Tittle : Reincarnations
Genre : Fantasy/Romance/Hurt
Pairing : FrauTeiAya, CasLab
07-GHOST© Amemiya Yuki & Yukino Ichihara
Warning : Sho-ai, Aneh, GaJe, OOC, Typo (selalu).
Don't Like, Don't Read ^^
~ 0 0 0 ~
~ Kapitel 2 ~
~ The Target ~
Castor, Labrador dan Lance sudah tiba didepan Barsburg Academy. Bangunan Barsburg Academy memang sangat megah.
"Tadi aku sudah menghubungi kepala sekolah disini.. Ayo, kita masuk.." Ajak Labrador sambil tersenyum dan memasuki bangunan itu. Castor dan Lance hanya mengikuti Labrador.
-Skip-
"Hoo.. jadi mereka ini temanmu yang pindah itu, Labrador.?" Tanya Kepala Sekolah Barsburg Academy, Miroku.
"Benar.. Yang memakai kacamata ini bernama Castor dan yang berambut pirang ini bernama Lance.." Jawab Labrador.
"Hmm.. begitu.. Selamat datang di Barsburg Academy.. Saya Kepala Sekolah disini, Miroku.." Kata Miroku memperkenalkan diri.
"Su- suatu kehormatan bertemu dengan anda.." Kata Castor sambil membungkuk.
"Suatu kehormatan bertemu dengan anda, Miroku-sama.." Kata Lance sambil ikut membungkuk.
"Mulai besok, kalian akan bersekolah disini.. nanti kalian akan sekelas dengan Labrador.. Labrador, apa kau tidak keberatan menemani mereka berkeliling dulu.?" Tanya Miroku.
"Tentu saja tidak, Miroku-sama.. Tapi, hari ini saya izin tidak masuk karena harus menjemput mereka dari bandara dan mengantar mereka kemari.. apa tidak apa-apa saya mengantar mereka dan tidak belajar.?" Tanya Labrador.
"Tidak apa.. kalau ada yang bertanya, katakan saja yang sebenarnya.. mereka pasti mengerti.." Jawab Miroku.
"Baik.. kami permisi dulu.." Pamit Labrador sambil membungkuk dan berbalik keluar diikuti Castor dan Lance dari belakang. Miroku hanya diam.
"Kalian tidak apa-apa kan kalau berkeliling dulu sebentar.?" Tanya Labrador khawatir.
"Tidak apa.. tenang saja, Lab.." Jawab Castor sambil tersenyum.
"Tenang saja, Master Lab.. lagipula aku penasaran sekali dengan reinkarnasi Zehel dan Mikhail.. semoga nanti aku bisa bertemu dengan mereka.." Harap Lance.
"Sstt! Jangan bicara soal itu disini, Lance! Kalau ada yang mendengar, kita bisa dicurigai.! Apalagi kalau yang mendengar itu reinkarnasi Verloren.! Kalau itu terjadi, selesai lah semuanya.!" Peringat Castor.
"Benar apa kata Castor-san, Lance.. jangan pernah menyinggung soal reinkarnasi Zehel dan Mikhail atau soal dunia penyihir disini.! Itu sangat berbahaya.!" Sahut Labrador setuju dengan perkataan Castor.
"Maaf.. maaf.." Kata Lance.
"Hei, Lab! Kenapa kau disini?! Katanya kau izin tidak masuk.." Tanya seorang cowok berambut pirang yang tiba-tiba menghampiri mereka.
"Ah, Lem.. mereka ini teman-temanku yang baru pindah, makanya aku izin tidak masuk dan harus menjemput mereka di bandara dan mengantar mereka berkeliling kota.. oiya, mereka akan bersekolah disini juga, lho~.! Yang memakai kacamata ini Castor-san, yang disebelah Castor-san itu Lance.. Castor-san, Lance, ini teman sekelasku.. ah! Maaf! Maksudku, teman sekelas kita nanti, namanya Lem.." Kata Labrador panjang lebar.
"Ah, senang berkenalan dengan kalian.." Kata Lem.
"Senang berkenalan denganmu juga, Lem-kun.." Balas Castor.
"Senang berkenalan denganmu juga, Lem.." Balas Lance.
"Ah, sudah dulu ya Lem.. aku harus mengantar mereka berkeliling dulu.. Jaa.." Pamit Lab.
"Jaa, Lab.. mata ashita.." Balas Lem sambil tersenyum. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan berkeliling sekolah. Setelah sekitar sejam mereka berkeliling, akhirnya mereka sampai di ruangan terakhir yang ada di sekolah itu.
"Diujung lorong ini ada gudang.. Nah, semua ruangan sudah kuberitahu.. kita bisa pulang sekarang.." Kata Labrador.
"Ah, arigatou, Lab.." Kata Castor sambil tersenyum.
"Arigatou, Master Labrador.." Kata Lance.
"Doita.." Jawab Lab sambil tersenyum.
"Nah, ayo kita pulang~.." Kata Lance riang.
"Iya.. nah, Lab, kau bilang kau tinggal di apartemen didekat sini kan? Antar kami kesana ya.." Ajak Castor.
"Baik~.!" Jawab Labrador setuju.
"Hei! Lab! Kenapa kau ada disini?" Tanya seorang cowok berambut pirang dari kejauhan sambil menghampiri mereka.
Deg.!
Jantung Castor dan Lance berdegup kencang begitu melihat sosok yang menghampiri mereka itu.
'Dia.! Dia.! Tidak salah lagi!' Batin Castor dan Lance bersamaan. Sosok bertubuh tegap, tinggi, berambut pirang dan beririrs blue ocean. Tidak salah lagi!
"Apa yang kau lakukan disini, Lab? Kudengar tadi kau izin.. lalu, kenapa kau menampakkan sosokmu disini.? Mana kau bawa teman lagi.." Tanya sosok itu bertubi-tubi. Castor dan Lance membeku ditempat.
"Ah, mereka ini temanku yang baru pindah.. jadi aku izin menjemput mereka dari bandara dan mengantar mereka keliling kota.. yang memakai kacamata ini Castor dan yang berambut pirang ini Lance.." Kata Labrador.
"Halo, namaku Frau.. sepertinya nanti kita akan sekelas.. senang berkenalan dengan kalian.." Kata Frau cukup ramah.
"A- ah.! Namaku Castor.. senang berkenalan denganmu.. Frau.." Jawab Castor.
"A- aku Lance.. senang bertemu denganmu.." Kata Lance. Frau terkekeh geli.
"Tidak usah formal begitu.. hei, kalian juga harus tahu, aku ini paling tampan di sekolah ini, lho.." Kata Frau narsis.
GUBRAK!
Castor dan Lance langsung sweatdrop ditempat mendengarnya. 'Dia tidak berubah seperti 300 tahun yang lalu.! Tetap saja narsis.!' Batin Castor dan Lance.
BUK!
Sebuah tamparan keras dari seorang cowok bertubuh mungil dan berambut coklat mampir ke kepala Frau.
"Hei! Apa-apaan itu?! Dan lagi, kenapa kau memukulku, Kuso gaki?!" Protes Frau.
"Kuso gaki janai! Aku sedang kearah ruang musik didekat sini dan tidak sengaja mendengarmu berkata begitu.. perkataanmu itu benar-benar menjijikkan.! Jangan percaya pada Baka yaro ini.! Dia hanya membual.!" Kata cowok berambut coklat itu. Lagi-lagi, Castor dan Lance kembali terkejut. Cowok berambut coklat itu.. tidak salah lagi.!
"Apa-apaan itu?! Memang aku ini paling tampan satu sekolah ini, Kuso gaki! Kau saja yang tidak menyadari ketampananku ini!" Balas Frau narsis.
"Hoek! Laki-laki sepertimu lebih pantas disebut mesum dibanding tampan!" Balas cowok berambut coklat yang tidak lain adalah Teito itu.
"Apa maksudmu dengan mesum, bocah?!" Protes Frau. Castor dan Lance hanya bisa terbengong-bengong melihat tingkah kedua orang itu.
"Sudahlah, kalian berdua.." Lerai Labrador.
"Tidak, Labrador-san! Orang ini memang harus diberi pelajaran dulu!" Kata Teito.
"Lihat, Lab! Anak ini benar-benar kurang ajar! Dia harus diberitahu menghargai senior-nya dulu.!" Kata Frau. Lance tak tahan lagi.
"ARRGGHH! BERHENTIIII!" Teriak Lance. Pertengkaran antara Frau dan Teito pun langsung berhenti.
"Kalian ini salah! Kalian harusnya tidak seperti ini! ARGH! Maksudnya, kalian ini ditakdir-"
Twich! Danger! Danger!
Alarm tanda bahaya hinggap di kepala Castor dan Labrador. Dengan cepat mereka menutup mulut ember milik Lance.
"Hah? Di- apa?" Tanya Frau bingung.
"Ma- maksudnya.. ka- kalian ini.. di-.. ngg.. dii-.. ah! Iya! Dilarang bertengkar! Iya! Hahahaha.." Jawab Lab kelabakan dan tertawa –dengan amat sangat- garing sambil tetap menutup mulut Lance.
"Hmph! $&^%##^&^*((^(*^&^$%#$ $%%^&%^*!" Lance tidak bisa bicara. Castor semakin kencang menutup mulut Lance. Satu hal yang dipikirkan Castor.
.
Mereka harus lari!
.
"Be- benar.! Dia ini memang suka ceramah.! Harap maklum ya.. hahahaha.. Jaa'! Mata ashita!" Kata Castor sambil menarik tangan Labrador dan Lance dan pergi entah kemana tanpa peduli pada pandangan aneh dari Frau dan Teito…
-Di Taman Belakang Sekolah-
"Haduuuhh.. Lancee.. kau ini benar-benar deh.." Rutuk Labrador sebal.
"Gomennasai.! Gomennasai.!" Kata Lance terus menerus sambil terus bersujud-sujud.
"Sudahlah, Lance.. jangan ulangi lagi tingkahmu itu.." Kata Castor.
"Hiks.. arigatou, Castor-san.. mohon maafkan aku lagi, Master Lab, Castor-san.." Kata Lance lagi.
"Iya.. iyaa.. cepat berdiri dan jangan ulangi lagi, oke.?" Kata Lab.
"Maafkan aku, Master Lab.." Lance berdiri, menunduk. ".. habis.. aku.. sedikit tidak terima.. mereka harusnya kan-"
Castor menepuk bahu Lance.
"Aku tahu.. mereka harusnya 'seperti waktu itu'.. tapi, kau tahu sendiri kan.. mereka.." Castor menunduk.
".. mereka tidak tahu jati diri mereka, begitu juga dengan 'kebenaran yang sesungguhnya'.." Sambung Lab sambil tersenyum pahit. Castor mengangguk lemah.
"Aku yang salah waktu itu! Seandainya 'waktu itu' aku berhasil mencegahnya, pasti tidak akan seperti ini!" Kata Castor menyesal.
"Ini bukan salahmu, Castor-san.. ah, tidak.. maksudku, Fest.." Kata Lab sambil menatap Castor.
".. aku juga bersalah waktu itu.. kalau saja waktu itu aku berhasil menghentikan negoisasi itu.. pasti tak akan begini sekarang.." Sambung Lab menyesal.
"Aku juga ikut bersalah, Fest, Profe.!" Sambung Lance. ".. waktu itu aku juga gagal mengagalkan kepergian Pangeran.. aku juga patut disalahkan atas kejadian itu!" Kata Lance lagi. Mereka menunduk dalam. Teringat peristiwa itu. Peristiwa dimana mereka kehilangan orang yang mereka sayangi layaknya keluarga. Seseorang yang terlalu berharga untuk mereka.
Dia telah pergi..
Entah kemana..
Menghilang tanpa jejak..
Tak terlacak sedikitpun..
'Tapi sekarang berbeda.!'Batin Castor yakin.
Peristiwa itu..
Tak akan terjadi lagi.!
Karena itulah kami datang..
"..-an.. Castor-san.!" Panggil Lab. Castor tersadar dari lamunannya.
"I- iya? Ada apa, Lab?" Tanya Castor.
"Ternyata daritadi kau melamun, ya.. huffhh.. yasudah.. ayo, kita pergi dari sini.. kalian pasti lelah, kan? Ayo cepat!" Ajak Lab. Castor tersenyum.
"Ayo.!" Jawab Castor sambil menggandeng tangan Labrador. Labrador menarik Castor kearah tujuan mereka, sedikit melupakan Lance yang ada dibelakang mereka yang sedang menggerutu.
"Dasar suka pamer.! Apa mereka lupa, aku ini jomblo sendiri?!" Gerutu Lance sebal namun pelan sambil tetap mengikuti kedua orang yang tengah 'dunia-milik-berdua-yang-lain-cuma-ngontrak' itu dan tak lupa menjaga jarak dari mereka.
.
.. Tapi, tanpa mereka sadari..
-Dilain Tempat-
"Mereka beneran dateng kesini, ya.." Komentar seseorang sambil memperhatikan Castor, Labrador dan Lance dari jendela.
"Benar.. sepertinya mereka juga sangat mengetahui soal reinkarnasi dari Mikhail-sama dan Zehel.." Jawab orang kedua.
"Hmm~.. apa perlu kita beritahu Verloren-sama.?" Tanya orang ketiga.
"Tak perlu.." Kata orang pertama sambil memandang Castor, Labrador dan Lance keji.
".. pada akhirnya, kedatangan mereka hanya akan sia-sia saja.. aku yakin akan hal itu.!" Sambung orang pertama keji. Kedua rekannya pun sama, tersenyum keji.
-TBC-
Author : Ohahahahahaha! Ketemu lagi dengan ane, Profe Fest, Author ter-GaJe se-FFN! Hohohohohhoho!
Teito : *nabok Author. Apa-apaan itu?! Bagianku sedikit sekali!
Author : Maaf Tei-kun.. lagian Author kan mau UN.. ini aja ngetiknya malem-malem..
Labrador : Sudahlah semuanya.. ayo kita balas dulu review-review yang udah menumpuk ini..
Teito : Yosh! Pertama buat Kujo Kazusa Phantomhive. Makasih udah review.. Ini udah update.. maaf ya kalau lama.. Author lagi mau UN.. doakan Author ya, semoga Author bisa UN dengan baik dan nggak ada kejadian-kejadian yang nggak diinginkan..
Author : AAAAAMMMMIIIIIIIINNNN!
Castor : Selanjutnya, untuk Yukichi-chan. Terima kasih sudah review dan terima kasih sudah menyukai fic abal ini.. Arigatou gozaimasu.. ( _ _)
Hyuuga : Selanjutnya, Fujiwara Shion-san.. Makasih udah review dan suka fic ini~.. tetap ikutin fic ini ya~.. jadi, kau suka Aya-tan~? Aku juga lho~!
Konatsu : Nggak ada yang nanya, Hyuuga-sama.. -_-
Author : Selanjutnya, buat S-san.. (ngelirik nama dan bahasa yang dipakai).. ng.. I'm so sorry, S.. My grammar is sucks.. I'm not sure I can write Reincarnation English version.. I'm so sorry..
Frau : Tumben lu pinter, Thor.!
Author : Yeee! Saya kan pinter! Beda dengan anda, Frau-san yang nggak lulus-lulus sampe 3 tahun!
Ayanami : Karena yang diatas masih banyak bacot, saya saja yang tutup.. Silakan review fic abal serta GaJe ini dan sampai jumpa di chapter berikutnya.. *muka datar
Author : Jangan lupa doain saya supaya lancar UN-nya yaa.. *puppy eyes.
.
~ Review Please ~
