Kagami Update lagi nih, kali ini Kagami update Chapter 2, sebelumnya maaf buat yg Review di Chapter 1 sebelumnya yg meminta Denzel dan Marlene sekolah dan Cloud Tifa tetap bekerja seperti dulu. Karena ini adalah Fic Imajinasi saya, otomatis saya langsung menulis Ficnya sesuai Imajinasi saya sendiri, TAPI buat yg pertama yg review di Chapter 1 liat saja nanti OK
Karena Fic ini bisa sampai Chapter 10 atau mungkin lebih.
Chapter 2 : Suasana Kampus!
"Perkenalkan, namaku Cloud Strife" Kata Cloud memberi hormat dengan membungkukan badannya
Hari ini Cloud sudah resmi masuk dan menjadi Mahasiswa di Universitas Midgar Zolom, sama halnya Tifa. Cloud sangat malu dan gugup dihadapan banyak orang, apalagi orang yang memperhatikan wajahnya. Di kampus ini Cloud mengambil jurusan Design Communication Visual, keahlian dibidang teknik Design mau itu Design barang atau Design untuk cetakan, Fotographer, dan menggambar. Sebenarnya Cloud tidak tahu apa-apa tentang Design, tapi mau bagaimana lagi. Pilihan untuk mengambil jurusan tidak ada yg sesuai dengan kemampuan Cloud.
"Strife, silahkan duduk di bangku kosong di belakang" kata Dosen
Cloud menganggukan kepalanya dan berjalan ke belakang untuk duduk di bangku yg ditujunkan oleh Dosen tadi, Cloud duduk dan diam. Banyak yg memperhatikan Cloud di kelas, Cloud tidak mengerti kenapa hanya dirinya saja yg dipandang. Padahal semua Mahasiswa/i disini semuanya baru.
"Hey, sepertinya kau akan menjadi populer" kata seorang gadis disebelah Cloud
"..." Cloud hanya terdiam dan melirik ke sebelahnya 'Perempuan' pikir Cloud
"Hmmm.. aku sudah tahu bagaimana sifatmu, kau pria yang dingin dan cuek, tapi kau cukup keren" kata seorang Gadis yang sama
Gadis itu selalu saja mengoceh pada Cloud, sampai Cloud merasa sudah tidak nyaman dengan suasananya.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya Cloud mulai kesal
"Hmpt, maaf.. aku hanya ingin berkenalan denganmu" jawab Gadis itu
"Bukankah tadi semua orang disini sudah memperkenalkan dirinya" kata Cloud
"Itu benar, tapi kau pasti tidak ingat namaku." Kata Gadis itu memasang wajah kesal
Cloud tidak mengerti kenapa gadis itu tiba-tiba kesal, yang pasti Cloud juga tahu kalau dirinya tidak mengetahui nama gadis itu walaupun tadi sudah memperkenalkan dirinya. Gadis itu menjulurkan tangan kanannya pada Cloud dan berkata
"Sekali lagi perkenalkan, namaku Rinoa. Rinoa Heartilly" kata Gadis itu memperkenalkan dirinya
Cloud menjabat tangannya dan membalas "Cloud Strife".
Rinoa adalah gadis yang mempunya paras cantik, rambut hitam panjang, Bola mata yg hitam dan dia selalu memakai baju berwarna biru karena itu baju Favoritnya.
...
Di kelas Tifa, Tifa sudah mempunyai banyak teman mau itu teman perempuan atau laki-laki. Tifa merasa senang karena impian kecilnya itu adalah Kuliah, apalagi bersama Cloud. Tifa tidak 1 kelas dengan Cloud karena berbeda bidang. Tifa mengambil jurusan Accounting.
Susasana kelas sama seperti suasana kampus seperti biasanya, menjalankan pembelajaran. Dan sekarang waktunya jam Istirahat. Tifa menuju ke kelas Cloud dan menemui Cloud, disana mereka berdua mengobrol di Kelas layaknya mahasiswa biasa.
"Bagaimana?" tanya Tifa
"Bagaimana apa?"
"Kau menyukainya kan?"
"Seperti yg kau tahu, aku tidak terlalu suka. Aku malah merindukan pekerjaan Kurirku" jawab Cloud
"...Begitu ya, mau bagaimana lagi itu terserah pdamu Cloud" kata Tifa menundukan kepalanya merasa sedikit kecewa
"Maafkan aku, sepertinya aku tidak akan lama di sini.. aku merasa... tidak nyaman dengan suasana kampus"
"Ya aku mengerti Cloud, setidaknya kau sudah tahu bagaimana Universitas itu" kata Tifa tersenyum kecil ke arah Cloud
Cloud mulai menyesal, Cloud tahu ini adalah salahnya ikut Tifa kuliah, tapi dibalik itu Cloud juga ingin tahu apa itu Kampus dan bagaimana suasananya. Dan Cloud mulai berpikir sebenarnya jika dia tetap kuliah disini mungkin dia bisa lebih dekat pada Tifa dan menyatakan perasaannya. Tidak diragukan lagi Cloud menyukai Tifa dari dia kecil di Nibelhiem.
"Sepulang kuliah, temui aku di Taman belakang kampus" kata Cloud secara tiba-tiba
Tifa merasa bingung Cloud bicara seperti itu, tapi apa boleh buat, mungkin saja Cloud ingin mengatakan hal tentang kuliahnya atau apalah. Maka dari itu Tifa berkata "...Baiklah aku akan kesana"
...
Waktu sudah hampir malam, jam sudah menunjukan pukul 05.30 sore. Cloud yang tadinya duduk di kursi Taman belakang Kampus sekarang mulai membaca Buku Loveless sambil bersandar di bawah Pohon. Saat Cloud tengah membaca Bukunya tiba-tiba saja seseorang memanggilnya.
"Cloud.."
Cloud menoleh pada orang itu, Cloud tidak mengenalnya.. mungkin saja Cloud lupa karena kalian tau sendiri bagaimana sifat Cloud. Itu benar, Cloud mungkin saja lupa dengan namanya dan wajahnya padahal orang itu adalah Mahasiswa baru juga di Universitas ini.
"Ada yang bisa ku bantu?" tanya Cloud basa basi
"Hmm tidak juga, tapi aku dengar kau sudah kenal kekasihku, dia satu kelas denganmu kan?" tanya seseorang itu
"Maaf, sepertinya aku lupa" jawab Cloud datar sambil melanjutkan baca bukunya
"Dia lupa? Yg benar saja..." kata orang itu dalam hati
"Kekasihku, yg memakai baju Biru berambut hitam panjang.. apa kau lupa?" tanya orang itu lagi.
"..." Cloud tidak menjawab dan meneruskan membaca
"Orang ini keras kepala" kata orang itu dalam hati.
Saat orang itu ingin pergi dan membalikan tubuhnya tiba-tiba saja matanya melihat seorang wanita cantik, tidak diragukan lagi itu adalah Tifa. Tifa yg sedang berjalan ke arahnya 'melainkan ke arah Cloud' juga melihatnya.
"Loh, kau kan.." kata Tifa
"Ya, ini aku, orang yg satu kelas denganmu"
"Ya aku tahu, jadi.. apa yang kau lakukan disini, Seifer?" tanya Tifa
Seifer adalah pria yg bertubuh cukup Gentlemen, dia mempunyai raut wajah yg bisa dibilang cukup seram, orang itu berambut pirang pendek dan memakai baju Putih panjang. Itulah Seifer Almashy.
"Tidak ada, aku hanya numpang lewat tadi. Dan secara tidak sengaja aku bertemu Cloud" kata Seifer menggarukan kepalanya spt orang bodoh
"Begitu.."
"Sepertinya kalian berdua ada keperluan, jadi aku pergi dulu" kata Seifer mulai berjalan pergi sambil mengantongi tangannya ke saku celana
Seifer sudah tidak ada dihadapan Tifa dan Cloud, Cloud dari tadi sedang membaca buku Lovelessnya, Cloud juga pastinya tahu kalau dari tadi Tifa sudah datang. Jadi pembicaraan dimulai dari Cloud.
"Apa kau sudah makan?" tanya Cloud sambil menutup Bukunya itu, wajahnya menunduk saat menanyakan hal itu pada Tifa
"Belum, aku hanya makan Hot Dog di kantin jam 10 tadi" jawab Tifa
"Baiklah sudah diputuskan, ayo kita pergi makan" kata Cloud sambil berdiri
"Kau yakin? Kenapa tidak dirumah saja? Lagipula kita tinggal pulang ke rumah"
"Hmmmm.. memang benar, tapi kesannya berbeda jika makan berduaan dibandingkan sekeluarga"
"Jadi kau ingin makan berdua denganku?" tanya Tifa mulai memerah
"Hmmmm.. ya, berdua saja" jawab Cloud mulai membuang muka karena malu
"Baik, kalau begitu ayo!" kata Tifa sambil menarik lengan Cloud
Sebenarnya perasaan Tifa pada Cloud sama sekali tidak berubah, pastinya! Tifa mengambil kesempatan ini hanya ingin berduaan dengan Cloud. Jika tidak dilakukan kapan lagi? Itulah pemifikiran simple Tifa.
"Kita benar mau makan bersama?" tanya Cloud
Tifa yg masih menarik lengan Cloud menjawabnya "Kau ini aneh, kau yg mengajakku kenapa jadi kau yg ragu?"
Wajah Tifa merah tidak padam-padam, dibalik itu juga Tifa merasa senang sekali, bibirnya yg manis tersenyum dan hatinya berdegup dengan kencang. Wajah Cloud juga tidak jauh berbeda dengan Tifa, wajahnya merah padam.
Lengan Cloud yg tadinya ditarik sekarang sudah kosong tidak ada lengan Tifa. Mereka berdua berjalan di sisi trotoar untuk mencari Restoran yg nyaman, saat Tifa dan Cloud berjalan, tiba-tiba saja Tifa merasa ada yg aneh di tangannya.
Tifa menoleh ke arah lengannya dan Tifa disitu wajahnya mulai merah lagi dan degupan hatinya bertambah kencang, karena.. tangan Cloud menggenggam tangannya dengan erat.
Ok, saya akhiri dulu Chapter ke-2 ini, jika ada kesalah pahaman kata atau penulisannya silahkan review di komentar. Jika cerita jelek ataupun bagus tolong Review yah, saya juga butuh Review dari kalian karena saya bukan penulis handal, hehehehe ;)
