Miza : Balik lagi sama Miza minna~ *peluk semuany* /ditendang

Ga usah basa-basi aja kali ya, biar para reader nya gak kadaluarwa duluan disini (?)

Maaf ya kalau up nya telat..

Disclaimer : Crypton Media Future dan Yamaha Corp

Happy Reading!

Don't Like Don't Read!


With You – Chapter 2

Len & Rin – Benci

Len POV : On

Aku mulai berlari, karena sudah tinggal 15 menit lagi bel sekolah akan berbunyi dan aku masih baru berangkat dari rumahku yang sedikit jauh dari sekolah.

"Harus cepat, harus cepat." Gumam ku sedikit bersemangat karena pagar sekolah sedikit terlihat dari kejauhan.

Sedikit lagi, sedikit lagi akan sampai, tinggal beberapa meter lagi hingga..

BRUK!

..Aku menubruk seorang gadis yang membuat kami berdua terjatuh.

Dengan kesal, aku langsung berdiri dan segera membersihkan pakaian ku dari debu yang menempel. Kulihat gadis itu juga membersihkan rok nya tersebut. Rambutnya berwarna sama denganku, yaitu Honeyblonde, iris matanya juga mirip denganku, Aquamarine. Hanya saja dia memakai bandana putih di kepalanya dan kira-kira rambutnya juga panjangnya sama denganku, tapi kalau aku di ikat dengan style Ponytail kecil.

Dan apa-apaan ini?! wajahnya bahkan hampir sama denganku! Apakah aku bertemu denganku Doppleganger ku?

"Hati-hati kalau jalan! Dasar perempuan!" Seru ku sambil bersiap untuk berlari meninggalkannya lagi.

"Kau juga harus melihat-lihat kemana kau akan berlari bodoh!" Balasnya membuatku kesal, tanpa memedulikannya, aku langsung berlari, tapi sayang seribu sayang, saat mulai berlari aku malah tersandung kaki ku sendiri dan jatuh pas setelah berciuman dengan pagar sekolah.

"Ha! Rasakan itu!" Sialan, gadis ini tidak ada manis-manis nya sama sekali! Kulihat setelah dia memeletkan lidahnya kepadaku, dia mulai berlari ke dalam sekolah, meninggalkanku.

Ugh, aku benci ini.

Dengan segera aku mulai berlari ke arah kelasku, dan huft.. Untung saja Yan He-sensei masih belum datang, aku bisa bernapas lega sekarang.

"Ohayou Len-kun, tumben telat?" Ku menoleh ke arah sumber suara dan menemukan Miku sedang tersenyum pada ku. Aku mulai blushing, dia benar-benar cantik, tidak seperti gadis itu.. Argh! Kenapa malah ke gadis itu lagi sih!?

"Ohayou mo Miku, yah, begitulah." Jawab ku seadanya saja, kulihat dia hanya tertawa kecil.

"Hey Len!" Sapa seseorang yang tiba-tiba merangkulku. Sedikit kaget, aku menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Ada apa, Zhiyu?" Tanya ku malas, dia ini adalah Zhiyu Moke, sahabatku sejak kecil. Dia merupakan keturunan China.

"Jangan galak-galak begitu dong Len~" Balasnya sambil tertawa. "Kudengar hari ini ada murid pindahan loh." Lanjutnya.

"Masa bodo." Ucap ku mulai melihat ke arah luar jendela.

"Yah, Len gak seru ah."

"Maaf saja kalau aku tidak seru."

"Huh, Len menyebalkan." Kulihat Zhiyu mulai beranjak dari tempatnya dan mulai berjalan ke arah Rana-san dan mulai berbincang dengan nya, benar-benar pasangan yang serasi, sang lelaki nya shota dan sang perempuannya loli. Oke, abaikan pemikiran ku yang satu ini.

SREEKK..

Kulihat Yan He-sensei mulai masuk kelas membuat kelas yang tadinya ramai dan berisik menjadi sunyi dan diam seketika. Ketua Kelas memberi aba-aba untuk memberi salam pada Yan He-sensei.

"Nah, anak-anak, kalian akan mendapat teman baru disini." Ujar nya membuat semua murid –kecuali aku dan Miku, bersemangat sekali. "Laki-laki atau perempuan Sensei?" Tanya Zhanyin-san sangat bersemangat.

"Bersabarlah Lorra-san, Rin-san masuklah." Perintah Yan He-sensei pada seseorang yang berada di luar kelas tersebut.

Murid tersebut langsung masuk ke dalam kelas setelah diperintah oleh Yan He-sensei. Tunggu dulu, sepertinya aku kenal dia deh, tapi diman-..

BENAR JUGA!

BRAK!

"Kau!"

Dia adalah gadis menyebalkan yang kutemui pagi ini di depan pagar sekolah! Dia ternyata murid baru!? Tidak kusangka, tapi mengapa HARUS SEKELAS?! Ugh, aku benci ini, sangat benci!

Len POV : Off

BRAK!

"Kau!" Seru Len sambil menggebrak meja nya dengan cukup keras, membuat semuanya terkejut, bahkan Zhiyu terlihat ketakutan.

"Kau gadis menyebalkan yang kutemui pagi ini bukan?!" Teriak Len sambil menunjuk-nunjuk wajah gadis yang hampir sama penampilannya dengannya tersebut. Gadis itu sendiri hanya cengo untuk beberapa saat lalu wajahnya berubah kesal melihat Len menunjukknya dengan tak sopan.

"Dan kau adalah lelaki bodoh yang ceroboh di depan pagar sekolah bukan?!" Balas gadis tersebut membuat Len makin kesal. "Kau yang ceroboh karena menubruk'ku tahu! Kau tidak tahu apa saat itu aku sangat terburu-buru!" Len membalas, dia sekarang melipat tangannya di depan dadanya dan menatap gadis tersebut dengan sinis.

"Aku? Ceroboh? Jangan bercanda! Kau yang berlari tanpa lihat arah lalu tiba-tiba menubruk'ku! Bahkan tanpa membantuku berdiri, kau malah akan meninggalkanku! Tapi, rasakan itu saat kau tersandung kaki mu sendiri dan jatuh setelah berciuman dengan pagar sekolah." Wajah Len mulai memerah saat teman-temannya menertawakannya saat mendenggar perkataan gadis tersebut. Bahkan Yan He-sensei dan Miku ikut menertawakannya! Dia tambah malu, dia berjanji suatu saat akan membalas perkataan gadis itu! Dia janji!

"Yan He-sensei! Kenapa gadis menyebalkan itu masuk kelas ini?! mengapa tidak kelas lain saja sih!" Protes Len pada Yan He-sensei saat tawa guru tersebut mereda, namun naas, Len dikacangi olehnya.

"Hei lelaki bodoh nan ceroboh! Aku punya nama tahu!"

"Aku juga punya nama bodoh! Nama ku Kagamine Len! Dasar gadis menyebalkan!"

"Hei! Aku tidak menyebalkan! Namaku Kanemi Rin! Ingat itu, Kagamine-san!" Balas gadis bernama Rin itu sambil menekan suffixsan sambil tersenyum mengejek.

"Nah, kalian dengar bukan? Namanya adalah Kanemi Rin, dia akan menjadi teman baru kalian hari ini! Sensei harap kalian berteman baik dengan Kanemi-san ya!"

"Ha'i~/TIDAK!" Kurasa kalian sudah tahu siapa yang bilang tidak ini bukan?

"Karena Kagamine-san dan Kanemi-san tampak akrab, kalian duduk bersebelahan ya~!" Ujar Yan He-sensei sambil tersenyum jahil.

"Sensei!" Protes Len dan Rin, sementara sang guru hanya tertawa melihat tingkah keduanya.

"Kita mulai saja pelajarannya ya." Semua murid hanya bisa menjawab dengan malas ucapan guru mereka.

Selama jam pelajaran dimulai, semuanya fokus menghadap ke papan tulis. Tidak terkecuali Len dan Rin, mereka terus mengirim deathglare secara diam-diam.

"Hatsune-san, tolong jawab soal ini."

Miku menjawabnya dengan jelas dan tepat tentu saja, membuat semuanya terpana dengan jawaban Miku yang lancar jaya alias tidak terhenti-henti seperti murid lain tersebut, dengan wajah kalem lagi!

'Miku sangat pintar, dan dia juga cantik. Aku benar-benar menyukainya~.' Batin Len sambil tersenyum sendiri melihat Miku yang fokus ke papan tulis.

"Kali ini, siapa yang bisa menjawab tolong angkat tangan." Ujar Yan He-sensei. "Kecuali untuk Hatsune-san, kau tak perlu angkat tangan." Lanjut nya yang melihat Miku akan mengangkat tangannya, sementara Miku hanya bisa tertawa kecil.

'Soal ini mah mudah banget!' Pikir Len akan mengangkat tangannya, tapi kedahuluan oleh Rin.

"Yak Kanemi-san!"

Rin benar-benar menjawab nya dengan sempurna, membuat Yan He-sensei terpengarah melihatnya. Sementara Len, wajahnya cemberut saat dia didahului oleh Rin.

Setelah itu, Rin langsung tersenyum mengejek ke arah Len, membuat yang diejek sangat kesal.

"Kali ini siapa yan-"

"Saya Sensei!" Len langsung berdiri dan menjawabnya, kini gantian dirinya yang tersenyum mengejek ke Rin.

Seperti itu seterusnya, Len dan Rin lomba adu kepintaran membuat Yan He-sensei menyerah akan membuat soal lagi. Dia meninggalkan kelas lebih awal karena soal-soal yang diberikan muridnya bisa dijawab dengan mudah oleh Len dan Rin, padahal dia akan menjelaskannya bila (jika dari mereka berdua tidak menjawab) ada yang salah saat dijawab. Tapi dia jadi ngambek sendiri karena pelajarannya malah diambil alih oleh muridnya sendiri.

Semua murid bersorak senang saat Sensei mereka meninggalkan kelas lebih awal. Dan semuanya mulai mengurubungi meja Len dan Rin.

"Kalian sangat hebat!" Seru Rana dibalas anggukan semuanya.

"Yah, tidak juga sih." Balas Rin merendahkan diri sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal tersebut.

"Dia hanya kebetulan menjawabnya, benarkan? BaKanemi-san." Sindir Len membuat perempatan imajiner di dahi Rin.

"Apa yang kau bilang Kagamine-san?" Tany Rin mencoba bersifat lembut dengan cara tersenyum tulus (meski terlihat dipaksakan).

"BaKanemi-san, apa kau tuli?" Balas Len juga tersenyum lebar (baca: senyum setan) pada Rin.

"Aku tidak bodoh seperti itu, BaKagamine!"

"Apa yang kau bilang BaKanemi?!"

"BaKagamine-san, apa anda tulis?"

Oke, Len kesal saat ini, ralat, sangatlah kesal. Dan wajahnya berubah menjadi merah karena marah.

TBC.. (To Be Continued)


Miza : Kayaknya yang ini bakalan TwoShoot XD padahal niatnya bikin OneShot semua :"3 namun apa daya~ Miza udah janji kalau satu chapter Cuma berisi 1k word aja X'3

Balasan Review :

Iritherl :

Gomenne Iritherl-san~ LenMi adalaha pair yang Miza gak suka, tapi bakalan ada slight nya kok :3

Clarabell Azuzaka :

Arigatou Nee-san, Miza baru tahu~ tehehe~ yah, begitulah Kaito, Gakkun yang sabar ya *puk-puk Gakkun* /dibunuhLuka

Rainessia Nightfallen :

Arigatou gozaimasu atas masukannya Senpai! Miza seneng banget sama sarannya *w*) dan gimana sama penulisannya Miza kali ini? :3

Aixa Tangerina :

Kata-kata Kaito memang mengandung magis~ arigatou atas semangatnya Aixa-san

Miza : Cuma segini yang dapat Miza sampaikan kepada kalian yang telah berbaik hati mereview fic abal ini~ *cium satu-satu* /digampar

Kata terakhir minna..

All : Read and Review please~