A Birthday Fic For My Little Sister

-Ryena a.k.a kyuinmin a.k.a KyuMin Poreper-

Hope You Like It, Sis! ^^

.

Pairing:
Kyu & Min

.

Warning:
Yaoi, Typo (es), Non-Beta-ed, DLDR

.

enJOY!

.

Dua jam, 30 menit. Merenung, menghitung kata, dan merangkainya menjadi sebuah plot yang padat, indah, dan penuh makna. Secangkir kopi setia menemani, dan sebuah teko kecil untuk isi ulang berdiri manis di samping cangkir. Mereka begitu serasi. Cantik.

Namun sayang, cantiknya sepasang cangkir dan teko itu tidak selaras dengan inspirasi yang harusnya datang membanjari barisan kosong microsoft word yang sudah hampir setengah hari setia menantikan Sungmin menuliskan ide-ide segarnya.

"Ya Tuhan, apa salahku?" Sungmin melepas kacamatanya lalu memijit batang hidungnya dan membuang napas dengan berat. Sambil mendongak ke langit-langit kamarnya, Sungmin mencoba mencari kepingan-kepingan ide segar itu kembali. Mustahil ia menemukannya di sana.

"Di sini." Sungmin menunjuk keningnya, "sedang ada yang tersumbat. Sehingga ide-ideku tidak bisa mengalir dengan lancar ke sini." Lanjutnya sambil mengangkat kedua tangannya. "Aigoo, ada apa denganku?" keluhnya mulai gusar.

Ia pandangi kedua tangannya lebih lama. Terus memandangi, seolah akan ada keajaiban yang tiba-tiba muncul dari sana—padahal itu mustahil.

Sungmin pun memutuskan untuk meninggalkan lingkaran suci itu, maksudnya paduan meja, laptop dan pasangan cangkir dan teko tadi, oh jangan lupakan juga kacamatanya. Ia berjalan gontai menuju jendela kamarnya.

Ia duduk di sebuah kursi kayu yang sengaja ia letakkan di sana. Kursi kayu yang pernah mendapatkan kritikan pedas dari sahabatnya Kim Heechul karena kursi itu membuat kamar Sungmin seperti kamar seorang lansia yang sedang menantikan anak cucunya untuk datang berkunjung di akhir pekan. Betapa ingin Heechul menyingkirkan kursi itu, membakarnya, atau membuangnya ke hutan amazon, atau menenggelamkannya ke sungai Han agar dimangsa oleh Piranha, sayangnya ikan buas itu tidak ada di sana. Dan ikan piranha tidak makan kayu. Bodoh.

Kriets...kriets...

Kursi itu lumayan tua—Heechul menyebutnya terlalu tua—hingga sedikit berisik ketika seseorang mendudukinya. Deritan kursi itu sedikit provokatif, jika kau polos kau hanya akan mengira bunyi itu biasa saja, tapi jika kau setipe dengan Kim Heechul yang begitu sempurna dan begitu pintar mengkaitkan segala hal dengan seenak hatinya maka kau hanya akan membayangkan dua tubuh saling bergumul di atas sebuah ranjang.

Begitulah.

Sambil memandang keluar jendela, pemandangan yang ia temukan tidak terlalu banyak. Hanya penampakan pohon besar—tempat sarang lebah tempo hari bergantung—dan sebuah jendela dari rumah tetangga yang bentuknya lumayan identik dengan yang dimilikinya.

"Huh, jadi dari sana orang itu mengintipku." Bisik Sungmin sembari mencondongkan badannya ke depan, lalu menumpu kedua sikunya pada bingkai jendela. Matanya menyipit tatkala memperhatikan jendela tersebut, kemana si pemilik jendela itu?

Sejak insiden Bunny beberapa hari yang silam Sungmin perlahan-lahan mulai merasakan ketenangan. Tidak ada suara berisik orang berpesta, tidak ada mobil yang parkir sembarangan di depan gerbang rumahnya dan tidak ada kotoran anjing di beranda.

"Begini kan lebih baik." Gumam Sungmin tersenyum puas. "Apa mungkin orang itu sudah pindah?"

'Oh demi Tuhan, semoga saja itu yang terjadi.'

Tapi Tuhan sedang tidak berada di pihaknya. Si tetangga sebelah tiba-tiba saja muncul di hadapannya, err...maksudnya di sana, di kamarnya, di depan jendelanya sendiri. Begitulah.

"Kau merindukanku, sayang?" panggil si tetangga yang lebih familiar kita sebut sebagai Cho Kyuhyun.

Memutar kedua bola matanya, Sungmin mulai merasa pemandangan di luar jendelanya sudah tak indah lagi.

'Kapan aku bilang pemandangan di sana indah?' protes Sungmin dalam hatinya.

"Hey, ayo mengaku saja manis, kau merindukanku kan?" Kyuhyun masih setia dengan karakternya menyebalkan dan membuatnya jengkel, beruntung ia memiliki wajah yang tampan, rasa jengkel itu berkurang sedikit. Sangat sedikit.

"Bisa kau menyingkir dari hadapanku?" kata Sungmin sambil menyandarkan badannya ke punggung kursi tua itu. "Perasaanku tiba-tiba saja jadi tidak enak sejak kau muncul di sana." Sungmin mengernyit malas setelah sekilas memandang Kyuhyun dengan sudut matanya. Ahh...biarpun sekilas, tapi kedua mata itu masih mencari sosok tampan di balik jendela sana kan? Nice!

"Ini tempatku." Kyuhyun mengendikkan kedua bahunya, tentu saja menolak dengan mentah permintaan Sungmin. Ia masih ingin menggoda tetangganya yang manis ini. "Writer block?" Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, mencoba peruntungannya untuk menahan Sungmin dalam sebuah percakapan yang mungkin bisa menarik perhatian si tetangga manis.

Sungmin mendecih, "Tahu apa kau soal writer block?" ujarnya memandang Kyuhyun dengan remeh.

"Aku suka membaca."

"O ya?" Lalu apa hubungannya, bodoh! Sungmin memutar kedua bola matanya kembali. Ia tidak percaya sama sekali.

"Ya." Sahut Kyuhyun dengan yakin. Ia pun duduk di tepi jendelanya, sepertinya ia juga punya kursi di dekat sana.

"Kau baca apa?"

"Aku? Aku baca...hm...aku suka cerita erotis...kau tahu...Mr. Grey." Katanya sambil mengangkat-angkat alisnya dengan genit ke arah Sungmin.

Sungmin melotot.

"Hahahahah!" Kyuhyun sontak tertawa keras ketika melihat reaksi Sungmin yang begitu terkejut setelah mendengar pengakuannya.

"Kau gila!"

"Oke, oke. Tadi aku cuma bercanda. Sebenarnya aku tidak pernah membaca cerita semacam itu sama sekali. BDSM, urmm...itu bukan duniaku. Tapi kalau kau berminat untuk mempraktekkannya bersamaku, aku sangat siap, Sungmin-ssi." Kedua alisnya bergerak-gerak genit kembali, membuat Sungmin ingin mewujudkan impian Heechul dengan melemparkan kursi tuanya ke wajah Kyuhyun di seberang sana.

"Kau terlalu berisik." Sungmin tak ingin lama-lama mendengar ocehan sang tetangga yang semakin terdengar—ehem melecehkan ehem—menurutnya.

"Aku sedang membantu agar kau rileks. Kau terlihat tegang, aku bisa melihat urat-urat lehermu dari sini."

"Ha ha ha..." tawa Sungmin terdengar sarkastik. "Kau malah membuat urat sarafku semakin tegang."

"Apa?! Aku membuatmu tegang? Padahal aku belum melakukan apa-apa? Apa wajah tampanku ini sudah membuatmu bereaksi secepat itu?"

"K-kau-"

Kyuhyun memotong lebih dulu, "Ah, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika aku membuka bajuku sekarang. Aku pasti bisa membuatmu orgasme.

"Kurang ajar!"

"Yes, baby. Aku memang sudah kurang ajar karena tanpa sengaja sudah membuatmu terangsang seperti ini."

"Yah! Tutup mulutmu!" Sungmin berdiri dengan marah.

"Kau semakin terlihat seksi dengan jika marah. Ayo marah lagi, sepertinya kali ini kau yang akan membuatku tegang." Lagi-lagi Kyuhyun mengangkat-angkat alisnya—dengan genit tentunya. "Oh, tidak tidak tidak! Aku akan segera keluar! Ayo baby, ayo marah lagi!" Kyuhyun semakin gencar menggoda Sungmin.

Sungmin hanya bisa tercengang dan tak tahu harus berkata apa.

"Kau sudah gila, Cho Kyuhyun."

"Dan kau akan tergila-gila padaku, Lee Sungmin." balasnya menyeringai.

Sungmin mendengus tak senang lalu segera berbalik dan meninggalkan ruangan tersebut.

"Ya, kau sudah membuatku gila dan hampir membuatku kepalaku pecah." Ujar Sungmin dengan sinis.

"Hmm...itu baru gejala awalnya, sayang. Setelah itu kau tidak akan bisa tidur dengan nyenyak karena kau akan selalu memikirkanku." Sahut Kyuhyun.

"Mati saja kau!" teriak Sungmin tanpa menoleh sama sekali, lalu membanting pintu kamarnya dengan keras hingga bunyinya terdengar ke seberang.

.

.

.

"Sepertinya aku sudah membuat kakak iparmu kesal, teman." Kata Kyuhyun pada Bunny yang sedang berbaring sambil menggigit mainan tulang di dekat kakinya.

"Woof! Woof!" sahut Bunny.

"Ya...ya...ya aku tahu, aku sudah kelewatan." Jawab Kyuhyun sambil mengusap-usap punggung anjing kecil tersebut. "Tapi kalau tidak begitu, aku tidak akan punya tempat di hatinya. Bagaimana menurutmu?" Kyuhyun menyeringai.

"Woof! Woof! Woof!" sahut Bunny lagi.

"Ahh, akhirnya kau mengerti. Anjing pintar."

Kyuhyun menatap ke jendela seberang kamarnya kembali, lalu ia tersenyum dan meletakkan kedua tangannya di bingkai jendela kamarnya tersebut.

"Apa jadinya jika aku ada di sana?"

.

.

.

Tbc

.

Hehehe...setelah dipikir-pikir kayaknya g seru kalo ceritanya dibikin tamat dalam 2-3 chapter aja.

Kyuhyun-nya nyebelin kan? Saya aja jadi sebel ama dia...setelah baca ulang... =_=v

Okelah, sampai ketemu di chapter selanjutnya.

.

NO COPAST KAY!

.

-Mami Ju2E-