Disclamer : Masashi Kishimoto.
Rated : M
Pairing : Naruto U.
Genre : Romance & Terserah kalian
Warning :Typo(s), Gaje, Lime/lemon,Harem Naruto dan tidak diperuntukkan untuk anak kecil.
Selamat membaca...
Naruto Pov.
Dan dia ?
Dia Ino Yamanaka model─ah maksudku cewek yang masturbasi diwc sebelah ? apa dunia ini sudah tua sampai-sampai hal sekecil ini aku tidak mengetahuinya.
"Ahh.. anak cowok rupanya"
Ino Yamanaka berbicara padaku ? dia berbicara padaku ? benar-benar dunia ini sudah tua. Model dengan wajah bak boneka barbie berbicara pada orang hina sepertiku.
"Dan kau juga sudah tegang rupanya dan juga kau sangat besar!" ucapnya lagi memegang sesuatu benda yang berada dibawah sana dan aku ikut menelusuri ke arah mana tangannya berada.
Kami-samaaa~ aku lupa menaikkan res celanaku! aku terkaget-kaget bukan main betapa bodohnya diriku sampai-sampai resleting celana lupa aku naikkan ataukah resleting celanaku yang rusak ? kalau seperti itu berarti sejak berangkat tadi kepala burungku sudah mengintip duluan dan orang dimobil itu juga memperhatikan punyaku ?
Dosa besar apa yang sudah aku lakukan sampai-sampai punya celana yang resletingnya sudah rusak seperti ini ?
"Ayo kita bermain sebentar" bisiknya manja ditelingaku membuat badanku merinding.
"Bermain ? hey kita mau main apa ?" tanyaku yang tidak tau apa-apa.
"Diam dan perhatikanlah"
Kemudian dia mendudukanku diatas closet duduk dan tangannya mulai naik turun pada batangku dengan tempo sedang.
"A-apa yang kau lakukan pada punyaku ? ihhsssss" tanyaku meringis kesakitan ataukah keenakan ? soalnya diriku tidak pernah merasakan sensasi yang seperti ini.
Namun Ino hanya diam saja tanpa memberi penjelasan apapun soal pertanyaanku.
"Itadakimasu"
kemudian wajah barbienya sudah didepan batangku lalu mulutnya terbuka lalu memasukkan punyaku kedalam mulutnya dan siap untuk menghisap─ bukan, bukan, itu bukan hisapan tapi dia mau memakannya ?
.
.
.
Demi caplak yang menempel di ketek sapi, aku belum siap kehilangan batangku yang sangat berharga.
Dia mulai memaju mundurkan kepalanya dengan pelan. Apa dia seorang pemula ? tapi jujur saja aku suka yang cepat-cepat.
Engghhh~
Hey apa yang wanita itu lakukan ? kemudian aku liat batangku masih di keluar masukkan kedalam mulutnya, Huhh, 'syukurlah aku belum kehilangan dia' batinku sambil mengelus dadaku lembut karna punyaku masih utuh dibawah sana.
"A-apa ini enak ?" tanyanya yang masih menghisap bagian itu.
"I-iyaa~ uhhhh kau luar biasa. Engg..."
"Ino Yamanaka, panggil aku Ino" kemudian dia mengedipkan mata kirinya.
"I-Inoooo~ kau warrbiazahhh" kataku kemudian ia tersenyum puas. Eh ? apa perkataanku memiliki makna yang sangat berarti baginya ?
Sungguh Ino memiliki wajah yang sangat cantik nan anggun dan aku sudah tahu namamu belakangan ini, kemudian kedua tanganku ku satukan dan ku jadikan bantalan kepalaku bak seorang bos sambil memperhatikan kegiatanya.
Hisapannya semakin cepat membuat tubuhku tegang secara keseluruhan. Dan...
.
.
Konoha Extraodinary School
.
.
Dia berhenti ? hey gantung tahu.
"Kau kenapa ?" tanyaku sambil mengelus pipi tembemnya.
"Ti-tidak ada"
Kemudian ia bangkit dan mengangkat roknya. Bagaikan sinar matahari pagi yang menyilaukan mata. Aku melihatnya.. ya aku melihat ? Medusa ? hei seseorang tolong beritahu aku apa namanya hitam-hitam dan berambut panjang itu ? aku benar-benar tidak tahu soal alat reproduksi wanita.
"ja-jangan dekatkan Medusa itu padaku" ucapku sambil menutup mata karna ketakutan.
"Me-medusa katamu ? kau menamai punyaku dengan sebutan Medusa" kemudian ia terduduk dan menundukkan kepalanya "Hiks..hikss"
Apa dia menangis ? apa perkataanku menyakiti perasaannya ? hey nona mengertilah sedikit aku tidak begitu tahu soal diri kalian.
Kemudian aku pun turun dari closet menghampirinya yang sedang menangis "Hey nona, kau kenapa ?"
"Kau.. kau menamai punyaku dengan Medusa Hikss..hiks" dia menangis tersedu-sedu.
Apa benar sebutan Medusa menyakiti hatinya ?
"Maafkan aku Nona, kalau boleh beri tahu itu apa namanya ?"tanyaku dengan bodohnya.
"Kau tidak tahu apa ini ?" tanyanya sambil menunjuk kebawah sana, aku pun mengangguk.
"Ini Vagina bodoh"
What ? itu vagina ? baru tahu aku hutan belantara yang disana itu namanya vagina.
.
.
.
Kulihat dengan seksama, Hm ? sepertinya benar mungkin juga salah ? sepertinya bukan deh. Inikan hutan.
Ku beranikan diri dengan sekuat tenaga agar diriku tidak pingsan ditempat seperti ini "Kalau kau mau A-aku bisa mencukurnya untukmu" saranku lalu tanganku menyentuh Medusa itu, kami-samaa~ semoga tanganku tidak jadi batu karnanya.
Ahnn~
Ahhssss..
Da-dalemin lagi...
Desahnya kemudian dirinya memelukku erat serta mengecup dan menjilat leher penuh daki itu ? apa dia sudah gila ya ? apa dia tidak merasa asin ?
Kurasakan jariku basah, tapi aku tidak tau apa yang membuatnya basah, lalu aku melihat kearah bawah sana..
What the ? OMG jariku keluar masuk didalam mulut gua itu, jari yang bodoh! Akukan cuman mau memegang rambutnya saja kenapa malah jadi seperti ini ?
"A-akuhh tidakkk tahan lagghhiii" ucapnya sambil mendesah lagi.
Ino pun berdiri dan membuka sesuatu dibalik rambut-rambut itu, memangnya ada apa dibaliknya ? dan menggiringnya ingin memakan batangku.
OH no,,no! Apa yang akan dia lakukan ? bukan main apa semua model tingkahnya seperti ini ?
Dengan cepat aku menahan tangannya agar tidak melakukan hal yang lebih dari itu.
.
.
"E-eh ? kau kenapa ? apa kau tidak suka ?"
Aku menggeleng, bukan karna aku tidak suka tapi aku tidak tau apa yang akan aku lakukan selanjutnya!
"Kau sangat aneh, padahal semua orang menginginkan punyaku tapi aku menolak kerasnya. Sedangkan kau aku beri percuma kau malahan tidak mau"
Ap-apaaaa ? dia masih ting-ting ? sungguh keajaiban yang luar biasa kami-sama.
Kemudian aku mencengkram kedua pundaknya "Bukannya aku tidak mau, tapi aku menjaga itu untuk masa depan kita berdua" kata-kata bijakku pun keluar.
Masa depan ? masa depan apa coba ? mimpi apa kau Naruto! Kau mau menikahi model papan atas begini sedangkan kau saja cuman gelandangan.
"K-kau sungguh baik" kemudian ia pun memelukku erat.
Wahhh.. sekolah ini memang Surga bagiku seumur-umur belum ada cewek yang mau memelukku.
"Sebagai gantinya boleh aku mencukur rambut-rambut itu ?" saranku lagi.
"Sungguh ?"
Aku mengangguk iya.
"Terima kasih"
Ia pun meraih tas yang berada disampingku dan membukanya.
WTF ? apa-apaan ini ? semua isi dalam tasnya Batang-batang sangat mirip yang ada dikotak mainanku yang pernah aku temukan ditong sampah.
"Yahh,, aku lupa membawa pisau cukur"
"Bagaimana kalau aku cabut satu per satu ?" saranku lagi.
Aku juga kalau mencukur bulu disekitar benda dibawah sana dengan cara mencabutnya satu per satu. Dikarnakan cari uang itu sangat susah, beli komik hentai saja susahnya setengah mati apa lagi beli pisau cukur susahnya setengah Hidup.
"Apa bisa ?" Ino pun langsung duduk dicloset dan membuka lebar kedua pahanya depan mukaku.
Huh.. ini pekerjaan yang sangat berat. Aku pun mulai mencabutnya satu per satu.
Anhh~
Ougghh~
Yeasss.. yang banyak cabutnya.
Tanpa disuruh 2 kali aku langsung mencabutnya sekitar 20 helai.
Srekk~
Ahhhh..
i-ini sangat mengenakkhhannn~
le-lebihh.. beri aku yang lebih..
apa-apaan cewek ini? Bukannya kesakitan dia malah menyukainya dasar cewek yang aneh.
.
1 jam kemudian.
"Sudah siap" ucapku lalu membersihkan seluruh bulu yang ada disekitar jari-jariku.
Dan hey ? Medusa itumengeluarkan air liur ? hmhm.. dasar tidak sopan, dan ku lihat Ino Yamanaka tertidur pulas karna kegiatanku.
Ca-cabut lebihhh banyak laghhi ~
Ahhnn~
Ya ampun Kami-samaaa ada apa dengan wanita ini ? Apa dia ketagihan dengan kegiatan mencabut rambut Medusa ?
Sudahlah inilah saatnya aku pergi!
.
.
Aku pun kembali melangkahkan kaki ku menuju kantor Kepala Sekolah, kesana aku bersenandung ria melihat semua bangunan yang super duper wah, ku lihat ada tanda dilangit-langit.
'Dilarang bersenandung'
Baiklah aku diam, kemudian aku berjalan lagi dan menemukan tanda yang sama.
'Dilarang Diam'
"Hey apa-apaan ini ?" umpatku
'Dilarang Mengumpat'
"Kami-sama peraturan sekolah macam apa ini ?" kataku, dan lagi aku melihat tanda itu.
'Dilarang Berbicara'
Aku kembali berjalan. Dan lagi ? heyy
'Dilarang BerJalan'
Kemudian aku pun jalan jongkok. Lagi ?
'Dilarang Jongkok'
Apa aku harus berjalan menggunakan Pantat agar tidak terkena peraturan di sekolah ini ?
.
.
30 menit aku berjalan menggunakan pantat. Dan ruangan yang aku cari-cari selama ini sudah ku temukan.
'Ruangan Kepala Sekolah'
Aku pun berdiri menuju kedepan pintu ruangan kepala sekolah. Lalu tiba saatnya aku akan mengetuk tapi...
Sh-shizune lebih dlammm~
Ahhnn ya seperti itu..
Oughhh~
i-ni baru sekretarisku
Hnnmmm~
Aku mendengarnya lagi ? didalam ruangan kepala sekolah ?
Demi upil monyet jantan, ini sebenarnya sekolah apa ?
.
.
TBC
.
.
a/n :
saya mohon maaf jika kata-katanya rada kotor, saya bermaksud untuk menghibur para Reader. Mohon diterima ff mesum ini.
