CRIMINAL
.
.
.
.
Main Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun (Gs), Kim jongin
Other cast : Kim Junmyeon, Jang Yixing (Gs), Wu Yifan, Huang Zitao (Gs) Oh sehun, Xi Luhan (Gs)
Genre : Action, Drama
Category : Gender Switch/GS
Rate : T+
.
.
.
.
.
.
Chapter 2
Dilain tempat disebuah greja tak terpakai. Wu yifan seorang pengusaha anarkis yang berambisi ingin menguasai dunia ini setelah menerima telpon dari sang kekasih zitao. langsung melacak keberadaan taksi yang ditumpangi oleh kim jongin. Ya selain seorang pengusaha yifan juga mempunyai keahlian dalam dunia hacker, namun ada satu program hacker yang tak bisa ia kerjakan yifan, mengarahkan rekannya xi luhan seorang hacker wanita yang dikenal sebagai Sang-chinesegirl membuat sebuah program yang memungkinkan pemiliknya menghapus semua kode komputer yang melindungi kode pertahanan nuklir di korea selatan bahkan dunia. Artinya, akan terjadi kekacauan yang luar biasa akibat perang nuklir. luhan panik, meskipun ia adalah orang cina namun korea terutama seoul adalah kota yang ditempatinya sejak kecil dan menurut luhan progrram macam ini adalah program yang tidak benar dan criminal luhan berusaha memberitahukan hal itu pada CIA seoul. Ia menghubungi agen rahasia di seoul kim jongin. Dan sebagai penghargaan bentuk aksi pahlawannya, CIA menjanjikan memberi kebebasan, uang dan pasport kepada sang-chinesegirl. misi untuk menyembunyikan luhan untuk sementara waktu dari wu yifan, lalu menyerahkan tas berisi uang dan pasport tersebut dijalankan oleh kim jongin. Inilah sebab mengapa wu yifan terlebih dahulu mengincar jongin karena hanya jonginlah yang tahu dimana keberadaan luhan sang-chinesegirl.
"S -I-5-2-J-G-N" melacak plat taxi tersebut dan berhasil menemukan lesensi pengemudi taxi seoul. Pemberitahuan pada layar laptop wu yifan.
.
.
.
Dilain tempat didalam sebuah taxi "bisakah kupinjam ponselmu, bung? Akan kuberi kau tambahan 20 won" tanya jongin pada supir taxi.
"Kau mau pinjam ponselku?" supir taksi itu balik brtanya.
" Ya" jawab jongin.
"Jangan lama. Satu kali panggilan saja oke?" ucap supir taxi.
Jongin langsung mengirimkan pesan menuju yixing "ini aku jongin, aku belum bisa menemui si chinesegirls, mereka, anak buah wu yifan mengikutiku" sand.
Dilain tempat di stasiun CIA kedutaan seoul, yixing menerima pesan dari jongin "ini dari jongin, mereka mengikutinya" ucap yixing kepada kepala junmyeon.
"kita bahkan belum melakukan apa pun, cepet selesaikan sebelum mereka. Aku ingin semua tim bergerak sekarang!" perintah kepala junmyeon tegas kepada para staf untuk meluncurkan pasukan.
"Kita akan menuju pabrik semen di dekat pelabuhan, sudah kuarahkan GPS-mu, ikuti saja rutenya." ucap jongin pada supir taxi.
"baiklah" jawab supir taxi. Lalu mereka bergegas menuju pabrik semen yang bertempat didekat pelabuhan dengan rute GPS yang sudah Jongin arahkan.
"Pergi kepelabuhan, sangat romantis" ucap yifan saat melihat rute GPS yang dituju taxi ditumpangi oleh jongin di layar laptonya. dengan otak liciknya dan keahliannya dalam dunia hacker yifan memindahkan rute GPS menuju tempat yang sudah direncanakan olehnya untuk mengepung jongin.
Supir taxi hanya mengikuti rute GPS yang mengarahkan menuju pelabuhan, tanpa mereka sadari rute yang mereka tuju bukan kearah pelabuhan.
Para pasukan dari CIA sudah sampai di pelabuhan untuk mencari keberadaan kim jongin namun tidak ditemukan keberadaannya.
Pada saat sampai ketempat tujuan jongin baru menyadari bahwa ini bukanlah pabrik semen yang berada di dekat pelabuhan. "ini bukan pabri semen" ucap jongin pada supir taxi.
"Apa?" tanya supir taxi.
"Ini bukan pabri semen!" ucap jongin tegas pada supir taxi itu.
"Ini menuju pelabuhan, GPS tidak mungkin berbohong, bung" ucap supir taxi meyakinkan jongin bahwa ini memang benar menuju pelabuhan.
"berputarlah" perintah jongin kemudian. Saat supir taxi itu berencana memutar kemudi mereka sudah dikepung oleh anak buah yifann yang mengikuti sejak tadi.
'Dor' serangan senapan angin dari anak buah wu yifan lepas dan mengenai supir taxi, lalu tewas ditempat. Kim jongin berhasil menghindar denngan bersembunyi didalam mobil ia berusaha keluara dan berhasil hingga terjadilah baku tembak antara jongin dan para anak buah wu yifan, kimjongin berusaha memasuki bangunan tua yang berada didekatnya, sampai berhasil berada di dalam bangunan tersebut masih terjadi baku tembak, hingga akhirnya senjata api jongin mengalami kehabisan peluru "fuck" umpat jongin.
.
.
.
"apa kita sudah mendapatkanya?" tanya kepala junmyeon melalui voice monitor kepada pasukan yang berada di pabrik semen dekat pelabuhan, yang mencari keberadaan jongin.
"kami tidak menemukan apa-apa pak, tak ada seorang pun disini" jawap salah satu pasukan dari CIA.
"beri aku posisi GPS nomor telepon itu, cari sekarang" perintah kepala junmyeon kepada para staf dalam ruang monitoring.
Dilain tempat, disebuah bangunan tua yang dimassuki oleh kim jongin dalam baku tembak, kini jongin telah terikat disebuah kursi denag penuh luka lebam ditubuhnya.
"bila kau belum pernah kerumah pemotongan, harusnya kau mampir kesana, untuk melihat apa yang kami lakukan pada hewan-hewan yang malang itu" ucap yifan pada jongin yang hampir tak berdaya.
"kami menggunakan ini, sebagai cara yang menyenangkan untuk membawa mereka menuju ajal" yifan lalu mengarahkan alat setrum ke perut jongin hingga jongin mulai kejang-kejang karna tak sanggup menahan vol listrik yang menyetrum tubuhnya.
"aaakhr, aaakhr" erang jongin kesakitan.(duh maafkan aku tidak bergmaksut menyakiti abi kai hiks, udah ijin juga ko sama ami soo pinjem abi bentar)
"sekarang katakan diman teman kita itu?" tanya yifan pada jongin tentang keberadaan luhan si chinesegirl. "Kim jongin, Kuhormati bungkamnya dirimu, aku hargai itu, masalahnya adalah, aku memerlukan si chinesegirl itu! Ini kesempatan terakhir" ucap yifan sambil mendekati jongin dengan memegang alat setrumya.
"persetan denganmu, brengsek!" umpat jongin sengit meskipun dalam keadaan yang sekarat.
Lalu setelahnya yifan mengarahkan alat setrum tersebut kemulut jongin, menyetrumnya tanpa ada rasa manusiawi sedikitpun, zitao menabah vol listrik dengan kekuatan maksimal hingga selanjutnnya jongin tak sadarkan diri.
.
.
.
Pasukan CIA berhasil melacak keberadaan jongi yang berdasarkan GPS dan nomor telpon taksi yang sudah tewas tertembak. Pasuka CIA memasuki bangunan mencari diman keberadaan jongin. "ayo,ayo,ayo, cepat, cepat!" Peritah kapten pasukan kepada anggotanya, mereka berpencar memasuki ruanga-ruangan yang ada, hingga akhirnya mereka menemukan keberadaan jongin yang masih terikat disebuah kursi dengan keadaan yang penuh luka lebam dan tak sadarka diri.
"objek ditemukan, kami perlu penangana medis, dikonfirmasi untuk agen jongin primeter diamankan".
suara- suara monitor dari pasukan CIA yang menemukan jongin, kepala junmyeon dan para staf menyaksikan langsung melalui layar monitor keadaan penemuan jongin yang sangat memprihatinkan, dalam keadaan tak sadarkan diri dan penuh dengan luka lebam.
"angen tidak merespon diulangi, agen tidak merespon, nafas bantuan, negatif. Tak ada reaksi, siapkan defibrillate membuat daya kejut" Suara monitor yang bersal dari tim medis yang menangani keadaan jongin. Tim medis menggunakan alat daya kejut tersebut namun tetap tidak ada respon. Hal ini semakin membuat khawatir para staf CIA yang menyaksikan langsung melalui layar monitor.
"apa yang harus kukatakan pada baekhyun nanti" gumam yixing lirih.
Suara voice monitor yang berbunyi laporan keadan jongin dari pasukan akhirnya membuat ruangan monitoring hening dan berduka, ya pada waktu itulah kim jongin seorang agen rahasia CIA kedutaan seoul korea selatan meninggal dunia.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
Lu orang tau? gua nulis ini ff pas lagi masuk mata kuliah kajian politik lokal kebetulan kalo buka laptop gpp sama pak dosenya, tapi si pak dosennya belum tau apa yang gue kerjain, gue pake earphone aja bapake ga tau hahay but gue tetep ngerasa ga enakan sih sama si bapake hmm maklum lah human relation gue tuh tinggi vroh empatian orangnya. Ohiya gue nulisnya sampe chapter 2 dulu ye, dipending dulu nulisnya soalnya gue takut sama UU agraria yang masih berlaku? Bacot apa sih gue ah, ngerjain tugas maksudnye eddah.
Pai
pai
