Judul : Love Hurt
Main Cast : Chanyeol (Namja)
Sehun (Namja)
Baekhyun (Yeoja)
Luhan (Yeoja)
Other Cast : Kai / Kim Jong In (Namja)
Do Kyungsoo (Yeoja)
Kim Jun Myeon (Namja)
Zang Yixing (Yeoja)
Kris / Wu Yi Fan (Namja)
Huang Zi Tao (Yeoja)
Kim Miensok/ Xiumin (Yeoja)
Kim Jong Dae / Chen (Namja)
and All SM Family
Rate : T
Genre : Romance/Life School/Friendship/Hurt
Warning : this is genderswitch if you don't like genderswitch don't read / typo(s) bertebaran dimana-mana /
FF ini murni 100% imajinasi author / No Bash and Plagiat ^^
.
"Love in First Sight"
.
.
Hari ini adalah hari pertama penerimaan murid baru di SM Junior High School. Semua murid baru yang masuk kesana harus melewati masa orientasi siswa terlebih dahulu. Seorang pemuda tampan kini telah mempersiapkan semua perlengkapan orientasinya. Nama pemuda itu Park Chanyeol dia kini sudah duduk di meja makan untuk sarapan pagi sebelum berangkat pergi sekolah.
"apa kau sudah mempersiapkan semuanya chanyeol?" tanya sang eomma sambil membawakan sepiring nasi goring kimchi kesukaan anaknya.
"sudah eomma, eomma tenang saja aku sudah menyiapkan semuanya" jawab chanyeol lalu memakan makanannya.
"memang jika pertama kali masuk junior high school harus berpenampilan seperti hyung eomma?" tanya anak kecil yang duduk disebelah Chanyeol
"hahaha tentu saja sayang" kata eomma chanyeol
"ish kalau begitu aku tidak mau masuk JHS saja" kata anak kecil itu sambil cemberut
"kau tidak bisa begitu sehun-ah memang kau tidak ingin melanjutkan sekolahmu?" kini Chanyeol yang berbicara
"tentu saja tidak, tapi aku kan tidak mau berpenampilan seperti hyung. Kau seperti badut hyung" kata Sehun meledek lalu cekikikan karena melihat penampilan chanyeol yang sudah seperti badut. SM JHS mengharuskan semua murid laki-laki disana memakai topi kerucut dari kertas, wajah yang dicoret dengan tinta hitam seperti tentara yang akan perang, lalu baju yang dimasukkan dan dikancing sampai leher seperti anak culun. Tentu penampilan seperti itu membuat orang yang melihatnya tertawa. Tak lama kemudian bel rumah chanyeol berbunyi.
"biar sehun saja eomma" kata sehun lalu turun dari kursinya dan membukakan pintunya
.
.
"annyeong adik kecil apakah chanyeol ada?" tanya orang itu
"ah annyeong noona, apakah noona teman chanyeol hyung?" tanya Sehun
"ne" jawab orang itu lalu tersenyum manis
"ahh masuklah dulu dan duduk aku akan memanggil chanyeol hyung terlebih dahulu" ucap Sehun menyuruh orang itu masuk. Tak lama kemudian Chanyeol muncul.
"ah Luhan noona apakah lama menungguku?" tanya Chanyeol
"tidak juga, kajja sebaiknya kita cepat berangkat"
"wah ada Lulu disini?" kata eomma chanyeol yang tiba-tiba muncul di ruang tamu
"ne, annyeonghaseyo eommanim" sapa Luhan sopan lalu membungkkukan badannya
"baiklah ayo noona sebaiknya kita berangkat. Eomma aku pamit dulu ya berangkat dengan luhan" pamit chanyeol kepada eommanya
"ne, hati-hati ya kalian"
"ne eomma" ucap Chanyeol
.
.
.
Saat dijalan Luhan menanyakan tentang adik chanyeol.
"siapa anak kecil yang ada dirumahmu?" tanya Luhan
"oh itu namdongsaeng ku noona" jawab chanyeol
"siapa namanya?"
"namanya Sehun, dia adik kandungku. Ada apa noona? Apa dia nakal tadi?"
"ah tidak kok, dia sangat lucu dan menggemaskan. Kelas berapa dia?"
"haha tentu saja dia memang anak yang lucu. Dia sekarang kelas 5 SD. Dia dan aku hanya berbeda 2 tahun"
"wah pasti menyenangkan mempunyai adik seperti Sehun?"
"tentu saja, aku benar-benar sangat beruntung mempunyai sehun"
"ahh aku jadi iri karena aku anak tunggal"
"jangan sedih noona kan ada aku disini kau boleh menggapmu sebagai adikmu. Lagipula aku juga sudah menganggapmu sebagai noonaku sendiri dan jika kau ingin sehun juga menjadi adikmu aku tidak keberatan kok hehehe" kata Chanyeol menghibur Luhan sambil tersenyum memperlihatkan senyuman lima jarinya.
"gomawo chanyeolli"
.
.
.
Kini chanyeol dan Luhan sudah masuk kedalam SM JHS untung saja mereka satu regu jadi mereka tidak akan canggung harus berbicara dengan siapa. Saat memasuki aula sekolah mereka duduk bersampingan namun disamping chanyeol ada seorang siswi yang terlihat sedang tidak enak badan dan menggerutu kecil"
"aish kenapa pidatonya lama sekali sih, aku sudah tidak kuat berada disini" kata siswi itu sambil terus memegangi perutnya
"kenapa dengan anak itu? Apakah dia sakit?" tanya chanyeol dalam hati
"gwenchanayo?" tanya chanyeol kemudian pada anak itu
"hah ne gwenchana… apakah pidotanya masih lama?" kata anak itu sambil menatap chanyeol dengan imut . oops imut? Ya menurut chanyeol anak yang berada disampingnya terlihat imut saat menatapnya.
"ah kenapa dia imut sekali?" ucap chanyeol dalam hati
"emm meollayo. Memang kenapa apakah kau sakit? Sepertinya kau dari tadi memegangi perutmu?"
"iya perutku sangat sakit aku sudah tidak tahan lagi aku ingin ke toilet. Tapi sepertinya pidotanya lama sekali jadi aku kesal"
"kenapa kau tidak minta izin saja kepada kakak OSIS disana?"
"aku takut tidak diizinkan keluar" kata anak itu menunduk
"apa kau mau aku antar kesana?" tawar Chanyeol
"apakah tidak apa-apa? Bagaimana kalau aku merepotkanmu?"
"tentu saja tidak"
"baiklah kalau jika kau tidak keberatan"
Chanyeol pun langsung mengantarkan anak itu untuk pergi ke toilet sebelumnya dia berbicara dahulu pada Luhan
"noona aku ingin izin ketoilet sebentar"
"ne baiklah jangan lama-lama"
"ne noona"
Chanyeol meminta izin pada kakak OSIS untuk izin pergi ketoilet bersama gadis yang duduk disampingnya tadi sesampainya ditoilet gadis itu langsung saja masuk kedalamnya dan meninggalkan chanyeol diluar tanpa berbicara dahulu. Chanyeol tetap menunggu gadis itu sampai selesai.
"kau menungguku?" tanya gadis itu
"ne, tadi kita pergi bersama jadi kita harus kembali bersama pula"
"baiklah kajja kita masuk lagi ke dalam aula" kata gadis itu
"oh ya gomawo karena sudah menolongku" lanjut gadis itu sambil tersenyum manis
"omo, dia manis sekali saat tersenyum… ada apa denganku? Kenapa jantungku berdetak seperti ini? Apa aku menyukainya?" kata Chanyeol dalam hati
"ne, cheonma" balas chanyeol
"by the way siapa namamu?" tanya gadis itu
"oh ya perkenalkan namaku Park Chanyeol tapi kau bisa memanggilku Chanyeol" kata chanyeol sambil mengulurkan tanggannya
"namaku baekhyun. Byun baekhyun. Senang berkenalkan denganmu chanyeol-ssi" kata baekhyun membalas uluran tangan chanyeol
"ne. nado. Tapi kau tak perlu memakai embel-embel ssi itu terlalu formal"
"haha ne baiklah chanyeol-ah"
.
.
Perkenalan singkat itu adalah awal pertemuan Chanyeol dan baekhyun namun bagi Chanyeol itu adalah awal pertemuan yang sangat mengesankan.
.
.
.
Beberapa hari kemudian chanyeol dan luhan sudah resmi menjadi siswa SM JHS setelah melewati masa-masa MOS di SM JHS. Rasanya senang sekali sudah menjadi siswa dan siswi disekolah favorite disana.
"akh chanyeolie aku sudah tidak sabar ingin mempunyai teman baru" kata Luhan dengan girangnya
"yak yak yak apa kau akan melupakanku noona jika kau menemukan teman yang baru?"
"hahaha tentu saja tidak,,, kau tetap sahabat terbaikku" kata luhan sambil memamerkan kedua jempolnya
"haha tentu saja noona. pokoknya disaat senang ataupun susah kita akan terus bersama" balas chanyeol lalu merangkul luhan
"hahaha tentu.. akh ngomong-ngomong di mana kelas kita? Bukankah kita sekelas?"
"ne noona. Aku juga tidak tahu dimana kelas kita, bagaimana kalau kita tanyakan pada orang itu saja?" kata Chanyeol sambil menunjuk seorang siswi
"mm permisi, apakah kau tahu dimana kelas 1-B?" tanya Luhan
"kelas 1-B? kau lurus saja terus kelas 1-B ada di sebelah kelas 2-B"
"ne, gamsahamnida" kata Luhan sopan
.
.
Mereka pun akhirnya sampai di kelas 1-B.
"akh chanyeol-ah kau duduk dibelakangku saja" kata Luhan
"ne noona .. oh ya noona jika seongsanim sudah datang bangunkan aku yah,, aku lelah sekali" balas chanyeol yang langsung duduk dan menelangkupkan kepalanya di atas meja
"ne"
Tak lama kemudian seorang gadis masuk ke kelas itu dan duduk di sebelah luhan.
"Annyeong, bolehkah aku duduk disini?" tanya siswi tersebut
"akh ne, ne tentu saja kau boleh duduk disini" ucap Luhan
"gamsahamnida… perkenalkan namaku Byun Baekhyun" kata Baekhyun duduk lalu memperkenalkan dirinya
"ne, namaku Xi Luhan,, kau boleh memanggilku Luhan" balas Luhan
"kau bukan orang korea?"
"bukan, aku orang china tapi tinggal di korea"
"ahh begitu"
"chan… kau tidak mau berkenalan dengan teman baru kita?" tanya Luhan membalikan badannya lalu mengguncangkan badan chanyeol yang sedang terlangkup di atas meja
"hah ne noona?" tanya Chanyeol setengah sadar lalu setelah sadar dia memelototkan matanya ketika melihat orang yang duduk di samping Luhan
"KAU?" kata Baekhyun dan Chanyeol bersamaan
"kalian sudah saling kenal?" tanya Luhan bingung
"ah ne noona"
"annyeong Chanyeol-ah… wah aku tak menyangka kita akan menjadi teman sekelas" kata Baekhyun ramah sambil tersenyum manis memperlihatkan eyes smilenya
"astaga senyuman itu" ucap Chanyeol dalam hati
"Annyeong Baekhyun,,, iya aku juga tak menyangka kita akan bertemu lagi dan menjadi teman sekelas" balas Chanyeol
"wah baguslah kalau kalian sudah saling kenal berarti kita bisa menjadi teman" kata Luhan gembira
Mereka bertiga akhirnya pun menjadi teman baik. Dimanapun mereka berada pasti mereka selalu jalan bertiga sampai teman-teman chanyeol sangat iri pada Chanyeol karena chanyeol seperti dikawal oleh dua gadis cantik. Karena sering bersama dengan Baekhyun, Chanyeol merasa jika dia memang menyukai Baekhyun sejak awal mereka bertemu dan perasaan itu semakin tumbuh menjadi cinta. Namun chanyeol tak pernah mengungkapkannya karena ia tak ingin Baekhyun malah menjauhinya jika ia menyatakan perasaan cintanya jadi dia terus memendam perasaan ini sampai dia mengetahui bahwa ternyata Baekhyun malah mencintai Sehun adiknya.
.
.
.
.
.
.
pagi menjelang suara burung berkicau dan matahari terbit bersinar dengan terangnya. seorang Pria dengan tubuhnya yang tinggi mulai membuka matanya berat iya mulai mencoba bangun dari tidurnya namun kepalanya terasa pening dia mulai duduk dan memegangi kepalanya. tubuhnya begitu lemas dia mulai mengingat kenapa dia jadi seperti ini namun saat mengingatnya justru hatinya mulai terasa perih. akhirnya dia bangun dan keluar dari kamarnya lalu mencuci wajahnya di kamar mandi kemudian berjalan menuju dapur untuk meneguk segelas air dingin dari kulkasnya agar badannya segar kembali. saat dia sudah selesai minum dia berpapasan dengan adiknya yang sudah rapih dengan seragam sekolahnya.
"hyung kau sudah baik?" tanya sang adik
"hmm"
"syukurlah kalau begitu hyung, oh ya hyung aku sudah menyiapkan sarapan , jika kau sudah siap kau bisa langsung sarapan"
"baiklah aku akan mandi dan bersiap-siap terlebih dahulu" ucap sang kakak lalu hendak masuk ke kamarnya namun sang adik langsung memegang tangan kakaknya
"hyung, kenapa kau bisa seperti itu tadi malam?"
"..."
"hh baiklah jika kau tidak mau menceritakannya padaku. oh ya hyung aku harus berangkat duluan karena aku ada tugas piket hari ini, maaf karena tidak bisa bersamamu"
"baiklah tidak apa-apa"
"aku berangkat hyung , sampai bertemu di sekolah" ucap sehun lalu pergi.
.
Pria itu pun lemas lalu terduduk di kursi meja makan tersebut air matanya mulai keluar kembali. dia hanya bisa menunduk dan kini dia mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang.
"noona bisakah kau menjemputku?"
"..."
"baiklah aku sekarang bersiap-siap dahulu"
.
.
Seoul High School kini sudah ramai dengan siswa-siwi yang berdatangan masuk kedalam sekolah tersebut. Mobil putih yang cukup mewah memasuki parkiran sekolah tersebut satu orang siswa dan 1 orang siswi keluar dari mobil itu. satu orang siswa tersebut keluar dengan mengenakan kacamata hitam yang menutupi matanya. saat mereka memasuki koridor sekolah tatapan semua siswa-siswi disana memandangi mereka aneh.
"yak chanyeol-ah tak bisakah kau membuka kacamata hitammu itu? semua orang memandangi kita tahu" ucap gadis itu
"tak bisa noona, apa jadinya jika mereka melihat Park Chanyeol yang tampan ini muncul dihadapan mereka dengan wajah seperti zombie? itu bisa merusak reputasiku menjadi siswa tampan terpopuler disekolah ini" kata Chanyeol dengan pedenya dan gadis itu hanya bisa memutar bola matanya malas
"haish kau terlalu percaya diri sekali park. sudahlah terserah kau saja aku malas" kata gadis itu lalu berjalan cepat meninggalkan chanyeol sendirian
"yak noona... Luhan Noona tunggu aku" kata Chanyeol berlari
"kejar aku kalau kau bisa tuan park? wleee" kata Luhan menjulurkan lidahnya lalu berlari menghindari Chanyeol
"awas kau noona" kata Chanyeol lagi lalu berlari mengejar Luhan namun dia tidak melihat jika di depannya ada seorang siswi yang sedang membaca buku sambil berjalan lalu dia menabrak siswi tersebut dan kacamatanya terlepas begitu saja
..BRRUUKK...
"aww,,, yak kalau jalan pakai mata" ucap Siswi tersebut marah memaki orang yang menabraknya
"mianhae" setelah mendengar suara orang yang menabraknya itu familiar dia mendongkakkan kepalanya dan menatap orang yang menabraknya
"Chaannnyeooll? kau chanyeol?" tanya Siswa itu, Chanyeol yang merasa namanya disebut Chanyeol pun menatap balik siswi tersebut
"Baekhyun?"
"yak Park Chanyeol ada apa dengan wajahmu? kenapa dengan matamu? kenapa matamu seperti panda seperti ini?" ucap Baekhyun panik sambil memegangi wajah Chanyeol
"yak lepaskan tanganmu dari wajahmu. sudahlah aku mau ke kelas" kata chanyeol lalu memakai kacamatanya lagi dan pergi
"kenapa dengan Chanyeol? kenapa dia seperti itu? akh sudahlah mungkin dia sedang ada masalah dan aku bisa menanyakannya lagi nanti padanya" kata Baekhyun lalu berjalan lagi.
.
.
Chanyeol berjalan terus kekelasnya menaruh tasnya lalu pergi keluar kelas dan menuju atap sekolah. Di atap sekolah dia terus terdiam memejamkan matanya merefreshkan pikirannya dan menghirup udara sejuk pagi hari di kota seoul namun air matanya lolos kembali mengalir dipipinya. dia menghapus air matanya kasar.
"aishh kenapa aku menadi cengeng seperti ini? ayolah Chanyeol kau jangan terus menangis.. kau ini lelaki kenapa hatimu lemah sekali seperti perempuan? arrgghhhh"ucap Chanyeol sambil mengacak-acak rambutnya kasar dan bersandar di dinding dan memejamkan matanya kembali dan tertidur. untuk saat ini mungkin dia harus membolos dahulu
.
.
dikelas Baekhyun masuk kedalam kelasnya dan duduk di tempat duduknya disebelah Luhan.
"annyeong Lulu eonni" sapa Baekhyun ramah dan tersenyum
"annyeong baekhyun" balas Luhan
tak lama kemudian Choi seongsanim masuk dan mulai mengabsen satu persatu muridnya.
"choi sulli?"
"hadir"
"Jung Soo jung?"
"hadir"
"Byun Baekhyun?"
"hadir"
"Xi Luhan?"
"hadir"
"Park Jung soo?"
"hadir"
"Park Chanyeol?"
"..."
"Park Chanyeol?" choi seongsanim mengulang lagi namun tidak ada jawaban
"mmm seongsanim mungkin chanyeol di UKS tadi saya lihat wajahnya seperti orang yang sakit" ucap Baekhyun tiba-tiba
"baiklah" kata Choi seongsanim lalu melanjutkan mengabsen kembali
"lu eonni apa kau tahu keadaan Chanyeol?" tanya Baekhyun pada Luhan
"aku tidak tahu memang dia kenapa?" Luhan berbohong karena dia tahu kenapa Chanyeol tidak masuk kekelasnya saat ini karena saat tadi dia kejar-kejaran dengan chanyeol dia melihat kebelakang dan dia melihat Chanyeol berbicara Baekhyun lalu pergi saat itu pula Luhan mengikuti kemana arah Chanyeol pergi.
"tadi saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan dia aku melihat wajahnya sangat menyeramkan, wajahnya pucat dan matanya seperti seekor panda lingkaran hitam dan membengkak, tapi saat aku tanya kenapa wajahnya seperti itu dia langsung pergi"
"hh mungkin dia begadang semalam"
"bisa jadi sih"
"kau tahu Baekhyun sebenarnya ini bukan salahmu ataupun Sehun tapi kenapa semua harus menjadi seperti ini? hhhh jika saja kalian tidak merahasiakan hubungan kalian mungkin Chanyeol dan aku tidak akan sesakit ini sebelum perasaan kami terlalu dalam pada kalian" ucap Luhan dalam hati
.
.
TBC
huahh akhirnya saya bisa mengupdate chapter 1 ini...
di chapter ini ada 2 cerita ya,,,, cerita masa lalu chanyeol suka sama baekhyun dan cerita lanjutannya yang prolog kemarin.
terima kasih untuk semua yang sudah mau review maaf tidak bisa membalasnya...
dan terima kasih juga buat yang mau follow dan favorite cerita ini.
jika ada kritik dan saran dipersilahkan...
sampai jumpa di chapter selanjutnya...
gamsahamnida :D
paii...
Review jusseyo ^^
