Assumed (c) darkjune a.k.a Junee_Park
Drama-Romance
Teenager-Rated
Main cast: Jeon Jungkook x Kim Yerim
Other cast: Kim Yugyeom, Jung Jaehyun, Kim Mingyu, Bambam
Jungkook, Yeri, dan karakter lainnya milik Tuhan, keluarga, agensi, fans, dan dirinya sendiri. Da aku mah apa atuh, cuma punya alur cerita hehehe
...
Bel istirahat adalah salah satu suara idaman para murid selain bel pulang sekolah ataupun pengumuman jam kosong. Belum satu menit terlewati dari dering bel dan ruang-ruang kelas mendadak sepi, sementara kantin berubah ramai seperti sedang diadakannya festival sekolah. Jungkook dan teman-temannya adalah salah satu pemeran penting dalam meriahnya suasanya kantin.
Selain karena mereka merupakan pengacau kelas kakap di sekolah mereka, mereka juga merupakan sekumpulan most wanted boyfriend bagi hampir seluruh siswi di tempat yang sama. Ada Yugyeom yang begitu calm dan lemah lembut, Jaehyun sang kapten basket yang selalu tampil cool, Mingyu yang punya senyum semanis gulali, Bambam si berisik namun berhati hangat dan punya selera humor yang bagus, dan jangan lupakan Jungkook selalu punya tatapan maut yang bisa memikat gadis-gadis dalam sekali lirik.
Sayang sekali tatapan maut Jungkook kali ini merupakan tatapan maut dalam arti yang sesungguhnya. Setiap ada yang mengganggunya sedikit saja, pemuda itu akan memberikan tatapan tajam nan mematikan andalannya, bahkan kepada sahabat-sahabatnya sendiri, yang tentu saja tidak mempan.
"Hei Kook, kau kenapa sih? PMS?." Seru Bambam asal yang membawa gelak tawa bagi Mingyu.
Jungkook hanya melirik Bambam dan Mingyu lalu melanjutkan mengunyah makan siangnya sementara Yugyeom dan Jaehyun hanya menggelengkan kepala mereka sambil terkekeh menyaksikan interaksi tiga manusia itu.
"Eunha memutuskanku seminggu yang lalu." Jungkook akhirnya buka mulut.
Untuk sejenak keempatnya terdiam, hingga tiba-tiba tawa Bambam dan Mingyu kembali meledak menggegerkan seisi kantin sekolah, sambil terus berujar 'sukurin', 'rasakan kau', 'sudah sepantasnya' dan lain sebagainya. Sementara Yugyeom menepuk-nepuk pundak Jungkook dan Jaehyun hanya terkekeh ringan menatap Jungkook yang semakin mendung.
Mereka benar-benar tahu caranya menjadi pusat perhatian seluruh siswa-siswi di kantin tanpa harus berusaha keras.
...
"Memangnya apa alasan Eunha memutuskanmu?." Jungkook kini sedang berada ruang latihan band bersama Mingyu, keduanya adalah anggota inti club Band di sekolah mereka.
"Katanya aku hobi flirting." Dan jawaban Jungkook sukses menghadirkan tawa bagi Mingyu yang tengah sibuk dengan gitar listrik di tangannya.
"Kurasa Eunha cukup cerdas untuk bisa tahu hal itu dalam waktu kurang dari dua bulan." Mingyu masih tertawa sambil meletakkan gitar listrik ke tempatnya sementara Jungkook mendecih sebal.
"Sudah kubilang bukan, lebih baik Eunha dengaku saja daripada stress menjadi kekasihmu." Jungkook hampir melempar Mingyu dengan stik drum yang ada di samping tubuhnya jika saja pemuda berkulit tan itu tidak segera berlari keluar dari ruang latihan sambil berteriak.
"Jangan lupa kunci ruangannya jika kau tidak ingin diomeli kak Yoongi."
Jungkook kembali mendecih dan mulai membereskan perlengkapannya untuk kemudian keluar dari ruang latihan dan menguncinya. Membiarkan perasaannya yang masih kacau dibawanya kembali ke rumah. Mungkin tidur dapat memperbaiki perasaannya hari ini.
TBC
A/n: ini absurd, tapi tetep diupdate wkwk
