When I Know Love Is Really Hurt

Genre : Hurt , Romance , Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin , KyuSeo , Donghae , and etc.

Part : 2/?

Warning : Genderswitch , Miss Typo

Disclaimer : Saya hanya menyalurkan inspirasi melalui cerita, ff ini hanya pelampiasan khayalan saya yang terlalu tinggi. Jadi apabila anda semua tidak menyukai ff ini saya harap anda tidak usah membacanya. DON'T LIKE DON'T READ!

Summary : Kala diri mereka mengetahui cinta itu

menyakitkan , masihkah mereka melanjutkan kisah itu.

Music : A Short Journey By Super Junior

Tidak membutuhkan waktu lama, Audi A5 berwarna silver itu telah sampai ke tempat yang dituju, segera Donghae dan Sungmin keluar dari mobil itu. berjalan memasuki café yang di maksud oleh Donghae. Sungmin segera mengedarkan pandangan menatap seluruh isi café tersebut, berniat mencari meja yang nyaman untuk mereka berdua;dia dan Donghae. Manik foxynya secara tak sengaja menangkap sosok lelaki tak jauh dari mereka berdiri.

DEG

Kyu…

Pandangan itu meredup kala melihat Kyuhyun tengah bermesraan dengan kekasihnya. Kepala Sungmin menunduk mencoba menahan air mata yang siap meluncur dari pelupuk mata kelinci itu, jemari mungilnya meremas erat ujung jas yang di kenakannya mencoba menetralisir rasa sakit yang kian membuncah membuat nafasnya tercekat.

"Gwaenchana, Minnie?" tanya Donghae, lelaki itu terlihat cemas melihat perubahan wanita di sebelahnya, Sungmin tersentak mendengar suara lelaki disampingnya. Segera ia alihkan pandangannya menatap Donghae yang ada di sampingnya, memberikan senyum semanis mungkin. "Nan gwenchana, Hae. Kita duduk di sana saja ne" ucap Sungmin, jemari telunjuknya menunjuk ke satu meja yang berada di pojokan dekat dengan jendela café.

"Arrasso, kajja!" Donghae segera menarik Sungmin dan mendudukannya di kursi tepat di depannya, terlihat seorang waitress berjalan ketempat mereka duduk."Minnie, kau mau pesan apa?" Donghae mengalihkan pandangannya dari buku menu yang di bacanya, menatap wanita di depannya. Alisnya mengkerut; Bingung melihat Sungmin tidak memandangnya, pandangan wanita itu hanya mengarah ke suatu titik. Di arahkannya pandangannya mengikuti pandangan dari iris foxy itu, matanya terbelalak kaget melihat Kyuhyun yang merupakan suami sahabatnya, kini tengah bermesraan dengan dengan seorang wanita.

Segera Donghae berdiri, membuat Sungmin terlonjak kaget melihat Donghae berjalan menuju tempat Kyuhyun duduk dengan kekasihnya. Segera Sungmin menahan tangan Donghae, mencoba mencegat sahabatnya. "Lepaskan Min, aku akan menghajar lelaki brengsek itu!" di sentakannya tangan Sungmin, segera Donghae menghampiri sosok itu.

BUGH…!

"Aishh.., apa yang kau lakukan. Hah!" Bentak Kyuhyun, tangannya mengusap cairan pekat barbau anyir di sudut bibirnya. Mata tajamnya menatap sengit Donghae yang berdiri di hadapannya dengan nafas memburu;menahan emosi.

BUGH!. Sekali lagi kepalan tangan itu mengarah ke wajah Kyuhyun, membuat lelaki berkulit pucat itu jatuh tersungkur. "Apa yang kau lakukan bersama wanita ini. Hah!" Donghae menatap tajam pada Kyuhyun, jemari telunjuknya menunjuk tepat pada Seohyun. Membuat wanita itu bergetar, kepalanya menunduk mencoba menghindari tatapan tajam Donghae yang seolah akan membunuhnya dalam saat itu juga.

"Cih.., apa urusanmu bertanya seperti itu padaku?"

"KAU-"

"Hae-ah" pandangan mereka beralih menatap wanita yang bersuara dengan lirih, mata Donghae menatap lembut sosok Sungmin yang berdiri tak jauh darinya. Dilangkahkan kakinya mendekati wanita itu, perlahan tanganya mengusap lembut surai wanitaitu. "Gwaenchana, Min?" kepala Sungmin mengangguk sebagai jawaban. Ditatapnya sosok Kyuhyun yang menatap mengejek pada mereka, seringai kecil terukir di bibir pria berwajah stoic itu.

"Apa yang kau lakukan disini? Mau jadi stalkerku eoh?" Seringai itu semakin lebar melihat wajah pucat Sungmin, tangan besar Kyuhyun merangkul pundak Seohyun mesra membuat mata Sungmin terbelalak melihatnya.

"Brengsek!"

"Sudahlah, Hae. Kita pergi saja ne" Sungmin segera menarik tangan Donghae menjauhi tempat itu, di seretnya Donghae masuk kedalam mobilnya. Pergi meninggalkan café itu.

"oppa, gwaenchanayeo?" Seohyun memegang sudut bibir Kyuhyun yang sedikit memar akibat pukulan Donghae, raut kekhawatiran terlihat di wajah itu. di usap-usapnya sudut bibir Kyuhyun berharap rasa sakitnya sedikit menghilang, terdengar ringisan dari Kyuhyun,. Lelaki itu mencoba tersenyum untuk menenangkan kekasihnya itu.

"Gwaenchana chagi, kita pergi saja ne? aku ada rapat setengah jam lagi" Seohyun hanya mengangguk sebagai jawaban, mereka segera pergi setelah meninggalkan beberapa lembar uang di atas meja.

0o0o0

"Minnie-ah, gwaenchana?" Donghae mengalihkan sejenak pandangannya dari jalan, menatap bingung sosok Sungmin. Wanita itu hanya diam sejak mereka keluar dari café itu. wanita itu mengalihkan pandangannya dari jendela menatap Donghae disebelahnya, mencoba tersenyum pada sahabatnya itu.

"Gwaenchana, Hae. Bisakah kau mengantarku pulang?"

"Baiklah..," Sungmin kembali memandang keluar jendela, manik foxy itu memandang kosong pemandangan di luar. Gurat kesedihan terpancar dari wajah wanita itu, membuat lelaki disebelahnya hanya dapat memandang miris padanya.

Mereka terus melanjutkan perjalanan dalam diam, tidak ada yang mau bicara satu sama lain. Hanya suara dari radio mobil yang menemani perjalanan mereka. "Sungmin-ah, kenapa kau tidak memberitahu orang tuamu kalau Kyuhyun seperti itu?" pertanyaan Donghae berhasil memecah keheningan yang tercipta diantara mereka; Sungmin dan Donghae.

"Aku tidak mau orang tuaku tahu, Hae. Aku tidak mau mengecewakan mereka" manik foxy itu semakin sendu sekarang, cukup membuat lelaki di sebelah wanita itu meremas stir kemudi; Menahan emosi. Suasana hening kembali tercipta di antara mereka, wanita itu sibuk dengan pikirannya hingga tidak sadar behwa mobil yang dikendarai lelaki di sebelahnya telah berhenti.

"Turunlah, Min" suara Donghae berhasil membuat Sungmin tertarik dari pikirannya, wanita itu mengernyitkan keningnya; Bingung. Melihat tempat mereka berhenti bukan di apartemennya, kembali Sungmin memandang Donghae yang hanya tersenyum polos padanya.

"Kenapa kita berhenti di sini Hae?" tanya Sungmin bingung melihat tempat mereka berhenti sekarang, bagaimana tidak! Mereka berhenti di sebuah taman bermain dan bukan di apartemennya. "Kita harus bersenang-senang Min, kau butuh penyegaran. Kajja!" lelaki itu segera menarik Sungmin keluar dari mobil, mereka memasuki area taman dengan berpegangan tangan.

Lelaki itu begitu senang sekarang, berkali-kali dia berhasil membuat Sungmin tertawa. Mereka mencoba semua arena bermain di taman itu, mulai dari ayunan, perosotan, dan permainan lainya. Kekanak-kanakan memang tapi begitulah cara seorang Lee Donghae membuat sahabatnya ini tertawa, membuang segala rasa malunya demi wanita itu bukan hal yang perlu dipikir dua kali bagi Donghae. Karena dia pasti akan melakukannya demi Sungmin.

0o0o0

Senyum tak pernah lepas dari wajah Sungmin, membuat lelaki di depannya juga ikut tersenyum. Sekarang mereka tengah menaiki perahu kecil di sebuah danau, terlihat beberapa pasangan kekasih yang juga tengah menaiki perahu kecil lain di danau yang ada di area taman itu. "Hae-ah" suara lembut Sungmin membuat Donghae kembali menatapnya. Lelaki itu tersenyum lembut melihat Sungmin tersenyum manis menatapnya.

"Ne, Minnie" suara lelaki itu terdengar sangat lembut menembus gendang telinga Sungmin, wanita itu memandang danau itu sejenak, memejamkan matanya meresapi suasana yang tenag di danau itu. kembali Sungmin memandang Donghae yang terus menatap lembut padanya.

"Gomawo, jeongmal gomawo. Lee Donghae" ucap wanita itu tulus, lelaki di depannya hanya mengangguk dan tersenyum padanya. Mereka berdua kembali memandang danau itu, menatap warna jingga yang terpancar dari matahari yang akan terbenam sebentar lagi.

"Hae-ah, sudah mau malam. Kita harus pulang sekarang"

"Arrasseo, Min" lelaki itu mengacak-acak rambut Sungmin membuat perahu yang mereka naiki sedikit bergoyang.

"Kyaaaa! Lee Donghae!" teriak Sungmin saat perahu itu bergoyang dan membuat mereka jatuh ke dalam danau, mereka berdua tertawa keras menyadari kebodohan mereka, membuat beberapa pasangan yang ada di tengah danau memandang ke arah mereka berdua; membuat tawa mereka semakin keras. Wajah kegembiraan kembali terpatri di wajah Sungmin, tidak ada lagi gurat kesedihan di wajahnya. Membuat Donghae sangat senang karena bisa membuat sahabatnya ini kembali ceria.

0o0o0

"Sudah sampai Min" wanita itu segera memandang keluar jendela menatap gedung apartemennya, di alihkannya pandangannya menatap wajah Donghae. "Gomawo, Hae" lelaki itu hanya tersenyum sebagai jawaban. "Segera keringkan tubuhmu Min, jangan sampai kau sakit. Arrasseo?" telunjuk Donghae terjulur menyentil hidung Sungmin; membuat empunya meringis.

"Arrasseo, kau juga harus segera pulang Hae. Keringkan tubuhmu, mandilah dengan air hangat lalu segera keringkan rambutmu arra?" Donghae hanya tersenyum geli melihat wajah imut Sungmin yang tengah memerintahkannya. Kembali tangannya terulur mencubit hidung wanita itu membuat Sungmin memasang wajah cemberut; pipinya menggembung dan bibir mengerucut khas seorang Lee Sungmin.

"Arra, kau seperti ummaku saja Min" Donghae terkekeh geli melihat wajah Sungmin semakin cemberut mendengar apa yang barusan dia katakan, wanita itu melayangkan tangannya memukul pelan bahu Donghae. "Ishh.., diamlah Hae" mereka berdua kembali melemparkan senyum satu sama lain, Sungmin segera keluar dari Audi A5 itu. Tangannya melambai kepada Donghae yang ada di dalam mobil itu, segera Sungmin membalikan badannya saat mobil Donghae sudah tak terlihat lagi.

Wanita itu segera memasuki gedung apartemennya, di langkahkan kakinya menuju lift yang berada tiga meter di depan pintu masuk. Segera Sungmin memasuki lift dan menekan tombol yang akan membawanya ke apartemennya. "Jangan terus bersedih Lee Sungmin" gumam wanita itu, segera di langkahkan kakinya menuju pintu apartemennya. Di putarnya kenop pintu apartemennya dan segera masuk kedelam.

Hening! Itulah yang dapat menggambarkan suasana apartemen Sungmin saat ini, wanita itu mengedarkan pandangannya menjelajahi ruang TV dapat di lihatnya seluet tubuh Kyuhyun di ruang makan. Lelaki itu terlihat tengah sibuk dengan laptopnya; tidak memperdulikan kehadiran Sungmin. wanita itu memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu, dia belum bisa untuk berhadapan dengan Kyuhyun setelah kejadian di café tadi siang.

Segera wanita itu berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua tepat di sebelah kamar Kyuhyun, ditutupnya pintu kamarnya; berjalan menuju kamar mandi. Wanita itu ingin membersihkan dirinya sekarang.

0o0o0

Pintu kamar itu perlahan terbuka, Sungmin melangkahkan kakinya menuju dapur. Dapat di lihatnya Kyuhyun yang sekarang tengah bersiap-siap untuk pergi, lelaki itu kini tengah memakai jaketnya, tangan kanannya tengah memegang ponselnya; Sepertinya lelaki itu baru saja menerima telpon dari seseorang.

"Kau mau kemana Kyu?" Kyuhyun menghentikan langkahnya tepat di depan pintu apartemennya, lelaki tetap menatap kedepan. Tidak berniat menatap Sungmin yang terlihat bingung sekarang. "Aku mau pergi kemanapun, itu bukan urusanmu" kalimat datar itu keluar dari kedua belah bibir Kyuhyun, sebuah kalimat yang berhasil menoreh luka di hati wanita di belakangnya. Kyuhyun segera keluar dari apartemennya setelah mengucapkan kalimat itu.

Dia benar Lee Sungmin, itu bukan urusanmu. Kau tidak berhak bertanya hal seperti itu

Rasa sakit itu kembali hadir di hati wanita itu, sebuah perasaan yang dapat membuat Sungmin kembali meneteskan air mata. Manik foxy itu kembali mengeluarkan cairan bening yang entah sudah berapa kali keluar dari mata indah itu, wanita itu jatuh terduduk di lantai yang dingin. Tak sanggup untuk berdiri akibat rasa sakit yang kian membuncah di hatinya, tangan wanita itu bergerak meremas dadanya. kalimat-kalimat lirih berkali-kali keluar dari bibir mungil itu. Sungguh miris memang! bagaikan sebuah ironi yang yang terjadi terhadap seorang Lee Sungmin.

Jemari lentik itu bergerak menghapus lelehan air mata yang mengalir di pipinya, berkali-kali dia menguatkan hatinya untuk tidak bersedih. Perlahan wanita itu bangkit dari duduknya, kaki mungilnya berjalan membawa dirinya masuk ke kamarnya. Sungmin kini tengah menidurkan dirinya di kasur empuknya, mencoba untuk memejamkan matanya berharap setelah tidur ia dapat melupakan kejadian tadi.

0o0o0

Seorang lelaki kini tengah duduk di menunggu seseorang, kini dia tengah berada di sebuah restoran berbinyang di tengah kota Seoul. Lelaki bernama Kyuhyun itu tengah menunggu sang kekasih, manik onxynya terlihat serius menatap jalanan kota Seoul melalui jendela bening yang tepat berada di sebelah tempat dia mendudukan dirinya.

"Oppa, mianhae. Apakah kau sudah menunggu lama?" di alihkannya pandangannya menatap wanita yang kini tengah mendudukan diri tepat di depannya, di ulaskannya senyum tipis untuk wanita itu.

"Ani, Seobaby. Kau mau pesan apa?"

"Kita makan di apartemenku saja oppa?" wanita bernama Seohyun itu mengerling nakal pada Kyuhyun, di condongkannya tubuhnya agar dapat mencium bibir lelaki di depannya. "Geurae, kajja!" Kyuhyun segera berdiri dari tempatnya duduk; Membuat Seohyun tidak dapat mencium bibirnya. Segera lelaki itu menarik pergelangan tanggan Seohyun; membawanya keluar dari restoran.

"Bagaimana kabar istrimu itu oppa?" lelaki itu menghela nafas kasar mendengar wanita di sebelahnya menyinggung masalah keluarganya. "Jangan membahasnya chagi, aku malas mendengarnya" Seohyun hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Kyuhyun, wanita itu ingin Kyuhyun segera menceraikan Sungmin.

"Wae? Kau mencintainya?" Kyuhyun hanya memutar bola matanya jengah, wanita di sebelahnya selalu menanyakan hal itu jika dirinya sedang tidak mau membahas masalah keluarganya. "Aku tidak mungkin mencintainya chagi, karena aku hanya mencintaimu" Seohyun tersenyum senang mendengar kalimat itu, wanita itu segera mencium pipi Kyuhyun sekilas. Kyuhyun kembali memfokuskan menyetir mobilnya; menuju apartemen Seohyun.

0o0o0

Sungmin kini tengah memakan sarapannya seorang diri, wanita itu kini tengah menatap cemas pada pintu apartemennya. Bagaimana tidak! Kyuhyun belum pulang dari semalam dan dia mencemaskan lelaki itu, sesekali dia melirik ke arah ponselnya berharap ada pesan dari Kyuhyun. Tapi tidak ada satupun pesan dari lelaki itu.

Wanita itu kini sedang bersiap pergi kekantornya, di bukanya pintu apartemannya dan betapa kagetnya wanita itu mendapati Kyuhyun tepat di depan pintu apartemen mereka. Mata kelincinya tak sengaja menangkap bercak kemerahan di leher Kyuhyun, dia tahu apa arti bercak itu dan siapa yang membuatnya. Entah sudah berapa kalinya senyum miris itu terlukis di wajah manisnya, mengidahkan Kyuhyun yang tengah menatap dingin padanya. Sungmin segera berjalan melewati Kyuhyun begitu saja, wanita itu tidak sanggup melihat wajah Kyuhyun yang hanya membuat luka di hatinya semakin besar.

Jadi karena itu kau tidak pulang semalam Kyu.., kau pergi dengan kekasihmu. Hah! Betapa bodohnya aku menunggu Kyuhyun.

Sungmin kini tengah berjalan keluar dari gedung apartemen, bisa dilihatnya Audi A5 itu telah terpakir di depan gedung apartemennya. Seorang lelaki kini tengah bersandar pada pintu mobil itu, lelaki bernama Donghae itu melambaikan tangannya begitu melihat Sungmin berjalan ke arahnya.

"Apa yang kau lakukan di sini Hae?"

"Kenapa kau lama sekali Min?" pertanyaan yang sedikit ambigu itu terucap dari kedua belah bibir Donghae, lelaki itu segera menarik tangan Sungmin; Membawa wanita itu masuk kedalam mobilnya. "Kenapa aku duduk di sini Hae?" Sungmin bertanya dengan bingung. Bagaimana tidak. Dia sekarang sedang duduk di kursi kemudi, dan dia tidak bisa menyetir.

"Kau yang akan menyetir Min" oh! Lihatlah lelaki itu sekarang, dia menyuruh Sungmin yang tidak bisa menyetir untuk mengendarai mobilnya. Bukankah itu gila? Yeah! Lelaki itu memang sudah gila sekarang.

"Tapi aku-"

"Aku akan mengajarimu, Min" di acaknya rambut Sungmin pelan, tersenyum lembut untuk menenangkan wanita itu. di arahkannya tangan Sungmin pada stir kemudi. "Sekarang letakan tangannya di situ Min" ucap Donghae, tangannya menunjuk pada persneling mobilnya. Sungmin meletakan tangan kirinya pada persneling yang ada di mobil Donghae. "Sekarang dorong persnelingnya ke depan" Sungmin segera mendorong persneling itu kedepan, jantungnya berdetak kencang; takut apabila terjadi kesalahan. "Sekarang injak gasnya Min" wanita itu kembali menuruti perintah Donghae, senyuman manis terlukis di bibir 'M' itu.

"Chulbal!" lelaki itu berteriak dengan kerasnya bergitu Audi A5 itu berjalan, membuat wanita di sebelahnya ikut tertawa senang. Tangannya sedikit longgar pada setir kemudi sehingga…

CKITTT….

BRAK!

TBC/END?

Annyeong*lambai-lambai#plakk. Saya membawa chapter 2 ff ini, adakah yang mau baca? Jika sudah baca mohon review ne~^^ jujur, saya sempat kecewa saat mengetahui pengunjung ff ini ada 323 tapi yang review hanya beberapa orang saja. Saya kecewa dengan itu TT^TT saya mohon dengan kalian para readers agar mereview ff ini jika sudah membacanya ne~^^ karena review kalian sungguh berharga bagi para author–-Termasuk saya karena jika review ff ini sedikit, mungkin saya tidak akan melanjutkan ff ini. karena mengingat kalian tidak menghargai ff saya TT^TT. Ok! Sekarang saya mau balas review dulu ne~^^

Guest : iya Kyu emang jahat*plakk. Ini udah lanjut chingu^^ ah! Nanti kalau review tolong di kasih nama ne~^^ chingu, mari berteman^^

Gaemgyu : Iya, Minnie chagi mending sama Hae oppa ne~*di bakar Kyuhyun bareng KMS. Ini udah lanjut chingu. Mian kalau pendek ne~*bow. Salam kenal^^

Fuyu no Sakura : Yah~ jangan sedih deh chingu ini aku kasih hadiah*nyodorin video KyuMin. Ini udah lanjut chingu, mian ffnya masih pendek*bow.

reaRelf : ini udah lanjut chingu~ gomawo udah review*peyuk#plakk.

Sansan : ini udah cepet'kan?^^ hehehe. Gomawo udah review ne~

hyuknie : ini udah di lanjut, cepet'kan? Gomawo udah review ne~^^

ibchoco : ini udah lanjut chingu^^ Kyu cemburunya nanti aja ne~ sekarang dia masih di sewa sama si Seo*di bunuh readers. Gomawo udah review ne~

sparkyu : ini udah lanjut saengi^^ gomawo udah review ne~ min ffnya pendek*bow.

Ms. KMS : ini udah dilanjut, jangan nangis dong~ nanti aku juga ikutan nangis nih*plakk. Gomawo udah review ne~^^

JoBel13ve : ini udah lanjut, gomawo udah review^^ salam kenal ne~^^

nikyunmin : ini udah lanjut, asap'kan? Hehehe^^ gomawo udah review chingu^^ salam kenal ne~^^

gomawo chingudeul yang mau membaca ff ini*Hug.

Special thank's to:

Guest, Gaemgyu, Fuyu no Sakura, reaRelf, Sansan,

hyuknie, ibchoco, sparkyu, Ms. KMS, JoBel13ve, nikyunmin, and silent readers.

follow twitter atau invite BB aku ne~

Twitter : shinta_soohyun

PIN BB : 21A716AA

Mention for follback. See you \(^0^)/*author sok English.

REVIEW PLEASE…