"Aku tidak percaya ini". ucap seorang gadis berambut twintail dengan pita hitam. "aku juga Kotori, memang saat aku dekat dengannya, aku juga selalu merasakan ada energi aneh yang samar". ucap Shido.
"berarti, dia bukan manusia? ". gumam Kotori. "tidak, lihatlah hasil laporan ini". ucap Reine tiba-tiba muncul dan menyodorkan sebuah kertas dan alat aneh.
"Tidak mungkin! ". ucap Shido kaget. "bagaimana bisa?! ". kaget Kotori juga. Dialat itu menunjukkan bahwa Naruto adalah seorang manusia, tapi beberapa detik kemudian berganti menjadi spirit, manusia lagi, spirit lagi, dan terus begitu.
"sudah kuduga ia berbakat menangani wanita". gumam Shido melihat kertas yang satunya. "apa maksudmu? ". tanya Kotori. "disini ditunjukkan bahwa tingkat ketertarikan Spirit si petapa itu, meningkat 70% hanya dalam sepuluh menit ia berbicara dengam Naruto.
"hebat sekali, bukankah ia juga sekelas denganmu Shido? ". tanya Kotori. "tentang itu, tentu saja, aku adalah teman baiknya". jawab Shido. "satu-satunya teman baiknya di kelas". tambahnya dalam hati.
"oh iya Reine-san, dari mana kau mendapatkan laporan penguji spirit itu? Padahal kan harus berada di dekat target bukn? ". tanya Shido. "oh, karena temanmu itu pingsan setelah menggunakan kekuatannya tadi, jadi kami teleportasikan saja ia kemari". ucap Reine enteng.
"Uapppaa?! Bukankah ia akan mengetahui rahasia kita? ". kaget Shido. "bukankah ia memang telah mengetahui tentang Spirit? ". ucap Reine.
"dia benar, karena ia telah ada disni, jadi mungkin kita bisa menganalisis tubuhnya". ucap Kotori. "um, kukira tidak semudah itu". ucap Reine.
"apa maksudmu? ". tanya Kotori. "saat ini, kondisinya terus membaik, tapi selama ia belum sadar, entah mengapa seluruh benda di ruang kesehatan kecuali ranjang dan beberapa peralatan, sekarang melayang-layang aneh dan mencegah siapapun mendekat". ucap Reine.
"jadi tidak ada pilihan kecuali menunggu ia sadar? ". ucap Kotori. "baiklah, Shido! Aku sudah mengatur jadwal kencan-mu dengan Tohka hari ini". ucap Kotori.
"baiklah, aku akan menurutimu, kembali ke kegiatan utama bukan? ". ucap Shido. "tentu, sekarang Tohka sudah menunggu". ucap Kotori. "baiklah, kabarkan padaku jika Naruto sudah sadar". ucap Shido.
Gelap... Naruto tengah berdiri di tengah kegelapan. Sebuah suara menariknya untuk berjalan kedepan, meski ia tidak tahu seberapa jauh ia melangkah. Grr! Deg! Ia langsung berhenti ketika melihat lima pasang mata menatapnya dari balik kegelapan.
Ia tahu jika makhluk apapun itu yang memiliki lima pasang mata tengah berada di hadapannya, tapi tidak terlihat karena tertutupi kegelapan yang sangat pekat.
"m-makhluk apa itu?! D-dan dimana aku?! ". ucap Naruto kaget. Ia mencoba berbalik, tapi kakinya tidak bisa digerakkan.
Grr! Suara makhluk itu terus menggeram, dan sedetik kemudian Naruto bisa melihat salah satu pasang matanya bergerak melesat kearah Naruto.
Deg! Dengan mata melebar ia melihat dengan sangat samar sebuah mulut terbuka menuju kearahnya seperti hendak menerkamnya.
Ia langsung memejakan matanya dan menunggu apa ia akan mati disana atau tidak.
Namun, beberapa menit berlalu, ia masih tidak merasakan apa-apa, lalu ia membuka matanya. Ia masih berada di tengah kegelapan, tapi makhuk apapun tadi itu sudah menghilang.
Sring! Tiba-tiba tiga buah pilar cahaya berwarna biru muncul agak jauh dari Naruto. Pilar cahaya berwarna biru cerah itu cukup mengagtkan Naruto.
Sampailah ketiga pilar cahaya itu melayang di atas kegelapan itu, berjajar seperti angka 3 pada angkar romawi.
Dan dari ketiga pilar itu, muncul tiga buah lingkaran mirip lingkaran sihir. Tiga di kedua pilar dan empat buah di bagian tengah.
"itu? ". gumam Naruto. Sring! Tiba-tiba di belakang pilar itu, sepasang mata berbeda warna terbuka.
Kretak! Naruto kembali dikejutkan dengam retaknya salah satu lingkaran berwarna hijau cerah, lingkaran dengan tulisan aneh itu retak dan dari sana menguar hawa yang membuat Naruto merinding.
Walau begitu, ia terus mengamati bagian demi bagian lingkaran, terutama bagian lingkatan yang tadi retak.
"Zadkiel? ". gumamnya membaca tulisan aneh pada lingkaran yang tadi retak. Ia terus memperhatikan yang lainnya.
"Ada lagi, Sandalphon, Raziel, Zafkiel, Gabriel, Michael, Raphael, Haniel, Metraton". gumam Naruto membaca semuanya dengan lancar. Sring! Garis-garis antara kesepuluh lingkaran dengan tulisan yang telah dibaca Naruto itu bersinar dan mulai menghubungkan satu sama lain.
Dan sampai akhirnya kesepuluh lingkaran sihir itu terhubung. Walau hanya lingkaran dengan nama Zadkiel saja yang retak.
"Tunggu dulu, lingkaran di tengah itu... Apa? Mengapa tidak ada tulisan diasana dan tidak ikut terhubung dengam yang lainnya? ". bingung Naruto mengamati lingkaran yang paling besar dalam tiga pilar cahaya itu.
"Sudah cukup kau melihat-lihatnya Bocah! ". tiba-tiba suara berat terdengar dan seiring tubuh Naruto yang tiba-tiba terlempar ke belakang dengan sangat cepat.
Naruto tersadar dalam ruangan penuh cahaya putih. "sebenarnya terlalu awal bagimu untuk menggunakan kembali kekuatannmu Naruto". tiba-tiba sebuah suara tenang dan dewasa memasuki indra pendengaran Naruto.
"Siapa itu?! Dimana kau?! ". teriak Naruto. "Tapi, pertemuanmu dengan Zadkiel telah mengubah jauh prediksiku, tapi sebagaimanapun aku, aku juga masih manusia". ucap kembali suara itu.
"dengan retaknya segel yang ada padamu, kekuatanmu akan kembali bangkit, dan saat itu kau akan menjadi incaran dunia, jadi aku akan memudahkanmu mengendalikan kekuatanmu".
"mengendalikan kekuatan? Kau tahu cara mengendalikan kekuatanku?!". "hm, tapi untuk mendapatkan kembali kekuatanmu, segel itu harus dihancurkan, dengan cara menyelamatkan mereka semua dari kesendirian dan keputusasaan". ucap suara itu.
"dan maaf, waktuku sudah habis, kembalilah ke duniamu, Aku percaya kau bisa menyelamatkan mereka dari kesendirian, Naruto". ucap suara itu.
Dan lagi-lagi, Naruto merasa jiwanya seperti ditarik keluar. Deg! Prang! Prang! Prang! Suara benda-benda jatuh dan pecah bersahutan saat Naruto membuka matanya.
"uhuh, dimana aku? ". gumamnya melirik seluruh ruangan berteknologi tinggi. "aku harap aku tidak sedang bermimpi, oh tidak, aku barusaja 'bermimpi' bukan? ". ucapnya.
"ck, Apa-apaan kelima pasang mata yang menatap ku tadi? Dan suara berat itu? Juga tiga pilar cahaya itu? ". gumamnya pelan sambil menegakkan badannya
Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan menampakkan seorang gadis berambut merahmuda dan seorang wanita berambut silver.
"Ukh, siapa kalian? ". gumam Naruto masih memegangi kepalanya. "Aku petugas disini, Murasame Reine". ucap Wanita dengan mata mengantuk itu.
"aku komandan disini, Namaku Itsuka Kotori". ucap Kotori ramah. "Itsuka? Apa kau keluarganya Shido? ". tanya Naruto. "hm, aku adiknya". ucap Kotori.
"begitu, jadi bisa jelaskan mengapa aku disini?". tanya Naruto. "hm, seperti yang kau ketahui, tadi kau terkena hantaman distorsi ruang angkasa, tapi kau tetap bisa selamat, itu keajaiban". ucap Reine.
"yah-yah, banyak yang memanggilku bocah ajaib sejak kecil". gumam Naruto. "tapi, yang membuat kami tertarik membawamu kesini adalah bagaimana cara kau bisa menghadapi para pasukan AST itu dengan kekuatan yang belum pernah kami lihat". ucap Kotori.
"kekuatan itu yah? Aku juga tidak tahu darimana kekuatan itu berasal". ucap Naruto.
"bagaimana mungkin? ". ucap Kotori. "kekuatan ini, aku tidak bisa mengendalikannya, ini muncul secara spontan, itulah yang membuatku ingin mengendalikan kekuatanku, tapi aku tidak bisa melakukannya! ". ucap Naruto frustasi sambil mengacak rambutnya.
"begitu, kau pasti bertanya-tanya tentang gadis yang kau temui dan beberapa gadis berpakaian mirip robot itu bukan? ". ucap Reine.
"gadis? Yoshinon! Apa dia selamat? ". tanya Naruto cemas. "jadi namanya Yoshinon yah? Dia bahkan memberitahumu namanya? Yah dia mungkin selamat tadi". ucap Kotori.
"huh, Syukurlah". gumam Naruto. "lalu soal para wanita berpakaian seperti robot itu, mereka adalah anti Spirit Team, atau ast, mereka bertugas menangani masalah tentang Roh seperti gadis tadi, dengan cara membunuh mereka". ucap Kotori.
"m-membunuh?! Bukankah itu tindakan melanggar hukum?! ". ucap Naruto kaget. "tidak jika yang kau bunuh adalah makhluk yang mengancam keselamatan Negara". ucap Reine.
"mengancam keselamatan negara? ". bingung Naruto. "hm, kemunculan mereka di dunia ini menyebabkan Spacequake yang dapat menimbulkan banyak korban". jelas Kotori.
"begitu, tapi dimataku gadis itu tidak ada ubahnya dengan anak kecil yang masih polos". gumam Naruto.
"hm, dan saat ini kami telah berhasil menemukan cara untuk mengatasi masalag roh tanpa membunuh mereka". ucap Reine.
"benar, Shido memiliki kemampuan istimewa untuk menyegel kekuatan roh mereka dan sehingga mereka bisa menjadi manusia biasa". ucap Kotori.
"begitu". balas Naruto singkat. "dan sepertinya kau juga memiliki kemampuan itu, kami menemukan ada sedikit energi milik gadis roh itu di dalam tubuhmu". ucap Reine.
"apa? Energi Yoshinon didalam tubuhku?! ". kaget Naruto. "Begitulah, kami juga terkejut ada orang lain yang memiliki kemampuan seperti Shido, tapi aku harap kau mau membantu kami menyelamatkan lebih banyak roh lagi". ucap Reine.
Naruto kemudian memejamkan matanya. "Aku percaya kau bisa menyelamatkan mereka dari kesendirian, Naruto". tiba-tiba Naruto terngiang oleh Kata-kata itu.
"yah, baiklah kalau begitu, aku juga sependapat dengan kalian, dan aku akan melindungi mereka, meskipun harus memusnahkan semua yang menghalangi tujuan itu". ucap Naruto serius. "hehehe, kata-kataku pasti keren". tambahnya menyeringai.
Entah mengapa, Reine dan Kotori mendadak ngeri melihat hal itu.
"nah sekarang bagaimana cara Shido melakukannya? Kau tahu? Aku juga belum terlalu mengerti bagaimana cara kerja kekuatanku, jadi akan lebih aman kalau aku melakukannya seperti yang Shido lakukan". ucap Naruto.
"hum, pemikiranmu lebih baik daripada Shido, cukup mudah bagimu, kau cukup mengencani mereka dan membuat mereka jatuh cinta padamu lalu mencium mereka dan.. Selesai". ucap Kotori enteng.
"W-what?! Kau ingin aku mencium anak itu?! ". ucap Naruto dengan muka memucat. "hum, tentu saja, mari kita lihat bagaimana Shido melakukannya, ia sudah berhasil menyegel seorang Roh yang memiliki angel bernama Sandalphon". ucap Kotori.
"Sandalphon?! Bukankah itu salah satu dari sepuluh nama yang tertera pada pilar cahaya itu?! ". batin Naruto kaget.
Deg! Deg! "ukh". erang Naruto memegangi kepalanya. "apa yang terjadi? ". tanya Kotori. "kau tidak apa-apa kan? ". lanjutnya cemas.
"Kotori, disini terjadi perubahan lagi". ucap Reine. "apa maksudmu? ". tanya Kotori. "perubahan, disini tertulis bahwa Naruto-san adalah Spirit! ". ucap Reine.
"A-apa?! Terjadi lagi? Apa akan ada Spacequake?! Di dala Fraxinus ini?! ". panik Kotori.
"T-tidak apa, j-jangan mengkhawatirkan aku, aku masih bisa mengendalikan diriku". Gumam Naruto.
Manik Sapphire sebiru lautannya telah berubah menjadi manik biru bercahaya namun cahaya yang aneh.
Syyuzz! Area sekitar Naruto mulai membeku. "es?! Reine! Apa ini energi dari gadis Roh itu?! ". kaget Kotori.
"tidak, ini murni energi milik Naruto-san sendiri". balas Reine. "inikah maksudnya? Segel naama Zadkiel sudah setengah hancur, apa mungkin ini artinya kekuatan es seperti Yoshinon akan terbangun dengan kuat dalam diriku? ". batinnya.
"tapi aku tidak boleh menyerah, jika kubiarkan, ini hanya akan melukai orang yang kusayangi, jadi aku harus menguasai kekuatan ini! ". ucap Naruto mengerahkan seluruh tenaganya.
Deg! Kepalanya kembali berdenyut seiring energi yang mulai melemah dan es-es disekitarnya juga mulai mencair.
Tut! Tut! "alatnya berbunyi lagi! ". ucap Kotori. "disini ditunjukkan, Naruto-san kembali menjadi manusia". ucap Reine. "huuh, kukira aku akan membeku tadi". gumam Kotori.
"maaf, kalian sudah sadar bukan betapa tidak stabilnya kekuatanku? ". ucap Naruto. "yah, kami paham, kami akan membantumu mengendalikan kekuatanmu". ucap Kotori. "terimakasih, aku sangat menghargainya". ucap Naruto.
"Akan kucoba lagi nanti, menurutku selama ini aku sudah benar cara praktek dan teori, hanya karena segel itulah hasil kerja kerasku jadi kacau, jika suara itu benar, maka seharusnya sekarang lebih mudah". batin Naruto.
"sebentar". ucap Kotori tiba-tiba. "Apa?! Bagaimana mungkin?! Bukankah Shido seharusnya berkenan dengan Tohka?! ". ucap Kotori dengan ekspresi terkejut sambil memegang sebelah telinganya.
"Ada apa? ". tanya Reine. "gawat, tadi waktu berkencan dengan Tohka, Shido bertemu si Petapa dan entah bagaimana bisa terjadi, sekarang mereka terjebak di dalam gedung dengan para AST yang mengepung". jawab Kotori.
"si petapa? ". beo Naruto. "seseorang yang kau kenal sebagai Yoshinon". ucap Reine. "A-apa?! Sebenarnya berapa lama aku pingsan?! ". ucap Naruto kaget. "satu hari". jawab Reine santai.
"cih! Tolong bawa aku ke tempat Yoshino! ". ucap Naruto. "tapi, saat ini kondisi tubuhmu belum normal, sirkulasi energi milikmu masih belum stabil". ucap Kotori.
"Mana aku peduli? Yang jelas cepat antar aku! ". ucap Naruto dengan mata yang mulai bersinar biru. "perubahan ke Spirit lagi? ". gumam Reine.
"apa boleh buat, ikuti aku! ". perintah Kotori sambil berjalan keluar.
"nya-nya! Sepertinya Shido-kun lebih Menyukai Yoshinon dari pada kamu! ". ucap sebuah boneka kelinci dengan nada mengejek. "apa katamu! ". geram seorang gadis berambut violet, sedang sang laki-laki berambut biru hanya terkulai lemas mendengar ejekan dari dua makhluk abnormal itu.
"kalian ini, sudah berhenti! Kita sedang dikepung bukan?! ". ucap Shido. "diamlah!". ucap Tohka tiba-tiba.
"kau! ". Tohka yang tambah geram akhirnya merebut paksa boneka kelinci itu. Yoshino memandanginya dengan terkejut, lalu ia berusaha meraih boneka kelinci itu, karena badannya lebih pendek dari Tohka.
"kembalikan... Aku.. Mohon". ucap Yoshino. "apa? Aku hanya mau mengajaknya bicara". ucap Tohka sambil mengangkat tinggi-tinggi boneka itu dan meremasnya.
"Shido?! Apa yang kau lakukan?! Kondisi mental Yoshinon memburuk! ". ucap Kotori. "T-Tohka! Aku mohon kembalikan boneka itu pada Yoshinon". ucap Shido. "kau sampai memohon? Jadi benar, gadis ini lebih penting daripada aku! ". Ucap Tohka gemetar.
"pergi saja kau! ". teriaknya sambil tak sengaja melempar boneka Yoshinon ke luar gedung. "gawat! ". gumam Shido.
"Y-yoshinon... Yoshinon". gumam Yoshino berkaca-kaca. Sedetik kemudian, ia mengangkat tangannya. "Zadkiel! ". teriaknya. Spontan Shido dan Tohka menoleh kearah retakan yang tercipta di belakang Yoshino.
Jbrashh! Tiba-tiba seekor makhluk mirip kelinci raksasa muncul di belakangnya diserati suara raungan. Tap! Yoshino langsung melompat kearah kelinci itu lalu menaikinya.
Grr! kelinci itu menggeram lalu mengamuk dengan melepaskan hawa dingin yang sanggup memecahkan kaca, tak lupa dengan puluhan kristal-kristal es tajam mengelilinginya.
"Awas Tohka! ". teriak Shido mendorong Tohka agar terhindar dari hujanan serpihan es tajam tersebut.
"ini gawat, ia memanggil Angel-nya! ". ucap Kotori. "Angel? Maksudmu seperti Sandalphon? ". ucap Shido kaget.
Kelinci raksasa itu terus menggeram, ia kemudian langsung berlari keluat gedung. Namun, begitu sampai di luar gedung, ia langsung dihujani oleh rentetan tembakan.
"Yoshinon, aku akan menolongmu". gumam Naruto yang telah berada diatas suatu gedung. Sepasang manik biru bercahaya miliknya menatap tajam seekor kelinci yang berusaha ditembak jatuh oleh para ast.
Ia memposisikan kedua telapak tangannya kedepan membentuk sebuah segitiga. Presh! Aura dingin mulai menyelubunginya dan derah sekiratnya juga mulai tambah membeku.
Ia menunggu-nunggu disaat yang tepat. "Fenrir! ". ucap Naruto. Aura dingin yang tadi menyelubungi Naruto, tiba-tiba melesat ke depan membentuk sesosok kepala serigala raksasa.
Wush! Hanya sekali lewat dan hanya dalam jarak 200 meter saja,tapi apapun yang dilewati kepala serigala itu, semuanya membeku, termasuk beberapa anggota AST yang terjun bebas menjadi patung es.
"entah mengapa rasa kasihanku hilang saat memakai kekuatan ini". gumam Naruto tersenyum, tapi senyum yang aneh dan tidak pada saat seharusnya.
"tapi tidak kena". lanjut Naruto. "sialan aku harus cepat". ucap Naruto. Ia kemudian berlari melompati gedung.
Drrt! Drrt! "Kyaaah! ". erang Yoshino terbentur sebuah gedung saat menghindari tembakan itu. Drrt! Ia kemudian memacu kelincinya untuk terus berlari.
"Yoshino?! Kenapa kau tidak melawan?! ". ucap Naruto dari kejauhan, ia tidak sempat menyusul karena bagaimanapun, kecepatannya masihlah dalam standar manusia.
Drrtt! Yoshino terus menghindar, matanya sudah berkaca-kaca mendapati bahwa bonekanya hilang. Sampai-sampai ia tidak menyadari arah yang ia pilih.
"h-hah? ". Yoshino terkejut saat mendapati dirinya terkepung. Drrt! Drrt! Dan setelah itu hujanan peluru-peluru kembali di terimanya.
Groaaa! Kelincinya menggeram hebat dan iapun meledak menjadi gumpalan asap dingin. "cih, menghilang? Dasar Roh pengecut". ucap seorang disana semuanya mendecih karena kehilangan jejak.
Namun, sayangnya hal itu disalah sangkakan oleh Naruto. Ia mengira Yoshino... Mati.
Zriing!? Pendar matanya semakin terang. "Y-yoshinon? ". gumamnya tidak percaya. "tsk! Sialan! ". teriaknya preshh! Butiran-butiran es disekitar Naruto mulai bersinar biru dan melayang menuju angkasa.
"Kubunuh kalian! ". teriakanya dengan tenaga yang meluap sangat beasar. Kini serpihan es dan salju dari seluruh kota mulai bersinar dan terangkat.
"apa yang terjadi? ". gumam Shido menatap serpihan es yang mulai bersinar dan melayang. Tuk! "jangan sentuh aku! ". teriak Tohka saat Shido berusaha memegang bahunya.
"asataga, keadaan makin buruk". gumam Kotori. "apa yang terjadi? Apa ini ulah Yoshinon?! ". tanya Shido.
"komandan! Peningkatan energi secara tidak normal terjadi pada anak itu! ". ucap suara lain. "apa yang terjadi? Bagaimana bisa?! ". ucap Kotori lagi. "anak itu? Apa maksudmu Kotori? Kotori! ". bingung Shido.
"Origami, apa-apaan es yang beterbangan ini? ". "aku tidak tahu, tapi alatku mendeteksi ada energi tidak normal yang memengaruhi tempat ini". jawab gadis berambut putih itu. "K-komandan! L-lihat diatas! ". ucap seorang Anggot ast dengan nada bergetar.
"apa maksudmu?". gumam Origami menatap langit. Ia juga langsung membulatkan matanya.
Dilangit kota Tenguu, disana terdapat pusaran awan berwarna biru bercahaya dengan serpihan es yang perlahan bergabung. Pusaran itu sangat besar hingga hampir mencangkup seluruh kota Tenguu.
"apa itu Spacequake lagi?! ". "tidak! Itu sesuatu yang lain". desas desus mulai terdengar diantara anggota ast.
Bagian tengah pusaran itu mulai meluas, membentuk seperti lubang hitam di pusatnya. Tapi, apa yang terjadi selanjutnya sangat mengejutkan semua orang yang melihatnya.
Bukan sebuah ledakan atau hisapan yang keluar. Tapi, sepasang mata berwarna merah besar menatap tajam dari dalam lubang hitam itu.
Kemudian, hawa dingin keluar seperti badai dari dalam lubang itu.
"Naruto! Yoshinon tidak mati! Ia hanya menghilang! ". ucap Kotori saat tahu apa penyebab Naruto marah. "U-uh? A-apa? ". dengan kalimat itu, kesadaran Naruto akhirnya kembali. "Yoshinon tidak mati, ia hanya menghilang ketika kehabisan tenaga". ucap Kotori lagi. "begitukah? Syukurlah! ". gumam Naruto memegang alat komunikasi rahasia di telinganya.
"Dan juga, bisa kau hentikan teknikmu itu?". pinta Kotori. "teknik? ". beo Naruto menatap kearah. "whoaa! Aku yang membuat itu? ". gumam Naruto. "oke-oke, kau bisa melakukannya, hanya harus memutus sirkulasi energiku". ucap Naruto.
Benar saja, setelah ia merasakan energi yang keluar dari tubuhnya berhenti, pusaran es di langit mendadak berputar cepat dan menutup lubang hitam dengan makhluk aneh apapun itu.
Setelah lubang itu tertutup sempurna, es-es itu sudah berubah menjadi awan-awan berbentuk pusaran.
"Aku berhasil, ini adalah langkah awal untuk mengendalikan kekuatan ini, aku merasa jadi bisa mengendalikannya dengan cepat sekarang". ucap Naruto.
"huft, entah mengapa melihat mata merah itu aku jadi teringat kali pertama aku membunuh hewan buas". gumam Naruto.
"ketemu, minna! Orang ini memiliki energi roh yang besar, bisa dipastikan kalau dia ini roh, cepat bunuh dia! ". ucap seorang wanita yang merupakan kapten kru AST tersebut.
"sialan". gumam Naruto berusah berdiri. Drrt! Drrt! Tembakan-tembakan meluncur kearahnya. Jrak! Jrak! Jrak!. Namun pilar-pilar es muncul dan menahan tembakan tersebut.
"tolong berhenti dulu! ". ucap seorang gadis berambut putih sambil menatap lekat Naruto. "ada apa Origami? Dia itu Roh". ucap komandan itu.
"Naruto-san? Bukankah ia teman sekelasku? ". gumam Origami. "Tobiichi Origami? Jadi kau AST". gumam Naruto. Ia kemudian melihat serpihan-serpihan es yang mulai jatuh dari awan.
"aku belum kalah, ini kesepmatanku, dan alam mendukungku! ". teriak Naruto. "Terimalah serangan terakhirku! Fenrir! ". teriaknya lagi.
Serpihan-serpihan es itu mulai mengeluarkan cahaya biru, lalu hancur dan melesat membentuk kepala serigala seukuran gedung dengan mulut terbuka.
Namun, para anggota AST itu mengaktifkan teritory mereka sehingga serangan Naruto hanya membekukan teritory mereka.
Cklek! Dan sebelum ia menyadari, sebuah laser menuju kearahnya dengan cepat.
Blarrr! Atap gedung itu hancur seketika. "apa berhasil? ". gumam Origami. "tidak, dia menghilang". ucap komandang wanita itu.
"guahk! ". Naruto langsung terjatuh begitu ia baru saja dipindah paksa ke Fraxinus. "Naruto! Kau tidak apa-apa? ". tanya Shido yang baru saja muncul.
"S-shido? Uh, yah seperti kau lihat, keadanku tidak benar baik-baik saja". gumam Naruto kemudian mendudukan dirinya. "bagaiman kencanmu dengan Tohka? Kacau yah? ". ucap Naruto menghangatkan suasana.
"jadi kau sudah mengetahuinya yah? ". balas Shido. "mau bagaimana lagi? Aku merasa kita adalah orang yang sama, diberi anugerah hal yang tidak dimiliki orang lain oleh sang pencipta, dan yang bisa dilakukan oleh orang seperti kita hanya memanfaatkan anugerah itu dengan baik". ucap Naruto.
"mengenai Yoshinon, dia tadi.. ". ucap Shido. "aku tidak tahu kenapa ia sampai tertekan seperti itu, tapi saat tadi aku mengejarnya, aku melihat dia tidak memegang boneka itu". ucap Naruto.
"ini kesalahanku, aku terlalu memuji Yoshinon dan tidak menyadari Tohka ada ditempat itu, ia marah dan merebut boneka kelinci yang terus mengejeknya, lalu ia tidak sengaja melemparnya". ucap Shido.
"begitu, itu bukan kesalahanmu, kau berniat baik, untuk saat ini kau perbaiki hubunganmu dengan Tohka dulu, masalah Yoshinon biar aku yang urus". ucap Naruto.
"tapi itu terjadi karena aku, setidaknya aku harus melakukan sesuatu". ucap Shido.
"kau pemuda yang sangat baik, juga teman sejati, baiklah aku akan mencari Yoshinon dan kau carilah boneka itu, aku akan membantumu bila bertema Yoshinon, ia pasti sedang mencari boneka itu, aku khawatir ia diburu AST lagi". ucap Naruto.
"kau benar, dan kau juga teman yang baik, kau rela mengorbankan apa saja untuk temanmu". ucap Shido.
"hm, terim kasih, aku juga dengar kau hampir mati saat menyelamatkan Tohka, tapi kau sekarang tidak sendiri, aku akan membantumu mulai sekarang ". ucap Naruto sambil berdiri dan menyodorkan kepalan tangannya.
"tentu Naruto! Ayo kita selamatkan para Roh lagi! ". ucap Shido. Tuk! Dan saat kedua kepalan tangan bertemu, isi hati kedua belah sahabat akan terbaca.
"Ck, Padahal tadi hampir saja bagianku keluar!". "Grrr!".
To be continued...
Apakah terlalu panjang? , gomen kalau adegan battlenya kurang memuaskan, soalnya ini masih awal dan anime ini juga menitik beratkan pada adegan Date.
Dan soal kekuatan Naruto dari mana asalnya, mungkin akan saya ungkap di chapter 4 atau diatasnya.
Dan saya akan terus mengharap masukan dari reader semuanya, fict ini masih banyak kekuarangannya.
See you next chapter...
