Cast : All EXO member
Rate : T
Dissclaimer : This fic is mine, but the characters is themselves.
Warning : Genderswitch, Crack couple, dll
-o0 Shin Young Rin 0o-
Incheon Airport, 12.00 PM
Seorang namja tinggi dengan rambut pirang kecoklatan berjalan keluar melalui pintu kedatangan, kedua tangannya sibuk melakukan sesuatu. Tangan kanannya sibuk mengetikkan beberapa kata di layar handphone milikknya, sedangkan tangan kirinya sibuk menarik koper hitam besar yang ia bawa. Tak lama kemudian seorang namja paruh baya datang menghampirinya, kemudian mereka berdua berjalan menuju sebuah mobil hitam elegan tidak jauh dari tempat mereka bertemu. Sesampainya di sana sang namja berambut pirang kecoklatan segera masuk ke dalam mobil, diikuti oleh sang namja paruh baya yang telah selesai memasukan barang ke dalam bagasi.
"Apa anda ingin mampir ke suatu tempat dahulu, Kris-ssi?" tanya sang namja paruh baya
"Ani, kita langsung pulang saja ahjussi" ujar Kris
"Ne, ageshimida"
Mobil yang ditumpangi oleh Kris melaju meninggalkan bandara, dan kini membelah keramaian ibu kota Seoul. Kota dimana namja pemilik nama lengkap Wu Yi Fan ini menghabiskan masa SMA selama dua tahun, ya dua tahun karena urusan bisnis keluarganya yang merupakan pengusaha terkenal di Asia. Selama dua tahun tersebut ia habiskan dengan banyak cerita, mulai saat ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru ketika ia baru pindah dari China hingga ia akhirnya harus mengucapkan kata perpisahan kepada teman-temannya.
Wu Family's House, 14.30 PM
"Kita sudah sampai, Kris-ssi"
"Ne, gamshamnida ahjussi" ujar Kris seraya turun
Kris berjalan masuk ke dalam rumahnya, rumah yang sudah tidak ia kunjungi selama dua tahun terakhir. Para pelayan dan seluruh pengurus rumah berbaris rapi menyambut kedatangannya, dan ia hanya menanggapinya dengan senyuman hangat miliknya. Kemudian ia beranjak menuju ke kamarnya, untuk melepas lelah selama beberapa jam perjalanan. Dibukanya pintu kamar berwarna coklat tua, dilihat sekelilingnya sembari berjalan dan duduk di atas kasur dengan nuansa emas dan krem tua.
"Aku benar-benar merindukan tempat ini" gumam Kris sembari merebahkan diri
Drrt drrt
"Ada sms masuk" Kris membuka sms yang ia terima
From : Minseok_Xiumin
To : Yi Fan_Kris
Yo!
Apa kabar? Aku dengar kau kembali ke Seoul
Bagaimana kalau kita bertemu? Aku dan yang lainnya kangen denganmu
From : Yi Fan_Kris
To : Minseok_Xiumin
Yo!
Aku baik-baik saja, begitulah dan aku baru saja sampai
Boleh, kita bertemu di tempat biasa
Jam satu siang
From : Minseok_Xiumin
To : Yi Fan_Kris
Ok, aku akan memberitahu yang lainnya
Dan juga dia...
"Dia...jangan bilang [tersenyum]" Kris menatap ke atas "Apa...aku masih diperbolehkan bertemu dengannya, setelah semua yang kulakukan selama ini?"
Kris beralih menatap sebuah bingkai foto yang berada di atas meja, dimana di dalamnya terdapat sebuah foto kelulusannya. Diambilnya bingkai foto tersebut, dan dilihatnya foto yang ada didalamnya dengan seksama. Bisa ia lihat foto dirinya bersama teman dan dongsaengdeul terdekatnya, yang tengah tersenyum senang bersama. Manik matanya kini berhenti pada foto seorang yeoja yang berdiri di samping dirinya, yeoja yang merupakan hobaenya saat SMA dahulu. Yeoja yang selalu mengisi harinya dengan senyuman malaikat miliknya, dan berbagai cerita suka dan duka. Yeoja yang mengajari hal tentang apa itu cinta, dan bagaimana cara mendapatkannya. Yeoja yang tidak sengaja ia sakiti, ketika ia harus pergi ke Kanada untuk melanjutkan kuliahnya.
"Sudah dua tahun ini kita tidak saling menyapa, apa kau bisa menerimaku sekarang?"
-o0o-
Exotics Cafe, 13.00 PM
Tap tap tap
Kris melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah kafe yang sudah lama ia tidak kunjungi, kafe sederhana tempat ia bersama teman dan dongsaengdeulnya menghabiskan waktu bersama. Langkahnya berhenti di sebuah meja dimana terdapat empat orang namja dan dua orang yeoja sedang mengobrol bersama. Disapanya keenam orang tersebut, dan sontak membuat keenam orang tersebut menengok dan berhambur ke arahnya.
"Annyeong...apa aku boleh bergabung?" sapa Kris dengan senyuman khas miliknya
"Kris! [hyung/oppa]" teriak semuanya yang langsung memeluk Kris
"Aku kembali...Xiumin, Luhan, Lay, Baekhyun, Chen, dan Chanyeol" ujar Kris sembari membalas pelukan dari keenam orang yang memeluknya
"Sebaiknya kita duduk terlebih dahulu, tidak enak jika berdiri seperti ini" ajak Xiumin
...
"Kemana saja kau selama dua tahun ini?" tanya Luhan
"Kenapa oppa sama sekali tidak ada kabar?" tanya Baekhyun
"Kau tahu hyung, kami semua merindukanmu" ujar Chanyeol
"Mianhae...banyak sekali yang harus kulakukan di sana, jadi aku tidak sempat menghubungi kalian semua. Walaupun aku sangat menginginkannya" Kris tersenyum
"Arraseo, tapi setidaknya hyung harus menyempatkan waktu untuk menghubungi kami" ujar Chen
"Kami semua khawatir dengan keadaanmu, hyung" ujar Lay
"Mianhae, jeongmal mianhae jika sudah membuat kalian semua khawatir"
"Ya! Kita berkumpul sekarang ini bukan untuk menyidangnya, tapi untuk menyambutnya" ujar Xiumin
"Gwenchana Xiumin, ini juga kesalahanku karena tidak memberi kabar pada kalian"
"Arraseo, sebaiknya kita beralih ke topik lain. Bagaimana kuliahmu di sana?" tanya Xiumin
"Lancar, tidak banyak masalah yang kuhadapi. Mungkin karena aku sudah biasa beradaptasi di lingkungan baru" jelas Kris
"Syukurlah, aku senang mendengarnya" Xiumin tersenyum "Ah ne, mengenai dia..."
"..." Kris menatap Xiumin
"Aku sudah berusaha menghubunginya, tapi sayangnya tidak berhasil" jelas Xiumin
"Aku juga sudah mencoba bertanya pada D.O, tapi dia bilang ia sendiri jarang bertemu dengannya" tambah Lay
"Ne, begitu juga yang aku dengar dari Sehun. Kai yang dongsaengnya saja, jarang bertemu dengannya" ujar Chanyeol
"Seharusnya saat itu aku bisa menahannya, sehingga kau bisa langsung menjelaskan padanya" Luhan menunduk
"Sudahlah eonni, jangan menyalahkan dirimu" hibur Baekhyun
"Ne noona, benar yang dikatakan oleh Baekie" ujar Chen
"Gwenchana, gamsha sudah memberitahu tentangnya" Kris tersenyum miris 'Aku tahu, aku tidak ditakdirkan untuk bertemu dengannya'
Kris mengalihkan pandangannya keluar jendela, berusaha menghibur dirinya yang kini diselimuti rasa bersalah kembali. Rasa bersalah karena telah menyakiti seorang yeoja, yang telah mewarnai hidupnya selama dua tahun di Korea. Xiumin yang melihat perubahan pada raut wajah Kris, hanya bisa menghela napasnya pelan. Ia tahu sahabatnya tersebut tengah kembali merasa bersalah, namun juga ada rasa ingin sekali bertemu dengan yeoja pernah disakitinya dua tahun lalu.
Puk
"Jangan terlalu larut dalam rasa bersalahmu, aku yakin pasti ada jalan untuk bertemu dengannya" hibur Xiumin
"Ne, gamsha" Kris tersenyum
"Bagaimana kalau sekarang kita saling bertukar cerita saja? Sudah lama kan kita tidak berkumpul seperti ini" usul Lay
"Ne" angguk semuanya
Seoul High School, 14.00 PM
'Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi, silahkan coba beberapa saat lagi atau tinggalkan pesan setelah nada berikut ini'
Beep
"Eonni, cepatlah pulang! Ada seseorang yang rindu padamu" [memutuskan sambungan telepon]
...
"Sepertinya eonnimu sulit sekali dihubungi, Kai?" ujar seorang yeoja yang duduk di samping yeoja yang telah selesai dengan acara meneleponnya
"Ne begitulah, Sehunnie. Tapi aku yakin, kali ini aku pasti berhasil membujuknya" ujar Kai bersemangat
"Berhasil membujuk siapa, jagiya?" tanya seorang namja yang baru saja datang menghampiri
"Ya! Jangan mengagetkanku seperti itu, dasar kungfu panda!" Kai memukul lengan sang namja pelan
"Mianhae jagiya, aku kan hanya ingin tahu. Nuguya?"
"Eonninya, Tao oppa" ujar Sehun
"Pasti ini berhubungan dengan kedatangan Kris hyung, benar kan?" Tao melirik Kai
"Um [mengangguk] aku ingin sekali eonniku menemuinya" ujar Kai
"Aku juga, karena aku ingin mereka berdua kembali berbaikan" Sehun menatap ke atas
"Mereka akan bertemu aku yakin itu" semua menengok ke sumber suara
"D.O [eonni]" ujar TaoKaiHun bersamaan
"Kita hanya tinggal menunggu waktu saja"
-o0o-
Wu Family's House, 20.00 PM
Kris merebahkan dirinya di atas kasur, mencoba menghilangkan rasa pegal yang ia alami seharian ini. Hari ini ia merasa cukup senang, karena ia bisa bertemu dengan teman dan juga dongsaengdeulnya. Banyak cerita dan kabar yang ia terima dari teman dan dongsaengdeulnya tersebut, baik itu cerita suka maupun duka. Walaupun perasaannya cukup senang, namun rasa bersalah juga ia rasakan. Dan itu semua karena seorang yeoja yang sangat berarti bagi dirinya, yeoja yang seharusnya tidak ia sakiti.
"Jangan terlalu larut dalam rasa bersalahmu, aku yakin pasti ada jalan untuk bertemu dengannya"
"Perkataanmu memang selalu dapat membuat orang tenang, Xiumin" gumam Kris
... (melihat ke arah bingkai foto)
"Apa yang harus kulakukan agar bisa mendapatkan kepercayaanmu kembali?"
...
"Haruskah aku melakukan seperti apa yang pernah kau ajarkan padaku, Suho-ah?"
Flashback
"Jangan terus-terusan memasang wajah seperti itu, Kris oppa" tegur seorang yeoja yang baru datang
"Suho? Kenapa kau tahu aku ada di sini?" tanya Kris
"Tentu saja aku tahu, ini sudah kebiasaan oppa jika memiliki suatu masalah" Suho duduk di samping Kris
"Hmh [tersenyum] kenapa kau kemari?"
"Oppa tanya kenapa? Tentu saja untuk memberikan oppa sedikit solusi, agar oppa tidak memasang wajah seperti itu. Jujur saja aku tidak suka melihatnya, seperti orang yang kehilangan harapan hidupnya" ujar Suho tanpa memandang lawan bicaranya
"Kau ini ingin membantuku atau mengejekku?" Kris memukul kepala Suho pelan
"Dua-duanya" Suho menjulurkan lidahnya
"Kau ini..." Kris melirik Suho tidak suka
"Oppa...aku sudah dengar masalah yang oppa alami dari Xiumin oppa, dan aku tahu oppa merasa sangat bersalah. Tapi bukankah sebaiknya oppa menyelesaikannya?" Suho menatap Kris
"..."
"Aku tahu meminta maaf itu bukan hal yang mudah, tapi sebaiknya itu dilakukan agar yang di sakiti tidak terus-terusan merasa sakit. Begitu juga dengan oppa, agar oppa tidak semakin merasa bersalah. Jadi bagaimana?"
"Baiklah, aku akan mencobanya walaupun agak berat"
"Bagus, aku akan menyemangatimu oppa" Suho tersenyum
"Ne, gomawo"
Flashback end
Luhan House, 21.00 PM
Xiumin berjalan mondar-mandir di depan teras rumah Luhan, ia terlihat seperti seorang umma yang sedang menunggu anak-anaknya pulang. Luhan yang sedari tadi menemaninya hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia lebih memilih memperhatikan namjachingunya daripada menegurnya. Sesekali yeoja manis tersebut tertawa kecil, karena melihat namja chubby di depannya ini hampir menabrak tembok penyangga. Xiumin sendiri tidak terlalu menghiraukan Luhan yang tengah asyik memperhatikannya, ia lebih memilih untuk fokus dengan kegiatannya.
"Kemana mereka semua? Padahal sudah aku minta berkumpul dari sejam yang lalu, kenapa belum datang juga?" gumam Xiumin
"Mungkin mereka agak sulit mendapatkan ijin, maklum saja remaja sekarang sangat diperhatikan oleh orang tua mereka" ujar Luhan sembari terus melakukan kegiatan mari-memperhatikan-Xiumin
"Arraseo, tapi setidaknya mereka menghubungi kita"
"Sepertinya sebentar lagi mereka datang, lihat!" Luhan menunjuk delapan orang yang tengah berjalan ke arah mereka berdua
"Xiumin hyung [oppa] ~ Luhan noona [eonni]~" ujar kedelapan orang tersebut sembari melambai
"Ya! Kalian telat satu-"
"Annyeong dongsaengdeul~" Luhan membekap mulut Xiumin "Kajja, silahkan masuk"
Delapan orang yang terdiri dari empat orang namja dan empat orang yeoja yaitu Lay, Baekhyun, Chen, Chanyeol, D.O, Tao, Kai, dan Sehun kini berjalan masuk ke dalam rumah. Luhan dan Xiumin yang masih di luar, segera mengikuti jejak ke delapan orang tersebut. Kini mereka bersepuluh berkumpul di ruang tengah untuk membicarakan sesuatu.
"Sebelum aku membicarkan topik yang ingin dibicarakan, aku ingin tanya terlebih dahulu. Kenapa kalian semua bisa terlambat?" tanya Xiumin
"Mianhae hyung, kami terlambat karena kami harus meyakinkan orang tua kami terlebih dahulu" ujar Chanyeol
"Lebih tepatnya Lay oppa yang harus melakukan tugas meyakinkan orang tua kami" jelas Baekhyun
"Jinjja yo, Lay?" Luhan menatap Lay tidak percaya
"Ne noona, aku yang melakukannya" angguk Lay
"Kasihan kau nak..." Luhan mengusap punggung Lay seperti umma
"Ekhm! Jagiya, kita harus mulai membicarakan topik kita" dehem Xiumin "Seperti yang kita tahu, Kris sudah kembali ke Korea. Kita juga tahu dia hanya di sini sampai liburannya selesai, jadi aku ingin kita membuat memori yang indah untuknya"
"Termasuk membantu Kris oppa bertemu dengan eonniku untuk meluruskan kesalahpahaman yang ada, benar kan Xiumin oppa?" Kai menatap Xiumin
"Ne, tepat seperti yang dikatakan oleh Kai. Jadi apa kalian bersedia membantu?" Xiumin menatap semuanya
"Tentu saja hyung, kami sangat bersedia untuk membantu" ujar Chanyeol
"Baiklah, kalau begitu sebaiknya kita buat rencananya sekarang"
Kesepuluh orang tersebut mulai membuat beberapa rencana yang akan dilakukan, termasuk di dalamnya rencana khusus untuk Kris dan Suho. Rencana yang dibuat mulai dari yang paling mudah dilakukan hingga paling sulit dilakukan tapi tetap kemungkinan berhasil. Selama satu setengah jam mereka merembukan rencana, dan kini mereka bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing. Lay, D.O, Tao, dan Kai pulang bersama, begitupula dengan Chanyeol, Baekhyun, dan Sehun. Xiumin, Luhan, dan Chen hanya mengantar sampai depan rumah, dan memastikan ketujuh orang tersebut sudah benar-benar pulang. Setelah merasa yakin, dua kakak beradik Xiumin dan Chen pulang kembali ke rumah mereka yang terletak di sebelah rumah Luhan.
Kim Family's House, 23.00 PM
"Tidur yang nyenyak, jagiya" Tao mengusap kepala Kai lembut
"Ne, oppa juga" Kai tersenyum
"Sepertinya Lay hyung sudah selesai mengantar D.O, kalau begitu aku pamit. Annyeong~"
"Annyeong~ hati-hati oppa"
Kai memperhatikan sosok Tao yang kini berjalan menjauh darinya bersama Lay, ia segera kembali ke dalam setelah sosok dua namja tersebut menghilang dalam kegelapan. Dengan perlahan ia berjalan menuju kamarnya, dan memastikan tidak ada orang yang masih terbangun dan melihatnya. Namun sayangnya keuntungan belum memihak padanya, karena ada seorang yeoja yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
"Aku baru tahu kalau kau sudah mulai berani pulang selarut ini, Kai-ie?" tegur sang yeoja
"Eh? [melihat] Suho eonni!" Kai segera memeluk Suho
"Aigoo~ sebegitu rindunya kah dongsaengku ini padaku?" Suho balas memeluk Kai
"Tentu saja, itu karena eonni jarang ada di rumah" Kai menggembungkan pipinya
"Hihi...mianhae, itu juga karena eonni harus kuliah" Suho mencubit pipi Kai "Tapi...eonni masih penasaran, jangan bilang kau baru pulang jam segini karena habis kencan dengan kungfu panda namjachingumu itu"
"Ani [menggeleng] aku dan Tao oppa tidak habis berkencan. Kami berdua habis dari rumah Lulu eonni bersama yang lainnya, untuk membicarakan rencana liburan" jelas Kai
"Arraseo, kalau begitu sebaiknya kau ganti baju dan segera tidur. Ini sudah terlalu larut, jalja~" Suho berjalan kembali ke kamarnya
"Ne, jalja~ Suho eonni" Kai memasuki kamarnya
Suho's Room, 23.30 PM
Suho berjalan memasuki kamarnya, tubuhnya segera ia hempaskan ke kasur dengan nuansa putih dengan motif bunga yang lembut. Hari ini ia sangat terlihat lelah, yah itu karena ia harus menempuh perjalanan yang agak lama dari apartemen ke rumahnya. Sudah setahun ini ia tinggal di apartemen miliknya, itu karena ia ingin fokus dengan kuliah yang ia jalani. Karena jadwalnya yang cukup padat, yeoja pemilik wajah angelic tersebut jarang bisa kembali ke rumahnya. Untung saja saat ini ia tengah memiliki liburan yang benar-benar kosong, jadi ia bisa kembali ke rumahnya kali ini. Itupun juga karena Kai yeodongsaengnya yang memintanya untuk pulang kembali ke rumah.
"Hh...sebaiknya aku segera tidur" gumam Suho
Suho beranjak dari tempat tidurnya untuk mematikan lampu kamarnya, langkahnya terhenti ketika melihat sebuah foto lama yang terpajang di meja miliknya. Foto dimana terdapat gambar dirinya dan seorang namja yang sudah lama tidak ia temui. Pandangan Suho berubah menjadi dingin, ada rasa kesal dan sakit dalam hatinya. Rasa kesal dan sakit karena merasa disakiti, dan juga dikecewakan oleh namja tersebut.
"Sudah dua tahun berlalu semenjak kepergianmu, tapi sangat sulit rasanya untuk bisa melupakan dan menghilangkan rasa sakit yang telah kau lakukan padaku"
-tbc-
balesan review
Kai : uhm! Sebagai perwakilan dari author noona yang sedang males ngomong =_=", sekarang aku mau membalas review dari para readers ff ini. dan hati-hati kemungkinan akan ada member lain selain aku yang akan memberi balasan *muka polos*
1. Henry Park
Kai : ini sudah update ^^ silahkan dinikmati ceritanya Henry-ssi, jawabannya akan ditemukan sejalan dengan cerita ini
Suho : bilang aja si author ini gak mau ngasih tahu, Kai-ah
Kai : umma ngapain sih? udah sana berduaan sama appa *ngusir Suho*. gomawo atas semangatnya n jangan lupa review lagi
2. Guest
Kai : ini sudah lanjut, guest-ssi *senyum innocent* review lagi yah
3. N-little
Kai : ini sudah lanjut, silahkan dinikmati dan jangan lupa review lagi Little-ssi
4. Park Seung Ri
Kai : aku gak nyangka sainganku *dalam memperebutkan Tao* nge-review, tapi gak papa gomawo reviewnya dan ini sudah lanjut
Tao : untuk ff TaoKainya masih dalam pembuatan, nanti aku kasih tahu ke kamu jagiya *ngedipin mata*
Kai : appa, umma, Tao selingkuh~ *lari kepelukan Kris n Suho*
5. Taetha
Baekhyun : berhubung Kai lagi ngadu sama appa dan umma, jadi aku yang ambil alih. ini sudah lanjut Taetha-ssi, jangan lupa review lagi ya...
Kai : hyung, sini aku ambil alih lagi *dorong Baekhyun*
...
Kai : ok, sekian balasan review dari maknae no 2 EXO. jangan lupa review lagi n dont be silent reader *ngilang pake teleport*
