Hola! Kembali lagi bersama gue, Eka Kuchiki! Gue nulis cerita ini pas idenya lagi mandek. Jadi gomen kalo ada yang aneh.

Tanpa panjang lebar, silakan baca ceritanya….

Warning : OOC dan hal-hal gajebo lainnya.


TUGAS OKK UI? GYAA!

By : Eka Kuchiki


16 Juni 2010

Sehabis daftar ulang, semua anak UI diwajibkan untuk mengerjakan tugas Okk UI 2010. Pada saat daftar ulang, para maba diberitahu untuk mengerjakan tugas Okk UI 2010.

Apa sih Okk UI itu?

OKK UI adalah singkatan dari Orientasi Kehidupan Kampus UI. OKK UI itu sama kayak ospek, cuma jangan bayangin sama kayak ospek kita waktu SMP atau SMA. Itu beda banget!

Sebelum ada OKK UI, para maba harus mengerjakan tugas OKK UI.

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat kegiatan dibawah ini.

Hitsugaya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia memandangi flyer yang diberikan oleh mahasiswa UI. Sesekali ia mengecek website OKK UI di hp. Ichigo yang sedang menyetir memandangi Hitsugaya.

"Antusias banget ngeliatinnya." Sindir Ichigo.

"Diem lo! Gue lagi pusing tau!" Bentak Hitsugaya. "Elo gak mau gue tendang lagi kan?"

Ichigo menggeleng cepat. Tadi saat pulang, ia mendapat tendangan dari Hitsugaya sebagai 'balas budi' karena telah mendekapnya.

Renji ikutan nimbrung, "Flyer OKK UI 2010, ya? Kayak gimana sih tugasnya?"

"Gue lagi nyari di hp." Jawab Hitsugaya. Dua detik kemudian, Hitsugaya mengerutkan dahinya.

"Kenapa, Toshiro?" Tanya Ichigo.

Hitsugaya membaca info tentang tugas OKK UI. "Disini dikatakan bahwa kita harus membentuk kelompok berjumlah 4-6 orang. Setiap anggota tidak boleh dari satu sekolah…."

"Kebetulan banget! Kita kan bukan dari satu sekolah!" potong Renji. Mereka bertiga berasal dari SMA yang berbeda, tapi dari asal SMP yang sama di Jakarta Selatan. Makanya bisa akrab.

"GUE BELUM SELESAI NGOMONG, ABARAI!" bentak Hitsugaya. Renji sweatdrop.

"Terusin, Toshiro!" sahut Ichigo.

"….Untuk program sarjana reguler, bisa bergabung dengan progam sarjana kelas internasional. Sedangkan program sarjana paralel, bergabung dengan program vokasi…"

"Terus?" Tanya Renji.

"…..Tugas OKK UInya yaitu membuat essay dan proposal project. Ada 10 bidang yang bisa dipilih. Ntar gue kirim ke email kalian aja."

"Kenapa gak kasih tau sekarang aja sih?" Protes Ichigo.

"BENTAR LAGI GUE MAU TURUN, BEGO!" Jerit Hitsugaya. "Elo kan mau turunin gue di depan Alfa***t!" Hitsugaya menunjuk ke sebuah mini market yang tak jauh jaraknya dari mereka.

Ichigo dan Renji sweatdrop. Elo kenapa, Shiro-chan? Hari ini sensi banget. Lagi dapet ya? *Author dibekuin Hitsugaya*

Ichigo memberhentikan mobilnya didepan mini market yang dimaksud Hitsugaya.

"Udah sampe nih!" kata Ichigo. Hitsugaya turun dari mobil.

"Hati-hati!" kata Hitsugaya sambil melambaikan tangan ke Ichigo dan Renji. Ichigo dan Renji melambaikan tangan ke Hitsugaya.


Malam hari, jam 19.00 di rumah Ichigo.

Ichigo yang baru saja mandi sudah nongkrong di depan komputer. Ia mengecek alamat emailnya. Ternyata ada satu pesan masuk.

Pasti dari Toshiro. Batin Ichigo.

Ichigo langsung membuka pesan masuk itu. Ternyata memang dari Hitsugaya.

Untuk Ichigo Kurosaki

Ini rincian tugas Okk UI 2010.


Essay

Terdapat 10 bidang yang akan disediakan oleh panitia, dan maba diminta untuk memilih satu dari sembilan bidang pilihan dan dikomparasikan dengan satu bidang wajib. Bidang – bidang tersebut adalah :

Mahasiswa dan Idealisme, yang direpresentasikan oleh Soe Hok Gie. (Bidang Wajib)

Sosial Kemasyarakatan, yang direpresentasikan oleh Tri Mumpuni (Bidang Pilihan)

Kemajuan Teknologi dan Sains Indonesia, yang direpresentasikan oleh B. J. Habibie (Bidang Pilihan)

Pendidikan, yang direpresentasikan oleh Ki Hadjar Dewantara (Bidang Pilihan)

Olahraga, yang direpresentasikan oleh Susi Susanti (Bidang Pilihan)

Seni dan Budaya, yang direpresentasikan oleh Chairil Anwar (Bidang Pilihan)

Kesehatan, yang direpresentasikan oleh Eka Julianta (Bidang Pilihan)

Dst…

Proposal Project

Proposal project merupakan suatu proposal yang tujuannya adalah menuangkan solusi mengenai permasalahan yang diangkat oleh maba kedalam suatu aksi nyata atau kegiatan yang merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan yang diangkat oleh maba dalam essay-nya.

Bagian – bagian dalam proposal project :

Cover. Bentuk cover sama dengan cover essay.

Daftar isi

Bab I: Pendahuluan

Bab II: Rancangan proyek

BAB III: Penutup

Dst….

Membuat presentasi mengenai essay dan proposal project sesuai dengan bidang pilihan.

Keterangan lebih lanjut, lihat di website :

P.S. :Sekarang elo cari aja anggota kelompok di Facebook atau Twitter, cari dua orang lagi. Kalau bisa, yang tinggalnya di Jakarta Selatan. Anggota kita sekarang : Elo, gue, Renji Abarai, sama Rukia Kuchiki. Orihime Inoue belum pasti. Kalo udah dapet, bilang ke gue.

Thanks!

Toushirou Hitsugaya


Ichigo sweatdrop ngeliat isi pesan Hitsugaya. Sialan nih anak! Gue kira isinya udah lengkap, gak usah ngeliat internet. Eh, gak taunya gue disuruh liat sendiri di internet! Dumel Ichigo dalam hati.

Dua detik kemudian, ada satu pesan masuk di email Ichigo.


Kalo elo berani ngejelekin gue, gue bakal pelintir tangan lo tanpa ampun!


Ichigo nge-gubrak. Ni anak emang bakat jadi paranormal ya! Batinnya. Tau aja gue lagi ngejelekin dia!


Ditempat lain, Hitsugaya membuka twitternya. Dia menemukan pesan dari orang yang tidak ia kenal.

Rangikucantikdanseksi? Siapa ya? Batin Hitsugaya.

Rangikucantikdanseksi : Gue belum dapet kelompok nih! Huweee….. Gue nak reg, domisili Jaksel.

Hitsugaya sweatdrop. Ni anak lebai ya…. Batinnya.

Hp Hitsugaya melantunkan lagu Bleach Asterik–bunyi SMS masuk. Hitsugaya langsung mengecek SMS masuk.

From : Rukia Kuchiki

Inoue gak bisa sekelompok dgn kita. Dia paralel.

Hitsugaya langsung meneruskan SMS tersebut ke Ichigo dan Renji. Setelah itu, Hitsugaya kembali 'tweet'an dengan Rangiku.

Hitsugaya : Elo nak fak apa?

Rangikucantikdanseksi : Fak Hukum, Elo?

Hitsugaya : Fak Kedokteran. Kelompok kita kurang 2 orang, mau gabung nggak?

Rangikucantikdanseksi : Mau bangeeet! :D

Hitsugaya : Yawdah, tar gw confirm ke yang lain.

Rangikucantikdanseksi : Sankyuu…. :DD

Nada dering Bleach Asterik berbunyi lagi. Hitsugaya membaca SMS masuk itu.

From : Ichigo Kurosaki

Gue udah dapet satu orang. Namanya Uryuu Ishida. Dia nak Fak Teknik.

Hitsugaya menghela nafas. Masalah anggota kelompok sudah beres. Sekarang tinggal nentuin kapan kerja kelompoknya. Hitsugaya membalas SMS dari Ichigo.

Hp Hitsugaya melantunkan nada dering Bleach Life, Hitsugaya melihat layar hp dan menjawab teleponnya.

"Toshiro, ini gue." Suara Ichigo terdengar jelas ditelinganya.

"Oh, Kurosaki!" sahut Hitsugaya. "Ada apa?"

"Besok kita kerumah Renji. Jam 9 pagi."

"Ngapain?"

"Ya, kerja kelompok lah…." Ichigo kemudian cekikikan sendiri.

Hitsugaya mengerutkan dahinya, "Kenapa? Ada yang lucu?"

"Nggak. Eh, elo jangan bilang-bilang ke Renji soal ini!"

"Oh…" Hitsugaya mengangguk cepat. "Gue ngerti. Elo mau ngerjain dia kan?"

"Benar sekali, Toshiro!" Kata Ichigo riang. "Elo ternyata punya bakat jadi paranormal!"

Hitsugaya sweatdrop. "Emangnya elo dalam rangka apa ngerjain Abarai?"

"Nggak dalam rangka apa-apa… yang lain juga udah gue ajak!"

Gila! Batin Hitsugaya. Ni anak ngerjain orang ngajak-ngajak!

"Kuchiki, Matsumoto, sama Ishida elo ajak juga?"

"Iya dong! Kan sekalian ngerjain tugas OKK UI juga! Sambil menyelam minum air…"

"Kelelep dong!"

Terdengar suara tawa Ichigo di seberang, "Bisa aja lo! Besok kita pergi ya!"

Hitsugaya menghela nafas. "Terserah elo deh!" katanya pasrah.

"Oke! Tar gue jemput elo jam 8. Bye!" Ichigo menutup pembicaraan.

"Bye!" Hitsugaya menutup telepon.


Di apartemen Seiretei, Renji terpeleset di kamar mandi. Ia dengan sukses jatuh terduduk.

"Adaow!" Jerit Renji kesakitan. "Moga-moga tulang ekor gue gak papa…" gumamnya sambil memegangi pantatnya.

Kayaknya ada yang lagi ngomongin gue deh! Batinnya. Kok tiba-tiba perasaan gue gak enak?

Renji menepis pikiran buruknya. Ia langsung ke kamarnya.

Apartemen Renji memang agak berantakan. Hanya beberapa ruangan yang cukup rapi. Namun diantara ruangan itu semua, yang paling berantakan dan mirip kapal Titanic habis di bom atom (?) adalah kamar Renji.

Renji tidur-tiduran di kamarnya. Entah bagaimana bisa Renji tidur dengan antengnya dikamar yang dimana-mana ada boxer dan kaos bekas pakai bertebaran?

Tidak hanya itu, sepatu diletakkan seenak udel. Kaos kaki juga begitu. Jika kita melihat ke meja belajarnya, buku-buku ditumpuk asal-asalan sehingga lebih terlihat seperti tempat sampah.

Pertanyaannya,

Kenapa Renji bisa masuk UI? *Author ditabok Renji*

Salah pertanyaan.

Kenapa kamar Renji berantakan banget?

RENJI PALING MALES BERSIH-BERSIH.

Itulah jawabannya.

Sialnya, dia tidak tahu bahwa teman-temannya akan datang besok untuk mengerjakan tugas OKK UI!


Keesokan harinya,

Di Apartemen Rungokai.

Hitsugaya menyisir rambutnya. Hinamori–sepupu Hitsugaya– senyum-senyum sendiri melihat penampilan Hitsugaya kali ini–memakai kemeja biru dan celana jeans.

"Rapi banget, Shiro-chan…." komentar Hinamori. "Kau pingin pergi kencan ya?" Tanya Hinamori semangat '45.

Hitsugaya sweatdrop ngeliat reaksi Hinamori. Kok jadi dia yang semangat? Batinnya.

"Ngaco deh! Aku gak pergi kencan! Lagipula, mana ada orang kencan pagi -pagi?" Sahut Hitsugaya.

"Yah… emangnya kencan itu cuma tiap malam minggu doang?" Kilah Hinamori.

"Tapi gue gak kencan!" Jerit Hitsugaya. "Gue mau pergi ke rumah temen! Mau kerja kelompok!"

"Oh…Mau ngerjain tugas OKK UI ya?" Tanya Hinamori. "Emang elo dapet anggota kelompoknya di Jaksel semua ya?"

"Iya. Ntar temen gue ada yang mau jemput."

"Enak banget! Gue gak dapet temen yang satu daerah nih!" Keluh Hinamori.

TIN!TIN!

Suara klakson mobil Kurosaki! Batin Hitsugaya. Hitsugaya langsung keluar. Sementara Hinamori mengintip Hitsugaya dari belakang pintu.

Ichigo keluar dari mobil Rushnya. Hinamori yang melihat Ichigo langsung tersenyum senang.

Akhirnya Shiro-chan dapet cowok ganteng! Batinnya senang.

Hinamori langsung mengkhayal. Ah, tuh cowok ganteng juga… gue juga mau–

DUAK!

"Aduh…" rintih Hinamori sambil mengusap kepalanya. "Shiro-chan! Elo kalo masuk ketok pintu dulu napa!"

Hitsugaya –yang baru masuk kedalam untuk pamit– jadi ngomel-ngomel. "Elo tuh yang ngaco! Ngapain berdiri di belakang pintu! Ya jelas kejeduk pintulah!"

"Gomen, deh!" sahut Hinamori. Ichigo–yang melihat itu semua– sweatdrop.

"Aku bawa pergi ya!" kata Ichigo sambil menunjuk Hitsugaya. Hinamori mengangguk.

Dasar bego! Batin Hitsugaya kesal. Emangnya gue apaan? Peliharaannya dia?

"Bawa aja! Hati-hati ya…" kata Hinamori sambil tersenyum. Hitsugaya cemberut.


Didalam mobil Ichigo.

"Toshiro, tadi itu siapa?" Tanya Ichigo.

"Sepupu gue, namanya Momo Hinamori." Jawab Hitsugaya.

Hitsugaya langsung menatap tajam Ichigo. "Jangan bilang kalo elo naksir dia… Gue gak bakal izinin!" kata Hitsugaya galak.

"Yee… siapa yang naksir!" Sahut Ichigo. "Pantesan gak mirip sama elo!"

"Maksud lo?"

"Orangnya ramah. Gak kayak elo, galak…" Belum selesai Ichigo melanjutkan kata-katanya, Hitsugaya memberikan death glare ke Ichigo. Tangannya siap untuk memukul Ichigo.

"Eh, gue lagi nyetir! Ntar elo pukul gue terus ni mobil nyungsep, gimana?"

"Ntar gue pukul elo di rumah Abarai. Beres, kan?" Hitsugaya memamerkan evil grinnya.

Ichigo sweatdrop.


Dirumah Renji, jam 08.45 pagi.

Renji masih tertidur pulas. Maklum, hari libur. Ritual tidurnya terganggu oleh suara pintu depan diketuk.

"Siapa sih? Pagi-pagi udah dateng!" Dumel Renji. Renji langsung membuka pintu depan dan…

"Ichigo! Hitsugaya!" jerit Renji lebai. "Elo berdua ngapain dateng pagi-pagi?"

"Udah mau jam sembilan kale…" kata Ichigo. "Btw, lap dulu tuh iler ma beleknya!"

Renji langsung mengusap matanya dan mulutnya.

Ichigo dan Hitsugaya mau masuk ke dalam apartemen Renji, tapi ditahan sama empunya.

"Eh, jangan masuk dulu!" tahan Renji. "Apartemen gue berantakan…."

"Yaelah! Biasa aja kale…" kata Ichigo.

"Jangan–"

Ichigo dan Hitsugaya langsung masuk ke dalam dan sweatdrop melihat ruang tamu apartemen Renji.

"Abarai, kok bisa ada kardus diruang tamu?" jerit Hitsugaya saat ngeliat tumpukan kardus di depan ruang tamu.

"Itu… kardus kompi gue, PS3, terus…"

"YA DIANGKAT DONG! MASA ELO BIARIN AJA DI RUANG TAMU!" Bentak Hitsugaya. Renji dan Ichigo sweatdrop.

"Elo kayak ibu-ibu deh!" komentar Ichigo yang langsung disambut death glare oleh Hitsugaya.

"Bodo amat! Pokoknya elo harus cepat bereskan apartemen lo!" kata Hitsugaya. "Soalnya kita bakal ngerjain tugas OKK UI disini!"

Bola mata Renji hampir copot mendengarnya (?). "APA?" jerit Renji lebai. "ELO BERDUA BILANG KERJA KELOMPOK DIRUMAH GUE TAPI GAK BILANG-BILANG KE GUE?" Teriak Renji. Hitsugaya dan Ichigo budek mendadak.

"Santai, Bro! Makanya elo harus cepet beresin apartemen elo!" kata Ichigo.

"Sialan lo semua!' jerit Renji marah. "Elo berdua, KELUAR!"

"Lho? Kok elo jadi ngusir kita, sih?" Hitsugaya gak terima diusir.

"Gue mau beres-beres dulu! Makanya elo berdua keluar dulu sana!" Renji mendorong Ichigo dan Hitsugaya keluar.


Sepuluh menit kemudian, Rukia datang dengan Mercedes Benznya. Rukia memakai baju terusan putih berdetail bunga putih. Sesampainya diatas, ia heran melihat Ichigo dan Hitsugaya menunggu diluar.

"Elo berdua ngapain nunggu diluar?" Tanya Rukia. "Emangnya Renji gak ada diapartemennya?"

"Ada kok, orangnya!"Kata Ichigo. "Renji!" panggil Ichigo.

"Bentar lagi selesai!" Teriak Renji di dalam.

"Terus, ngapain elo berdua masih disini?" Tanya Rukia. Ichigo bukannya menjawab malah teriak lagi.

"Renji! Rukia udah dateng nih!" Teriak Ichigo.

"Apa? Rukia udah dateng?" Teriak Renji. "Bentar lagi, ya Rukia! Bentar lagi beres!"

Rukia sweatdrop.

"Emangnya Renji lagi ngapain sih didalam?" Tanya Rukia ke Hitsugaya.

"Ntar juga tau." Kata Hitsugaya. Rukia jadi penasaran.

Lima menit kemudian, Renji mempersilakan temannya untuk masuk. Muka Renji acak kadut, rambut merahnya udah mirip kayak orang gila–acak-acakan.

"Nji, tampang lo awut-awutan amat!" Komentar Rukia ilfil. Muka Renji langsung memerah dan ngacir ke kamar mandi.


Lima menit kemudian, Ishida datang bareng dengan Rangiku. Hitsugaya–yang tweetan dengan Rangiku–akhirnya tau kenapa Rangiku memakai nama seksi di twitternya. Penampilan Rangiku emang rada 'vulgar'.

"Hello everybody!" kata Rangiku riang. Ishida kalem-kalem aja.

Rangiku melihat Hitsugaya dan jerit-jerit ala fan girl. "KAWAI! Imut banget!" Tanpa babibu, Rangiku langsung memeluk Hitsugaya. Yang lain sweatdrop.

Hitsugaya megap-megap kehabisan oksigen."Ugh! Nggak… bisa… napas…"

"Rangiku-san, Hitsugaya-kun kayaknya keabisan napas tuh! Gara-gara pelukan lo!" sahut Rukia sambil menunjuk Hitsugaya yang bentar lagi mau tepar.

"OMG! Maap ya!" kata Rangiku sambil melepaskan pelukan 'mautnya'. "Abis kamu imut banget sih!" Rangiku ingin mencubit pipi Hitsugaya, tapi Hitsugaya langsung memegangi pipinya.

"SD kelas berapa?" tanya Rangiku. Hitsugaya mencak-mencak.

"ELO BILANG MASIH SD? GUE ITU SAMA KAYAK ELO! UDAH KULIAH!" teriak Hitsugaya marah. Rangiku dan yang lainnya budek mendadak.

Rangiku langsung disikut Ichigo. "Kalo elo mau selamat, jangan tanya kenapa dia pendek." Bisik Ichigo sambil menunjuk Hitsugaya yang lagi bad mood. Rangiku mengangguk.

"Kita bisa mulai ngerjain sekarang, gak?" Tanya Ishida kesal. Yang lain langsung inget sama tugas OKK UI dan masuk ke ruang tamu Renji.


Renji menyuguhkan makanan ringan dan minuman ke teman-temannya. Wajahnya masih ditekuk.

"Napa sih?" goda Ichigo. "Lo lagi PMS?"

"Diem lo!" bentak Renji. Ichigo cekikikan.

"Udahan ributnya! Kita langsung aja ngerjain tugasnya." Kata Rukia. Ia mengeluarkan laptop Acernya yang bergambar… CHAPPY?

Semua (kecuali Rukia) sweatdrop.

"Rukia, elo demen sama Chappy ya?" Tanya Rangiku. Sumpah, Rangiku pingin ketawa ngeliatnya. Kayak anak kecil aja. Batinnya.

" Iya! Abisnya Chappy lucu banget, gitu!" jawab Rukia bersemangat.

"Bukannya maniak ya?" ralat Hitsugaya sambil menunjuk ke tas Rukia.

Ternyata gak cuma laptop yang ada gambar chappynya. Hp, tempat pensil, buku catatan, sampai tas pun juga bergambar chappy.

"Emm… iya kali." jawab Rukia malu-malu.

Mereka pun memilih bidang pilihan karena bidang wajibnya –bidang Mahasiswa dan Idealisme– sudah ditentukan.

Ichigo : Bidang Kesehatan

Hitsugaya : Bidang Pendidikan

Renji : Bidang Olahraga

Rukia : Bidang Seni dan Budaya

Rangiku : Bidang Sosial Kemasyarakatan

Ishida : Bidang Kemajuan Teknologi dan Sains Indonesia

Hitsugaya sweatdrop. Yang lain bengong.

"Kok beda semua sih?" jerit Hitsugaya syok. "Gimana cara kita ngerjain tugasnya?"

"Sabar, Toshiro!" Ichigo menepuk pundak Hitsugaya. "Bukannya perbedaan itu indah?"

Hitsugaya mencak-mencak, "INDAH DARI HONGKONG! Kalo kayak gini terus, kapan jadinya?"

"Udah! Sekarang kita pilih bidang yang paling bisa kita kuasai!" kata Rukia menenangkan. Semua setuju dengan Rukia.


Setelah berdebat selama satu hari…. *Author digeplak Ichigo dkk*maksudnya setengah jam, akhirnya mereka sudah menentukan bidang pilihan. Bidang pilihannya adalah Seni dan Budaya dari Chairil Anwar.

Ichigo dan Ishida menulis essay, Hitsugaya dan Renji bertugas menulis proposal projectnya, sedangkan Rukia dan Rangiku bertugas membuat presentasinya.

Satu jam mengerjakan, mereka sudah ribut lagi.

Ichigo ribut dengan Ishida soal penggabungan ide antara Soe Hok Gie dengan Chairil Anwar.

"Kurosaki, Soe Hok Gie itu memberikan inspirasi untuk mahasiswa! Bukannya memberikan pembelajaran kepada mahasiswa!" protes Ishida.

"Ah, sama aja!" kata Ichigo. "Cuma beda bahasa doang!"

Sedangkan Hitsugaya protes ke Renji karena salah menyusun anggaran.

"Elo gimana sih? Harusnya 'sumbangan dari donatur' elo susun paling atas! Kenapa malah 'pembuatan baju' yang elo taro paling atas?' protes Hitsugaya.

"Sama aja, Hitsu! Ntar kan kalo dijumlahin sama aja hasilnya!" bantah Renji. Hitsugaya bernafsu ingin meremuk Renji.

Rukia ingin memakai background Chappy untuk power point mereka, tapi ditolak mentah-mentah oleh Rangiku.

"Rukia, ntar kita diketawain kalo pake background kayak gitu!" protes Rangiku sambil menunjuk bacground Chappy pilihan Rukia.

"Tapi ini bagus, Rangiku!" Rukia kekeuh dengan pilihan backgroundnya.

"Mending kita pilih yang netral aja deh!" kata Rangiku.


Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Mereka sudah selesai mengerjakan tugasnya. Renji segera memesan makan siang.

Hp Rukia berbunyi, Rukia menjawab teleponnya.

"Halo?"

"Rukia, ini aku." Jawab penelepon itu.

"Ada apa Nii-sama?"

Ternyata yang menelepon Rukia itu Byakuya.

"Kapan selesai kerja kelompoknya?" Tanya Byakuya.

"Bentar lagi selesai." Jawab Rukia.

"Aku akan jemput kau."

"Nii-sama mau jemput? Nggak usah, Nii-sama…" tolak Rukia. "Nii-sama kan sibuk…"

"Aku sudah selesai. Kau sekarang dimana?"

"Di Apartemen Seireitei nomor 131."

"Jangan kemana-mana. Tunggu aku."

"Hai, Nii-sama." Rukia menutup pembicaraan.

"Tadi itu siapa, Rukia?" tanya Rangiku. "Pacar?"

"Bukan, itu tadi kakakku." Jawab Rukia. Rangiku cuma mengangguk.

"Kakakku juga alumni UI." Kata Rukia. "Sekarang dia jadi dosen."

"Wah! Hebat dong!" sahut Rangiku kagum. "Dosen apa?"

"Akutansi."

Rukia mencari pensil di tasnya, tapi tidak ada pensil di tasnya. "Renji, lo ada pensil gak?" tanya Rukia. "Gue gak bawa pensil nih."

"Ambil aja di kamar gue." jawab Renji.

Rukia pergi ke kamar Renji dan membuka pintu kamar, lalu….

"Astaganaga!" jerit Rukia syok saat melihat kamar Renji. Renji langsung menyusul Rukia, dan…

OMG! Gue lupa beresin kamar gue! Batin Renji sambil menepuk jidatnya.

"Renji! Kamar elo kayak kapal pecah!"jerit Rukia.

"Ada apa sih?" tanya Ichigo. Ia melihat kamar Renji dan ketawa ngakak.

"Gila, Nji! Sejak kapan kamar lo jadi Tempat Pembuangan Akhir?" ledek Ichigo. Renji memberikan death glare ke Ichigo.

"Sori, Rukia." Renji masuk kedalam kamarnya lalu kembali dengan membawa pensil. Ia menutup pintu kamarnya dengan muka semerah rambutnya.

"Gak apa-apa." Kata Rukia sambil menahan tawanya. Renji berhasrat pingin bunuh diri saat itu juga. Ichigo berhenti ngakak karena disumpel kaos kaki oleh Renji.


TIN! TIN!

Suara klakson mobil berbunyi di depan apartemen Renji. Rukia langsung turun ke bawah dan menghampiri mobil BMW hitam keluaran terbaru.

"Nii-sama? Nii-sama jadi jemput?"

"Memangnya kamu gak senang kalau aku jemput kamu?" tanya Byakuya dingin.

Rukia kaget , "Bu,bukan gitu, Nii-sama! Aku takut ngerepotin Nii-sama. Nii-sama kan capek habis kerja gitu…" Jawab Rukia.

"Rukia, gue pingin tau–" Rangiku menoleh ke dalam mobil dan melihat Byakuya.

"Astaga! Byakuya Kuchiki!" seru Rangiku. "Dia kan yang main di sinetron 'Cinta Fitrah'! Terus yang main di film '3 Dunia 1 Cinta!' jerit Rangiku. Rukia sweatdrop.

"Dia kakak lo, Rukia?" tanya Rangiku. Rukia mengangguk takut.

"KYAA!" jerit Rangiku kegirangan. "Boleh gak aku minta tanda tangannya?" tanya Rangiku ke Byakuya. Byakuya tadinya pingin kasih death glare ke Rangiku, tapi gak jadi karena ditahan Rukia.

"Emm… Rangiku-san, biar tandatangannya gue yang minta ke kakak gue." Kata Rukia.

"Yah…" kata Rangiku kecewa. "Tapi, gapapa! Jangan lupa ya!" katanya.

"Tapi… boleh gak gue minta foto?" tanya Rangiku. "Please…"

Rukia langsung menyilangkan tangannya, "No way! Gue mau pulang!"

Rangiku kecewa berat. Rukia pamit pulang duluan ke teman-temannya.

Karena semua sudah selesai, mereka pulang ke rumah masing-masing (ya iyalah! Masa mau nginep!).


Apartemen Seireitei, jam 20.00

Renji sedang asyik nonton piala dunia. Jerman vs. Serbia. Saat pemain Jerman menendang ke gawang Serbia, tiba-tiba…

PET!

Lampu mati.

Renji nangis guling-guling, "Huwee… nasip gue apes banget sih hari ini!" Ratapnya.


A/N : Aku lupa kasih tau, sebenarnya tugas OKK UI itu diserahkan pada tanggal 24 Juni. Jadi masih banyak waktu kalau mereka mau ngerjain…

Ralat : Untuk Bleach in UI chapter 1, Akutansi itu bukan fakultas, tapi jurusan. Jurusan Akutansi itu adanya di Fakultas Ekonomi. Gomenasai!

Tunggu chapter selanjutnya ya!


Review Please?