AFTER THE DEBATE FINISHED

kelanjutan pertemuan Indah Ichigo dan Yumichika... apa yang akan terjadi

dengan Yumichika si mbok Jamu?

warning : kegaringan dan kegajean menyebar merajalela...


Setelah perdebatan sengit bin sengak di pinggir jalan Karakura, Yumichika akhirnya nangkring di rumah Ichigo karena keegoisan, kecerobohan, dan kedodolannya mendeklamasikan apapun yang diminta Ichigo akan dia turuti, sekarang dia seperti sudah jatoh ketimpa tangga keseruduk container, kegencet vespa, dan kejatoan cat minyak anti ketombe.

"jadii… sekarang.. gue harus apa?"

Yumichika ngedeplok jamu sambil bersungut-sungut, dia sangat..sangat..sangat…sangaaaat*Author digeplak Yumi* menyesal, kini dirinya mengerti kenapa orang tua jaman batu mengatakan-Penyesalan selalu datang paling akir- kini perasaan menyesal itu sudah jatoh tepat memenuhi ruang hampa hati Yumichika yang sudah kelojotan ingin duduk, dari tadi dia ngedeplok jamu sambil bersimpuh apa ya ga pegel?

"yaah setelah selesai, kamu ngider… terus setor ke aku" jawab Ichigo sambil membuka buku Geograpfi nya, dia sedang belajar tentang 'kenapa muka Urahara bundar'?*pelajaran apa tuh?*.

"jadi ini maksud lo… ngegencet orang awam sepertiku untuk kerja rodi ga berperasaan?"

"BUG!"

sebuah kamus bahasa inggris versi 'Aang Sudirjo' mampir di muka Yumichika dan sukses menjongoskan bibirnya yang menari-nari.

"Diem lu kampret, cepet selesein kerjaan lo, kalo masa kontrak udah abis lo boleh ngadu ke Taichoumu ato ke Kakek*baca Genryuusai*itu" Ichigo dengan hebatnya meretakkan sebuah kaleng kosong bekas dan langsung mengunyahnya*Kuda Lumpiing!*

"I..Iya… aku ngerti…" Yumichika kembali mengulek2 jamunya sambil nangis en sebal sebul ingus.

"Mule besok kau pake jarik, konde, nih ada bedak ama lipstiknya Yuzu kamu bisa pake" Ichigo menyerahkan 'seragam' laknat Yumichika.

"kenapa harus beginian?! Yang bener aja kale!"seru Yumichika dengan nada dasar E, eneg.

"lo mau gue depak sekarang?" Ichigo melontarkan rayuan mautnya.

"ga… makasih…. Gue ikut lo aja" jawab Yumichika dengan lurus dan tegap maju jalan.

"jadii ini rute kau pergi dagang, ga perlu banyak bacot, lakuin aja.. tenang gue udah kasi asuransi kalo lu kenapa2" Ichigo menerangkan dengan saksama.

"jauuuuhh bangeeeett!" mata Yumichika langsung melotot 5 cm keluar dari rongganya, mulutnya udah mangap kayak ikan koki keabisan napas.

"o ya asuransi apaan mangnya? Kok dirimu baek banget si?" Yumichika melirik dengan mata 'seksos'yang bahkan lebih pedes dari permen Hexsos itu membuat mata Ichigo merem melek kayak kelilipan bulldozer.

" asuransi… asuransi kalo lu mati gue dapet uang buat nguburin lo"

"MONYEET!"

"APA LU KATA!? MUKA LO TU KAYAK GAJAH PESEK!"

"EH MENDING YA DARIPADA SITU MUKA KAYAK CUMI2!"

BAK-BUK-BAK-BUK-GEDEBAG-GEDEBUG-CIAAAATTTT DIES-DIES PREEEETTT

"Onii chaaan! Kau kenapa? Ada orang ya?"

"BUUUK!"

sebuah tinju maut menghampiri dagu Yumichika hingga dia sekarat kadal.

"ga ada apa2 kok Yuzu, Cuma tadi ada kucing lewat"*hah ngarang bangeet*

"Kucing?" kini Yuzu hanya cengo dan kembali ke dapur.

"HEI MONYONG, bangun! Cepet kerja!" Ichigo melempar Yumichika yang akirnya ngesot2 buat ngambil kostum andalannya

Sekarang dia sudah bersiap. Kalian mau tau kayak apa bentuk rupa rupa Yumichika? Kayak gini ni

High heels setinggi 15 cm, bulu mata ala Aming, bibir dilipstik menor kanan kiri atas bawah ga karuan, blush on pink ala jablai, konde dengan jari2 12 cm, jarik ukuran 3/4-4/4 dan 4/8*emangnya konduktor music?*, sumpelan dada seukuran baskom, dan stagen yang kayaknya nyekek perutnya Yumi ampe Yumi bengek-heh-hoh-heh-hoh. Kebayang? Ga perlu di bayangkan karena Tite Kubo juga ga sudi membayangkannya

Lanjut, dengan berbekal mas kawin seperangkat alat jamu plus cowet dan cawet serta botol2 dengan cairan warna warni ampe warna butek yang blubuk2 kayak lava pijar*Jamu opo kuwi?* Ichigo ampe melongo tingkat kesebelasan melihat sohib laknatnya sudah berubah seperti Banci bencong bences Taman lawang ato bahkan Bantar gebang, dia sebenarnya ingin nangis, tapi pengen ketawa*Ichigo gila

"Ichiiigoooo kenapa dandanan aye jadi ga karuan begindang-eh begini…bisa2 disamain sama bences taman Lawang semprul!" hardik Yumichika dengan gagah perkasa.

"bukannya kamu mang bences?"

"gue bakar mulut lo pake minyak ntar… serius! Ni gimana ceritanya gua jadi begini!?" tepis Yumichika lagi.

"jangan Tanya gue lah Tanya Author nya.. yang bikin ni Fanfict juga bukan saya…"

"AAAH DASAR MANUSIA AUTISSS KOPLAK! JENGKOL! UDAH GUE MAU BALIKK!" Yumichika sekarang hendak keluar dari Jendela, niatnya biar dramatis dia maunya berkata 'jangan halangi aku' tapi ternyata Ichigo malah diem anteng adem ayem ngebiarin Yumichika nangkring di bibir jontor jendela rumahnya.

"kau iblis…!" Yumichika menyipitkan matanya yang ngeganjel.

"lo mau gue usir ni…"

"eh ga jadi, u..udah gue capcus dulu…!" Yumichika negloyor dengan shunpo.

Hebat sekali dia pake jarik begitu masi bisa shunpo segala… ga masuk angin ya?

"aaah ntar malem gue kudu ngerokin orang niih…" gumam Ichigo sambil ngebuka balsam otot semplaknya yang panas buanggggeeetttsss*lebay!*

"enak juga ya ngerjain orang, hahahaha" Ichigo nyengir2 dan membuat Karin yang lewat jadi bergidik ngeri(apakah kakaknya sudah gila?sarap?konslet?sedeng?entah yang mana tapi semua jawabannya betulll)

Rekor apa yang akan dicetak Yumichika sambil jualan jamu ala mbok jamu dengan suara merdu*baca merusak dunia* yang dimilikinyaa?! ]

Petualangan apa yang akan menyertainya di dunia sialan tempatnya berada?!

CHAPTER 3 UPDATE!


aduuh kudu selametan... akirnya setelah beberapa minggu mangkir dari naskah

chapter baru sudah jadiii makasi readers semoga bermanfaat*apanya?*

silakan di repiew yaaaa :D

kutunggu jandamu-eh repiewmu :P