PENGUMUMAN VOTES:
Berdasarkan 102 reviews yang sudah saya baca dari reviews yang sangat panjang sampai super singkat, maka hasil voting adalah sebagai berikut (PS: Jika ada pemilih suara yang mencoblos dua sekaligus, misal: Knight Akame dan/atau Arthuria maka pilihan pertama yang akan dipilih, yaitu Akame);
Mengkonsumsi bidak Queen:
- Altair (21)
- Esdeath (27)
- Marlin (8)
- Irene Belserion (23)
Mengkonsumsi 2 bidak Knight sekaligus:
- Dracule Mihawk (28)
- Kiss-Shot Acerola-Orion Heart-Under-Blade (8)
- Akame (16)
- Yuuki Asuna (5)
- Arthuria Pendragon (19)
Mengkonsumsi 2 bidak Rook sekaligus:
- Albedo (30)
- Kaido (13)
- Narberal Gamma (4)
- Sebas Tian (18)
Mengkonsumi 2 bidak Bishop sekaligus:
- Lucy Heartfilia (16)
- Haruno Sakura (19)
- Aqua (3)
- Tohsaka Rin (27)
Mengkonsumsi 8 bidak Pion sekaligus:
- Hyoudou Issei (22)
- Raynare (6)
- Stella Vermillion (19)
- Bishamon (19)
Karakter yang menjadi Peerage Uchiha Naruto adalah;
King: Uchiha Naruto
Queen: Esdeath
Knight: Dracule Mihawk
Rook: Albedo
Bishop: Tohsaka Rin
Pawn: Hyoudou Issei
Selamat kepada ke-5 calon legislative yang memenangkan pemilu tahun ini, ngaha. Sekian dan terima kasih.
Chapter 2: One Year Later
Satu tahun telah berlalu sejak Naruto pergi ke dunia manusia untuk mencari peerage. Kini ia tinggal di salah satu villa besar di perbukitan Kuoh dan menyamar sebagai pelajar Kuoh Gakuen. Uchiha Naruto memakai nama samara yaitu Uzumaki Naruto untuk menyembunyikan identitasnya.
Iblis berdarah dingin itu tahu akan banyak makhluk supernatural di kota ini terlebih kota ini di bawah penguasan keluarga Satan Gremory dan Sitri. Namun, hal itu tidak menjadi halangan bagi seorang Uchiha sekelas Naruto untuk menjalankan rencana pertamanya memulihkan nama Uchiha.
Sharingan Naruto memiliki kekuatan special yaitu dapat menerapkapkan ilusi di dalam ilusi. Naruto meng-genjutsu auranya sehingga menyerupai aura manusia biasa, ia telah membuat genjutsu lagi di dalamnya sehingga orang lain yang hendak mendeteksi atau memeriksa Naruto akan mendapatkan informasi palsu.
Satu genjutsu special dapat mengelabui seluruh penghuni kota kecil ini tak terkecuali iblis kelas atas. Hebat? Tentu.
Di sinilah Naruto sedang berada. Di sebuah balkon lantai atas. Naruto bersantai di sofa empuk sambil memandang matahari terbenam. Dengan khidmatnya Naruto menyesap teh hangat yang tadi disediakan oleh maid.
Tidak lama setelah itu, sebuah distorsi muncul dan menampakkan makhluk kecil berwujud gothic loli berambut hitam panjang yang melayang di samping Naruto sambil memegang koper hitam. Sang penerus clan Uchiha itu melirik sebentar gadis loli di sampingnya lalu kembali menatap matahari terbenam di depan.
"Hn. Bagaimana kerja peerageku?" Naruto bertanya dengan datar.
"Seperti biasanya." Balasan dari gadis loli yang sebut saja namanya Ophis tak kalah datarnya dari Naruto.
"Souka, kalau begitu cepat kemarikan koper itu!"
Ophis melempar koper hitam yang ia pegang, Naruto menangkapnya dengan sempurna lalu membuka koper itu. Puluhan gepokkan uang dengan pecahan 10.000 Yen Naruto lihat. Ia menyeringai senang. Bisnis berjalan dengan lancar seperti biasa.
"Sesuai perjanjian, koper itu berisikan uang 1 juta Yen. Kalau tidak percaya kau boleh menghitungnya." Kata Ophis.
Naruto menggeleng singkat. "Tidak. Aku tahu kau akan menepati janjimu. 1 juta Yen ya 1 juta Yen."
"Terserah."
Naruto memiliki koneksi dengan Ophis, bagaimana itu bisa terjadi? Singkat saja, satu bulan setelah kedatangan Naruto, ia bertemu dengan Ophis dan bergabung ke dalam [Chaos Brigade] dengan dua syarat; syarat pertama ia ingin dibantu mencari peerage kuat dan secara suka rela, kedua seperti kejadian di atas, Naruto meminta bayaran setelah pekerjaannya selesai.
Menggunakan Ophis untuk mencari peerage adalah hal yang sangat menguntungkan, perwujudan naga tanpa batas itu memiliki koneksi dengan banyak sekali makhluk kuat dari zaman dulu. Alhasil ia mendapatkan peerage yang kuat bahkan ada yang melampaui kekuatan Naruto.
Uchiha Naruto menjentikkan jarinya, seorang maid menghampiri dan mengambil koper itu untuk disimpan di gudang harta. Tidak ada yang tahu hubungannya dengan Ophis kecuali peerage dan para maidnya. Ia tidak memberitahukan siapa pun karena ia memiliki rencana sendiri untuk ke depannya.
Berselang beberapa saat, lingkaran sihir besar berwarna hitam pekat dengan lambang kipas muncul di permukaan lantai dan dari api yang muncul tiba-tiba keluar 4 orang. Mereka adalah: Esdeath (Queen), Dracule Mihawk (Knight), Albedo (Rook), Tohsaka Rin (Bishop).
"Tadaima." Sapa Esdeath.
"Okaeri." Balas Naruto.
Mereka berempat baru pulang dari tugas yang diberikan Ophis. Beberapa jam lalu Ophis datang dan meminta tim Naruto untuk memusnahkan desa sihir di Amerika sana. Memusnahkan adalah misi yang mudah untuk tim sekaliber Naruto.
Para peerage Naruto memutuskan masuk ke dalam villa meninggalkan king mereka bersama Ophis. Mereka akan bersiap-siap karena malam ini Naruto akan melakukan sesuatu yang menarik.
"Jadi Ophis, apa ada kabar dari [Old-Satan Faction] tentang pergerakkan mereka?" tanya Naruto.
Ophis mengangguk. "Sepertinya mereka sedang mencari aliansi untuk tujuan besar yang belum kuketahui. Pergerakkan mereka semakin lama semakin mencurigakkan. Tapi itu tidak menimbulkan kerugian pada [Chaos Brigade]."
'Mengumpulkan aliansi kah … perasaanku tidak enak.'
"Souka, kalau begitu biarkan saja. Setelah aku tahu tujuan mereka maka disaat itulah aku akan bergerak."
"Aku pergi dulu. Oh ya, Vali sepertinya ingin menantangmu lagi."
Ophis menghilang ditelan gerbang dimensi. Naruto menatap bekas tempat menghilangnya perwujudan naga itu. "Hn. Butuh 100 tahun untuk mengalahkan Uchiha."
Malam hari yang tenang di Kuoh. Suasana ramai masih terasa di pusat kota sejauh mata memandang. Namun jika dipinggiran kota seperti villa Naruto ini, keadaan sudah sunyi, tapi itu bagus untuk memperlancar pergerakkan Naruto dan timnya yang dinamai [Akatsuki].
Saat ini sang pemuda Uchiha itu tengah bersiap dengan setelan layaknya ninja malam hari (pakaian ANBU) sambil menghadap seluruh peerage-nya di ruang tengah. Ada yang memperhatikan Naruto, ada juga yang tidak peduli.
Lingkaran sihir hitam berlambang clan Uchiha muncul di permukaan lantai lalu menampilkan tubuh indah bak model milik Albedo, sang Strongest Succubus yang ia reingkarnasikan menjadi iblis 3 bulan lalu.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Naruto.
Albedo tersenyum manis dengan semburat merah tipis di pipinya. "Seperti yang Naruto-sama duga, Rias Gremory beserta peeragenya sedang berjalan menuju umpan."
Naruto mengangguk mengerti. "Ya, dia itu hanya gadis polos yang terlalu dimanja oleh keluarganya. Dia bahkan tidak menyadari aku sedang mempermainkannya selama ini."
Tidak ada yang bersuara untuk membalas. Naruto mengambil topeng di meja, topeng yang beraksen kepala rubah dengan warna merah di beberapa bagian. Ia mengenakan topeng itu. Siluet merah terang keluar dari balik celah mata topeng itu yang memberikan kesan mengerikan.
"Aku pergi dulu. Jangan lupa untuk mencari umpan selanjutnya." Titah Naruto lalu menghilang menggunakan teknik teleportasi di mana seluruh tubuhnya nampak menghilang terbakar oleh api.
Setelah Naruto pergi, Dracule Mihawk sang legenda vampire yang terlupakan berdiri. Mengambil pedang hitam legendarisnya di sudut ruangan lalu menghilang di balik lingkaran sihir Uchiha. Seperti yang diperintahkan Naruto, ia akan mencari umpan baru.
Kini di ruangan tengah hanya ada gender perempuan yang tidak saling berbicara. Tohsaka Rin, satu-satunya iblis yang sebelumnya adalah manusia menundukkan kepala canggung. Dari seluruh rekan peerage-nya, dia adalah member terbaru. Rin baru direingkarnasikan 1 bulan lalu setelah ia hampir mati oleh iblis liar. Beruntung saat itu orang yang memiliki mata tajam–Mihawk–ada di sana dan menyelamatkannya dari maut.
"Rin,"
"Ha-ha'i!" balas Rin dengan gugup sambil mencuri pandang para Esdeath yang duduk di sebrangnya.
"Jangan canggung seperti itu."
"Ha-ha'i, aku akan berusaha. Aku masih belum terbiasa dengan suasana seperti ini."
Esdeath hanya tertawa pelan dengan seringai tipis.
Di sebuah gedung yang tidak terpakai di pinggiran kota Kuoh, perlahan tapi pasti muncul lingkaran sihir lalu mengeluarkan Mihawk yang menggenggam pedang hitamnya. Mihawk menatap gedung itu dengan serius. Mata yang menyerupai elang itu mengobservasi seluruh penjuru gedung untuk jaga-jaga jika ada situasi yang tidak terduga.
Setelah dirasa aman, Mihawk kemudian melangkahkan kakinya memasuki gedung bekas pabrik mie instan tersebut.
Derap langkah kakinya semakin terdengar jelas tatkala dirinya masuk ke dalam gedung. Beberapa suara hewan malam terdengar mengiringi suara langkah Mihawk yang tenang tapi disaat bersamaan memberikan kesan malaikat maut.
"Hoho rupanya kali ini mangsaku adalah iblis kecil yang tidak sayang nyawa ya …."
Mihawk berhenti dan melirik ke samping kanannya di mana seorang wanita cantik tanpa busana muncul di balik pilar yang menopang gedung ini. Ia mensejajarkan diri. Tangan menggenggam erat gagang pedang besar bernama [Kokuto Yoru] salah satu pedang suci terkuat di dunia yang kekuatannya melebihi Excalibur.
Si wanita cantik menyipitkan mata melihat Mihawk yang diam bergeming. "Hoo, sepertinya iblis-chan ini bisu ya. Baiklah, akan kubuat kau mengeluarkan teriakan kesakitan. Kha kah kah kha!"
Sosok yang tadinya berwujud wanita cantik tanpa busan berubah menjadi monster orc dengan wajah mengerikkan. Iblis liar itu meraung kencang seakan memperlihatkan kehebatannya. Mata merahnya menatap dalam kepada Mihawk.
"Perintah menangkap hidup-hidup itu lebih sulit dari membunuh."
Gumam Mihawk yang mengayuhkan pedangnya secara horizontal, menimbulkan suara mendenging pertanda suara kematian bagi si iblis liar kemudian membentuk sebuah energi sayatan berwanra hijau terang yang melesat dengan kecepatan di luar akal sehat manusia normal.
Iblis liar itu masih sempat membuat lingkaran sihir pertahanan. Namun, bagaikan membelah kertas lapuk, pertahanan itu tidak berarti apa-apa dihadapan kekuatan Dracule Mihawk dan energi sayatan itu mengenai iblis liar hingga membuatnya terseret sampai membentur dinding dengan kasar.
Mata tajam Mihawk layaknya elang yang sedang mengawasi musuhnya menatap kepulan debu hasil benturan iblis liar dan dinding. Setelahnya ia dapat melihat iblis liar itu tepar dalam wujud wanita cantik dengan darah mengucur membentuk garis di sepanjang tubuhnya.
Mihawk menurunkan kuda-kudanya dan menyimpan pedangnya di punggung. Ia melangkah mendekati iblis liar itu. Tangan kekarnya mengambil iblis liar tersebut, sebelum ia kembali ke villa, Mihawk menggumam pelan.
"Membosankan."
Suasana yang sama tapi berbeda tempat. Sama-sama gedung tak terpakai yang ditinggalkan orang. Hawa mencekam yang akan mengundang isu-isu tentang makhluk halus mendiami gedung ini. Kembali, sebuah lingkaran sihir muncul. Kali ini bukan khas clan Uchiha, melainkan Gremory dengan ciri khas berwarna merah terang.
Lingkaran sihir itu memunculkan 4 sosok, mereka adalah Toujou Koneko (Rook), Kiba Yuuto (Knight), Himejima Akeno (Queen), dan heiress keluarga bangsawan tinggi, Rias Gremory (King). Mereka adalah salah satu dari dua keluarga yang menguasai kota Kuoh. Yah, seenaknya saja berani mengklaim tanah milik orang lain, di bawah kekuasaan mitologi lain pula. Deeh~.
"Apa benar di sini, Koneko?" tanya Rias sambil melirik gadis loli berambut putih itu.
Koneko mengangguk dalam diam. "Aku sudah memastikannya dia bersarang di sini."
"Yosh. Ikuzo minna! Malam ini kita akan membasmi iblis yang meresahkan sekitar!"
"Osu!"
Mereka mulai memasuki gedung yang dipimpin oleh Rias. Tidak ada raut wajah keraguan dari mereka berempat, malahan menyunggingkan senyum percaya diri. Ya. Mereka percaya diri dengan kekuatan mereka yang sekarang.
Sampai senyum itu luntur dari wajah setelah menangkap pemandangan yang memperlihatkan tubuh iblis liar incaran peerage Rias berupa minotaur rasksasa tergeletak sekarat di dasar lantai. Bukan, bukan itu yang membuat mereka diam terkejut, melainkan siluet seseorang yang sedang duduk di atas tubuh iblis liar itu sambil membelakangi.
Rias segera memasang posisi siaga setelah merasakan pancaran aura cukup kuat dari siluet itu. Hal yang sama dilakukan oleh peerage-nya.
"Siapa kau?" Rias bertanya dengan nada berat.
Siluet itu diam bergeming. Nampak tak mau mematuhi perkataan Rias. Harga dirinya terlalu tinggi untuk itu.
Rias sedikit menggeram ketika perkataannya tidak mendapat balasan. Selama ia hidup baru kali ini ia merasakan apa yang namanya diacuhkan. Ia sudah terbiasa dengan kemewahan, kecantikan, dan popularitas. Jadi diperlakukan seperti ini membuat emosinya naik dengan mudah.
"Hei, aku bertanya padamu!" Rias berkata lagi. Kali ini nadanya semakin naik.
Siluet itu masih diam. Tidak bergerak sedikit pun bahkan untuk menengok saja, ia tidak melakukannya. Akeno sudah kehilangan kesabaran dan maju melewati Rias dengan lingkaran sihir ia ciptakan di atas siluet tersebut.
"Akeno–"
"Biar aku yang urus, Buchou."
[Lightning]
Percikan listrik menyelimuti lingkaran sihir itu lalu mengeluarkan petir besar yang menghantam tempat siluet itu berada sekaligus membunuh iblis liar yang ada di bawah sampai terurai menjadi butiran abu hitam. Akeno, Rias, dan yang lainnya menunggu apa yang terjadi di tempat bekas serangan Akeno.
Mereka tidak melihat apa pun selain bekas genangan darah iblis liar yang sudah mengering.
"Di mana orang itu?"
Mereka semua mengalihkan pandangan ke seluruh penjuru gedung. Tidak ada. Di sini tidak ada. tidak ada di mana pun. Siluet itu bagaikan sosok yang menghilang ditelan bumi, tapi pancaran auranya terasa jelas kini lenyap tanpa sisa.
"Apa kau mencariku?"
Semua menatap shock pada sosok siluet tersebut yang sudah berdiri tepat di belakang Rias tanpa ada satu pun dari mereka yang menyadari kehadiran sosok itu. Rias tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini, punggungnya dan punggung sosok misterius itu menyatu membuat Rias dapat merasakan otot kuat dari sosok tersebut.
Semua peerage Rias terutama Koneko dan Kiba menyiapkan posisi menyerang karena merekala yang langsung berhadapan dengan sosok itu. Kiba sudah memanggil pedangnya dan siap kapan pun menebas sosok itu.
"Koneko," kata Kiba pelan.
Seakan mengerti, Koneko mengangguk dalam diam. Kiba yang sudah menerima konfirmasi dari rekannya langsung menyerang dengan kecepatan bidak knight. What the hell? Memakai kecepatan bidak knight hanya untuk musuh yang berjarak tidak kurang dari 5 meter. Jika sosok itu adalah orang normal maka ia akan tertebas tanpa disadari. Namun, yang kiba bicarakan ini adalah Naruto yang sedang menyamar.
Dengan gerakan mulus, Naruto menghindari tebasan Kiba yang sulit untuk dilihat dengan melompat ke belakang lalu mendarat sempurna di tempat bekas serangan Akeno. Kepala Naruto tertunduk, perlahan dinaikkan dan setelah berdiri tegap semua yang ada di sana melihat cahaya merah mengerikan keluar dari lubang mata topeng Naruto.
Rias dan semua budaknya menatap takut setelah mereka kejang sesaat tanpa disadari. Kaki mereka sulit digerakkan seakan ada yang menahan. Untuk pertama kalinya mereka melihat mata merah yang bersinar terang dalam kegelapan. Mengerikan sekaligus menakjubkan.
"Rias Gremory," Naruto berkata dengan nada berat.
Rias tersadar dari ketakutannya lalu menatap balik mata merah itu tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sungguh perbuatan konyol ketika seseorang menatap mata itu dengan lancang.
"Kau sudah tahu bukan aku ini siapa? Para makhluk supernatural dapat mengenali seseorang dari auranya."
Heiress clan Gremory itu paham apa yang dimaksud sosok di sana. Ia mengangguk. "Kau … manusia. Katakan siapa kau sebenarnya!"
Naruto terkekeh pelan. "Kau tidak perlu tahu siapa aku. Aku adalah orang yang akan melindungi manusia dari makhluk semacam kau. Jadi jika kau berbuat macam-macam kepada manusia maka nasibmu akan sama seperti iblis liar tadi, tidak peduli jika kau adik dari maou sekalipun."
Terkejut. Hal yang sudah Rias dan kawan-kawan rasakan sejak bertemu dengan orang misterius di sana. Sosok itu bahkan tahu latar belakang Rias. Dia tidak boleh diremehkan.
"Aku ke sini hanya untuk menyampaikan peringatan padamu. Sebaiknya kau mulai hati-hati dalam bertindak, iblis bangsawan."
Setelah perkataannya Naruto hilang tertelan dalam kegelapan di belakang. Rias, Akeno, Kiba, dan Koneko menghela nafas panjang. Mereka lalu berkumpul di tempat ketua mereka.
"Rias." Panggil Akeno.
Rias mengangguk. "Ya. Dia orang yang berbahaya, terutama sensai ketika melihat mata merahnya. Aku belum pernah melihat mata mengerikan itu. Mulai saat ini kita akan semakin waspada dan minna, cari tahu siapa sebenarnya orang itu."
"Ha'i!"
Naruto kembali ke villa–markasnya–dan disambut oleh seluruh peerage-nya.
"Okaeri, Naruto-kun." Kata Esdeath.
"Hum, tadaima. Bagaimana dnegan perintah yang kuberi?" jawab dan tanya Naruto setelah ia melepaskan topeng rubahnya.
"Mihawk sudah menyelesaikannya." Jawab Esdeath sambil menunjuk ke arah wanita tanpa busana yang pingsan dan sedang disembuhkan oleh Rin.
"Bagus. Simpan iblis liar itu untuk kebutuhan rencana selanjutnya. Oh ya, Albedo, tadi pagi kau ingin mengatakan sesuatu hal penting padaku. Apa itu?"
"Ha'i. Sesuai perintah Naruto-sama yang ingin mengawasi seluruh murid di SMA Kuoh, aku samar-samar merasakan aura [Sacred Gear] dari dua orang murid laki-laki."
Naruto menyeringai tipis. Dua [Sacred Gear] muncul di kota yang sama? ini benar-benar kejadian yang langka. "Siapa mereka?"
"Hyoudou Issei dan Genshirou Saji."
"Cukup menarik. Aku yakin dua iblis betina itu menyadari mereka memiliki aura [Sacred Gear]. Jika tebakanku benar maka mereka akan memburu dua laki-laki itu. Ini tidak bisa dibiarkan. Albedo, terus awasi dua pergerakkan betina itu dan dua laki-laki yang kau sebutkan tadi. Aku juga akan membantu dari dalam."
"Ha'i. Naruto-sama." Albedo membungkuk hormat.
Rias Gremory berjalan pelan menuju sekolahnya, Kuoh Gakuen. Sebenarnya, tempat tinggal Rias adalah bangunan klub miliknya jadi tidak mungkin ia datang ke sekolah dari rumah karena rumahnya adalah sekolah itu sendiri. Namun, akibat insiden kemarin malam membuat Rias terus kepikiran tentang manusia misterius itu hingga ia memutuskan menginap di sebuah hotel berbintang.
Rias berjalan pelan sambil menunduk. Tidak ada gaya anggun saat ia berjalan seperti yang sering ditunjukkannya untuk mendapatkan pujian dari seisi sekolah. Pikirannya saat ini sedang kusam.
"Yo, Rias-senpai!"
Rias tersentak kaget saat seseorang memanggil namanya sambil menepuk bahunya. Ia menoleh ke samping dan pendapati seorang pemuda culun berambut pirang mengkilap yang jika dilihat lebih lama akan enek. Terebih kacamata bulat tebalnya.
"U-uzumaki-kun." Rias tergagap lalu menyingkirkan tangan si Uzumaki itu dari bahunya dengan kasar. "Ada apa?" tanya Rias dengan pandangan jijik. Ia benar-benar alergi dengan pria culun seperti Uzumaki Naruto di sampingnya.
"Ti-tidak ada. Sebenarnya aku hanya ingin be-berterima kasih kepada Rias-senpai untuk bantuannya minggu kemarin." Uzumaki itu menunduk takut melihat delikan tajam Rias.
"Oh," gumam Rias malas setelah mengingat dirinya pernah membantu orang culun. Ia lalu bergegas pergi meninggalkan Uzumaki Naruto setelah dekat dengan sekolah karena ia tidak mau mendapatkan reputasi jelek berjalan bersama orang terculun di sekolah.
Uzumaki Naruto menatap kepergian Rias dengan pandangan sulit diartikan. Ia lalu bergegas masuk ke sekolah dan berjalan di koridor menuju kelasnya. Koridor ini sepi. Uzumaki Naruto melepaskan kacamata tebalnya lalu mengacak-acar rambut yang tadinya disisir rapi itu.
Sekarang terlihatlah pemuda tampan yang tidak ada bandingannya.
"Aku juga enek melihatmu, Rias."
Nada dingin itu keluar dari mulut Uzumaki Naruto atau nama aslinya Uchiha Naruto!
Sementara itu di saat yang bersamaan ….
Di sebuah ruangan gelap yang memiliki lambang besar clan Uchiha, terlihat berkumpul orang-orang penting.
"Sudah diputuskan, target kita selanjutnya adalah … Gremory."
Bersambung
AN: Update cepat brooo! Sesuai janji, saya akan memberitahukan profil Naruto. Ini dia;
Profile Character
Name
Uchiha Naruto
Nickname
Uzumaki Naruto (Human World)
Race
Pure-Blooded Devil
Gender
Male
Hair Color
Gold
Eye Color
Blue Sea
Equipment & Abilities
Demonic Power
Sharingan's Level
Fire Release
Thunder/Lightning Release
Relatives
Uchiha Kushina (Mother)
Namikaze Minato (Father)
Uchiha Naruko (Sister)
Uchiha Indra (Grandfather)
Uchiha Madara (Teacher/Adoptive Older Brother)
Affiliations
72 Pillars
Uchiha Clan
Underworld
Status
Alive
Rangking
High-Class Devil
King Peerage
Heir
Terima kasih atas dukungan kalian. Chapter depan aka nada sesi profile lagi yaitu Queen Naruto. Saya nantikan reviewnya lagi, bye bye!
KALO ADA YANG SENANG DENGAN UPDATE CHAPTER INI UCAPKAN #FFN2019BANGKIT!
[26/12/2018]
