Pertemuan

.

.

.

Saat ini Sasuke sedang berjalan di tengah perkampungan yang tampak lengang. Sasuke sendiri sedikit heran, padahal hari masih sore, tapi kenapa tidak ada aktivitas sama sekali.

Dari arah depannya seekor kuda tanpa pengendara berlari menuju arahnya. Sasuke tampak tenang menyingkir dari jalan, dan membiarkan kuda tadi lewat.

Broll!

Ketika Sasuke ingin melanjutkan langkahnya, tembok yang dibelakangnya jebol. Sasuke merasakan tubuhnya tertarik ke arah tembok yang jebol. Sasuke sedikit kaget karena telah ditarik oleh kekuatan besar Bee. Dan tampak pula mata Bee yang masih mengeluarkan darah karena luka yang di sebabkan oleh pisau Sasuke.

Melihat siapa yang menarik, Sasuke malah menunjukan cengirannya. "Hay.. aku sudah menemukan jalan menuju tujuanku"

"Jalan yang kau lalui masih salah"

Buagh!

Sebuah pukulan keras mengahantam rahang Sasuke. Dan membuat dirinya terlempar kebelakang. Bahkan membentur dinding yang bersebelahan dengan dindin yang di jebol oleh Bee.

Bee segera mendekati Sasuke, dan dengan satu tangannya yang besar dan menggengam kepala Sasuke, Bee mengangkat tubuh Sasuke tinggi-tinggi

"Jalanmu bukan disini, tapi jalanmu menuju neraka" seru Bee sambil sambil melayangkan pukulan kerasnya.

Buk!

"Aaah!"

Sasuke mengeluh menahan rasa sakit, untuk kedua kalinya mendapat hantaman dari Bee.

"Aku akan membalasmu karena telah mengganggu kesenanganku".

"Oh ya. itu karena kau tidak mau berbagi" Sahut Sasuke seraya bangkit dan meringis memegangi bagian perutnya.

"Keparat"

Wut!

Bee tiba-tiba mengayunkan pedang besarnya. Sasuke dengan sigap menundukan kepala, lalu menggunakan kekuatan kakinya untuk melompat sambil berjumpalitan di udara. Bee tidak tinggal diam, ia terus menyerang Sasuke dengan gencar.

"Hey. Kemana senjata mu, apa kau sudah menjualnya ke tukang loak?" seru Sasuke.

Bee menggeram marah melihat Sasuke yang malah meledeknya, Bee selanjutnya melempar pedang raksasanya.

Wuss!

Trang!

Dua benturan pedang milik Sasuke dan Bee menghasilkan suara keras. Usai benturan, pedang raksasa kembali pada Bee.

Bee dengan menangkap pedangnya yang kembali padanya. Dan setelahnya, Bee bergerak cepat menerjang Sasuke.

Wuts!

Sasuke menunduk dan melompat sambil bersalto kebelakang beberapa kali.

Belum sampai di situ, Bee melompat tinggi sambil membabat pedangnya seakan-akan ingin membagi dua tubuh Sasuke dari atas kepala.

Trang!

Sekali lagi terdengar suara benturan keras. Siapa sangka, biarpun ukuran tubuh Sasuke lebih kecil daripada Bee. Tapi ternyata Sasuke masih bisa mengimbangi kekuatan Bee.

Bee masih penasaran, ia kembali mencoba uji kekuatannya dengan Sasuke. Ia kembali membabat pedangnya pada tubuh Sasuke bagian pinggang.

Wuts!

Swiut!

Pedang Bee mengenai angin, Sasuke yang menjadi sasaran tiba-tiba menghilang dari tempatnya.

Bee berusaha mendeteksi keberadaan Sasuke yang tiba-tiba lenyap dari pandangan matanya.

"He!" Bee kaget merasakan hawa keberadaan sesorang yang tiba-tiba berada di belakangnya.

Wuts!

Lagi-lagi Sasuke serasa menebas segumpal karet ketika berhasil mengenai leher Bee.

Bee mengibaskan pedang sambil memutar tubuh kebelakang.

Sasuke segera bersalto dua kali kebelakang menghindari ayunan pedang Bee.

Wut!

Karena berada diluar jangkauannya, kembali Bee melempar pedangnya menuju Sasuke

Sasuke menunduk menghindari pedang itu. Pedang raksasa itu melayang melewati kepala Sasuke, lalu berputar kembali pada Bee saat tidak mengenai Sasaran. Bee menyeringai, ia kembali melempar pedang raksasanya,

"Hiyaa" teriakan Bee, mengikuti lemparan pedangnya.

Sasuke menghindar, selanjutnya ia membabat pedangnya sehingga tampaklah api hitam membentuk mata pedang yang memotong mengikuti arah arah sabetan mata pedang Sasuke.

Wuss!

Serangan api hitam Sasuke yang membentuk seperti mata pedang, menuju Bee.

Crass!

Sungguh hebat, sabetan jarak jauh Sasuke ternyata bisa memotong jari-jari Bee, padahal pedang itu sama sekali jauh dari jangkauan, bahkan sampai menyisakan api hitam pada jari Bee yang terpotong.

Crakss!

"Aaah!"

Bee menjerit kesakitan, kala ia ingin menangkap pedangnya yang berbalik arah padanya, tapi tidak bisa menggenggam karena jari tangan yang seyogyanya mau menangkap pedang tadi sudah tidak bisa menggenggam karena jarinya yang telah terpotong.

Pedang raksasa itu akhirnya tanpa rintangan membela batok kepala Bee.

Bee hanya bisa melototkan matanya tidak menyangka dengan kejadian beruntun yang demikian cepat. Darah kembali mengalir menuju ujung pedang yang masih melekat pada kepala Bee.

"Aaaarggg"

Teriakan Bee menggema. Sasuke kaget melihat Bee, bergerak kearahnya dengan kecepatan tidak berubah laiknya tidak terjadi apa-apa.

"Gila" kejut Sasuke.

'Sekuat itukah orang aneh ini? Sampai-sampai batok kepalanya yang mengeluarkan banyak dara seperti tidak ia rasakan', Batin Sasuke sambil menghindari serangan Bee.

"Heeeah" teriakan bee kembali menerjang Sasuke.

Sasuke bergerak lebih cepat lagi. Ia menendang pedang besar yang masih menempel di kepala Bee, hingga pedang itu terlepas. Dan tampaklah luka menganga di kepala Bee.

Swiuts!

Lagi-lagi Sasuke harus menggunakan kecepatan kilatnya dan muncul melayang tepat di atas kepala Bee. Sasuke menusukan pedangnya tepat di luka Bee.

"Kagutsuchi"

"Aaarrrghhh!"

Bee menjerit keras saat tempat yang di tikam Sasuke terbakar api hitam.

Bee tidak kuasa menahan rasa sakit dan panas pada batok kepalanya. Bee pada akhirnya tumbang dengan nyawa yang sudah terlebih dahulu melayang.

"Dasar orang aneh!"

Setelah melihat Bee sudah tewas, Sasuke menarik nafas panjang, selanjutnya ia melanjutkan langkahnya meninggalkan mayat Bee.

Tanpa Sasuke sadari kalau sebenarnya dari tadi, sepasang mata pria jabrik berambut pirang sedang mengamati pertarungan mereka.

"Jutsu yang hebat dan langka" gumam pria berambut blonde tadi, "Bahkan bisa mengimbangi kekuatan pria besar itu. Meski ada faktor lain yang membantu kemenangannya" tampak kalau ia menarik sudut bibirnya tersenyum.

Selesai berkata demikian, pria blonde tadi mengikuti arah Sasuke.

Sepeninggal Sasuke yang di ikuti pria blonde tadi, muncul pula gadis bercepol dua di tempat Sasuke tadi bertarung.

Sambil mendengus, di wajahnya tampak meremehkan, "Akhirnya aku tahu siapa pengacau ini, aku bisa mengendusmu" usai berkata demikian wanita cantik bercepol dua tadi melompat ke arah lain, dan menghilang diantara rimbunan pepohonan.

.

,

.

Sasuke kini berada di tepian sungai, ia membersihkan dirinya dari kotoran akibat pertarungannya dengan Bee. Selagi membersihkan tubuh, ia tiba-tiba merasakan hawa keberadaan orang lain di sekitarnya. Ia menoleh kearah lain. Dan tampaklah gadis cantik bercepol dua yang sedang duduk diatas bebatuan tanpa pakaian. Gadis itu juga menatap kearahnya dengan tatapan tajam.

Sasuke balas menatap pada gadis yang seperti tanpa malu membiarkan bagian pribadinya di lihat oleh Sasuke. Tapi sebagai ninja yang berpengalaman, Sasuke tentu tahu kalau orang yang berbuat seperti itu, bukanlah orang sembarangan.

Sasuke makin menatap tajam gadis bercepol dua yang tanpa busana. Sasuke mulai waspada.

Tapi keanehan muncul pada Sasuke, tubuhnya tidak bisa di gerakan. Sadarlah Sasuke kalau saat ini ia sedang di jebak dalam genjutsu oleh wanita bercepol tadi. Karena tubuhnya yang tidak bisa di gerakan, perlahan, ia merasakan tubuhnya serasa tenggelam kedalam dasar sungai.

"Sial" umpat Sasuke sambil menggerutu, biar bagaimana pun ia harus segera membebaskan diri dari genjutsu. Jikalau tidak, ia bisa mati. Tiba-tiba,

Slep!

"Akh"

Sebuah kunai telah menancap di bahunya, rasa sakit akibat tertancap kunai barusan yang membuat Sasuke terbebas dari genjutsu.

"Keparat! Siapa yang mengganggu" teriak gadis bercepol dua tadi.

"Eaha..ha..ha.." suara tawa cempreng dari seorang pemuda blonde yang kira-kira seusia Sasuke.

"Bangsat!"

Werr!

Sebuah serangan berupa pisau yang terbuat dari air, mengarah ke pria blonde. Dengan sigap, pria itu melompat menghindari hujaman pisau yang terbuat dari air tadi.

"Kurang ajar kau!" teriak Sasuke sambil mengarahkan sabetan pedangnya pada wanita bercepol dua. Karena tadi sudah menyaksikan bagaimana kehebatan jutsu dari sasuke, maka wanita bercepol dua itu buru-buru menghindar.

Tapi sebenarnya, serangan Sasuke itu adalah sebuah tipuan, dengan gerakan kilat, ia memburu gadis tadi.

Tap!

"Siapa kau?"

Suara Sasuke dingin ketika berhasil menangkap bahkan sampai mencekik leher gadis tadi.

Gadis bercepol dua malah mendengus tertawa, sejurus kemudian, tubuhnya kelihatan lunglai. Dan akhirnya yang dipegang Sasuke kini hanyalah berupa kulit tanpa daging dan tulang.

Menyadari kalau itu adalah jutsu untuk membebaskan diri, Sasuke segera melompat menjauh dari tempatnya, kembali ia waspada, kalau saja gadis bercepol dua tadi menyerang balik.

Setelah di tunggu beberapa saat, "Itu adalah jutsu licik untuk melarikan diri" seru pria berambut blonde dari temapt lain.

"Dia adalah salah seorang dari kumpulan orang-orang aneh, dan aku ingin menolongmu karena aku belum ingin kau mati" imbuhnya lagi.

"Katakan, kau tahu tentang mereka" Sasuke mencabut Kunai yang tertancap di bahunya, lalu melempar kembali pada pemiliknya.

"Tentu saja aku sedang memburu mereka. kau sangat kuat, jadi aku butuh bantuanmu. Namaku Naruto"

"Sayang sekali, aku tidak tertarik pada orang-orang aneh ini" sahut Sasuke.

"secara tidak sengaja, kau telah terlibat urusan dengan mereka. Pria raksasa yang bernama Bee yang tadi kau bunuh adalah salah satu dari mereka" sahut Naruto

"Lalu apa tujuanmu merekrutku"

"Aku di utus oleh pemerintah untuk menindak lanjuti para klan penguasa yang bertindak semena-mena. Dengan bekerja sama denganmu, kau bisa membantuku menyelesaikan tugasku".

Sasuke mendengus, "Itu urusanmu" sahut Sasuke singkat menjauhi Naruto.

"Aku yakin kau akan butuh bantuanku, karena kau sudah berutang budi padaku. Dan lagipula, hidupmu sekarang bergantung padaku" teriak Naruto saat Sasuke mulai menjauh.

Sasuke berhenti, "Apa maksudmu?"

"Kunai yang kulemparkan padamu, adalah kunai beracun. Dan waktumu, tinggal satu minggu jika kau tidak mendapatkan penawarnya, maka kau akan mati"

Sasuke menggunakan gerakan kilatnya dan tiba-tiba berdiri di belakang Naruto.

Tap! Set!

"Aaakh!"

Jerit naruto saat kunai yang tadi di pegangnya, di rebut Sasuke, sedetik kemudian kunai telah menancap pula di bahu Naruto.

"Sekarang kita Impas, keluarkan penawarnya atau kau juga akan mati" dengus Sasuke.

Naruto hanya tersenyum pada sasuke, "Kau pikir aku bodoh, aku sudah duga akan seperti ini kejadiannya. Maka, pisau tadi sudah ku buang" ia menatap dengan tatapan mengejek pada Sasuke.

"Sekarang nyawamu tergantung padaku, jika kau masih ingin tetap pergi, pergilah. Ha..ha..ha.." Naruto melangkah meninggalkan Sasuke.

Sasuke mempercayai pria itu karena saat ini ia mulai merasakan pusing pada kepalanya, maka dengan sangat terpaksa ia melangkah mengikuti Naruto.

.

.

.

Gadis bercepol dua duduk menghadap pada pria berambut panjang, Neji, yang tampak sedang membelakangi dirinya.

"Jadi Tenten, kau sudah membunuh pria itu?"

"Maaf Neji, aku mendapat gangguan" sahut Tenten.

"Jika di sini muncul mata-mata, pastikan kau membunuh pria itu"

"Aku tidak butuh nasihatmu, aku akan menangani sendiri, Neji. Dan aku akan mengatakan hal ini pada Yahiko di ranjang, apa kau keberatan?" sahut Tenten dengan tatapan sinis pada Neji.

"Jika kau berani lagi melayani tuan, akan ku bunuh kau" neji mengikat serat baja tipis pada pergelangan tangan Tenten.

"Aaaww"

Tenten menjerit ketika Neji menarik dirinya.

"Hey.. aku bukan milikmu" Tenten memprotes.

"Dan jangan bertingkah kau seolah-olah pelacur, yang melayani sembarang pria, brengsek"

Sreet!

Tenten hanya diam ketika Neji mulai merobek pakaiannya. Dengan penuh nafsu neji mulai menciumi bagian tubuh Tenten. Lidahnya menjelajahi bagian payudara Tenten yang juga nampak naik turun karena nafsunya juga sudah bangkit..

Neji dengan kasar membuka dua paha Tenten. Berikut neji seperti melahap dengan buas bukit kecil di selangkang Tenten.

"Ahmmp..uah…" tenten melenguh menikmati perlakuan kasar Neji pada kelaminnya.

Setelah puas pada Vagina.

"Aaah.." Tenten mendesah saat neji mulai mendorong pinggulnya.

Tenten mengeratkan pelukannya saat Neji makin mempercepat dorongan panggulnya, bahkan terkesan kasar.

Desahan Neji dan tenten terus terdengar mengiringi gerakan panggul Neji.

"Ikhk!" tampak wajah neji meringis ketika orgasmenya datang. Neji cuma bisa membenamkan penisnya dalam-dalam sampai ia merasa orgasmenya sudah usai.

Neji dan Tenten mengambil nafas lega usai melakukan permainan mereka. Neji beringsut dari atas tubuh Tenten.

"Apa benar, kau pernah tidur dengan Yahiko?" Neji menatap Tenten yang berusaha memejamkan matanya.

"Dasar bodoh!" hanya itu tanggapan dari Tenten.

Neji tersenyum memeluk Tenten. Dan membiarkan ia istirahat.

.

.

.

.

Sasuke dan Naruto kini sedang menyusuri sungai dengan menggunakan perahu.

"bagaimana seorang mata-mata sepertimu bisa mengetahui semuanya", Sasuke yang sedang tiduran, "Dan kenapa kau tidak bertindak"

"Tidak, karena pemerintah tidak bisa bertindak tanpa bukti" sahut Naruto yang mengendalikan perahu dengan sebatang gala. "Kami sudah mengirrim mata-mata kedalam klan itu. Namun tidak ada yang kembali" imbuh Naruto kemudian.

"Lalu?"

"Para kumpulan yang menamai dirinya Ninja kegelapan, yang di jalankan oleh ninja iblis"

"Lalu apa tujuan ninja kegelapan membantu klan Himura?" Sasuke bertanya.

"Mereka ingin menguasai galian emas yang ada di distrik Himura" sahut Naruto tetap pokus.

Sasuke menarik nafas, saat ini Sasuke lebih memilih memejamkan matanya ketimabang bertanya pada Naruto.

"Apa kau ingin tahu, siapa pemimpin Ninja kegelapan?" tanya naruto kemudian.

Karena tak ada respon dari sasuke, "pemimpinya bernama Yahiko".

"Apa?" Suara Sasuke meninggi mendengar nama Yahiko, "Kau berbohong, dia sudah tiada"

"Ssst.. pelankan suaramu, kita berada di daerah hantu" naruto memelankan suaranya, Naruto melihat sekitar, dan yang tampaklah kabut yang mulai turun.

Sasuke dan Naruto merapatkan perahu mereka di, tepian sungai. Kabut tebal juga sudah turun. Hawa dingin menusuk sampai tulang sanga terasa di daerah itu. Pandangan mata pun juga terbatas.

"Seperti yang kukatakan tadi, kau harus hati-hati karena kita berada di daerah hantu… huaah.." teriakan Naruto.

Naruto tiba-tiba saja tergelincir dan berguling menuruni tanah yang memiliki kemiringan yang cukup.

"Narutoo..!" Sasuke sudah berkali-kali memanggil, tapi Naruto yang di panggil tidak menyahut.

Sasuke hanya bisa mendecih perlahan, ia melanjutkan langkahnya. Sasuke mulai waspada, ia merasakan keanehan di dekitar tempat itu. Dengan pasti ia mulai menggenggam gagang pedangnya. Di tengah kabut tebal, Sasuke tidak bisa lagi mengandalkan indera penglihatan. Ia kini hanya bisa mengandalkan indera pendengaran beserta insting yang ia latih selama ini.

Sementara Naruto terus berguling dan..

Brugh!

ia pasti akan terus berguling jika saja tidak menabrak sebuah pohon lapuk yang tampak kalau pohon itu sudah lama mati.

"Sial!" makinya, beruntunglah, karena ia tidak tahu sampai mana ia akan terus berguling. Bisa saja ia terjerumus kedalam jurang yang dalam.

Werr!

Sebuah serangan mendadak mengarah ke naruto.

Naruto yang juga memiliki pendengaran tajam, segera melompat menghindar ketika ia merasa suara angin dari serangan lawan.

Naruto kembali memijakan kaki di tanah.

"uwaah!"

Karena di tempat memijakan kaki di tempat miring, Naruto kembali terguling kebawah.

Gluduk! Gluduk!

Grosak!

"Aah.. sialan!" kembali Naruto merasakan kesialan, meski gulingan tubuhnya sudah berhenti tapi kali ini ia harus berhenti di semak berlukar.

Naruto mengamati sekitar, pendengarannya masih di tajamkan.

Werr!

Kembali serangan senjata yang sama menuju Naruto. Naruto sempat melihat bentuk senjata yang menyerupai cakar harimau yang terbuat dari besi yang di sambungkan dengan rantai besi.

Naruto dengan sigap melompat keatas.

Wuss!

Serangan beruntun memburu Naruto, dengan posisi tubuh yang masih di udara, tidak memungkinkan Naruto untuk menghindar.

"Akh!"

Serangan gelap tadi mengenai tepat dadanya.

Seorang tiba-tiba muncul dari gelapnya kabut yang menyelimuti, ia memegang rantai besi yang terjulur kedepan tepat mengarah ke posisi Naruto yang terkena serangan tadi. Dan bisa di tebak kalau pria inilah yang baru saja menyerang Naruto.

Pria bermasker tersebut menarik rantainya dengan kuat. Dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat ujung cakar besinya hanya menarik selembar pakaian tanpa pemilik.

Ia sempat bingung, jelas-jelas tadi ia merasa yakin kalau senjatanya tepat mengenai Sasaran. Dan ia juga bingung, bagaimana bisa sasarannya bisa meloloskan diri.

Ia menatap nanar ke sekelilingnya mencari target sasarannya tadi, tapi nihil, bahkan tanda-tanda keberadaan orang sekitar, tidak terasa olehnya. Ia mengambil kesimpulan kalau buruannya telah berhasil meloloskan diri. "Dasar orang aneh", Ia pun segera menghilang dari tempat itu.

"Kaulah yang aneh" Suara perlahan terdengar dari atas pohon.

Kalau saja pria bermasker tadi mau memperhatikan dahan pohon diatasnya, sudah pasti, sebagai orang yang terlatih ia bisa saja mengetahui kalau sesuatu yang menyerupai dahan pohon diatasnya, bukanlah dahan pohon sungguhan, melainkan Naruto yang menggunakan jutsu penyamaran. Mungkin karena kabut, atau Naruto memang ahli dalam melakukan kamuplase dan pandai juga menyembunyikan keberadaannya.

.

.

.

"Narutoo.." Sasuke memanggil Naruto yang dari tadi di tungguinya namun belumlah juga muncul. Beberapa menit yang lalu ia hanya mendengar suara jeritan Naruto yang tiba-tiba menghilang.

Karena bosan, atau lebih tepatnya tidak peduli dengan Naruto, Sasuke melanjutkan perjalanannya.

Menjelang pagi, Sasuke tiba didepan sebuah kuil. Sasuke merasa heran, karena dalam kuil terdapat aktivitas seorang Shinshoku atau guji.

Sasuke makin menautkan alisnya. Bukankah di daerah itu sudah menjadi daerah terlarang karena suatu wabah mematikan. Tapi kuil di depannya masih aktif.

Sasuke perlahan melangkah menuju halaman kuil. Sasuke belum menghentikan langkahnya sampai ia berada di depan pintu masuk. Perlahan ia membuka pintu kuil, dan tampaklah di dalam kuil seorang Shinshoku atau bisa saja hanyalah Miko.

"Siapa kau?" suara perlahan terdengar tiba-tiba dari yang bisa di ketahui kalau ia adalah seorang perempuan.

"Aku hanya senang mendengarkanmu sedang berdoa" Jawab Sasuke yang kini sedang bersandar di sebuah tiang penyanggah bangunan dalam.

"Aku sangat suka mendoakan orang-orang yang sudah mati karena wabah" sahut suara parau makin terdengar jelas, bisa di pastikan berasal dari seorang wanita tua.

"Tidakkah kau sadar kalau sekarang desa ini sedang di timpa musibah" wanita pengurus kuil itu menoleh pada Sasuke. Dan nampaklah wajah wanita tua itu yang di penuhi bercak merah, seperti terkena penyakit kusta.

Sasuke masih mengabaikan, ia malah makin menyamankan sandarannya di tiang penyanggah.

"Oh, jiwa yang malang, kau tidak akan keluar lagi dari sini hidup-hidup" usai berkata demikian, wanita tua itu melanjutkan doanya.

Sasuke masih diam tidak menanggapi.

"Hey, pernahkah kau melihat pria berambut kuning lewat di sekitar sini" Sasuke bertanya kemudian.

Wanita tua yang di tanyai Sasuke lantas menghentikan doanya, ia menjawab, "Ia akan kukirim menemui kami-sama. Aku akan mengirimnya kesana"

Sasuke kaget mendengar penuturan dari wanita tua itu. Jika ia adalah seorang shinshoku, tidak mungkin ia lancang mengucapkan kata-kata tersebut.

Sasuke makin waspada. Tiba-tiba saja wanita tua itu menggeram, tubuhnya mulai gemetaran. Ia mulai menjerit-jerit dan menoleh pada Sasuke.

Sasuke makin heran, ia melihat wajah wanita tua yang berkusta itu, mulai berubah tidak beraturan. Sasuke dengan cepat menebas wanita itu membagi dua dari atas ke bawah. Tapi apa yang terjadi, wanita yang di potong Sasuke, seharusnya mengeluarkan darah, tapi yang ini tidak. Sasuke memperhatikan ternyata yang terpotong adalah sekumpulan kalajengking yang menyatu dan membentuk manusia. Sasuke memperkirakan kalau itu adalah jutsu hebat tapi aneh.

"Sial" makinya.

Ia menoleh karena suara aneh berada di atas kepalanya. Ia membelalakan matanya. Hujan kalajengking mendarat di tubuhnya. Dan yang membuat Sasuke makin heran, tubuhnya tidak bisa lagi di gerakan. Rupanya ia terperangkap genjutsu yaang sama dua kali setelah di pinggir sungai tempo hari.

Kumpulan kala jengking meninggi di depan Sasuke dan membentuk sosok tubuh manusia. Perlahan sosk itu makin jelas dan tampaklah di depan Sasuke wanita cantik bercepol dua tapi bertelanjang tanpa sehelai benang melekat di tubuhnya.

"Sial!" Sasuke mengumpat pada dirinya sendiri, bagaimana bisa ia terperangkap di genjutsu yang sama

"Jawab aku. Apakah masih ada orang lain selain si pria kuning itu" wanita bercepol dua, Tenten, tidak peduli dengan tubuhnya yang memperlihatkan seluruh bagian intimnya di depan Sasuke.

"Benar, dan dia ada di belakangmu"

Sebelum Tenten bertindak, sebilah pisau telah mengancam lehernya.

"Minta para kalajengkingmu mundur, mereka semua" Seru orang yang baru datang, ia adalah Sakura.

Tenten hanya diam, tapi tanpa Sakura Sadari, di bawahnya, nampak ekor kalajengking keluar dari selangkangan Tenten sedang mengarah pada paha Sakura.

Jleb!

"Akh!"

Ekor kala jengking itu menancap tepat mengenai paha dalam Sakura. Sakura menjerit tertahan menahan rasa Sakit akibat sengatan kalajengking tadi. Meski demikian, Sakura tidak melepaskan pisaunya yang menempel pada leher Tenten.

"Suruh kalajengkingmu pergi atau ku bunuh kau" Sakura membentak. Tampak kalau racun kalajengking itu sama sekali tidak berpengaruh pada tubuhnya.

Perlahan, para kaljengking yang mengerumuni tubuh Sasuke perlahan menjauh dari Sasuke.

Sakura mendengus, "sepertinya giliranmu yang harus menjawab pertanyaanku"

"Oh ya"

Wuts!

Dari bawah Sakura, menjulur dengan cepat ekor besar kalajengking mengarah ke tenggorokan Sakura. dengan sigap Sakura melompat kebelakang.

Tenten belum selesai, dia yang kini memiliki ekor kalajengking, kembali mengayunkan ekornya pada Sakura.

Wes!

Tring!

Bunyi seperti suara besi ketika pisau yang pakai Sakura berbenturan dengan ekor kalajengking milik Tenten.

Wers!

Kembali Tenten menyerang Sakura, bahkan kali ini lebih hebat lagi. Ekor kalajengking milik Tenten bisa mengulur dan memanjang menuju Sakura.

Wuss!

"Aaakh!"

Tenten menjerit kaget, saat ekor kalajengkingnya telah terpotong dan terbakar api hitam. Ia tadi sempat melihat kilatan cahaya menuju ekornya, ia menoleh dan ternyata kilatan cahaya tadi berasal dari Sasuke yang agak jauh tempatnya.

Menghadapi jutsu aneh milik Sasuke, tenten segera melompat menjauh hendak melarikan diri.

"Berhenti!" teriak Sakura hendak mengejar.

"Tidak perlu" suara Sasuke mencegah Sakura untuk mengejar Tenten.

Sakura diam mengamati Sasuke yang sudah mulai memegang gagang pedangnya.

Dengan kecepatan luar biasa, Sasuke mencabut dan mengayunkan pedangnya kedepan menuju arah Tenten.

Wuss!

"Aaakh!"

Tenten yang mulai menjauh menjerit saat tubuhnya telah terpotong dan terbakar api hitam.

Sakura membelalakan mata dengan pertunjukan Sasuke barusan. Baru kali ini ia menlihat jutsu sehebat itu dengan jelas, 'Jadi jutsu itu yang ia gunakan menolongku di malam itu' batin Sakura.

"Itu namanya Kagutsuchi. Aku mampu memotong musuhku dengan api hitam dari jarak beberapa puluh meter dari tempatku" terang Sasuke pada Sakura.

Sakura menganggukan kepala.

Sakura mengalihkan pandangannya ke luar kuil.

"Aakhh"

Sakura mendesah, ia merasakan adanya aliran listrik yang menjalar keseluruh tubuhnya. Ia merasa pusat perasaan anehnya itu bersumber dari bekas sengatan ekor Tenten tadi. Sakura menahan perasaannya ia menoleh kebawahnya. Dan tampaklah Sasuke yang sedang menempatkan mulutnya di pahanya. Dengan sekuat tenaga Sakura melawan perasaan dan hasratnya yang terasa aneh.

Buag!

Ia melayangkan lututnya tepat mengenai kepala Sasuke.

"Bodoh!" seru Sasuke. "Masih ada waktu untuk mengeluarkan racunnya" rupanya tadi Sasuke berupaya mengeluarkan racun kaljengking milik Tenten.

"Jangan khawatir, tubuhku kebal terhadap jenis racun apapun" sahut Sakura. ia masih membayangkan perlakuan Sasuke barusan. Wajahnya memerah.

Sasuke diam tidak menanggapi ucapan Sakura.

"Kurasa aku sudah melunasi utangku padamu" lanjut Sakura kemudian.

"Aa.. kau memang sudah menyelamatkan nyawaku. Kurasa kita memang sudah impas" balas Sasuke.

"Aku ingin mengejar mereka" Sakura melanjutkan.

"Dasar bodoh, sendirian? Kuharap malam dingin ini tidak membekukan otak mu, sehingga kau tidak bisa berpikir. Mereka terlalu kuat, pikirkan sekali lagi"

"Sayang sekali, aku tidak menerima perintah darimu" jawab Sakura ketus. Ia merasa kalau Sasuke telah meremehkan dirinya.

Sasuke hanya menarik sudut bibirnya. Membiarkan Sakura melangkah keluar dari kuil.

Tiba-tiba Saja Sakura menarik pedang pendeknya yang ia selipkan di pinggang. Ia nampak siaga, sepertinya ia mendeteksi kalau ada orang lain yang bersembunyi di depannya.

"Tunggu sebentar ninja wanita!" seru orang yang bersembunyi di depan Sakura dari balik pepohonan.

Sasuke menyusul Sakura yang berhenti tiba-tiba dan siaga.

"Siapa kau?" tanya Sakura dengan tenang.

"Tenanglah, orang yang berada di sampingmu adalah assistenku" orang yang bersembunyi menampakan diri, ternyata dia adalah Naruto.

"Ku pikir kau sudah mati" Sakura menoleh pada Sasuke.

Sakura menatap Sasuke, seakan meminta bukti kalau apa yang dikatakan pria yang memperkenalkan diri bernama Naruto adalah atasan Sasuke.

"Aku tidak berfikir untuk bergabung dan mengikuti mata-mata pemerintah" Sasuke menatap tajam pada Naruto.

"Hentikan keluhanmu. Bagaimana dengan mu Nona" Naruto menatap Sakura yang masih tetap siaga siap meyerang, "Tujuan kita memang berbeda tapi kita mempunyai musuh yang sama"

"Aku tidak biasa bekerja sama dengan orang asing" sahut Sakura.

"Dan dendamku akan kuselesaikan sendiri" lanjut Sasuke.

"Hm" Naruto mendengus, "Jangan lupa Sasuke, tentang keadaaanmu sekarang"

Sakura menatap Sasuke.

"Kau pikir aku peduli. Aku lebih memilih mati, biar aku bisa berjumpa dengan seluruh anggota keluargaku" tantang Sasuke.

"bertiga, Kita akan lebih kuat dari pada sendirian. Dan jangan lupa, aku punya sedikit informasi yang bisa ku bagikan pada kalian berdua, bagaimana"

"Sasaranku hanya satu. Dan aku sudah tahu tentangnya. Terima kasih, aku tidak butuh" sahut Sasuke sambil menarik salah satu sudut bibirnya.

"Kau memang menyebalkan Sasuke" seru Naruto.

"Aku ikut. Karena aku butuh informasimu. Demi membalaskan dendam teman-temanku. Sekarang kita mulai darimana?" jawab Sakura sambil menyelipkan kembali pedang pendeknya di pinggang.

Mendengar jawaban Sakura, Sasuke hanya mendengus keras, "Orang itu hanya memanfaatkanmu saja"

"Tapi terserahlah, yang pasti aku akan tidak sudi bergabung dengannya. Aku lebih senang bekerja sendiri" setelah berkata demikian Sasuke bangkit dari duduknya.

"Baiklah Nona, ikutlah denganku, akan kuceritakan dalam perjalanan"

Sakura menatap Sasuke yang masih tampak tenang dan tidak peduli dengan Naruto, "Tapi bagaimana dengan Sasuke" Sakura sendiri tidak tahu kenapa ia bertanya seperti itu. Padahal sudah jelas kalau Sasuke itu menolak bersama dengan mereka.

"Sepertinya kamu mulai membutuhkan kehadiran pemuda itu" Naruto bersuara perlahan.

"Apa?" Sakura mendengar kurang jelas.

"Ah! Tidak apa-apa. Lewat sini" ia melangkah dan di ikuti oleh Sakura.

Naruto berhenti sesaat, sementara Sakura tetap melangkah melewati Naruto.

"Gadis itu sangat seksi kan, Sasuke. Sangat di sayangkan" tatap Naruto pada Sasuke yang mulai berjalan mengambil arah yang berlawanan.

Mendengar ucapan Naruto, Sasuke berhenti sesaat dan menatap pinggul Sakura. setelahnya ia mengalihkan pandangannya pada Naruto.

"Apa lagi yang ada dalam otak mesummu itu?"

"Tidak juga, tapi ia mempunyai tekhnik yang hebat. Ia ninja hebat, dalam tubuhnya terdapat penawar racun. Bahkan penawar racun bagi tubuhnya, tapi itu adalah racun bagi manusia lain" terang Naruto, "Itu merupakan kutukan baginya, menjadi gadis yang tidak bisa di sentuh apatah lagi kalau kau ingin tidur dengannya, maka kau akan mengalami kematian"

Sasuke menautkan alisnya.

Sementara di depan mereka Sakura berhenti membiarkan kedua pria itu mengobrol. Dan Sakura memang tidak mendengar apa yang di ucapkan oleh kedua pria itu.

"Kau ingat Bee? Bukankah sebelumnya kau menebasnya berkali-kali tapi tidak mempan. Tapi lama-kelamaan. Kekebalannya makin melemah, jutsu tebasanmu mampu memotong jarinya begitu juga pedangnya sendiri bisa menembus tubuhnya. Itu gara-gara dia yang sebelumnya hendak memperkosa Sakura dan ia terkena racun dari Sakura".

Sasuke mengamati Sakura yang agak jauh dari tempatnya, dan bisa di pastikan kalau Sakura tidak mendengar perbincangan mereka, selain itu suara Naruto sengaja dia kecilkan.

"Kau tahu banyak soal Sakura?" Sasuke menatap Naruto. Tampak kalau Sasuke begitu tertarik ingin mengetahui tentang Sakura. Naruto tersenyum.

"Tidak juga, tapi aku pernah mempunyai rekan yang senasib dengannya. Dia menjadi kesepian sebagai seorang wanita, Kau mengerti maksudku kan?".

Sasuke tidak langsung menanggapi. Jadi itu maksud Sakura ia kebal terhadap racun. Ternyata ia sendiri menyimpan racun yang jauh lebih mematikan.

"Tapi tadi aku sempat berusaha menyedot racun dari tubuhnya, bukankah aku juga telah bersentuhan dengannya" tanya Sasuke lagi.

"Maksudku cairan tubuhnya, termasuk ludah atau darah bahkan keringat"

Sasuke mengangguk mengerti. Ia tidak bisa membayangkan jika andainya tadi dirinya sempat menyedot darah dari tubuh Sakura.

"Termasuk juga ketika kau tidur dengannya, bukankah vaginanya juga.."

"Cukup!" dengan sedikit membentak, Sasuke memotong ucapan Naruto. Ia merasa tidak perlu karena ia mengerti. Di tambah lagi Naruto mau mengeluarkan kata vulgar.

"Ha..ha..ha.. bukankah sangat tidak menyenangkan ketika kau tidak bisa berciuman dan meniduri pasanganmu"

Sasuke makin mempelototi Naruto karena keterangan tambahan Naruto yang menganggap Sasuke seolah-olah belum mengerti dengan keterangan Naruto

Naruto mengangkat bahu, "Kau benar-benar memilih untuk tidak bergabung dengan kami?"

Sasuke memilih diam, ia malah memilih melanjutkan langkahnya menjauh.

"Percayalah, aku bisa membantumu menawarkan racun dalam tubuhmu!" seru Naruto.

Mendengar seruan Naruto, Sakura menatap kedua pria di belakangnya. Sakura sedikit ingin tahu tentang racun yang di maksud oleh Naruto.

Sakura hendak berbicara dan bertanya tentang racun tapi tidak jadi, karena Sasuke keburu menghilang dengan gerak kilatnya.

Naruto berbalik pada Sakura dan menunjukan cengirannya. Kemudian Naruto mengisyaratkan Sakura agar melanjutkan langkahnya.

.

.

.

TO BE CONTINUE

.

.

Sebenarnya ane belum mao ungkapin kenapa Saku di sebut gadis yang di kutuk. Cuman karena banyak yang nuntut. Ya udah deh.. he.. ..tunjukin aja.

Thank you udah review.

See ya…