YEIIIY! Ichinderella chapter 2 update choooii! *heboh ga karuan*
Makasih buat para author baik hati yang bersedia ngereview chapter sebelumnya yaa..
Semoga chapter kali ini juga dapat menghibur, walau saiaa sadari cerita kali ini kok rada aneh dan ga lucu -_-
Saatnya latihan, pembuatan kostum, dan lain-lain.
Penasaran sama nasib Ichigo yang terpaksa jadi Cinderella ? Cekidot.. and please dua-RR! Read and Review ^^
Disclaimer :
Bleach by Tite Kubo-sensei
.
.
ICHINDERELLA by Lenalee Shihoin
Character[s] : Ichigo Kurosaki dan kawan-kawan
Genre : Humor
::: Chapter 2 :::
Di kelas
"Aku… me-me-menyu-nyu... CUIIIIH!" Tatsuki menghentikan dialognya.
"Apaan sih, Tatsuki?" Ichigo kesal karna adegannya bakal diulang dari awal lagi.
"Aku ngga bisa mengatakan hal norak macam ini!" kata Tatsuki sambil melemparkan naskahnya ke lantai.
"Kau pikir aku suka apa!" Ichigo duduk lemas.
"Aku heran. Bisa-bisanya kau menerima tawaran Ochi-sensei, Ichigo. Kalau ingat sifatmu itu… yaa.. pokoknya diluar dugaan," kata Tatsuki duduk disamping Ichigo.
"Haaaah… ceritanya panjang, aku malas cerita."
Tiba-tiba Ichigo jadi mengingat saat nasib sial itu menimpanya.
FLASHBACK
"Bagaimana caranya, Ochi-sensei?"
"Ini! Nasibmu ada di dalam kotak ini, Kurosaki!" Ochi-sensei menyodorkan sebuah kotak pada Ichigo.
Ichigo menggoyangkan kotak tersebut dekat telinganya, berusaha mencari tau apa yang ada didalam kotak itu melalui bunyinya.
"Apa ini?"
"Undian!"
"Undian? Apa hubungannya dengan kenaikan kelas ? Jangan bilang kalau didalamnya ada kertas gulung bertuliskan 'maaf anda belum beruntung' atau mungkin 'selamat anda mendapt piring cantik' atau sejenisnya ya!"
"Kau banyak omong ya, Kurosaki! Di dalamnya ada undian drama yang bakal dipentaskan kelas kita pada festival budaya tahun ini," kata wali kelasnya itu menjelaskan sambil merebut kotak itu kembali.
"Lalu?" Ichigo masih belum mengerti maksud gurunya.
"Hadeeeh.. Masih belum paham? Kalau kau ingin naik kelas, mau ngga mau kau harus ikut berpartisipasi dalam drama kelas kita."
"Ooh.. baiklah. Kemarikan undiannya!"
"Eits, Wait a minute! Ingat ya, apapun peran yang akan kau dapatkan, harus kau perani setulus hati!"
"Iya, iya, memangnya kita ngadain drama apa?" tanya Ichigo sambil mengaduk-aduk isi kotak undian tersebut hingga akhirnya dia mengambil sebuah kertas gulungan dan membukanya sendiri.
"Cinde-RELLA !" teriaknya di akhir.
Firasatnya semakin buruk saat melihat Ochi-sensei memberinya selamat.
"Wah, Kurosaki, hebaaat.. Peran itu adalah peran yang paling ingin diperankan para gadis looh," puji Ochi-sensei.
"AKU LAKI-LAKI!" Ichigo merobek kertas ditangannya. Ya, benar. Bagi seorang laki-laki peran Cinderella bukanlah peran yang paling ingin dimainkan.
"Eh, iya, ya. Kalau begitu dramanya bakal seru nih. Fufufufu…"
"APANYA YANG SERU?"
"Aiiih, kurosaki, mukamu seram sekali! Tadi kau bilang 'akan melakukan apapun'?"
"Tapi bukan begitu juga'kaaaan! Ngga jadi saja!" kata Ichigo sambil berjalan keluar ruang guru itu.
"Blacklist : Ichigo Kurosaki, seorang laki-laki yang tidak bisa memegang kata-katanya," kata Ochi sensei sambil menulis apa yang dikatakannya disebuah buku berwarna hitam.
"Aku ngga peduli, sensei," Ichigo sadar Ochi-sensei sedang menulis hal buruk tentangnya.
"Dia TIDAK AKAN NAIK KELAS bila tidak ikut drama Cinderella ini," sambungnya lagi.
Ichigo menghentikan langkah kakinya. Dia baru sadar kalau memainkan drama inilah satu-satunya cara agar dia bisa naik kelas. Ichigo putar balik langkahnya.
"Ya, sudah, aku terima perannya!"
Ochi-sensei tersenyum puas mendengar.
"DEAL?"
"Haah.. mau ngga mau'kaaan..?" keluh Ichigo.
"Sebelum itu, kau dapat hukuman dari guru piket. Katanya kau terlambat, cepat selesaikan hukumanmu!"
END of FLASHBACK
Ichigo menghembuskan nafasnya panjang. Tatsuki menyodorkannya sekaleng minuman dingin pada Ichigo. Ichigo menyambutnya dan bilang terima kasih.
"Hey, coba kau lihat Ichigo, itu .. mereka bertiga.. hahaha!" kata Tatsuki sambil menunjuk ke arah tiga orang yang serius-seriusnya berlatih.
Ichigo mengalihkan perhatiannya pada orang yang ditunjuk Tatsuki.
"Ayo, anak-anakku yang ma-ma-mannis, kita harus tampil ca-ca-cantuuik untuk pes-pesta nan-nan-ti malaaam,aaga-ar.. ummm" Renji memainkan perannya sebagai ibu tiri dengan terbata-bata.
"RENJI! KENAPA JADI GAGAP! MAU NAMAMU AKU KASIH EMBEL-EMBEL GAGAP? RENJI 'GAGAP' HAH?" Rukia menghentikan dialog Renji lalu memukul kepala sahabatnya itu.
"Apaaaaan siiiiiiiiiiiih! Sakit tau! Terus ya, mending dipanggil 'RENJI GAGA' deh!" Renji melakukan perlawanan. (Gaga dari nama Lady Gaga =_=")
"Merek sarden?" tanya Orihime dan Rukia bersamaan.
DUKK!
Hati Renji jadi panas mendengar sang idolanya dibilang merek sarden, satu jitakan mendarat tepat dikepala Orihime dan Rukia dengan suksesnya.
"Ouuch! Dasar ibu tiri!" teriak Rukia sedangkan Orihime hanya mengusap-usap kepalanya.
"BWAHAHAHA!" Ichigo tertawa lepas melihat adegan trio ini.
Merasa sedang jadi bahan tertawaan, Renji sang ibu tiripun menghampiri Ichigo si Cinderella.
"Dasar, Cinderella kurang ajar! Apa yang sedang kau tertawakan, hah!"
"Kau lucu sekali Renji, bakatmu memang jadi pelawak ya? haha.."
"Cih! Cinderella … Ayo cepat cuci piring, bersihkan kamar lalu ruang tamu, dapur, ngepel, mm… ganti bunga di vas ruang tamu ya, sudah layu, oh iya, sekalian GANTI SAJA WAJAHMU itu, aku muak melihatnya..!" Renji murka lalu memerankan tokoh ibu tiri sambil menginjak-injak tubuh Ichigo yang saat itu masih duduk hingga Renji dengan mudah melakukan hal itu.
Ichigo yang tidak terima perlakuan Renji itu berdiri mengimbangi Renji.
"Aiih ibundaa … Kepala anda kok dari belakang kaya nanas merah ya.. potong rambut dimana tuh?" ejek Ichigo memerankan tokoh Cinderella dalam versinya sendiri.
"Dengar ya, nanas itu banyak vitaminnya!" si empunya kepala makin marah.
"Maksud ibunda, saya harus makan kepala ibunda? Ngga sudi yaa.."
Dan dimulailah pertarungan yang bisa dibilang pertarungan level anak SD (dibaca : level bocah)
Rukia dan Orihime sama sekali tidak tertarik melihat pertengkaran 2 orang lelaki itu kembali melihat naskah mereka. Sedangkan Tatsuki terus mentertawakan perkelahian konyol dihadapannya.
"Apa sebaiknya ceritanya agak sedikit dirubah?" usul Rukia pada Chizuru, ketua pembuat naskah.
"Aku agak sulit memerankannya," Orihime mengeluh karna dia harus memerankan tokoh yang bertolakbelakang dengan sifatnya.
"Orihimeeee ~~~ kau harusnya jadi Cinderella sajaaaa!" kata Chizuru sambil mencoba memeluk Orihime.
BUAKK!
Sebuah tendangan tertuju tepat di wajah Chizuru. Tatsuki secepat kilat ada di hadapan Chizuru, padahal beberapa saat lalu dia masih menjadi penonton tunggal di pertunjukan Cinderella vs ibu tiri tadi.
HEY! TATSUKI! Apa yang kau lakukan?" teriaknya pada orang yang telah tega menendangnya.
"Aku juga ingin protes! Dialogku kalimatnya norak semua!" kata Tatsuki sambil menyerahkan naskahnya.
"Cih! Image pangeran'kan memang begini, romantis!"
"Menjijikan! Bukan berarti harus memakai kata-kata seperti itu'kan?"
"Mungkin memang sebaiknya kita rubah sedikit penokohannya, kita sesuaikan dengan sifat para pemeran," usul Ryou, si murid pintar berkacamata itu.
"Haaah… kalian ini protes semua Kecuali si murid baru!" kata Chizuru sambil menunjuk Ulquiorra yang sedang membaca naskahnya.
"Itu lain cerita! Pokoknya rubah!" bentak Tatsuki.
Chizuru berpikir sejenak, lalu menarik napas panjang.
"Apa boleh buat! Baiklah ! TIM PEMBUAT NASKAH, DARIPADA NANTI CERITANYA NGGA MAJU-MAJU, AYO KITA BUAT NASKAH SESUAI HASIL CASTING YANG ADA!" teriak Chizuru sambil merobek-robek naskah tebal ditangannya.
"YES, SIR!" jawab anggota pembuat naskah yang entah sejak kapan dibuat.
"Aku bilang cuma rubah sedikit, bukan berarti harus merobek naskahnya'kan? Rasanya kok usaha menghapalku selama ini jadi sia-sia ya," kata Tatsuki bicara sendiri.
"Oi, Renji, Ichigo, sudah puas bertengkarnya?"
"…." Renji hanya menjawab dengan mengacungkan jempolnya pada Rukia.
Sedangkan Ichigo bersandar sambil mengipasi wajahnya dengan naskah miliknya.
"Ceritanya bakal ada perubahan, jadi hari ini kita ngga bisa latihan dulu."
"Syukur deh, tokoh ini dari segi manapun ngga cocok buatku."
"Jadi… waktu ini diberikan untuk bagian kostum ya? Ishida-kun mana?" tanya Orihime mencari sosok laki-laki berkacamata itu.
"Entahlah.." jawab yang lain.
"Para pemain! Kalian dipanggil Ishida !"
"Baru diomongin, Ishida panjang umur nih," kata Ichigo.
Seminggu kemudian
"Ayolah Kurosaki.. sebentar saja…"
"Oi, oi.. I-Ishida, kau mau apa? Menjauh dariku!"
"Ayo buka bajumu, Kurosaki…! Asano-san, tolong bantu aku memegang tangannya!"
"Oke!"
"Hei, Keigo! Kubunuh kau! HENTIKAAAAAAN!"
Ishida mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan …
"A-apa itu…? Jangan.. ISHIDAAAA!" teriak Ichigo
#^%?)*:":;$^!
"Fuuuuh… akhirnya selesai juga... Dia terlalu berontak, padahal lebih baik kalo dia cepat pasrah saja," kata Ishida sambil menghapus keringatnya.
Eng… Ishida lagi ngapain Ichigo?
"Sudah beres Ishida-kun?" tanya Orihime saat Ishida kembali ke kelas.
"Ah, Inoue-san.. Eh, iya.. dia agak berontak sih."
"Gaun ini benar-benar indah Ishida-kun. Aku suka sekali," kata Orihime sambil memperlihatkan gaun yang dipakainya.
"Heem.. keren! Hebat kau Ishida! Nanti kau pasti jadi designer terkenal!" puji Tatsuki.
"Baru kali ini aku memakai gaun secantik ini," Rukia kegirangan, memutar-mutar badannya.
"Ehm.. No Komeng deh, tetap aja pake baju cewe," Renji pasrah dengan nasibnya.
Ishida cuma senyum-senyum dipuji dengan hasil karyanya.
'Ada juga hasilnya begadang 7 hari 7 malam bikin tuh baju' batin Ishida.
BRRAAK! - suara pintu kelas dibuka dengan kasarnya.
"ISHIDA! INI .. AAPA?" teriak Ichigo dengan gaun penuh renda ditubuhnya.
"Eh, Hei, Ichigo! Kau lupa dengan wigmu!" teriak Keigo berlari dengan payahnya ke arah Ichigo.
"Kau terlihat cantik, Kurosaki!" kata Ishida sambil memperbaiki posisi kacamatanya.
"SIALAN KAU ISHIDA!" Ichigo dengan penuh amarah segera menghampiri Ishida yang kira-kira ada 5 meter di hadapannya. Tapi lagi-lagi nasib sial menimpanya.
BRUUK!
Ichigo mendarat dilantai dengan selamat [?]. Mungkin karna kakinya tidak sengaja menginjak gaun yang sedang dipakainya itu.
Suara tawa pecah di dalam kelas, bersyukur dapat tontonan gratis.
"Wah, wah…! Sepertinya selain harus menghapal dialog, kau punya kerjaan lain Kurosaki. Biasakan dirimu dengan gaun ini ya, aku capek bikinnya tau!" celetuk Ishida.
"I-SHI-DAAAAAAAA!"
-TBC-
