Sakura POV

"Sakuraa ..habiskan sarapanmu.." teriak wanita yang sudah berumur kepala empat namun masih terlihat muda dan cantik. Yah, Haruno Mebuki adalah ibuku.

"Ah maaf bu hari ini aku terlambat"

"Baiklah, hati-hati yah sayang"

"Iya bu, ittekimasu ."

Aku berlari tergesa-gesa karena hari ini aku terlambat kesekolah, waktu sudah menunjukkan pukul 06:35 dan tinggal 25 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup. Ini semua gara-gara aku semalam bergadang menonton drama korea. Yah aku sangat menyukai mereka hingga berlarut-larut malam tak terasa karena keasyikan menonton.

Ah sial, belum lagi menunggu bus perlu beberapa menit, belum diperjalanan kira-kira menghabiskan waktu 15menit itu juga kalau tidak macet. Ya ampun bagaimana ini, tubuhku tak berhenti-henti bergerak , aku gelisah aku takut dihukum disekolah padahal ini hari kedua aku bersekolah disana.

Beberapa menit kemudian aku sampai disekolah namun kesialan mungkin selalu menghampiriku, disana gerbang sudah ditutup oleh pak Izumo.

"Maaf pak aku tadi dijalan sangat macet jadi aku sedikit terlambat" aku memohon pada penjaga gerbang itu dibalik pagar besar yang menjulang tinggi.

"Sedikit katamu? Kau terlambat 10 menit nona. Maaf anda tidak dizinkan masuk".Ujar pria berjanggut tipis itu sambil mengunci gerbang.

"Ayolah kumohon aku baru bersekolah disini, aku tidak ingin beasiswaku dicabut karena hal ini. kumohon " Tak hentinya aku merengek, memohon membukakan gerbang itu. Aku sungguh terkejut terlambat 10menit saja itu sangat lama katanya. Wah sungguh hebat sekolah ini, mereka sangat disiplin waktu.

"Apalagi kau murid baru disekolah ini. Baru beberapa hari disini kau sudah melanggar peraturan kami"

"Lalu, apa yang harus lakukan?"

"Kau pulang saja ke rumahmu biar aku laporkan kegurumu kalau kau datang terlambat"

"tapi-" namun tiba-tiba ada seseorang yang memotong pembicaraanku. Dia seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan pakaian yang sangat rapih, saat kutengok kebelakang ada mobil mewah yang terparkir dibelakangku, sejak kapan? Lalu ku lihat kembali orang itu, tapi sayang wajahnya tak jelas ia memakai kacamata hitam. Dilihat dari gayanya saja yang terlihat glamour, mungkin dia salah satu keluarga murid disini. Lalu ia berbicara pada penjaga itu

"Buka saja gerbangnya"

"Maaf tuan , tapi dia sudah datang terlambat" ucap penjaga tersebut

"Saya bilang buka gerbangnya" ia memperlihatkan secarik kertas dan nampaknya itu adalah Card Name miliknya. Dan aku sangat terkejut, pak Izumo segera membuka gerbangnya.

"Hah? Siapa dia sebenarnya?" aku hanya bertanya-tanya pada diriku semdiri, siapa pria itu.

"Ah maaf tuan silahkan masuk. Maaf membuat anda menunggu" lalu ia mempersilahkan masuk dan saat ia berjalan kearahku penjaga gerbang itu sedikit berbisik kepadaku. "Hari ini kau beruntung nona pinky"

"hihi terimakasih pak Izumo." Aku berlari-lari kecil, eh tunggu pria itu. Aku lupa dia kan yang sudah menolongku. Aku berniat mengucapkan terimakasih padanya.

"a-ano .. terimakasih sudah membantuku" aku membukuk padanya, lalu ia terdiam saat mau memasuki mobilnya dan keluar kembali. Pria itu kini menghampiriku dan membuka kacamatanya. Ahh ... tampannyaaa …

"Tidak usah berterimakasih nona pinky, anggap saja ini sebuah perkenalan" lalu pria itu kembali memasuki mobilnya dan berlalu menuju sekolah. Pinky katanya?Laki-laki yang aneh, ah sudahlah lupakan. Ah tidak aku lupa kalau aku sedang terlambat hari ini. Aku hanya menepuk jidat lebarku ini, buru-buru berlari menuju letak kelasku berada dilantai 3 jadi ini sedikit lama membutuhkan tenaga ekstra untuk menaiki tangga satu per satu. Aku berlari-lari dan akhirnya sampai ditujuan. Perlahan kubuka kenop pintu itu, jantungku berdetak begitu cepat.

"Mau apa kau datang kesini?" ujar pria berjanggut lebat yang hobinya menghisap rokok, aku tahu dia marah padaku karena ini sudah diluar batas.

"M-maafkanaku sensei ak-"

"Berdiri diluar!" BLAMM ..

Pintu tak berdosa itu pun di tutup dengan sangat tawaan menggelegar didalam kelas, dan aku sangat yakin mereka sekarang sedang menertawakan aku. Juga Sasuke dia..dia pasti sangat... argghhh ...

Aku menundukan wajahku, saat ini aku sangat malu untuk berdiri ditempat ini. Rasanya tak pantas murid macam aku bersekolah disini. Gadis macam apakah aku?ini hanya sebuah keberuntungan. Itu pun aku tak pantas mendapatkannya. Ah aku sangat menyesal.

Sakura End POV

"Ahhh dimana aku sekarang" ucap wanita Pinky itu terbangun dari tidur lelapnya.

"Siall aku baru sadar kalau aku sedang dihukum, kenapa aku malah tertidur disini?"

Sakura hanya meruntuki dirinya sendiri, kini ia tengah duduk bersandar diteras koridor tepatnya didepan kelasnya. Ia hanya duduk terdiam, melamun, berkedip-kedip, diam, melamun dan begitu seterusnya.

"Ini bukan hotel, ini sekolahan. Kalau kau kesini hanya untuk tidur lebih baik pulang saja"

Sakura hanya mengucek-ngucek matanya itu yang masih setengah sadar karena ia tertidur sepanjang hukuman Asuma sensei

'benar aku disini hanya pengacau, tidak berarti apa-apa. Sebaiknya aku pergi saja. Eh tunggu suara itu..diaa'

"Sasuke-kun?Sejak kapan kau ada disini? Apa kau dihukum juga?" ucapnya gugup karena ia tengah berhadapan pria pujaannya itu.

"Tch. Bodoh" dia hanya mendecih kesal. "Mana mungkin orang jenius sepertiku dihukum" seraya berkata seperti itu ia pergi meninggalkan Sakura.

"Eh tunggu Sasuke-kun kau mau kemana"

Sakura mengejar Sasuke yang berjalan lebih dulu darinya namun ia terlalu jauh dan entah mau kemana. Langkah Sakura terhenti saat melewati ruang kepala sekolah, ia tak sengaja mendengar pembicaraan diruang itu.

"Cepat segera pergi dari sini sebelum Sasuke melihatmu"

"Kumohon beri aku kesempatan untuk bertemu dengannya kali ini saja"

"Sudah aku katakan kau pergi dari sini sebelum aku bertindak lebih padamu"

"Sampai kapan ayah akan seperti ini padaku?"

"Diam kau…."

Pembicaraan samar-samar itu tak terdengar lagi, Sakura yang merasa kebingungan atas apa yang didengar olehnya, Sakura mengernyitkan dahinya.

"Apa yang sebenarnya terjadi didalam sana" Sakura yang sedari tadi menguping didepan pintu dikejutkan oleh seseorang yang mengagetkannya.

"Sedang apa kau disana? Bukankah aku sedang menghukummu?" ujar Asuma sensei, sepertinya ia sudah selesai mengajar.

"A-aku, anoo a-aku sedang-"

"Cepat kembali kekelasmu, lain kali kau jangan terlambat lagi saat pelajaranku berlangsung"

"B-baik sensei , aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi". Sakura berlari-lari kecil menuju kelasnya. Ia Nampak senang karena bisa mengikuti pelajaran. Rasa penasaran yang begitu besar menyelimuti Sakura tentang pembicaraan diruangan saja ini pasti ada kaitannya dengan Sasuke, karena seseorang disana menyebut nama Sasuke.

Saat berbalik lagi ke ruangan itu Sakura melihat seseorang keluar. Yah, laki-laki tadi yang telah menolong Sakura. Sakura semakin penasaran dengan sosok laki-laki itu.

Selang beberapa waktu Sasuke tiba dikelasnya, ia baru ingat kalau tadi Sakura sempat mengejar Sasuke.

"Darimana saja kau?" Tanya Sakura.

"Begitu pentingkah aku menjawab pertanyaanmu?"

"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu"

Sasuke tidak menggubris perkataan Sakura, ia langsung pergi menuju bangkunya. Yah betapa dinginnya orang itu. Namun hati Sakura tetap teguh ia akan terus berusaha mendapat perhatian Sasuke.

Sasuke POV

Si Pinky itu, kenapa dia sangat menyebalkan banyak wanita yang menyukaiku namun tidak seperti dia. Apakah ini pertanda buruk bagiku?

"Sasuke kun aku bawakan makanan ini untukmu"

"Sasuke kun biar aku bersihkan sepatumu yang kotor itu"

"Sasuke kun kau mau kemana?Boleh aku ikut?"

"Tunggu Sasuke kun aku mau bertanya sesuatu padamu"

"Sasuke kun Syal ini sangat cocok untukmu, aku yang buatnya loh"

Kepalaku hampir pecah semenjak wanita itu hadir dikehidupanku. Setiap aku melakukan sesuatu, dia selalu menguntitku kemana-mana. Maunya apa sih dia? Aku tahu dia menyukaiku, dia ingin aku memperhatikannya. Namun itu tidak dalam mimpimu, aku tak suka dengan wanita seperti dia. Merepotkan

"Sasuke kun, kau mau kemana? Ini aku bawakan jus tomat kesukaanmu". Dia menghampiriku.

"…."

"Sasuke kun?"

"….."

"Sasu-"

"Cukup sudaaahh!Sampai kapan kau terus mengikutiku, hah? Aku sangat gerah jika kau didekatku"

"T-tapi aku hanya ingin.. k-kau ada didekatku" ia mengencangkan genggaman tangannya yang membawa botol jus tomat itu. Bahkan aku tidak habis fikir, dari mana dia tahu kalau aku suka jus tomat.

"Hanya itu? Dasar wanita jelek, aku membencimu!"

"A-aku menyukaimu Sasuke" ucap wanita pinky itu dengan sedikit menaikan suara bicaranya

"Hahahahahaha…." Tawaan seisi kelas menggema. Aku hanya memalingkan mukaku dan pergi meninggalkan gadis itu.

Saat aku melewati lapangan sekolah yang dipenuhi anak-anak yang sedang berkumpul dan melakukan aktifitas lain, tak ku sangka gadis itu terus mengikutiku, bahkan setelah aku membentaknya, apakah dia belum jera?

"Sasuke kun tungg …. aahhhh" Sakura berlari dan terjatuh.

Byaarrrrrrrrr ..tumpahan air merah itu tepat mengenai muka dan bajuku. Bajuku kotor dan beraroma tomat.

Oke good jobs dia berhasil mempermalukanku. Semua anak-anak disana menertawaiku, sungguh dalam seumur hidupku aku baru pertama kali dipermalukan seperti ini.

"kau puas?"

"m-maaf Sasuke kun aku tidak sengaja biar aku bersihkan bajumu" ia menghampiriku dan memaksaku untuk membuka bajuku didepan umum? Apa dia masih waras? Gadis ini memang sudah gila.

"Hey lepaskan tanganmu dariku, kau mau apa?"

"Hahahahaha Sasukee kau seperti tomat yang baru dipetik…"

"Hahahaha …. "

itulah ucapan yang terlontar dari orang-orang disekitarku.

"Hey lepaskan dia !"

Ah sial, kenapa dia kesini?

Sasuke end POV

Wanita berambut merah padam itu menghampiri sumber kerumunan anak-anak perlahan berkurang, bepergian karena wanitu itu datang.

"Kubilang lepaskan Sasuke"

"S-siapa kau" ucap Sakura sambil menatap wanita berkacamata itu

"Sasuke, siapa dia?" Tunjuk Wanita kacamata itu dengan nada yang angkuh.

"Dia hanya pengganggu. Sudahlah kau boleh pergi aku harus membersihkan diriku" Sasuke pergi meninggalkan lapangan itu dan pergi menuju toilet.

Wanita itu yang diketahui bernama Karin, kini ia tengah menatap gadis yang dimaksud Sasuke pengganggu itu. Dengan tatapan sinisnya membuat Sakura tertunduk malu.

"Semuanya bubar bubar" wanita itu berlalu pergi memasuki kelasnya tanpa berkata apapun pada Sakura.

Sakura masih terdiam ditengah lapangan dengan wajah yang sulit ditebak. Ia mengambil botol minuman yang sekarang tidak menyisakan setetes pun jus tomat. Lapangan itu kini berceceran merah akibat ulahnya.

"Padahal aku susah payah membuat ini. Kukira dia akan senang, huft .."

"Sakura Chaan … Sakuraaa" Teriakan itu menyadarkan Sakura dari lamunannya dan ia memalingkan mukanya.

"Naruto-kun?"

"Kau sedang apa disini, hey kenapa ini sangat berantakan"

"Ah ini yah, aku sedikit ceroboh, hehe" Sakura berusaha tersenyum didepan pria ceria itu.

"Kau ini selalu saja merepotkan. Ayo kita kekelas kau tidak mau dihukum Asuma sensei lagi kan. Heehe" Ujar laki-laki jabrik itu sambil mengeluarkan cengiran 5centi nya.

Sakura POV

Saat aku dan Naruto menuju kelas, aku berpapasan dengan wanita berkacamata tadi, aku memalingkan mukaku karena malu. Dan lagi saat aku berusaha bersembunyi dibalik punggung Naruto, dia malah mencegah kami lewat. Ah sial mau apa lagi wanita itu.

"Dia temanmu, Nii-san?"

'fiuhhh kupikir dia mau menegurku lagi. Tunggu , Nii san katanya'

"Yah, dia teman baruku. Apa kau sudah bertemu dengannya, Karin-chan?"

"Hmnn" ucapnya dengan nada yang sinis. Hih aku tak menyukainya !

"Wah bagus kalau begitu, yasudah kami ke kelas dulu ya"

Tanpa menjawab pertanyaan Naruto, dia langsung pergi. Apa-apaan sikap itu?

"Apa dia saudaramu, Naruto?"

"Ya, dia adiku. Kami berdua bersaudara tapi tak mirip yah , dia itu mirip dengan ibuku kalau aku mirip ayahku. Kami adik kakak yang lahir beda dua menit, betapa beruntungnya aku lahir lebih dulu, hahaha lucu yah" Ucap Naruto panjang lebar yang disertai tawaannya, hih dia ini berisik sekali !. Aku menjawabnya dengan satu kata "OH"

.

.

.

Normal mode

Sakura yang hidup dikeluraga yang sederhana, dibilang kaya tidak, dibilang miskin tidak. Namun semua itu tak berarti apa-apa dibanding keluarga. Sakura sangat bahagia memiliki keluarga saja, ia begitu menyayanginya.

Sepulang sekolah ia bekerja paruh waktu. Setiap hari sabtu dan minggu sampai malam disebuah restoran bergaya Prancis Le Chetaubriand. Ia bekerja disana sudah cukup lama, pekerjaannya itu bukan suatu hal yang pokok, Sakura masih ada ibunya yang menafkahi mereka. Namun menurut Sakura ia tak mau bergantung pada ibunya itu segaligus ayahnya karena orang tua Sakura telah bercerai jadi ia tinggal bersama ibunya.

"Bienvenue sur , Anda mau pesan apa tuan?". Sakura memberikan buku menu itu pada pelanggan

"Nona Pinky, kita bertemu lagi"

"Ah k-kau kakak gerbang sekolah?" Ucapnya dengan sedikit terkejut

"Apa-apaan dengan nama itu"

"Aku memanggil kakak dengan sebutan itu karena kakak sudah menolongku membukan gerbang waktu itu. Hihi" Sakura membuat senyuman yang dibuat semanis mungkin.

"Panggil aku Itachi saja"

"Ahh Itachi nii, salam kenal. Namaku Haruno Sakura" dia menjulurkan tangannya kepria itu. Dan pria itu segera menempelkan tangannya. 5 detik .. 10 detik ..

"Emmm bisa lepaskan tanganku, Kak"

"Ah maaf maaf " Itachi menggaruk kepalanya yang tak gatal itu. "Oh ya aku sampai lupa kalau kesini aku ingin makan sesuatu kenapa malah berkenalan dengan mu yah. Aku pesan ini" Itachi menunjuk salah satu menu makanan dibuku tersebut.

"Tunggu sebentar yah Kak"

"Hmm"

'Sakura ya, cantik'

Ahh satu laki-laki sudah tercuri hatinya oleh Sakura …

Lalu Sakura datang datang dengan membawa beberapa makanan dan meletakannya dimeja Itachi. "Selamat menikmati".

Saat Sakura hendak pergi, Itachi memanggil namanya. "Sakura, kenapa kau bekerja disini?"

"Ah soal itu ya, aku hanya senang saja dengan pekerjaan ini"

"Tapi ini kan malam tidak baik untuk gadis sepertimu"

"Aku tidak peduli karena aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku"

Ucapan Sakura seakan seperti pepatah untuk dirinya. Laki-laki berkuncir itu terdiam, sulit untuk ditebak.

"Kau jangan membuat mereka kecewa, Sakura"

"Hem"

"Sakuraaaa cepatlah kesini, antarkan pesanan ke meja nomor 3" teriak salah satu pelayan disana memanggil Sakura.

"Maaf kak aku harus bekerja dulu lain kali kita berbicara lagi ya"

"Yah .." Itachi memberikan senyuman termanisnya pada Sakura dan melanjutkan acara makan malamnya itu.

TBC

Tadinya gak niat mau munculin Karin , hahaha. #Plakk

Setiap Fic Mei, Itachi selalu muncul yah kyaaaaaa #pelukpelukItachi

Selanjutnya latar belakang keluarga Sasuke akan segera terungkap .. huahaha #Dorr

Jangan lupa klik ripiu oke

Jaa Nee di chap selanjutnya, muah muahh #dichidoriSasuke