Author: ya! Kembali lagi dengan fict gajeku...

Rin: Semoga ga tambah gaje..

Len: Semoga peranku lebih banyak..

Author: Pertama-tama aku minta maaf.. di Chapter kemarin aku nulis "Owari~" padahal harusnya "TBC".. Gomen QAQ

Len: Baka!

Rin: Makanya periksa dulu dong, Baka Mai!

Author: *cuek* bacain Disclaimer sana!

Rin: kemarin kan aku.. sekarang kamu Len!

Len: Ha? Ogah! Kamu aja!

Rin: Kamu!

Len: Kamu!

Author: Grr! Leeeen! Cepet bacain atau aku ga akan kkasih pisang ke kamu!

Len: hah?! i.. iya deh..

Disclaimer: Mai ga akan punya Vocaloid, dan ga akan pernah..

Author: Good... kita mulaiiiii~~ ngomong-ngomong aku buat yang rada panjang. Maksudku lebih panjang dari chap kemarin.. OwO"a

Len: pisangkuuuuuuu?

Author: *cuek

WARNING!: gaje, jelek, typo bertebaran, ga creative,alur kecepetan, abal, dll

(A/N: terinpirasi dari lagu Sigh.. tapi versi saya kok)

.

.

.

Rin POV

Ingatan itu.. Ingatan yang membuatku terus menghela nafas dan menderita.

Flashback~

KRIIIIIIIING!

Bel pulang sekolah berbunyi, anak-anak SD Loido bersorak sorai. Begitupun aku.. Anak kelas 5 SD dengan rambut sesiku tanganku, berwarna honey blond dan pita besar terpasang di kepalaku yang menjadi ciri khasku. Mata berwarna biru langit yang sering kali disiriki temanku. Ya! Aku Kagamine Rin.

Aku senang sekali ketika pulang karena... Aku bersamanya... Bersama orang yang kusukai.. Kagamine Len.

Memang kami sering dikira kembar karena warna rambut dan mata kami sama. Bahkan bisa dibilang mirip. Dan lagi nama marga kami sama 'Kagamine' padahal kami sama sekali tidak ada hubungan darah. Yang membedakan kami hanya potongan rambut dan Gender kami.

Tapi... Aku menyukainya, mencintainya. Tapi aku tidak mempunyai cukup keberanian untuk mengatakan isi hatiku. Yah... Walau begitu toh sekarang aku bahagia... Aku bahagia bisa bersamanya sekarang...

"Rin! Sedang apa kamu melamun disitu terus? Ayo pulang!" Teriak seorang cowok memanggilku. Aku kaget. Tapi kemudian aku langsung memperlihatkan senyum terbaikku padanya, pada orang yang kusukai. " Baik, Len! Maaf membuatmu menunggu" Dia membalas senyumanku.

Ya! Sekarang aku sudah sangat bahagia. Sampai hari itu Tiba...

Hari yang merenggut segalanya untukku.

Sekarang musim dingin. Di tengah dinginnya suhu udara dan salju yang terus turun, aku tergesa-gesa untuk datang menemuinya. Untuk menemui orang yang kusukai. Ya, Len. Aku ingin segera menemuinya. Hari ini dia bilang dia akan bilang sesuatu padaku. Aku tidak sabar untuk mendengarnya.

Setelah beberapa saat, aku sampai. Aku sampai di tempat Len. Gedung besar bertingkat berwarna putih. Tentu kalian tau kan itu tempat apa? Itu rumah sakit. Ketika musim gugur tiba, Len sakit. Katanya sih penyakit yang lumayan parah, aku sempat Shock mendengarnya. Tapi skarang aku tidak peduli, karena Len bilang dia akan sembuh, dan bermain bersamaku lagi.

Kamar 205. Aku sudah hafal nomer kamar Len karena hampir tiap hari aku selalu menjenguknya. Aku ingin cepat bertemu, sehingga aku tanpa sadar berlari di koridor rumah sakit... lagi.. "Rin-chan! Lagi-lagi kau berlari di rumah sakit."Tiba-tiba Luka-san menegurku. Luka-san adalah suster di rumah sakit ini. Suster di sini memang kebanyakan sudah mengenalku, tapi Luka-sanlah yang paling dekat denganku. "Hhehe.. maaf Luka-san.." Jawabku dengan senyum watados (wajah tanpa dosa). Luka-san tertawa kecil "Jangan diulangi lagi ya." Katanya lagi " Aku ga janji ya..."

Akhirnya aku berjalan cepat saja. Dan akupun sampai di depan kamar 205. Aku segera masuk

BRAK

Ups, tanpa sadar aku membuka pntu dengan sangat keras. Len sampai kaget dibuatku. Aku hanya tersenyum malu dan Len malah tertawa. Huh !

" Len, Aku membawa beberapa taiyaki! Kau mau?" Tanyaku "Hmm.. tentu saja. Bisa gawat kalau kau menghabiskan Taiyaki itu sendirian. Kau bisa tambah gemuk." Jawab Len sambil tersenyum jail. Aku hanya menggembungkan pipiku lalu duduk di kursi dekat Len. Kenapa sih dia begitu senang menggodaku?

Lalu kamipun memakan Taiyaki yang masih hangat itu. Tiba-tiba aku teringat bahwa Len katanya akan bilang sesuatu padaku. "Umm... Len.." "Apa?" Jawab Len masih mengunyah taiyaki di mulutnya. " Katanya kau ingin bilang sesuatu.. apa itu?" "UHUK UHUK?!" tiba-tiba Len tersedak, aku memberikan minum yang ada di mejanya. Len meminumnya lalu mukanya bersemu merah. Ada apa ya? Apa dia sakit?

"Len...?" Aku memanggilnya. Len memalingkan muka, tapi aku dapat melihat muka Len masih bersemu merah "umm... Rin... aku..." Len menghentikan omongannya. A... Ada apa ini?! Kenapa jantungku berdegup kencang?

"Aku... Aku me..."

BRAAAAAAK

"Lenny monyetku tersayang~~ Aku membawakan pisang untukmu!" Kaito, Sahabat Len tiba-tiba masuk

AAAAAAAARGH! Dasar BaKaito! Len jadi ga jadi ngomong kan! Kulirik Len, sepertinya dia juga geram.

1

2

3

"BAKAITOOOOOOOOOOOOOOO!" Teriakku dan Len bersamaan. "hah?! Eh? Ada apa?" tanya Kaito bingung

"Hei! Jangan berteriak di Rumah Sakit!" Suster di rumah sakitpun menasehati kami.

(skip time) malam hari

"Rin... sudah malam lho! Kamu tidak pulang?" Tanya Len khawatir

"Ah, tidak apa-apa kok. Aku sudah izin ke orang tuaku akan pulang malam" Jawabku. Aku memang sudah merencanakan dari awal akan bersama Len sampai malam. Kaito juga baru pulang.

Lagipula... Len belum menyelesaikan omongannya tadi... "Tapi Rin..." "Sudahlah... Jika ada apa-apa aku akan langsung menghajar mereka. Aku kan kuat!" Aku memotong omongan Len

"Tapi Rin... kamu itu cewek. Bagaimana jika mereka bergerombol?! Bagaimana jika kau diapa-apakan mereka? Jika kamu terluka karena pulang larut malam karena terlalu lama di rumah sakit karena menjengukku, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri!" Len memegang tanganku.

Mukaku menjadi panas. Len sangat mengkhawatirkanku ya? Tapi... Aku masih penasaran dengan omongan Len yang tertunda tadi...

"Jika kamu masih penasaran dengan apa yang tadi aku ingin ucapkan, besok akan kukatakan" Jawab Len sambil merona merah. Eh?! Tunggu. Rsanya aku tidak mengatakannya tadi. "Rinny, Rinny.. pikiranmu terlihat jelas dari mukamu" jawab Len nakal. Apa sebegitu jels terlihat di mukaku? Huh! Dasar Len!

"Ya sudah! Besok janji ya? Tanyaku sambil mengulurkan jari kelingking. Len tersenyum lagi "Janji!" Kemudian dia membalas uluran kelingkingku (Len: kok bahasanya jelek banget sih? / Author: Gomen, masih pemula T^T)

"janji kelingking"

Ya! Masih ada besok! Besok aku akan kemari lagi!

Dan... Bertemu Len lagi...

Len POV

Fuuuuh... Akhirnya Rin pulang juga... lumayan kesepian sih...

Tapi kenapa sih dia ngotot sekali ingin tau apa yang ingin kubicarakan? Aku kan Malu. Kenapa lagi tadi si BaKaito datang?! Padahal sedikit lagi aku bisa mengatakannya, mana dia memanggilku monyet lagi! Sial! Mentang-mentang aku suka Pisang!

Lalu aku mengambil kotak yang terbungkus kotak kado di bawah bantalku. 'To Rin, From Len' Yap, ini memang hadiah untuk Rin. Besok pasti akan kuberikan.

Mukaku memerah lagi. Huh! Kenapa Tuhan membuat orang malu mukanya menjadi merah sih?!

Tiba-tiba mukaku panas. Tunggu! Masa aku malu sampai kepalaku sakit begini sih?

Kepalaku semakin sakit, mataku berkunang-kunang.. Ukh, Sial! Kenapa penyakit bodoh ni malah kambuh!?

"uuh... Uhuk! Uhuk!" Eh? Tanganku basah? Eh? Merah? Darah! Sial!

Aku mencari obatku di meja. Tapi tiba-tiba jantungku jadi sakit sekali.. sangat sakit! Pandanganku menjadi gelap. Tunggu, aku belum mengatakannya pada Rin! Jangan pingsan dulu!

Tapi naas. Akupun tidak sadarkan diri.

(Time Sip) pagi hari rumah Rin

Rin POV (maaf pergantian POVnya kecepetan T^T)

Hari Ini tidak sekolah karena libur. Aku bersiap-siap untuk ke rumah sakit untuk menjenguk Len. Tapi.. Tiba-tiba telepon berdering.

'Huh! Siapa sih pagi-pagi begini?' Pikirku. Aku pun mengangkat telpon itu "Halo, keluarga Kagamine di sini" Kataku ogah-ogahan "Rin-chan! Ini aku Luka!" Eh? Luka-san? Untuk apa dia menelponku?

"Ya? Ada apa Luka-san?" Tanyaku. Uuuuh... firasatku sangat tidak enak. " Len... Len-kun, Rin-chan..." "Ya?! Ada apa de-dengan Len?" Aku penasaran, aku panik.. Ke-kenapa rasanya aku tidak ingin mendengar lanjutannya?

"Len.. Len.. Len-kun... Len-kun kritis!"

DEG!

Aku kaget! Aku sampai menjatuhkan telpon yang kupegang.

"Rin-chan? Halo? Rin-chan...!" Panggil Luka-san berkali-kali di telpon. Aku tidak mempedulikannya dan langsung berlari keluar. Berlari kerumah sakit.. Ke.. Tempat Len berada. Masa bodoh dengan telpon atau orang tuaku! Pokoknya aku ingin segera bertemu Len!

Di Perjalanan, aku terjatuh. Lututku berdarah! Dan aku baru sadar aku tidak memakai alas kaki.. Tapi aku segera berlari lagi!

Aku pun sampai di Rumah sakit. lalu.. Kulihat Luka-san, dan keluarga Len... Me-menangis.. Bahkan Ibu Len terlihat sangat.. sangat pucat.. Mereka melihatku kaget "Rin..-chan... kau terluka?" Kakak Len dan Luka-san mendekatiku.. melihatku.. Iba?

"Len.. Di mana Len? Dia baik-baik saja kan?" Tanyaku gemetaran

Luka-san langsung pucat, lalu mengalihkan pandangan.. Dan menunjuk ruang operasi atau apalah itu.. Pokoknya ruangan yang membuatku tak enak.

Tapi aku tidak peduli! Aku segera membuka (menggebrak) pintu ruangan itu! Kulihat di sana ada Dokter, Suster dan seseorang di tempat tidur tertutup kain.

Apa.. Itu Len? Aku mendekatinya. Tangisanku semakin menjadi. Dokter dan suster keluar meninggalkan kami (Me: Eh? Emang boleh? OAO")

Len... kaku.. Kulitnya sangat pucat dan tubuhnya dingin. Aku memegang tangannya ke pipiku agar dia tetap hangat "Len.. katamu hari ini kau akan bilang sesuatu.." Dia diam "Kau.. hiks, sudah janji kan? Len? Karena itu cepatlah bangun bodoh! hiks.." Len tetap diam. Aku tersenyum miris dan tetap memegang tangannya, agar dia tetap hangat.

Flashback end~

Aku ingat! Aku ingat semuanya! Aku melupakan semua itu karena memang aku tidak mau mengingatnya! Aku terlalu sedih untuk mengingatnya!

"Len.. kau.. hiks.. kau.. MENGINGAT SEMUANYA KAN? hiks.. kau, ingin membalasku?" Tangisku makin deras "sekarang.. KAU INGIN MENGHANGATKANKU KAN? YA KAN LEN!? hiks"

Ya, malikat ini adalah Len.. A.. Apa dia sengaja menemuiku?

Tiba-tiba Len memelukku dari belakang.. hangat..

"Maaf aku terlambat." Katanya lalu dia pelan-pelan melepaskan pelukannya dariku. JANGAN PERGI LAGI! "LEN!"

"Rin.. aku selalu menjagamu. kumohon, tertawalah" Sedikit-sedikit kaki Len mulai menghilang "Rin.. Aku.. Menyukaimu" Kata Len. Mataku terbelalak, Mukaku merona "Maaf aku tidak smpat mengatakannya"

Lalu Len memakaikan sesuatu di jari manis tanganku. Cin.. Cincin? Cincin bergambar jeruk kesukannku? "Aku juga tidak sempat memberikan ini. Maaf ya Rin"

"Len..." Aku masih terisak, Tapi hatiku mulai hangat "Rin, aku tidak akan ke mana-mana. Aku akan selalu ada di sini" Len menunjuk hatiku. "Aku akan selalu ada di hatimu, Rin!"

Tubuh Len semakin menghilang.

"Len.. Aku.. hiks.. Aku juga MENCINTAIMU!" Aku kembali berteriak, mengeluarkan isi hatiku. Di sela-sela isak tangisku. "Aku juga mencintaimu Len.. sejak dulu"

Tiba-tiba Len mencium pipiku. Aku kaget. Pipiku memerah. "Hehe.. aku selalu ingin melakukan ini.." kata Len tertawa.. Len benar-benar hampir menghilang. Lalu Len tersenyum "Arigatou Rin.. Sayonara." Aku mambalas senyumannya. Senyum yang paling manis yang kubisa. "Arigatou Len.. Sayonara"

Lalu Len pun menghilang sepenuhnya.

To be continued~

Author: Akhirnya selesai! \(TTATT)/
Len: Akhirnya.. ngomong-ngomong maksud aku ngilang ini apa?
Author: ga usah banyak tanya!
Rin: haa.. kayak di cerita-cerita ya, bisa ketemu orang disukai yang sudah mati...
Author: EMANG CERITA!
Rin: Oh iya..

Author: Dasar... sudahlah.. sekarang bales Ripiu~

Review:

*Hikaru Kisekine:

Makasih udah Review... QAQ

Banyak typo ya? Gomen.. semoga di chapter 2 ini typonya berkurang QAQ

Tentang yang owari itu aku baru nyadar salah esok hari sesudah di publish jadi... sekarang di ganti kok... OwO)/

Ga cerewet kok.. Arigatouuuuuu! *hug

*Silent Reader:

Makasih udah menaburkan bunga (eh?) =/w/=

Dilanjutkan kok... Owarinya salah... QAQ

Typonya akan saya kurangi di sini.. QAQ

Arigatou udah Ripiu.. XDD

*Nama Sensor:

Makasih udah ripiu... Typo akan saya kurangi di sini...

Arigatou!

*Namikaze Kyoko:

Iya... Owarinya itu salah.. harusnya TBC.. QAQ Gomen...

Arigatou! XDD

Author: Fiuh... Akhirnya selesai... Ngomong-ngomong chapter depan adalah last chapter.. Semoga masih mau baca fict abal ini ya... XDD

Rin: Hee... kenapa ga sekalian aja di sini? OAO

Author: Soalnya ada tambahan cerita buatan saya... Jadi lanjutan Sigh buatanku, yang ga ada di lagunya.. (ya iyalah.. orang buatan Mai kok)

Len & Rin: Ooooh...

Author: Huh! Review ya! XDD

Len & Rin: Review ya...

.

.

.

.

.

Review?