Cast : Tifanny SNSD as Park Hye Won
Yuri SNSD as Park Hyomin
Kris EXO as Lee Tae Suk
Kyuhyun SuJu as Cho Kyuhyun
Supporting Cast : Yoona SNSD as Im Yoona
Sulli f(x) as Jung Eun Jin
Disclaimer : This story is purely writer's mine.-Should be thought that love's destiny already written for each people in this don't try hard if you know that him/her is not for you.
Author Note : Please see this closely,may be this case which happening on ,it may help step on further.
Hee-hee... ^ ^ don't think seriously guys.
Let's read it ...
Summary : Kyuhyun tetap pergi untuk menemui Hyomin di telah mengabaikan Yoona,keluarga dan juga eommanya Won akhirnya bisa semakin dekat dengan Tae Suk merasa sangat senang,tapi kenyataan seperti itu tak berlangsung Won menemukan kenyataan sangat pahit untuk dirinya Jin merasa tak tenang dengan Hye Won yang sangat sulit dihubungi,apa sebenarnya yang terjadi dengan persahabatan Hye Won bisa menyetir semua sikap yang harus dilakukan apa dengan mereka berdua?
Chapter 2 : Eonni..Andwe!
" Won't Step Back "
Kyuhyun sedang melakukan penerbangan ke meninggalkan semua hal yang sangat penting baginya di sudah tak peduli dengan eomma yang dicintainya,calon istrinya Yoona dan juga keluarga besar Yoona yang sangat membantu kehidupan keluarga Cho.
Kyuhyun POV
Saat itu aku duduk dengan yakin di kediaman Keluarga dan juga appa Yoona menunggu penjelasan tentang kedatanganku hari itu.
Tanganku mengambil sebuah kotak dari saku dan menyodorkannya dihadapan ayah aku meminta maaf pada ayah Yoona.
"Saya akan mengundurkan diri,ahjusii"
Ibu Yoona sangat terkejut dan menutup mulutnya sendiri setelah mendengarkan aku tetap yakin dan memandang wajah ayah Yoona yang sangat marah saat itu.
"Aku baru mengerti jika orang yang kupelihara kini menggigit diriku. Kau benar-benar mengecewakanku" ahjusii pun menggebrak meja di hadapannya.
" dia ingin meminta waktu darimu"
Ahjumma memang sangat baik,dia berusaha meluluhkan hati suaminya agar tidak marah padaku.
"Berapa lama waktu yang sudah kita berikan!-Aku tidak suka jika putriku dipermainkan oleh manusia yang tidak berguna."
Aku hanya bisa menunduk dan mendengar teriakan marah dari tahu jika semua itu layak untukku.
"Jangan seperti itu"
Ahjusii memundurkan dirinya ke mulai memandangku dan bertanya.
"Apa kau sudah berbicara dengan Yoona?"
Aku pun mengangguk menyiyakan pertanyaan Yoona menelan ludahnya setelah mendengar penjalasanku.
"KAU SANGAT KETERLALUAN!"
Diriku tersentak karena ahjusii menggebrak dengan sangat keras meja itu.
"Kau benar-benar pintar mempengaruhi putriku!Ara..!"
Kali ini ahjusii menarik kerahku dan mendekatkan diriku dengannya,ia bahkan juga sudah menaikkan tangannya ke arah diriku.
"APPA!"
Yoona berlari dan berteriak pada pun kemudian melepaskan pakaianku dengan ia berjalan ke arah Yoona.
"Bagus sekali..Kau menjadikan ayahmu ini seperti orang yang bodoh di depannya!"
Yoona mulai menundukan pandangannya.
"Kau tahu ini?!"
Yoona kembali menunduk melihat kotak cincin pernikahan digenggaman ayahnya sendiri.
"Jika kau merasa bisa memperbaiki ini?Cobalah kalian perbaiki?"
Ahjusii kemudian melihat istrinya yang sejak tadi terus berusaha disamping suaminya agar kemarahannya bisa segera diredakan.
"Kehormatan keluarga Im berada appa hanya bisa menunduk saat orang-orang itu menganggap remeh keluarga kita."
Ahjusii pun meninggalkan kami dan kemudian ahjumma mengikutinya.
Kami terdiam Yoona melangkah pergi dari ruang kerja Ahjusii.
Yoona terdiam di balkon kamar ku semakin mendekati hanya sesaat melihat ku dan kemudian ia melihat lagi pemandangan di hadapannya.
Setelah beberapa menit berlalu," appa hanya mengkhawatirkanku bagaimana aku akan melalui hari-hariku setelah keputusan yang kita buat"
Aku rasa Yoona hanya memang tulus,tapi benarkah jika hatinya juga tidak terluka karena ada seorang yeoja yang selembut Yoona?
Aku selalu menganggap Yoona mengganggu kehidupanku dengan dirinya ternyata mencoba menerima semua yang kulakukan termasuk menerima pembatalan pernikahan yang hanya tinggal satu bulan.
"Gomawo"
Yoona kembali tersenyum dan memandangku.
" kau menyampaikan maafku padanya?Mianhae,oppa.."
Aku tak mengerti dengan perkataan Yoona.
"Aku yang telah membuatnya merasa sangat bersalah"
Yoona mulai menatap dan menyatakan kesungguhannya.
"Aku sangat egois dan meminta kau darinya. Jeongmal mianhae,oppa"
Aku pun menarik tangannya dan mendekapnya agar dia menjadi lebih itu yang bisa kulakukan untuk pun meneteskan airmatanya pada jas mendekapnya lebih erat dan membelai rambutnya.
Di rumah,eomma tak berhenti memarahi ku.
"Perilakumu benar-benar keterlaluan Kyu!"
Aku tak peduli dan mengemasi semua pakaianku dengan cepat ke dalam koper.
"Aku sangat kecewa padamu,apakah seperti ini seorang Cho mengajari caramu bersikap dan bertanggung jawab.-Yeobo,lihatlah Kyu!dia benar-benar buruk!"
Aku tak tahan dan duduk diranjang dengan membanting tubuhku sendiri.
"Seharusnya aku juga mengikutimu dan meningalkannya disini apa mengawasinya,karena setelah sekian lama dia juga tak menunjukkan sikap seorang Cho yang bertanggung jawab."
Aku merajuk pada merendahkan diri aku berada dihadapannya dan eomma memalingkan sangat sakit karena eomma berperilaku seperti itu.
Aku memandang eomma mulai berkaca-kaca dan ia pun sungguh bukanlah putra terbaik dan berbakti sebagai seorang Cho.
'Eomma?"
Aku sangat bingung karena eomma menjadi drop dan ia menghembuskan napas dengan begitu gugup dan segera mengangkat tubuh eomma.
Lama sekali..
Eomma sedang tak berhenti bergetar begitu pula jika kondisi eomma sangat buruk,aku pasti tak akan memaafkan akan merasa bersalah pada appa karena janji yang aku ucapkan padanya sebelum ia aku harus menjaga eomma untuk menggantikan dirinya yang telah menghadap tuhan.
Pintu terbuka tapi dokter melarang aku untuk mengatakan jika eomma yang memerintahkan hal itu.
Tak ada yang menyuruhku,saat itu aku hanya terpikir tentang lama Yoona datang dan segera bertanya tentang lalu masuk dan menjenguk sedikit melihat kebersamaan juga melihat eomma yang memalingkan wajahnya padaku ketika Yoona telah berada disisi eomma.
"Bagaimana?apa yang ahjumma rasakan?"
Eoma tersenyum,"aku lebih baik setelah melihatmu."
Eomma membelai Yoona dengan eomma benar-benar mencintai kelembutan dan perhatian dari Yoona.
"Ahjumma,tidak membiarkan oppa masuk?"
"Aku sedang marah dengannya dan tak ingin melihat wajahnya"
Yoona memandangku yang berdiri di menunduk dan mengerti apa yang dikeluhakan eomma pada Yoona.
"Ahjumma,oppa sangat mengkhawatirkanmu"
'Sudahlah-yeogi"
"Em?"
"Benarkah jika Kyu membatalkan pernikahan kalian?"
Yoona terdiam dan memandang lemas dan aku pun menyandarkan tubuhku pada dinding masih bisa mendengar apa yang mereka katakan.
"Maafkan "
"Aniyo-aniyo, seperti ini"
'Aku memang tak bisa mendidik Kyu dengan baik"
Eomma melanjutkan perkataannya.
"Aku sangat sakit mengetahui Kyu melakukan itu ?"
"Ne"
Eomma mulai membujuk.
'Apa kau memaafkan Kyu?"
"Ne"
"Kau sangat baik Yoona"
Kyuhyun POV end~
Kyuhyun dengan lemas memandang ke jendela menghembuskan nafas lemasnya saat mengingat Yoona.
"Kau tetap pergi"tanya Kyuhyun eomma saat mendapati putranya yang menyeret koper ke ruang tengah.
"Jadi kau tetap dengan keputusanmu!Kau memang keras kepala!Lebih baik eomma tidak pulang dan terus menerus tinggal dirumah sakit dengan tubuh penuh infus!"
Yoona masuk dengan membawa melihat Kyuhyun yang akan juga melihat ahjumma tapi ahjumma lalu memalingkan muka dan berjalan mendekati sofa.
Yoona memberikan obat-obatan yang dibawanya.
'Ahjumma,apa kau sudah makan?"
Ahjumma membanting obat yang diberikan Yoona ke atas meja.
'Lebih aku sakit!Karena dia tak menginginkan aku hidup!"
" berkata seperti itu."
Kyuhyun eomma tak mengerti kenapa yeoja disampingnya tenang ia tahu jika namja-nya akan pergi meninggalkannya.
"Oppa,apa kau sudah mengecheck semua perlengkapan yang kau bawa?"
Kyuhyun memandang Yoona.
Yoona tahu jika ahjuma sedang melihat dirinya dengan heran.
'Ahjumma,apa kau marah karena oppa meninggalkanmu?"
Yoona menerangkan dengan lancar pada Kyuhyun eomma.
"Awalnya aku juga seperti oppa bilang akan mengajakku lain kali untuk melihat resort yang akan dikunjunginya di Seoul setelah kita menikah"
Yoona tersenyum melihat ahjumma bahkan sempat menggoda Kyuhyun.
"Oppa,aku benarkan?-waeyo,oppa?Apa kau sekarang sudah merubah pikiranmu dan ingin mengajaku?"
"Ayolah, Yoona bersamamu?"
" hanya bercanda,aku harus menggantikan oppa untuk mengawasi Red Suits saat ini"
Hyomin sangat heboh pagi henti-hentinya ia berlari dan melihat dirinya terus berusaha mencocokkan pakaiannya hanya untuk sekedar pergi keluar dari siapa yang ingin ditemuinya?
Melihat persiapannya yang sangat lama sepertinya Hyomin masih memiliki waktu yang sangat banyak untuk bertemu dengan seseorang yang spesial baginya.
Hyomin terduduk dengan memeluk pakaiannya dan ia pun melihat ke cermin ia mendapati dirinya dengan senyum bahagianya.
Hyomin POV
Senyuman itu sangat indah..
Malam itu aku kembali terjatuh didalam heran melihat diriku untuk kedua memegamg bahuku ketika tubuhku terjatuh ke membalikkan tubuhku dan membuatku berdiri dengan pun terdiam beberapa melihat juga tak menjauhkan pandangannya padaku.
Aku baru menyadari jika aku berbuat yang penuh dengan minuman orange dingin itu membasahi pakaianku dan juga pakaian namja terkejut dan segera mengeluarkan sapu tangan dari sakunya.
"Apa kau selalu melakukan ini pada setiap yeoja?Kau mengambil kesempatan dengan baik" aku memasang muka kesal padanya.
Namja itu menghentikan tangannya yang membersihkan pakaianku saat melihat ekspresi wajahku. Ia kemudian memberikan sapu tangannya. Aku pun mengambil dan membersihkan pakaianku sendiri.
Aku melihat pakaiannya juga kotor.
"Aku tidak suka yeoja asing mendekatkan tangannya kau juga suka mengambil kesempatan?"
" memang jika kita tidak mengambilnya akan diambil oleh orang lain"
Dia tertawa mendengar kata-kataku.
"Ah...?"
Kami duduk bersama dan membahas pertemuan kami.
"Kau sepertinya orang yang sangat ceroboh dan suka mengatakan apapun yang ada dipikiranmu?"
"Ne"
Terdiam sejenak karena tak tahu apa yang harus dikatakan lagi.
Dia memulai lagi,"Kenapa kau suka berjalan sendiri?"
"Wae?Apa itu masalah?"
Namja itu hanya tersenyum mendengar aku mengatakan itu.
"Tak ada yang aku pergi sendiri"
Dia menarikku setelah melihat jam kemudian pergi menghabiskan malam dengan banyak hal dengan perlombaan yang dibuat bersama diarea permainan,berfoto dan makan bersama dijalan yang kami tanpa sadar ternyata ia mengantarkanku pulang ke rumah.
Namja itu bernama Tae itu dia kalah dan mengejarku karena dia tak terima aku curang dan mengambil makanan terakhir miliknya makanya dia ia mengantarku ke rumah untuk pertama kali.
Aku bingung melihat ponselku pagi semua kontak bukanlah nama yang ku menghubungi ponselku beberapa kali dan barulah aku mendapatkan jawaban dari si pembawa ponselku.
"Ponselmu tertukar dengan milikku"
"Eoh.."
Aku mematikan ponselku dan setelah itu pergi ku melangkah cepat memasukki sebuah rumah sakit,aku tak mengerti kenapa dia menyuruhku datang ke rumah dia sakit?
Tapi,mana mungkin dia sakit?Jika benar, berarti setiap malam ia berjalan sendiri karena suntuk di tahu perasaan itu,bukankah menyebalkan di rumah sakit dengan bau yang sangat tak melihatnya dan sangat tertegun ketika ia menghentikan kakinya tepat didepanku.
Tae Suk mengajakku ke kantin rumah sakit untuk memberikan ponsel milikku.
"Aku tak tahu jika kau seorang.."
Tae Suk menghentikanku dengan menarik tanganku cepat kami pergi dari rumah sakit,saat itu aku tak tahu ia ingin membawaku bahkan tak bertanya apapun dan hanya memandangi ini..menyukainya?
Benarkah?
Aku tak pernah seperti sangat senang dan selalu ingin melihat sesekali tersenyum setelah juga tersenyum kepadaku dan kembali fokus pada kemudinya.
Kami sampai di sebuah pemandangan sore mengambil peralatannya dan menyiapkan untuk mengambil video dengan tustel miliknya.
Sambil menunggu matahari yang terbenam dia dan aku mengambil foto bersama.
Saat itu tiba.
Tae Suk menyiapkan semua untuk merekam pemandangan di hadapan kami.
Kami menikmati matahari yang perlahan tak tahu jika tangan itu sudah lama berada bahuku dan aku merasakan tangannya yang saling menatap dan tersenyum bersama.
Pertama kali aku melihat tempat tinggal Tae Suk.
"Masuklah"
Aku sangat ingin tahu terus mengikuti langkahnya,dan Tae Suk tak mempermasalahkan dengan apa yang kulakukan.
Aku bisa melihat jika dia punya ruang rahasianya kamar yang sangat redup,disana ia mencetak film-film juga mendapati hasil potretnya yang di gantungkan pada sebuah "string".
"Maaf jika ruangan ini sangat berantakan."
"Ah..? -"Aku pun berhenti menyentuh lukisan Tae Suk dan berjalan mendekatinya.
"Aku tak pernah melihat dokter yang sepertimu?"
Tae Suk tersenyum dan masih berkutat dengan film negatif dan kemudian menjepit foto yang dipegangnya itu ke 'string'
"Aku masih belum menjadi dokter."
"Jadi kau masih bersekolah?"
"Ne-Apa kau ingin melihatnya?"
Aku pun menangguk,tentunya aku juga penasaraan bagaimana hasil yang diambil Tae pun melihat video itu bersama.
Pemandangan yang diambil tak jauh berbeda dengan apa yang kita lihat bersama Suk berjalan dan mematikan video. Kemudian ia merapikan foto-foto sedangkan aku mengambil satu persatu foto dan melihat sebelum Tae Suk menumpukknya menjadi satu dan memasukkannya ke dalam kotak transparan.
"Tidak memasukkannya ke dalam album"
"Sudah terlalu banyak"Tae suk berkata sambil mengarahkan pandanganku pada rak dengan beberapa album yang tebal dan tersusun rapi.
"Kenapa kau mengambil kedokteran bukannya jurusan seni atau rasa kau berbakat?"
"Menjadi dokter sudah turun temurun di memiliki sebuah rumah sakit keluarga dan semua keluarga bahu membahu untuk menjalankan rumah sakit itu."
Aku terus mengangguk mendengarnya,"Sedangkan seni adalah sangat senang memotret,melukis dan bermain ..sepertinya aku tak bisa meninggalkan kegemaranku"
"Lihatlah"kata Tae Suk.
Ia memberiku sebuah foto yang kami ambil menerima dan tersenyum lagi bersama setelah aku melihat pose foto ku dengannya dan kemudian memandang kembali melihat foto itu beberapa saat.
Foto yang sangat Tae Suk begitu dekat dengan sangat dekat dan itu terekam jelas pada foto yang sedang aku pegang.
"Kau menyukainya?"
"Ne"jawab ku dan masih dalam bayangan pertanyaan di otakku.
Sejak kapan kami sangat dekat..
"Apa wajahku sangat tampan di foto itu?"
"Ne"
Aku sangat malu..
Bagaimana bisa aku mengatakan apa yang sedang ku pikirkan pada namja dihadapanku.
Tae Suk pergi dariku sambil tersenyum.
PABO!
Aish...!
"Kemarilah"
Aku mengikuti kata-kata Tae memegang tanganku dan mulai membantuku memukul drum saat dia mengajariku.
"Seperti ini" Tae Suk mencontohkannya untukku.
"Kau harus menginjaknya"
Dengan sedikit ragu-ragu,kakiku mulai mengikuti apa yang diinstruksikan namja di belakangku.
Dia melepasku untuk bermain sesukaku dan mulai melihat pun berhenti setelah bermain tak cukup dia tahu jika aku malu karena musik yang ku mainkan sangat buruk.
Tae Suk mengambil tepat duduk dan kami saling bicara dengan aku yang masih tak merubah tempat dudukku.
"Apa yang kau lakukan?Kau sudah bekerja bukan?"
Entah darimana Tae Suk bertemu,sepertinya dia bisa menebak apa yang ada pada -benar bahaya jika dia juga tahu tentang yang aku rasakan sekarang.
"Bagaimana kau tahu?"
Dia tersenyum,"Mata mu yang mengatakan padaku"
Tanganku menyentuh mataku -benar tak mengerti atau aku bodoh di depan dongsaeng ,Tae Suk memang lebih tebakannya memang benar,aku merasa harus sedikit berhati-hati.
"Noona,apa kau ingin memuji kepintaranku?"
Aku benci mendengar bahwa ia memanggilku seolah mengejek jika aku lebih tua darinya.
"Hei, kau diam saja?"
Menyedihkan sekali,namja ini benar-benar meraba kulit wajahku,apa keriputku bisa dilihat oleh mata Tae Suk.
Mengerikan sekali jika itu benar-benar terjadi
Shireo...!
"YA!APA YANG KAU KATAKAN!CEPAT TARIK KATA-KATAMU!"
Aku pun bisa mulai tenang setelah mendapatinya tertawa suk segera menutup mulutnya saat aku menangkap tertawa melakukan itu karena melihat wajahku yang telah kesal dengan sikapnya tang yang suka disebut dengan ahjumma oleh orang yang disukainya.
"Aku menyukai make up dan juga styling dan beberapa teman membuka sebuah sekolah dan kami mengelola bersama untuk mengajari beberapa anak yang menyenangi kegemaran yang sama seperti kami"
"Arraseo"
Tae Suk mengangkat wajahnya dan memandangku.
Dia tak yakin dengan kemampuan yang kemudian menyodorkan sisir ke arahku dan menagih pembuktian untuknya.
Aku mengambilya dan mulai menyentuh terlalu lama untuk mengubah penampilan namja yang sedang berhenti berkali-kali berkedip memandang wajah Tae ?
Tae suk melihat dirinya dicermin dan memandangi dirinya sendiri.
"Menakutkan sekali?-Mukaku jadi terlihat tegas dan menyeramkan..-Ah..sepertinya membuat rambutku seperti ini tampak lebih percaya jika sekarang kau adalah..."
"Wae?"
"Apa kau takut denganku?"
Aku terbangun dari aku mengambil tissu untuknya.
"Bersihkan"
Dia tidak melihat kepadaku dia pergi dan kemudian masuk lagi kekamarnya dengan kamera di tangannya.
"CHa.."
Tae suk memberikan kamera itu padaku.
"Cepat ambil gambar untuk ku"
Dia mengajariku aku mulai memotretnya.
Tae suk melihat beberapa hasil foto yang kuambil saat dirinya berpose pada kamera.
"ya-ini cukup baik-o..bagus juga..evil?ternyata bisa juga aku terlihat seperti itu"
Dia mengatakan untuk dirinya sendiri.
"Kenapa kau merias wajahku seperti ini?"
Aku belum menjawab dan hanya memperlebar dua mataku.
"Aku rasa kau cocok dengan karakter itu"
Dia berjalan pun melangkah mundur begitu sangat menakutkan,apalagi saat senyum seringainya muncul diwajahnya.
Aku semakin terpojok dan tak bisa menahanku di dengan tangannya ia menarik leherku sehingga membuat wajahku bisa merasakan hembusan napasnya.
"Hei!Apa kau takut denganku ahjumma?"
Aku segera memukul kepalanya dan dia mengeluh kesakitan.
HYomin POV end~
Hyomin tersenyum mengingat Tae suk yang selalu menggodanya.
"Benarkah?-Lihat saja,kau tak akan melepaskan ahjummamu ini"kata Hyomin dengan bangga dan percaya diri pada dirinya saat ini.
Hye Won sedang mendiskusikan presentasinya bersama berada tak jauh darinya saat di dalam kelompoknya,Tae Suk adalah Ketua kelompok untuk presentasinya kali yang lebih membahagiakan dia juga akan berpraktek dan satu kelompok lagi dengan Tae setiap malam kebahagian tentang apa yang dilaluinya selalu di ceritakan pada Eun Jin.
Eun Jin juga sangat senang mengetahui hubungan chingunya menuju ke arah lebih gurauan mereka pun keluar..
"Seharusnya saat aku pergi kau tak perlu terlalu setelah aku pergi kau malah bisa semakin dekat dengan Tae suk?"
"Tentu saja aku tetap sedih,karena tak bisa langsung bercerita denganmu dan memelukmu saat aku bercerita tentang kebahagian ini."
Tae Suk duduk didekat Hye Won.
"Aku rasa aku setuju denganmu."
"Baiklah"kata Hye Won sambil tersenyum pada Tae Suk.
Keduanya keluar dari kelas praktek dan terlihat masih mengobrol.
"Apa yang kau temukan?"
"Aku rasa dia adalah perokok putranya mempunyai gangguan pernapasan seperti paru-parunya bisa dilihat ada bercak hitam."
Tae Suk mengangguk dengan penjelasan Hye Won.
"Kau belum makan?"
Hye Won terkejut dengan pertanyaan Tae Suk.
"Pergilah ke aku harus pergi"
Hye won mengangguk mengerti.
"Baiklah"
Hye Won masih tetap melihat Tae Suk yang pergi terlihat berlari dengan masih menggunakan seragam prakteknya.
Hyomin melangkahkan kakinya menyusuri pertokoan.
"Aku tak boleh menjadi yang pertama."kata Hyomin dalam hati.
Tae Suk berlari dan segera menghentikan memata-matai sebuah kafe yang tak jauh dari seberang jalan tempatnya berdiri.
"Sepertinya dia belum datang."
"Dia belum tadi aku langsung duduk pasti dia akan senang sekali karena aku menunggu dirinya."keluh Hyomin dan mematai Kafe di sisi jalannya yang masih memiliki pelanggan sedikit.
"Apa dia lupa?sebaiknya aku menghubunginya"Hyomin mengambil ponsel di tasnya dan mencoba menghubungi Tae Suk.
Ia tiba-tiba merubah pemikirannya,"Ani..Andwe..Dia yang mengajakku..seharusnya ia mengingat janjinya sendiri"
Hyomin menggeleng-gelengkan keputusan diotaknya.
"Bukankah dia sekarang sangat sibuk?Bagaimana jika dia benar-benar lupa"
Hyomin terlanjur menghubungi Tae sekarang malah gugup ingin mengatakan apa pada namja itu.
"Ne"
"Eoddi-ya?"
"Apa kau sudah sampai?"tanya Tae Suk
"mwo?"
"Kau tak ingat?"
"Mwo?"tanya Hyomin lagi
Hyomin benar-benar menggoda Tae suk,Hyomin merasa senang tahu jika Tae Suk tak lupa dengan janjinya dan sedang melakukan perjalanan menuju cafe tempat pertemuan mereka.
Hyomin merasa jika dirinya lebih pintar sejak mengenal Tae tahu hanya dengan mendengarkan suara Tae Suk dari ponselnya.
"Aku menunggumu ditempat yang aku ceritakan padamu hanya boleh terlambat 5 menit ?"
"Ne"
Biip...
Hyomin tersenyum setelah ponselnya pun kembali mengamati cafe itu.
"Sudah setengah jam" kata Tae Suk sambil mengamati layar ponselnya.
"Lama dia tadi mengatakan jangan lebih dari 5 bahkan sudah 30 menit."Hyomin mulai bosan dan mengerucutkan bibirnya.
Tae Suk mengamati pejalan kaki yang menggandeng tangan kesal dan melihat pejalan kaki di seberang jalan.
Keduanya ternyata hanya dipisahkan oleh jalan dihadapan mereka tak tahu sejak kapan Tae Suk berdiri melihat Tae suk menyeberang dan mendekatinya.
"Do?"
"Wae..-waeyo?"Hyomin sedikit gugup dan ingin bertanya kenapa Tae Suk tak langsung duduk di kafe tempat mereka janjian.
"yeogi?kenapa kau tak duduk?"
"Ah, baru datang dan melihat seseorang yang mengerikan jadi aku memutyskan untuk bersembunyi"
Tae suk memeriksa Cafe itu.
"Apa dia sudah pergi?"
" rasa dia sudah pergi"
Hyomin jadi sedikit kesulitan berjalan karena berdiri lama Suk yang melihatnya kemudian memegang lengan dan bahunya lalu membantunya berjalan.
"Mianhae,karena aku tak melihatmu berdiri disana"
"Jadi kau sudah datang sejak tadi"
"Em.-Aku hanya berdiri disana karena kukira kau lupa jalan,jadi ketika nanti aku melihatmu aku bisa segera menemuimu menunjukkan dimana cafe yang aku ceritakan padamu."
Tae suk dengan lembut mendudukkan Hyomin.
"Duduklah"
Tae Suk kemudian membuka sepatu Hyomin,yeoja itu jadi malu karena Tae Suk melakukan itu di tempat umum.
"Cepat duduk" kata Hyomin sebab ia menjadi malu karena pengunjung dan pejalan kaki melihat ke arah mereka.
Mereka duduk bersama dan mulai memesan menu disana.
Kyuhyun sudah sampai di hotel tempat ia segera meletakkan koper diatas ranjangnya dan membuka isi koper untuk memindahkan pakaian pribadinya berdering saat itu.
Kyuhyun mendengar si penelpon dan belum mengatakan apapun.
"Ne"
Yoona beralih pada tempat duduk dibalkon kamarnya.
" kau.."
Kyuhyun masih mendengarkan apa yang diminta Yoona darinya.
Biipp...
Kyuhyun mempercepat menata barang-barang pribadinya.
Kyuhyun sudah tampak keluar dari kamar dan dengan pakaian casual santainya ia melangkah ke restoran hotel untuk makan malam.
Awalnya ia hanya seorang namja memberi salam layaknya staff yang bekerja pada Kyuhyun di kantor,namja itu dipersilahkan duduk oleh Kyuhyun.
Pelayan menambahkan hidangan pada meja bahasa tubuhnya Kyuhyun mempersilahkan namja untuk menikmati apa yang dipesan Kyuhyun untuknya.
Mereka menyelesaikan pergi dengan membawa sebuah amplop coklat dan kembali memberi salam kemudian meninggalkan Kyuhyun.
Hyomin bingung melihat kue-kue di dalam lemari menelan ludah berkali-kali dan masih memegang penjapit juga nampan ditangannya.
"Benar-benar lezat"Hyomin menoleh dan mendapati Tae Suk yang juga membungkuk didekatnya dan mengamati kue itu.
Hyomin dan Tae Suk sudah menuju ke tempat duduk dengan nampan yang berisi kue yang telah mereka sangat bahagia dan mengerakkan alat makan untuk menyantap kue itu.
Mereka saling menyuap dan juga melingkarkan tangan mereka untuk merasakan isi gelas milik pasangan dihadapannya.
"Senang sekali rasanya"
Hyomin lalu melanjutkan kata-katanya,"coklat,kue manis,mereka sangat benar,jika semua itu bisa membuat orang senang"
Tae Suk tak pernah melepas senyumnya,ia benar-benar bahagia berada dekat dengan yeoja dihadapannya.
Tae Suk hanya tersenyum melihat Hyomin dan mengiringi langkah yeoja di sampingnya.
Tae Suk menarik tangan Hyomin dan mengajaknya berlari.
Keduanya berhenti di sebuah Suk memegang tangan Hyomin ketika yeoja itu berjalan dipinggir kolam air mancur.
Hyomin tak mempedulikan butiran air mancur yang mengenai wajah,tubuh dan pakaiannya.
"Tae juga harus disini"
Tae Suk melepas alas kaki dan mereka kemudian saling dan Tae Suk saling bertumpu pada tangan mereka yang masih saling memegang erat.
Kaki Tae Suk terpeleset dan membuat keduanya masuk ke dalam kolam yang mereka menjadi sangat Suk tertawa melihat senyum Hyomin.
Hembusan panas sangat terasa Suk merasakan bibir bawah Suk mulai menekan,dia memegang leher Hyomin yang melingkar pada pinggang Tae Suk perlahan naik menuju punggung atas Tae membalas ciuman Tae Suk.
Mata Tae Suk turun dan melihat mata bibir mereka terhenti,namun belum saling Suk tersenyum dan kemudian mencium kening Hyomin.
Tae Suk membawa Hyomin ke dalam beberapa lama berada di bawah air mancur dengan merasakan dekapan masing-masing.
Tae Suk dan Hyomin berjalan tanpa melepas genggaman tangan berjalan menuju ke apartemen Tae Suk.
Setelah keduanya mengganti pakaian suk meletakkan handuk ke kepala Hyomin dan mencoba mengeringkan rambut Hyomin yang Hyomin kali ini tak bisa disembunyikan.
Yeoja ini juga melakukan hal yang sama untuk tersenyum dengan tangan saling mengusap kepala masing-masing.
Tae Suk membuat susu hangat di dapur.
"Apa kau tak mengijinkanku untuk pulang?"
Tae Suk tetap fokus dengan susu hangatnya,"Aku rasa kau juga senang disini"
"Bukankah kau juga berharap seperti itu?"
Tae Suk tersenyum dengan balasan menggoda yeojanya.
Hyomin mengikuti Tae Suk yang menuangkan susu untuk Suk segera menghentikan tangan Hyomin yang ingin menyentuh gelas susu yang mengambilkan "pipa plastik kecil" agar Hyomin bisa meminum susu panasnya.
Tae suk mengamati Hyomin yang menghabiskan juga mencoba kemudian menguap setelah susunya suk muncul dengan pakaian yang sebelumya mereka pakaian itu sudah kering.
"Masuklah dan ganti pakaianmu sekarang"
Hyomin berjalan gontai dan masuk ke kamar Tae Suk untuk mengganti baju.
Hyomin terlihat mengantuk sekali dan keluar dari kamar namjanya setelah mengganti suk mendekat dan mencium kedua mata Hyomin.
"Ireona, tak boleh tidur di tempatku"
"Pabo!"
Hyomin memukul namjanya kemudian melangkah Suk mengikutinya dari belakang dan memegang pinggang Hyomin.
Tae Suk menurunkan Hyomin dirumahnya.
.
.
.
Hye Won melihat seorang namja berdiri tak jauh dari mobilnya dan sedang melihat ke Won baru pulang ke rumah dan tak mengenal namja yang berhenti di depan itu memberi salam pada Hye Won.
Hye won membalas salam dan masih memikirkan siapa namja yang berdiri berjalan mendekati namja pun sedikit berjalan mendekati Hye Won.
"Hye Won-ssi"
Hye Won menatap mata namja namja yang tak dikenal olehnya mengetahui namanya?
Mereka berbincang sesaat dan kemudian Kyuhyun pergi meninggalkan Hye Won.
"Hashi!" begitulah yang didengar Hyomin dari ponselnya.
Ia tertawa mendengar namjanya terserang flu.
"Hashi!" kini giliran namjanya yang tertawa mendengar Hyomin yang flu.
"YA! Kau senang sekali mendengarku sakit!"
Hye Won yang berhenti di depan kamar eonni hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala lalu masuk ke kamarnya.
"Apa hari ini kau tidak ingin menemui dongsaengmu,ahjumma"
"Itu hukuman tak akan menemui!.."
Terdengar Hyomin kembali mengeluarkan flu-nya.
"Arraseo..Baiklah hari ini aku akan dirumah saja"
Biipp...
Hyomin jadi berguling-guling di atas lalu mengirimkan pesan.
Gwaechanayo?
Tak lama pesan balasan datang..
Sepertinya aku akan cepat membaik jika kita bertemu
Hyomin tersenyum dan mengirim lagi pesannya.
Aiggoo..kau manja bukan kau saja yang menemuiku?
Ani-Bukankah ibu selalu mengkhawatirkan putranya
Hyomin jelas-jelas membalasnya dengan kesal
MWOO!
Tae Suk menjawab dengan santai.
Bukankah ahjumma juga bisa menjadi kau lebih mengkhawatirkanku
Hyomin sangat kesal dan membanting ponselnya.
Hyomin sudah tiba di tempat tinggal Tae Suk, kini ia berdiri dengan meletakkan dua tangannya dipinggang dan menghadap ke a rah Tae Suk.
"DO!"
Tae Suk menarik Hyomin hingga yeoja itu berciuman sesaat,sebab setelah itu Hyomin segera sadar dan menarik tubuhnya.
"Kau ingin menulariku agar aku lebih parah?"
Tae Suk tersenyum karena telah membuat yeojanya marah.
Sekarang mereka saling tersenyum dengan bungkusan air es disisi kanan dan kiri leher mereka Suk dan Hyomin terkadang saling senyum sambil saling mengecheck dahi pasangan mereka.
Yoona menghentikan langkahnya dan mengambil ponsel dari ia melanjutkan langkah kakinya menuju ke parkiran mobil.
"Oppa,aku hanya ingin mengatakan jika besuk kita akan bertemu dengan pihak property untuk Red aku menunjukan rencana milikku pada mereka?"
"Gomawo,oppa"
Yoona kemudian berlalu dari perusahaan keluarga Cho.
Kyuhyun terdiam dengan gelas memandang kosong di dalam kamarnya.
"Oppa?"
Kyuhyun tersenyum dengan perkataan yang keluar dari mulutnya,dia menirukan bagaimana Yoona memanggil dirinya.
"Kau harus menjemputku" yeojachingu ini benar-benar bersikap manja dengan namja dihadapannya.
Hyomin memandang Tae Suk dengan tangannya yang melingkar dipinggang Tae Suk.
"Jangan membuatku menunggu"
"Ne"
"Aku ingin kau membawa kue"
"Ne"
"Aku khan belum mengatakan apapun"
"Benarkah,bukankah kau sudah banyak meminta padaku tadi?"
Hyomin menunduk dengan menahan Suk tersenyum dan menarik Hyomin agar lebih dekat menyibak rambut Hyomin perlahan dan menyentuh wajahnya.
Tae Suk menurunkan mulai menyentuh dan membasahi bibir menggerakkan tangannya dan menyentuh punggung atas Tae saat mereka menikmati kehangatan bibir mereka yang bersatu.
Tae Suk lalu memeluk Hyomin seolah tak ingin melepas yeoja itu pergi.
"Andwe..!eonni.." katanya dalam hati.
Hye Won hanya menggelengkan tak sanggup Won menghentikan keinginannya untuk menuju ke rumah. Hatinya menjadi berkeping-keping dan hanya air mata yang terus membanjiri membanting pintu mobilnya dan mencurahkan semuanya saat didalam mobil.
Dia pergi dari kenyataan dan mengendarai mobilnya dengan cepat meninggalkan area tempat tinggalnya.
Hye Won duduk masih disekitar mengeringkan sedikit demi sedikit pipinya yang mencoba menjadi mahkluk tenang seperti perairan yang terlihat dia menjadi seperti itu sekarang?
Setelah lama duduk,ia pun berdiri dan melangkah pergi dari masuk ke sebuah kedai masakan memilih tempat duduk dan mulai menyatu dengan pelanggan lain disana.
Pelayan disana mendekatinya dan lalu mencatat apa yang dipesan Hye Won.
" yang kau bisa membuatnya tahu jika dia memiliki lambung yang tidak baik?"
"Jangan bersikap seolah kau orang yang mengatakan hal buruk itu adalah pekerjaan ingin menunjukkan pada sajangnim jika kita tak pantas bekerja di posisi kita!Arraseo!"
Namja itu terus menyudutkan chingunya dengan memukul pelan kedada chingunya selama beberapa kali.
Hye Won mengambil minumannya dan menegukknya.
"Aku sakit hati ketika ia melakukannya pada kita sahabat?kita juga seperti saudara!kenapa dia mampu melakukan itu"
"Aku rasa jika kita memang pantas dimarahi oleh sajangnim"
"Sudahlah!"
Namja itu segera membungkap mulut chingu.
'Diamlah,dia sudah datang!"
'Ah..kemarilah" teriak namja yang membungkap mulut tadi dan melambaikan tangan pada chingu yang akan kembali ke tmpat duduknya.
Hye Won disana menghabiskan dagingnya dan meminum beberapa botol sudah kabur,namun ia mencoba tak lemah karena telah meneguk banyak arak.
Hye Won melihat jelas namja yang berpura-pura menolong temannya yang mabuk berat dan memuntahkan semua isi itu terus memegangi perutnya yang sepertinya sangat namja jahat itu justru mengajak semua temannya pergi dan meninggalkan chingunya yang tak berdaya disana.
Hye Won berjalan keluar dari masih tampak bisa menguasai dirinya yang mabuk.
Ia juga sampai dirumah dan masuk dengan berjalan baik menuju kamarnya.
"Hum!-Saranghae Tae Suk-ah"
Hye Won memejamkan mata setelah merubuhkan dirinya di ranjang tidur.
Hye Won duduk di sebuah meja di ini dia menunggu kedatangan Won bangkit dari kursinya dan memberi salam pada namja yang berada dihadapannya.
Pelayan restoran menyajikan pesanan yang dipesan oleh Hye Won dan menikmati makan bersama Hye Won memandang namja dihadapannya.
Ia membetulkan letak posisi duduknya,lalu mulai mengatakan sesuatu.
"Bisakah kau membawanya pulang ke Amerika?"
Kyuhyun memandang yeoja dihadapannyan dengan sungguh tak mengerti,benarkah jika Hye Won adalah adik Hyomin.
Acara makan mereka pun selesai dan Hye Won pergi setelah memberi salam pada Kyuhyun.
Kyuhyun masih memperhatikan Hye Won hingga yeoja itu tak lagi bisa dilihatnya.
Kyuhyuhn terduduk sendiri didalam masih memikirkan kata Hye Won.
"Bisakah kau membawanya pulang ke Amerika"
Ia teringat kata-kata Hye Won padanya saat mereka makan bersama.
"Datanglah kesana,dan berpura-puralah kau tak mengenalku"
Kyuhyun POV
Benarkah jika aku harus mengikuti kata Hye ku datang ke Seoul memang untuk membawa Hyomin.
Aku rasa Hye Won tak punya maksud Won yakin jika aku benar-benar mencintai Hyomin.
Kyuhyun POV end~
" kita belum pernah membeli baju yang sama?" bujuk Hye Won
Hyomin mengangguk-angguk,"Kau suka dengan idemu"
" disana ada banyak yang bagus."
Hyomin mengikuti Hye Won melangkah.
Hyomin menghentikan dongsaengnya terus berjalan meninggalkannya sendiri.
Hyomin terdiam melihat namja yang berlalu itu berhenti dan kemudian berbalik melihat Hyomin.
Dari kejauhan Hye Won mengamati rencananya memandangi eonni-nya yang berbicara dengan Kyuhyun.
"Eonni!"panggil Hye Won sedikit berteriak.
Hye Won semakin mendekat pada Kyuhyun dan eonni-nya.
Hye Won memberi salam seperti biasa dan Hyomin melihat Kyuhyun memberikan salam pada dongsaeng yang berdiri disampingnya.
"Eonni?Aku mencarimu,apa kau berubah pikiran untuk membeli baju?"
"Kita pergi lain kali,Hye Won"Hyomin melihat ke arah Hye Won dan mencoba menjelaskan.
'Baiklah"Hye Won tersenyum pada eonni-nya.
"Hye kalau kita makan,eonni lapar?"
'Ne" angguk Hye Won menyetujui eonni-nya.
'Oppa.-Bolehkan eonni,jika aku memanggilnya seperti itu?"
Hyomin mengangguk menyetujuinya apa yang di katkan Hye Won.
'Kajja oppa..eonni.." Hye Won mengajak keduanya dengan riang,seperti anak kecil menarik kedua orang tuanya.
Mereka memesan makanan yang sama di restoran cepat saji.
"Oppa,apa yang kau lakukan disini?"
"Aku mencari orang yang meninggalkanku"
Hyomin memandang Hye Won mencoba tak melihat apa yang dilakukan eonni-nya.
'Waeyo oppa?Apa kau sangat buruk sehingga dia meninggalkanmu?-Yeojachingu, oppa?"
Kini Hye Won memandang itu mengangguk sambil memandang Hyomin.
Hyomin segera menunduk dan memakan makanannya.
"Apa sudah bertemu sekarang?" Hye Won melanutkan lagi pertanyaannya.
" dia sepertinya berubah."
Hye Won seperti merajuk dihadapan Kyuhyun,"Pasti oppa bisa merubah yeojachingu oppa,seperti sebelum dia meninggalkan ,oppa!"
Kyuhyun tersenyum dan kembali melihat Hyomin.
"Eonni,aku harus bertemu dengan kelompok ku sekarang-Oppa,tolong jaga eonni?-Gwaechana,eonni?"
"Ne"kata Hyomin sambil tersenyum pada dongsaengnya.
.
.
.
Hye Won melihat Tae Suk dan teman membantu dokter di rumah sakit dan mulai mempelajari bagaimana senior mereka melakukan pekerjaan mereka.
Pasien yang diobati akhirnya berakhir,ini adalah yang yang memeriksa meninggalkan Suk terlihat menutup buku miliknya dan kemudian mengikuti senior meninggalkan ruangan.
Tae Suk memilih menyandarkan tubuhnya pada dinding dan melihat taman di rumah memberikan minuman ke Tae Suk.
"Sepertinya jumlah pasien setiap hari semakin bertambah?"
"Bukankah jika tidak ada pasien kita tidak bekerja."
"Ya!Ternyata kau berpikir jika pasien bertambah banyak adalah keberuntungan untuk kau!"
Hye Won melihat bagaimana Tae Suk namja itu kemudian mengambil sesuatu dari mencoba menghubungi setelah itu memasukkannya lagi dan terlihat kecewa karena panggilannya tak dijawab oleh seseorang.
Hye Won pun pergi meninggalkan pemandangan itu.
Hye Won POV
Kami pergi ke pusat Suk berjalan untuk melihat beberapa baju,karena ia tampak tak tertarik kemudian ia menarikku keluar dari tempat itu.
"Hye Won.."
"Ye?"aku melihat Tae Suk yang memanggilku saat itu.
"Kajja"ajak Tae suk.
Dia sepertinya ingin melihat toko musik disana.
Ketika ia melangkah menuju ia berhenti,aku memandanginya dan berusaha untuk tak melihat apa yang aku tahu jika wajahnya begitu tertarik dengan orang yang melintas tak jauh dari kami.
Kami tetap pergi ke toko musik dan Tae Suk mendapatkan stik drum terbarunya.
Dia memperlihatkan stik baru di tangannya padaku.
"Ne" kata ku mengiyakan jika stik yang dipegang Tae Suk itu terlihat kuat dan bagus jika ia memakainya.
Dia mengikuti langkahku untuk meninggalkan pusat perbelanjaan.
"Aku akan segera kembali" aku meninggalkan tas ku pada Tae Suk dan meninggalkannya sendiri.
Hari itu dia melihat Hyomin eonni. Benar! Yeoja chingunya sedang bersama seorang eonni bersama Kyuhyun oppa berada disebuah tempat sedang melihat pakaian saling tersenyum dan tampak berbagi saran tentang pakaian yang mereka lihat.
Aku rasa Tae Suk dengan jelas melihat bagaimana Kyuhyun oppa melingkarkan tangannya pada pinggang juga eonni yang melingkarkan tangannya pada oppa dan terlihat tertawa dengan sedikit yang sangat sempurna.
Sepanjang melangkahkan kaki keluar dari pusat perbelanjaan dia hanya diam disampingku.
"Aku rasa pergi denganmu untuk memilih stik ini lebih tepat"
Aku memandang Tae Suk dengan wajah tak mengerti apa yang sedang ia bicarakan.
'Bukankah ini lebih berguna?Karena aku masih memiliki banyak pakaian untukku saat ini"
Mungkin Tae Suk tak tahu jika aku mendengar kata-kata lirihnya.
"Ini bisa menghiburku..?"
Hari itu,aku rasa aku cukup pintar melihat sejak awal aku tak punya rencana untuk membuat Tae Suk cemburu padsa hanya melihat sosok eonni yang berada di belakang aku menjauhkannya dari Tae Suk.
Tapi melihat kemunculan Kyuhyun kedekatan mereka,aku mulai mencari waktu yang tepat untuk menunjukkannya pada Tae Suk.
Ternyata aku berhasil melakukannya dengan baik.
Hye Won POV end~
Hari ini Tae Suk kalah banyak sekali dari chingunya hingga dia minum banyak setelah permainan selesai,ia masih meneguk untuk dirinya sendiri.
"Hei?Shincha?Gwaechana?"tanya chingu
"Gwaechana"kata Tae Suk dengan yakin.
Hye Won Suk benar-benar sudah ia tak ingin menunjukkan tubuhnya yang lemah.
"Berikan aku yang akan bertanggung jawab"lanjut Tae Suk
'Kalian dengar?"chingu berusaha menunjukkan kepada chingu lainnya jika kata-kata Tae Suk harus diingat oleh mereka.
'Ne"kata Tae Suk setelah meneguk minumannya sambil menyakinkan jika ia serius saat ini.
'Eonje?"tanya TaeSuk seperti menagih kapan dia akan membuktikan kata-katanya.
Chingu mendekatkan wajahnya ke Tae Suk kemudian mengepalkan tangannya di hadapan Tae Suk.
'Fighting"kata chingu penuh semangat lalu menepuk bahu Tae Suk dan tak lupa tersenyum.
Hyomin duduk tak jauh dari tempat latihan Tae Suk biasa bermain drum bersama hanya sendirian di sana.
'Sepertinya hari ini dia tidak datang?"
'Ah.."Hyomin mengangguk saat itu pada petugas yang berjaga.
Hyomin keluar dengan lemas mengetahui jika namjanya tak juga berada disana.
Hyomin melihat masa lalu dirinya saat ia jatuh didada Tae Suk dan ketika itu diselamatkan oleh Tae Suk untuk pertama bagaimana Tae Suk membersihkan pakaiannya saat terkena orange hadapannya saat ini, Hyomin mencoba kembali memutar masa juga melihat Tae Suk tersenyum ketika ia menggoda namjanya yang bersikap baik padanya.
"Em"
'Eodi-ya?"Hyomin menangkap pertanyaan dari seseorang yang menelponnya sekarang.
Kyuhyun yang berada di ruang makannya mulai berjalan untuk mengambil tempat duduk.
"Kau menyukainya?"
"Yeppeun.."kata Hyomin.
Hyomin melihat scraf yang melilit lehernya sekarang.
"Bogoshipo"
Hyomin tak mengatakan apapun tentang kata-kata Kyuhyun yang baru saja keluar.
"Oppa"
Kyuhyun kali ini serius mendengarkan yeojanya.
"Apa kau akan menemuiku besuk?"
"Sepertinya aku harus pergi ke suatu tempat besuk."
'Ah..Arraseo"kata Hyomin melemah.
"Apa kau ingin pergi ke suatu tempat?"
Belum sempat Hyomin menjawab,"Aku akan pergi bersamamu."
"Gomawo"
Kyuhyun menutup hubungan ponselnya. Lalu menghabiskan minumannya dan menuju ke kamar untuk istirahat.
Hye Won melihat eonni berjalan lemas ke meneguk minuman dingin,kemudian membuka ponsel dan menghubungi seseorang.
"Kau sudah tidur?" Hye Won mulai berjalan menuju kamar dan meninggalkan dapur.
Hyomin duduk di ranjang dan meyakinkan dirinya untuk menghubungi menekan sebuah nama yang tersimpan diponselnya.
Tae Suk malam itu masih berkutat dengan film melihat ponsel bercahaya dan perlahan bergerak dari mendekatinya dan melihat sebuah nama di layar ponselnya.
Hyomin menjauhkan ponsel dari tersebut lalu diletakkan di Suk melihat foto yang baru saja terus memperhatikan wajah seseorang yeoja yang ter-close up dengan membuat v-mark di tangan kirinya berhasil membuat memori Tae Suk berputar tentang kenangan mereka.
Meski sangat dingin,semua air membasahi pakaian dan tubuh Suk tak bergerak, ia menikmati merasakan bibir yeojanya yang bahkan tak bisa begitu saja bersama-sama menciptakan kenyamanan itu.
Mereka saling merasakan suhu tubuh mereka yang mulai menuju ke suhu keduanya saling mereka saling melihat dan sesekali mereka Suk menyentuh rambut Hyomin dan Hyomin menyentuh lembut dahi Tae Suk untuk merasakan suhu pasangannya.
Tae Suk melepas foto itu di atas meja. Ia meninggalkannya begitu saja yang dipegangnya dan kemudian keluar dari ruang pribadinya.
Hyomin menunggu Tae Suk di kantin rumah Won berhenti ketika tepat melihat Tae Suk di depan pandangannya sedang berjalan mendekati Won pergi meninggalkan suasana yang tak ingin dilihatnya.
"Apa kau sibuk?"
" akan pulang sebentar lagi." jelas Tae Suk pada yeoja-nya.
Hyomin kemudian memberikan sebuah tas berukuran sedang ke Tae Suk.
"Wo..?Kau yang memilihnya?"
Hyomin mengangguk pada Tae Suk. Hyomin tersenyum karena namja-nya menyukai pemberiannya.
"Kau tak ingin memesan sesuatu?"
Tae Suk menggeleng dan melihat ke arah jamnya,"aku harus pergi."
"Em" Hyomin tak bisa mengatakan apapun.
Tae Suk meninggalkan Hyomin setelah mengecup keningnya.
Hye Won melihat Tae Suk pergi bersama melangkah keluar dari rumah sakit bersama.
Tae Suk kini berada di tempat kerja mendapat salam dari resepsionis tempat Hyomin membalas salam dan berjalan untuk menuju ke tempat kerja Hyomin.
'Hyomin-ssi"
Hyomin terhenti dan kembali melihat pegawainya.
'Seseorang memberikan ini lezat sekali"kata resepsionis dengan masih memperhatikan kotak cake brown dengan penutup transparan.
Hyomin membaca dari pengirimnya.
"Aku rasa kau juga akan menyukainya"
Tae Suk datang dan memecah pemikiran Hyomin sesaat.
"Mwo?"
Hyomin tak menjawab dan hanya memandang Tae Suk.
"Sepertinya "Tae Suk kemudian menarik tangan Hyomin.
Mereka menikmati makan cake brown tampak senang dan mencoba menghabiskan potongan mereka mengirimkan sebuah pesan.
Kyuhyun yang sedang duduk sambil menikmati cake brown yang sama dengan Hyomin sendirian,kemudian melihat ke ponselnya.
Aku menyukainya,gomawo
Kyuhyun tersenyum dan menikmati kuenya Suk melihat yeojanya dengan ponsel menarik ponsel Suk melihat yeojanya tak menyukai sikapnya saat itu.
'Apa kau mengirim pesan?"
'Aku hanya melihat saja aku punya pesan aku membuatnya diam selama bersamamu"
Tae Suk melihat reaksi lalu melihat ke layar ponsel Suk masih melihat jika Hyomin masih tak bisa jauh dari ponselnya saat ini dan sebenarnya ingin mengambil ponsel miliknya dari tangan namjanya.
"Cepat makan,"Tae Suk meletakkan ponsel di sisi meja.
Hyomin masih melihat ponsel yang diletakkan Tae Suk di sana.
"Atau aku akan menghabiskannya sendiri" Hyomin memandang Tae Suk, akhirnya ia melanjutkan makannya setelah mendebgar perkataan namjanya.
Kyuhyun menemui Hye Won yang datang di lobby apartemennya. Kemudian mereka berjalan ke salah satu Won memilih di sebuah tempat di lantai paling atas yang bisa melihat gedung-gedung dengan jelas.
"Kenapa kau sangat marah?" Tanya Kyuhyun.
"Kenapa kau tidak pergi dengannya?Bukankah kau sudah mempunyai janji dengannya?"
"Kami akan pergi nanti malam. Karena disana ada acara yang menarik,jadi kuputuskan untuk pergi malam rasa dia akan menyukai acara dengannya"."
Kyuhyun tak suka melihat yeoja disampingnya tersenyum dengan tampang meremehkan seperti sekarang.
Hye Won menatap Kyuhyun. Keduanya kini saling berhadapan.
"Bukankah kau tak ingin melepasnya sedikit pun?Kau baru saja memberi peluang untuknya pergi darimu."
Kyuhyun melihat Hye Won sejenak lalu memalingkan tampak santai menanggapi semua itu.
"Aku rasa hanya kau yang terlalu khawatir."
"Aku salah mengira kau menyukainya!Aku rasa kau juga sama dengannya! Kalian hanya mencari kesenangan selama jalian bersama."
Kyuhyun memandang tajam dengan perkataan Hye Won.
"Mungkin kau sudah menemukan orang lain dan sudah mulai bosan sekarang!Jadi kau sedikit melonggarkan kebebasan untuknya karena kau juga ingin bersenang-senang dengan yang lain!"
'Apa maksudmu!"
'Lihatlah dirimu sekarang!"
Hye Won beranjak meninggalkan Kyuhyun.
Kyuhyun berlari dan segera menghalangi Hye Won melangkah.
"Lalu apa yang kau lakukan melihat namjamu seperti ini! Kau lebih buruk,kau hanya bisa bermain dibelakang dan menonton kami!"
'Kata-katamu ,seolah kau melakukan hal yang begitu kau bisa menjauhkan mereka?" Kyuhyun melanjutkan kata-katanya lagi karena kesal mendengar Hye Won yang marah.
Hye Won benar-benar sangat kesal.
'Aish!"
Kyuhyun menghempaskan perasaan kesalnya saat Hye Won berjalan menjauhinya.
Tae Suk mengantar Hyomin masuk ke melambaikan tangan dan menutup pintu taksi untuk Suk lalu berjalan sendiri menuju ke tempat tinggalnya.
.
.
.
Hyomin berhenti di sebuah pergi menemui Kyuhyun.
Keduanya bersenang-senang dengan floor dance ala Spanyol yang diadakan di apartemen Kyuhyun.
Kyuhyun dan Hyomin juga tamu lain bertelanjang kaki sambil menikmati musik menari bersama dan tampak sangat melihat kaki mereka yang bersilangan,kemudian tersenyum bersama.
Kyuhyun memeluk Hyomin dengan napas yang tak teratur ketika musik menuju pun jatuh ke pelukan Kyuhyun dan berusaha menstabilkan napasnya saling mengeratkan pelukan menjatuhkan wajahnya ke bahu Kyuhyun.
'Saranghae"
Hyomin melonggarkan pelukannya dan melihat mata itu lalu memberinya sebuah-kiss-
Mereka duduk bersama dan masih melihat tamu lain yang mencoba dance dengan irama musik yang bertambah yang memperhatikan Hyomin kemudian jadi ikut mengembangkan senyumnya.
Hyomin memandang ke Kyuhyun mendekat ke Hyomin dengan membawa sepotong menguyahnya.
Ia mengangguk-angguk dan Kyuhyun pun tersenyum.
"Ah..Menyenangkan sekali."
"Kau menyukai semua yang kuberikan?- Apa kau benar-benar senang aku berada di sini?"
Hyomin menunduk sesaat.
'Aku rasa oppa lebih mengerti diriku sekarang"
"Kau baru saja memujiku?"tanya Kyuhyun.
Hyomin mengangguk,kemudian Kyuhyun"ah..seperti aku terlihat buruk di masa lalu?"
Keduanya lalu saling tersenyum karena kata-kata Kyuhyun.
"Kembalilah"
Hyomin menatap sangat serius setelah mendengar kata-kata Kyuhyun. Ia ingin tahu kenpa Kyuhyun oppa mengatakan hal itu malam ini.
"Keluarga Yoona sudah tahu tentang keputusanku"
Hyomin terdiam dan melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang menjelaskan tentang hubungannya yang gagal bersama Yoona.
"Dia lah yang mendukungku untuk bertemu denganmu"
"Oppa"
'Arraseo"Kyuhyun meyakinkan yeoja dengan membelai tanganya.
Kyuhyun melanjutkannya,"Kau tak akan mudah percaya dengan semua setelah Yoona memintamu untuk pergi."
Kyuhyun menghubungi seseorang setelah berada di apartemennya.
'Ye,oppa?"jawab seseorang disana setelah tersambung dengan ponsel Kyuhyun.
Hyomin di kamarnya sedang terbaring dengan mata terbuka.
Kyuhyun memeluknya setelah dance bepelukan samvil mengatur napas mereka.
'Saranghae"
'Kembalilah"
Kyuhyun membelai tangan Hyomin dengan berkata dengan sungguh-sungguh sambil memandang yeojanya.
'Dialah yang mendukungku untuk bertemu denganmu."
Saat berjalan pulang bersama Tae masih berpegangan erat.
'Apa kau akan tetap mempercayaiku jika aku mengatakan sesuatu padamu?"
Tae Suk menghadap ke Hyomin dan tersenyum pada yeojachingunya.
"Aku percaya jika kau mengatakannya seperti ini"Tae Suk tersenyum dan mereka masih belum melepaskan pandangan masing-masing.
Saat mengatakan itu Tae Suk menyentuh kelopak kanan mata Hyomin dengan lembut.
Hari itu sudah diputuskan jika Hyomin akan mengatakannya. Hyomin takut melihat Tae Suk yang terus memandang Tae Suk tak mengatakan hanya bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkannya setelah itu.
Hyomin berjalan dengan sangat tak kuat lagi dan memilih untuk duduk di depan sebuah sikapnya mengatakan bahwa Kyuhyun adalah kekasihnya dan ingin membawanya kembali ke Amerika.
.
.
.
Yoona tiba di yang menunggunya tak lama tersenyum melihat wajah ceria Yoona.
Yeoja itu segera mendekati Kyuhyun,begitu pula Kyuhyun yang berjalan menawarkan untuk menarik koper itu menerimanya dengan senang hati.
Yoona mengikuti langkah Kyuhyun dan berjalan dengan berpegang pada lengan atas Kyuhyun.
"Apa kau juga memesan kamar disini oppa?"
Mata Yoona masih memeriksa isi kamarnya.
"Kamarku disebelah."
'Biar aku saja"Yoona menarik koper dari tangan Kyuhyun dan memasukan ke ruang istirahatnya.
Yoona keluar lagi dan duduk disamping Kyuhyun.
"Aku rasa kamar di lantai bawah juga nyaman"
'Aku harus menjagamu karena kau hanya sendiri disini."
Yoona sangat senang dan itu terlihat dari wajahnya.
'Gomawo"
'Cha!" Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya.
' makan?"
Yoona mengikuti Kyuhyun dan tampak tak melepas senyum di wajahnya.
Keduanya begitu senang setelah mereka saling memandang dan tersenyum sambil menikmati makanan mereka.
'Gomawo"begitulah kata Yoona ketika Kyuhyun kembali membawa yeoja itu ke depan pintu kamarnya.
Kyuhyun melihat ke Yoona lalu melangkah menuju ke kamarnya sendiri.
'Oppa" Yoona mencegah Kyuhyun yang akan memasuki kamarnya.
"Apa Hyomin belum menghubungimu?"
Kyuhyun tak menjawab dan hanya mengangguk sekali.
"Eoh..Bisakah kau mengatakan padanya jika aku ingin menemuinya?"
Kyuhyun memandang Yoona kemudian.
'Jaljayo,oppa"Yoona masuk dan menutup kamarnya.
Kyuhyun menghubungi itu menerima panggilan Kyuhyun.
Yoona duduk di melihat kotak yang dibawanya dari Amerika.
Yoona POV
'Senangnya..kau akan menyusul Kyu sekarang"
Yoona tersenyum pada Kyu-eomma.
" melepas Kyu lagi?"
Yoona tersenyum lagi,"Ne"
"Aku sudah mengatakan pada Hyomin?"
'Eottokhe?"
"Hyomin tak mengatakan apapun?Aku rasa dia tidak percaya padaku"
'Oppa?Aku akan menemuimu"
'Aniyo"
'Aku yakin oppa,aku tahu jika dia pasti mendengarkanku kali ini"
"Gomawo"
Yoona POV end~
Yoona meneteskan meletakkan kembali kotak di dalam kopernya.
Yoona berdiam diri sambil menyandarkan tubuhnya pada tempat yang melihat didalam oppa-nya tampak tak senang bersanding dengannya di pesta pertunangan.
Kyuhyun terus menghindari Yoona dan tampak menyendiri ditengah terus meneguk minumannya,tak memedulikan tamu yang datang untuk berbahagia di yang berusaha datang untuk membujuk agar Kyuhyun mau menemui dan bergabung dengan relasi ayahnya,kemudian malah pergi dari dirinya.
Yoona yang ditemui ayah dan juga ibunya benar-benar membuat alasan untuk namjanya.
'Oppa sedikit kurang sehat appa?"
'Kenapa kau tidak menemaninya"
"Jika kami berdua meninggalkan pesta bukankah itu tidak akan mengira jika kami tidak menghargai kehadiran mereka"
"Aku rasa Yoona benar"dukung Yoona-eomma sambil membelai suaminya.
Hyomin terhenti seketika saat melihat Yoona berada di dekat tersenyum melihat Hyomin yang baru saja sampai.
Suasana mencair setelah mereka menikmati pesanan minuman di tempat makan di lantai bawah apartemen tempat Kyu dan Yoona mulai merasakan krim lembut diatas cappucinno melihat ke arah Kyuhyun sebelum memulai bicara dengan Hyomin.
"Gomawo,Hyomin."
Hyomin melihat ke yeoja yang mengajaknya bicara dan mengabaikan ia belum mengatakan apapun, begitu pula Kyuhyun yang juga terkejut mendengarkan perkataan tak mengerti apa yang akan disampaikan Yoona untuk membantu hubungannya dengan Hyomin.
"Aku seharusnya sangat malu menunjukkan diriku padamu.(Yoona tersenyum sesaat dan melanjutkan perkataannya). - Mianhae,apa kau mau memaafkanku tentang permintaanku waktu itu?"
Yoona belum mendapatkan jawaban Hyomin,sebab yeoja itu masih diam dengan memandang wajahnya.
RY Part:
Please leave comment,
Oh,ya aku ingin lihat respon tentang kalian suka akhir yang sad ending ato happy ending.
Gomawo...? ^ ^
