Ohayou minna.!

Nih update-an fic gaje saya.

Maaf kalau masih banyak kekurangannya.

Yosh.! langsung aja.

" I Love My Cute Devil "

Disclaimer :

Saya tidak pernah mengklaim apapun dalam anime Naruto maupun Highschool DxD.

Kreator :

Ichaichatactics.

Pair :

Naruto x Rias.

Genre :

Romance.

Warning :

Fic ini memiliki berbagai macam kekurangan dalam hal penulisan maupun ide ceritanya.

~Don't Like.? Don't Read.~

If You Read This Fic,

Please Review.!

Chapter 1.~Iblis-chan yang cantik~

.

.

.

CIIT.~ CIIT.~ CIIT.~ CIIT.~

Pagi yang cerah ditambah dengan suara burung burung yang saling bersahut sahutan. Terik matahari pagi menyinari desa Konoha, menemani segala aktifitas seluruh penduduk desa.

Ups, ralat. Bukan seluruh, karena di sebuah apartemen belum nampak tanda tanda kehidupan. Karena dua remaja berbeda gender masih terlelap dalam buaian alam mimpi.

Seorang perempuan berambut merah pekat sedang tertidur di atas kasur dan seorang pemuda pirang jabrik sedang tidur dalam posisi duduk dan kepalanya menyandar di tepi kasur.

Sedang asik dalam dunia mimpi, naas bagi sang gadis berambut merah karena sinar matahari perlahan memasuki kamar melalui celah di balik jendela dan tanpa sengaja mengenai kulit wajahnya yang menyebabkan gadis itu terbangun dari tidur cantiknya.

"Ennngghh.." si gadis berambut merah mulai menunjukkan tanda tanda kehidupan, yang berarti dia terbangun karena wajahnya terkena panas dari sinar matahari yang membuatnya tak nyaman.

Si gadis mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum pengelihatannya mulai terbiasa dengan pencahayaan sekitar. Ketika dia sudah terbangun sepenuhnya, yang pertama terlihat adalah langit langit kamar yang berwarna putih.

Karena merasa asing dengan lingkungan sekitar, gadis itu mulai mengobservasi sekitar yang ternyata adalah sebuah kamar yang bernuansa oranye. Ketika selesai mengobservasi ruangan yang ditempatinya, gadis itu menoleh ke samping dan mendapati seonggok kepala pirang di tepi ranjang.

'Kepala pirang.?' batin gadis itu. Ketika gadis itu hendak bangkit dari posisi tidurnya, tiba tiba terdengar lenguhan dari kepala pirang tersebut.

"Eenngghh..." pemuda pirang tersebut mengangkat kepalanya dan mengerjapkan matanya yang terasa lengket.

"Oh kau sudah bangun.?" pemuda pirang itu kemudian duduk di tepi kasur, dan menatap gadis berambut merah yang terbaring di sampingnya.

Gadis berambut merah tadi mengubah posisinya menjadi duduk di atas kasur. "Ini dimana.?" tanya gadis itu dan kembali melihat sekeliling. "Dan siapa kau.?"

"Kau berada di apartemenku." jawab pemuda pirang itu, masih menatap sang gadis. "Namaku Uzumaki Naruto. Aku secara tak sengaja menemukanmu, kemarin."

.

Flashback..

.

'Kuchiyose no Jutsu : Gamakichi, Gamatatsu.!'

Muncul simbol aneh berupa kanji kanji rumit setelah Naruto menghentakkan tangannya ke tanah. Dan sedetik setelah munculnya kanji kanji itu, keluar cahaya yang menyilaukan dari kanji itu yang membuat Naruto menutup matanya.

Setelah merasa cahaya menyilaukan tadi menghilang, Naruto membuka matanya. Ketika indera pengelihatan miliknya berfungsi normal, Naruto sangat dikejutkan dengan apa yang ada di depannya.

Di depan Naruto, kini ada seorang gadis berambut merah yang mengenakan gaun berwarna putih. Gadis itu terbaring di atas tanah dengan mata terpejam, mungkin dia pingsan.

"Ke..kenapa.." Naruto seperti hampir kehilangan nyawanya ketika seharusnya setelah dia melakukan jutsunya muncul dua ekor katak bernama Gamakichi dan Gamatatsu, tapi malah seorang gadis berambut merah dengan gaun putih di tubuhnya yang muncul. Itulah kira kira pemikiran yang sempat terlintas di otak Naruto.

"Kenapa. Yang. Muncul. Malah. Seorang. Gadis" Naruto berbicara layaknya zombie, dengan tatapan kosong.

Beberapa menit kemudian, Naruto kembali mendapat kehidupannya yang sempat lenyap. Lalu Naruto mencoba membangunkan gadis di depannya dengan menggoyang goyangkan tubuh gadis itu.

"Hey..bangun."

Cukup lama usaha Naruto untuk membangunkan gadis berambut merah itu, tapi tak membuahkan hasil sama sekali. Naruto yang menyerah untuk membangunkan gadis itu akhirnya berdiri dan mulai berjalan untuk pulang.

'Hah..mungkin dia adalah Gamakichi atau Gamatatsu yang melakukan Henge untuk mengerjaiku. Lebih baik aku pulang.' batin Naruto, dan langsung berjalan meninggalkan gadis tadi.

Tapi, tiba tiba langkah Naruto terhenti. 'Tapi bagaimana kalau dia adalah seseoranng yang tak sengaja ter-Summon ketika aku melakukan Kuchiyose.? Aku juga merasa sepertinya Handseal yang kulakukan salah.'

'Tapi itu tidak mungkin.' Naruto kembali melangkah.

Namun, langkahnya kembali terhenti. 'Tapi kalau itu benar, bagaimana...' dan sepertinya Naruto merasa dilema.

"Arrrgghhh..." Naruto mengacak rambut pirangnya dengan kasar, pertanda kalau dia sudah frustasi. Kemudian Naruto berbalik dan melangkah dengan cepat menuju tempat si gadis tergeletak.

"Lebih baik aku bawa ke apartemen.." Naruto langsung menggendong gadis berambut merah itu ala bridal style menuju apartemennya.

.

Flashback End..

.

"...seperti itulah kejadiannya." Naruto mengakhiri ceritanya dan beranjak keluar kamar.

Gadis berambut merah yang mengenakan gaun putih itu masih dalam posisi duduk di atas kasur sambil kembali mengamati kamar Naruto.

Beberapa menit kemudian Naruto kembali ke dalam kamar. Naruto berjalan ke arah jendela dan membuka jendela tersebut agar udara dapat masuk. "Kau cucilah dulu mukamu. Aku akan membuatkan sarapan untukmu." Naruto kembali keluar kamar.

Gadis tadi kemudian beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah keluar dari kamar mandi, gadis itu langsung melihat Naruto yang sedang melambaikan tangannya.

"Kemarilah. Aku sudah buatkan semangkok ramen untukmu." gadis itupun langsung berjalan menuju ruangan tempat Naruto berada.

Setelah sampai di ruangan yang ternyata adalah dapur sekaligus ruang makan, gadis itu mendudukkan dirinya di kursi yang berada di depan Naruto yang ternyata sudah melahap ramennya.

Mengetahui akan kehadiran seseorang, Naruto menghentikan sejenak acara makannya. Kemudian Naruto menatap gadis berambut merah di depannya.

"Maaf. Karena cuma persediaan ramen instan yang kupunya." Naruto menatap khawatir pada lawan bicaranya. Karena dia takut gadis di depannya tidak biasa atau bahkan tidak suka ramen.

Gadis itu kemudian menatap ramen yang terletak di atas meja di depannya. Kemudian dia tersenyum ramah pada Naruto. "Tak apa. Aku juga suka makan ramen."

"Benarkah.?" tanya Naruto dengan wajah sumringah.

'Tidak juga sih..' batin gadis itu, tapi dia mencoba tersenyum ramah dan menganggukkan kepalanya. Dan setelah itu, mereka menyantap sarapan mereka dalam diam.

.

Setelah selesai sarapan, gadis berambut merah itu berniat untuk membereskan sisa sarapan mereka dan mencuci mangkok yang kotor, tapi Naruto mencegahnya.

"Biarkan aku saja." dengan itu, gadis tadi menurut dan menganggukkan kepalanya, dan kembali duduk di kursi sembari memperhatikan Naruto.

"Oh iya, siapa namamu.?" tanya Naruto disela sela kegiatannya, tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.

"Oh,, namaku Rias Gremory." jawab gadis yang bernama Rias tersebut, "Dan sebenarnya di mana sekarang aku berada, Naruto-kun.?"

"Oh namamu Rias ya.. Nama yang bagus." gumam Naruto sembari mengelap tangannya yang basah setelah mencuci piring. "Kan tadi sudah kubilang, kau sedang berada di apartemenku." Naruto melangkah mendekati meja makan dan duduk di depan Rias.

"Baka. Bukan itu maksud..."

"Oh aku mengerti. Kau sedang berada di desa Konoha." Naruto langsung memotong ucapan Rias.

Rias nampak menaikkan salah satu alisnya, pertanda dia merasa bingung. "Konoha.?" tanya Rias.

"Ya, Konoha. Desa yang banyak terdapat Shinobi hebat, contohnya aku." Naruto menunjuk batang hidungnya sendiri di akhir ucapannya.

"Shinobi.?"

"Ya, Shinobi. Dan jangan bilang kalau kau tidak tahu apa itu Shinobi." Naruto menatap Rias dengan tatapan aneh.

"Aku memang tidak tahu apa itu Shinobi, Baka.!" Rias menatap Naruto dengan ekspresi penuh kekesalan, yang menurut seorang Naruto sangat manis.

"Sebenarnya siapa sih kau ini.? Kenapa kau bisa ter-Summon saat aku hendak memanggil Gamakichi dan Gamatatsu.?" tanya Naruto yang sudah mulai penasaran akan sosok Rias sebenarnya.

"Aku adalah Rias Gremory, Iblis kelas atas dan merupakan adik dari salah satu Maou, Sirzech Gremory." jawab Rias dengan bangga.

"Iblis, kau bilang.?" Naruto berdiri dan memajukan kepalanya ke arah Rias, dan menatap Rias dengan mata menyipit.

Duakh.!

Secara refleks, Rias langsung memukul kepala pirang Naruto, yang membuat sang empunya memundurkan kepalanya dan meringis kesakitan.

"Ittai.! Kenapa kau memukulku, hah.?" bentak Naruto sambil menatap tajam Rias.

"Kau mengagetkanku, Baka.!" jawab Rias dengan santai dan melipat tangannya di dada.

"Urusai.." Naruto memalingkan wajahnya sejenak dan kembali menatap serius Rias. "Kau tadi bilang kalau kau adalah Iblis.? Jangan bercanda."

"Aku tidak bercanda." Rias menatap tajam ke arah Naruto.

"Ya, ya, ya terserah kau saja, Iblis-chan. Lebih baik sekarang aku mengembalikanmu ke tempat asalmu." Naruto memandang bosan ke arah Rias dan mulai berdiri.

"Lebih baik begitu. Dari pada aku berlama lama denganmu."

Setelah berdiri, Naruto berbalik dan langsung merapal serangkaian Handseal.

'Kai'

Ketika Naruto hendak berjalan, sebuah suara yang baru dikenalnya memanggil dirinya. "Hei, kau bilang mau memulangkanku. Cepatlah."

Dengan perlahan, Naruto kembali berbalik dan melihat Rias yang memasang wajah kesal.

"Ke..kenapa kau ma..masih di sini.?" tanya Naruto dengan ekspresi terkejut(yang menurut author sangat menjijikan).

"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu." Rias mencoba untuk menahan emosinya agar tidak menghajar pemuda pirang di hadapannya menggunakan Power of Desrtuction. "Cepatlah. Cepat pulangkan aku."

"Sudah kulakukan dari tadi, apa kau tidak lihat.? Dan aku bingung kenapa kau tidak juga menghilang." Naruto perlahan mendekati Rias.

"Apa maksudmu.?"

"Atau kau memang tidak mau kembali ke tempat asalmu.?" tanya Naruto yang disertai tatapan penuh selidiknya(yang mampu menjadi trend ekspresi wajah yang baru untuk membuat meme).

"Kenapa kau bisa bilang begitu.?"

Naruto kembali menatap Rias sejenak dengan tatapan tajam. Lalu Naruto kembali berbalik dan meninggalkan Rias. "Terserah kau saja. Lebih baik aku meminta misi."

"Hey, tunggu. Kau mau kemana, Naruto-kun.?" Naruto tak menghiraukan Rias yang terus memanggilnya.

"Apa apaan dia itu.?" setelah kepergian Naruto, Rias terus menggerutu tak jelas yang terdengar seperti suara tape rusak.

.

"Hah... Sebenarnya apa sih yang terjadi.." Naruto menghela nafasnya sambil menggerutu dan berjalan di jalanan desa Konoha, yang menyebabkannya mendapatkan tatapan aneh dari orang orang yang dilewatinya. Tapi Naruto tak menggubris tatapan aneh penduduk padanya, dan terus melangkahkan kakinya tanpa ada tujuan yang jelas(ingin meminta misi cuma dijadikan alasan olehnya untuk meninggalkan Rias).

"Mungkin Tsunade Baa-chan tahu tenang fenomena aneh ini." lalu Naruto memutar arahnya menuju gedung Hokage.

.

Tok. Tok. Tok.

"Masuk." terdengar suara feminim namun terkesan tegas dari dalam kantor Hokage ketika Naruto mengetuk pintu.

Kriet.

Terdengar decitan dari pintu kayu ketika Naruto membuka pintu ruangan Hokage. Lalu Naruto melangkahkan kakinya memasuki ruangan sang Hokage.

Seorang wanita dengan fisik masih muda namun berbeda dengan usaianya, menoleh ke arah pintu. Wanita berambut pirang pucat dan memiliki..ehem.. yang besar itu memandang bosan ke arah orang yang baru memasuki ruangan Hokage tersebut.

"Ada apa Naruto. Bukannya sekarang kau masih libur.?" tanya sang Hokage yang memiliki nama lengkap Tsunade Senju sembari kembali memperhatikan berkas berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya.

"Bukan. Aku tidak sedang ingin meminta misi. Ada yang ingin kutanyakan pada Baa-chan." ucap Naruto sembari mendekat ke depan meja kerja Tsunade.

"Aku tak punya banyak waktu. Cepat katakan apa yang ingin kau tanyakan." kini Tsunade mengalihkan pandangannya pada Naruto.

"Begini ceritanya..."

.

Di apartemen milik Naruto, kini Rias sedang duduk di sofa kumuh milik Naruto yang berada di ruang tamu sembari termenung. Tampaknya dia sedang memikirkan sesuatu.

Kriet.

Ketika sedang asik dengan pemikirannya, Rias sedikit dikejutkan dengan suara pintu yang dibuka oleh seseorang. Dan ketika Rias melihat siapa yang membuka pintu, ternyata adalah Naruto bersama seorang wanita yang tak dikenal olehnya.

"Jadi dia orangnya, Naruto.?" tanya Tsunade ketika dia dan Naruto sudah berada di hadapan Rias yang masih duduk di sofa.

"Ya dia orangnya." jawab Naruto.

Lalu Rias berdiri dan menatap Naruto dengan mata menyipit, "Dia siapa, Naruto-kun.?" tanya Rias sambil menunjuk Tsunade.

"Oh iya, ini Tsunade Baa-chan, Hokage desa ini." Naruto memperkenalkan Tsunade.

"Hokage.?" tanya Rias dengan ekspresi bingung yang sangat imut(yang membuat author pengen menerkamnya*?*).

"Iya, dia Hokage yang memimpin desa ini." jawab Naruto.

Lalu Rias menunduk hormat seraya memperkenalkan dirinya. "Maaf, Hokage-sama. Perkenalkan nama saya Rias Gremory." Lalu mereka bertiga duduk di sofa.

"Naruto sudah menceritakan semua kejadiannya padaku. Jadi Rias, bisa jelaskan siapa kau sebenarnya dan bagaimana kau bisa ter-Summon oleh Naruto.?" tanya Tsunade to the point, dengan nada penasaran.

"Baiklah. Ini mungkin aneh bagi kalian, tapi sebenarnya aku adalah Iblis..." ketika Rias sedang menjelaskan, tiba tiba Naruto menyela, "Itu tidak mungkin."

Duakh.

Bruk.!

Naruto langsung mendapat bogem mentah dari Tsunade karena menyela penjelasan Rias. "Ittai. Kenapa kau memukulku, Baa-chan.?" tanya Naruto sembari meringis dan mengelus kepalanya.

"Bodoh.! Jangan sembarangan menyela penjelasan orang." ucap Tsunade dengan urat yang menyembul di keningnya, pertanda dia sedang marah. "Silahkan lanjutkan penjelasanmu." Tsunade memandang serius ke arah Rias.

Sementara Rias sedang menahan tawa melihat Naruto. "Ah, baiklah. Itu memang aneh bagi kalian tapi itu adalah kenyataannya." ucap Rias.

"Apa buktinya jika kau adalah Iblis.?" kini Naruto yang bertanya setelah merasa kepalanya sudah lebih baik.

"Baiklah." kemudian Rias berdiri.

Srakh.

Muncul sayap seperti kelelawar di balik punggung Rias. Naruto serta Tsunade yang melihatnya langsung terkejut setengah mati.

"Ba..bagai mana bi..sa.." untuk kesekian kalinya Naruto dibuat terkejut oleh sosok yang bernama Rias tersebut.

Sementara Tsunade yang juga merasa terkejut menatap intens Rias. "Kau tidak sedang menggunakan Genjutsu atau semacam trik 'kan.?" tanya Tsunade dengan mata menyipit.

"Tidak, tidak. Aku tidak menggunakan trik apapun." ucap Rias lalu dia menghilangkan sayap di balik punggungnya.

"Baa-chan.." panggil Naruto dengan tatapan kosong pada Tsunade. Lalu Tsunade mengalihkan pandangannya pada Naruto. "Coba pukul aku dan pastikan kalau aku sedang bermimpi.." ucap Naruto dengan nada bicara seperti zombie dan masih menatap kosong ke arah Tsunade.

Jduakh.!

Braak.!

Tsunade langsung saja menghadiahi wajah Naruto dengan bogem mentah yang bertenaga monster, hingga Naruto terpental dan menghantam tembok lalu terkapar dan akhirnya pingsan.

Melihat itu, Rias kembali menahan tawanya. "Anda terlalu kasar padanya, Tsunade-sama."

Tsunade mengalihkan pandangannya pada Rias. "Dia sendiri yang minta." jawab Tsunade dengan santai, walaupun perbuatannya barusan dapat menghilangkan nyawa seseorang.

Dan Rias dapat menarik kesimpulan bahwa, 'kemarahan Tsunade dapat menyebabkan kepala berdenyut, gegar otak, bahkan kematian.'

"Dan bagaimana kau bisa ter-Summon oleh Naruto." untuk sejenak, Tsunade melihat Naruto yang sedang terkapar. Lalu mengalihkan pandangannya pada Rias.

"Soal itu aku juga tidak tahu. Saat itu sedang dilaksanakan acara pertunanganku dengan salah satu Iblis putra bangsawan yang bernama Raiser Phenex..." Rias mengambil jeda sejenak. Sementara Tsunade hanya mendengarkan dengan seksama penjelasan Rias.

"...karena aku tidak setuju dengan pertunangan ini, aku mencoba segala cara untuk membatalkannya. Tapi semua usahaku gagal..." kini kepala Rias menunduk dan nada bicaranya berubah menjadi lirih di ujung kalimatnya.

Tsunade yang menyadari itu sedikit merasa bersalah.

"...sampai pada puncak acara, aku terus berharap akan ada yang menyelamatkanku dari pertunangan itu..." kini Rias kembali mengengkat kepalanya.

"...dan entah karena apa pada saat puncak acara, pandanganku menjadi gelap dan saat aku tersadar aku sudah berada di apartemen ini." Rias mengakhiri penjelasannya dan penatap Naruto yang sedang terkapar pingsan lalu tersenyum.

Lalu Tsunade berdiri dan menatap Rias. "Sepertinya aku percaya padamu. Karena aku juga tidak merasakan sedikitpun Chakra dalam dirimu, melainkan ada energi aneh yang lumayan besar." Tsunade pun mulai melangkahkan kakinya.

"Sebaiknya kau jaga si bodoh itu. Aku masih ada urusan." Tsunade berjalan ke arah pintu.

"Ha'i. Tsunade-sama.!"

Ketika hendak memutar knop pintu, tiba tiba Tsunade berhenti. "Satu lagi. Panggil aku Baa-chan." ucap Tsunade tanpa menoleh. Lalu tsunade keluar meninggalkan apartemen Naruto.

Mendengar itu, seketika seulas senyum terukir di wajah Rias. "Ha'i Baa-chan."

Lalu Rias mengalihkan fokusnya pada Naruto yang masih terkapar di lantai. Seulas senyum kembali terukir di wajah Rias ketika melihat pemuda pirang yang sedang pingsan di hadapannya.

.

.

.

To Be Continued...

.

Gimana menurut kalian, para Reader.?

Jelekkah.? Ancurkah.? Ataukah bagus.?

Tolong beri pendapat kalian tentang fic ini.

.

Sekian dan Terima Kasih.

NB : Hmmm,, gimana bilangnya yah... Sebenarnya fic ini baru saya tulis sampai chapter 2. Dan setelah saya baca lagi, kayaknya plotnya bener bener mirip dengan salah satu fic yang pernah saya baca. Oleh karena itu, saya bingung mau dilanjut atau nggak. Mau dilanjutin, ntar dibilangin plagiat-an. Nggak dilanjutin, udah terlanjur dipublish dan kayaknya banyak yang penasaran(ngarep). Saya merasa dilema nih.. Kasih saran dong readers.

~ICHAICHATACTICS is Sign Out.~