Baik, saya akan lanjutkan cerita horror yang gak horror (?), sebelumnya terima kasih yang mereview.
-Lee Xia-
Karna genrenya horror.
Oke thanks to review.
-scarlet and blossoms-
Yap filmnya ada, judul filmnya Sillent Hill: The Revolution, sumpah seram amat filmnya tapi seru, gamenya juga keren dan gak kalah seram. Mungkin juga, Cao Cao tersesat dan tak tau jalan pulang. XD
Oke thanks to review.
Happy Reading.
Nightmare
By: Aiko Ishikawa
Rated: T
Genre: horror, adventure
-all character belong to Koei, saya hanya punya OC-
Warning: OOC, gak bisa menjamin ceritanya seratus persen seram.
Summary: ayah Cao Pi yaitu Cao Cao menghilang secara tiba tiba, dan dia bertemu dengan seorang gadis bernama Rin, yang memberitahukan tentang 'wilayah Orde', wilayah yang penuh dengan misteri dan keanehan.
Chapter 2 : true story
Bel pulang sekolah telah berbunyi, Cao Pi masih memikirkan semua perkataan Rin saat istirahat tadi, "Orde, Lessa, aku benar benar tidak mengerti" kata Cao Pi, dia berjalan menuju perpustakaan, dia berniat untuk mengembalikan buku yang ia pinjam kemarin, "lebih baik aku mengembalikan buku ini" kata Cao Pi, dan akhirnya Cao Pi sampai juga diperpustakaan, tapi perpustakaan itu sepi, tidak ada guru pengawas yang mengawas di dalam perpustakaan, "kemana pak Lu Meng? Biasanya dia selalu ada disini?" kata Cao Pi, karna tak juga menemukan pak Lu Meng di dalam perpustakaan itu, dia pun meletak buku yang ia pinjam dimeja guru pengawas perpustakaan, "nah, waktunya pulang" kata Cao Pi, dia melangkahkan kakinya diantara rak rak buku, yang penuh akan buku.
Tap, tap, tap.
Terdengar suara langkah kaki dibelakang, tepatnya didalam perpustakaan, Cao Pi menoleh kebelakang, "siapa disana? Ah mungkin pak Lu Meng" kata Cao Pi, lalu dia melanjutkan langkahnya menuju pintu perpustakaan untuk keluar dari perpustakaan.
Tap, tap, tap.
Langkah kaki itu terdengar lagi, kali ini begitu dekat suaranya, Cao Pi hanya cuek, mungkin saja itu pak Lu Meng yang kembali keperpustakaan, tapi dugaannya salah, rak buku yang berada disamping Cao Pi terjatuh, untung saja Cao Pi sempat menghindar, buku buku yang berada dirak buku itu berhamburan, Cao Pi begitu terkejut, apa yang ia lihat, pria berjubah hitam persis dimimpinya yang menjatuhkan rak buku itu, dia menatap Cao Pi, terlihat tatapan ingin membunuh dimatanya, Cao Pi langsung berlari secepatnya, dan anehnya, lorong sekolah yang ia lalui tidak seperti sebelumnya, lorong sekolahnya kini berlumuran darah, "apa yang terjadi? Tadi tidak seperti ini?" kata Cao Pi, dia menoleh kebelakang, terlihat pria berjubah tadi mengejarnya, sambil membawa kapak yang berlumuran darah, Cao Pi memepercepat larinya, dan dia memasuki sebuah ruang lab kimia, dan Cao Pi bersembunyi disana, "hh, hh, hh, apa yang terjadi, ini dunia nyata kenapa pria berjubah itu ada disini?" kata Cao Pi dengan nafas terengah engah, Cao Pi mengintip dari meja kearah pintu, terlihat pria berjubah itu berlari lurus kedepan. Cao Pi menghela nafas lega, "syukurlah" kata Cao Pi sambil mengelus dadanya, Cao Pi keluar dari ruang lab Kimia, dia celingak celinguk untuk memastikan pria berjubah itu sudah jauh, dari arah belakang ada yang menepuk bahu Cao Pi.
"apa yang kau lakukan disini, Cao Pi?" tanya Yuan Shao.
"pak Yuan Shao?" kata Cao Pi terkejut.
"saya ulangi kalimat saya, apa yang kau lakukan disini Cao Pi? Kenapa belum pulang?" tanya Yuan Shao.
"tadi ada yang mengejar saya pak" kata Cao Pi.
"siapa?" tanya Yuan Shao.
"seorang pria berjubah" kata Cao Pi.
"ngawur kamu Cao Pi, dari tadi bapak disini tidak melihat siapa siapa, apalagi pria berjubah" kata Yuan Shao.
"tapi..." kata Cao Pi.
"sudahlah Cao Pi, sebaiknya kau pulang" kata Yuan Shao.
"baiklah, saya pamit dulu pak Yuan Shao" kata Cao Pi, lalu dia pergi.
-x-
Diperjalanan pulang pikiran Cao Pi campur aduk, dia begitu bingung tentang pria berjubah yang mengejarnya, "apa tadi itu memang nyata, kalau nyata kenapa Pak Yuan Shao tidak melihatnya" pikir Cao Pi.
"semua orang tidak bisa melihat Lessa" kata Rin.
"kau ini Rin, untung aku tidak jantungan! Sebenarnya apa maksudmu?" kata Cao Pi yang sedikit terkejut.
"orang normal tidak bisa melihat Lessa" kata Rin.
"jadi yang disekolah tadi itu nyata?" tanya Cao Pi.
"iya" jawab Rin.
"apa mau pria berjubah itu? Tidak dimimpi, tidak didunia nyata, dia terus saja mengejarku, bahkan ingin membunuhku" kata Cao Pi.
"dia ingin membawamu ke wilayah Orde" kata Rin.
"tapi kenapa dia membawa kapak, apakah aku akan dibunuh oleh pria berjubah itu?" tanya Cao Pi.
"tidak" kata Rin sambil menggelengkan kepalanya, "alasan dia membawa kapak adalah ingin memotong kakimu agar kau tidak dapat berlari" kata Rin.
"memotong?!" kata Cao Pi terkejut.
"tenang saja, Nia tidak ingin kau dalam keadaan tubuh yang terluka, maka dari itu dia pasti akan melarang pria berjubah itu memotong kakimu" kata Rin.
"syukurlah, tapi kenapa dia ingin aku dalam keadaan yang tidak terluka, bukannya lebih baik membunuhku saja" kata Cao Pi.
"karna kau saudaranya, tapi alasan itu tidak cukup, Nia tidak ingin kau terluka, karna dia ingin upacaranya nanti akan tidak ada suara kesengsaraan" kata Rin.
"begitu ya, oh iya aku harus pulang, sampai jumpa besok" kata Cao Pi berlari meninggalkan Rin.
-x-
Dirumah Cao Pi yang begitu sepi, karna hanya dia yang tinggal disitu, ayahnya menghilang seminggu yang lalu tanpa jejak sedikit pun, "sepi sekali ini rumah" kata Cao Pi, dia duduk sofa dan mengingat kembali saat terakhir kalinya dia bersama ayahnya, "hah, seandainya ayah ada disini, mungkin aku tidak sebingung ini tentang permasalahan hidupku" keluh Cao Pi, setelah itu dia beranjak dari sofa dan menuju kamar ayahnya, sesampainya dikamar ayahnya, Cao Pi langsung menuju meja kerja ayahnya, "dulu ayah selalu melarangku untuk pergi kemeja kerja, apalagi dilemari dokumennya" kata Cao Pi, dia menuju lemari dokumen ayahnya, dan membuka lemari itu, didalam lemari itu begitu banyak buku buku, kertas, dan lain lain. Cao Pi mengambil sebuah buku tua yang menarik perhatiannya, "buku apa ini? Apa karna buku ini aku dilarang kemeja kerja ayah?" pikir Cao Pi, dia membuka buku itu, dari dalam buku ada sebuah kertas yang tak sengaja terjatuh, Cao Pi mengambil kertas itu dan membacanya.
'Cao Pi, sudah saatnya ayah memberitahukan soal ini, tapi kau pasti tidak akan mengerti, karna banyak penjelasan yang tidak masuk akal, ayah akan pergi meninggalkanmu menuju wilayah Orde, tempat para Lessa yaitu keturunan berdarah Orde, kau tidak perlu mencari ayah, karna bila kau mencari ayah, maka nyawamu akan musnah, kau buang jauh jauh semua niatmu untuk menolong ayah, ayah tau, ini adalah perpisahan yang menyedihkan, tapi ini semua demi dirimu Cao Pi, dan buku tua yang merupakan catatan ayah itu semua adalah penjelasan tentang wilayah Orde dan para Lessa. Dan satu lagi rahasia yang harus ayah beri tahukan kepadamu, sebenarnya ibumu adalah seorang Lessa, dan kau memiliki saudara perempuan di wilayah Orde, yaitu Nia, sang ratu iblis. Jika kau tidak mengerti tentang penjelasan dibuku itu, mungkin pamanmu, yaitu Xiahou Dun bisa menjelaskannya. Hanya itu yang bisa ayah sampaikan, maaf tidak bisa terus bersamamu Cao Pi, tapi ayah akan terus menyayangimu.'
-Cao Cao.-
"ayah..." kata Cao Pi, dia memandangi buku bersampul coklat itu, Cao Pi membuka buku itu, buku yang merupakan catatan tua milik ayahnya, Cao Pi membaca buku itu.
Wilayah Orde.
Wilayah Orde adalah wilayah yang tidak diketahui secara nyata, karna wilayah Orde adalah daerah supranatural, yang tak diketahui sebagian orang, tapi ada insiden yang begitu terkenal yang disangkut paut kan dengan wilayah Orde, ada sepasang kekasih yang menghilang begitu saja didalam kabut yang begitu tebal, dan keesokan harinya mayat mereka berdua ditemukan, dengan tubuh berlumuran darah dan banyak ditemukan luka bekas tusukan dan sayatan benda tajam. Wilayah Orde masih dipenuhi dengan misteri, banyak peneliti yang berusaha mengungkap tentang wilayah Orde, tapi tak menemukan bukti yang kuat, sampai sekarang wilayah Orde disebut juga dengan wilayah misteri, karna ada atau tidaknya masihlah sangat misterius.
Cao Pi menutup buku itu, "wilayah Orde? Sama seperti yang disebutkan oleh Rin, aku kurang mengerti tentang catatan ayah ini, mungkin saja paman Dun mengetahuinya" kata Cao Pi. Cao Pi mengambil tasnya dan memasukkan catatan tua itu kedalam tasnya setelah itu ia pergi menuju rumah pamannya.
Sesampainya dirumah Xiahou Dun, Cao Pi mengetuk pintu rumah pamannya itu, setelah pintu diketuk keluar sang penghuni rumah yaitu Xiahou Dun.
"sore paman Dun" sapa Cao Pi.
"sore, silahkan masuk Cao Pi" kata Xiahou Dun mempersilahkan keponakannya itu masuk kedalam rumahnya, "ada apa ya, tidak biasanya kau kesini Cao Pi?" tanya Xiahou Dun.
"saya hanya ingin bertanya soal buku ini paman, apa paman mengetahuinya?" tanya Cao Pi sambil memperlihatkan buku tua bersampul coklat itu.
Xiahou Dun terkejut ketika melihat buku itu, dia bertanya "dari mana kau menemukan buku itu?" tanya Xiahou Dun.
"dari lemari dokumen meja kerja ayah" kata Cao Pi.
"hah, sepertinya sudah saatnya kau diberitau" kata Xiahou Dun sambil mengambil buku itu dari tangan Cao Pi.
"iya, aku sudah tau sebagian dari misteri masalah kehilangan ayahku" kata Cao Pi, lalu dia duduk disofa.
"apa ayahmu memberitaumu soal Orde dan Lessa?" tanya Xiahou Dun.
"iya, semuanya dijelaskan disepucuk surat didalam buku itu, aku benar benar tidak mengerti maksud dari semua ini" kata Cao Pi.
Xiahou Dun membuka buku itu, lalu dia menatap Cao Pi, "ayahmu pergi karna dia tidak ingin kau menjadi tumbal dalam upacara suci" kata Xiahou Dun.
"aku tau, tapi kenapa ayahku malah ditangkap, apa salah dia? Apa hanya karna tidak ingin menyerahkan diriku?" kata Cao Pi.
"itu bisa sebagai jawaban, yang jelas sekarang kau dalam masalah Cao Pi, tadi siang pak Yuan Shao memberitaukanku kalau kau dikejar oleh pria berjubah, padahal pak Yuan Shao tidak melihat siapa siapa" kata Xiahou Dun.
"tapi itu memang kenyataan, aku dikejar oleh pria berjubah" kata Cao Pi.
"iya aku tau itu, sekarang para Lessa benar benar ingin menangkapmu, mereka akan terus mencarimu" kata Xiahou Dun.
"tapi yang inginku tanyakan adalah wilayah Orde, apa paman mengetahui soal wilayah Orde?" tanya Cao Pi.
"dibuku ini sudah jelas tertuliskan, kalau wilayah Orde adalah wilayah supranatural" kata Xiahou Dun.
"penjelasan itu tidak cukup bagiku! Aku heran kenapa ayah, paman Dun, dan ibu bisa mengetahui keberadaan wilayah Orde? Dan yang anehnya disana tertulis kalau wilayah Orde tidak diketahui keberadaannya" kata Cao Pi.
"ceritanya panjang Cao Pi, tapi ada satu yang bisa kuberitau padamu, kalau Nia adalah saudara angkatmu, ibumu sangat menyayangi Nia dan juga kau, tapi semejak kematian ibumu, sifat Nia berubah, dia menjadi sangat kejam, dan suka membunuh, dan sekarang dia benar benar ingin menangkapmu yang merupakan saudara angkatnya, dan menjadikan tumbal dalam upacara suci" jelas Xiahou Dun.
Cao Pi terdiam sesaat, lalu dia menatap buku itu, "aku akan menolong ayah" kata Cao Pi.
"sebaiknya kau buang jauh jauh niatmu itu! Bukannya kau sudah membaca surat dari ayahmu, agar kau tidak menolong dia" peringat Xiahou Dun.
"tapi aku tidak ingin ayahku mati! Aku sangat menyayanginya, mana ada anak yang suka kalau orang tuanya dibunuh!" kata Cao Pi.
Xiahou Dun terdiam, lalu dia menghela napas, "hah, aku tidak bisa mencegahmu, tapi apa kau yakin ingin kesana? Karna disana sungguh berbahaya, banyak makhluk yang aneh dan menyeramkan, pikirkan dengan matang" kata Xiahou Dun"
"aku yakin, aku siap menghadapi semua itu, walaupun nyawa taruhannya, demi ayahku yang sudah melindungi dan merawatku selama ini, resiko sebesar apa pun aku hadapi" kata Cao Pi.
"baiklah" kata Xiahou Dun, lalu dia mengambil kunci mobilnya yang tergeletak dimeja ruang tamu dan keluar rumah, Cao Pi mengikuti pamannya itu, sambil memasukan catatan ayahnya kedalam tasnya, dan berlari menuju mobil pamannya yang terparkir dihalaman rumah.
- To Be Continued -
Ternyata setelah diteliti, ceritanya mirip Sillent Hill: The Revolution.
Ishida:"baguslah, aku mau baca kelanjutannya, aku penasaran"
Aiko:"aku malah pingin nonton ulang film Sillent Hill: The Revolution, karna gak nonton sampe selesai" -,-
Ishida:"hahaha, tenang aku kasih tau endingnya, aku sudah nonton sampai habis kok"
Aiko:"ya sudah, mohon reviewnya ya, see you next chapter"
