seCreT : Halooo readers! Apa kabar? Inilah update-an story Yachiru's Rule!

Ichigo : Akhirnya! Author normal! *sembah sujud*

seCreT : *sweatdropped* Mank sebelumnya napa?

Ichigo : *ngasih naskah cerita sebelumnya*

seCreT : OMG! Itu gw?

Ichigo : Iya.

seCreT : Keren banget! *mata berbinar-binar*

Ichigo : Masih blom sembuh toh… *sigh*

Disclaimer : Seandainya ajah Bleach punya gw *muka mupeng : on*. Gw juga gak punya PB ama CS.

-Disaster 1 : Game Starter-

Normal POV

Keesokan harinya…

Walaupun Yachiru sudah dibujuk dengan embel-embel bakal dikasih sekardus mie, baju bekas dan sumbangan-sumbangan lainnya (?), Yachiru tetap saja tidak mau menghentikan event tersebut.

Selain itu di lain pihak, Rangiku menjanjikan Yachiru sebuah lolipop kalau event itu dilaksanakan. Inilah trik rahasia Matsumoto agar event ini tetap berjalan. Sebagai anak kecil, tentunya ia lebih menyukai sebuah lolipop dibanding barang-barang sumbangan lainnya.

Akhirnya, para tokoh-tokoh Bleach (except Rangiku) yang malang ini tidak dapat menghentikan Yachiru. Makanya, lain kali modal dikit. Ngasihnya kayak sumbangan orang gempa.

"Baiklah semuanya sudah disini? Ayo berhitung!" Yachiru berteriak kesenangan.

'Dasar stress', itulah yang dipikirkan oleh sebagian besar peserta.

Beberapa dari mereka sudah berusaha melarikan diri tentunya dengan mengatakan bahwa ada tugas di bumi atau belom angkat jemuran sampai bahkan ada yang membuat alasan tak berguna seperti belom update status ato belom ngasih makan Hollow lha atau apa, tetapi Yachiru malah nungguin sampai selesai.

Satu kata dari Author, malangnya nasibmu nak.

Umm, tiga kata deh.

Tetapi dengan cara ajaib bin non-sense, Yamamoto dan wakilnya berhasil kabur. Mereka berdua minta dirawat di divisi 4. Yamamoto dengan alasan encok, rematik kambuh, dan patah tulang dan wakilnya dengan alasan kalau dia harus nemenin taichounya.

Kalau Mayuri, dia berkata kalau dia sedang membuat penelitian tentang permen yang bisa menggandakan diri dan Nemu harus membantunya. Yachiru sebagai anak kecil yang normal tentunya percaya dengan embel-embelnya si Mayuri.

Kenapa Mayuri gak jeblosin Nemu ajah ke permainannya Yachiru? Apakah cinta mulai bersemi di antara mereka?

Enggak, tentunya bukan begitu, hanya saja Mayuri takut kalau Nemu bocor. Soalnya si Mayuri lagi mau ke warnet main P* dan *S.

Pokoknya, yang gak muncul di sini itu gara-gara dendam Author atau gara-gara Author males ajah masukin mereka *dihajar readers*.

"Main~ Main~ Main~" Yachiru lari-lari kesenangan kesana kemari. Banyak yang berharap saat dia lari-lari, dia bakal kesandung trus stroke gitu. Bahkan ada yang sampai membawa kerikil dari luar Sereitei buat ditebar di daerah lari-larinya Yachiru. Tetapi herannya dia kagak kesandung.

"Yuk mulai! main petak umpet yuk!" Yachiru teriak. Sebagian besar peserta menutupi kupingnya. Sisanya memang kurang beruntung. Mereka gak sempet nutup kupingnya dan sekarang lagi pusing. Jadi readers, melatih kecepatan menutup kuping itu sangatlah penting.

"Ken-chan jadi yah!" Yachiru teriak dan berkata sebelum bershunpou, "Hitungan mundur dari sepuluh!"

Semuanya dah pada keringat dingin. Lalu langsung bershunpo walaupun Byakuya dan Soifon kelihatan santai saja.

Beberapa Espada juga ikut lari-larian. Gak tau dah gimana caranya Yachiru ngundang mereka.

Shunsui malah sembunyi dibawah meja sambil minum sake bareng Rangiku. Nanao marah-marah dan nyuruh mereka menyelamatkan nyawanya.

"5,"

Rukia kesandung sama kerikil yang dia tebarin tadi. Oh rupanya Rukia toh yang nebarin.

"4,"

Ichigo ngeliat Rukia yang clumsy itu kesandung dan langsung narik dia buat nyari tempat yang aman.

"3,"

Semua udah pada kabur.

"2,"

Rukia dan Ichigo kepepet. Sembunyi dimana nih? Sayang juga mati muda.

"1,"

Mereka berdua panik. Ichigo mulai marah, "Aduh midget! Kenapa pake jatuh segala sih! Ini kan bukan film Hollywood!" Rukia menarik Ichigo ke tempat yang aman, menurut dia.

Kekhawatiran yang berlebihan menurut Author. Dan mereka pun berhasil sembunyi.

"NOL!"

Pada detik-detik terakhir.

Tiba-tiba Yachiru balik. "Ken-chan aku juga jadi yah?" Yachiru melihat Kenpachi dengan tatapan memelas. "Aku bawa baldy sama si banci buat bantuin kita!" Rukia dan Ichigo yang ngumpet berdesak-desak kan di sebuah lemari baju ngintip keluar dan melihat nasib kedua anak ayam yang malang itu (?).

"Kok ngumpet disini sih?" Kata Ichigo. "Liat ajah deh entar, pasti kita gak bakal ditemuin," Kata Rukia sambil nepuk-nepuk pundak Ichigo. Tapi yang kena tepuk malah perutnya Ichigo.

"Apaan sih low mukul-mukul perut gw?" kata Ichigo, sensi gitu deh.

"Eh sorry, gw pikir tuh pundak," Kata Rukia sambil berusaha menyembunyikan kemaluannya. Bukan yang 'itu' tapi yang lain. Dasar mesum. *Author digebuk readers*

"Tapi kita pasti bakal ketahuan, kita yang paling deket sama mereka tauk! Yang lain pasti dah nyampe di daerah Rukongai kali!" Bisik Ichigo dengan nada orang teriak.

"Diem jeruk! Ntar kita ketahuan." Rukia menutup mulut Ichigo.

"Bentar, gw belom selesai make up," Kata Yumichika sambil membubuhi blast on pada mukanya dan menjepit alisnya.

Tentunya dia ngaca di kepala botaknya Ikkaku. Ikkaku dah capek marah-marah jadi dah gak protes lagi. "Whateper lah," hanya itu yang dikomen sama Ikkaku. Percaya deh kalo dalam hati dia dah ngutuk-ngutuk Yumichika biar bulu matanya copot.

"Ah, HENDRI COPOT!" Teriak Yumichika histeris. "Apaan tuh mek ap? Oh ya, kita harus menemukan mereka. Gw dah beberapa lama ini belom dapet pemanasan yang bagus," Kata Kenpachi sambil stretching-stretching.

"YES! YUHUU! HIDUP INDONESIA!" Ikkaku teriak-teriak kesenengan.

"Ayo Ken-chan!" Yachiru melompat ke punggung Kenpachi. "Ke kiri! Eh enggak deh, ke kanan!" Dan mereka pun pergi keluar ruangan.

Yumichika berkata, "Gw tau kalau low berdua disitu," Dan membuka pintu lemari. "Kalo low gak kasih tauk taichou low kalo kita disini, ntar gw beliin perangkat make up baru sama obat buat nempelin Heri!" Ancam Ichigo. Bukan ngancem sih tapi nawar.

"Dan buat low, nggg... Oh ya! Gw beliin low obat penumbuh rambut. Gimana? Deal gak?" Lanjut Ichigo.

"Deal," Lalu mereka jambak-jambakkan. Yumichika teriak, "Hendri bukan Heri! Heri itu nama bulu ketek gw!" Wew Yumichika. Suatu pengakuan yang luar biasa. Ikkaku gak ikutan. Yah gimana caranya? Wong dia rambut ajah gak punya sehelai pun. Dasar botak. *Author dibantai Ikkaku*

"Sekarang low tauk kan kenapa kita ngumpet disini?" Tanya Rukia.

Kalau dipikir-pikir make sense juga yah? Soalnya kan Yachiru dan Kenpachi buta arah.

seCreT : Gimana? Garing yah?

Ikkaku : Gak. Cuma agak crunchy-crunchy gimana gitu.

seCreT : Yeee. Sama ajah!

Ikkaku : Beda kata beda arti!

seCreT : Grrr! Entar gw beli semua obat penumbuh rambut terus gw bakar!

Ikakku : Eh iya, sorry man! Gw gak sengaja! Minta obatnya satu dong… *tampang melas*

seCreT : Gak!

Sialnya GB dah gak ada, tapi kami akan memasukan WB (White Button)

WB!

WB : Repiu plis! Ntar kalo Author niat, review nya dibalesin.

KS! (Kotak Saran)

KS : Nih masukin SPT disin-

Bukan itu!

KS : Saran!