Previous Story

"aku harus pergi. Aku tidak punya waktu banyak" ujar Kris

"perhatikan kata katamu Kris" ucap Chanyeol menakut nakuti

Love Is Sin

Main Casts:

Kris Wu as Kris Wu

Byun Baekhyun as Baekhyun Wu

Enjoy~~

"Kris.. kau ikut?" tanya seorang namja berkulit putih pucat dengan rambut sedikit berantakan pada Kris. Namun kedua mata namja yang bertanya itu tetap saja terfokus pada beberapa lembar kertas yang sedang ia baca sedari tadi

Kegiatan Kris yang sedang meneguk minuman kalengnya terhenti. Kemudian Kris menoleh pada teman yang berani menginterupsinya itu, Sehun.

"bayarannya cukup mahal" lanjut Sehun. Kris menaikan alisnya dan menatap bingung pada Sehun.

Belum sempat Kris angkat bicara, Sehun dengan mudahnya memotong.

"mereka akan memberimu seragam. Kita akan tampak keren!"

Cukup. Kris benar benar tidak mengerti apa yang dikatakan Sehun. Sekarang gilirannya memotong omongan Sehun yang hendak meneruskan
"apanya yang mahal dan keren?" tanya Kris

"haha sejak kapan pikiran kriminalmu berubah menjadi sependek itu? kau berubah ya? Baekhyun yang merubahmu?" balas Sehun

Kris sedikit memicingkan matanya dan menatap tajam pada Sehun. Sehun hanya menanggapinya dengan santai. Sehun melipat korannya kemudian menegakkan tubuhnya yang sedari tadi bersandar pada tembok. Sekarang Sehun menatap Kris

"pembunuh bayaran. Aku menawarkanmu sebagai pembunuh bayaran. Mereka akan membayarmu, memberimu seragam, kau akan jadi kaya"

Kris tampak diam sejenak. Entah apa yang ada dipikirannya. Mungkin ia memikirkan sebuah jawban. Entahlah.

"bagaimana?" interupsi Sehun

"biar kupikirkan lagi" jawab Kris


Kris adalah seorang pendosa yang memiliki otak kriminal yang superior. ia sering mencuri, merampok, bahkan membunuh manusia pun ia pernah. ia tidak pernah berpikir panjang dengan semua tindakan keji yang ia perbuat itu. Kris masih melakukannya sampai sekarang. Padahal ia sudah memiliki seorang istri yang dimatanya melebihi kata sempurna. Apa Baekhyun merubah semuanya? Hmm sepertinya tidak. Kris tetaplah Kris yang dulu, brengsek dan sadis.
Sebagai kekasihnya, Baekhyun tentu tahu semua tentang Kris, perilaku, sikap, dan Baekhyun juga sudah tahu apa yang sering Kris "kerjakan".
Kris mencintai Baekhyun, begitu pula dengan Baekhyun yang benar benar mencintai Kris sepenuh hati. Itu lah ikatan kuat yang mengikat mereka sehidup semati.

Namun sebelum menikah dan mengucapkan janji suci di depan pastor yang menjadi saksi pernikahan mereka, Baekhyun memohon pada Kris, agar Kris mengubah semuanya. Menghilangkan pikiran jahat dan berhenti melakukan semua dosa nya.
Dan bagusnya Kris mengiyakan keinginan mulia istrinya itu.

Bagi Baekhyun, sekarang suaminya itu sudah bertobat dari hal hal laknat itu. Tapi sebenarnya Kris masih menjalaninya.
Menurut Kris, tindakan kriminal adalah satu satunya jalan pintas untuk bisa mendapatkan uang, walau resikonya memang besar.
Namun yang lebih parahnya lagi, Kris menutupi itu semua di depan Baekhyun. Dimata Baekhyun, Kris adalah suami yang sudah bertobat yang sekarang hanya menjadi tukang pengantar koran.
Benar benar ironis.

Kris POV

"pembunuh bayaran. Aku menawarkanmu sebagai pembunuh bayaran. Mereka akan membayarmu, memberimu seragam, kau akan jadi kaya"

Kalimat tawaran itu terus tergiang. Aku seakan mendengar Sehun terus mengatakan kalimat itu tepat di depan telingaku. Kalimat itu menghantui pikiranku.

Kaya? Itu memang tujuanku. Mendapatkan uang dan membahagiakan Baekhyun. Upah sebagai pengantar koran sama sekali tidak cukup untuk menghidupi kami. Terlalu sedikit. Aku butuh yang lebih.

Aku pernah membunuh. Jadi aku tidak terlalu terkejut ketika Sehun menawarkan tawaran itu padaku.

Aku tersenyum meremehkan namja itu.

"kenapa kau tertawa, miskin?" ujar lelaki yang menatapku dengan tatapan yang menyepelekan.

Cih. Demi tuhan. Aku benci seseorang yang tajir seperti namja itu. Sikapnya lebih dari arogan dan sungguh memuakkan.

"tidak perlu basa basi. ada apa kau memanggilku kemari?" tanyaku enteng

"idiot. Tentu saja menghajarmu" ucapnya tajam lalu mendorong tubuhku. Membuat punggungku sedikit terbentur. Tapi aku sama sekali tidak merasa sakit atas perlakuannya.

"doronganmu seperti yeoja.. sungguh.." ejekku

Namja itu semakin menajamkan pandangannya menatapku. Dan
Bugh!

Ia meninju pipi kananku. Namun aku akui kali ini pukulannya lumayan untuk membuatku sedikit meringis.

"jauhi byun Baekhyun!" bentaknya

Aku hanya mengerutkan dahiku dan menatapnya bingung

"Baekhyun? ia kekasihku"

"kau.. kau memakai mantra apa hah? kenapa kau merampasnya dariku? dasar miskin!" bentaknya lagi

Mantra?
Aku tertawa renyah mendengarnya. Ia pikir aku memakai susuk? Pikiran konyol macam apa itu.
"tidak memakai apa apa, Kai. Kau pikir aku memakai susuk? Baekhyun menyukaiku, aku menyukainya. Jadi.." aku sengaja menghentikan kalimatku. Sepertinya namja berkulit tan itu semakin memanas. aku bisa melihat telapak tangannya ia kepal dengan erat. Tangannya tampak ingin ia ayunkan ke arahku untuk meninju wajahku lagi.

Lengan panjang Kai semakin menekan leherku sehingga aku semakin berhimpit. Tangannya yang lain seperti sedang mencari sesuatu di jaketnya. Aku sedikit melirik gerakkan tangannya yang masih sibuk mencari sesuatu. Sedikit mencurigakan.
Tangan Kai berhenti bergerak. Kai menyeringai padaku.
"kau tahu Kris? Kemarin Baekhyun datang ke apartemenku" ujarnya sedikit berbisik

"aku sedikit "menikmati" tubuhnya" ia semakin menyeringai.

Jantungku seakan berhenti berdetak. Tubuhku mulai terasa panas. Aku mengepalkan telapak tangan sekuat tenaga.

"jangan menyentuh Baekhyunku" ucapku tajam

"kau pikir aku takut padamu hm? kau miskin. Kau punya apa hm? apa kau bisa membahagiakan Baekhyun?" jawabnya dengan nada yang menyepelekan. Sialan! Aku benar benar muak padanya

"dan sepertinya.. Baekhyun mulai menyukaiku" ucap namja brengsek itu sekali lagi

Emosiku tidak bisa tertahan lagi. Aku mendorong namja tan itu sekuat tenaga dan berhasil membuatnya tersungkur.

Trang!

Seperti suara benda logam yang jatuh. Oh ternyata pisau lipat yang sudah terbuka lipatannya. Pasti itu milik Kai. sepertinya aku tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
Pisau itu terjatuh dan tergeletak cukup jauh darinya, namun dekat denganku. Kai tampak sedikit panik melihat pisaunya terlepas dari pegangannya. Ia terburu buru untuk mengambil pisau lipatnya namun tentu saja aku tidak membiarkannya untuk mendapatkan pisaunya kembali dengan mudahnya. Dengan cepat aku meraih pisau itu. Gerakanku berhasil mengalahkan kecepatan tangan Kai.

"pisau lipat" ucapku sambil memainkan pisau lipatnya.
Aku tersenyum menyeringai padanya.

"kau mau membunuhku ya? cukup sadis juga" pujiku mantap
aku mendekatinya yang masih tersungkur di bawah. Membuat Kai tidak bisa bergerak

"apa kau pikir, orang miskin tidak bisa melakukan apa apa? Aku memang orang miskin tapi aku tidak akan membuatku menindasku, keparat"

Kutatap matanya tajam sembari menempelkan ujung pisau itu pada daging empuk sekitar rahangnya.
Begitu pula Kai, Kai menatapku juga dengan tatapan penuh amarah. Aku melirik sekilas lengannya yang dari tadi sengaja tidak kutahan.
Rupanya Ia sedang menggerakan lengannya untuk meraih balok kayu yang tidak jauh dari situ. Kai menyeringai padaku ketika ia berhasil meraih balok kayu itu. Sepertinya Kai tidak sadar kalau aku mengetahui rencananya selanjutnya.

"kau akan segera ku kirim ke neraka, Kris"

Tertangkap dari ekor mataku kalau lengan Kai mulai berayun sambil menganggkat balok itu. Dan. Dengan refleks aku membalas dengan gerakan menancapkan pisau itu di sisi lehernya. Kai nampak kesulitan bernafas. Nafasnya terpenggal penggal. Sepertinya aku menancapkan atau mungkin memotong pembuluh darahnya.

Kai sekarat. Itu pemandanganku saat ini. Perasaanku sungguh campur aduk sekarang. Terkejut, bahagia, takut, semua perasaan itu bercampur menjadi satu.
Sudah banyak sekali darah yang mengalir tepat dimana aku menancapkan pisauku.

Aku melangkah mundur sedikit menjauhinya. Kai sudah berhenti bergerak. Nafasnya yang tadi terpenggal penggal sekarang sudah berhenti. Kai sudah mati. Dan pelakunya adalah aku. Sejak saat itulah, aku pertama kalinya dinyatakan membunuh seorang manusia.

Kris POV end.


Kris terus memikirkan tawaran itu. Sampai membuat kepalanya sedikit berdenyut.
"argh.. aku hanya membunuh siapapun yang mendekati Baekhyun. Jika itu tidak ada hubungannya dengan Baekhyun aku tidak akan melakukannya" ucap Kris setelah meneguk kasar segelas air mineralnya.
Ia menyandarkan dirinya di kursi kayu yang tidak jauh dari tempat dimana ia sedang berdiri. Wajahnya terlihat sangat frustasi. Kris mengusap wajahnya kasar kemudian mengacak-acak sedikit rambutnya. Setelah merasa sedikit tenang. Barulah ia memejamkan kedua matanya sembari mengatur deru nafasnya.
Tak lama dari itu, Kris mulai merasakan sesuatu yang berat menindihnya. Seperti ada yang duduk dipangkuannya. Ia segera membuka matanya dan melihat apa yang menindihnya. Rupanya, Baekhyun. Pemandangan yang ia pandan ketika membuka matanya adalah Baekhyun yang terduduk di pangkuannya. Wajahnya tersenyum lembut pada Kris. Baekhyun mengalungkan tangannya di leher kokoh Kris kemudian menempelkan 2 belahan daging kenyal miliknya pada milik Kris.
Kris sempat terkejut dengan sikap Baekhyun. Tapi ia sangat senang dengan sambutan manis Baekhyun padanya.

Kris membalas ciuman Baekhyun, tak kalah lembut. Hingga sampai beberapa saat, belum ada yang melepaskan ciuman diantara mereka. Dan Baekhyun, Baekhyun malah mendesah dalam ciuman. Entah itu ia lakukan sengaja atau bukan, tapi desahannya benar benar membangunkan nafsu Kris. Kris segera melepaskan ciumannya. Ia sedikit menyeringai.

"membangunkanku uhm?" tanya Kris dengan nada yang sedikit "berbahaya"

"aku "meridukannya" Kris.." bisiknya namun terkesan mendesah. Dan Kris semakin menyeringai. Batang hidung mereka saling menempel. Kris mengelus paha Baekhyun dengan gerakan searah.

"tapi lakukan dengan lembut Kris.." Baekhyun menundukkan wajahnya untuk melihat perutnya yang sudah sedikit membuncit, lalu kembali mengangkat wajahnya untuk menatap Kris.
Kris tersenyum mengerti.

Akhirnya, di malam itu, dapur lah yang menjadi tempat mereka menyalurkan rasa nafsu mereka dengan bercinta.


Esok paginya. Baekhyun terbangun lebih dahulu dari pada suaminya. Ia merasakan pinggangnya dililit. Ternyata memang benar. Lengan panjang Kris tengah memeluk erat pinggang ramping Baekhyun. Baekhyun tersenyum lembut. Ia mengelus lengan Kris, melepaskan lengan itu dari pinggangnya, kemudian beranjak perlahan dari kasurnya.

Kini mereka tengah duduk sambil menikmati sarapan mereka.
"kau pergi mengantar koran hari ini?" tanya Baekhyun memecah keheningan diantara mereka.
Kris mengangguk sebagai jawaban.

"Tapi sekarang kan minggu" protes Baekhyun setelah mendapat jawaban dari Kris. Kris terkekeh mendengar protes istrinya itu.
"aku mencari uang" jawab Kris sembari melahap roti selainya.

"tapi aku merindukanmu.." protes Baekhyun lagi.

"kemarin kita sudah menghabiskan waktu bersama. Dari sore hingga tengah malam baby"

Baekhyun tersenyum malu malu. Sambil mengelus perutnya dengan sayang.

"terimakasih kau sangat lembut kemarin" ucap Baekhyun lembut.

"aku menyayangimu juga menyayangi anak kita baby" balas Kris dengan mengerakkan tangannya untuk mengelus permukaan perut Baekhyun yang sedikit buncit, mengikuti Baekhyun.
Baekhyun tersenyum bahagia.

"aku mencintaimu Kris"
"aku lebih mencintaimu wu Baekhyun"

Kemudian mereka mempertemukan kedua bibir mereka dan berciuman sebentar, karena Kris yang melepaskannya lebih dulu.

"uhm.. aku mendapat pekerjaan baru yang lebih baik sayang" interupsi Kris.
Baekhyun membulatkan matanya dan menatap tidak percaya

"benarkah? apa itu sayang?" tanya Baekhyun menyelidik.

"Kemarin ada yang menawariku menjadi supir seorang konglomerat. Bayarannya cukup mahal. Jadi tidak kutolak" jawab Kris. Berbohong lagi. Kris berdusta lagi. Siapa yang menawarinya menjadi supir seorang konglomerat? Sehun kan menawarinya menjadi pembunuh bayaran. Bukan menjadi seorang supir. Ah. Itulah Kris. Kris akan selalu menutupi perbuatan brengseknya demi Baekhyun. Ia tidak ingin dipandang buruk oleh Baekhyun, dan bersikap seperti tidak ada kebohongan pada dirinya. Padahal keadaan sebenarnya, Kris adalah seorang keparat. Perampok, pembunuh, pencuri adalah profesi Kris yang ia tutupi dari Baekhyun.
Tapi anehnya, Baekhyun selalu percaya pada semua dusta yang Kris katakan padanya.

"benarkah? syukurlah~ kapan kau mulai bekerja padanya?" tanya Baekhyun antusias.

"mungkin minggu depan baby"


"jadi bagaimana, Kris?" tanya Sehun tanpa mengalihkan pandanganya dari tayangan televisi. Sehun hanya sedikit melirik Kris yang juga menatap tayangan televisi di hadapannya.

Kris menegakkan tubuhnya yang bersandar ke tembok lalu menuangkan bir ke gelas miliknya.
"aku menerimannya" jawab Kris.

Sehun tersenyum menyeringai mendengar jawaban kris yang menerima tawarannya. Kemudian ia menoleh pada kris

"baiklah.. kalau begitu.. besok kau ikut aku. Kita akan menemui seseorang yang menjadi rekan bisnis kita" ujar sehun.

"kenapa kau menawariku menjadi pembunuh?"

Sehun terkekeh mendengarnya "entahlah. Kupikir kau cukup bejat untuk menjadi seorang pembunuh. Kau bukan amatiran lagi kan? Kau selalu membuh siapapun yang berani mendekati baekhyun" jelas Sehun

"kai, suho, bahkan bosmu sendiri.. tapi anehnya, kau sama sekali tidak pernah tertangkap. Bahkan istrimu sendiri tidak tahu kalau kau sudah banyak membunuh orang. kau keren kris" lanjut Sehun.

Kris hanya mengangkat bahunya

"entahlah. Itu karena aku membenci orang yang berani menyentuh baekhyun" jawab kris enteng.

Sehun mengangguk mengerti. "kau posesif, tapi terkesan sadis" canda Sehun

"aku tahu itu" balas kris kemudian meneguk bir yang sudah ia tuang ke gelasnya.


"aku pulang"

Tidak ada jawaban dari sang istri. Kris menolehkan pandangannya menatap sekitar. Ia tidak menemukan baekhyun

"baby?" kris mulai menjelajahi apartemen sempitnya untuk mencari baekhyun. Tetap tidak menemukan baekhyun.

Kening Kris mengkerut saat ia masih belum menemukan baekhyun disana. Sampai ia menemukan robekan kertas yang tergeletak diatas televisi kecilnya. Ia meraih dan mulai membaca tulisan yang tertulis disana. Pesan dari baekhyun.

Kris.. aku pulang telat hari ini, aku akan pergi bersama kyungsoo, menemaninya belanja.. aku mencintaimu ^_^

-your baekhyun-

Kris tersenyum lega setelah membacanya.

"belanja rupanya" gumamnya. Ia meletakkan kembali kertas kecil pesan baekhyun itu dan berjalan kekamar. Kris merebahkan dirinya di kasurnya dan tidak lama dari itu ia terlelap.

TBC

a/n: annyeong yeorobun~ chapter selanjutnya sudah tayang (?) nih~ hoho, maaf lama mengupdate ffnya, karena ada sedikit kesibukan ==v jeongmal mianhae~

Terimakasih yang sudah mereview~ aku cinta kalian :D

Reviewnya jangan lupa chingudeul~

Review kalian akan membuat saya lebih semangat bikin next chap

Gomaptaa #bow