Previous chapter:
"Ngomong-ngomong Ayam. Itachi-nii dan Bibi Mikoto sudah pulang ya?" tanya Sakura. Berusaha mencari tahu siapa pemesan sekotak cake yang dijuluki The Red Devils Cake itu. Rasa penasarannya begitu membuncah.
"Hn, belum. Ayo masuk" kata Sasuke mempersilahkan Sakura masuk ke dalam rumahnya yang mewah itu, tapi bukan mepet sawah tentunya.
Sakura sudah tidak terkagum-kagum seperti saat pertama kalinya dia menginjakkan kakinya di rumah Sasuke. Arsitekturnya yang berkelas juga setiap sudut rumah yang dihiasi guci-guci koleksi Bibi Mikoto, juga tangga melayang kesukaan Sakura. Rumahnya di Suna juga memiliki tangga melayang seperti itu.
"Ne, Ayam. Siapa yang suka memesan Red Velvet di rumah ini?" tanya Sakura sembari berbaring di sofa merah, ruang keluarga Sasuke.
THE RED DEVILS
by
Nawaki Riji
Naruto © Masashi Kishimoto
Typo bertebaran, OOC-nes, Diksi nyeleneh(?), dll.
My First fanfiction
Semoga tidak mengecewakan, selamat membaca. Dan jangan lupa review :D
CHAPTER 2:
"Hn, memangnya kenapa?" tanya Sasuke, tangannya dengan terampil mengeluarkan buku-buku yang akan menjadi referensi tugas kelompoknya.
"Hanya bertanya, aku penasaran saja. Habisnya aku sering sekali mengantar pesaran Red Velvet ke rumahmu ini. Kau tahu kan aku kerja part time di Harvest bakery" jawab Sakura.
"Hn, lalu? Apa urusannya denganku."
"Ck, kau ini bagaimana sih! Kau kan yang tinggal dirumah ini. Tentu saja ini urusanmu, atau jangan-jangan kau yang memesannya?" selidik Sakura.
"Tidak mungkin, aku tidak suka manis"
"Terus siapa dong? Yang suka manis di rumah ini kan hanya Bibi Mikoto dan Itachi-nii, dan mereka sekarang sedang pergi. Kalau pelayanmu, itu tidak mungkin. Yah, walaupun gaji mereka lebih dari cukup untuk membelinya sih"
"Aku tidak tahu. Aku ke kamar dulu. Jangan keluyuran nanti tersesat" kata Sasuke sembari menaiki tangga melayang, karena kamar Sasuke dilantai atas tentunya.
"Tidak akan, aku sudah cukup hafal seluk beluk rumahmu ini. Aku minta minum ya, Ayam!" teriak Sakura.
"Ambil saja di dapur, kalau bisa sekalian buatkan aku jus tomat. Anggap itu sebagai tugas pertamamu sebagai asistenku" jawab Sasuke.
"Ck, dasar Ayam sialan." gerutu Sakura sembari melangkahkan kakinya ke dapur.
Dapur keluarga Uchiha memang tak terlalu besar, namun sangat bersih. Walaupun punya banyak maid, Mikoto Uchiha masih sering bekerja dengan tanggannya sendiri untuk memasak makanan keluarganya.
Sesampainya di dapur, Sakura membuka kulkas pintu dua. Ternyata didalamnya terdapat sepotong Red Velvet, mungkin itu Red Velvet yang kemarin dia antarkan ke rumah megah ini. Sakura makin penasaran, tekadnya makin bulat untuk menemukan siapa orang yang suka pesan Red Velvet. Walaupun itu hanya hal sepele yang dibesar-besarkannya saja. Tak ambil pusing dengan pikiran-pikirannya Sakura mengambil beberapa buah tomat, kemudian memasukannya ke dalam blender dan tentunya tanpa menggunakan gula.
Yang Sakura inginkan saat ini hanya menyelesaikan tugasnya, pulang kemudian istirahat di rumah tanpa memikirkan nasib pekerjaannya. Toh, kalau dipecat juga tak masalah, pikirnya enteng.
"Kau tidak gerah? Seharian memakai pakaian itu?" tanya Sasuke, setelah melihat gadis bersurai pink itu melangkah mendekatinya, ke ruang tamu tadi lho!
"Mau bagaimana lagi, aku tidak bawa ganti Ayam! Ini jusnya Tuan Bokong Ayam"
"Hn, kau bisa pinjam salah satu kaosku. Tapi ambil sendiri di kamarku."
"Kau yakin? Baiklah kalau begitu aku pinjam satu ya Sasu-chan" goda Sakura.
"Hn, dasar menyebalkan" gerutu Sasuke kesal.
Setelah dua jam mereka selesai mengerjakan tugasnya, tinggal dikumpulkan saja. Hari semakin sore dan langit mulai mendung, mungkin sebentar lagi akan hujan. Sasuke masih dikamarnya untuk mencetak tugas mereka tadi, sedangkan Sakura duduk dengan manis menonton acara televisi kesukaanya.
"Ahh, kenapa harus hujan sih? Nanti aku pulangnya gimana coba? Kasian Ino sendirian di apartemen." Keluh Sakura sembari mengetik pesan untuk Ino.
"Nih, dah jadi. Kau yang ngumpulin!" kata Sasuke, melempar cetakan tugas tadi di atas meja.
"Ayam, aku pulangnya gimana nih? Kasian Ino diapartemen sendirian." kata Sakura memelas.
"Tidak ada mobil dirumah, kita tunggu saja hujan reda. Nanti kau kuantar."
"Nggak ada mobil? Mobilmu kan banyak."
"Hn, mobilku sedang di servis. Dan aku tidak mau menggunakan mobil lain selain mobilku sendiri. Titik!" jawab Sasuke, tangannya dengan lincah mengotak-atik remote TV.
"Aish, dasar pantat ayam sialan!"
SKIP TIME
"Ayam, udah reda nih. Ayo anterin pulang." ujar Sakura.
"Hn" Sasuke berjalan mengambil jaketnya. Ia melirik sebentar meliat keadaan di luar, hujan memang sudah reda hanya menyisakan gerimis kecil.
Sasuke memutuskan untuk segera mengantar Sakura pulang, takutnya nanti keburu hujan. Meskipun kemungkinannya tidak, karena matahari sudah mulai menampakkan dirinya lagi, langit pun berwarna biru cerah tanpa awan mendung.
Di sepanjang jalan, Sasuke terdiam mendengarkan segala macam cerita Sakura yang terus saja mengoceh. Suasana setelah hujan yang dingin namun sejuk membuat Sasuke merasa tenang, di saat bersamaan pula ia merasa senang mendengar suara ocehan gadis pink yang melingkarkan tangan kecilnya di pinggang Sasuke. Sasuke tahu, ada rasa ketertarikan yang perlahan muncul saat ia selalu bersama Sakura. Sasuke sangat tahu apa arti perasaannya itu, namun ia memilih diam.
"Ayam, lihat ada Pelangi" tangan Sakura terulur menunjuk pelangi yang tak begitu ketara di langit.
"Hn" Sasuke hanya melihat pelangi itu sekilas, ia harus tetap konsentrasi mengendarai motornya. Ia tidak ingin mati sebelum mengatakan perasaanya.
"Indah sekali yah!" kata Sakura sumringah, matanya berbinar melihat pelangi yang tadi ditunjuknya.
Tak terasa mereka telah sampai di apartemen milik Sakura. Awalnya Sakura mengajak Sasuke masuk, namun Sasuke menolak. Tapi dengan sedikit paksaan Sakura berhasil membawa Sasuke masuk ke apartemennya.
"Sepertinya Ino masih di toko." Sakura mempersilahkan Sasuke duduk. Sedangkan dia melangkah ke dapur mengambil beberapa potong cake yang dibuatnya kemarin dan dua botol minuman ringan.
"Nih diminum. Red Velvetnya dicoba juga! Enak lho, aku sendiri yang buat." tawar Sakura.
"Hn, aku tidak suka makanan manis" Sasuke hanya menganmbil minuman yang diberikan Sakura, menengguknya sedikit dan menyalakan sebuah TV di apartemen itu.
"Oh ayolah Ayam. Ini beneran enak lho! Aku kan mau denger komentarmu!" rengek Sakura.
"Tidak suka manis"
"Aku suapin deh, Aaa..." bujuk Sakura, tangannya membawa sepotong cake yang diarahkannya ke mulut Sasuke.
"Tidak mau, Jidat!" tolak Sasuke. Tangannya sedikit menampik tangan Sakura yang terulur di depan mulutnya.
"Ayolah Sasuke, sedikit saja" rayu Sakura. Wajahnya mulai memerah, menahan tangis yang dibuat-buatnya agar Sasuke mau memakan cake buatannya.
"Yaya, baiklah. Jangan pasang wajah seperti itu, menjijikkan!" cerca Sasuke. Ia membuka sedikit mulutnya, menyambut cake yang disuapkan Sakura. Wajahnya nampak tidak ikhlas menerima cake itu di mulutnya.
"Bagaimana enak kan!"
Akhirnya sore itu dihabiskan Sakura yang sibuk menyuapi Sasuke dengan cake buatannya. Niatnya yang tadi ingin membuktikan bahwa Sasuke yang sering memesan Red Velvet jadi terlupakan. Ia menikmati suasana saat mereka akur seperti ini.
Di depan pintu apartemen...
Ino baru saja akan membuka pintu apartemen tempatnya tinggal bersama Sakura jika saja ia tak mendengar suara tawa Sakura.
"Haha, Ayam! Ada krim dimukamu. Ihh, kamu unyu banget sih!" kata Sakura tanpa menyadari Ino yang telah melongok melihatnya mencoret-coret krim di muka Sasuke.
Ino yang baru saja membuka pintu langsung menutup pintu apartemen tanpa mereka sadari. Sepertinya ia harus pergi untuk sementara agar tidak menganggu sahabatnya yang sedang bersenang-senang dengan Ayam yang diam-diam ia sayangi.
"Huft, aku harus kemana nih! Mana capek lagi! Ah, aku hubungin Sai ajalah!" tangannya dengan cepat mengetik nomor yang sudah dihafalnya di luar kepala.
"Moshi-moshi! Sai, ke cafe biasanya yuk!" ujar Ino.
Di rumah keluarga Uchiha...
"Huh, baka-otouto kemana saja sih! Punya ponsel kok dihubungin nggak bisa!" kata Itachi yang baru saja sampai dirumah bersama ibunya, Mikoto.
Sebenarnya, saat di bandara ia sudah berulang kali menghubungi adik baka-nya tapi tidak diangkat. Makanya ia terpaksa naik taksi dengan ibunya.
"Sudahlah Itachi-kun, mungkin Sasuke-chan sedang sibuk. Lebih baik kamu istirahat dulu! Ibu juga mau ke kamar istirahat. Nanti suruh pelayan bereskan barang-barang Ibu ya." segera saja Mikoto pergi ke kamarnya, perjalanannya dengan anak sulungnya benar-benar terasa sangat melelahkan baginya yang sudah berkepala empat.
Itachi tak langsung pergi ke kamarnya untuk istirahat atau mandi seperti ibunya. Ia melangkahkan kakinya ke dapur, mengambil air mineral dingin di dalam kulkas.
"Huh, masih ada Red Velvet yah! Aku jadi lapar" Itachi mengambil semua Red Velvet yang ada di kulkas itu. Berjalan ke ruang keluarga dan menyalakan TV di sana.
"Ahh... nyamannya!"
Di apartemen Sakura...
"Ayam, kau mau pulang jam berapa? Ini sudah jam setengah enam lho!" tanya Sakura. Mata hijaunya menatap Sasuke yang masih setia menonton TV.
"Ngusir, eh?" sahut Sasuke. Ia masih terfokus melihat acara kesukaannya.
"Nggak gitu juga keless! Aku cuma tanya, ntar kamu dicariin pelayanmu lho! Haha" lawak Sakura yang ternyata tidak lucu sama sekali.
"Hn, ntar lagi, Jidat!"
Sekitar dua puluh menit kemudian, Sasuke akhirnya meninggalkan apartemen Sakura. Sakura membersihkan bungkus makanan dan merapikan tempat yang tadi ia gunakan untuk bertanding play station dengan Sasuke.
"Kenapa Ino belum pulang ya?" gumam Sakura, ia merasa kesepian sekarang. Karena khawatir, Sakura menghubungi Ino. Sejak tadi siang ia tak menerima kabar apapaun dari Ino, kalaupun Ino tidur di rumahnya ia pasti mengabari Sakura.
"Moshi-moshi! Ino kau dimana?" tanya Sakura.
"Aku masih di cafe sama Sai. Bentar lagi juga pulang kok! Tadi gimana sama Sasuke?" goda Ino.
"Eh, apa katamu? Ino! Jangan bilang tadi kamu udah pulang terus pergi lagi!" wajah Sakura sukses memerah.
"Yeah begitulah, aku nggak mungkin ganggu kalian berdua! Lagipula, aku juga senang di sini sama udah jadian?" ledek Ino.
"Ihh, apaan coba! Nggak usah ngeledek deh! Cepetan pulang, aku kesepian nih!"
"Hahaha, jadi belum jadian yah? Kalian ini kapan sih mau maju! Ketinggalan jaman banget! Iya, ini baru mau pulang, kamu tunggu yah. Jaa" kata Ino.
"Cepetan! Jaa" setelah memutuskan sambungan teleponnya Sakura merebahkan badannya di tempat tidur.
"Jadian yah? Kapan bisa gitu! Kita kan cuma sahabatan" setelah mengatakan itu Sakura menyumbat telingannya dengan earphone. Bibir mungilnya perlahan-lahan melantunkan lagu yang di dengarnya.
"Never should have told you that I fell in love
Cause you turned me right around and threw me down
And now I can;t get up
You'll be sorry just you wait and see
But let's get one thing straight
You're gonna regret you left me" Life of the party milik A rocket to the moon.
"Aaahhh.. Si Ayam itu! Bener-bener nggak ada harapan sama dia." Teriak Sakura setelah melantukan beberapa lirik lagu yang sedang didengarnya. Wajahnya yang ayu ia tutupi dengan bantal.
Ceklekkk...
"Nggak usah lemes gitu deh, Jidat! Teriakanmu sampai ke halaman depan tauk! SEMANGATTT DONGGG! Cuma naklukin gunung es gaje nggak harus segitunya!" kata Ino yang baru saja masuk ke apartemen mereka.
"Berisikkk, Pig!" balas Sakura.
"Yee, aku aja bisa tuh naklukin lukisan berjalan berjiwa mayat kayak gitu! Tapi kan Sai murah senyum, nggak kayak Ayam punyamu. Nih gue bawain Red Velvet biar semangat lagi. Kayaknya kalian berdua suka!"
"Hmmm... Terserahhh..."
TBC
A/N : MAAFKAN AKU MINNA-SAN. Ini updatenya lama banget, sebenarnya kemarin saya udah ada niatan buat chapter duanya tapi kebentur sama UAS dan banyak tugas yang datang bebarengan jadi terpaksa ditunda dulu. Chapter ini juga lebih pendek dari yang kemarin, padahal targetnya lebih banyak.
Sekarang udah selesai UASnya tapi malah jadi begini ceritanya (baca:MAKIN GAJE), gegara aku agak lupa sama ide cerita ini! #digampar. Jadinya aku harus menata kembali ide-ide buat fic ini huhuhu...
Tetap baca dan review yaa.. Arigatou #peluk satu-satu.
Balas review buat yg nggak log in:
shiina namikaze: arigatou udah dukung aku. Baca lagi ya, jangan lupa review xD
mako-chan: Waduhh.. nembaknya panjang amat mako-chan. Arigatou udah baca. Ini udah dilanjut, baca+review lagi ya :D hehe
