini. Pria itu melipat kedua tangannya lalu berdehem. "Aku marah" kata Kyuhyun.

"Eh?"

Sungmin meneguk ludahnya susah ketika Kyuhyun menatapnya tajam. "Kyu~"

"Kau" desis Kyuhyun. "Berani sekali kau pergi tanpa memberitahuku. Kau pergi begitu saja hanya secarik kertas yang kutemukan ketika pulang kerja. Cih"

Sungmin menatap Kyuhyun penuh penyesalan. "Maafkan aku. Aku hanya-" Sungmin menggeleng tidak tahu harus mengatakan apa jika dirinya bisa saja menangis karena harus pulang kembali ke Seoul dan meninggalkan Kyuhyun.

Sungmin terkesiap ketika Kyuhyun menyentuh sisi wajahnya dan membuatnya mendongak. Gadis itu memejamkan matanya saat Kyuhyun mengelus pipinya.

Cup~

Sungmin membuka matanya, Kyuhyun mengecup keningnya. Matanya langsung bertemu dengan onxy hitam Kyuhyun.

"Kyu~"

"Kau tidak tahu bagaimana keadaan ku waktu itu" Kyuhyun menempelkan dahinya dengan dahi Sungmin. "Aku seperti orang gila. Meneriaki namamu tapi kau tetap tak ada"

"Aku merindukanmu" bisik Kyuhyun.

Deru nafas diantara mereka saling bersahutan . Kyuhyun dan Sungmin sadar jika mereka saling tertarik satu sama lain. Waktu 3 bulan di habiskan bersama membuat sebuah bibit cinta tumbuh perlahan di hati mereka. Tiap waktu ke waktu bibit itu tersiram oleh kebersamaan mereka, canda, tawa, cerita, rasa perhatian, pengertian, keterbukaan, dan senyuman itu semua yang membuat rasa itu ada.

Perpisahan di antara mereka malah membuat bibit itu tambah tumbuh menjadi kuncup bunga dan kini telah bermekaran dengan indah saat mereka bertemu kembali.

Terbawa oleh suasana dan luapan rasa rindu di antara mereka. Membuat Kyuhyun berani mengecup bibir Sungmin. Kedua mata mereka terpejam. Ciuman itu terasa begitu lembut dan manis. Ketika Kyuhyun melepas ciuman mereka. Sungmin menundukan kepalanya.

Wajahnya begitu merah bak kepiting rebus. "Hei" bisik Kyuhyun.

"Aku malu" rengek Sungmin. Kyuhyun tertawa keras. Pria itu membawa Sungmin kedalam pelukannya.

Mereka terdiam menikmati suara detak jantung masing-masing yang berdebar tak terkendali. Sungmin melesakkan wajahnya pada dada Kyuhyun. "Aku merindukanmu juga, Kyu" cicit Sungmin.

"Aku tahu" gumam Kyuhyun.

Dengan tak rela Kyuhyun melepas pelukannya. Ia menangkup kedua sisi wajah Sungmin. "Aku tidak tahu dengan dirimu. Tapi aku merasakan jantungku selalu berdebar jika bersamamu. Aku merasa protektif terhadapmu. Aku merasa cemburu hanya karena ada lelaki yang menatapmu" Kyuhyun menatap mata bening Sungmin. "Aku mencintaimu, Sungmin"

Desakan air mata terasa menusuk matanya, Sungmin mengerjap dan air mata itu mengalir. Kyuhyun mencintainya. Tak ada yang lebih membahagiakan dari pada itu.

Cintanya!

Cintanya pada Kyuhyun tidak bertepuk sebelah tangan. Terima kasih tuhan batin Sungmin.

Kyuhyun tersenyum tipis, ia menghapus air mata Sungmin dengan ibu jarinya. "A-apa kau memiliki perasaan yang sama terhadapku?"

Seketika itu Kyuhyun mendapati Sungmin menatapnya dengan dahi menggerut dan bibir yang mengerucut. "Jika tidak kenapa aku menerima ciumanmu tadi?" dumelnya.

Kyuhyun membuka mulutnya tidak percaya dan bahagia. "Kau menerimaku?"

Sungmin melempar senyum manis pada Kyuhyun, lalu menganguk. "Ya. Aku mencinta-"

Cup~

Belum sempat Sungmin menyelesaikan ucapannya, Kyuhyun sudah kembali menciumnya. Kali ini ciuman itu terasa menuntut. Lembut namun memaksa dan juga panas. Tiap detiknya ciuman itu semakin bertambah liar. Hingga akhirnya, mereka berpindah tempat masuk kedalam kamar Sungmin dengan gadis itu berada di gendongan Kyuhyun.

.

.

"Ahh..." Sungmin memejamkan matanya erat dan mengernyit ketika milik Kyuhyun berusaha menerobos kewanitaanya. Terasa perih, panas dan juga penuh.

Sungmin bisa merasakan bagaimana milik kekasihnya itu perlahan masuk lalu tertarik dan kembali memasukinya. Tiap gesekan milik Kyuhyun di dinding kewanitaannya sanggup membuat Sungmin tidak bisa berkata, ia hanya mampu mendesah hebat. Sungguh nikmat.

"Ahh ahh ahh" Sungmin mencengkram erat punggung Kyuhyun ketika pria itu bergerak dengan tempo agak cepat.

"Sungmin~" desah Kyuhyun. Pria itu mengecup sepanjang garing tulang rahang kecil Sungmin. Kecupannya beralih ke leher jenjang Sungmin, menciumnya, menjilatnya, mengigit, menghisapnya membuat Sungmin terpekik yang berhasil membuat gairahnya semakin tinggi.

Kyuhyun meraup pinggang Sungmin lalu mengangkatnya hingga kini Sungmin duduk dipangkuannya dengan tubuh yang semakin menempel.

Kyuhyun membantu Sungmin menggerakkan tubuhnya naik turun dengan dirinya yang sama-sama bergerak.

Sungmin semakin mengeratkan pelukannya pada leher Kyuhyun ketika milik kekasihnya itu semakin dalam memasukinya. Mengenai titik entah apa yang membuat Sungmin merasa sangat nikmat.

"Kyu~ ahh" Sungmin mengandahkan kepalanya dan Kyuhyun kembali menghisap leher Sungmin. Bahu mulus Sungmin pun tak terlewatnya. Sesekali Kyuhyun juga mengemut nipple kemerahan Sungmin yang mencuat.

"Hampir sampai" gumam Kyuhyun.

Sungmin menempelkan dahinya pada dahi Kyuhyun ketika pria itu semakin mempercepat gerakannya. Cepat, kuat, tepat mengenai spot ternikmatnya dan Sungmin melepaskan semua hasratnya. Sungmin tidak bisa menunggu Kyuhyun, ia pun sampai terlebih dahulu dan beberapa menit kemudian disusul oleh Kyuhyun.

"Sungmin~" nama itu keluar ketika Kyuhyun mencapai puncaknya.

Mereka berhenti. Deru nafas di ruang kamar yang kecil itu terdengar saling bersahutan. Posisi mereka masih sama dengan Sungmin yang masih duduk di pangkuan Kyuhyun.

"Oh My God. Itu menakjubkan" Kyuhyun merengkuh pinggang Sungmin membuat tubuh ramping itu semakin dan semakin menempel padanya. Sungmin tersenyum di ceruk leher Kyuhyun. Ia merasa bahagia.

"Sayang" panggil Kyuhyun.

Sungmin menatap Kyuhyun. Mengelap dahi pria itu yang di penuhi peluh kemudian mengecupnya.

Kyuhyun terkekeh. Ia pun melakukan hal yang sama pada Sungmin. Mengecup keningnya. Kyuhyun memegang kedua sisi wajah Sungmin. "Aku mencintaimu"

Sungmin tersenyum. Sungguh Senyum Sungmin membuat gadis itu tambah bertambah cantik dan Kyuhyun mengakuinya. "Aku juga mencintaimu"

Mereka saling melempar senyum. Kyuhyun lalu mendekatkan wajahnya kemudian meraup bibir Sungmin.

.

.

.

.

.

ini sudah pagi, cicit burung sudah berkicau dan bernyanyi. Sungmin tampaknya masih betah bergelung di dalam selimut. Ia masih menikmati pemandangan indah di sampingnya.

Ya tuhan!

Sungmin merasa wajahnya memanas. Semalam baru saja ia bertemu kembali dengan Kyuhyun, makan bersama, berbincang, berciuman, saling mengungkapkan perasaan dan berakhir di ranjang.

Beberapa kali berhubungan dengan pria, Sungmin tidak pernah melangkah sejauh ini. Hanya sekedar berpelukan dan berciuman, salah kecupan. Tapi kali ini, ah Sungmin sangat malu mengatakannya.

"Morning"

Sungmin yang tengah melamun terkejut mendengar sapaan itu, ia melihat Kyuhyun tengah tersenyum manis dan sumpah demi penguasa langit. Kyuhyun sungguh sangat tampan. Wajah Sungmin merona, ia jadi teringat kejadian beberapa jam lalu.

Oh My God!

Sungmin langsung menutup wajahnya dengan selimut.

Kyuhyun tertawa. Ia menarik Sungmin kedalam dekapannya. "Kenapa menutupi wajah cantikmu?"

Sungmin menggeleng, ia tidak berniat membuka selimut itu yang menutupi wajahnya. "Sungmin, buka selimutnya aku ingin melihat wajahmu"

"Tidak mau"

"Ayolah"

Sungmin mengalah. Dia membuka selimut itu dan menatap Kyuhyun dengan wajah memerah. Kyuhyun mendaratkan kecupan selamat pagi pada Sungmin. "Aku punya sesuatu untukmu"

Pria itu bangun, membuat selimut yang menutupi tubuh telanjang merosot dan hanya menutupi bagian bawahnya. Kyuhyun mengambil celana jins nya yang tergeletak di bawah dekat nakas.

Sungmin memperhatikan Kyuhyun, ah bukan tapi lebih memperhatikan goresan luka memerah di punggung Kyuhyun. Dia yang membuat luka itu dengan kuku-kuku jarinya saat Kyuhyun berusaha masuk kedalam dirinya.

Blush! Wajah Sungmin kembali memerah.

Kyuhyun menghadap Sungmin dengan sesuatu yang disembunyikannya di balik punggungnya. Sungmin membenarkan letak selimutnya untuk menutup tubuhnya dan perlahan bangun dengan sedikit ringisan.

"Apa sakit?" tanya Kyuhyun khawatir.

Sungmin menggeleng. "Apa itu, yang kau sembunyikan?"

Sungmin melihat Kyuhyun berubah tegang. Dalam hati, ia bertanya-tanya. Kyuhyun berdehem lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil cantik kehadapan Sungmin, Kyuhyun membuka kotak itu dan sukses membuat Sungmin membulatkan matanya.

Sebuah cincin.

"Kyu"

Kyuhyun menarik nafasnya keras. "Lee Sungmin. Menikahlah denganku"

Sungmin menutup mulutnya. Matanya memanas dan sudah berkaca-kaca. Sungmin tidak percaya ini, pria ini melamarnya.

"Kita baru mengenal hanya 3 bulan, beberapa jam yang lalu kita baru resmi menjadi sepasang kekasih dan sekarang kau melamarku" kata terakhir Sungmin ungkapkan dengan gumaman pelan.

"Ya. Itu karena aku yakin" sahut Kyuhyun. Sungmin bisa melihat tatapan Kyuhyun padanya, penuh dengan cinta.

"Kau adalah takdirku" Kyuhyun menarik nafasnya lagi. "Mau kah kau menikah denganku?" ulangnya lagi.

Tak ada alasan Sungmin untuk menolak. Sebuah anggukan yang Sungmin berikan membuat Kyuhyun berseru senang. "Terima kasih tuhan" syukur Kyuhyun.

Pria itu menghapus air mata yang mengaliri pipi Sungmin. Kyuhyun mengambil cincin itu lalu memasangkannya di jari manis Sungmin.

"Terima kasih. Aku mencintaimu"

"Aku juga mencintamu" balas Sungmin.

Sungmin tersenyum bahagia sekaligus takjub melihat sebuah cincin yang begitu cantik melingkari jari menisnya. Tak henti-hentinya Sungmin berterima kasih pada tuhan.

Sungmin memperhatikan Kyuhyun yang tersenyum padanya. Pria itu mengecup punggung tangannya. "Aku mencintaimu"

Kyuhyun terjungkal kembali berbaring ketika Sungmin menerjang memeluknya. "Wow, kau nakal"

Sungmin menatap Kyuhyun dengan muka innocent nya. "Benarkah? Bagaimana dengan ini?"

Cup~

Kyuhyun membelakkan matanya ketika Sungmin mencium bibirnya. Oh ya ampun, gadisnya memang nakal.

.

.

.

Tok tok tok

Jung soo mengernyit, siapa yang mengetuk pintu kamar rawatnya? Perasaan baru saja seorang suster keluar kamarnya setelah membantunya mandi dan sarapan...

Tapi jika itu suster atau Dokter, setelah mengetuk pintu mereka pasti langsung menyembulkan kepala mereka.

Jung soo mengendikan bahunya. Dari pada itu, ia harus mempersilahkan orang yang mengetuk pintu kamarnya. Mungkin saja itu pentingkan?

"Silahkan masuk" jawabnya.

Terdapat jeda beberapa saat sebelum pintu itu terbuka. Jungsoo menutup mulutnya ketika melihat siapa orang yang berada di ambang pintu. Dia sangat tahu.

"Sungjin, putriku" gumamnya pelan penuh dengan ketidak percayaan.

Gadis itu, Lee Sungjin. Ia menatap Jungsoo intens dengan mata berkaca-kaca siap untuk mengeluarkan air matanya.

"Umma" kata Sungjin dengan suara bergetar.

.

.

.

Sungmin cemberut. Wajahnya ia palingkan ke samping. Lebih menikmati pemandangan kota dari pada wajah tampan keka-tunangannya yang tengah menyetir.

Harusnya Sungmin pergi kerja, tapi Kyuhyun malah menariknya memasuki mobil tanpa memberi perlawanan.

"Aku pasti di pecat" gumam Sungmin. "Aish padahal aku sudah susah-susah mencari pekerjaan. Masa harus keluar" rancaunya. "Ini semua karena kau" Sungmin menatap tajam Kyuhyun yang hanya menampilkan wajah santai.

"Tidak apa-apa keluar kerja. Beberapa hari lagi kau akan sangat sibuk" kata Kyuhyun.

"Eh? Sibuk apa?" tanyanya melongo.

Jika saja Kyuhyun tidak sedang menyetir, dia sudah mencubit kedua pipi gadis disampingnya. "Mempersiapkan pernikahan kita"

"Apa? Ki-kita a-akan menikah?"

"Aku kan sudah melamarmu" jawab Kyuhyun.

Sungmin mengerjap. "Tapi aku kira tidak secepat ini"

"Apa kau tidak mau menikah denganku" kini Kyuhyun yang cemburut.

"Tentu saja mau" seru Sungmin. Ia merona ketika Kyuhyun tersenyum lebar. "Sudahlah" Sungmin melipat tangannya. "Bagaimana dengan orang tuamu?" tanyanya.

"Mereka sudah tahu, dan besok mereka datang kemari" jelas Kyuhyun.

"Mereka merestui kita?

Kyuhyun menganguk. "Tentu saja"

Sungmin tersenyum tak di pungkiri hatinya merasa lega ternyata calon mertuanya sudah memberikan restu.

"Sedang memikirkan apa?"

"Kau tidak perlu tahu" balas Sungmin dengan wajah menggemaskan. "Oh, ini mobil siapa?"

"Mobilku"

"Oh. Eh, di Seoul kau tinggal dimana? Hotel?"

"Rumah, sayang"

Sungmin menangkup wajahnya. Berusaha menyembunyikan wajah meronanya saat Kyuhyun memanggilnya sayang. Ish kenapa pria itu selalu membuat wajahnya memerah? Batin Sungmin.

"Kau punya rumah disini?" tanya Sungmin. Kyuhyun berekpresi (-_-). "Tentu saja, sayang. Aku dan orang tuaku orang Korea. Tentu saja aku punya rumah disini"

"Oh iya heheh" cengir Sungmin menampilkan gigi kelincinya. "Kita akan kemana?"

"Kerumah sakit" Kyuhyun melirik pada Sungmin sekilas. "Aku ingin bertemu Ibumu"

.

.

.

.

.

Sungmin tertegun melihat pemandangan di hadapannya. Disana Sungjin adiknya tengah berpelukan dengan sang Ibu yang duduk di atas ranjang. Tak ingin ketinggalan gadis 25 tahun itu berlari dan ikut memeluk adik dan Ibunya dengan menangis keras.

"Ya Tuhan kenapa kedua putrikku menjadi cengeng seperti ini?" Jungsoo mengusap kedua punggung putri kembarnya, ia pun ikut menangis.

Untung saja, ruang kamarnya yang di isi oleh 3 pasien termasuk dirinya itu tengah kosong. Jadi ia tidak khawtir akan ada orang yang di rawat bersamanya merasa terganggu oleh tangisan mereka.

Jungsoo terkejut ketika Sungjin yang terpisah selama bertahun-tahun datang menemuinya. Sekarang, melihat ia berkumpul dengan kedua putrinya membuatnya bahagia.

"Sungjin, kau datang kenapa tidak memberitahuku?" seru Sungmin.

"Karena aku tahu kau sibuk dengan kekasihmu" balas Sungjin.

"Eh iya" seakan di ingatkan. Sungmin mengusap air matanya. Ia beranjak, menghampiri Kyuhyun dan menggengam tangan pria itu. "Umma, ini Kyuhyun"

Sungjin melepaskan pelukannya pada Jungsoo, memberi kesempatan untuk ibunya melihat Kyuhyun.

"Oh jadi kau yang bernama Kyuhyun. Mantan suami Sungjin?"

Jungsoo dan Sungjin tertawa melihat ekpresi Sungmin dan Kyuhyun yang terkejut. "Aku sudah menceritakannya semua pada Umma" celetuk Sungjin.

Kyuhyun menarik nafas lalu membuangnya. Setelah itu, pria itu membungkuk memberi hormat. "Cho Kyuhyun imnida, salam kenal Omoni" ujarnya.

Jungsoo tersenyum lembut. Wanita itu menyuruh Kyuhyun mendekat padanya. Kyuhyun menurut. Ia duduk di samping Jungsoo. Dengan gentle pula Kyuhyun meminta maaf karena baru menemuinya sekarang dan menjelaskan niatnya untuk menikahi Sungmin.

"Bagaimana denganmu sayang?" tanya Jungsoo pada Sungmin.

"Apa?" Sungmin tersentak kaget.

"Umma tidak masalah. Nah, kau sendiri bagaimana sayang? Mau menikah dengan Kyuhyun?"

Bukannya menjawab, Sungmin malah menunduk dengan wajah memerah. "Umma, lihat jari manis Eonni" goda Sungjin.

Sungmin tambah merona dan menggemaskan membuat Kyuhyun Jungsoo dan Sungjin terkekeh geli. "Aku tidak menyangka kakak iparku adalah mantan suamiku" celetuk Sungjin membuat dirinya mendapat jitakan pelan dari Ibunya. Sungjin menunduk minta maaf sambil menjulurkan lidahnya.

.

.

Di ruang inap Jungsoo kini hanya ada dirinya, Sungjin dan Jongjin. Pria itu sedari tadi menunggu di luar karena tidak ingin menggangu keluarga yang tengah berkumpul. Dia juga sudah memperkenalkan diri pada Jungsoo jika ia adalah kekasih purtinya itu.

Jungsoo tersenyum melihat tingkah manja putrinya itu. Dia sudah melewatkan begitu banyak waktu bersama Sungjin.

"Sampai kapan kau akan di sini?"

"Kenapa? Eomma tidak suka aku berada disini?"

Memang benar, Sungjin tidak pernah membaca atau menulis surat balasan untuk Sungmin. Kenapa ia melakukan itu? Jawabannya hanya sederhana. Yaitu, Sungjin takut semakin merindukan Ibu dan kakaknya. Walau kenyataannya, rasa rindu itupun semakin besar.

Sungjin ingin sekali sering menemui Ibu dan kakaknya, ia bisa sangat bisa melakukannya. Tapi jika ia melakukannya, Sungjin tidak mau kembali ke keluarga angkatnya yang sudah mencurahkan kasih sayang yang berlimpah kepadanya. Siapa yang ingin berpisah kembali dengan keluarga sebenarnya?

Sampai, suatu hari ketika perceraiannya dengan Kyuhyun. Orang tua angkatnya menyuruhnya untuk menemui ibu dan kakaknya di Seoul. Mereka tidak apa-apa jika memang Sungjin ingin tinggal kembali bersama Ibu dan kakaknya, mereka pun mengerti. Tapi Sungjin tidak bisa seperti itu. Sungjin memeluk kedua orang tua angkatnya, mengucapkan terima kasih dan mengatakan jika ia pun akan kembali bersama mereka.

Bukan hanya balas budi, tapi Sungjin pun menyayangi keluarga angkatnya. Jika Jungsoo mempunyai Sungmin untuk menemaninya sedangkan orang tua angkatnya mempunyai dirinya untuk menemani mereka.

Jungsoo menggeleng. "Tentu saja Eomma suka malah sangat senang. Eomma hanya bertanya, sayang"

Sungjin tersenyum. "Mungkin 3 bulan? entahlah" jelas Sungjin. Jungsoo mengecup kening putrinya.

"Oh iya, bagaimana kau bisa berpikir untuk menjodohkan Eonni mu dengan Kyuhyun?" tanya Jungsoo penasaran. Sungjin memang menceritakannya semua dari bagaimana putrinya itu hidup dengan keluarga asuh sampai masalah pernikahannya dengan Kyuhyun yang telah berakhir. Ia juga ingin tahu alasan Sungjin mengenai 'perjodohan' Sungmin dan Kyuhyun.

Sungjin menerawang jauh entah kemana. Ia tersenyum lalu melirik pada Jongjin yang memegang tangannya.

"Tadi aku sudah bercerita bukan pada Eomma? Ketika remaja aku gadis yang nakal. Pergi ke bar, mabuk-mabukan sampai aku tumbuh dewasa kebiasaan itu masih kulakukan. Suatu hari Appa Kim bilang jika aku akan di jodohkan, karena tidak mau membuatnya kecewa aku menerimanya"

Jungsoo masih mengelus kepala Sungjin penuh kasih sayang. "Hari itu tiba. Aku dan Kyuhyun bertemu" Sungjin mendongak menatap Ibunya. "Awal menikah kami mencoba untuk menjalankan peran kami sebagai sepasang suami istri namun ya... semuanya gagal. Aku sadar kami tidak bisa bersama. Kyuhyun sangat baik terlalu baik untukku dan lagian aku sudah cinta mati dengan pria ini" Sungjin mengangkat tangannya dan Jongjin yang erat berpegangan.

"Oh jadi aku pria yang tidak baik?" celetuk Jongjin.

Sungjin merengut pada Jongjin. "Kau dan Kyuhyun sama-sama pria baik. Bedanya Kyuhyun memang takdir Eonniku dan Kau adalah takdirku" kata Sungjin membuat Jongjin merona.

"Omoni" Jongjin mengecup punggung tangan Jungsoo. "Siap mendapatkan satu menantu lagi?"

"Kau akan menikahiku?" pekik Sungjin menatap Jongjin dengan mata membulat. Jongjin mengendikan bahunya seakan tak perduli membuat Sungjin berseru lalu memukul bahu pria itu.

Jungsoo tersenyum, tak ada yang membuatnya begitu bahagia dari pada melihat kedua putrinya hidup bahagia. Sungmin sudah menemukan jodohnya dan sepertinya Sungjin pun akan segera menyusul Sungmin naik kepelaminan. Wanita itu tak henti-hentinya bersyukur pada Tuhan.

.

.

.

.

.

"Ya ampun ini lucu sekali" Sungmin mengangkat foto sejajar dengan wajah Kyuhyun di hadapannya. Itu foto Kyuhyun ketika masih kecil, kira-kira 2-3 tahunan. "Wah wajahmu tidak berubah"

"Tetap tampan kan?"

Sungmin mengerucutkan bibirnya pura-pura tak menyetujui ucapan Kyuhyun. Pria itu berseru 'AAHH' lalu mencubit gemas pipi Sungmin.

"Appo~" rengek Sungmin sembari menangkup kedua pipinya.

Kyuhyun terkekeh, mengecup kening Sungmin lalu membawa gadis itu pada dekapannya. "Kira-kira anak kita akan mirip seperti siapa ya? Mirip denganku atau denganmu?"

Sungmin tersenyum. Padahal mereka belum menikah tapi Kyuhyun sudah berpikir untuk memiliki anak. Bukannya Sungmin tidak mau, hanya ia terlalu tidak percaya akan keinginan Kyuhyun yang sama seperti keinginannya untuk segera memiliki seorang anak.

Sungmin sedikit mendongak menatap Kyuhyun. "Jika kita punya anak, kau ingin anak perempuan atau laki-laki?"

"Mau perempuan atau laki-laki aku tetep mencintainya" kata Kyuhyun. Ia menatap Sungmin lalu tersenyum. "Kalau kau?"

Sungmin balas tersenyum pada kekasihnya. "Sama sepertimu"

Kyuhyun tidak bisa menahannya lagi. Ia mencium bibir Sungmin penuh semangat. Ciuman yang berubah semakin liar dan penuh nafsu.

"Bagaimana jika sekarang kita berusaha membuat anak?" kata Kyuhyun entang. Pria itu sangat menikmati saat-saat wajah Sungmin berubah menjadi merah.

"Nanti saja jika kita sudah menikah" cicit Sungmin menundukan kepalanya.

"Kau lupa apa yang kita lakukan malam kemarin?"

Kyuhyun tertawa melihat kini wajah cantik Sungmin sudah seperti tomat merah yang terlalu matang. Ia pun kembali menerjang bibir Sungmin. Membaringkan tubuh gadis itu di sofa dengan dirinya yang berada di atas.

Mereka saling berpandangan satu sama lain. Bisa terlihat pancaran cinta di antara mereka berdua.

"Aku tidak sabar untuk menikahimu" desis Kyuhyun sembari mengecup leher Sungmin.

Sungmin memejamkan matanya merasakan buaian bibir Kyuhyun di titik sensitif pada lehernya. "Aku tidak menyangka aku menikahi seorang duda" candanya.

"YAH" Kyuhyun mengigit pelan leher Sungmin setelah berteriak, ia seperti seroang vampire sekarang.

"Akh" pekik Sungmin. Ia seakan tersengat aliran listrik, mengejutkan tapi ia menikmatinya. "Kyu~~"

Sungmin membuka matanya dan menatap Kyuhyun dengan wajah yang memelas. Kyuhyun malah menunjukan wajah cemberutnya. "Oke aku memang duda, memang kenapa?" Sungmin senyum lima jari.

"Heheh~ kau sensitif sekali"

Kyuhyun menghembuskan nafasnya. Dan Sungmin bisa melihat sebuah seringai terpatri di wajah elok kekasihnya itu. Ow, ini gawat.

"Aku memang duda. Walau status ku sudah pernah menikah, tapi kau gadis yang sudah merebut keperjakaanku kemarin malam" ucapnya dengan mimik sedih namun di balik itu gairahnya sudah membara.

Sungmin mengerjapkan matanya, berusaha mencerna perkataan Kyuhyun. "Mwoya? Yah, aku juga kehilangan keperawananku tadi malam olehmu-mmft"

Kyuhyun membungkam bibir Sungmin. Tersenyum di sela ciumannya, ia juga bisa merasakan Sungmin pun tersenyum.

Kyuhyun melepas ciuaman panjang mereka. Nafasnya dan nafas Sungmin saling memburu. Hawa panas memang sudah terasa membakar tubuh mereka.

"Aku mencintaimu" kata Kyuhyun.

Sungmin tersenyum. Ia mengelus pipi Kyuhyun lalu mendaratkan sebuah kecupan disana. "Aku juga mencintaimu"

Masing-masing dalam otak Sungmin dan Kyuhyun, sama-sama sudah tidak sabar untuk mematenkan ikatan mereka di hadapan Tuhan dan hukum.

"Sayang~" ujar Kyuhyun.

"Hm?"

Kyuhyun tersenyum lebar. "Ayo kita buat anak"

.

.

.

.

END

Yahayyy ini dia chapter 2nya.

Gimana? NC?

Karena banyak teman-teman yang minta naik rate dan nunggu NC nah aku bikin deh :P tapi maaf nya cmn bisa gitu doang. Kagak ahli bikin NC sih, aku kudu minta praktek ma Kyu dad dulu #digaplokMin xD

Banyak juga yang kaget dan katanya lucu karena Sungjin dan Jongjin heheh. Itu udah permintaan Ikha nya. Kembaran Sungmin itu Sungjin dan aku mikir siapa yang jadi pacarnya Sungjin ya udahlah karena sempet heboh 2JinShipper ya jadilah itu :P

oke. Makasih buat temen-temen yang udah review, fav, follow, yang udah kasih sarannya. Makasih juga buat teman-temen yang udah review di ff oneshoot aku yang kemaren Waiting. Jongmal Gomawo semuanya.

Maaf kalo chapter ini kurang memuaskan #bungkuk2

Untuk ff selanjutnya masih dalam proses jadi mungkin agak lama tapi aku usahain ga lama-lama deh :P ga bisa di pastiin mana dulu yang keluar GS atau Yaoi soalnya idenya muncul bebarengan dan aku mood nullisnya jongkok :P

Still KyuMin, right? :D so pasti dong, KyuMin Always. Kibarin bendera KyuMin, JOYers.

Last. Review

Saranghaeeeeeee #Cup