One Year Later

Pair: HunHan

Other Cast: Oh Se Han, etc

Genre: Angst, Romance,Marriage Life etc

Rated: T - WARNING M-PREG!

Author: Xiayuwe Liu

Note: Just enjoy it but don't forget for RCL thankiss :*

*Xiayuwe Liu Present**

***One Year Later***

For a long time I've been living, having forgotten of you.. For a while, i thought i was doing fine.. However i started to realize it as time pass by That i am nothing without you –One Year Later by Onew shinEE ft. Jessica Jung

.

.

.

Hari ini adalah hari keberangkatan luhan ke korea, fans yang kebanyakan kaum hawa sudah menanti di pintu kedatangan untuk menyambut kedatangan sang idola untuk pertama kalinya sejak debut luhan menjadi seorang aktor sekaligus penyanyi. Muda.. imut.. berbakat.. cerdas.. dan ramah.. tentu siapa yang tidak suka dengannya?

"whoa.. fans mu dikorea banyak sekali lu ge". Ucap manajer huang berbinar-binar saat melihat dari kaca jendela pemisah.

Luhan tidak menggubris ucapan manajernya, fikirannya melambung tinggi entah kemana.

^Flashback^

Luhan nampak menekuk wajahnya ketika melihat sehun sedang bercanda dengan seorang perempuan cantik, dengan sengaja luhan melewati keduanya bermaksud untuk memisahkannya.

Sehun tersenyum melihat tingkah luhan yang kekanakan,, namun ia tetap menghampirinya.

"yak..kenapa?". tanya sehun.

"tidak kenapa-napa". Jawab luhan sambil tetap mempoutkan bibirnya.

Dengan gemas sehun mencuri 1 ciuman dari bibir luhan.

"yak!apa apaan kau oh sehun!". Teriak luhan kesal setelah sehun mencuri 1 ciuman.

"kau terlalu imut saat mempoutkan bibirmu..aku jadi gemas ingin menciumnya". Jawab sehun polos.

Pipi luhan pun memerah setelah mendengar gombalan sehun.

"dasar bodoh". Umpat luhan.

"tak apa.. aku akan lebih bodoh jika tidak dicintai olehmu". Ucap sehun sambil menggenggam tangan luhan.

"cha.. kita kekantin sekarang". Ucap sehun lagi.

Semua pasang mata menatap sepasang kekasih sesama jenis yang sedang dilanda cinta itu, tak ada yang menyangka bahwa mahasiswa sedingin sehun adalah gay dan bisa menggombal seperti itu..namun mereka tidak begitu mempermasalahkannya selama pasangannya adalah si manis luhan ya, hanya luhan yang mampu meluluhlantakan hati dingin sehun.. bahkan sehun menjadi sangat ramah kepada semua orang.. tentu mereka bersyukur bahwa sehun menjadi seperti itu karena sosok luhan si mahasiswa pertukaran dari beijing yang memiliki sifat ramah yang kelewat batas itu.

^Flashback off^

"lu ge.." panggil manajer huang membuyarkan fikiran melayang luhan.

"ada apa?". Tanya luhan datar.

"kita akan segera keluar, kau jangan bengong seperti ini nanti fans mu mengira kau tidak senang berada di korea dan bertemu mereka". Ucap manajer huang mengingatkan.

Luhan mengangguk pelan dan mulai memasang wajah seramah mungkin sebelum melenggang keluar.. teriakan histeris dari para fans memenuhi tempat itu, luhan terus tersenyum cerah sambil menyapa para fans dengan bahasa korea nya yang lancar, sesekali meladeni fans untuk memberikan tanda tangannya sebelum ia masuk kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanannya ke hotel tempat ia menginap selama diseoul.

.

.

.

"besok daddy libur, sehan mau ikut bersama daddy pergi?". Tanya sehun saat makan malam.

"wah.. sehan mau ikut daddy!". Jawab sehan ceria. Kapan lagi punya waktu jalan-jalan bersama daddynya?

Sehun tersenyum melihat anak semata wayangnya terlihat begitu bersemangat.

"kita mau kemana dad?". Tanya sehan.

"rahasia.. nanti kalau sudah ada ditempatnya daddy akan kasih tau". Jawab sehun sambil tersenyum.

"sehan jadi ga sabar pergi sama daddy". Ucap sehan polos.

"daddy yakin kau pasti senang sayang". Ucap sehun dalam hati.

Keesokan harinya sesuai dengan janji sehun mengajak sehan pergi.. bukan ke taman bermain ataupun mall seperti biasa, tapi pergi kesuatu gedung stasiun televisi terkemuka di seoul.. setelah melakukan suatu registrasi, sehun pun masuk kedalam suatu ruang di dalam gedung itu.. terlihat sudah banyak orang yang datang ketempat itu.. kebanyakan adalah gadis-gadis belia.. sisanya adalah wartawan.

"kau memiliki banyak fans xiao lu". Batin sehun sambil tersenyum tipis.

"daddy kita ada dimana sekarang?". Tanya sehan bingung.

"kita ada disebuah acara televisi sehan-ah". Jawab sehun.

"untuk apa kita kesini dad?". Tanya sehan lagi.

"kita akan bertemu seseorang yang manis". Jawab sehun lagi.

"sehan jadi bingung". Ucap sehan pada dirinya sendiri.

Sehun hanya tersenyum melihat tingkah polos anaknya.

"selamat siang untuk semua yang ada disini.. pastinya kalian menunggu seseorang yang special yang akan hadir disini bukan?". Tanya sang MC memulai acara.

Suara riuh para gadis-gadis belia itu menggema ke seisi ruangan.

"baiklah kita sambut bintang tamu special kita LUHAN!". Teriak sang MC yang disambut gegap gempita para fans.

Luhan melenggang masuk dengan senyumannya yang memukau dan begitu manis.

"ne annyeonghaseyo luhan imnida!bangapseumnida". Ucap luhan memperkenalkan dirinya dengan sumringah.

"ya disini sudah ada luhan.. aktor pendatang baru dari negeri seberang yang yang sedang meroket namanya di cina bahkan diseluruh asia dan dunia..bagaimana kabarmu luhan-ssi?". Tanya sang mc.

"terima kasih sebelumnya kepada para fans yang sudah datang menyemarakan acara.. dan terima kasih juga karena telah mendukungku hingga saat ini.. kabarku baik-baik saja". Jawab luhan sumringah.

"wah.. nampaknya luhan-ssi mampu berbicara bahasa korea dengan lancar ya?". Tanya sang mc sambil berdecak kagum.

"ah tidak juga..aku kadang tidak tau beberapa kata dalam bahasa korea". Aku luhan malu-malu.

"bagaimana luhan-ssi bisa berbahasa korea seperti ini?". Tanya sang mc lagi.

"ah.. itu karena aku suka sekali mempelajari bahasa-bahasa.. dan kebetulan dulu aku sempat menjadi salah satu anggota pertukaran mahasiswa di korea selama 1 tahun ". Jawab luhan lagi.

"wah.. jadi luhan-ssi pernah tinggal selama 1 tahun dikorea? Bagaimana kesan kesan selama dikorea? Apakah ada cerita cinta di korea yang akan dibahas oleh luhan-ssi?". Tanya sang MC lagi yang disambut teriakan para fans.

Luhan nampak tersenyum getir.

"cerita cintaku disini bukanlah cerita cinta yang bisa sembarangan diceritakan". Ucap luhan membatin.

"ah.. bagaimana kalau diakan sesi tanya jawab saja untuk hal ini?". Tanya sang MC meminta persetujuan para audience.

Seorang pria pun nampak mengangkat tangannya.

Sehun..

Luhan pun akhirnya melihat sehun.. bersama seorang anak kecil yang digendongnya.

"ah.. ada seorang pria tampan rupanya yang menjadi audience disini.. pertanyaan apa yang kau ingin tanyakan?".

Baik sehun dan luhan saling bertatapan.. ada perasaan yang berbeda-beda yang tercermin dikeduanya.

"aku ingin bertanya.. bagaimana perasaan luhan-ssi setelah menjadi aktor terkenal disaat debutnya baru 1 tahun ini? Apa saja hal yang harus dikorbankannya untuk mengejar impiannya ini?". Tanya sehun datar namun menusuk.

"wah.. pertanyaan yang cukup menarik.. bagaimana luhan-ssi?". Tanya sang MC memastikan luhan mau menjawab atau tidak.

"aku akan menjawabnya.. perasaanku sangat bahagia dan juga senang.. seringkali aku tidak menyangka bahwa aku yang berada disini adalah seorang aktor yang dikenal banyak orang.. walau aku baru didunia hiburan ini namun karena kerja keras sebelumnya lah yang menjadikan ku seperti ini.. tentu ada banyak hal yang aku korbankan dalam mengejar mimpiku ini.. namun apa yang aku korbankan ini akan aku pertanggungjawabkan dikemudian hari.. hanya menunggu waktu yang tepat untuk bisa mengembalikannya kesedia kala.. mohon menunggu". Jawab luhan dengan tenang walau hatinya begitu teriris.

"aku mencoba mengerti jawabanmu xiao lu". Bisik sehun dalam hati dan memancarkannya lewat tatapan.

.

.

.

Hari ini sehun cukup sibuk dikantornya karena sedang ada perekrutan karyawan baru, sebagai seorang manajer personalia tentu hal ini membuat sehun lebih sibuk lagi dibanding hari biasanya, andai saja perekrutan karyawan baru bukan hari ini sudah pasti sehun sedang menguntit luhan sekarang, ah luhan... terlintas namanya saja sudah membuat sehun mendadak menjadi murung.

^Flashback^

Waktu berjalan begitu cepat jika engkau bersama seseorang yang kau cintai, begitulah yang terjadi kepada sehun dan luhan.. selepas luhan selesai untuk pertukaran mahasiswa, sehun menjadi rajin untuk bolak-balik seoul-beijing demi bertemu dengan kekasih tercintanya, mengejar waktu untuk bisa lulus kuliah secepatnya untuk menikahi luhan.

"xiao lu.. menikahlah denganku". Pinta sehun dengan sungguh-sungguh sambil menunjukkan sepasang cincin cantik didalam kotaknya.

Sehun nampak bingung dengan ekspresi luhan yang tidak menunjukkan dia senang.

"kau tidak senang lu?". Tanya sehun.

"kau seharusnya tau". Jawab luhan ambigu.

Sehun nampak berfikir.

"karirmu?". Tanya sehun lagi.

Luhan mengangguk.

"kau tau kan aku sangat ingin menjadi seorang aktor, itulah alasan kenapa aku kuliah dibidang itu... kalau aku menikah bagaimana dengan karir yang baru saja aku bangun sehun? Aku harap kau memahaminya". Jelas luhan.

Sehun nampak bingung, bagaimanapun ia ingin segera mempersunting luhan.

"aku akan berusaha keras untuk menyembunyikan pernikahan kita sampai kau siap nantinya, lagipula kau laki-laki.. kau tidak akan hamil untuk pernikahan ini sehingga kau tidak perlu khawatir tentang karirmu". Ujar sehun mencoba membuka fikiran luhan.

"apa kau berjanji untuk bisa menyembunyikan pernikahan kita nantinya? Justru karena kita sesama laki-laki maka pernikahan kita adalah suatu hal yang tabu untuk disampaikan". Ucap luhan getir.

"aku akan tetap menyembunyikan pernikahan kita sampai gay tidak lagi tabu diantara mereka". Jawab sehun mantap.

"kau yang akan banyak tersakiti sehun". Ucap luhan lagi.

"karena kau sangat mencintaimu xiao lu maka aku bersedia menerima banyak kesakitan.. jadi menikahlah denganku". Pinta sehun lagi dengan tegas.

Luhan nampak berlinangan air mata terharu.

"ya.. aku bersedia menikah denganmu". Jawab luhan final sambil memeluk sehun erat.

^flashback off^

"tuan oh.. tuan oh..". panggil sekretaris ahn membuyarkan lamunan sehun.

Sehun mendesah getir mengingat masa lalunya.

"ada apa sekretaris ahn?". Tanya sehun.

"ketua kim bilang tuan oh bisa pulang sekarang". Jawab sekretaris ahn.

Sehun mengeryitkan dahinya bingung, pasalnya justru seharusnya ia sangat sibuk, kenapa sekarang disuruh pulang?'

Dddrrtt.. dddrrtt..

Sehun nampak tersenyum dengan sms dari ketua kim yang tak lain dan tak bukan adalah sahabatnya sejak kuliah.

From. Kim Jongin

Aku tau hatimu sedang berada bersamanya kau bisa pulang sekarang, tak apa masih ada sekretaris ahn yang akan menyelesaikannya.. kau kejarlah dia.. ini hari terakhirnya di korea, kejar dia selama kau bisa mengejarnya kembali.

"kau memang sahabat terbaikku..ku pastikan akan mentraktirmu nanti". Ucap sehun dalam hati dan bergegas pulang.

.

.

.

Sementara di apartemen sehun, seseorang pria mungil nampak menghampiri sehan yang sedang asyik bermain mobil mobilan, mata jernihnya menatap sehan dengan senyum simpulnya.

Sehan yang menyadari ada seseorang didekatnya pun menatap si pria mungil.

"ahjussi mencari siapa? Aih... bukannya ahjussi yang kemarin ditanya daddy?". Tanya sehan polos.

Pria mungil itu pun memeluk sehan dengan erat dan menangis.

"ahjussi kenapa?". Tanya sehan bingung.

"mommy merindukanmu sehan". Ucap pria mungil itu sambil terus menangis.

"mommy? Mommy siapa?". Tanya sehan semakin bingung.

Pria mungil itu melepaskan pelukannya dan menatap sehan intens.

"ini mommynya sehan.. sehan tidak ingat?". Tanya pria mungil itu dengan senyum pahitnya.

Sehan menggelengkan kepalanya.

"sehan tidak ingat sehan punya mommy.. sehan cuma punya daddy". Jawab sehan polos.

Hati pria itu mencelos begitu perih.

"maaf mommy meninggalkan sehan sampai sehan tidak ingat dengan mommy.. tapi sungguh ini mommynya sehan, yang melahirkan sehan". Ujar pria mungil itu.

"mommy? Sehan senang punya mommy". Ucap sehan polos sambil memeluk erat pria mungil itu.

Pria mungil itu semakin menangis dengan pelukan sehan.

"maafkan mommy sehan.. mommy yang begitu egois..maafkan mommy". Ucap batin pria mungil itu.

.

.

.

"sehan suka main mobil-mobilan ini mommy.. kata daddy kalau sehan sudah besar sehan bisa jadi pembalap handal". Celoteh sehan.

Sehan terus menceritakan segalanya kepada pria mungil,sang mommy .. mulai dari kebiasaannya bersama daddynya dan segala hal yang anak ini ingat, sehan begitu cerdas untuk ukuran anak seukurannya.

Pria mungil ini terus tersenyum sambil mengelus surai coklat kehitaman milik sehan sampai tidak menyadari seseorang telah masuk.

"sehan.. daddy pulang..ayo kita jalan..ja..lan".

Ucapan sehun berhenti ketika melihat sehan sedang bersama seseorang... seseorang yang selalu berada dihatinya dengan tinta emas.. dan kini sedang berada didepannya menatapnya dengan penuh kesenduan.

"xiao lu.. " bisik sehun.

.

.

.

It feels like I've been dreaming for a long time. I've Wandered and wandered around for a while As if we made a promise.. standing here in front of each other like that day from four seasons ago.

TBC

-Xiayuwe Liu-