Title › Artist.
Cast › Cho Kyuhyun, Lee Sungmin and Other Cast
Genre › Romance and ... *dunno*
Rating › Teenager
Length › Series
Disclaimer › God, Themselves, They Parent's, SMEnt, ELF, And Their Couple(?). But this Fanfic is Belongs to me.
Warning › This is Yaoi Fic. OOC. EYD yang tak sesuai. Typo(s), Alur yang kurang di mengerti dll. Please Close This Window if you don't like it.
Hope You'll Like It~^^
―――――――――――――――――――――――――――
What a bad day!
―――――――――――――――――――――――――――
Author P.O.V
Angin berhembus dengan sangat kencang. Daun-daun di pepohonan bergemerisik karena angin malam yang sangat kencang. Malam ini jalanan sudah tampak sepi. Maklum saja. Malam ini sangat dingin sehingga membuat orang enggan keluar dari 'tempat perlindungan'nya. Dan ah! waktu istirahat tentu saja. Ini sudah terlalu malam untuk seseorang beraktifitas. Bisa dipastikan jika penduduk kota ini sebagian telah tidur terlelap di kasur dengan nyaman ―atau tidak―.
Namun, hal itu nampaknya tidak berlaku untuk namja kelinci ini. Dengan langkah yang sedikit terseok-seok, dia mencoba mengayunkan kakinya yang siap menuju kemana saja. Namja itu menggigil kedinginan. Bagaimana tidak? Dia memakai baju panjang ―jari-jarinya tidak tertutup― tipis berwarna hitam yang telah robek di bagian kerahnya. Robekkan itu memperlihatkan kulit leher yang putih dari namja ini. Namja tersebut mencoba menutupi lehernya dengan tangannya. Rambut hitam legamnya sangat indah tertimpa sinar bulan. Mungkin jika seseorang yang melewati namja ini pasti akan mengiranya yeoja. Sangat kontras memang ―jika saja namja ini tidak penuh dengan luka―.
Badan namja itu terasa perih sehingga membuatnya enggan itu berjalan lebih jauh lagi. Dia sangat kesakitan sehingga hanya mampu terduduk di atas trotoar di parkiran. Namja imut dengan kondisi menggenaskan itu hanya bisa terduduk di parkiran Cafe. Namja imut itu ―Lee Sungmin tentu saja― sedang mencoba mengangkat lengannya dan melirik ke arah arloji yang ada dilengannya. Pukul 23.45 ―itu yang tertera di arlojinya―. Melihat angka yang ditujukan benda itu, Sungmin hanya bisa menghela napas.
"Dimana si Monyet Hyuk itu? Dia bahkan tidak menolong sahabatnya sendiri. Cih!" Sungmin mendecak kesal kala mengingat kejadian yang kurang mengenakkan tadi. Ia pun mencoba merogoh kantung celananya. Di keluarkannya benda canggih dari kantong celananya, memencetnya perlahan dan mendekatkan benda itu ke telinganya.
'Tuuut... Tuuut... Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Cobalah beber―'
"Yayaya! Aku tidak butuh denganmu yeoja operator! ARRRGHH! EUNHYUK SIALAN!"
Tampaknya Sungmin sudah mulai stress XD
"Aish! Anak itu pasti sudah pulang dan dengan teganya dia melupakanku. Akan kubunuh kau Lee Hyukjae sialan!" Sungmin benar-benar kesal dengan namja yang bernama lengkap Lee Hyukjae itu. Hari ini dia sungguh sial. Sungmin yakin hari ini adalah Bad Day menurutnya.
Lebay? Tentu saja tidak. Kalian ingin tahu apa saja kesialannya? Tadi, dia dihukum guru dikampusnya karena datang terlambat. Terus karena terlambat dia harus mendapatkan hukuman 'mencabut rumput' di belakang bangunan kampusnya itu ―dan itu sangat luas―. Belum lagi dia harus terpleset pada saat mencabut rumput dikarenakan rumput-rumput tersebut basah karena air hujan yang lumayan deras mengguyur kota itu. Di serang oleh para yeoja gila. Dan jangan lupakan dia masih harus memperbaiki lemarinya karena tadi dia sukses mengobrak-abrik lemarinya tanpa membereskannya kembali. Kurang sial apa lagi namja manis ini? Kini dia bahkan tidak bisa pulang dengan badan sesakit ini.
―――――――――――――――――――――――――――
"ARGH! YA BOTAK SIALAN! APPO! AISH!" Seorang namja yang sedang berjalan tertatih-tatih sambil diiringi 2 orang namja tegak dan botak gundul XD
"Tapi Tuan Besar Cho akan marah jika melihat anaknya luka begini. Nanti kami berdua akan dipecat karena melihat anaknya luk―"
"Yayaya! Appa tidak akan memecat kalian. Majikan kalian itu aku. Sekarang bawa aku pulang! Jika kalian tidak ingin dipecat olehku, hentikan mengkhawatirkanku. Kalian malah menyakitiku bodoh! Kalian pikir tangan kalian ini halus apa?! Grrr" desis Cho Kyuhyun. Rasanya 2 namja ―bodyguard keluarga Cho― ini serba salah. Namun mereka juga tidak mau dipecat oleh namja yang di tengah-tengah kedua badan besar ini.
―――――――――――――――――――――――――――
Kyuhyun memasuki mobilnya yang tergolong mewah itu. Dia duduk di jok belakang sambil menyandarkan badannya mencoba untuk menutup matanya. Sesekali meringis jika tanpa sengaja dia menyentuh bekas 'amukan' para fansnya. Kedua bodyguard itu juga sudah mulai menjalankan mobilnya. Hingga akhirnya―
BRUKK!
"ARGHH!" Jeritan seseorang sukses membangunkan Kyuhyun yang mencoba untuk tidur. Langsung saja kedua bodyguard ini menengok kebelakang. Ketika menyadari sesuatu terjadi, kedua bodyguard ini langsung cepat-cepat keluar dari mobil. Kyuhyun bengong melihat kedua bodyguardnya ini. Karena tak tahan dengan sakit di badannya, langsung saja Kyuhyun membuka kaca mobilnya dan berteriak kepada 2 namja botak itu.
"YA! AISH! Badanku sakit semua! Bawa aku ke rumah sekarang juga atau kalian akan kupecat! YA! PALLI!" Bentak Kyuhyun yang belum menyadari apa yang terjadi di belakang sana.
"Maafkan kami Tuan Muda Cho. Tapi ada seseorang yang sedang bersandar disini. Dan..." kedua bodyguard Kyuhyun tidak berani melanjutkan perkataannya.
"Dan? Dan apa eoh?" ulang Cho Kyuhyun dengan tidak sabaran.
"DAN MEREKA BERDUA INI MENABRAKKU SIALAN!" Teriakan seseorang itu membuat mata hazel Kyuhyun membulat sempurna.
'Ini suara Lee Sungmin. Tapi... Jangan bilang dua orang bodoh ini menabrak Sungmin? Aish! Merepotkan saja!' ucap Kyuhyun dalam hati. Kyuhyun pun dengan cepat membuka pintu mobilnya dan berlari ke belakang mobilnya. Entahlah apa yang ada dipikiran namja bermata hazel ini. Rasa sakitnya seperti hilang seketika.
"Lee Sungmin?"
"EH?! Cho! Ternyata kau yang menabrakku? Dasar sialan!" Bentak Sungmin sambil melemparkan sepatunya.
"Ya! Appo! Bukan aku yang menabrakmu! Aish!" elak Kyuhyun.
"Lalu siapa kalau bukan kau heh? Setan?!" tanya Sungmin sarkastik.
"Ini bukan ulah Tuan Muda Cho. Ini ulah kami." Perkataan bodyguard Kyuhyun ini mampu menghasilkan senyum kemenangan di bibir tebal Cho Kyuhyun sampai―
"Ini ulah kami. Tapi Tuan Muda Cho yang menyuruh kami cepat. Akibatnya kami tidak melihat anda disini." ―Kyuhyun hanya bisa melemparkan deathglare kepada 2 namja yang berbadan menyeramkan namun berotak polos layaknya anak kecil ini. Sedangkan Sungmin menatap sinis kearah Kyuhyun dengan menunjukkan senyum kemenangan.
"So? Cho Kyuhyun?" Sungmin masih saja memasang wajah seperti itu ―tatapan sinis dan senyum kemenangan―
"Arraseo! Sekarang kau mau apa dariku Lee Sungmin?" kata Kyuhyun mengalah.
Sungmin berpikir sejenak dan 'Ah! Kurasa dengan mengantarku pulang mungkin dia tidak akan keberatan. Daripada aku mati disini? Tidak lucu kalau besok ada berita dengan judul SEORANG NAMJA BERBAKAT MATI DENGAN TIDAK ELIT DAN BAJU COMPANG CAMPING. Ya. Begitu saja.' Kata Sungmin dalam hati.
"Antar aku pulang." kata Sungmin singkat.
" MWO?!" Kyuhyun sangat kaget dengan permintaan Sungmin. Well― Dia sebenarnya tidak keberatan mengantar namja ini. Namun, dengan badan yang serasa mau remuk ini tidak memungkinkan Kyuhyun untuk mengantarkan Sungmin. Di pikirannya saat ini adalah 'cepatlah pulang kerumah dan rasakan kenikmatan kasur empuk yang menunggumu'. Namun semua pikirannya itu hilang secara otomatis ketika melihat Sungmin melemparkan deathglare kepadanya.
"Aish! Arraseo! Naik kemobilku sekarang." Kata Kyuhyun pelan sambil berjalan tertatih-tatih memasuki mobilnya.
"Sini mari kami bantu Tuan. Apakah Tuan ingin ku gendong?" tawar salah satu bodyguard itu kepada Sungmin. Hal itu mampu membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya yang baru saja akan naik ke mobil.
"MWO?! ANIYO!" seluruh pandangan mengarah ke Kyuhyun.
'Ada apa lagi dengan manusia satu ini?' tanya Sungmin dalam hati.
"Aku saja yang membantu Sungmin." kata Kyuhyun pelan.
"MWO?!" kali ini Sungmin yang nampak kaget mendengar perkataan namja berambut coklat didepannya ini.
Kyuhyun tak memperdulikan kekagetan Sungmin dan keheranan dua orang berbadan tegap disampingnya ini.
'Bukannya tadi dia bilang dia kesakitan ya?' setidaknya itu yang ada di pikiran 2 bodyguard itu.
Kyuhyun mulai mengangkat Sungmin bridal style. Sampai Sungmin memukul kepalanya dan melemparkan tatapan protes di matanya.
"Turunkan aku." kata Sungmin datar.
Kyuhyun menurunkan Sungmin. Dan berjongkok di depan Sungmin. Sehingga kini pundak Kyuhyun ada dihadapan Sungmin. Sungmin hanya terdiam tak mengerti dengan kelakuan Kyuhyun.
"Palliwa! Naik kepundakku!" kata Kyuhyun tak sabar ketika tau Sungmin ―tadi― menatap nya tak mengerti. Hal itu membuat Sungmin terlonjak kaget dan segera menuruti kemauan Kyuhyun.
Kyuhyun mendudukan Sungmin di jok belakang kemudian dia duduk di samping Sungmin. Mobil telah berjalan keluar melewati gate Cafe tersebut. Kyuhyun melirik kearah Sungmin yang sedang melihat kearah jalanan. Tadi namja kelinci ini meminta Kyuhyun untuk membunuh ACnya. Katanya akan lebih bagus kalau kita menggunakan angin alam. Oleh karena itu jendela mobil Kyuhyun kini terbuka. Tampaknya Cho Kyuhyun benar-benar menuruti semua perkataan Sungmin.
Sungmin mendekatkan kepalanya ke jendela membiarkan angin menerpa wajahnya. Dia menutup matanya menikmati terpaan angin yang tanpa sengaja mengenai mukanya. Sesekali bibir merah delimanya mengerucut imut.
Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Sungmin. 'Neomu Kyeopta.' Pujinya dalam hati. Matanya bergerak memperhatikan Sungmin hingga pandangannya terhenti saat melihat sabuk pengaman disamping Sungmin yang tidak terpakai. Kyuhyun pun mendekati Sungmin dan memasangkan sabuk pengamannya. Hal itu membuat Sungmin kaget.
"Jalanan sangat berbahaya. Gunakan sabuk pengamanmu Lee Sungmin. Aku tak mau terjadi apa-apa dengan dirimu. Ck, kau sungguh merepotkanku saja." kata Kyuhyun masih saja mencoba menarik sabuk pengaman Sungmin. Sungmin hanya bisa berdecak kesal kearah Kyuhyun. Kyuhyun masih mencoba untuk memasangkan seatbelt. Tampaknya tali sabuk pengamannya tidak bisa ditarik. Hal itu membuat Kyuhyun menambah kapasitas(?) kedekatannya dengan Sungmin dan menempelkan diri mereka berdua sehingga leher Kyuhyun sudah berada di depan Sungmin.
'Hmmm... Harum sekali. Eh?! Apa yang kau lakukan Lee Sungmin?!' kata Sungmin dalam hati seraya menggelengkan kepalanya.
Kyuhyun yang telah selesai memasangkan sabuk pada Sungmin hanya bisa tertawa kecil melihat Sungmin yang menggeleng imut. Kyuhyun memperhatikan baik-baik ―dengan jarak yang sangat dekat tadi― wajah Sungmin yang sedikit luka pada bagian kepalanya dan pipinya. Sedangkan Sungmin hanya bisa menahan nafasnya melihat wajah Kyuhyun yang sangat dekat dengannya. Hembusan nafas mereka berhembusan bergantian satu sama lain. Menerpa wajah mereka berdua.
"Apakah sangat sakit?" Tanya Kyuhyun tanpa menjauhkan wajah mereka.
"Hah?!" tanya Sungmin heran.
Kyuhyun tertawa kecil ―kembali― saat melihat wajah polos Sungmin. Dengan mata kelinci yang membulat sempurna dan mulut yang sedikit terbuka itu membuat Sungmin tambah aegyo di mata Kyuhyun.
"Aku tanya, Apakah luka-luka dibadanmu sangat sakit?" ulang Kyuhyun
"Oh luka dari FANSMU maksudmu? Tentu saja. Apakah kau tidak bisa lihat?" jawab Sungmin dengan sedikit nada penekanan di kata 'Fansmu'.
"Tentu saja aku lihat." kata Kyuhyun singkat seraya menjauhkan badannya.
Keduanya terdiam sesaat. Kyuhyun masih saja mencuri pandang ke Sungmin. Kyuhyun tak tahu harus memulai dimana lagi. Kyuhyun pun berusaha untuk mengakhiri keheningan itu.
"Bukannya kau tadi dengan temanmu? Dimana dia?" Tanya Kyuhyun.
"Tak tahu." jawab Sungmin singkat.
"Beritahu aku jalan rumahmu. Kau ingin aku antar kemana?"
"Apartment. Di apartment JOY di daerah Apgujeong." Kata Sungmin
"Arraseo." kata Kyuhyun singkat.
Keheningan kembali terjadi. Keheningan itu membuat Sungmin mengantuk. Sungmin mencoba untuk menahan kantuknya. Sedangkan Kyuhyun masih saja dengan setia memperhatikan Sungmin. Lama kelamaan mata Sungmin mulai terpejam. Goyang-goyang(?) di jalanan membuat kepala Sungmin hampir terantuk di kursi depannya jika saja Kyuhyun tak sigap menahannya. Untung saja Kyuhyun yang saat itu melihat Sungmin tertidur dengan cepat menahan badan Sungmin. Kyuhyun pun menidurkan Sungmin dipangkuannya sambil mengelus-elus rambut hitam legan dan halus itu.
Tangan Kyuhyun mengangkat poni Sungmin. Jari-jamarinya meraba pelan luka yang ada pada kepala Sungmin. Hal itu membuat Sungmin mendesah kesakitan dan menggeliat perlahan di pangkuan Kyuhyun. Kyuhyun sungguh menyesal dengan apa yang terjadi dengan namja yang saat ini tertidur di pangkuannya. Dia mungkin saja sakit hati dengan namja imut ini. Namun, tetap saja rasa simpatinya lebih besar dibandingkan dirinya yang tersinggung akan perkataan pemuda itu.
"Mianhae. Jeongmal mianhae." Kyuhyun mengucapkan kata maaf meskipun dia tahu Sungmin tidak mendengarkan permintaan maafnya.
―――――――――――――――――――――――――――
"Tuan Muda Cho, kita telah sampai di Apartment JOY." Kata salah seorang bodyguardnya.
"Sstt.. Jangan terlalu ribut. Sekarang kalian pulang saja. Dan aku yang akan mengangkatnya. Biarkan saja dia tidur." kata Kyuhyun pelan.
"Tapi Tuan Besar Cho akan memarahi kami Tuan." kata mereka takut.
"Aniyo. Aku akan bicara pada appa ku."
"Tapi Tuan..." perkataan bodyguard Kyuhyun berhenti saat melihat tatapan tajam dari Tuan Mudanya.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Kyuhyun segera keluar dan mengangkat badan Sungmin ala bridal style. Namun sebelumnya ia merogoh kunci ―yang bisa dipastikan adalah kunci apartment Sungmin― di kantongnya.
Dia membuka pintu itu dan berjalan perlahan. Dia agak kesusahan mencari lampu sehingga dia berjalan mencari sofa ―untuk menaruh(?) Sungmin―. Kyuhyun mencoba berjalan perlahan di kegelepan ―takut kalau sedikitpun suara akan membangunkan Sungmin―. Setelah menidurkan Sungmin di benda yang Kyuhyun rasa adalah sofa, Kyuhyun mulai berjalan di kegelapan. Namun,
BUGH!
"AWWW!" jerit Kyuhyun tertahan. Dia mengusap-usap kakinya yang tadi tampaknya menabrak sesuatu. Sambil tertatih-tatih dia melangkahkan kakinya kembali sambil meraba-raba dinding mencari saklar lampu.
CTEK!
Mata Kyuhyun terbelalak melihat pemandangan yang tepat berada didepannya. Seorang namja imut melihat tajam kearahnya. Sambil melipat kedua tangannya didada.
"WAAA! Ah! Kau mengangetkanku."
Sedikit mendongakkan kepalanya, Mata kelincinya itu menatap kearah Kyuhyun seolah berkata padanya ―Apa yang kau lakukan malam malam dirumahku, bodoh? ― Kyuhyun menghela napas perlahan.
"Arra arra. Aku mau menginap disini Lee Sungmin."
"MWO? ANIYO! Kau pikir rumahku ini hotel?!" tolak Sungmin.
"Apartment. Di apartment JOY di daerah Apgujeong." kata Kyuhyun menirukan perkataan Sungmin ―pada saat dimobil―.
"Maksud ku, Kau pikir apartment ku ini hotel, pabbo?!" ulang Sungmin.
"Ya Ampun Lee Sungmin. Ini adalah apartment. Untuk menginap juga bukan? Hahaha Lee Sungmin, kini lihat siapa yang PABBO. Cho Kyuhyun atau Lee Sungmin" kata Kyuhyun penuh penekanan di kata 'PABBO'. Kyuhyun tak menghiraukan tatapan tajam yang dilemparkan Sungmin untuknya. Baru saja ia akan melangkahkan kakinya menuju kamar yang tertera nama LEE SUNGMIN ―Tentu saja kamar Sungmin―, Sungmin sudah menarik bajunya.
"YA! Mau kemana kau Cho Kyuhyun? Pintu keluar ada di sebelah sana." Kata Sungmin. Namun Kyuhyun hanya melepaskan tangan Sungmin dari bajunya dan terus berjalan menuju kamar Sungmin.
"YA BERHENTI SIALAN!" Bentak Sungmin. Namun Kyuhyun telah membuka pintu kamar yang sedari tadi membuatnya penasaran.
"Woah! Apa ini? Pink. Pink. Dan Pink! Kenapa serba pink? Dan... Waw! Kukira kau orang yang rapi dan terawat Lee Sungmin. Ternyata kamarmu berantakan sekali. Bahkan kamarku selalu bersih. Well― walaupun dibersihkan oleh pelayan-pelayan wanita dirumahku sih. Tapi setidaknya kamarmu benar-benar seperti terserang badai" Oceh Kyuhyun melihat pakaian-pakaian Sungmin yang sangat berantakan. Dia mengambil salah satu pakaian yang membuatnya penasaran.
"CHO KYUHYUN! KELU..." Perkataan Sungmin terhenti melihat Kyuhyun mengambil salah satu pakaiannya.
BUGH!
"AWWW! APPO LEE SUNGMIN!" Jerit Kyuhyun kesakitan sambil memegang kepalanya yang baru saja ditimpuk oleh Sungmin menggunakan bantalnya.
"Sedang apa kau dengan boxerku heh?! Apa kau tidak punya boxer sedikitpun sehingga kau mengambil boxerku? Tak kusangka anak seorang pengusaha ternama adalah pencuri boxer."
"Ini boxermu? Woah Daebak! Ternyata kau benar-benar pink addict! Boxermu saja berwarna pink. Ckckck. Aku tidak mencuri boxer. Lagipula boxerku lebih banyak dari boxermu. Dan lagipula ukuran kita tidak sama." Kata Kyuhyun ambil melihat-lihat kamar Sungmin.
"Cih! Sombong sekali kau Cho Kyuhyun." Kata Sungmin.
"Min, aku lapar." Kata Kyuhyun.
"Min? Darimana kau tau panggilan itu? Kau bertemu Eunhyuk?" Tanya Sungmin tanpa menghiraukan perkataan Kyuhyun. Setahunya, hanya Eunhyuk yang memanggilnya 'Min'.
"Ani. Aku hanya asal menebak saja." Jawab Kyuhyun.
'Aneh sekali manusia didepanku ini.' Kata Sungmin dalam hati.
"Apakah kau tak punya makanan? Aku lapar." Kata Kyuhyun
"Ani. Kau tak akan makan disini. Kau akan makan dirumahmu. Sekarang cepat keluar dari apartment ku. Kuyakin bodyguard mu ada diluar sedang menunggu Tuan Muda nya" Usir Sungmin.
"Bodyguardku sudah pulang." Kata Kyuhyun singkat.
"Mereka akan kembali bukan? Maksudku, kau tidak menginap disini kan?" Tanya Sungmin ketakutan ―takut jika Kyuhyun benar-benar akan menginap di apartmentnya―.
"Ne, mereka kembali." Kata Kyuhyun.
"Syukurlah." Kata Sungmin.
"Eh? Syukur kenapa? Mereka kembali pada saat besok pagi." Kata Kyuhyun santai.
"MWO?! Jadi kau akan menginap disini?"
"Ne, of course Lee Sungmin."
"ANDWAE!" tolak Sungmin mentah-mentah.
"Aish! Ribut sekali kau. Min, aku lapar."
"Terus? Tidak ada masakan siap saji disini."
"Masakan sesuatu untukku. Apa saja."
"Eh?! Hahaha Lucu sekali kau Cho Kyuhyun. Kau pikir aku koki yang ada dirumahmu begitu?"
"Min, ayolah."
"Masak saja sendiri."
"Aku.. Aku tidak bisa masak Min."
"Heh? Cho! Itu bukan urusanku. Lagipula bukan aku yang makan. Sudahlah, aku mau mandi dulu."
"EH?! ANDWAE MING!"
"Apa-apaan kau merubah seenaknya nama orang? Ming? Apapula itu." Ledek Sungmin. Dia mulai berjalan menuju kamar mandinya.
Sungmin keluar menggunakan bathrobenya dan dengan rambut yang basah. Saat dia keluar, dia melihat Kyuhyun tengah memegang perutnya sambil tiduran di kasur Sungmin. Bahkan Kyuhyun tidur diatas tumpukan baju itu. Ingin sekali Sungmin mengubur anak bermarga Cho itu.
"Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun? Turun sekarang juga!"
"Ming, aku sangat lapar."
"And? Kau mau apa heh? Menyuruhku masak begitu?"
"For your information Ming. Aku bahkan pernah tanpa sengaja membakar dapurku saat aku kelaparan di tengah malam. Apa kau ingin hal itu terjadi padamu Lee Sungmin? Ayolah.." kata Kyuhyun memelas. Kyuhyun benar-benar seakan mau mati. Di Cafe saja, dia tidak sempat makan. Dia bahkan merelakan imagenya turun dihadapan Sungmin hanya untuk sepiring makanan.
"Aish! Arraseo. Tunggu aku memakai piyamaku dulu." kata Sungmin. Namun, Kyuhyun tidak juga beranjak dari ranjang Sungmin.
"Keluar Cho Kyuhyun! Apa kau tidak dengar bahwa aku ingin memakai piyama?!"
"Pakai saja. Aku benar-benar lemas walau hanya untuk duduk Ming."
"Kau benar-benar menyebalkan Cho!" Sungmin menarik paksa Kyuhyun hingga membuatnya terpaksa duduk dan Sungmin masih saja menariknya keluar dari kamarnya. Namun, tenaga Kyuhyun entah kenapa lebih kuat daripada Sungmin. Mungkin karena luka badannya tidak terlalu parah dibandingkan Sungmin yang memang sangat disakiti oleh para fans Kyuhyun.
"Ya Cho Kyuhyun! Keluar!"
"Ming, aku benar-benar lemas. Begini saja, aku akan menutup mataku dan kau berganti." tawar Kyuhyun.
"MWO? ANDWAE! Kau akan membuka matamu mengintipku kan? Dasar mesum!"
"Aniyo. Pokoknya aku takkan keluar kalau kau tak memasakkan makanan untukku." kata Kyuhyun kini menutup matanya dengan bantal.
"Aish! Jangan mengintip Cho! Atau kau akan kubunuh!" ancam Sungmin.
"Aniyo! Palli! Aku sudah lapar!" teriak Kyuhyun masih menutup mukanya dengan bantal.
Akhirnya Sungmin memakai piyamanya dengan was-was. Takut Cho mesum itu membuka matanya. Well, ternyata Kyuhyun benar-benar mesum. Tentu saja. Lihat saja dia telah melihat tanpa kedip kearah punggung putih itu. Untung saja Sungmin yang masih belum sadar itu telah memakai celananya. Kyuhyun benar-benar melihatnya inci demi inci punggung itu. Sampai akhirnya Kyuhyun melihat memar yang sangat kelihatan di punggung bagian atas Sungmin. Memar yang di ciptakan oleh fans Kyuhyun tentu saja. Kyuhyun merasa kasihan dengan Sungmin. Perasaan bersalah kini kembali menyelimutinya. Kyuhyun kembali menutup mukanya dengan bantal saat Sungmin nampak sudah habis memakai pakaiannya.
"Kyuhyun, kajja! Palli!" kata Sungmin sambil menarik tangan Kyuhyun. Mereka berdua pun beranjak ke dapur.
―――――――――――――――――――――――――――
Kyuhyun P.O.V
Aku duduk di meja makan di dapur apartment yang lumayan simpel ini. Aku mengedarkan pandanganku kesegala sudut ruangan berwarna biru ini. Sampai akhirnya mataku terhenti di sebuah apron berwarna pink yang tergantung di samping lemari dapur. Lee Sungmin. Kau benar-benar pink addict yang hebat.
"Kau ingin makan apa?" tanyanya.
"Apa kau bisa membuatkan ku steak?" tanya ku dengan muka polos yang ditanggapi Sungmin dengan sebuah pukulan telak di kepalaku.
"Aish apa-apaan kau Lee Sungmin? Sepertinya kau sangat kagum dengan kepalaku sehingga tanganmu dari tadi MENCIUMnya." Kata ku sambil menekankan kata 'Mencium'.
"Apapun itu, aku tidak punya makanan hotel disini Cho. Dan aku juga hanya gemas dengan otakmu yang pas-pasan itu."
"MWO?! For your information Lee Sungmin. Aku tidak sebodoh yang kau kira. Aku bahkan berulang kali juara 1 disekolahku atau di lomba-lomba yang pernah aku ikuti. Jangan menganggapku remeh Sungmin bocah!"
"YA! Dimana sopan santunmu Cho Kyuhyun! Kudengar kau masih junior di kuliah mu. Dan untuk informasi, aku adalah senior di kuliahku. Dan apapula yang kau bicarakan tentang lomba? Kau benar-benar merusak moodku." desisnya.
"Waw! Aku tak tau kalau kau begitu mengetahui apapun tentangku. Bahkan kau tau aku junior di kuliahku. Ckckck. Lee Sungmin. Kau adalah fans seorang Cho Kyuhyun ternyata." ledekku dengan senyum istimewa ―senyum evil tentu saja―.
"Mwo?! Ya! Aku hanya mendengarnya dari salah satu fansmu yang tanpa sengaja duduk disebelahku dan Eunhyuk. Aku bahkan tidak mengenalmu Tuan. Aish! Aku tidak akan membuatkanmu makanan! Masak saja sendiri!"
"Yah, kenapa begitu? Mianhae... Kalau begitu buatkan aku apa saja yang bisa kau buat." kataku mengalah. Sedangkan Sungmin hanya tersenyum penuh kemenangan. Cih, Lee Sungmin. Kau lucu sekali.
Aku mengambil apron pink yang tidak di gunakan oleh tuannya. Aku menyerahkan apron itu tepat didepan mukanya. Dia hanya memandang ku dengan tatapan bertanya.
"Pakailah. Aku suka sekali melihat mu memakai barang berwarna pink." aku menunjuk piyamanya yang berwarna pink. Hey! Dia menurutiku ternyata. Dia memakai apron itu dan aku membantunya mengikat apron pink itu. Aku membalikkan badannya sehingga aku dengannya berhadapan. Aku mengangkat dagunya agar aku bisa melihat wajahnya yang indah itu.
"Uri Minnie, Neomu yeppeo! Kyeopta Ming-ah." kataku dengan semangat.
"Eh? Umm.." Dia mengerjapkan matanya sebelum akhirnya rona merah melingkupi seluruh pipinya yang chubby itu. Aku tersenyum melihat Sungmin yang ―dengan pipi merona merah― tambah manis dimataku.
"Kau suka sekali merubah namaku." Dia merenggut imut(?).
"Well, teman-temanmu memanggil mu Min bukan? Aku akan memanggilmu Ming atau mungkin akan terus bertambah. Because I'm a special 'friend' that you have Lee Sungmin."
"What a special?! You are now just a guy that really pity in my eyes. Cih! Disini kau bahkan mengemis makan. Apa yang akan dikatakan fans-fansmu jika mendengar berita tentang itu? Ckckck.."
"Aku tidak akan kehilangan fansku. Karena aku adalah orang yang susah untuk ditinggalkan dan dibenci." kataku dengan bangga.
"Cih! Kau benar-benar kepedean Cho Kyuhyun."
―――――――――――――――――――――――――――
Author P.O.V
"Makanan siap! Makanlah yang banyak." kata Sungmin setelah selesai menaruh makanan di meja makan. Well ―sejak kapan Lee Sungmin jadi manis begini? -_-
"Gomawo!" kata Kyuhyun langsung menyambar makanan didepannya. Dari tingkahnya saja bisa dipastikan kalau dia memang kelaparan.
"Bagaimana? Enak kah?" tanya Sungmin.
"Neomu massita Minnie-ya!" puji Kyuhyun sambil tersenyum. Segera dia habiskan masakan 'spesial' Lee Sungmin itu. Kyuhyun menompang dagunya dan menatap kearah Sungmin yang sedang bergelut dengan cuciannya.
"Kau tidur di lantai dan aku tidur di kasur." Kata Sungmin sambil mencuci piring di westafel dapurnya. Perkataan tersebut sukses membuat Kyuhyun yang sedang menompang dagunya itu langsung terbelalak kaget.
"MWO?! Kalau aku sakit bagaimana Minnie-ya? Appaku akan sangat khawatir denganku. Aku tidak tahan dingin Minnie. Jebal Minnie-ya." Kyuhyun memelas di samping Sungmin yang masih saja sibuk dengan kerjaannya tanpa melihat kearah Kyuhyun.
"Kalau begitu pulang lah sekarang. Dirumahmu banyak kasur empuk yang menantimu." Kata Sungmin cuek.
"Keunde.. Aku tidak mau pulang. Aku ingin disini." Kata Kyuhyun pelan namun masih dapat di dengar oleh telinga Sungmin. Sungmin yang tadinya bergelut(?) di westafel itu segera mematikan airnya dan memandang Kyuhyun.
"Cho. Apa. Yang. Kau. Inginkan. Dari. Diriku. Hah?!" Kata Sungmin penuh penekanan. Sungmin sedikit heran dengan Kyuhyun yang bersikukuh ingin menginap diapartmentnya.
"Aku tidak menginginkan apapun dari mu Lee Sungmin. Aku.. Aku.. Hanya ingin menemanimu." kata Kyuhyun.
"Apakah kau tak sadar kalau kau ada lah segala alasan mengapa semua kesialan ini terjadi padaku eoh?" Tanya Sungmin sambil menatap Kyuhyun tajam.
"Mianhae. Well, itu tidak sepenuhnya salahku kau tahu? Fans-fans ku memang begitu. Tolong maklumi mereka Minnie-ya. Dan juga, aku tidak tahan dingin kau tahu?" Kata Kyuhyun memelas (lagi).
"Cih! Kau adalah tamu disini Cho. Kau harus tahu diri sekali-sekali." Kata Sungmin sambil kembali mencuci. Namun Kyuhyun tak menanggapi perkataan Sungmin. Kyuhyun masih saja memasang tampang memelas di wajahnya.
Sungmin menghela napas perlahan sebelum melanjutkan "Arraseo. Kalau saja tidak mengingat kau adalah artis dengan fans yang lumayan banyak, aku takkan memberikanmu kesempatan untuk 'mencicipi' kasurku yang empuk itu."
"Jinjja? Kau mengijinkanku? Aigo-ya! Gumawo Minnieopta." Kata pemuda tampan itu gembira.
"Minnieopta? Cho, berhenti membuat nama panggilan untukku. Kau bahkan tidak dekat denganku." Kata Sungmin seraya memutar bola matanya malas.
"Suatu saat nanti." Kata Kyuhyun pelan.
"Apa maksudmu Cho? Suatu saat nanti? Maksudmu, suatu saat nanti kau akan menjadi pembantuku? Atau menjadi penja―"
"Suatu saat nanti.. Suatu saat nanti, mungkin aku bukan orang yang dekat denganmu. Tapi aku akan menjadi orang terdekat denganmu dan yang PALING DEKAT denganmu Lee Sungmin." Kata Kyuhyun tersenyum. Oh, senyum tulus menurutku.
Perkataan singkat dari seorang Cho Kyuhyun berhasil membuat mereka berdua tenggelam dalam keheningan. Kyuhyun masih tetap tidak berniat untuk berpindah pandangan. Dia masih saja menatap Sungmin yang kelihatan salah tingkah. Itu hanya pendapatku saja. Tapi semua orang―Bahkan jika hewan bisa bicara― pasti berpendapat kalau namja cantik itu salah tingkah. Lihatlah semburat kemerahan yang terdapat dipipi mulusnya itu.
"Cih. Orang-orang yang mengenalku akan langsung menjauhiku. Kau harus tahu itu Kyuhyun-ssi."
"Kalau begitu aku akan menjadi orang yang akan selalu ada untukmu Lee Sungmin."
"Orang terdekatku hanya Eunhyuk. Aku pikir mungkin Eunhyuk orang nomor satu yang ada dihatiku sekarang."
"Kau.. Kau menyukai Eunhyuk itu?" Tanya Kyuhyun dengan nafas yang tertahan. Dia terlihat seakan-akan menahan sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya.
"Kau bodoh ya? Karena aku tidak punya orang spesial dihatiku. Jadi, Eunhyuk kujadikan orang nomor satu dihatiku. Eunhyuk sudah menjadi sahabat sejak aku masih kecil. Tidak heran jika menurutku tidak ada yang bisa menggantikan tempat Eunhyuk di hat―"
"Kalau begitu, aku adalah orang pertama dan satu-satunya orang yang akan menjadi nomor satu dihatimu. Aku akan menggantikan Eunhyuk. Aku adalah orang yang spesial dihatimu. Cantumkan baik-baik di kepalamu. Ku ulangi sekali lagi, AKU ADALAH ORANG PERTAMA DAN SATU-SATUNYA ORANG YANG AKAN MENJADI ORANG TERISTIMEWA YANG PERNAH KAU TEMUI." Terdengar sedikit ngotot memang.
Setelah mengatakan itu, Kyuhyun langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung memasuki kamar Sungmin. Meninggalkan Sungmin yang sibuk berdialog ria dengan otaknya. Beribu-ribu pertanyaan terdapat dikepalanya. Beribu-ribu pertanyaan yang sama. 'Ada apa dengan Kyuhyun? Perasaan tadi dia baik-baik saja.' Tanya Sungmin dalam hati. Sungmin mengacuhkannya dan kembali bekerja.
TBC?
(a/n: Silahkan beritahu typo dimana ya. Soalnya saya tidak pernah membaca/ memeriksa kembali ceritanya. Saya pengen muntah baca epep sendiri -_- Tapi yang chapter 1 itu lebih parah lagi rasanya typonya -_-
Aish, chapter 1 tapi hancur -.- Aku berusaha ngedit ampe nih mata pengen ngeluarin cairan2(?). Makasih ya buat yang kemaren ngoreksi tentang typo :D
Thanks for all comment. Oh iya ini judulnya Artist. Tapi pas dulu buat nih FF judulnya An Artist in my heart. Kemaren typo gila -_-)
Mind to review/koment? ^^~
